UKM Kopi Kekurangan Stok Bahan Baku

Dampak bencana tersebut tak hanya pada bahan baku saja, tetapi juga terhadap daya beli masyarakat akan oleh-oleh khas Lombok

MATARAM.lombokjournal.com – Sejumlah pengusaha di sektor Usaha Kecil Mikro (UKM) mulai merasakan dampak terjadinya gempa.

Salah satunya Dodi Adi Wibowo pemIlik UKM kopi etchic di Gunung Sari.  Terjadinya gempa berkepanjangan, menyebabkan susahnya memperoleh bahan baku kopi.

Sehingga ia kekurangan stok untuk membuat kopi kemasan, karena bahan baku yang didapatnya diperoleh petani yang lokasinya di wilayah gempa.

“Pasti berdampak masalah bahan bakunya, karena saya ambil bahan baku ada yang dari gangga, sajang dan sembalun,” Ujar pemilik UKM kopi etchic, Dodi Adi Wibowo

Ia menjelaskan, menurut petani di KLU mereka belum siap untuk proses kopi dari kebun. Pasalnya, mereka masih berkabung akibat gempa.

Memang, sebelum kejadian Dodi sempat menyetok bahan baku. Namun tak lama lagi stoknya akan habis karena saat ini persediaan makin menipis.

“Stoknya tidak banyak, mungkin cukup untuk 1 minggu ke depan aja.  Tapi saya sudah coba hubungi beberapa petani  masalah stok bahan baku juga dan mereka akan coba usahakan,” lanjutnya.

Untuk produksinya ia menyesuaikan dengan permintaan dari toko oleh-oleh, karena ia memasukan produknya ke beberapa toko oleh-oleh dan ritel modern. Dodi menuturkan, dampak bencana tersebut tak hanya pada bahan baku saja, tetapi terhadap daya beli masyarakat akan oleh-oleh khas Lombok.

“Sedangkan sekarang jumlah tamu anjlok drastis di Mataram ini semenjak gempa, otomatis perputaran produk saya juga di toko oleh-oleh agak melambat,” kata Dodi.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk produsen seperti dirinya yang bergerak di pasar pariwisata sangat berpengaruh jika ada hal-hal bencana seperti ini.

Dodi pun sejak awal Agustus Minggu pertama ia, baru memproduksi dengan jumlah kopi 100kg yang biasanya 200 kg kini sedikit menurun.

“Yang biasanya sudah produksi 200kg lebih, yang jelas penurunanya cukup besar. ya kalau di kira-kira penurunan produksi sekitar 50 persen,” ujarnya.

Untuk mengantipasi terjadi penurunan seperti ini, ia berusaha untuk menjual produknya ke pedagang kecil. Karena kondisi ini banyak orang begadang dan pasti membutuhkan kopi untuk begadang, dengan memberikan potongan harga.

“Lumayan bisa membantu, saya berharap bisa kembali kondusif dan normal kembali,” pungkasnya.

AYA




Harga Bahan Pokok Stabil, Air Kemasan Terbatas

Khusus untuk mie instan terjadi kelangkaan, disebabkan meningkatnya permintaan untuk membantu korban gempa serta terlambatnya pasokan dari luar daerah

MATARAM.lombokjounal.com —  Di pasar tradisional, kebutuhan bahan pokok masyarakat seperti beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, dan lain-lain,  saat ini harga masih stabil dan stok cukup tersedia.

Namun, pasca gempa bumi yang melanda Lombok,  dan terpal melambung tinggi, hingga menembus angka 500 ribu ukuran 4X6.

Tim Satgas Pangan NTB melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok termasuk terpal pasca bencana alam gempa bumi Lombok, Rabu (08/08)

Hal itu disampaikan Plt. Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan  NTB Lalu Suparno usai memantau di pasar tradisional.

Sedangkan komoditas daging ayam dan daging sapi mengalami sedikit kenaikan, karena belum banyak pedagang yang berjualan.

“Harga bahan kebutuhan pokok di tingkat distributor tidak ada kenaikan harga, untuk ketersediaan stok cukup tersedia,” ujarnya, Rabu.

Ia menuturkan, khusus untuk mie instan terjadi kelangkaan, disebabkan meningkatnya permintaan untuk membantu korban gempa serta terlambatnya pasokan dari luar daerah yang sempat terkendala di jalur penyeberangan akibat gelombang tinggi.

Ketersediaan air minum kemasan juga terbatas, PT. Narmada Awet Muda sampai saat ini belum beroperasi normal, karena sumber air tanah yang digunakan masih keruh.

Sedangkan air minum kemasan merk lain juga terbatas karena meningkatnya permintaan, untuk harga tidak ada kenaikan.

Sedangkan, untuk terpal di tingkat distributor maupun beberapa toko bangunan stok saat ini kosong. Berdasarkan informasi dari para pedagang tidak ada kenaikan harga, namun harga terpal tergantung kwalitas.

“Dimungkinkan masyarakat membeli terpal yang masih tersisa dengan kwalitas lebih baik sehingga harga lebih mahal dan kemudian dikabarkan bahwa harga terpal naik 2 kali lipat,” tuturnya.

Pemilik UD. Sukses Karya Mandiri (SKM),  Antono yang menerangkan, pasca gempa untuk stok komoditas minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir dalam posisi aman dan harga stabil. Sedangkan untuk air minum kemasan, mie Instan dan terpal yang langka di pasaran naik.

Pihaknya sudah sejak awal menginstruksikan agar pasokan ke pasar tradisional dan ritel modern jangan sampai terputus. Namun pasca gempa banyak pedagang dan toko yang belum berani buka ditambah lagi dengan issue maling/begal membuat para pedagang tidak berani berjualan di pasar tradisional.

“Tapi mulai kemarin situasi pasar sudah berangsur-angsur normal kembali,” ujarnya

Direktur PT. Distribusi Air Narmada, Dona Butar-Butar, mengungkapkan stok air minum Narmada saat ini kosong, baik kemasan gelas, botol maupun gallon. Produksi masih dihentikan karena mata air bawah tanah yang digunakan masih keruh dan karyawan yang sebagian besar berasal dari Desa Selat Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) juga banyak yang menjadi korban gempa.

Alhasil, Saat ini second branded Narmada yaitu air minum kemasan Rafa yang biasanya dipasarkan di wilayah Pulau Sumbawa juga dikeluarkan, khusus untuk keperluan membantu korban gempa.

“Kami belum bisa dipastikan kapan produksi akan normal kembali karena sangat tergantung dari perkembangan situasi pasca gempa, di mana gempa-gempa susulan masih sering terjadi. Untuk harga dari pihak perusahaan tidak ada menaikkan harga masih normal seperti sebelum gempa,” pungkasnya

AYA




Percepat Penyaluran Bantuan, Pemprov NTB Bentuk Posko Setda

Semua bentuk bantuan yang diterima di Posko bantuan Setda sifatnya transit sebelum dilakukan pengiriman ke posko induk di Tanjung. Para petugas yang berada di posko tersebut akan membantu pencatatan secara administratif, agar seluruh laporan bantuan itu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiyadi Sayuti, M.Sc., Ph. memimpin rapat konsolidasi dengan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB, di Ruang Rapat Sekda, Rabu, (08/08).

Rapat tersebut  membahas penanganan para korban, khususnya terkait dengan penyaluran bantuan oleh berbagai pihak.

Terkait penyaluran bantuan tersebut, Sekda bersama seluruh kepala OPD langsung membentuk posko Sekretariat Daerah, yang dipusatkan di Kantor Gubernur NTB.

Meski terdapat posko induk di Kabupaten Lombok Utara, posko Setda tersebut menjadi tempat terdekat bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan sebelum diserahkan ke posko Induk.

“Fungsi dari posko bantuan yang dibentuk Sekretariat Daerah ini untuk membantu Posko Induk yang berada di Kahupaten Lombok Utara,” jelas Sekda.

Dijelaskan bahwa semua bentuk bantuan yang diterima di Posko bantuan Setda adalah sifatnya transit sebelum dilakukan pengiriman ke posko induk di Tanjung. Para petugas yang berada di posko tersebut akan membantu pencatatan secara administratif, agar seluruh laporan bantuan itu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, lebih-lebih bantuan dana.

“Selain itu juga untuk membantu mengawal distribusi bantuan sehingga betul-betul sampai kepada masyarakat sesuai daerah tujuan. Dengan demikian maka akuntabilitas penyerahan dan penerimaan bantuan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik, kepada para donatur dan masyarakat,” Ungkap Sekda

Selain sebagai pusat penyaluran bantuan, Posko tersebut juga berfungsi sebagai pusat pengelolaan Informasi media agar terhindar dari berita HOAX. Karena saat ini informasi media, baik cetak, online telah menjadi konsumsi masyarakat sebagai sumber informasi untuk mengetahui kondisi penanganan korban gempa di KLU, Lobar dan Lotim.

Tim Media Center yang berada di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB ini, juga akan membantu memfasilitasi apabila ada tim dokter dari luar daerah dan luar negeri yang ingin bergabung dengan tim kesehatan yang sudah ada di Posko pusat di Tanjung, KLU.

Rr

 

 




Industri Perbankan, Pascca Gempa Beroperasional Kembali

Kerusakan infrastruktur tidak mendukung untuk ditempati, tapi sudah direlokasi ke beberapa kantor terdekat, sehingga bisa melakukan operasional dengan normal

MATARAM.lombokjournal.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan pertemuan dengan sejumlah industri jasa keuangan di NTB.

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV, Teguh Supangkat, mengatakan pertemuan yang di lakukan bersama perwakilan dari perbankan, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan dan Pegadian untuk mendengarkan isu-isu yang terdampak dari kejadian gempa Minggu lalu menimpa Lombok.

Akses keuangan yang sempat terkendala, namun kini sudah dapat kembali beroperasional.

“Kita mendapatkan informasi, sampai sekarang ini seluruh operasional perbankan sudah berjalan dengan baik. Jadi sudah bisa melayani seluruhnya baik yang terkena gempa maupun tidak,” tutur Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV, Teguh Supangkat, Rabu  (08/08).

Ia menerangkan, dampak gempa pada industri perbankan yang paling parah berada di Kabupaten Lombok Utara, dengan kondisi kantor-kantor perbankan  rusak. “infrastruktur kantor di Tanjung yang rusak parah,” terangnya.

Lebih lanjut Teguh menuturkan, kerusakan infrastruktur yang banyak tidak mendukung untuk ditempati. Tapi sudah direlokasi ke beberapa kantor terdekat, sehingga bisa melakukan operasional dengan normal.

“Hari rabu ini sudah berjalan dengan normal,” cetusnya.

Teguh berharap dari perbaikan tersebut industri perbankan, dapat melaksanakan transaksi kegiatan perbankan secara normal lagi.  Meskipun pada hari Senin setelah kejadian bencana  tersebut, memang ada beberapa yang tutup dan ada juga beroperasional.

Pada hari kedua sebagai besar telah beroperasional kembali.

“Kita mengharapakan untuk bisa melayani masyarakat, jangan sampai masyarakat ini tidak terlayani dan semua yang datang akan terlayani dengan baik, oleh perbankan yang ada,” terangnya

Memang ada beberapa perbankan yang tidak beroperasi, terutama pada debiturnya yang berdampak karena gempa. Menurut informasi perbankan, kurang lebih sekitar 1.3 triliun sampai 2 triliun terdampak langsung maupun tidak langsung.

Namun data ini didapatkan OJK saat ini masih lisan saja dan belum ada data tertulis.

“Tapi data detail ini sedang kita minta, ini baru lisan. Untuk data tertulisnya nanti masing-masing kita minta industri jasa keuangan untuk menyampaikan ke OJK NTB,” pungkasnya.

AYA




Pasca Gempa, Banyak Pengusaha Menutup Toko

Situasi kembali normal dalam waktu dekat, karena saat ini banyak masyarakat membutuhkan beberapa keperluan baha pokok

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Ketut Wolini membenarkan, bencana gempa bumi berdampak banyak pengusaha-pengusah terpaksa menutup usaha tokonya.

Namun Apindo terus memantau beberapa toko-toko yang tutup dan memberikan dukungan serta memberikan perhatian pada pengusaha agar dapat kembali membuka usahanya.

“Ya melemah sekarang ekonominya pasca gempa kemarin. Tetapi kami dari Apindo terus memantau pengusaha ini mulai dari Ampenan sampai Cakra, kita cek semua kemarin,” tutur Ketua APINDO, Ketut Wolini, Rabu (08/08).

Dorongan diberikan kepada pengusaha untuk tetap melanjutkan usaha mereka. Meskipun banyak yang masih merasa takut untuk membuka kembali toko, karena kondisi belum kondusif. Padahal diperkirakan daya beli masyarakat ketika gempa semakin meningkat.

“Kita APINDO mengajak mereka untuk buka kembali, dilihat juga sekarang daya beli masyarakat ini naik setelah gempa,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika terjadinya penurunan ini tidak akan lama, dan perekonomian segera bergerak dinamis. Jika sudah banyak toko buka, maka sektor riil kembali menguat.

Wolini memperkirakan situasi kembali normal dalam waktu dekat, karena saat ini banyak masyarakat membutuhkan beberapa keperluan baha pokok.

“Kejadian ini mungkin hanya 4 hari saja, dan nanti akan kembali normal lagi. dan sekarang ini masyarakat pasti banyak yang ingin membeli kebutuhan, keperluan  mereka banyak,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Kamar Dagangan Provinsi NTB, Hery Prihatin mengatakan, bencana alam ini tidak dapat diprediksi dan hal ini juga merupakan siklus alam yang sering terjadi. Jadi tidak bisa menyalahkan alam, karena perekonomian melemah dapat sebagai acuan untuk para pengusaha bangkit lagi.

“Ya kita terima saja, yang penting bagaimana mereka ini bangkit lagi,” ujar Hery.

Ia menuturkan, ambil positifnya dari kejadian tersebut. dimana satu sisi bencana alam ini juga bisa mendatang lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi NTB akan kembali lagi perkembangan.

“Di satu sisi membawa berkah dimana proyek-proyek  ini nanti akan membangun rumah lagi, dan banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Hery berharap dapat mengambil sisi positif dari kejadian ini, sebagai bentuk kebangkitan kembali dan berbenah.  Seperti di pariwisata, kita bisa berbenah apa saja yang kurang dari segi fasilitasnya.

“Mungkin karena kurang saran dan prasarana pos majornya kurang dan pelataran untuk emergency, termasuk  standar bangunannya juga,” tandasnya.

AYA




Program JKN-KIS Dipastikan Berlanjut

Semua pelayanan itu tetap dijamin oleh skema JKN-KIS. Perdir itu terbit dimaksudkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com —  Munculnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2, 3 dan 5 Tahun 2018 untuk memastikan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Munculnya peraturan ini, sebenarnya masih normal sebagai efisiensi, dan sebagai manajerial sudah mengambil langkah tepat program “insidentil case’.

Tapi munculnya peraturan ini (perdirjampelkes) membuat heboh, meski tidak gaduh karena masih dalam koridor. Hal ini dikatakan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Sulawesi Utara, DR dr TDE Abeng, Sabtu (04/08).

Abeng yang juga dosen strata dua rumah sakit itu  menegaskan, masih banyak tindakan klinis di rumah sakit yang harus diefisienkan, misalnya pelayanan kesehatan jantung, ginjal ataupun cuci darah. Untuk cuci darah misalkan, ada metode lain yang sudah teruji dan lebih murah disamping metode yang sudah dilakukan selama ini.

Sebelumnya, warga bertanya benarkah biaya persalinan, katarak dan fisioterapi tak lagi dijamin BPJS Kesehatan? Inilah penjelasan resmi dari pihak BPJS Kesehatan.

“Benarkah biaya persalinan tak ditanggung lagi oleh BPJS Kesehatan,” kata seorang wanita sedang hamil.

Menurutnya, kalau ada pihak yang menyebutkan munculnya peraturan dirjampelkes akan berdampak semakin banyaknya orang buta dan lumpuh, kurang tepat. “BPJS Kesehatan tidak menolak pasien. Keputusan BPJS Kesehatan menurut saya sudah bagus dalam rangka efisiensi,” katanya.

dr Devy Mandagi SpM, salah satu personel Tim Kendali Mutu Kendali Biaya Provinsi Sulut, BPJS Kesehatan mengatakan, institusi ini harus menjamin agar program JKN-KIS tetap berjalan.

Ketika seorang pasien mengetahui harus berobat ke mana ketika sakit, atau memiliki akses ke rumah sakit namun tidak memiliki akses dari sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan hadir untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan.

“Dan untuk menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan ini maka  harus dilakukan efisiensi,” kata dr Devy Mandagi. Dipastikan munculnya peraturan Dirjampelkes tidak menghentikan pelayanan kepada penderita katarak, rehabilitasi medik maupun bayi lahir.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan sering menegaskan, menerbitkan Perdirjampelkes Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, selanjutnya Perdirjampelkes Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan Perdirjampelkes Nomor 5 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

BPJS Kesehatan menegaskan, munculnya peraturan ini tidak akan menghentikan atau membatasi pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS, namun penjaminan pembiayaan disesuaikan dengan kemampuan keuangan BPJS-Kesehatan saat ini.

Aturan Main Sebenarnya

Sekadar diketahui, baru-baru ini sempat  ramai isu yang menyebut,  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak akan menjamin tiga layanan itu meliputi katarak, persalinan bayi lahir sehat, dan rehabilitasi medik.

Isu tersebut muncul seiring diterbitkannya Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan pada 25 Juli 2018 kemarin.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menjelakan, rer 25 Juli 2018, BPJS Kesehatan menerapkan implementasi (1) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, (2) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan (3) Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.

Nopi Hidayat menegaskan berlakunya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan ini jangan disalah artikan bahwa penjaminan akan pelayanan kesehatan katarak, fisioterapi dan bayi baru lahir sehat diberhentikan atau dicabut.

“Jadi tidak benar ada penghentian penjaminan pelayanan terhadap 3 hal itu,” tegas Nopi.

Semua pelayanan itu tetap dijamin oleh skema JKN-KIS. Perdir itu terbit dimaksudkan untuk mengoptimalkan mutu pelayanan dan efektivitas penjaminan kesehatan.

‘Jadi tidak benar bahwa Perdir tersebut untuk menghapuskan penjaminan pelayanan, misalnya menghapuskan penjaminan pelayanan katarak atau menghapuskan penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. Ini yang perlu publik pahami,” jelas Nopi.

Re 

sumber; Ant/Bangka Pos

 

 




DPD PDIP NTB Tidak Tentukan Batas Waktu Tanggap Darurat Korban Gempa KLU

Tim relawan Baguna PDI Perjuangan  yang bermoto “Tertawa dan menangis bersama masyarakat” itu akan terus mendampingi korban, tanpa menetapkan batas waktu tanggap darurat

MATARAM. Lombokjournal.com – Pasca gempa bumi berkekuatan 7 skala richter (SR), Minggu (05/08), yang menguncang Lombok, menyisakan derita mendalam.

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang paling parah terdampak bencana gempa, hingga kini puluhan  ribu warganya masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian membutuhkan bantuan mendesak.

Kepedulian pada korban bencana, menggerakkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, turun ke lokasi warga yang terdampak dan memberikan bantuan kemanusiaan .

DPP PDI Perjuangan yang telah membentuk Tim Tanggap Darurat  Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA), menurunkan 1000 relawan membantu korban Gempa , salah satunya di ke Dusun Karang Nangka, Desa Sokong Kec Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), sejak Selasa (07/08) malam.

Selain menurunkan tiga mobil ambulance yang dikonsentrasikan di Sembalun, Lombok Timur untuk menangani keadaan darurat, relawan BAGUNA juga disebar ke beberapa titik pengungsi di Lombok Utara.

Tim relawan yang mulai turun kemarin sore di Dusun Kr Nangka, menyalurkan bantuan makan 3 kali sehari.  Bantuan serupa juga disalurkan ke beberapa tempat pengungsian di Lombok barat

Salah seorang tokoh adat di Dusun Kr Nangka, Harnowadi, mengaku bersyukur adanya bantuan dari relawan PDIP Perjuangan.

“Bantuan yang masuk ke dusun ini baru dari PDIP dan UNRAM. Sampai sekarang belum ada bantuan yang masuk dari pemerintah,”kata Harnowadi yang juga salah satu Kabid di Dinas kebudayaan dan Pariwisata KLU yang kantornya rusak berat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Utara, Raden Nuna Apriadi, menceritakan sebagian besar relawan yang berasal dari Lombok Utara juga terdampak gempa.

“Rata-rata rumah mereka juga hancur akibat gempa,” cerita Nuna di tengah-tengah pengungsi, Selasa (07/08) malam.

 

Nuna juga mengkomandai penyaluran bantuan yang disalurkan 1000 relawan dari seluruh Tim Tanggap Darurat  BAGUNA DPD PDI Perjuangan NTB.

Menurutnya, saat ini yang mendesak dilakukan Pemda KLU yaitu memulihkan listrik dan air bersih PDAM. Karena tidak ada air, maka pengungsi hanya bisa mandi di sungai yang juga dijadikan tempat buang hajat.

“Selama ini KLU gelap gulita,” tutur Nuna, yang menambahkan pentingnya penyaluran obat-obatan.

Selain itu juga dibutuhkan penyaluran obat-obatan, pampers untuk bayi, dan pembaut wanita.

Saat ini, sekitar 90 persen infratruktur, rumah warga, termasuk kantor pemerintah di KLU mengalami kerusakan. Bahkan rumah sakit di Tanjung yang baru dibangun kondisinya rata dan retak mengkhawatirkan.

Untuk diketahui Rumah beserta isinya Ketua DPC PDIP KLU ini rusak berat hampir rata dengan tanah akibat gempam Meski demikian  tidak menyurutkan Kader militan  Moncong Putih tersebut untuk membantu sesamanya.

Dari pantauan media , di dusun  Karang Nangka, Desa Sokong  baru ada 24 tenda yang masing-masing diisi 8 KK atau 40 orang. Sehingga dI tiap tenda para pengungsi harus tinggal berdesakan.

Ada cerita menarik, salah seorang pengungsi yang rumahnya hancur adalah Dr haziziah. Selain mengungsi, dokter perempuan itu sekaligus jadi tenaga medis.

“Saya pengungsi sekaligus menjadi tenaga medis ditenda pengungsi ini,’’ ujar dokter perempuan ini yang menyumbangkan persediaan  obat-obat pribadinya untuk kamp pengungsian ini.

Ketua Tim Tanggap Darurat DPP PDI Perjuangan, Dewi Kencana, pihaknya mengakui relawan yang ditugaskan membantu warga yang terdampak gempat tentu tidak bisa mengkover semua korban Gempa.

Karena itu, pentingnya relawan bekerjasama dengan semua pihak membatu korban di KLU. “Kami mengakui, tentu tidak bisa mengkover semua korban. Setidaknya, kami berusaha untuk berbagi kehidupan  bersama saudara-saudara yang menjadi korban,” ungkapnya.

Tim relawan Baguna PDI Perjuangan  yang bermoto “Tertawa dan menangis bersama masyarakat” itu akan terus mendampingi korban.  Dan tim yang dibentuk partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu tidak menentukan batas waktu tanggap darurat.

“Kami akan terus mendampingi korban,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengakui sebagian besar relawan PDIP KLU yang membantu penanganan korban gempa rumahnya juga hancur rata akibat gempa. Akan tetapi karena kepedulian dan komitmennya  para kader PDIP membantu saudara-saydaranya yg tertimpa musibah.

“Semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial yang memotivasinya kader-kader PDIP untuk tetap bersama rakyat ,’ ujarnya .

PDI Perjuangan ,Lanjut Rachmat akan mengerahkan semua kekuatan kadernya untuk bahu membahu menyalurkan bantuan partai guna memulihkan warga korban gempa.” Dalam waktu dekat bantuan tenda , terpal , makanan bayi , dll akan segera tiba ke KLU ,” tambahnya .

Selanjutnya dapur Umum BAGUNA untuk korban Gempa KLU  dipusatkan di kantor DPD PDI Perjuangan, Jl Lingkar Selatan  akan  membantu menyalurkan makanan untuk korban gempa sehari tiga kali disemua titik rata-rata 1000 bungkus.

“BAGUNA  masak sehari tiga kali untuk disalurkan utamanya di KLU ,” ujar kader perempuan PDIP  Endang Yuliati, di sela-sela mengemas nasi bungkus.

Me




Evakuasi Korban Reruntuhan Masjid Jabbal Nur Butuh Alat berat

Ada tiga shaf yang shalat, tapi belum bisa ditentukan berapa jumlahnya

LOMBOK UTARA.lommbokjournal.com – Proses evakuasi korban tertimpa reruntuhan Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-Lading, Desa Tanjung Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, masih terus dilakukan.

Masjid tersebut roboh akibat gempa berkekuatan magnitudo 7 skala richter (SR) pada Minggu (05/08). Rizal belum bisa memastikan berapa banyak warga yang masih berada di bawah puing reruntuhan masjid.

Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani Selasa (07/08)

“Dari saksi, ada tiga shaf yang (sedang) shalat, tapi kita belum bisa tentukan berapa jumlahnya,” katanya.

Berdasarkan evakuasi yang dibantu Batalion 742 hingga Senin (06/88) malam, total warga yang berhasil diangkat sebanyak dua orang, di mana satu orang dinyatakan selamat.

Selain Masjid Jabbal Nur, tim juga melakukan evakuasi di empat titik lainnya yang ada di Lombok Utara. Ia menyampaikan, proses evakuasi masih memerlukan adanya bantuan alat-alat berat.

“Butuh alat berat karena beton-beton besar seperti masjid kan enggak bisa dengan manual. Sekarang alat berat sedang datang dari Surabaya dan Jakarta, maupun yang ada di sini diberdayakan,” jelasnya.

AYA




Proses Tanggap Darurat Dan Layanan Kesehatan Di Lombok Utara Berjalan Baik

Pemerintah juga memikirkan proses rehabilitasi rumah warga yang rusak, hal ini sudah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau korban gempa di Lombok Timur belum lama ini

Mesos Idrus Marham Bersama Menteri Wiranto

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham meninjau lokasi terdampak gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (07/08).

Sebelumnya, pada Senin (06/08) malam, ia telah mengikuti rapat koordinasi bersama Menkopolhukam Wiranto di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Kota Mataram.

Idrus ingin memastikan proses tanggap darurat berjalan dengan baik. Ia melihat, sejauh ini proses berjalan cukup baik dengan sudah berdirinya dapur umum, distribusi sembako, hingga layanan kesehatan.

Untuk sembako, kata dia, distribusi makanan jadi akan diberikan kepada warga yang tinggal di posko pengungsian. Sementara warga yang mendirikan tenda darurat di halaman rumah masing-masing juga akan mendapatkan sembako.

“Wargw yang tinggal di tenda dekat rumahnya nanti akan kita sisir dan berikan sembako dengan lauk pauk dan lima kilogram beras, minyak, mie, gula, dan kornet,” katanya.

Setelah masa tanggap darurat, Mensos mengatakan perlunya penanganan pada masa pemulihan. Kemensos akan memberikan dukungan bagi warga terdampak gempa pada masa pemulihan.

Dia meminta kepada pemerintah setempat untuk membuat daftar nama dan jumlah warga terdampak.

“Perlu ada jaminan hidup, segera nanti setelah masa tanggap darurat, kita berikan jaminan tiga sampai empat bulan ke depan berupa uang untuk belanja mereka,” ujarnya.

Selain pemulihan, lanjut Idrus, pemerintah juga memikirkan proses rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat gempa. Hal ini sejatinya sudah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau korban gempa di Lombok Timur belum lama ini.

“Bapak Presiden sudah mengambil kebijakan, renovasi rumah terdampak diperhatikan dengan bantuan antara Rp 10 juta sampai Rp 50 juta,” katanya.

Mensos menambahkan, pemerintah juga telah memberikan santunan senilai Rp 15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia. Salain itu, korban luka-luka juga akan mendapat bantuan uang sebesar Rp 2,5 juta. Termasuk luka luka juga diberi vantuan setiap jiwa 2,5 juta

“Ini arahan Bapak Presiden, kata Bapak Presiden pastikan semua anak bangsa yang kena dampak dari bencana semua diurusi, tidak ada yang tidak diurusi,” kata idrus.

AYA

 

 




Wiranto Dan Idrus Marham Pantau Penyaluran Bantuan Di Lombok Utara

Total disalurkan santunan untuk 96 ahli waris senilai Rp1.440.000.000. Selain itu juga disalurkan 3000 paket sembako senilai Rp750.000.000. Sehingga total nilai bantuan adalah 2.190.000.000.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Menko Politik Hukum dari Keamanan Wiranto didampingi Menteri Sosial Idrus Marham meninjau sejumlah lokasi bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (07/08) siang.

Kedua menteri mewakili Pemerintah untuk memastikan layanan tanggap darurat terhadap korban gempa tektonik di Lombok Utara berjalan sesuai rencana. Sejauh mana bantuan tersalurkan kepada korban berdampak bencana yang membutuhkan.

“Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah bantuan yang tadi malam dikirimkan, pagi ini sudah tergelar,” kata Wiranto didampingi Mensos, saat meninjau dapur umum di lapangan Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (07/08).

Bantuan itu  antara lain pendirian sejumlah dapur umum,  kemudian juga tenda-tenda darurat yang dikirim tadi malam sudah didirikan di sejumlah lokasi.

“Bantuan tenda dan berbagai pihak. Dari Kementerian Sosial ada 220. Total lebih dari 400 tenda. Ini bisa menjadi pengganti masyarakat yang mendiami tenda yang kurang layak,” kata Wiranto.

Terkait bantuan makanan, Menko Polhukam menyatakan, Mensos juga sudah menyalurkan bantuan kepada korban.

“Makanan siap saji diberikan kepada korban yang rumahnya hancur dan tidak bisa memasak. Makanan setengah jadi diberikan kepada mereka yang rumahnya ada kerusakan namun masih bisa memasak, ” kata Menko Polhukam.

Selanjutnya, Mensos juga akan memginventarisasi lebih lanjut sejumlah bantuan lain bagi yang  terdampak bencana.

“Apakah itu santunan untuk keluarga korban yang meninggal, inventarisasi rumah yang rusak,  dan sebagainya. Korban meninggal sampai siang ini sejumlah 104 orang,” kata Wiranto.

Mensos menekankan, kehadiran mereka ke lokasi bencana untuk memastikan hasil rapat koordinasi yang sudah dilakukan  di Jakarta tadi malam, berjalan di lapangan.

“Pagi ini saya pastikan apakah bantuan berupa makanan melalui dapur umum, pendirian tenda-tenda, kemudian (pengaktifan sumber) listrik, sudah mulai operasional mulai pagi ini,” kata Mensos.

Selain bahan makanan, Mensos juga memastikan bantuan makanan akan didistribusikan kepada warga ke rumahnya. Mensos menyalurkan Santunan Rp2,19 Miliar

Yang tak kalah penting, Mensos juga menastikan santunan untuk ahli waris korban meninggal juga sudah disalurkan kepada yang berhak.

 

“Besarnya Rp15 juta untuk setiap ahli waris korban yang meninggal. Ke depan, bantuan juga akan diberikan kepada korban luka-luka. Masing-masing Rp2,5 juta. Ini semua adalah arahan Bapak Presiden. Agar dipastikan semua pihak yang mengalami bencana menerima bantuan,” kata Mensos.

Total disalurkan santunan untuk 96 ahli waris senilai Rp1.440.000.000. Selain itu juga disalurkan 3000 paket sembako senilai Rp750.000.000. Sehingga total nilai bantuan adalah 2.190.000.000.

Menko Polhukam juga meminta penjelasan langsung dari Komandan Satgas Penanganan Bencana Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani.

Dari laporan bisa diketahui, untuk pemulihan aliran listrik sudah disediakan 100 genset. Untuk meningkatkan layanan kesehatan, sejumlah satuan dari TNI dan Polri menggelar rumah sakit lapangan.

“Masih akan dibantu lagi dengan kapal rumah sakit yang akan merapat ke Lombok Utara sebagai rumah sakit terapung yang akan memdukung layanan kesehatan yang ada,” kata Wiranto.

Yang tak kalah penting, satgas juga sudah menyelesaikan evakuasi terhadap lebih 2000 wisatawan asing baik dari Gili Trawangan ke Lombok kemudian ke Bali kemudian ke tempat yang mereka anggap nyaman.

“Senua proses ini sudah selesai ya. Semua wisatawan asing sudah dapat dievakuasi dengan selanat,” katanya.

Laporan Dansatgas menunjukkan, evakuasi terhadap korban gempa masih akan dilanjutkan, termasuk  evakuasi korban reruntuhan  masjid.

AYA