Mi6;  Caleg Muda Mesti Mencontoh Gaya Blusukan Zul-Rohmi

Selain penguasaan wilayah yang masif, Zul-Rohmi juga secara efektif mampu  mengemas isu dialog  kampanyenya menjadi mudah dipahami rakyat

lombokjournal.com —

MATARAM :   Momentum Pemilihan Legislatif ( Pilleg) 2019 harus dimanfaatkan secara optimal dan terukur oleh para Caleg Muda. Mereka harus bersosialisasi sekaligus memberikan pencerahan konstituennya di dapilnya msibg-masing.

Dan mereka harus menjelaskan visi, misi dan berbagai program pembangunan untuk meningkatkan minat dan atensi  warga.

Terkait itu, lembaga pengkajian sosial-politik Mi6 mengungkakan pembelajaran bagus yang bisa dipetik dari kontestasi Pilgub ntb 2018 yang baru usia.

Diungkapkan Mi6, taktik dan strategi  blusukan Zul Rohmi dapat dijadikan contoh baik, bagaimana meraih simpati rakyat dalam kontestasi pemilihan legislatif ini. Untuk itu, Caleg Muda/Pemula didorong berani terjun langsung ke basis konstituen secara familiar door to door

Demikian pernyataa pers  Mi6,  menyongsong Pemilihan Legislatif 2019 yang disampaikan Ke Media,  Kamis  (19/07)

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, kemenangan Zul Rohmi dalam Pilgub NTB 2018 merupakan anti klimaks dari kerja-kerja politik dilapangan yang mengandalkan speed dan kepiawaian melakukan penetrasi wilayah, khususnya dibasis pemilih potensial.

“Gaya blusukan Dr Zul dan Sitti Rohmi yang tetap menyapa warga secara day by day terbukti efektif meraih dukungan warga,” tambah Didu, panggilan akrab Dir Mi6.

Didu menambahkan selain penguasaan wilayah yang masif, Zul-Rohmi juga secara efektif mampu  mengemas isu dialog  kampanyenya menjadi mudah dipahami rakyat.

“Pemilih di era milineal tidak mau ruet, maka komunikasi yg dibangun harus menyesuaikan tipologi  strata sosial masyarakat diwilayah itu,” tambahnya .

“Para Caleg Muda harus pandai  membuat terobosan dan mampu mengambil hati pemilih lewat ide/gagasan yang aplikatif ,” tambah Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah yang juga Caleg Muda Propinsi NTB Dapil Lombok Selatan Partai Perindo .

Lebih jauh Lalu Athari  mengatakan kemenangan Zul Rohmi dalam Pilgub NTB merupakan suksesor  dari ketekunan Dr Zul dan Ibu Sitti Rohmi yang cerdik melihat celah/peluang ditengah Paslon lain kurang aktif menyambangi pemilih secara rutin.

“Berkat kegigihan dan semangat yang tinggi itu Zul Rohmi memenangkan Pilgub NTB di tengah ketidakpercayaan banyak pihak Zul-Rohmi bisa menang dalam Pilgub NTB ,” tambahnya.

Selain itu lanjut Athar peran media/medsos  juga penting untuk membangun pencitraan yang positif buat Caleg Muda agar publik makin friendly.

“Saat ini hampir semua warga NTB punya ponsel android dan terbiasa meng update info lewat medsos dari genggaman tangannya ,” ungkapnya .

Sementara itu dalam Pemilihan Legislatif 2019 tercatat beberapa  caleg-muda yang berlatar belakang aktifis maupun pemula  maju lewat beragam parpol,seperti Ahmad SH – Nashib Ikroman – Arif Maladi  (Nasdem), Budi Wawan – Sawaluddin Sasaki – Ale Al Khaeri (Gerindra), Wahidjan – Suhaimi – Opik  (PDIP), Syawal, Novian dan Ali Akbar ( PKS ) , HL Hadrian Irfani – Akdiansyah ( PKB), Syamsul Hadi- Andi Mardan (Demokrat).

Me




NW Pimpinan Hj Siti Raehanun Tetap Teguh Dukung Jokowi Dua Periode

Selama 4 tahun jalannya  pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi,  kepentingan  rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum

lombokjournal.com —

MATARAM :   Organisasi Nahdlatul Wathan ( NW) Anjani di bawah kepemimpinan Hj St Raihanun Zainuddin AM kembali menegaskan, akan tetap memberikan dukungan sekaligus memenangkan   Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, seperti saat mendukung Jokowi – JK  pada Pilpres 2014 silam.

Keteguhan Komitmen Organisasi NW kembali mendukung Jokowi, karena dilihat hasil pada periode sekarang ini, Presiden Jokowi mampu menjalankan pemerintahan dengan baik dengan menjunjung tinggi pemerataan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekretaris  Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum melalui siaran pers, Kamis (19/7)

Menurut Nurkholis, relationship yang baik   Jokowi dengan para ulama/pesantren terjaga dan terawat dengan baik tanpa ada permasalahan yang signifikan.

“Ini menunjukkan para ulama dan pesantren mengapresiasi dengan baik kepemimpinan  Jokowi – JK,”  ungkapnya.

Disisi lain  Nurkholis juga membeberkan, informasi saat organisasi NW menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2017 dengan  melihat usul dan saran dari perwakilan 24 Pengurus Wilayah (PW) NW se Indonesia  memutuskan untuk kembali mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kepemimpinan Jokowi perlu diperkuat dan dilanjutkan dua periode agar capaian pembangunan untuk ummat bisa berkelanjutan,” tambah Nurkholis .

Lebih lanjut Nurkholis menambahkan, selama 4 tahun jalannya  pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi,  kepentingan  rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Saya melihat presiden Jokowi bersama kabinet kerjanya sangat serius bekerja untuk ksejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sejarah Dukungan NW

Sementara itu lanjut Nurkholis, terkait  dukungan dua periode dari Gubernur NTB H Zainul Majdi kepada Presiden Jokowi yang marak dan viral diberbagai media,  dianggap sebagai hal yang wajar.

Hal ini karena Presiden Jokowi selalu mengutamakan dan memperhatikan kemajuan NTB.

“Atensi ini  terlihat dari seringnya Presiden Jokowi mengunjungi NTB, kendati pada Pilpres 2014 Jokowi JK kalah melawan  pasangan Prabowo – Hatta,” imbuhnya.

Bagi Nurkholis dukungan Gubernur NTB meskipun bersifat pribadi patut diapresiasi.

“Tidak ada yang salah terkait dukungan Gubernur NTB itu,” bebernya .

Terakhir kata Nurkholis, Ormas  NW  pimpinan  Hj Siti  Raihanun Zainuddin AM yang sah menurut UU  sesuai  SK Menkumham RI /2016 tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi.

“Sejarah mencatat bahwa  sejak Pilpres 2014, NW tetap tegak  memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi untuk tetap tampil dan memenangkan  kontestasi Pilpres 2019 nanti,” pungkasnya

Me




NW Pimpinan Hj Siti Raehanun Tetap Teguh Dukung Jokowi Dua Periode

Selama 4 tahun jalannya pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi, kepentingan rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat

lombokjournal.com —
MATARAM : Organisasi Nahdlatul Wathan ( NW) Anjani di bawah kepemimpinan Hj St Raihanun Zainuddin AM kembali menegaskan, akan tetap memberikan dukungan sekaligus memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, seperti saat mendukung Jokowi – JK pada Pilpres 2014 silam.

Keteguhan Komitmen Organisasi NW kembali mendukung Jokowi, karena dilihat hasil pada periode sekarang ini, Presiden Jokowi mampu menjalankan pemerintahan dengan baik dengan menjunjung tinggi pemerataan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NW, Nurkholis M.Hum melalui siaran pers, Kamis (19/7)

Menurut Nurkholis, relationship yang baik Jokowi dengan para ulama/pesantren terjaga dan terawat dengan baik tanpa ada permasalahan yang signifikan.

“Ini menunjukkan para ulama dan pesantren mengapresiasi dengan baik kepemimpinan Jokowi – JK,” ungkapnya.

Di sisi lain Nurkholis juga membeberkan, informasi saat organisasi NW menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2017 dengan melihat usul dan saran dari perwakilan 24 Pengurus Wilayah (PW) NW se Indonesia memutuskan untuk kembali mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kepemimpinan Jokowi perlu diperkuat dan dilanjutkan dua periode agar capaian pembangunan untuk ummat bisa berkelanjutan,” tambah Nurkholis .

Lebih lanjut Nurkholis menambahkan, selama 4 tahun jalannya pemerintahan Presiden Jokowi terus bekerja tanpa menghiraukan para pengkritiknya. Karena bagi Jokowi, kepentingan rakyat Indonesia lebih utama ketimbang mengurus hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Saya melihat presiden Jokowi bersama kabinet kerjanya sangat serius bekerja untuk ksejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sejarah Dukungan NW

Sementara itu lanjut Nurkholis, terkait dukungan dua periode dari Gubernur NTB H Zainul Majdi kepada Presiden Jokowi yang marak dan viral diberbagai media, dianggap sebagai hal yang wajar.

Hal ini karena Presiden Jokowi selalu mengutamakan dan memperhatikan kemajuan NTB.

“Atensi ini terlihat dari seringnya Presiden Jokowi mengunjungi NTB, kendati pada Pilpres 2014 Jokowi JK kalah melawan pasangan Prabowo – Hatta,” imbuhnya.

Bagi Nurkholis dukungan Gubernur NTB meskipun bersifat pribadi patut diapresiasi.

“Tidak ada yang salah terkait dukungan Gubernur NTB itu,” bebernya .

Terakhir kata Nurkholis, Ormas NW pimpinan Hj Siti Raihanun Zainuddin AM yang sah menurut UU sesuai SK Menkumham RI /2016 tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi.

“Sejarah mencatat bahwa sejak Pilpres 2014, NW tetap tegak memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi untuk tetap tampil dan memenangkan kontestasi Pilpres 2019 nanti,” pungkasnya

Me




Sekda NTB Motivasi Atlet SOIna Yang Akan Berlaga di Riau

Dari enam cabor (cabang olahraga) yang dipertandingan, ditargetkan dapat dua medali emas dari cabor atletik dan bulutangkis

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir H Rosiady H Sayuti, melepas secara resmi keberangkatan atlet SOIna NTB, Rabu (18/07), yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Tingkat Nasional (PORNAS) ke-8 Special Olympics Indonesia (SOIna), 19 – 23 Juli 2018,  di Pekanbaru Riau.

Para atlet SOIna itu sempat diberikan motivasi oleh Sekda di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur.

Kontingen PORNAS SOIna NTB berjumlah 42 orang, terdiri dari 25 atlet, 6 pelatih, 7 ofisial dan 4 orang tua pendamping.

Ke-25 atlet SOIna ini akan mengikuti enam cabang olahraga, yaitu atletik, renang, futsal, bulutangkis, tenis meja dan bocce.

“Dari enam cabor itu, kita targetkan dapat dua medali emas dari cabor atletik dan bulutangkis,” kata Ketua Kontingen SOIna NTB, M Amir.

PORNAS SOIna tahun 2018 di Pekanbaru Provinsi Riau adalah pelaksanaan ke delapan kali. PORNAS adalah kompetisi puncak dari pembinaan selama 4 tahun dan dimaksudkan untuk menyeleksi atlet-atlet SOIna yang berpotensi dan berpeluang untuk mengikuti Special Olympics World Summer Games 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

PORNAS VIII SOIna 2018 mempertandingkan 11 cabang olahraga.

Untuk diketahui, special olympics adalah sebuah gerakan global yang memberdayakan tuna grahita (disabilitas intelektual / intellectual disabilities) melalui pelatihan dan kompetisi olahraga dan telah diakui oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai satu-satunya organisasi olimpiade khusus Tuna Grahita.

SOIna (Special Olympics Indonesia )  adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tuna Grahita di Indonesia, yang memberi kesempatan bagi warga Tuna Grahita menjadi orang berguna dan produktif serta dapat diterima dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat melalui olahraga.

SOIna mempunyai misi antara lain, memberikan kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarga atlet Special Olympics lainnya dan masyarakat.

AYA

 




Mulai Juni, Yang Diizinkan Mendaki Rinjani Hanya Yang Berizin

Diharapkan, kebijakan tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pelaku pariwisata, agar tidak mengurangi minat wisatawan melakukan pendakian karena banyaknya aturan

MATARAM.lombokjournal.com —  Pihak pengelola Unesco Global Geopark (UGG) Rinjani Provinsi Nusa Tenggara Barat, terhitung sejak Juni 2018 mulai memberlakukan aturan baru pelaku jasa gaet, porter dan Trek Organizer (TO)

“Terhitung sejak 1 Juni 2018, gaet dan porter yang diizinkan naik melakukan pendakian menemani wisatawan hanya yang sudah mengantongi izin, sementara untuk umum mulai berlaku sejak 1 Mei,” kata Kepala UGG Rinjani, Sudiyono pada Lombok Journal di Mataram, Selasa (17/07)

Masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan pendakian, bisa menggunakan jasa gaet, porter dan TO yang telah berizin, karena kalau tidak mengantongi izin, tidak akan diberikan mendaki.

Sudiyono mempersilahkan gaet, porter dan TO yang belum mengantongi izin, supaya melakukan pengurusan perizinan, termasuk memperkuat organisasi. Sehingga ketika terjadi permasalahan antar mereka, bisa diselesaikan organisasi dan juga bisa menjembatani pemerintah dengan para pelaku pariwisata

“Sekarang ini baru sebagian gaet dan porter yang telah mengantongi izin, dan nantinya semua akan diinventarisir dan diberikan izin supaya pelaku pariwisata jelas,” katanya.

Aktivis pecinta lingkungan, Wina mengaku belum tahu soal kebijakan pihak pengelola Rinjani terkait keberadaan gaet, porter maupun TO saat menemani wisatawan melakukan pendakian.

Meski demikian kebijakan tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pelaku pariwisata, jangan sampai justru merugikan dan mengurangi minat wisatawan melakukan pendakian, karena banyaknya aturan.

AYA




Pemerintah Melakukan Sepuluh Inovasi Pada Musim Haji Tahun ini

Adanya konsultan ibadah dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) untuk membantu layanan kesehatan pada puncak haji, terutama saat hari pertama lontar jumrah

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah calon jamaah haji (CJH) NTB pada musim haji 2018 sebanyak 4.476 CJH.  Jumlah ini tergabung dalam 11 kelompok terbang (kloter) yang terbagi dalam dua gelombang keberangkatan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) Nasruddin menjelaskan, ribuan jamaah tersebut akan didamping 38 petugas  pemandu haji daerah (TPHD) dan 50 petugas kloter.

“Operasional penyelenggaraan haji embarkasi Lombok dibagi dua gelombang, gelombang pertam terdiri atas 8 kloter, dan gelombang kedua terdiri atas 2 kloter utuh dan 1 kloter campuran,”

Nasruddin menyampaikan, terdapat sepuluh inovasi yang dilakukan pemerintah pada musim haji tahun ini. Inovasi dimaksud, antara lain percepatan keimigrasian, di mana rekam biometrik dilakukan di embarkasi haji sehingga masa antrean di Bandara Saudi tidak lama.

Dan QR Code pada gelang jamaah yang berisi rekam data identitas bisa diakses aplikasi haji dan memudahkan petugas identifikasi jamaah yang membutuh bantuan; aspek akomodasi, penandaan khusus pada paspor dan koper hingga bumbu masakan Indonesia.

“Ada juga penambahan katering Mekah dari sebelumnya 25 kali menjadi 40 kali pada tahun ini,”

Inovasi lain, pengalihan porsi bagi jamaah yang wafat. Sebelumnya, porsi jamaah yang wafat tidak bisa digantikan dan uangnya ditarik kembali oleh ahli waris yang jika akan digunakan mendaftar ahli waris terhitung dalam antrean baru.

Musim haji kali ini, Kemenag juga sudah bisa melakukan pencetakan visa print kertas.

“Ini penting untuk mempercepat proses penyiapan dokumen keberangkatan. Kalau sebelumya kan menunggu dari kedutaan Saudi,”

Terobosan lain ialah adanya konsultan ibadah dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) untuk membantu layanan kesehatan pada puncak haji, terutama saat hari pertama lontar jumrah.

AYA




Illegal Logging Yang Tak Kenal Libur, Sebabkan Lahan Kritis Di Hutan

Jika menggunakan data tahun 2018 ini, kemungkinan akan bertambah luas lahan kritis di kawasan hutan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Sektor Lingkungan hidup (LH) dan Kehutanan masih menghadap tantangan illegal logging, salah satu penyebab terjadinya  lahan kritis di kawasan hutan di NTB.

Ada sekitar 575.645.97 hektar lahan kritis, dan sekitar 141.375.54 hektarnya berada di kawasan hutan.

Kepala Dinas LH dan Kehutanan Ir. Madani Mukarom, BScF., M.Si mengatakan, lahan kritis  yang berada di kawasan hutan itu terjadi karena adanya illegal logging yang tidak mengenal waktu libur.

“Ini (illegal logging) juga diakibatkan karena kecenderungan penurunan kualitas Lingkungan Hidup dan sampah, dan juga karena banjir,” ucapnya, Selasa (17/07)

Selain itu, data yang ada saat ini merupakan data pada tahun 2013 lalu, dan jika menggunakan pada tahun 2018 ini kemungkinan akan bertambah luas lahan kritis di kawasan hutan di NTB itu,  di antaranya akibat dari banjir.

Untuk itu, pihaknya juga telah melakukan langkah langkah yaitu dengan melakukan optimisasi pengelolaan hutan dan hasil hasilnya, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Rehabilitasi hutan dan lahan kritis juga dilaksanakan dalan bentuk vegetatif dan sipil teknjs, pada tahun 2017 jumlah penanaman sejumlah 6.395 hektar dari target 2.400 hektar dalam RPJMD.

Sedangkan langkah yang telah diambil dalam rangka perlindungan hutan, dengan melakukan MoU antara Gubernur NTB, Polda NTB, Korem 162/WB, Kejati NTB dan dua Taman Nasional.

Selain itu juga dilakukan MoU terkait dengan pengelolaan Lingkungan Hidup dan pengelolaan sampah organik.

Pada kesempatan tersebut dijelaskan pula hingga saat ini luas kawasan hutan di NTB adalah seluas 1.071.722,83 hektar, terdiri dari hutan lindung seluas 449.141,35 hektar (41,91 persen), hutan produksi seluas 448.946,08 hektar (41,89 persen) dan hutan konservasi seluas 173.636,40 hektar (16,20 persen).

AYA




Kualitas Air Di NTB Terus Menurun

Kualitas air yang terendah adalah di wilayah Kota Mataram, karena dipengaruhi oleh limbah e coli.

MATARAM.lombokjournal.com – Ini peringatan serius bagi warga NTB, dari tahun ke tahun kualitas air di wilayah NTB terus merosot.

Tentu saja penyebab tingkat kualitas air yang terus mengalami penurunan di wilayah NTB akibat terjangkit bakteri.

Peringatan kecenderungan terus menurunnya kualitas air di NTB itu disampaikan Kepala Dinas LH dan Kehutanan Ir. Madani Mukarom, BScF., M.Si, Selasa (17/07).

Penurunan kualitas terus menerus itu dirincikan, pada tahun 2014 53.50 persen, pada tahun 2015 42.46 persen,  2016  27.19 persen, lalu pada tahun  2017 33.03 persen.

“Ini trendnya menurun,” ungkap Madani Mukarom, Selasa.

Menurutnya, rata rata kualitas air di NTB sekitar  33,03  persen dari target 52 persen berdasarkan  sampel air di berbagai lokasi sungai yang diambil oleh Litbang Dinas LH dan Kehutanan.

Lalu kenapa bisa kualitas air itu terus menurun?

Penyebabnya, karena air terjangkit bakteri e coli, akibat air limbah rumah tangga dan BAB (buang air besar) yang langsung dibuang atau disalurkan ke sungai.

“Karena Itu yang harus didorong dan tugas Kabupaten Kota, maka pada tahun 2018 sudah membuat intervensi untuk meningkatkan (kualitas) lingkungan hidup,” ujarnya.

Dijelaskannya, di wilayah NTB, kualitas air yang terendah ada di wilayah Kota Mataram, karena dipengaruhi oleh limbah e coli.

Ada beberapa  faktor dari KLH untuk menilai kualitas air,  yaitu  bakteri e-coli, pengambilan sample di hulu, di tengah hingga di hilir.

“Jadi untuk meningkatkan kualitas air, maka diperlukan pengelolaan air yang lebih baik lagi,” jelas Madani Mukarom.

AYA




Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk NTB, Bulan Maret 2018

Bulan Maret 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,99 persen, artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah

MATARAM,lombokjournal.com —  Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Nusa Tenggara Barat yang diukur oleh Gini Ratio,  tercatat sebesar 0,372.

Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merilis tingkat ketimpangan pengeluaran pada Maret 2018 itu yang langsung disampaikan Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih, Senin (16/07)

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,378.” ungkap Endang Triwahyuningsih.

Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,371, Gini Ratio Maret 2018 naik sebesar 0,001 poin.

Dijelaskan Endang, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,398, mengalami penurunan 0,014 poin dibanding dengan Gini Ratio September 2017 maupun Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,413.

“Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,333 meningkat 0,010 poin dibanding Gini Ratio September 2017 dan meningkat 0,019 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,314,” terangnya

Endang menjelaskan, pada Maret 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 17,99 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,60 persen, yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 19,61 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

AYA




Kemiskinan Di NTB, Bulan Maret 2018 Berkurang 10,66 Ribu

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untuk perdesaan

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada Maret 2018 mencapai 737,46 ribu orang (14,75 persen). Jika dilihat dalam periode September 2017 – Maret 2018, jumlah penduduk miskin berkurang 10,66 ribu orang (0,30 persen).

Selama periode September 2017  Maret 2018, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 1,83 ribu orang (dari 368,55 ribu orang, pada September 2017 menjadi 370,38 ribu orang, pada Maret 2018).

Sebaliknya di daerah perdesaan penduduk miskin berkurang sebanyak 12,49 ribu orang (dari 379,57 ribu orang pada September 2017  menjadi 367,08 ribu orang pada Maret 2018).

Profil Kemiskinan di NTB itu disampaikan Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih Senin (16/07).

Endang Menyatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 16,23 persen, turun menjadi 15,94 persen pada Maret 2018. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,06 persen pada September 2017 menjadi 13,72 persen pada Maret 2018.

“Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar, dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan,” ujarnya

Endang menjelaskan, pada Maret 2018, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untuk perdesaan.

Pada periode September 2017 – Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan  maupun di perdesaan mengalami peningkatan.

Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 3,001 pada September 2017 menjadi 3,241 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 2,316 pada September 2017 menjadi 2,448 pada Maret 2018.

Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung menjauh dari Garis Kemiskinan.

Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan juga mengalami peningkatan.

Untuk perkotaan, Indeks Keparahan (P2) meningkat dari 0,762 pada September 2017 menjadi 0,905 pada Maret 2018. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,522 pada September 2017 menjadi 0,601 pada Maret 2018.

Dengan meningkatnya P2 berarti kesenjangan diantara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin melebar.

AYA