I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST : Kemenangan Zul Rohmi Beri Spirit Caleg Muda

Dalam politik itu tidak ada yang tidak mungkin, jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut

I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Momentun Pilgub NTB, Pilwakot Bima maupun Pilbup Lotim, harus dimanfaatkan oleh para caleg jelang Pemilihan Legislatif 2019, sebagai aspirasi rakyat yang memilih perubahan pemimpin di daerahnya.

Spirit perubahan akan berimbas kuat pada Pemilu Legislatif 2019, rakyat diduga akan menjatuhkan pilihan kepada para wakil rakyat yang mampu memperjuangkan aspirasinya.

Menurut Calon Legislatif kota Mataram dapil Cakranegara dari Partai Berkarya, I Gusti Nyoman Agung Sugantha, ST, kemenangan Zul – Rohmi dalam Pilgub NTB menyemangati dan menjadi spirit buat dirinya untuk mendekatkan diri dengan konstituennya.

“Saya akan meniru cara-cara pendekatan ke masyarakat seperti yang dilakukan oleh Zul-Rohmi,” ungkapnya, Senin (30/07)

Bagi I Gusti Nyoman Agung Sugantha, 35 tahun,  meskipun dirinya baru pertama kali menjadi Caleg, tapi tak membuatnya berkecil hati bersaing dengan sejumlah incumben didapilnya.

“Buktinya, siapa sangka Zul-Rohmi bisa menang di Pilgub NTB padahal Paslon yang tidak diunggulkan,” tambahnya .

Caleg Muda yang berprofesi sebagai Arsitek ini mengatakan,  akan berusaha yang terbaik dan berbuat maksimal untuk membesarkan Partai Berkarya yang telah memberikan kepercayaan menjadi Calegnya.

“Saya akan menjaga kepercayaan Partai Berkarya menjadi Caleg yang bisa meraih dukungan pemilih,” ujar Agung Sugantha yang saat ini  menempuh studi di Fakultas Hukum di Unizar .

Agung Sugantha ingin banyak menimba ilmu tentang tehnik dan strategi melakukan pendekatan kepada konstituen.

“Saya pribadi ingin berdialog dan berdiskusi dengan tim Zul Rohmi , bagaimana meraih simpati rakyat dengan benar ,” tuturnya .

Spirit kemenangan Zul-Rohmi , kata Agung Sugantha, setidaknya telah membuka mata hati semua caleg muda atau pemula seperti dirinya.

Dalam politik itu ternyata  tidak ada yang tidak mungkin, semuanya serba mungkin terjadi. Jika strategi pendekatan kepada masyarakat dilakukan dengan cara memahami kondisi wilayah tersebut.

“Sebagai orang awam dalam politik , saya akan memperdalam pengetahuan saya tentang  blusukan yang efektif,” tambah Sugantha.

Dengan latarbelakang Arsitektur, I Gusti Nyoman Agung Sugantha ingin berbuat banyak untuk berbagi pengetahuan dengan konstituennya agar bisa saling membesarkan.

“Jurusan Arsitektur kurang diminati karena persepsi warga masyarakat kurang clear. Padahal menjadi arsitek saat ini sangatlah prospektif,” pungkasnya.

Caleg Muda Berkarya ini dikenal juga sebagai pengusaha muda/ owner Alam Mimpi Hotel Batu Layar dan Tepi Sawah Hotel Lingsar, sekaligus Direktur CV Agung AmerthaJaya Kontraktor.

Me




Presiden Jokowi Membagikan Sembako Di Sambelia

Presiden dan masyarakat korban bencana sepakat, masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta

Jokowi dan TGB bagi-bagi buku

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo bersama Istri Hj. Iriana  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Istri, Hj. Erica Zainul Majdi, mengunjungi lokasi dan posko Tagana Gempa Bumi 6,4 SR di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin, (30/07).

Di lokasi bencana, Presiden Jokowi bersama gubernur TGB membagikan buku kepada anak-anak terdampak gempa bumi di Desa Madyan. Selain itu, juga membagikan  sembako sekaligus meninjau salah satu rumah yang rusak berat akibat gempa.

Presiden Jokowi juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat di tenda pengungsian. Dialog tersebut  menghasilkan kesepakatan tentang besarnya bantuan bagi pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat.

“Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh Gubernur, Bupati dan perangkat yang lain,” ujar Jokowi.

Di akhir kunjungannya Presiden Jokowi kembali mengingatkan seluruh masyarakat utk tetap waspada.

“Kita harus sadar bahwa negara kita berada di ring of fire. Jadi, masyarakat kita harus siap menghadapi setiap bencana yang mungkin saja bisa terjadi kapanpun seperti gempa, banjir dan sebagainya,” ujar Jokowi kepada media.

AYA




Reliji dan Komando, Serahkan Bantuan Korban Gempa Lotim

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata, Masyarakat diimbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Relawan Indonesia Jokowi (RELIJI) dan Pengurus Koalisi Muda Perindo (KOMANDO) NTB dan Lombok Timur, Minggu  (28/07), secara sigap dan  spontan menggalang donasi internal  yang langsung disumbangkan untuk korban gempa bumi di Lombok timur.

Sumbangan yang diberikan Reliji dan Komando  kurang dari 6 jam paska Gempa Bumi yang melanda Lombok Timur itu, berupa air minum, lilin dan Indomie. Bantuan itu  diserahkan langsung  di posko Induk di Kantor Desa Belanting, Minggu.

Menurut Karman,  pimpinan Rombongan yang juga Dewan Penasehat DPP Komando,  sengaja bergerak secara spontan melakukan penggalangan sumbangan untuk korban bencana Lombok Timur di internal Reliji dan Komando.

“Kami prihatin dan turut berduka terhadap semua korban bencana bumi tadi ,’ ungkapnya .

Menurut Karman, kepedulian Reliji dan Komando  tidak berhenti disini saja.  Pihaknya berjanji akan datang dengan membawa bantuan lagi untuk meringankan beban derita warga korban gempa bumi.

“Reliji dan Komando akan menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok Timur,” ungkap Karman yang juga Caleg DPR RI dapil 2 NTB dari Partai Perindo .

Bagi Karman bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata. Masyarakat di imbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana.

“Ini momentum yang tepat untuk menggalang aksi solidaritas sosial antar sesama untuk saling berbagi beban ,” ungkap Karman .

Lebih lanjut Karman mengatakan, bencana gempa bumi di Lombok Timur tidak perlu diratapi tapi yang paling penting bagaimana meringankan penderitaan warga .

“Makin banyak elemen warga NTB yang terlibat aksi sosial semakin mempercepat masa tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Reliji merupakan relawan yang didirikan beberapa mantan ketua OKP, seperti Karman GPII, Chrisman Damanik GMNI, Beni Pramula IMM, Mulyadi HMI dan lain lain.

Sedangkan Komando adalah organisasi sayap Partai Perindo. Komando dan RELIJI bisa   bareng bergerak aksi sosial ini  karena kedua organisasi tersebut  mengusung Jokowi untuk Pilpres 2019.

Me




Peserta JKN-KIS Semarakkan Senam Sehat Kolosal

BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan

MATARAM.lombokjournal.com — Hidup sehat itu mudah dan murah,  senantiasa digaungkan oleh BPJS Kesehatan, selaku penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat makin menyadari pentingnya untuk beupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat modern.

Untuk menyambut Asian Games XVIII, sekaligus merayakan HUT BPJS Kesehatan yang ke-50, BPJS Kesehatan menggelar Senam Sehat Kolosal 18.8.18 Peserta JKN-KIS se-Indonesia.

Kegiatan ini diikuti  18.818 orang, mulai dari peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, stakeholder terkait, hingga para Duta BPJS Kesehatan.

Di Kota Mataram sendiri, senam sehat kolosal tersebut diikuti sekitar 500 orang peserta JKN-KIS di Lapangan Taman Sangkareang, Minggu (29/07).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat. Cukup dengan senam rutin setiap pagi, kita sudah bisa meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat sehari-hari, diharapkan jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif yang dilakukan agar masyarakat tetap sehat,” kata Kepala BPJS Kesehatan cabang Mataram, Muhammad Ali dalam acara tersebut.

Ali mengatakan, dengan mengajak serta masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. Dampak jangka panjangnya,  bisa menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.

Menurutnya, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 18,4 triliun, atau 21,8% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

Sebab itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan.

Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa,sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas penduduknya. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” jelas Ali

Sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.322 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik.

Re/bpjs kesehatan

 

***




Gempa Bumi Guncang Lombok, TNI Sigap Bantu Korban

Mabes TNI juga akan menurunkan 80 orang personel kesehatan lengkap dengan perlengkapannya menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim menuju Bandara Internasional Lombok (BIL)

MATARAM.lombokjournal.com — Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok NTB hari Minggu (29/07) pagi,  sekitar 05.47 Wita dengan kekuatan 6,4 Skala Richter, getaramnya juga dirasakan di Pulau Sumbawa maupun di Provinsi Bali.

Data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), episentrum gempa terletak pada koordinat 8,4 Lintang Selatan dan 116,5 Bujur Timur dengan kedalalam 10km,  sekitar 47 km arah timur laut Kota Mataram.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., yang saat terjadi gempa sedang berada di Pulau Sumbawa,  melalui saluran selulernya memerintahkan para Dandim se Pulau Lombok turun mengecek dan memabantu korban bencana gempa bumi pada kesempatan pertama.

“Saya sudah memerintahkan para Dandim se Pulau Lombok untuk mengecek kondisi korban akibat bencana, dan Danyonif 742/SWY agar menyiapkan seluruh personel yang bisa langsung digerakan beserta alat perlengkapannya,” ungkap Rizal.

Menindaklanjuti informasi tersebut, mabes TNI (info telpon langsung waaster panglima TNI) akan akan mengirimkan 80 tenaga kesehatan mabes TNI dengan perlengkapannya, yang rencanya akan diangkut menggunakan pesawat herkules dari Halim PKL 13.00 wib ke Praya BIL dari Praya ke lokasi Lotim dan KLU.

“Untuk transportasi darat sudah disiapkan menuju lokasi bencana baik ke Lombok Timur maupun ke Kabupaten Lombok Utara.

Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP, di Kantor Desa Belanting  menyampaikan, hingga kini korban jiwa sudah mencapai 10 orang dan puluhan luka-luka akibat tertimpa bangunan.

“Khusus di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang paling parah di Kecamatan Sambalia dan Kecamatan Sembalun,” tutur Agus.

Semua korban sambungnya, sudah ditangani tim medis baik dari Puskesmas maupun Puskemas pembantu setempat yang dibantu langsung dari RSUD Selong.

“Untuk kerugian material seperti kerusakan rumah maupun Musholla, hingga saat ini (13.00 Wita) masih didata oleh anggota dilapangan,” jelasnya.

Upaya yang sudah dilakukan selain mendata jumlah korban ataupun kerusakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Lotim, BPBD dan pihak terkait, mendirikan Posko dan rumah sakit lapangan di depan Puskesmas Sembalun dan di Puskesmas Belanting.

Selain itu juga mendirikan dapur umum di tiga lokasi yakni di Kantor Camat Sembalun, Kantor Desa Obel-obel dan  Kantor Desa Belanting Kec Sembelia.

Selain itu, Dandim 1606/Lobar juga mengerahkan personel Kodim 1606/Lobar, Batalyon Infanteri 742/SWY, Batalyon Zipur Rem 162/WB dan Disjan yang mendukung alat perlengkapan dalam rangka memberikan bantuan bencana Gempa.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Lombok Utara, menurut Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP, wilayah Kabupaten Lombok Utara yang paling parah terkena dampak gempa bumi yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Pemenang, sedangkan di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat baru satu rumah yang sudah terdata yakni di Desa Guntur Macan.

AYA

 




10 Orang Tewas Akibat Gempa 6,4 SR Di Lombok

40 orang lainnya  luka luka serta ratusan rumah mengalami kerusakan, daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com –  Gempa tektonik berkekuatan 6,4 Schala Richter mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu (29/07).

BMKG menyatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi tidak berpotensi tsunami

10 orang tewas akibat gempa ini, satu di antaranya merupakan warga negara Malaysia yang sedang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani.

40 orang lainnya mengalami luka luka serta ratusan rumah mengalami kerusakan. Sutopo Purwo Nugroho, Kapus Informasi dan Humas BNPB menyatakan, daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara.

Jarak yang sangat dekat dengan pusat gempa membuat dua daerah ini menjadi daerah yang paling parah terkena dampak gempa bumi.

AYA




BPJS Kesehatan Tetap Melayani Kesehatan Katarak, Fisioterapi dan Bayi Baru Lahir Sehat

BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik persalinan biasa/normal maupun tindakan bedah Caesar

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tetap melayani penjaminan pelayanan kesehatan katarak, fisioterapi dan bayi baru lahir sehat tetap dilayani.

“Tidak benar, ada penghentian penjaminan pelayanan terhadap tiga hal itu. Semua tetap dijamin oleh skema JKN-KIS.”  Tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat, dalam rilisnya yang diterima Antaranews, Sabtu (28/07).

Menurut Nopi, BPJS Kesehatan menerapkan implementasi Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan. Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, serta Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

Nopi menegaskan,  diterbitkannya peraturan direktur itu untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan.

“Tidak benar BPJS Kesehatan menghapuskan penjaminan pelayanan, misalnya menghapuskan penjaminan pelayanan katarak atau menghapuskan penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. Ini yang perlu publik pahami,” kata Nopi.

Nopi menjelaskan, dalam peraturan mengenai pelayanan katarak, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan operasi peserta penderita dengan visus (lapang pandang penglihatan) pada kriteria tertentu, dengan indikasi medis dan perlu dioperasi.

Penjaminan juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan seperti jumlah tenaga dokter mata dan kompetensi dokter mata yang memiliki sertifikasi kompetensi.

Lebih lanjut Nopi menjelaskan, terkait dengan peraturan mengenai bayi baru lahir sehat, BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan baik persalinan biasa/normal (baik dengan penyulit maupun tanpa penyulit) maupun tindakan bedah Caesar.

Termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir yang dapat ditagihkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu paket persalinan untuk ibunya.

Namun apabila bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, maka diatur dalam Perdirjampelkes Nomor 3, faskes dapat menagihkan klaim di luar paket persalinan.

Terakhir, dengan peraturan tentang rehabilitasi medik atau fisioterapi, pelayanan tersebut tetap dijamin dengan kriteria frekuensi maksimal yang ditetapkan dalam Perdirjampelkes Nomor 5.

Nopi menekankan, dengan diimplementasikan tiga peraturan ini, bukan dalam artian ada pembatasan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS.

“Namun penjaminan pembiayaan disesuaikan dengan kemampuan keuangan BPJS Kesehatan saat ini,” ujarnya.

BPJS Kesehatan akan tetap memastikan, peserta JKN-KIS mendapat jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan.

BPJS Kesehatan mengapresiasi dan menampung semua aspirasi, baik Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, asosiasi, perhimpunan profesi dan pihak terkait lainnya.

“Implementasi Perdirjampelkes Nomor 2,3 dan 5 untuk ditingkatkan menjadi peraturan badan, melalui mekanisme dan ketentuan yang ada,” ujar Nopi.***

Antara/BPJS Kesehatan

 




Jangan Abaikan Partisipasi Politik Perempuan dan Pemilih Milenial

Perempuan harus berani tampil terbuka memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Jumlah pemilih perempuan yang melebihi laki-laki,  harusnya menumbuhkan kepercayaan diri bagi perempuan

MATARAM.lombok journal.com — Regulasi telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi perempuan berpartisipasi dalam pemilu. Sesuai UU  7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, tiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat paling sedikit 1 (satu) orang perempuan bakal calon.

Menurut Karman BM, mantan Ketua Umum GPII, meski perempuan telah mendapat kesempatan luas-dalam pemilu legislatif, namun masih terdapat problem terkait partisipasi perempuan itu.

Berdasarkan pengalaman, parpol masih kesulitan memenuhi representasi perempuan 30 persen sesuai UU. Hal itu seperti menggambarkan adanya something wrong dalam proses kaderisasi dan rekrutmen kaum perempuan.

“Mestinya, parpol (partai politik) tidak memperlakukan partisipasi perempuan dalam politik, semata-mata  memenuhi kewajiban 5 tahunan,” kata Karman,  Sabtu (28/07), dalam percakapan terkait partisipasi politik perempuan.

Menurutnya, hal itu merupapan pelajaran penting yang seharusnya menjadi refleksi parpol, khususnya di NTB.  Partisipasi perempuan merupakan elemen penting bagi sehatnya sistem demokrasi.

Selama ini, parpol dinillai kurang serius dan tidak maksimal mellibatkan perempuan dalam strategi pembangunan politik.

Apalagi masih kuatnya budaya patriarki di tengah masyarakat, hegemoni agama, struktur sosial dan kepartaian belum mendukung bagi masuknya gender secara kaffah dalam politik. Ditambah lagi, minimnya akses informasi tentang pemilu dan demokrasi bagi perempuan.

Padahal, representasi perempuan yang memadai dalam pemilu, akan mempengaruhi kulaitas partisipasi dengan meningkatkan partisipasi pemilih perempuan.

Perempuan harus makin berani mengambil peran penting dalam proses pemilu, selain menjadi calon kegislatif (caleg), atau penyelenggara pemilu, hingga pemilih yang cerdas.

Perempuan Harus Berani Tampil

Di pihak lain, Karman berharap kaum perempuan bisa memanfaatkan peluang itu. Sistem pemilu telah memberikan peluang cukup besar bagi partisipasi kaum perempuan terutama sebagai calon legislatif.

“Perempuan harus memanfaatkan peluang itu,” tegas Karman.

Seharusnya perempuan terus menerus berani tampil terbuka memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Jumlah pemilih perempuan yang melebihi laki-laki,  harusnya menumbuhkan kepercayaan diri bagi perempuan.

Karman yang kini maju menjadi bakal calon legislatif Partai Perindo dari Dapil 2 NTB itu menilai, sejauh ini parpol masih memperlakukan perempuan sebagai calon dadakan. Itu berarti, masih belum memandang perempuan dan laki-laki memiliki potensi sama dalam pembangunan politik.

Akses Medsos Generasi Milenial

Pemilih milenial (berusia 17-29 tahun) menjadi rebutan parpol, karena  jumlahnya mencapai  20 persen dari jumlah pemilih  nasional.  Mereka menjadi segmen baru pemilih di Indonesia yang berpandangan unik dibanding pemilih lainnya

Karakteristik pemilih milenial tak mudah ditebak, dan gampang bergeser dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Bahkan, bergeser dari satu partai ke partai lainnya.

Menurut Karman, dalam konteks pembangunan politik di Indonesia sentuhan pada pemilih milenial penting dilakukan. Sangat disayangkan kalau mereka justru dirusak praktik politik transaksional.

“Jangan jadikan mereka semata-mata sebagai obyek, tapi mereka merupakan subyek. Kami sendiri melakukan training yang memberdayakan,” kata Karman.

Seperti dikatahui, salah satu pembeda generasi milenial dari sebelumnya adalah akses mereka ke akun sosial media. 54 persen pemilih milenial mengaku mengakses media online tiap hari,  hanya 11,9 persen pemilih non milenial yang mengakses media online tiap hari.

81,7 persen pemilih milenial memiliki akun Facebook,  hanya 23,4 persen  pemilih non milenial (berusia di atas 30 tahun) yang berakun Facebook.

Perbedaan akses terhadap sosial media dan media online mempengaruhi cara milenial memandang politik,  sekaligus cara mereka menentukan pilihannya dalam pemilu.

Politik elektoral 2019, diperkirakan didominasi generasi milenial.

Me

 

 




Pemahaman Moderasi Islam Hilang, Timbulkan Perpecahan dan Peperangan

Hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan berkepanjangan

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi, Jumat (27/07).

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi Ulama Internasional, di Islamic Center, NTB, Jumat (27/07) mengatakan, Islam moderat atau washatiyatul Islam, yang selama ini berkembang di dunia, dalam prespektif Ahlussunah wa Jama’ah, akan memberikan kedamaian dalam kehidupan umat manusia.

Kedamaian dalam kehidupan umat manusia secara khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang atau TGB, menegaskan itu di hadapan ratusan delegasi dari 21 negara di dunia, termasuk mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir Dr. Ibrahim Hudhud.

Gubernur menyebut, hilangnya pemahaman moderasi Islam menyebabkan peperangan dan perpecahan.

Bahkan, berkembangnya paham Islam yang mengedepankan ekstrimisme, akan berujung pada tindakan terorisme.

Gubernur juga menegaskan, pemikiran ahlusunah Wal jamaah, melalui pendiri pendiri nya, telah banyak melahirkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi umat. Namun juga memberikan manfaat besar bagi seluruh elemen bangsa di Indonesia.

“Ketika moderasi Islam mulai dilupakan, ketika tidak lagi menjadikan washatiyatul Islam sebagai poros pemikirannya, maka mulailah terasa kegelisahan di tengah-tengah kita,” ungkap Gubernur yang lebih dikenal Tuan  Guru Bajang (TGB) itu.

Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menyatakan. seluruh anak bangsa hendaknya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di sebagai negara Islam akhir-akhir ini.

Yaitu, hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara, seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan yang berkepanjangan.

“Apa akibat dari itu semua, yaitu hancur peradaban peradaban yang telah dibangun dengan fondasi yang kokoh,” jelas TGB.

Karena itu, Gubernur TGB mengajak seluruh umat, bahkan seluruh elemen bangsa, untuk menjadikan moderasi Islam ini sebagai perekat persatuan, di tengah keberagaman yang berkembang di Indonesia.

“Mari kita rapatkan barisan, mari kita kokohkan persaudaraan. Rasanya yang mampu merekatkan itu semua adalah pemikiran washatiyatul Islam,” ajak TGB.

AYA




Kirab Obor Asian Games,  Sejarah Bagi NTB

 Menko Maritim Luhut Binsar Pangaribuan memuji keindahan NTB, dan memuji segenap kemajuan NTB di bawah kepemimpinan TGB

MATARAM.lombokjournal.com — Pertama kalinya, NTB masuk dalam rangkaian Kirab Obor Asian Games 18, Jakarta-Palembang, setelah di hari sebelumnya kirab berlangsung di Provinsi Bali.

Obor yang tiba di Lombok haRabu, (25/07) pagi, menjadi hari bersejarah bagi NTB.

Kirab obor Asian Games tersebut  diawali oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi yang berlari membawa obor dari Pantai Ampenan menuju Kota Tua.

Kemudian dilanjutkan oleh para atlet NTB menuju halaman Kantor Gubernur NTB. Kirab obor tersebut berlangsung meriah disamping diikuti oleh ratusan atlet, anggota TNI, POLRI, juga disaksikan oleh ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan perjalanan obor tersebut.

Sebelum kirab obor tersebut, Menko Maritim menyampaikan sambutan. Ia menyatakan  kegiatan tersebut merupakan momen penting dan berharga bagi Gubernur NTB di akhir masa kepemimpinannya.

Menko yang akrab disapa LBP ini pun memuji keindahan NTB, dan memuji segenap kemajuan NTB di bawah kepemimpinan TGB. Menurutnya, kelak NTB akan menjadi provinsi yang sangat maju.

“Saya dengar pertumbuhan ekonomi di sini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. NTB akan maju menurut saya, pantai hebat, rakyat kerja keras, tambang bisa dikembangkan, beberapa pulau kaya dengan (produksi) jagung dan gula tebu. Semua sedang berjalan, dan Gubernur sangat kooperatif, kita harap pertumbuhan ekonominya terus meningkat,” jelasnya.

Menko Maritim berpesan agar rakyat NTB menjaga dan melestarikan apa yang telah dibangun dan tengah dikembangkan di NTB. Terutama terkait proyek KEK Mandalika.

“Rawat tempat ini dengan baik dan bersih, jangan (sampai) budaya kita jadi terkuras juga, ini semua bisa terjadi setelah 29 tahun mandalika terbengkalai, sekarang persoalan tanah dan lainnya sudah selesai, dan pemerintah telah berkomitmen akan menjadikan sebagai tourist destination international,” pungkasnya.

Usai melepas kirab obor tersebut, Menko Maritim dan Gubernur NTB bergegas menuju jalan Pejanggik di depan  kantor Gubernur untuk menerima api obor Asian Games 2018 dari Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri,  di acara Torch Relay Asian Games XVIII Tahun 2018.

AYA