Dua Pengedar Ganja Diringkus Polisi di Pemenang

Pelaku akan dikenakan pasal 114 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Dua orang yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Lombok Utara, diringkus Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Utara, Jumat (06/07).

Kedua pelaku berinisial SM (45) dan SP (38), ditangkap di rumahnya di Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, sekitar pukul 15 : 00 Wita. Selama ini pelaku kerap beroprasi di wilayah hukum Lombok Utara dan Lombok Barat.

“Total BB yang berhasil diamankan sebanyak 30 poket dengan berat 12,3 gram. Sekarang BB dan pelaku sudah diamankan di Polres Lotara,” kata Kasat Narkoba Polres Lomnok Utara, Iptu Remanto, Senin (09/07).

Dikatakan Remanto, 24 poket di antaranya diamankan dari pelaku SM, sementara dari tangan SP didapatkan enam poket. Nama tetakhir diketahui merupakan residivis.

“Penggeledahan dilakukan atas dasar adanya laporan masyarakat. Diduga TKP sering digunakan pelaku untuk tempat transaksi. Selain poket ganja, tim juga mengamankan HP dan uang,” katanya lagi.

Atas perbuatannya itu, pelaku akan dikenakan pasal 114 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.

DNU




Pendewasaan Usia Pernikahan, Menjadikan NTB Inspirasi Indonesia

Tim Penilai itu meminta kesediaan istri Gubernur NTB itu, bersama BKKBN keliling Indonesia untuk berbagi gagasan dan pengalaman mengenai ikhtiar Pendewasaan Usia Pernikahan di NTB, yang bukan hanya menjadi akar dari berbagai masalah sosial di NTB, tetapi juga di seluruh Indonesia

Hj. Erica Zainul Majdi (ketiga dari kiri) bersama Hj Siti Rohmi (kedua dari kiri) bersama Sekda NTB, H Rosiady Sayuti.

MATARAM.lombokjournal.com — Hj. Erica Zainul Majdi dianugerahi Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI, Joko Widodo. Penghargaan itu merupakan penghargaan yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara.

Selain itu, penghargaan tersebut menutup 5 tahun amanah Hj Erica sebagai Ketua TP. PKK NTB.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, pada “Temu Prestasi KKBPK” di Gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (06/07) malam.

PKK NTB di bawah nakhoda Hj. Erica menjadi pencetus lahirnya program Pendewasaan Usia Perkawinan. Perjuangan itu diawali dengan mendorong Pemerintah Provinsi NTB untuk menerbitkan peraturan khusus untuk PUP.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi kemudian menerbitkan surat edaran nomor 150/1138/Kum tentang PUP, yang merekomendasikan usia perkawinan untuk laki-laki dan perempuan minimal 21 tahun, yang pada awalnya hanya 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk laki-laki.

Surat edaran ini diterbitkan untuk mendorong seluruh satuan kerja perangkat daerah serta bupati/wali kota se-NTB melaksanakan program PUP sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kemudian, Hj. Erica terus memperjuangkan PUP tersebut ke Mahkamah Konsitusi (MK). Menurutnya, PUP ini merupakan hal penting yang harus diperjuangkan, karena menyangkut generasi bangsa di masa yang akan datang.

Atas kiprahnya tersebut, Direktur Hubungan Antar Lembaga BKKBN, Drs. Ari Gudadi bersama Ketua Tim Penilai Gelar Kehormatan Satya Lencana Wira Karya, Letkol Sandi, M.Si, pada bulan Mei 2018 lalu, menyampaikan harapannya agar seluruh inovasi PKK NTB tersebut dapat disosialisasikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Bahkan tim penilai itu meminta kesediaan istri Gubernur NTB itu, bersama BKKBN keliling Indonesia untuk berbagi gagasan dan pengalaman mengenai ikhtiar Pendewasaan Usia Pernikahan di NTB, yang bukan hanya menjadi akar dari berbagai masalah sosial di NTB, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Atas seluruh itkhiar tersebut, Presiden RI, Joko Widodo memberikan penghargaan Satyalencana Wira Karya kepada Ketua TP PKK NTB tersebut pada acara Temu Prestasi KKBPK itu. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional ( Harganas) XXV Tahun 2018 bertema “Hari Kita Semua – Cinta Keluarga, Cinta Terencana”.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No 45/TK/2018. Bersama Hj. Erica Zainul Majdi, menerima penghargaan serupa yaitu Pimpinan Muslimat Nahdlatul Wathan Provinsi NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd.

Penghargaan Satyalancana Wira Karya merupakan penghargaan yang diberikan oleh presiden RI melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada sosok yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Hj. Erica adalah salah satu Ketua TP PKK di Indonesia yang dinilai sangat konsen dan berperan menonjol dalam program KKBPK tersebut. Demikian pula dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah. Kakak kandung Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi ini juga dinilai sangat peduli dan aktif dalam progam pemberdayaan perempuan dan kependudukan melalui kiprahnya sebagai pimpinan muslimat Nahdlatul Wathan.

Usai menerima penghargaan Hj. Erica mengucap kesyukuran. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak di NTB yang telah ikut bekerja keras menyukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Ia berharap, sosialisasi program tersebut dapat terus ditingkatkan dan digalakkan guna membangun keluarga Indonesia yang bahagia dan sejahtera.

Rr/Humas NTB




Hasil Pleno KPUD NTB, Zul-Rohmi Unggul

Pasangan calon Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalillah unggul di empat kabupaten, yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat

MATARAM.lombokjournal.com —  KPUD NTB yang sejak pagi menggelar rekapitulasi hasil Pilgub NTB 2018 tingkat provinsi, Minggu (07/08) di hotel Lombok Raya di Mataram, telah merampungkan kerjanya..

Dari rekapitulasi itu, telah diketahui pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, yakni Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah unggul jauh melampaui ketiga paslon pesaingnya.

Zul-Rohmi unggul di empat kabupaten, yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Berikut hasil rekapitulasi lengkap KPUD NTB:

KOTA MATARAMAhyar-Mori, 109.006 ; Zul-Rohmi 39.478; Suhaili-Amin,  26.868; Ali-Sakti 14.953 suara.

KABUPATEN LOMBOK BARAT: Ahyar-Mori, 122.919; Zul-Rohmi  114.868; Suhaili-Amin 56.562 suara; Ali-Sakti 52.466.

KABUPATEN LOMBOK UTARA: Zul-Rohmi, 41,179 ; Suhaili-Amin, 30.211; Ahyar-Mori, 26.491;  Ali-Sakti, 22.283

KABUPATEN LOMBOK TENGAH: Suhaili-Amin 341.980 ; Ali-Sakti 74.139; Ahyar-Mori, 46.245; Zul-Rohmi, 45.966 suara.

KABUPATEN LOMBOK TIMUR: Zul-Rohmi  244.622; Ali-Sakti 207.113; Suhaili-Amin 123.064; Ahyar-Mori 72.283

KABUPATEN SUMBAWA: Zul-Rohmi 166.833; Ali-Sakti 28.490; Ahyar-Mori, 24.706; Suhaili-Amin 23.789

KABUPATEN SUMBAWA BARAT: Zul-Rohmi 39.312; Ahyar-Mori, 8.045; Ali-Sakti, 7.409; Suhaili-Amin 7.162

KABUPATEN DOMPU: Ahyar-Mori, 55. 757; Zul-Rohmi 35.261; Suhaili-Amin; 17.670, Ali-Sakti; 7.366

KOTA BIMA: Ahyar-Mori 51.095; Zul-Rohmi, 24.392Suhaili-Amin, 9.081; Ali-Sakti, 3.752

Kabupaten Bima: Ahyar-Mori 120.501; Zul-Rohmi 60.034; Suhaili-Amin, 37.718; Ali-Sakti 12.216.

Total rekap suara:

Suhaili-Amin : 674,602; Ahyar-Mori : 637,048; Zul-Rohmi : 811,945; Ali-Sakti : 430,007

Jumlah suara sah : 2.553.602; Jumlah suara tidak sah : 84,361; Jumlah suara sah dan suara tidak sah : 2.637.963.

Hasil rekapitulasi di atas, sudah menuntaskan rekap dari seluruh kabupaten/kota se NTB.

“Kita sudah mendengar tuntas hasil (rekapitulasi) dari semua kabupaten/kota di NTB ini,” ujar Ketua KPUD NTB Lalu Aksar Ansorikepada wartawan.

Besok hari Senin (09/07), KPU NTB akan melanjutkan dengan penetapan pemenang Pilgub NTB 2018.

AYA




Diduga Kelelahan, Tardi Warga Desa Genggelang Meninggal Di Rinjani 

Saat ditemukan oleh rekan korban dan pendaki lainnya, korban sudah dalam keadaan meninggal

Tardi (55), ditemukan meninggal dunia saat pendakian ke gunung Rinjani, Sabtu (07/07). (Foto: ist/nET)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Lias, Desa Genggelang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Tardi (55), ditemukan meninggal dunia saat pendakian ke gunung Rinjani, Sabtu (07/07).

Tardi yang mendaki bersama teman-temannya melalui jalur Torean itu, diduga meninggal akibat kelelahan.

“Iya benar. Korban mendaki bersama teman-temannya melalui jalur Torean. Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Ir. Sudiyono MSi, saat dikonfirmasi, Sabtu.

Selama ini, tambah Sudiyono, jalur Torean memang tidak masuk dalam jalur atau kawasan yang direkomendasikan oleh TNGR.  Mengingat medan yang dilalui pendaki cukup curam.

“Infonya, korban dan rombongan muncak pada pukul 12.00 Wita dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 04.00 wita korban lalu terjatuh di tempat datar dan akhirnya meninggal,” katanya lagi.

Sudiyono mengaku, pihaknya mendapat kabar kejadian tersebut dari seorang porter yang berada di Pelawangan sekitar pukul 08.22 Wita.

“Kita himbau kepada para pendaki agar menggunakan jalur resmi, hal itu dimaksudkan untuk memudahkan pemantauan dan jaminan keselamatan,” tutupnya.

Terpisah, salah seorang pendaki yang tidak ingin disebutkan, mengatakan, saat ditemukan oleh rekan korban dan pendaki lainnya, korban sudah dalam keadaan meninggal.

“Ada yang coba menolong, tapi katanya sudah meninggal,” catusnya.

DNU




DPW PKB NTB Apresiasi Pilihan Masyarakat NTB

Zul-Rohmi  diharapkan dapat merangkul semua kalangan dan golongan tanpa membeda bedakan untuk kelancaran dan keberlangsungan penbangunan di NTB, dalam rangka pemerataan kesejahteraan bagi seluruh  masyarakat Bumi Gora

lombokjournal.com —

MATARAM :   Pilkada Gubernur NTB telah berakhir, dan KPUD BTB sudah menetapkan pasangan Dr Zulkieflimansyah dan Dr Sitti Rohmi Djalillah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.

“DPW PKB NTB  mengucapkan selamat dan sukses. PKB berkeyakinan, inilah pilihan terbaik bagi warga NTB,” kata Ketua PKB NTB, HL Hadrian Irfani, Minggu (08/07)

Menurut HL Hadrian Irfani,  Zulkieflimasyah sangat layak melanjutkan ikhtiar TGB, yang mampu membawa NTB berkembang pesat saat ini.

“InsyaAlloh dipimpin Dr Zul, NTB akan makin maju dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” sambungnya.

Ketua PKB NTB menambahkan, dengan intelektualitas yang dimiliki serta jaringan yang luas baik dalm negeri maupun luar negeri, Dr Zul akan mampu melanjutkan ikhtiar pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh TGB menuju NTB gemilang.

“Selamat Bang zul dan Bu rohmi. InsyaAlloh PKB akan mendukung dan mengawal segala kebijakan gubernur dan wakil gubernur pilihan rakyat ini,” ujar HL Hadrian Irfani.

Lebih jauh dikatakan, PKB berharap agar Zul-Rohmi  dapat merangkul semua kalangan dan golongan tanpa membeda bedakan untuk kelancaran dan keberlangsungan penbangunan di NTB dalam rangka pemerataan kesejahteraan bagi seluruh  masyarakat bumi gora.

“Semoga visi dan misi yang disosialisasikan ke masyarakat pada saat kampanye, dapat dilaksanakan dan diterapkan. Masyarakat sudah menunggu gebrakan-gebrakan Zul-Rohmi utk NTB lima tahun yang akan datang. Selamat Bang Zul dan Bu Rohmi,” ungkapnya.

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah mengantongi 811.945 suara atau sebesar 31,80%.

Disusul posisi kedua pasangan Suhaili Fadil Thohir dan Muhammad Amin dengan perolehan 674.602 suara atau senilai 26,42%, kemudian pasangan Ahyar Abduh dan Morri Hanafi dengan 637.048 suara atau 24,95%.

Sementara pasangan non partai alias independen Ali Bin Dachlan dan Lalu Gede Sakti, harus puas dengan memperoleh 430.007 suara atau 16,84%.

Perolehan suara ini berdasarkan hasil pleno resmi KPU NTB, dengan rincian jumlah suara sah sebanyak 2.553.602 dan suara tidak sah sebanyak 84.364 suara.

Me




Diduga Kelelahan, Tardi Warga Desa Genggelang Meninggal Di Rinjani 

Saat ditemukan oleh rekan korban dan pendaki lainnya, korban sudah dalam keadaan meninggal

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Lias, Desa Genggelang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Tardi (55), ditemukan meninggal dunia saat pendakian ke gunung Rinjani, Sabtu (07/07).

Tardi yang mendaki bersama teman-temannya melalui jalur Torean itu, diduga meninggal akibat kelelahan.

“Iya benar. Korban mendaki bersama teman-temannya melalui jalur Torean. Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Ir. Sudiyono MSi, saat dikonfirmasi, Sabtu.

Selama ini, tambah Sudiyono, jalur Torean memang tidak masuk dalam jalur atau kawasan yang direkomendasikan oleh TNGR.  Mengingat medan yang dilalui pendaki cukup curam.

“Infonya, korban dan rombongan muncak pada pukul 12.00 Wita dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 04.00 wita korban lalu terjatuh di tempat datar dan akhirnya meninggal,” katanya lagi.

Sudiyono mengaku, pihaknya mendapat kabar kejadian tersebut dari seorang porter yang berada di Pelawangan sekitar pukul 08.22 Wita.

“Kita himbau kepada para pendaki agar menggunakan jalur resmi, hal itu dimaksudkan untuk memudahkan pemantauan dan jaminan keselamatan,” tutupnya.

Terpisah, salah seorang pendaki yang tidak ingin disebutkan, mengatakan, saat ditemukan oleh rekan korban dan pendaki lainnya, korban sudah dalam keadaan meninggal.

“Ada yang coba menolong, tapi katanya sudah meninggal,” catusnya.

DNU




Rapat Pleno Perhitungan Suara Pilgub Didemo

Pengunjuk rasa menuntut, dugaan pelanggaran yang terjadi harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan rapat pleno

Aksi massa di depan hotel di Jalan Bung Karno di Mataram

MATARAM.lombokjournal.com – Aksi unjuk rasa mewarnai Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat provinsi  pemilihan Gubernur dan Wakil Ggubermur 2018 yang digelar oleh KPU NTB, Minggu (08/07) sekitar jam 14.00 wita

Massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat NTB Menggugat, menggelar aksinya di samping hotel tempat perhelatan rapat pleno di jalan Bung Karno Mataram.

Massa menuntut, agar proses rapat pleno yang sedang digelar oleh pihak KPU NTB diihentikan, karena  dianggap masih banyaknya persoalan yang belum terselesaikan pada saat pelaksanaan pungut hitung.

Maka dari itu dalam orasi yang disampaikan oleh salah satu koordinator aksi,Lalu Izzi mengatakan bahwa  dugaan pelanggaran yang terjadi harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan rapat pleno.

“Karena itu jika persoalan persoalan dugaan pelanggaran diselsaikan, maka produk yang dihasilkan maka tentu inskonttusional,” ucapnya dengan tegas di hadapan ratusan massa aksi.

Kami akan tetap akan menerima apa pun hasil pilkada asal jika itu dihasilkan dari proses yang bersih.

Tidak itu saja, pada kesempatan tersebut massa aksi juga sempat menyampaikan terkait dengan adanya upaya intervensi yang dilakukan oleh pihak penguasa.

“Ada apa pihak Pol PP diturunkan, dan hanya Lombok Tengah saja, padahal kita ketahui bahwa mereka punya tugas untuk mengawal Peraturan Daerah (Perda),” ungkapnya.

Dipertanyakan,  apa tujuan penegak perda itu diturunkan untuk mengecek  perhitungan suara pilkada.

Massa alsi sempat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian agar bisa bertemu dengan pihak penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu NTB.

Setelah ditunggu akhir massa ditemui oleh Ketua Bawaslu NTB.M Khulalid, kepada massa aksi dikatakan bahwa pihak Bawaslu terus melakukan pengawasan sesuai dengan prosedur.

“Kami terus  pertanyakan apa yang terjadi terkait dugaan dugaan pelanggaran di dalam rapat pleno,” ucapnya

Menurutnya, tahapan pleno ini harus di lalui karena di forum ini tempat membahas semua temuan maupun dugaan pelanggaran, dugaan pelanggaram semua kita proses. Bbaik itu bagi-bagi sabun, bagi-bagi sirup, bagi -bagi sarung maupun bagi bagi kurma,”ungkapnya.

AYA




Edaran Dewan Pers Terkait Sertifikat UKW Dan Syarat Lainnya Itu, Harus Dianulir

lPemerintah, dari tingkat pusat yakni Presiden Republik Indonesia, menteri-menteri, Kapolri, Panglima TNI, hingga gubernur, bupati, sampai ke level paling bawah, RT/RW, tidak boleh tunduk pada edaran Dewan Pers

lombokjournal.com —

JAKARTA :   Senator DPD RI asal Aceh Fachrul Razi, MIP mengungkapkan keheranannya, atas sikap para pejabat pemerintahan di hampir seluruh Indonesia, yang terkesan patuh dan taat terhadap kebijakan dan perintah Dewan Pers melalui berbagai edaran yang dikeluarkannya.

Fachrul Razi  mengatakan itu, atas penolakan para pejabat dan aparat pemerintahan di daerah-daerah terhadap wartawan yang akan melakukan peliputan, konfirmasi, wawancara, dan permintaan informasi publik selama ini.

Alasan pejabat umumnya, berdasarkan edaran Dewan Pers  wartawan yang akan meliput kegiatan Pemda dan semua instansi di daerah harus memiliki sertifikat UKW (Uji Kompetensi Wartawan), dan/atau medianya harus berbadan hukum PT (Perusahaan Terbatas) dan sudah diverifikasi.

Sangat sering juga, pejabat dan aparat tersebut beralasan wartawan harus anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Jika tidak memiliki sertifikat UKW, atau medianya belum berbentuk PT, atau bukan anggota PWI, menurut edaran Dewan Pers itu, pejabat bisa menolak wawancara atau liputan, bahkan boleh mengusirnya.

“Tidak dibenarkan itu. Harus dilaporkan ke aparat hukum para pejabat dan siapapun yang menolak wartawan yang datang meliput, wawancara, konfirmasi dan sebagainya,” tegasnya.

Mereka melanggar konstitusi, Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia sangat jelas, sebagai dasar konstitusional bagi siapapun warga negara di republik ini berhak mengumpulkan informasi, jelas Fachrul Razi melalui selulernya, Sabtu, 7 Juli 2018.

Fachrul Razi menegaskan,  pemerintah, dari tingkat pusat yakni Presiden Republik Indonesia, menteri-menteri, Kapolri, Panglima TNI, hingga gubernur, bupati, sampai ke level paling bawah, RT/RW, tidak boleh tunduk pada edaran Dewan Pers.

“Siapa itu Dewan Pers? Punya kewenangan apa mereka mengatur-atur pejabat di negara ini? Apakah ada dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan bahwa Dewan Pers berwenang mengeluarkan edaran yang harus dipatuhi pejabat dan aparat?” katanya keheranan.

Pemerintah, ujar Fachrul, harus menelaah dengan benar setiap edaran dari Dewan Pers.

“Jangan main patuhi saja. Yang datang meliput itu jauh lebih penting dari lembaga Dewan Pers. Wartawan itu adalah rakyat Anda para pejabat daerah, sementara pengurus Dewan Pers siapa mereka? Tugas dan tanggung jawab Pemda mengakomodir kebutuhan rakyatnya, bukan justru mematuhi perintah Dewan Pers,” tegas Senator Komite I DPD RI yang salah satunya membidangi masalah pers itu.

Intinya, kata kandidat doktor ilmu politik di Universitas Indonesia ini, segala edaran Dewan Pers tidak mengikat dari segi apapun terhadap pejabat pemerintah dan aparat, maupun institusi swasta dan masyarakat manapun.

“Pejabat dan aparat tidak boleh diatur oleh Dewan Pers. Justru terjadi pelanggaran konstitusi dan UU No. 40 tahun 1999 yang dilakukan secara berjamaah oleh Dewan Pers dengan para pejabat dan aparat saat kebijakan Dewan Pers itu dipatuhi di lapangan,” pungkas Senator muda dari Bumi Serambi Mekah itu mantap.

WIL/Red




Duet Jokowi-TGB Cerminan Nasionalis Religius 

Dua pemimpin ini yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan politik semata

Imam Sofian

lombokjournal.com —

MATARAM  :  Relawan Jokowi di NTB yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Nusa Tenggara Barat, yakni Projo, Seknas Jokowi, GK Jokowi, Kawan Jokowi  dan Duta Jokowi NTB, menyambut baik pernyataan terbuka Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), telah membuat pernyataan yang mendukung Jokowi satu periode lagi sebagai Presiden RI.

“Kami rasa duet JKW-TGB pada kontestasi pemilihan presiden 2019 memiliki kans kuat menang ,” kata Imam Sofian,  yang juga Ketua DPD Projo NTB di Mataram,  Minggu (08/07).

Imam mengatakan, paket Jokowi-TGB  sangat ideal, karena mewakili pemikiran nasionalis dan religius yang  dibutuhkan Indonesia saat ini.

“Ada empat alasan mendasar mengapa duet Jokowi TGB layak tampil menjadi pemimpin nasional ke depan,” lanjutnya.

Alasan pertama kata Imam,   keduanya sama-sama pro rakyat, berlatar belakang Kepala Daerah yang sukses membangun daerahnya masing-masing,

Kedua,  duet Jokowi TGB adalah sintesa dua paradigma dasar yaitu nasionalis-religius.

Argumen  ketiga, kata Imam,  keduanya memiliki pandangan wasathiyah (moderat), satu pandangan proporsional dalam merawat keberagaman dan kbhinekaan Indonesia di tengah ancaman menguatnya polarisasi blok politik di Indonesia.

Alasan keempat, menurut Imam, keduanya adalah tokoh yang berintegritas kuat. “Kami yakin dan semakin meneguhkan sikap untuk mendukung keduanya berpasangan dalam Pilpres 2019,” tegasnya.

Kebih lanjut dikatakannya, TGB sangat layak mendampingi Jokowi. Karena keduanya sama-sama pro rakyat.

“Punya kapasitas di bidangnya masing-masing. Indonesia akan sangat maju jika keduanya bersatu, kita butuh pemimpin yang visioner dan memiliki gagasan besar untuk Indonesia, dan pasangan Jokowi TGB adalah jawabannya,” ungkap Imam optimis

Mengenai salah satu alasan TGB mendukung Jokowi karena melihat kemajuan di NTB terutama dalam bidang infrastruktur, membuat Imam kagum terhadap dua pemimpin ini yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan politik semata.

Kata Imam, keduanya sama-sama pekerja, tidak hanya berwacana.

“Kita bisa lihat dari alasan TGB mendukung (Jokowi) karena Jokowi pro rakyat. TGB ini kesatria, dia tampil gagah berani mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi,  TGB bahkan tidak memikirkan karir politiknya di partainya,” tegas Imam.

Sebelumnya, saat mendeklarasikan JKW-TGB oleh Sekber Relawan Jokowi NTB, pada Sabtu (09/06) lalu, memang sempat ada sedikit keraguan dari relawan Jokowi ini karena melihat latar belakang TGB yang masih menjabat di partainya.

Namun saat ini relawan Jokowi di NTB semakin yakin TGB adalah tokoh nasional yang berdiri pada semua kepentingan dan golongan

Dikata Imam, TGB seorang ulama dan umara’ yang yang telah teruji hampir sepuluh tahun memajukan NTB.

“Kami simpulkan duet Jokowi TGB ini sangat ideal. Kami yakin  banyak kalangan yang akan mendukung duet Jokowi TGB jika berpasangan. Kami akan menggalang dukungan dan memenangkan  pasangan ini kesemua relawan Jokowi,” tegas Imam Sofian yang juga kandidat doktor ilmu hukum ini.

Me




Seknas Jokowi NTB, Dari Gowes Hingga Konser 2 Periode

Dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih. Untuk Pilpres 20199, Jokowi harus menang mutlak

Lalu Fatahillah Prawiranegara (Foto: kaes)

MATARAM.lombokjournal.com – Usai penyelenggaraan Pilgub (pemilihan Gubernur) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), para relawan di Seknas (Sekretariat Nasional) Jokowi NTB mulai berkiprah menyongsong Pilpres (Pemilihan presiden) tahun 2019.

Lalu Fatahillah Prawiranegara, Ketua Seknas Jokowi NTB, mulai mengkoordinasikan pelaksanaan program Seknas Jokowi NTB yang sempat tertunda karena agenda Pilgub. Program-program yang tersusun usai Deklarasi Seknas Jokowi se NTB, harus disukseskan sesuai targetnya.

“Semua program itu puncaknya diisi Konser 2 Periode pada bulan Desember akhir tahun ini,” kata Lalu Fatahillah, usai memimpin rapat koordinasi di Sekretarian SeknasJokowii NTB di Jalan Adi Sucipto 86 Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (07/07) sore.

Program-program Seknas Jokowi NTB yang dimuai awal Juli ini, dimulai dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan topik, “Apa Yang sudah Dilakukan Jokowi Untuk NTB”.  Lomba karya tulis ini mulai dillaksanakan pada minggu ke empat bulan Juli.

Untuk Lomba Footo dan Poster bertema “Kinerja Jokowi Di NTB”, penyelenggaraannya berangsung pada bulan Agustus.  Bulan September, “Lomba Gowes 2 Periode”, disusul bulan Oktober “Jalan Sehat #Tetap Jokowi”.

Tak kalah menarik adalah diskusi bulan November bertema “Aku, Dia dan Jokowi”. Dan sebagai uncaknya adalah Konser 2 Periode “Road to 19000 Relawan Jokowi” pada bulan Desember. Even bulan Desember tersebut menjadi puncak dari seluruh pelaksanaan program dan kegiatan.

“Rencananya, seuruh hadiah dan penghargaan akan diiserahkan pada bulan Desember,” kata Lalu Fatahillah.

Seluruh program dan kegiatan itu, menuurut Fatahhiillah, bertujuan untuk meningkatkan sura pemilih Joowi pada Pemilihna Presiden tahun 2019. Seperti diketahui, dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih.

“Suara untuk Jokowi hanya 27 persen lebih. Dalam Pilpres tahun 2019, Jokowi harus menang mutlak,” kata Fatahillah.

Me