Menang Versi Quick Count LSI Denny JA, Zul Bersyukur Rohmi Ucapkan Istighfar

Dr Zul bersyukur dan berharap hasil hitung cepat ini juga dapat terwujud dalam real count nantinya

lombokjournal.com —

MATARAM :   Pasangan nomor urut tiga, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menyampaikan pernyataannya terkait hasil hitung cepat (quick count) versi LSI Denny JA, yang memenangkan pasangan ini dalam Pilgub NTB.

Dr Zul menghaturkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh pihak, baik dari penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, media, dan juga masyarakat yang telah menjaga prosesi pilkada berjalan sejuk dan lancar.

“Alhamdulilah, terima kasih kepada seluruh pihak yang sangat menentukan, pilkada menjadi sejuk, dan tidak penuh dengan hal-hal yang panas menyengat,” katanya, Rabu malam (27/06) di kediaman Tuan Guru Bajang (TGB) di Lombok Timur.

Dr Zul juga menyampaikan terima kasihnya kepada keluarga, partai politik pengusung, relawan, dan juga para kandidat lain atas kompetisi yang berjalan ini. Ia menganggap calon lain merupakan sahabatnya.

Terkait hasil hitung cepat, Dr Zul bersyukur dan berharap hasil hitung cepat ini juga dapat terwujud dalam real count nantinya.

“Semoga hasil quick countini betul-betul nyata dalam real count nantinya,” kata Dr Zul

Sementara Rohmi mengaku langsung  mengucapkan istigfar begitu tahu ia dan Dr Zul unggul dalam hitung cepat.

“Lihat hasil quick count, pertama yang tercetus tentunya mohon ampun, astagfirullahaladzim pada Allah SWT,” ujarnya

Rohmi menilai apabila hasil ini benar-benar terealisasi, ia dan Dr Zul mendapat sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara baik ke depan.

“Mohon doa seluruh masyarakat NTB, semoga proses ini akan berjalan lancar sampai nanti selesai,” katanya.

Me (*)




Rohmi dan Keluarganya Ke TPS Dengan Kawalan Relawan Jilbab Ijo

Cawagub nomor tiga ini memang banyak digemari kaum perempuan, karena Rohmi satu-satunya representasi perempuan pada Pilgub 2018

Rohmi di TPS

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR — Calon Wakil Gubernur nomor urut 3 Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, menuju tempat pemungutan suara (TPS) dengan kawalan Relawan Jilbab Ijo.

Puluhan relawan tersebut tak henti memberi smangat pada Rohmi. Di TPS 01 Rakam, Kelurahan Rakam, Lombok Timur, Ummi Rohmi didampingi suami, H Khairul Rizal dan keluarga.

Berangkat dari kediaman sekitar pukul 09.00 Wita. Rohmi yang tampil dengan jilbab hijau terlihat sumringah.

Mengantri sekitar 15 menit, Rohmi bersama suami masuk ke bilik suara, Rohmi menunjukkan jari yang diberi tinta. Tanda sudah menggunakan hak pilih.

“Saya sudah ya, ayo yang belum segera gunakan hak pilih,” katanya, Rabu (27/06).

“Saya dan keluarga sangat bersyukur dapat menjalankan hak pilih dengan baik tanpa kendala apapun. Kami berterima kasih kepada penyelenggara pemilu semua proses berjalan dengan baik dan lancer,” sambungnya.

Dari informasi yang dihimpun dari warga sekitar TPS di Rakam, diperkirakan suara paslon gubernur nomor 3 akan menguasai. Hal tersebut terlihat dari penuturan sejumlah warga yang usai mencoblos.

“Insya Alloh jilbab ijo,” kata seorang ibu.

Cawagub nomor tiga ini memang banyak digemari kaum perempuan. Pasalnya, Rohmi satu-satunya representasi perempuan pada Pilgub 2018.

Dari program yang disampaikan, Rohmi cukup getol menyampaikan keberpihakan pada kaum ibu. Bahkan dalam dua kali debat, Rohmi secara tegas menyebut akan banyak memberi ruang bagi kaum perempuan di NTB. Baik dari birokrasi, perekonomian, maupun sektor industri lainnya.

Sebelum ke TPS, Cawagub Hj Sitti Rohmi Djalilah, berkumpul dahulu dengan keluarga. Tampak Ummi Rauhun, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, serta calon Bupati Lombok Timur H Syamsul Lutfi.

Hanya saja, ketiganya tidak satu TPS dengan Rohmi. Mereka ke TPS di Terminal Gelang, Lombok Timur.

Untuk diketahui, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah adalah kakak dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Satu-satunya perwakilan perempuan dari empat calon yang ikut Pilgub NTB. Rohmi mendampingi Dr Zulkieflimansyah.

Paket yang akrab disebut Zul-Rohmi ini diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Me/AYA (*)




Zul-Rohmi Bisa Jadi Andalan Generasi Milenial

Zul-Rohmi harus segera merealisasikan konsep kerja bagi anak muda begitu dinyatakan menang

Haris Munandar

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH:   Debat kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di Lombok Raya,  Jum’at (22/06) lalu menghadirkan kepastian pilihan bagi mahasiswa.

Di antara empat paslon, hanya paslon nomor 3 Dr Zulkieflimansyah-Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah yang peduli dengan kalangan mahasiswa.

Menurut Ketua Forum Pemuda Dan Mahasiswa Lombok Tengah, Haris Munandar gagasan Zul-Rohmi terlihat dari ide segar yang akan menjadi ruang anak muda.

“Di antaranya akan menyekolahkan 1000 anak muda NTB ke luar negeri. Ini kongkrit,” katanya, Senin (25/06 ).

Mahasiswa kelahiran Praya 9 Maret 1996 ini menambahkan, paslon lain juga bagus, ada ide untuk NTB ke depan. Hanya saja, Zul-Rohmi yang terlihat begitu pasti menjadi lokomotif generasi milenial.

“Kita akan lebih nyaman dengan pemimpin yang paham dengan kebutuhan anak muda,” sambungnya.

Haris mengatakan, tak bisa dipungkiri pembangunan NTB ke depan akan ditentukan oleh anak mudanya. Selain soal infrastruktur maupun fisik, pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Membangun SDM ini manfaatnya akan dirasakan NTB di masa depan,” imbuhnya.

Lebih jauh, sebagai anak muda mendorong semua pihak mewujudkan pilkada yang sehat. Kontestasi politik tidak boleh mengerikan dan penuh intimidasi.

“Jangan buat kami yang muda trauma untuk terlibat politik. Pilkada ini harus sehat,” imbuhnya.

Untuk segala macam kampanye hitam dan fitnah yang menyebar, Haris berharap, ini tak disikapi berlebihan. Ia sudah berkomunikasi dan berjejaring dengan mahasiswa lain, khususnya di Lombok Tengah untuk melihat figur calon secara baik. Tidak perlu terprovokasi dengan fitnah.

“Dan Zul-Rohmi ini memiliki track record yang baik. Insya Alloh NTB gemilang,” imbuhnya.

Sementara itu Pjs. Direktur M16 Lalu Athari Fadlullah, SE  menilai, pilihan anak muda pada paket Zul-Rohmi itu wajar. Mengingat dalam debat kedua, hanya Zul-Rohmi yang kongkrit punya konsep bagi anak muda. Pemilih milenial tidak boleh dipandang sebelah mata.

Lalu Athari Fadlullah, SE

“Jangan lupa, kita akan mendapat bonus demografi. Jumlah anak muda kita lebih banyak, masak mereka tak diberi ruang,” katanya.

Pria yang akrab disapa Athar  ini menambahkan, generasi milenial saat ini memiliki kegiatan dan program yang canggih. Aspek kehidupan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Termasuk juga terkait dengan lapangan pekerjaan.

“Jangan sampai NTB ke depan tetap bertahan dengan gaya konvensionalnya. Sementara anak mudanya udah siap berlari kencang,” sambungnya.

Athar  mengingatkan, Zul-Rohmi harus segera merealisasikan konsep kerja bagi anak muda begitu dinyatakan menang. Selain mengirim anak muda NTB kuliah ke luar negeri, pengembangan skill kemajuan teknologi harus didukung penuh.

“Bisa menghadirkan youtuber, developer digital, ataupun ahli digital lainnya untuk menjadi mentor anak muda NTB,” tukasnya.

Me (*)




Tim Pemenangan Suhaili-Amin Optimis Unggul Dari Paslon Lainnya

Menurut hasil beberapa lembaga survei, paslon Suhaili-Amin jauh lebih berpeluang dengan perolehan 44 persen  untuk hari ini

Lalu Fatahilah Prawiranegara

MATARAM.lombokjournal.com – Sehari jelang hari pencoblosan, suara optimis muncul dari tim pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Suhaili-Amin.

Lalu Fatahilah Prawira Negara, salah seorang anggota inti tim pemenangan Suhaili-Amin mengungkapkan,  dengan kerja politik setahun terakhir, HM suhaili dan HM Amin telah menunjukkan kenaikan signifikan dalam elektabilitas seperti ditunjukkkan beberapa hasil lembaga survei.

“Kerja efektif efisien yang diterapkan tim Suhaili-Amin, dalam strategi pemenangan merupakan kunci kemenangan dalam pilgub 2018,” tegasnya.

Menurut dokter gigi muda yang memilih aktif di politik ini, untuk memenangkan calon ia membeberkan cara terbaik yang telah dilakukan tim pemenangan Suhaili-Ammin.  Di antaranya mengajari pemilih mencoblos dengan menggunakan alat peraga sesuai aturan

Fatah mengharapkan trimnya menghindari banyak bercanda. Sebaliknya diinstruksikan semua angota tim dan pendukungnya memperbanyak kerja politik, turun ke basis, menngunjungi sanak family, handaitolan, kerabat, rekan-rekan.

“Dan targetkan diri bertemu minimal 100 orang per hari,” ujar Fatah.

Ia juga menganjurkan para pendukung Suhaili-Amin mensosialisasikan secaa masig, baik melalui media sosial maupun grup WA. “Tentu jangan lupa banyak berdoanya” ujarnya sungguh-sungguh.

Suhaiili-Amin Unggul

Lebih jauh, Fatah yang saat ini menjadi Ketua Seknas Pemenangan Jokowi NTB itu, membeberkan hasil dari lembaga survei dari masing-masing paslon.

Dari SDI; pasangan calon (paslon) nomor 1 berada pada urutan pertama. Dan dari POLMRK, paslon nomor 1 pada urutan ke dua. Sedang OMI; paslon 1 pada urutan ke dua.

Merupakan cara terbaik dan ilmiah mengkaji trend paslon nomor 1 Suhaili-Amin, maka jika kita lihat dengan konsistennya lembaga survei yang ada, Suhaili-Amin mempunyai rating persentase berturut-turut sesuai lembaga survei tadi;

  • SDI 26 ppersen
  • Polmark 18 persen
  • OMI 18 persen

Menurut Fatah, jika dirata-rata maka peluang kemenangan paslon nomor 1 berada pada 44 persen  kemenangan, setelah hasil survey dijumlah dan di bagi 3.

Lebih lanjut, Fatah menyimpulkan dari angka-angka hasil survey tersebut. Jika dari 4 calon yang ada rata dari 100 persen dibagi 4 maka hasilnya 25 persen,modal untuk semua calon.

Tapi dari perkembangan 1 tahun kerja politik yang ada, dan menurut hasil survei tadi paslon 1 jauh lebih berpeluang dengan perolehan 44 persen  untuk hari ini.

Maka, diprediksikan jka tidak meleset hasil pilgub esok tanggal 27 Juni 2018 akan seperti ini:

  1. Suhaili-Amin
  2. Ahyar-Mori
  3. Ali-Sakti
  4. Zul-Rohmi

“Siapun yang menang, itulah pilihan terbaik masyarakat,” kata Fatah.

Rr

 

 




TGB, Dinilai Sebagai  Tokoh Lokal Berkapasitas Nasional

Di kawasan Mandalika, Lombok Tengahi akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar, yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) adalah sosok yang berhasil membangun NTB.  Bahkan TGB dinilai sebagai tokoh lokal yang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional.D

Hal itu ditegaskan Pempinan Redaksi, The Jakarta Post, Nezar Patria saat diwawancara usai menerima kunjungan Gubernur NTB di Kantor Redaksi The Jakarta Post, di Jakarta, Senin (25/06).

Nezar Patria menyampaikan, indikator keberhasilan Gubernur TGB membangun daerah NTB terlihat dari pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta kehidupan sosial masyarakat yang bersama pemerintah membangun daerah.

“NTB, sepuluh tahun terakhir, kita bisa menyaksikan pertumbuhan-pertumbuhan yang sangat signifikan. Baik dari ekonomi, sosial, budaya maupun ukuran-ukuran pertumbuhan yang sangat terasa,” ungkapnya saat itu. Karenanya, Ia berharap Gubernur NTB terus mengabdikan dirinya ke pengabdian yang lebih luas.

Sebelumnya, Nezar Patria didampingi Managing editor Evi Marian dan Managing Editor, Damar Harsanto menerima Kunjungan Gubernur NTB di ruang rapat Kantor Redaksi The Jakarta Post.

Saat itu, Ia berdialog dengan Gubernur terkait pembangunan dan kemajuan NTB sepuluh tahun terakhir. Yaitu pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, budaya serta pembangunan sosial.

Termasuk di dalamnya keberhasilan TGB membangun daerah di tengah keberagaman suku, agama dan ras di NTB.

Gubernur mengawali pertemuan tersebut dengan membahas penanganan konflik yang ada di daerah. Menurutnya, salah satu cara untuk mengatasi konflik adalah dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Termasuk berdialog dalam bentuk pendekatan keIslaman dengan seluruh komponen masyarakat.

Kemudian, TGB menyampaikan kemajuan NTB di bidang pariwisata. Khususnya brand Halal Tourism. Awalnya, TGB ditawar oleh Menteri Pariwisata untuk membangun wisata halal di NTB.

Dengan penuh optimis Gubernu menerima tantangan tersebut. Sehingga, saat ini NTB telah berhasil meningkatkan angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun manca negara, di atas tiga juta wisatawan.

Bahkan manfaat kebijakan tersebut tidak hanya oleh umat Islam. Saudara-saudara kita yang non muslim merasakan manfaat luar biasa dengan kunjungan wisatawan tersebut.

“Ini merupakan pembuktian bahwa daerah yang berpenduduk mayoritas muslim bisa berkembang pariwisatanya dan berkontribusi untuk Informasi,” Jelas TGB. Gubernur menjelaskan tentang KEK Mandalika yang menjadi salah satu destinasi unggulan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di kawasan ini akan dibangun hotel berkapasitas 10 ribu kamar. “Ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 ribu orang. Dan semuanya anak- anak NTB,” jelas TGB.

Kemudian TGB menjelaskan, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yaitu dengan membangun infrastruktur yang lebih baik. Terutama Infrastruktur jalan.

Sebab, dengan infrastruktur jalan yang baik, maka titik-titik pertumbuhan ekonomi masyarakat akan terhubung dengan baik.

“Infrastruktur sangat nyata perannya di NTB,” ungkapnya seraya menjelaskan bahwa untuk mempercepat pembenahan infrastruktur tersebut adalah dengan mengeluarkan kebijakan pendanaan multi years, melalui Perda.

Tidak lupa juga TGB menjelaskan keberhasilan NTB membangun keharmonisan di tengah keberagamaan etnis, budaya, suku dan agama di NTB. Bahkan NTB menjadi salah satu contoh dunia tentang keberagaman yang terjalin kuat di NTB.

“NTB perlu dipotret tentang keberagamannya. ini yang akan terus dirawat,” ungkapnya.

Dari sudut pertanian, Gubernur menjelaskan sejumlah komoditas unggulan NTB. Yaitu Sapi, Jagung, Rumput laut. Bahkan untuk komoditas jagung, NTB berhasil mengekspornya puluhan ribu ton jagung ke luar negeri, seperti Thailand dan Filipina.

Kemajuan itulah yang menurut TGB mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2017, mencapai 7,01 persen tanpa tambang.

“Saat ini anak-anak muda NTB semakin optimis menatap masa depan,” jelasnya.

Re/Humas NTB

 

 

 




Mewujudkan Pilkada NTB Damai Tanpa Polarisasi

Riadis Sulhi *)

Dalam menjembatani kepentingan politik itulah istilah ‘polarirasi media’ itu kerap  muncul sebagai standar ganda media massa membahasakan kepentingan para mitra politik mereka  kepada publik

MATARAM.lombokjournal.com  :  Hiruk pikuk pesta demokrasi dengan segudang kalkulasi dan prediksi kalah-menang, berikut ragam cara konsolidasi dukungan dan intrik menjagokan calon kandidat jelang pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memenuhi ruang media massa dan public, sejak tiga bulan terakhir. Pasca ditetapkannya sejumlah calon kandidat yang akan bertarung di 4 wilayah yakni di Tingkap Provinsi, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Bima.

Gempita pilkada hingga hari ini masih menjadi isu sentral dan ‘seksi’ dibicarakan di tengah masyarakat, diharapkan mampu menjadi pemecah kebuntuan menjawab berbagai persoalan sosial serta menjadi harapan baru pada rotasi kepemimpinan daerah, dengan  memilih calon yang digadang gadang layak duduk di kursi ‘empuk’ Kepala Daerah baik untuk  jabatan sebagai Gubernur, Bupati ataupun Walikota.

Mirisnya meski menjadi isu lima tahunan, diakui atau tidak hampir separuh dari proses suksesi kepemimpinan di daerah hingga hari ini tercatat rentan konflik, yang beresiko menciderai kehidupan berdemokrasi dan juga memecah belah tatanan kehidupan antar warga masyarakat hingga dilevel terendah sekalipun.

Kondisi ini menyiratkan masyarakat kita kebanyakan masih kerap kali terjebak pada isu isu sektoral, serta terkesan tidak matang memaknai kata demokrasi dalam arti berbeda pilihan. Serta belum menyadari bahwa pilkada idealnya adalah sebuah proses ‘ritual kontemplasi massal’  untuk  melahirkan pemimpin pilihan masa depan,  yang mestinya harus dilalui dengan cara nyaman, aman, damai dan penuh tanggungjawab.

Dalam sudut pandang ini, bisa diartikan bahwa pemilu sebenarnya adalah sebuah “ritual suci” untuk memilih pemimpin secara langsung yang diamanatkan undang undang, sebagai salah satu bentuk kedaulatan rakyat seutuhnya, yang diwujudkan dengan cara mencoblos langsung siapa pimpinan yang mereka inginkan, untuk mengawal seluruh proses pembangunan dan program berkelanjutan di daerahnya.

Dalam perspektif media, perhelatan pilkada umumnya merupakan ajang untuk mendulang income dan menaikkan rating perusahaan media dari segala sisi.

Selain sebagai sarana mengenalkan para calon melalui iklan, advertorial dan ulasan visi misi calon dalam tulisan headline di surat kabar atau media online, hingga tayangan talk show di media elektronik untuk membedah visi misi calon secara lugas guna mengukur kemampuan mereka untuk melihat persoalan dan menawarkan solusi terbaik, menjadikan media menjadi perantara ‘kampanye’ sosial  yang efektif bagi para calon.

Maka tidak heran para calon dan tim suksesnya pasti akan berlomba untuk mendekati dan bermitra dengan media masa untuk menjabarkan dan mensosialisasikan bahasa politik mereka kepada masyarakat.

Dalam menjembatani kepentingan politik itulah istilah ‘polarirasi media’ itu kerap  muncul sebagai standar ganda media massa membahasakan kepentingan para mitra politik mereka  kepada publik.

Istilah kata polarisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan ejaan po•la•ri•sa•si/ merupakan kata homonim yang bisa bermakna:

  1. Proses, perbuatan, cara menyinari; penyinaran;
  2. Magnetisasi;
  3. Pembagian atas dua bagian (kelompok orang yang berkepentingan dan sebagainya) yang berlawanan;. Jika merujuk pada makna diatas maka polarisasi dalam perspektif media dimaknai sebagai pembagian atas dua atau lebih kepentingan yang cendrung saling bertolak belakang atau berlawanan dalam menyajikan akurasi informasi.

Dalam catatan Dewan Pers  yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo dalam ulasan berjudul ‘Tahun 2018 : Tantangan Bagi Jurnalisme’ dalam pembukaan konvensi Media peringatan Hari Pers Nasional tahun 2018 di Padang Sumatera Barat mencontohkan  polarisasi mulai terlihat  saat menjelang dan pasca Pilpres 2014 di tayangan media Televisi, termasuk pemberitaannya.

Menurut Yoseph terbelah menjadi 2 kekuatan yaitu mendukung pemerintah tanpa reserve dan lainnya menjadi oposisi yang super kritis. TV tersisa lainnya adalah tetap konsisten memilih gosip, infotainment, opera sabun India dan Turki, dangdut, tayangan film hantu sebagai pilihan utama semata mata untuk meraup rating tinggi.

Keberpihakan media menurut Joseph akibat polarisasi politik akan terus berlanjut pada saat Pilkada 2018 dan berlanjut dengan Pemilu 2019.  Pilkada 2018 akan meliputi pelilihan kepala daerah di 171 daerah (17 propinsi, 39 kota, 115 kabupaten). Pada tahun pilkada seperti tahun 2018-2019 inilah Pers benar benar diuji apakan bisa menjalankan fungsinya secara benar atau justru ‘berselingkuh’ dengan kepentingan poitik.

Yoseph mencontohkan Sejumlah kasus penyerangan wartawan pada Pilkada 2017 lalu menunjukkan bahwa ada masyarakat yang menilai beberapa media kehilangan netralitas dalam liputannya. Meski ini sebetulnya juga mengundang perdebatan karena massa yang melakukan penyerangan lebih diakibatkan karena media sebetulnya telah bersikap netral dan independen, hanya saja tak mewakili aspirasi atau pendapat kelompok yang melakukan penyerangan.

Ada dua pokok kata kunci menurut Ketua Dewan Pers yang perlu digaris bawahi, takni soal netralitas dan keberanian pers untuk menyampaikan kebenaran news secara apa adanya, tidak malah bergumul pada pergulatan kepentingan dan larut dalam retorika politik praktis dengan maksud tertentu.

Dalam Dimensi pilkada di Nusa Tenggara Barat yang akan dihelat di empat wilayah skaligus pada tanggal 27 Juni ini, tugas media untuk menyampaikan kebenaran akan teruji dan akan sengat tergantung dari seorang jurnalis akan berdiri di sudut mana dalam turut menjaga netralitas pilkada.

Kita harus bersepakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dengan berita yang benar dan positif, bukan malah sebaliknya.

Sebagai insan pers yang memang seharusnya memberitakan kebenaran, sudah saatnya kita kembali ke prinsip awal jurnalisme tentunya dengan kode etik sebagai panduan, dan tidak turut mencemari profesi dengan berita hoax yang tidak jelas sumbernya dan malah cenderung menciderai profesi, yang pada akhirnya akan menutupi fakta kebenaran yang harusnya diungkap media.

Cukup sudah kita terkotak dengan maraknya berita hoax yang meresahkan dan tidak jelas peruntukannya. Saat nya kita kembali ke jati diri kita menjadi insan pers yang independen bebas dari kepentingan, berwawasan positif untuk memberitakan kebenaran sebagai bagian dari tanggungjawab kepada publik serta selalu memberi informasi apa adanya tanpa dibalut dengan kebohongan atau tendensi tertentu.

Mari kita manfaatkan momen 5 tahunan pilkada serentak pada tanggal 27 juni 2018 sebagai tonggak pendewasaan demokrasi bagi masyarakat, memilih dengan penuh tanggungjawab dan berdasarkan hati nurani demi NTB yang lebih baik lima tahun kedepan. Turut mensukseskan pelaksanaan pilkada pun sudah menjadi tanggung jawab bersama bagi kita para pekerja pers, agar turut memberikan informasi akurat dan tidak memihak, tidak terjebak polarisasi hanya demi mendulang income.

Pilkada sebagai agenda lima tahunan diperlukan untuk memastikan rantai birokrasi kepemimpinan berjalan sesuai ketentuan. Namun jauh dari sekedar persoalan kalah menang dalam pilkada, kondusifitas NTB untuk terus berkembang dan bergerak maju pasca Pilkada harus menjadi komitmen bersama yang harus tetap di jaga bersama oleh semua warga Nusa Tenggara Barat sebagai sebuah tujuan paripurna. (*)

*) IJTI NTB




Zul-Rohmi Diserang Fitnah Berbau SARA

Bawaslu menerima laporan dari tim Zul-Rohmi, untuk dikaji dan ditindaklanjuti

lombokjournal.com —

MATARAM — Tim pemenangan pasangan callon (paslon) Cagub dan Cawagub NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), Senin (25/6) mengadukan dugaan fitnah berbau SARA ke Bawaslu NTB.

Tim Zul-Rohmi menilah fitnah berbau  SARA melalui selebaran fotokopian dan sejumlah akun media sosial, itu merupakan bentuk “black campaign” untuk menjatuhkan kredibilitas pasangan Zul-Rohmi dan mempengaruhi opini masyarakat menjelang pencoblosan hari Rabu, 27 Juni mendatang.

“Kami datang untuk melaporkan adanya fitnah berbau SARA yang menyerang Zul-Rohmi. Ada selebaran, dan ada juga yang disebar melalui medsos,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Demokrat NTB, M Nashib Ikroman, didampingi Ketua Divisi Pemenangan Zul-Rohmi dari PKS, Syawaluddin, usai mengajukan laporan ke Bawaslu NTB.

Menurut Ikroman, selain mendeskriditkan pasangan Zul-Rohmi, isu fitnah berbau SARA itu juga akan mengganggu kerukunan masyarakat di NTB yang saat ini kondusif.

Ia berharap Bawaslu NTB bisa menelusuri laporan tersebut.

Selain melapor ke Bawaslu, tim Zul-Rohmi juga akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian di Polda NTB.

Hal ini dilakukan lantaran menilai penyebaran fitnah berbau SARA yang dilakukan akun-akun medsos itu seolah terkoordinir dan sengaja dilakukan pihak tertentu secara masif.

“Kami akan lapor ke Polda NTB juga, agar masalah ini ditangani. Sebab potensi akan mengganggu kerukunan masyarakat NTB yang bisa mengganggu keamanan daerah,” kata Ikroman.

Sementara itu Divisi Hukum Bawaslu NTB, Umar Ahmad Zeth mengatakan, Bawaslu menerima laporan dari tim Zul-Rohmi, untuk dikaji dan ditindaklanjuti.

“Laporan kita terima dan kita akan kaji. Setelah itu baru kita terbitkan status apakah laporan bisa ditindaklanjuti atau tidak,” katanya.

Umar menjelaskan, dalam aturan kerjasama Gakumdu Pilkada dengan kepolisian, ada yang menyebutkan bahwa terkait akun medos yang bisa ditangani Gakkumdu adalah akun medsos yang terdaftar di Penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Untuk akun di luar yang terdaftar, bisa dilaporkan ke Kepolisian, dalam hal ini Polda NTB.

“Sebab Polda NTB yang punya perangkat untuk menelusuri akun medsos melui bagian cyber crime,” tukasnya. *

Me (*)




Mahasiswa Pemantau Pilkada Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang , SARA, Fitnah dan Hoax

Masyarakat NTB khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dihimbau tidak golput

Reza Andriantoro

lombokjournal.com —

MATARAM :   Forum Mahasiswa Pemantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat untuk menolak keras politik uang, sara, fitnah dan menolak berita hoax menjelang pilkada.

Koordinator di organisasi Forum Mahasiswa Pemantau Pilkada, Reza Andriantoro mengungkapkan itu, Senin (25/06), dan mengajak masyarakat untuk lebih sadar bahwa kegiatan tersebut dapat merusak nilai moral dan sendi-sendi demokrasi.

“Formulasi yang terdapat dalam pasal 73 ayat 2 secara jelas telah mengatur sanksi administrasi, berupa pembatalan pasangan calon oleh KPU Provinsi atau KPU kabupaten/kota bagi pasangan calon atau tim kampanye yang terbukti melakukan politik uang berdasarkan keputusan Bawaslu Provinsi,” terangnya, Senin.

Reza juga menyebut, bagi siapa saja yang terlibat beberapa point yang sudah disebutkan, maka akan diancam sanksi baik administrasi atau pidana.

“Sanksi administrasi berupa pembatalam pasangan calon pelaku politik uang dan itu bisa disanksi, hal itu merujuk pada pasal 187 A, apabila sengaja melawan hukum menjanjikan dan memberi uang atau materi lain sebagai imbalan pasti akan  ditindak sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Reza Andriantoro mempertegas, selain yang memberi uang dengan meksud mengajak memenangkan salah satu calon juga bisa dijerat.

“Bukan hanya pemberi, penerima pun hukumannya juga sama, yaitu pidana penjara selama 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Ditambah pidana denda  Rp 200.000.000 sampai Rp 1.000.000.000,” bebernya.

Di akhir komentarnya dirinya juga manghimbau kepada masyarakat NTB khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk tidak golput.

“Jangan sampai golput, mari gunakan hak suara kita. Partisipasi kita dalam pilkada menentukan nasib bangsa ke depan,” ucapnya.

Me (*)




TGB: Nilai Kebangsaan Tertanam Kuat di Pondok Pesantren

Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren

MATARAM.lombokjurnal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi memenuhi undangan Silaturahmi Nasional (Silatnas), Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa (IKAA) Tahun 2018, di Pondok Pesantren Attaqwa Putra Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/06)

Pada acara yang mengambil tema, Satukan Hati, Eratkan Silaturrahmi dan Jalin Kerjasama dari Alumni untuk Negeri, Gubernur dan istri disambut, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur, MA. Serta ribuan masyarakat Kabupaten Bekasi yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan ribuan undangan yang hadir itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Babang (TGB) itu menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan telah dibekali dan ditanam kuat pada diri seorang santri di pondok pesantren.

Nilai nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, rela berkorban, kemandirian telah menjadi jati diri para alumni pondok pesantren. Pondok pesantren menurut Gubernur merupakan tempat persemaian cinta tanah air yang paling subur di tanah air ini. Kalau Indonesia membutuhkan kemandirian, maka para santri diajarkan tentang kemandirian sejak mereka pertama kali berada di pesantren.

“Saya yakin pondok pesantren, insya Allah tidak akan kurang kader pejuang bangsa di masa yang akan datang,” tegas TGB dengan menggambarkan perjuangan pendiri ponpes Attaqwa, sekaligus Pahlawan National, KH. Noer Ali. Yaitu, KH. Noer Ali tidak hanya berjuang untuk Islam.

Namun juga mengangkat senjata serta mengobarkan semangat perjuangan kepada seluruh muridnya pada saat itu.

Karena itu, TGB yakin, para Abituren atau alumni ponpes, khususnya Attaqwa dimanapun ranah pengabdiannya akan tetap menjadi kader bangsa yang kuat. Tentu juga akan diberi kesuksesan yang senantiasa memberi contoh terbaik kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pimpinan Yayasan At-Taqwa, KH. Muhammad Amin Nur,  MA menyampaikan selamat datang kepada Gubernur dan istri di Ponpes Attaqwa.

Dirinya sengaja mengundang TGB pada acara tersebut untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh keluarga ponpes Attaqwa. Sebab, jarang dijumpai seorang ulama yang merangkap menjadi umara.

“Kita doakan semoga beliau sukses, sehat dan menjadi pemimpin kita di masa depan,” katanya.

 




Gubernur TGB kuatkan Silaturrahmi dengan Ponpes Az-Ziyadah Jakarta

Menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi bersilaturrahmi dengan jajaran pengurus Pondok Pesantren Az – Ziyadah di Klender, Duren Sawit, Klender, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Minggu (24/06).

Gubernur dan istri mengawali silaturrahmi tersebut dengan berziarah dan berdoa di makam KH. Ahmad Jayadi Muhajir, pendiri Ponpes tersebut. Kehadiran Gubernur dan istri disambut istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah beserta putra-putranya.

Di ponpes yang terletak di jalan balai rakyat 3 No.1, RT.4/RW.9, Klender, Duren Sawit itu, Gubernur menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi dengan seluruh jajaran ponpes tersebut. Sebab menurutnya, menyambung silaturrahmi itu menjadi kewajiban, apalagi dari segi keilmuan memiliki satu pohon. Sehingga, meskipun memiliki cabang, namum akarnya sama.

“Atas dasar ini kami menyambung silaturrahmi ke keluarga besar ponpes Az-Ziyadah ini,” ungkap Gubernur.

Selain itu lanjut Gubernur, silaturrahmi ini untuk menguatkan gerakan-gerakan dakwah yang telah dibangun oleh para ulama terdahulu.

“Beliau beliau ini merupakan penggerak dakwah. Tidak hanya untuk mengalimkan diri sendiri, namun juga berusaha menjadi muslih, yaitu memperbaiki masayarakat di sekitar,” jelas Gubernur.

Atas dasar itulah, antara Maulana Syeikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dan KH. Ahmad Jayadi Muhajir memiliki hubungan yang kuat.

Istri almarhum KH. Ahmad Jayadi Muhajir, Umi Siti Fatimah Hasbiallah menyampaikan rasa syukur yang dalam atas kehadiran gubernur dan istri di ponpesnya. Bahkan, Ia dan seluruh keluarga besar ponpes Az-Ziayadah sudah lama menginginkan gubernur untuk hadir di ponpes tersebut.

Rr/Humas NTB