Bulan Juni, Inflasi NTB 0,76 Persen

Inflasi sebesar 0,76 persen di NTB pada Juni 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,69 persen

MATARAM.lombokjournal.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan, Provinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,76 persen pada bulan Juni 2018.

Kepala Bidang Statistik Distribusi  L. Putradi mengatakan, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,84 pada Mei 2018 menjadi 131,84 pada Juni 2018.

“Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,59 persen,” ujar Putradi dalam jumpa pers di Aula Kantor BPS Provinsi NTB, Mataram, NTB, Senin (02/07).

Ia menyebutkan, dua kota di NTB, Kota Mataram dan Kota Bima sama-sama mengalami inflasi. Untuk Kota Mataram inflasi tercatat sebesar 0,75 persen, sementara Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,77 persen.

Ia menyampaikan inflasi sebesar 0,76 persen di NTB pada Juni 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,69 persen; Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,43 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,92 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,78 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,16 persen dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,14 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar sebesar 0,1 persen.

“Lima komoditas yang mengalami inflasi terbesar pada Juni 2018 ini, antara lain Angkutan Udara, Kue Kering Berminyak, Daging Ayam Ras, Jeruk, dan Tenggiri,” ucapnya

Sedangkan lima komoditas yang mengalami deflasi terbesar antara lain Tomat Sayur, Bawang Merah, Bahan Bakar Rumah Tangga, Bawang Putih, dan Telur Ayam Ras.

Dia menambahkan, laju inflasi NTB tahun kalender Juni 2018 sebesar 1,51 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Juni 2017 sebesar 2,19 persen. Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun Juni 2018 sebesar 3,02 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi tahun ke tahun pada Juni 2017 sebesar 3,38 persen.

AYA




Selama Mei, Tingkat Penghunian Hotel di NTB Tumbuh Positif

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Mei sebanyak 162.455 orang, atau turun sebesar 6,05 persen dari April

MATARAM.lombokjournal.com —  Industri pariwisata, terutama perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami pertumbuhan yang cukup positif selama Mei 2018.

Hal ini tergambar dari data statistik dari  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.

Ir. L. Putradi, Kepala Bidang Statistik Distribusi  BPS Provinsi NTB menyampaikan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTB pada Mei 2018 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

“TPK Mei 2018 mencapai 54,06 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,57 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang pada April 2018 yang sebesar 52,49 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Mei 2017 sebesar 50,83 persen, berarti mengalami kenaikan sebesar 3,23 poin,” ujar Putradi dalam jumpa pers di kantor BPS Provinsi NTB, Senin (02/07).

Putradi merinci, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Mei 2018 tercatat 2,52 hari. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,52 hari dibandingkan dengan RLM pada April 2018 yang sebesar 2,00 hari.

Bahkan jika dibandingkan dengan RLM Mei 2017 sebesar 2,24 hari yang berarti juga terjadi sedikit kenaikan sebesar 0,28 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Mei 2018 tercatat 73.155 orang yang terdiri atas 53.485 tamu dalam negeri (73,11 persen) dan 19.670 tamu luar negeri (26,89 persen),” katanya.

Untuk TPK hotel nonbintang pada Mei 2018 sebesar 29,17 persen mengalami sedikit penurunan 0,27 poin dibanding April 2018 dengan TPK sebesar 29,44 persen.

Namun, kata Putradi, angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan Mei 2017  sebesar 3,74 poin dari 25,43 persen.

Bahkan dengan RLM tamu di hotel nonbintang pada Mei 2018 sebesar 2,18 hari, mengalami kenaikan 0,35 hari dibandingkan dengan RLM pada April 2018.

“Kenaikan ini juga terjadi jika dibandingkan Mei tahun lalu dengan kenaikan sebesar 0,28 hari,” lanjutnya.

Putradi menambahkan, pertumbuhan positif industri perhotelan di NTB ditopang jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut pada Mei 2018 yang naik dibandingkan pada April 2018, masing-masing sebesar 50,24 persen dan 141,64 persen.

Namun, lanjutnya, peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi angkutan laut tidak diikuti moda transportasi angkutan udara.

Dalam catatan BPS NTB, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Mei sebanyak 162.455 orang, atau turun sebesar 6,05 persen dari April.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional juga turun sebesar 5,60 persen menjadi sebanyak 15.772 orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat pada Mei melalui penerbangan domestik sebanyak 146 ribu orang, atau turun sebesar 11,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Hal yang sama terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional yang juga menurun sebesar 13,33 persen dari 13.926 orang menjadi 12.070 orang,” pungkasnya.

AYA




Wagub Lantik 169 Pejabat Fungsional Pemprov NTB

Aparatur Sipil diharap senantiasa menunjukkkan kinerja yang baik, dan memberi keteladanan, bukan hanya kepada pejabat eselon, maupun staf, namun juga kepada pegawai biasa

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muh. Amin, S.H., M.Si melantik dan mengambil sumpah 169 pejabat fungsional lingkup Pemerintah Provinsi NTB,  Senin (02/07)

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Hadir mendampingi Wagub Amin saat itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. NTB, Fathurrahman. Hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemprov. NTB.

Adapun pejabat fungsional yang dilantik saat itu terdiri dari Widyaiswara,  Guru, Bidan, Dokter, Perawat, Asiten Apoteker, Radiografer, Fisioterapis, Okupasi Terapis, Pengawas Pemerintah, Pengawas Ketenagakerjaan, PolPP, Instruktur, Pustakawan, Pranata Komputer, Pengawas Benih Tanaman dan Psikologi Klinis.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur menyampaikan Pemerintah sangat concern terhadap jabatan fungsional dalam berbagai latar belakang, baik dari latar belakang medis, para pendidik dan lainnya.

Tentunya, atas nama Gubernur NTB, menyampaikan selamat atas pelantikan tersebut seraya meminta dan berharap pejabat tersebut dapat terus meningkatkan kinerja secara proporsional dan professional.

Wagub juga berharap, tugas pokok dan fungsi para pejabat yang dilantik tersebut dapat membawa manfaat bagi Provinsi NTB, apalagi melihat momentum pertumbuhan di berbagai sektor, agar dapat terus diikhtirkan dan dipertahankan.

Tentu juga lanjut Wagub, dalam pelaksanaan tugas pengabdian itu senantiasa menjunjung tinggi norma yang berlaku. Hal lain yang tak kalah penting menurut Wagub, semua ASN (aparatur sipil Negara) senantiasa menunjukkkan kinerja yang baik, dan memberi keteladanan, bukan hanya kepada pejabat eselon, maupun staf, namun juga kepada pegawai biasa.

“Momentum ini terus kita jaga, untuk tahun mendatang lebih berat tantangannya, diharapkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah mampu mensinergikan berbagai program, baik dalam pembangunan fisik maupun non fisik,” ungkap Wagub.

Karena itu, Wagub mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan pengabdian kerja bagi peningkatakan kesejahteraan masyarakat, perbaikan infrastruktur dalam berbagai sektor, serta ikhtiar penurunan angka kemisikinan.

“Mudah-mudahan di masa akan datang dapat terus kita laksanakan, bekerja dengan baik dimanapun kita berada dan untuk pimpinan yang akan datang mari terus kita dukung”, tutupnya.

Acara diakhiri dengan halal bihalal oleh Wagub NTB sekaligus pemberian ucapan selamat pada pejabat yang telah dilantik.

Rer/Humas NTB

 




Kapal Pengangkut Material Oleng, Satu Penumpang Hilang

Dugaan sementara, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sebuah kapal pengangkut material bangunan yang menyebrang dari Dusun Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara yang menuju Gili Air, dilaporkan tenggelam, pada Kamis (12/07).

Atas kejadian itu, satu orang penumpang atas nama Jen (50), warga Dusun Tembobor, Kecamatan Tanjung dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Sementara tiga penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

“Kapal berangkat sekitar pukul 12.30 Wita dari Dusun Kecinan membawa material pasir dengan tujuan Hotel Ombak Paradise Gili Air,” kata Kapolres Lombok Utara, AKBP Apriadi Lesmana, Kamis (12/07).

Dugaan sementara, kata Apriadi, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air.

Dikatakannya, saat kapal oleng, kapten kapal dan dua orang penumpang lainnya bisa diselamatkan sped boat yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sementara Jen yang berprofesi sebagai buruh bangunan di Gili Air itu hilang.

“Tim SAR dan warga masih melakukan pencarian korban. Saat ini tiga penumpang yang selamat sudah diantar ke rumah mereka masing-masing,” jelasnya.

Tiga penumpang yang selamat masing-masing atas nama, Reza (30) werga Tembobor Kecamatan Tanjung, Suparman (28), Pauzan (22), keduanya merupakan warga Mentigi Desa Malaka Kecamatan Pemenang.

DNU




Pemimpin Baru NTB Harus Beri Harapan Lebih Baik

Gubernur NTB terpilihharus mampu membangun NTB menjadi lebih maju, membawa NTB lebih maju dari sektor perekonomian, dari sektor agama harus bisa menciptakan toleransi yang baik

MATARAM.lombojournal.com — Usai penyelenggaraan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, Rabu (27/06) lalu, kini menghadirkan harapan-harapan baru bagi sebagian masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Uul Efriyanti

agus K Saputra

Bagi Uul Efriyanti P, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Mataram berharap, munculnya pemimpin baru di Provinsi NusaTenggara Barat (NTB) akan benar-benar memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di NTB.

Siapa pun yang nanti muncul sebagai gubernur baru, harus segera memperbaiki kondisidunia pendidikan.

“Agar sarana dan fasilitas pendidikan segera diperbaiki, terutama di daerah-daerah terpencil,” harap Uul Efriyanti, Sabtu (30/6).

Menurutnya, di daerah-daerah terpencil di NTB, fasilitasnya memprihatinkan. Umumnya infrastrukturnya masih buruk, selain juga kesejahteraan guru-gurunya jauh dari sejahtera.

“Anak-anak di daerah terpencil juga kekurangan banget buku-buku bacaan,” terangnya.

Ia juga berpendapat, meski kepemimpinan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi sudah menunjukkan prestasi cukup baik dalam membangun NTB, namun masyarakat berhak berharap agar pemimpin baru berprestasi lebih baik dari pemimpin sebelumnya.

“Capaian yang sudah baik harus menjadi kian baik,” imbuhnya.

Rencana adanya pengiriman seribu anak muda NTB kuliah ke luar negeri, harus juga terealisasikan. Dikatakan, pembangunan daerah bukan hanya infrastruktur fisik.

“Sumber daya manusia itu juga bagian dari infrastruktur utama daerah,” ujarnya.

Agus K Saputra, lulusan Fakultas Ekonomi Unram yang saat ini menjadi salah satu pejabat di PT Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar, mengaku bangga jadi rakyat NTB.

“Kala melihat persentase sebaran hasil pencoblosan, kiranya ini menandakan bahwa arus politik/peristiwa demokrasi di NTB sudah merata,” katanya.

Disebutkan, dalam perpektif politik, di tingkat Nasional tentu saja peristiwa ini menjadi catatan penting di tahun 2018.

“Semoga peristiwa ini juga “mengangkat” para kader yang berbasis di NTB, di peta politik nasional,” ujar Agus K Saputra yang semasa mahasiswa menjadi aktivis Koran Kampus Media Unram .

Seperti halnya Uul Efriyanti yang berharap setelah habisnya masa kepemimpinan Gubernur NTB sebelumnya, Agus juga berharap masyarakat harus cepat move on pada pemimpin baru.

Mendorong pemimpin baru segera mengakselerasi pembangunan yang sudah dilakukan sebelumnya.Gubernur NTB terpilih, diharapkan bisa amanah, serta mampu membangun NTB menjadi lebih maju. Bisa membangun NTB lebih baik, membawa NTB lebih maju dari sektor perekonomian, dari sektor agama lebih bersatu lebih, bisa menciptakan toleransi yang baik.

“Pemimpin baru harus bisa membawa gerbong pembangunan NTB bisa jauh lebih baik,” beber Agus.

Gde Wenten dan Saepul Sapturi

Saepul Sapturi, seniman dan sutradara teater yang sehari-hari bekerja sebagai ASN di Taman Budaya NTB mengungkapkan, pemimpin baru NTB harus lebih sungguh-sungguh memajukan sektor budaya.

Ditegaskannya, memajukan sektor budaya tentu tidak semata-mata memajukan seni tradisi. Memajukan budaya yang berbasis tradisi memang penting, tapi tak kalah pentingnya adalah memberi perhatian pada dunia penciptaan budaya.

Di NTB, banyak seniman-seniman NTB di bidang seni pertunjukan seperti tari dan teater serta musik, maupun seni sastra yang berprestasi secara nasional.

“Terus terang, perhatian pemerintah daerah pada karya seni modern masih kurang. Dan sekarang saatnya perhatian itu harus lebih besar,” kata Saepul yang dikenal humoris ini.

Pemimpin baru, diharapkan bisa menjalin dialog lebih baik dengan seniman dan budayawan. Provinsi NTB mempunyai sarana pengembangan budaya seperti Taman Budaya, yang harus mendapat dukungan lebih baik lagi.

“Agar seniman lebih banyak menghasilkan karya-karya budaya terbaiknya,” tambahnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Mataram , Gde Wenten mengharapkan agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih diberikan kesempatan untuk menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan visi dan misi yang tercantum dalam Renstra lima tahun ke depan.

“Harapan saya yang lain selalu dekat dengan rakyat tanpa membedakan suku, ras dan agama. Bisa menerima perbedaan dan pendapat ( aspirasi) dari masyarakat NTB untuk menuju NTB gemilangnya,” ungkap Gde Wenten.




TGB Didampingi Ustadz Somad Bicara Tentang Persaudaraan dan Kesatuan

Kalau ingin bangsa lain di dunia ini manaruh wibawa dan hormat kepada negara kita, tidak ada kata lain bangsa seluruh anak bangsa, selain bersatu padu membangun Indonesia, tanpa melihat perbedaan

lombokjournal.com —

BANTEN :   Ribuan masyarakat dengan antusias menyambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Soma  di Kampus Al-Mu’in, Kota Tangerang,  Banten, Sabtu (30/06).

Kehadiran dua tokoh nasional tersebut untuk memberikan tausiyah pada acara Tabligh Akbar, Tausiyah Keumatan dan Kebangsaan, di kampus tersebut.

Pada kegiatan yang bertema “Dari Persaudaraan, Menuju Kebangkitan” itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan agar rasa persaudaraan dan persatuan menjadi modal kuat untuk membangun Bangsa Indonesia.

Sebab menurut TGB, tanpa persaudaraan, maka akan sulit untuk meraih kesuksesan. Perbedaan suku, agama, rasa, golongan, adat istiadat, lanjut Gubernur, bukanlah alasan untuk saling berselisih dan berpecah belah.

“Meskipun kita berasal dari daerah yang berbeda, namun kita bersatu dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia,” jelas TGB.

Karena itu, TGH mengajak seluruh anak bangsa untuk menghindari perselisihan dan perpecahan di antara sesama anak bangsa. Sebab, perselisihan dan perpecahan itu dapat mengakibatkan sejumlah kerugian. Yaitu, menyebabkan seluruh perjuangan anak bangsa tidak akan mengalami kesuksesan.

Selain itu menurut TGB, perpecahan itu juga akan menyebabkan hilangnya kehormatan dan kewibawaan bangsa di mata dunia.

“Kalau kita ingin bangsa Indonesia maju, maka kita sebagai anak bangsa harus kompak dan bersatu,” ungkap TGB di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.

Maka kata TGB, kalau ingin bangsa lain di dunia ini manaruh wibawa dan hormat kepada negara kita, maka tidak ada kata lain bangsa seluruh anak bangsa, selain bersatu padu membangun Indonesia, tanpa melihat perbedaan yang ada.

Rr/Humas NTB




 Tokoh Masyarakat  Sampaikan Harapan Untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Semua masyarakat NTB harus mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih agar dapat mengemban amanah dengan baik untuk lima tahun ke depan

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR ;  Tidak ada keraguan lagi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd unggul dari tiga pasangan calon lainnya.

Mulai dari hasil quick count beberapa lembaga survey termasuk hasil hitung cepat KPU berdasarkan entri Model C1 apa adanya meski tidak bersifat final, maupun di Pusat Data dan Tabulasi sejumlah partai politik terutama PKS dan Demokrat selaku partai pendukung pasangan bernomor urut tiga tersebut, semua menyatakan Zul Rohmi peraih suara tertinggi.

Meski belum ditetapkan secara resmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih, namun sudah muncul berbagai harapan masyarakat terhadap pelanjut ikhtiar TGB ini.

Di antaranya, H. A. Rachman Muchtar, SE., MBA., M.Sc—salah satu tokoh Sumbawa, yang mengaku bangga karena proses demokrasi Pilkada NTB berlangsung aman dan damai. Dari empat pasangan putra terbaik NTB berkompetisi secara sehat dan pastinya melahirkan satu pemimpin di antaranya.

Sebagai orang Sumbawa tentunya ia juga mengaku bangga karena akhirnya putra Sumbawa menjadi pemimpin NTB berdasarkan hasil hitung cepat.

Ini membuktikan adanya kehidupan ber-NTB masyarakat di Bumi Gora ini, tanpa sentimen etnis. Artinya masyarakat NTB sudah cerdas, memilih pemimpin karena kompetensi, kualitas dan lebih mengedepankan kepentingan yang lebih besar agar NTB dengan pemimpin baru menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Kita telah mengantarkan mereka untuk melanjutkan pembangunan di NTB pasca kepemimpinan TGB—Amin,” ungkap Haji Rachman—sapaan akrab mantan Kepala Pertamina Sumbawa yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Sumbawa periode 2010—2015 (Paket ARAS), Jumat (29/06).

Untuk kesuksesan tugas bagi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dan berdasarkan hasil quick count menempatkan Zul Rohmi unggul, Haji Rachman berharap agar dapat merangkul pihak-pihak yang tidak mendukungnya pada saat pesta demokrasi kemarin.

Pasalnya Zul-Rohmi meraih sekitar 31persen suara, artinya terdapat 69persen yang tidak mendukungnya dan tersebar di tiga calon yang menjadi rivalnya.

“Langkah pertama dalam memulai tugasnya sebagai gubernur NTB, Zul Rohmi harus merangkul 69 persen yang tidak memilih beliau,” saran Haji Rachman.

Sebaliknya, semua masyarakat NTB harus mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih agar dapat mengemban amanah dengan baik untuk lima tahun ke depan. Sebab tidak ada gubernurnya kelompok maupun partai politik tertentu, melainkan gubernur untuk semua masyarakat NTB.

Harapan lainnya datang dari kalangan akademisi di Kabupaten Sumbawa. Adalah Supriyadi SH.I., MH.I yang berharap pemimpin NTB terpilih dapat memberikan perhatian besar di bidang pendidikan agar tidak ada lagi anak yang tidak mendapat kesempatan pendidikan.

Selain itu meningkatkan perhatian untuk berbagai perguruan tinggi di NTB secara adil. Pemimpin terpilih juga diharapkan membantu pemerintah daerah Sumbawa dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan yang masih tertunda di ruas Batudulang, Tepal, Baturotok, dan Pelita.

Ady Abu Hafidz–salah seorang warga Sumbawa mengatakan bahwa Pilgub NTB telah usai dan yang menjadi pemenang adalah pilihan bersama. Bagi yang menang untuk tidak terlalu berbangga diri, dan yang kalah tetap semangat dan berbesar hati.

“Mari jalin kembali persaudaraan dan jaga silaturrahmi. Jangan ada dendam, amarah, dan kebencian sebab ini hanyalah Pilkada bukan perang,” pungkasnya.

Me (*)




Zul-Rohmi Unggul Di Atas 3 Persen, Hasil Real Count PKS-Demokrat  

Hasil perhitungan yang dilakukan memiliki basis data C1 KWK yang dibawa oleh para saksi Zul Rohmi

lombokjournal.com —

MATARAM :  DPW PKS dan DPD Demokrat yang bekerja siang malam merekap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB memasuki babak akhir. Perhitungan form C1 KWK hampir selesai.

“Sudah 97,94 persen data C1 yang masuk,” Ketua Divisi Saksi Zul-Rohmi, Jupriadi, kemarin (30/6).

Menurutnya, dari data C1 masuk itu,  persentase paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, secara posisi tak berbeda dengan hasil quick count LSI Denny JA maupun data Real Count KPU.

Posisi pasangan calon nomor 3 Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah ada di urutan teratas.

“Zul-Rohmi meraih 30,54 persen, disusul Suhaili-Amin 26,91 persen, Ahyar-Mori meraih 25,58 persen, dan terakhir Ali-Sakti 16,97 persen,” terangnya.

Untuk diketahui dalam proses rekap ini  Ketua DPW PKS, Abdul Hadi, Sekretaris DPW PKS, Uhibbussaasi, serta Calon Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah ikut memantau prosesnya. Mereka memberi semangat kepada para operator yang bekerja siang dan malam tanpa henti.

“Semuanya luar biasa. Terima kasih atas perjuangan ini,” kata Bang Zul, sapaan akrab Dr Zulkieflimansyah.

Diakuinya, hasil perhitungan yang dilakukan memiliki basis data yang nyata. Pasalnya, sumbernya adalah C1 KWK yang dibawa oleh para saksi Zul Rohmi.

“Nyaris sama dengan quick count dan real count hasilnya,” imbuhnya.

Ketua Divisi Kampanye Zul-Rohmi, Syawaluddin mengakui, basis data yang diinput data dari masing-masing TPS. Tidak ada data siluman yang dipakai.

“Kami gunakan adalah team saksi dengan senjata C1 KWK yang Sah. Selamat datang Gubernur Baru NTB Zul-Rohmi,” katanya.

Diakuinya, meski data belum masuk 100 persen, keunggulan Zul-Rohmi di atas 3 persen. Dengan keunggulan di atas 100 ribu orang lebih.

“Secara matematis mustahil terkejar. Insya Alloh sampai akhir akan tetap memimpin,” imbuhnya.*

Me (*)




Melalui Tata Kelola Keuangan Yang Baik Akan Cegah Korupsi

Upaya untuk memberantas korupsi sangat membutuhkan sinergitas dengan pihak lain, diantaranya dari para penegak hukum dan partai politik

MATARAM.lombokjournal.com —  Tindak pidana korupsi yang terjadi di dunia birokrasi dapat dicegah dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui tata kelola keuangan yang baik serta memenuhi standar akutansi yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa dan pengawas keuangan, seperti BPK.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, Ph.Dmenegaskan itu, saat Seminar Nasional Anti Korupsi, di Gedung Dome Universitas Mataram, Jumat (29/06). Seminar nasional yang digelar Fakultas Hukum, Universitas Mataram tersebut menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Dr. Anwar Usman.,SH.,M.H dan Wakil Ketua DPR RI, Fahri hamzah sebagai narasumber.

Sekda menegaskan, salah satu bukti nyata adalah provinsi NTB yang telah mengembangkan inovasi untuk menata dan mengelola keuangan daerah secara baik dan benar. Bahkan, NTB merupakan salah satu Provinsi  dengan tata kelola keuangan terbaik se-Indonesia, sehingga BPK RI memberikan Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut.

Hal tersebut lanjut Sekda harus terus dilakukan, karena dari tahun ke tahun indikator untuk bisa meraih predikat itu semakin dinamis

“Dalam tata kelola keuangan, memang dituntut  inovasi, dalam arti pahami terus aturan yang ada. Mengapa penatausahaan ini demikian penting? Karena hal itu merupakan salah satu langkah awal pencegahan dini tindak pidana korupsi,” jelas Sekda.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Anwar Usman.,SH.,M.H menjelaskan tindak pidana korupsi merupakan tindakan yang didasari pengaruh hedonis dan cinta dunia.

“Jika kita tidak  terpengaruh pada kemewahan dunia,  korupsi akan hilang dari bumi ini,” tegas Pria Kelahiran Bima tersebut.

Ia menegaskan, usaha memberantas korupsi telah dilakukan sejak pasca revolusi kemerdekaan 1945. Hingga era reformasi, terlahir lembaga KPK, lembaga yang khusus menangani korupsi. Namun demikian, menurutnya, upaya untuk memberantas korupsi sangat membutuhkan sinergitas dengan pihak lain, diantaranya dari para penegak hukum dan partai politik.

Partai politik disebutnya berperan  signifikan sebagai salah satu elemen pendukung penegakan korupsi. Selanjutnya,  pengelolaan birokrasi yang profesional transparan dan akuntabel.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri hamzah, yang  juga putra daerah NTB, menyebutkan bahwa, moralitas, pendidikan dan etika adalah benteng korupsi.

“Korupsi adalah adalah sebuah tindakan yang merugikan keuangan Negara,” terangnya.

Rr/Humas NTB




Juru Bicara Suhaili-Amin Duga Server Quick Count KPU Dihack

Masyarakat Diimbau Tunggu Hasil Pleno KPU Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Juru bicara Paslon Suhaili-Amin, Hasan Masat menilai adanya kejanggalan dalam server quick count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat.

Karena itu Hasan minta masyarakat tidak menggunakan Quick Count yang dimunculkan website KPU menjadi rujukan untuk mengetahui pemenang Pilkada NTB.

“Pasalnya, quick count versi KPU sarat kejangalan. Bahkan kuat dugaan server KPU yang merilis quick count berdasarkan C1 diduga dimasuki hacker,” jelas Hasan dalam siaran pers pada media, Jum’at (29/06).

Hasan mencontohkan, jumlah pemilih, pengguna hak pilih dan total suara sangat tidak sinkron. Terjadi perbedaan yang sangat jomplang antara pengguna hak pilih dengan total suara.

“Perbedaan ini terjadi di semua kabupaten kota berdasar quick count KPU yang katanya disadur dari C1,” terang Hasan.

Dirincikan, untuk Kabupaten Sumbawa Barat saja, jumlah pemilih yang tercatat berdasarkan Quick Count KPU sebanyak 81.213 dengan pengguna hak pilih sebanyak 57.900. Sedangkan total suara tercatat 58.141.

“Kan lucu sekali total suara lebih tinggi dari pengguna hak pilih. Masak siluman juga bisa milih. Kondisi ini terjadi di semua kabupaten. Silahkan saja dicek di website KPU,” pesannya.

Kejanggalan lainnya, saat proses quick count berlangsung, server KPU yang melansir hitungan cepat sehari setelah pemilihan sering hank.

Setelah hank selama puluhan menit, server KPU bisa dibuka dan suara kandidat yang dimenangkan quick count KPU terus menanjak. Kondisi ini terus berulang-ulang sampai suara masuk di atas 90 persen.

Yang membuat Hasan semakin yakin server KPU dihack dan ada dugaan permainan karena suara Lombok Timur, Lombok Barat dan Sumbawa paling terakhir masuk. Jika melihat tupografi wilayah, seharusnya suara Lombok Barat lebih dahulu masuk dibanding suara lombok Tengah.

“Kami akan bongkar dan buktikan dugaan kecurangan yang dimainkan oknum hacker dan oknum lainnya yang ingin menciderai Pilkada NTB dengan praktek kotor,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penelusuran, link yang masuk untuk menghack server KPU sudah diidentifikasi. Termasuk terduga nama hacker yang berperan di balik permainan ini. Hanya saja Hasan belum mau memberkan nama-nama link hacker tersebut.

“Ada saatnya nanti kami umumkan apa nama-nama link itu. Tunggu saja,” ancamnya.

Terhadap hal ini, ia meminta masyarakat tidak mempercayai hasil quick count KPU yang sudah dihack tersebut. Hal ini bukan salah KPU melainkan salah oknum-oknum yang diduga melakukan kejahatan teknologi.

“Hasil rekapitulasi manual di semua TPS yang dilakukan internal kami menunjukkan Paslon nomor satu meraih suara terbanyak,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau semua tim pemenangan, relawan dan simpatisan Suhaili-Amin di seluruh penjuru NTB untuk menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU NTB. Tahapan rekapitulasi masih sedang berlangsung di tingkat kecamatan. Setelah itu pleno rekapitulasi manual kabupaten dan provinsi.

“Mari kita sama-sama menaati imbauan KPU agar menunggu hasil rekapitulasi yang akan diumumkan 7 sampai 9 Juli mendatang.

Ia juga meminta semua pendukung Suhaili-Amin agar menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing. Jangan sampai melakukan hal-hal bisa memicu kegaduhan. Termasuk tidak terpancing oleh informasi yang berseliweran di media sosial.

Rr