Konferensi Internasional Moderasi Islam, Kedua Kalinya Berlangsung Di Mataram

Konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017, yang  memaparkan, dan akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai

MATARAM.lombokjournal —  Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) kembali akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat untuk yang kedua kalinya.

Kegiatan yang mengambil tema Moderasi Islam dalam Perspekif Ahlussunah Wal Jamaah tersebut, akan dilaksanakan di Islamic Center NTB, Kota Mataram, tanggal  26 – 29 Juli.

Ketua pantia KIMI, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, kegiatan konferensi ini terselenggara atas kerjasama Pemprov NTB dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia.

“Nantinya ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama konfrensi ini, diantaranya adalah seminar dan diskusi tentang pemahaman Islam moderat,” katanya, saat jumpa pers di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Selasa (24/07).

Fauzan menjelaskan, tujuan diadakannya konferensi ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang sama di tahun 2017. Ia memaparkan, dalam konferensi ini akan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang mederat, toleran, ramah serta damai, seperti tercermin dalam Wasathiyyat Islam dalam rangka menangkal pahal radikalisme.

Lebih jauh dikatakan, tujuan konferensi ini akan menghadirkan konsep Wasathiyyat Islam dan implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selain itu konferensi ini mempunyai tujuan untuk mengukuhkan pandangan Ahlussunah Wal Jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagamaan,” paparnya.

Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) di NTB ini akan dihadiri oleh 400 orang, dari 21 negara, diantaranya Indonesia, Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Malaysia, Aljazair, Negeria, India, Pakistan, Rusia, Brunei Darusalam, Ukraina, Rusia, Timor Leste, Thailand serta Singapura.

AYA




Gubernur NTB: Perkokoh Sinergitas Untuk Tangkal Radikalisme & Terorisme

Radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH., M.Si menerima Silaturrahmi Sekretaris Utama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM bersama 36 Kementerian/Lembaga, di Pendopo Gubernur NTB, Senin, (23/07).

Silaturrahim tersebut digelar untuk terus menyatukan presepsi, sekaligus memperkuat hubungan kerja antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dalam hal penanganan permasalahan terorisme dan radikalisme.

Saat itu, Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan tindakan radikalisme dan terorisme dapat ditangkal atau dicegah dengan memperkokoh sinergitas, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

NTB jelas TGB, merupakan salah satu daerah dari sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki pola sinergi paling kuat dalam menyikapi fenomena radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, ia berharap silaturrahmi BNPT dengan pemerintah daerah Provinsi NTB, akan memperkokoh sinergitas antara program-program aksi pemerintah pusat dan derah, terutama dalam menghadapi fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia, termasuk apabila terjadi di NTB.

Selain itu, dukungan dari pusat melalui perangkat Negara TNI, Polri dan Binda dalam mengelola permasalahan radikalisme dan terorisme sampai saat ini di NTB berjalan dengan cukup baik.

Sebagai kepala daerah, Gubernur menyadari memiliki peran sangat penting bersama stakeholder di daerah dalam menjaga konstitusi, terutama pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Oleh karena itu tugas pemerintah daerah adalah mengutamakan hal-hal yang paling penting dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ke depan, pesan Gubernur, dalam proses penindakan terhadap paham radikalisme dan terorisme di NTB harus dilakukan sistimatis dengan melibatkan masyarakat.

Setiap penindakan harus dilakukan mitigasi dampaknya terhadap masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat yang berdampak terhadap keamanan dan ketentraman masyarakat di NTB.

Fenomena Radikalisme, baik di NTB maupun di daerah lain disebabkan oleh faktor yang cukup beragam. Maka, ketika paham radikalisme itu disebabkan oleh kesalah pahaman terhadap agama, maka yang diturunkan untuk menyelesaikannya adalah para da’I atau tokoh agama.

Kalau radikalisme tersebut disebabkan karena kurangnya tingkat kesejahteraan, maka yang diturunkan adalah TNI dan lembaga-lembaga terkait lainnya. Sedangkan kalau radikalisme tersebut disebabkan kurangnya rasa keadilan, maka penanggulangannya adalah pemerintah menghadirkan keadilan yang merata.

“NTB dengan daerah mayoritas muslim, mari kita bangun kanalisasi untuk mencegah terjadinya sentiment agama, jadikan keberagaman yang ada sebagai modal sosial yang cukup besar dalam membangun daerah,” pintanya.

Oleh karena itu, Gubernur memberikan apresiasi  kepada BNPT atas silaturrahmi dengan pemerintah daerah provinsi NTB.

Ia berharap kedepan dapat terus untuk ditingkatkan, karena dengan adanya sinergitas antara pusat dan daerah yang berjalan dengan baik, maka banyak hal permasalahn yang akan dapat didiskusikan terutama permasalahan radikalisme dan terorisme.

“Semoga silaturrahim ini mendatangkan manfaat untuk Indonesia terutama NTB khususnya dalam hal penaggulangan radikalisme dan terorisme,” harapnya.

Sementara itu, Sestama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. Asep Andang Supriyadi, ST., MM, menjelaskan tujuan dari silaturrahim dengan pemerintah daerah NTB adalah untuk memperkuat sinergitas BNPT yang telah terjalin dengan baik di NTB. Terutama dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di NTB.

Andang menjelaskan, selain NTB silaturrahmi juga akan dilakukan dengan pemerintah daerah Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini sesuai amanat dari Menkopolhukam RI untuk mensinergikan program BNPT bersama 36 kementerian lembanga untuk menyesun program aksi di masing-masing daerah yang ada.

“NTB dan Sulteng sebagai sasaran program prioritas, kami berharap dukungan pemerintah daerah agar kegiatan BNPT di Kabupaten dapat berjalan dengan baik”, jelasnya.

Ia mengungkapkan, ke depan BNPT akan membangun pos di NTB untuk melakukan koordinasi terkait program sinergitas agar singkron antar daerah dan pusat. Untuk itu, ia juga berharap dukungan dari Pemkab Bima agar mendukung kegiatan positif untuk kemudian diimplementasikan di lapangan melalui rencana aksi.

“Kami harap Bupati Bima mendukung kegiatan yang positif ini, untuk kemudian diimplementasikan dengan rencana aksi di lapangan,” harapnya.

AYA/humas ntb




Kepala OPD Diminta Fokus Bekerja

Kepala OPD juga diminta mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Senin (23/07), mengingatkan  seluruh Kepala OPD tetap fokus melaksanakan tugas.

Terutama, tugas atau program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti pembenahan infrastruktur yang menyangkut pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun irigasi.

“Kalau ada satu program yang bisa kita masukkan di sana, yaitu program untuk membenahi sarana air bersih atau irigasi, maka cukup satu itu saja. Kalau itu sudah tertangani, maka hal-hal positif, akan terbangun di sana,” tegas Gubernur.

Selain fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ada, Gubernur yang akrab dipanggi TGB (Tuan Guru Bajang) itu minta seluruh Kepala OPD untuk mencermati faktor-faktor teknis, faktor sosial, agama saat merancang dan melaksanakan program pembangunan di daerah.

Dengan memperhatikan itu, lanjut TGB, maka pelaksanaan program pembagunan bagi kesejahteraan masyarakat akan berjalan lancar dan sukses.

Termasuk tidak adanya potensi kerawanan sosial yang menyebabkan terjadinya kamandekan pembagunan, yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan.

“Termasuk memasukkan kapan itu dilaksanakan. Sehingga ada faktor kompensasinya yang dapat meringankan hal-hal yang menimbulkan kerawanan sosial,” ungkap TGB.

Ditegaskannya, Kepala OPD lah yang akan terus menjadi pelaksana program pembagunan di masa yang akan datang.

Rapim dengan agenda Realisasi keuangan dan fisik per OPD. Secara umum, Gubernur mendapat laporan bahwa realisasi keuangan sampai dengan Bulan Juni 2018, sebesar 45,83 persen, dengan proges fisik sebesar 49,42 persen.

Hal ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama dengan realisasi keuangan 40,14 persen dan progres fisik sebesar 42,48 persen.

Dalam Rapim itu hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si dan Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D.

Dalam arahannya juga, Gubernur NTB dua periode tersebut meminta Kepala OPD untuk memastikan penyelesaian seluruh kerjasama, atau kewajiban-kewajiban dengan berbagai pihak di luar pemerintah atau pihak ketiga, terhadap berbagai kegiatan dan program daerah yang telah dilaksanakan.

Sebab, pihak-pihak lain seperti media, telah memberikan kontribusi bagi terlaksananya pembangunan di NTB. Termasuk saat ini, NTB telah dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai daerah yang mengalami kemajuan pesat.

“Kita tahu bahwa kerjasama itu telah mendatangkan banyak manfaat bagi daerah, yaitu tereksposenya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi daerah, bahkan untuk bangsa,” tegas TGB.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada seluruh Kepala OPD yang telah bekerja sungguh-sungguh bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita bekerja ini untuk NTB,” pungkas Gubernur.

AYA/hms ntb




Masih Banyak Pekerjaan Rumah Di Sektor Pariwisata

Diharapkan, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi

MATARAM.lombokjournal.com – Masih banyak persoalan-persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Sektor Pariwisata yang harus segera diselesaikan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengungkapkan, meski Sektor Pariwisata tumbuh sangat signifikan bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) namun sejumlah pekerjaan rumah masih perlu menjadi perhatian bersama.

Yang menjadi sorotan pertama yaitu pembenahan tata kelola destinasi. Dicontohkan, adanya wisatawan yang tidak dapat menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Bangsal karena alasan cuaca.

Alasan cuaca buruk memang harus dipatuhi karena menyangkut keselamatan. Yang menjadi persoalan, tidak adanya kompensasi bagi wisatawan tersebut akibat pembatalan.

Pembenahan tata kelola juga dia harap dilakukan pada sejumlah Pura (tempat persembahyangan umat Hindhu, red) yang menyimpan nilai sejarah dan budaya, seperti Pura Narmada, Pura Suranadi, dan Pura Lingsar di Kabupaten Lombok Barat.

Seperti di Bali, Faozal memandang, sejumlah Pura yang ada di Lombok juga memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata.

“Namun kita lihat, apa parkirnya sudah tersedia, sentra kuliner, dan oleh-olehnya apakah sudah terpadu,” ujar Faozal saat membuka Rapat Koordinasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bertajuk “Halal Tourism sebagai Strategi Mencapai Empat Juta Wisatawan di Hotel Astoria, Mataram, NTB”, Senin (23/07).

Dinas Pariwisata NTB mencoba beberapa kali untuk membenahi tata kelola Pura, namun belum menemukan kesepakatan dengan pengelola Pura. Faozal berharap, Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten/kota juga memberikan perhatian lebih terkait penataan destinasi.

Poin kedua, terkait penguatan sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting karena faktor ini bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.

Faozal menginginkan adanya revitalisasi paket agar lebih menarik, baik dari segi atraksi maupun budget. Memang, kendala terbesar dalam pariwisata, terutama untuk Pulau Sumbawa terletak pada aspek transportasi.

“Kemarin saya tanya sama salah satu agen travel, paket dua hari tiga malam ke Sumbawa itu Rp 6 juta. Paling tinggi cost-nya pada transportasi,” lanjutnya.

Poin ketiga ialah penguatan peran seluruh sektor, baik perangkat pemerintah maupun industri wisata. Ia meminta seluruh pihak juga bersama-sama memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat di sekitar destinasi wisata dalam mendukung tata kelola destinasi.

AYA




BFI Finance Perluas Layanan Digital Melalui Tokopedia

Calon konsumen yang tertarik menjadi bagian dari keluarga besar BFI Finance mengajukan pembiayaan via Tokopedia. Anda dapat mengajukan pembiayaan untuk motor, mobil, rumah atau ruko

MATARAM.lombokjournal.com — PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperluas layanan pembiayaan melalui Tokopedia, terhitung dari April silam.

Berkat kerja sama ini, masyarakat dapat dengan mudah mengajukan pembiayaan dan konsumen melakukan angsuran pembiayaan BFI Finance melalui saluran digital yang dimiliki Tokopedia.

“Kami menggandeng Tokopedia, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, sebagai mitra bisnis strategis perusahaan, untuk memberikan layanan dan kemudahan yang lebih baik lagi bagi para konsumen BFI Finance,” ujar Sutadi, Marketing Director BFI Finance, Sabtu (21/07).

Beragam produk pembiayaan BFI Finance seperti mobil, motor dan rumah atu ruko dapat diakses oleh masyarakat, berikut dengan beragam keuntungan lain seperti promo cash back menarik dari Tokopedia.

Untuk setiap pembayaran angsuran dengan berbagai macam metode pembayaran yang memudahkan konsumen bertransaksi kapanpun dan dimanapun.

“Jumlah nominal tagihan yang muncul pun sudah sesuai dengan kewajiban konsumen sehingga tidak perlu lagi mengingat jumlah angsuran. Jadi, kami betul-betul memperhatikan bagaimana cara supaya konsumen dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan BFI Finance,” tambah Sutadi.

Calon konsumen yang tertarik menjadi bagian dari keluarga besar BFI Finance juga dapat mengajukan pembiayaan via Tokopedia. Caranya juga tak kalah mudah dari membayar angsuran. Anda dapat mengajukan pembiayaan untuk motor, mobil, rumah atau ruko.

Dari halaman depan Tokopedia, pengunjung situs dapat menemukan menu dengan kategori “Produk Digital”, lalu pilih “Pinjaman Online”.

Selanjutnya, pilih lagi box BFI Finance di antara mitra-mitra Tokopedia. Setelah masuk ke laman BFI Finance, calon konsumen akan diarahkan untuk memilih jenis pengajuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Layanan digital ini memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan solusi keuangan di seluruh nusantara, salah satunya di Kota Mataram. Selain di Mataram, BFI Finance hadir meluas hingga ke Kabupaten Sumbawa untuk Provinsi NTB.

“Pasar kami di Mataram terus tumbuh, bahkan cukup signifikan dengan pertumbuhan kontrak per 31 Maret 2018 sebesar sebelas persen. BFI Finance di Mataram sendiri telah mencatat jumlah kontrak sebanyak hampir 6.000 dan telah meraih pencapaian 99,3 persen dengan target booking untuk Mataram sekitar Rp40 miliar,” papar Sutadi.

Secara nasional, BFI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan (booking) Perusahaan sebesar Rp 4,2 triliun atau mencapai 24% dari target 2018 sebesar Rp17,2 triliun. Pencapaian pembiayaan tersebut juga lebih tinggi 31% dari periode yang sama di 2017.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di daerah-daerah.

Dari 352 outlet tersebut, empat di antaranya terdapat layanan pembiayaan syariah yang telah resmi diluncurkan oleh Perusahaan pada pertengahan triwulan I 2018 ini. Outlet tersebut kini baru berada di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38% dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non- performing financing) di angka 1 %).

AYA




Memberi Ruang Para Penyandang Difabel

Selama ini para penyandang difabel kurang mendapatkan perhatian. Dalam acara ini, Kantor Imigrasi Mataram memperkenalkan Ruang Ramah HAM

Dudy Iskandar

MATARAM.lombokjournal.com —  Sosialisasi Ramah HAM diselenggarakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram saat Car Free Day ( CFD ) di Udayana, Minggu (22/07).

Ramah HAM merupakan terobosan Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram untuk memberikan kesempatan pelayanan atau ruang pada para penyandang difabel di NTB, khususnya dalam pengurusan paspor .

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahamn kepada semua pihak tentang Ramah HAM yang ada di Kantor imigrasi Mataram, dengan melibatkan para difabel dan memberikan ruang untuk beraktivitas berkreasi di CFD,” ujar Kepala Kantor Imigrasi  Kelas I Mataram, Dudi Iskandar, minggu (22/07).

Dudi mengungkapkan, selama ini para penyandang difabel kurang mendapatkan perhatian. Sebab itu dalam acara ini, Imigrasi Mataram memperkenalkan Ruang Ramah HAM.

Yakni memprioritaskan atau memudahkan  para penyandang difabel membuat paspor. Mereka bisa mengurusnya dengan nyaman.

“Mereka (pra difabel) bisa bernyanyi dan berolahraga walaupun dalam keterbatasan. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka ini tidak mau dipandang sebelah mata. Sebab itu kita berikan Ruang di CFD ini, ” sambungnya.

Sementara itu salah satu penyandang difabel bernama Jhon “kursi roda” sangat mengharapkan perhatian pemerintah. Mereka ingin diperhatikan secara real dan merata.

“Tidak boleh ada pembatas  atau pembeda antara difabel yang satu dengan lainnya” harapnya.

Jhon berharap, yang tidak kalah penting dari sosialisasi ini yaitu para difabel juga mendapatkan pemberdayaan yang merata dalam semua bidang. Termasuk dalam mendapatkan pelayanan bagi penyandang difabel.

“Tidak hanya mengurus paspor, tapi juga yang lainnya,” tandasnya.

AYA




Dasawarsa KLU, Momentum Evaluasi Pelayanan Publik

Beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk

Parade HUT KLU ke 10

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Peringatan hari jadi Kabupaten Lombok Utara ke-10, Sabtu (21/07) 2018, dijadikan momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan pelayanan publik.

“Ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan 10 tahun KLU. Tentu banyak kekurangan-kekurangan, dan itu menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik,” kata Bupati KLU, H.Najmul Akhyar, dalam sambutannya saat upacara peringatan HUT Dasawarsa KLU, di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung, Sabtu (21/7).

Dikatakannya, berbagai raihan prestasi dan penghargaan yang telah diraih Lombok Utara selama ini, tidak terlepas dari kerjasama semua elemen yang ada, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat          hingga media.

“Kita patut bersyukur kepada Allah                                                                                 SWT, di tengah keterbatasan sebagai Semarak ibu-ibu                                                    daerah otonomi baru, yang memiliki                                                                                 kapasitas viskal yang kecil, tapi banyak prestasi yang sudah ditorehkan. Ini kado buat masyarakat KLU,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Najmul juga menyampaikan beberapa program yang sudah berjalan, mulai dari dokter desa, ambulan desa, Jubah, saber drop out, hingga saber gebuk.

Pringatan Dasawarsa KLU dihadiri Wakil Gubernur NTB. H. Moh Amin, Kepala Daerah se -NTB, Mantan bupati KLU pertama, H.Johan Sjamsu, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh adat.

Diakhir acara, masyarakat juga disuguhkan dengan berbagai hiburan, mulai dari atraksi seni bela diri pelajar asal Korea Selatan, pawai budaya dan potensi desa.

DNU




Pengundian Nasional BFI Finance,  Mengapresiasi Kepercayaan Masyarakat

Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance

MATARAM.lombokjournal.com – Pengundian nasional periode satu BFI Finance yang diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/07), merupakan ungkapan terima kasih BFI Finance kepada masyarakat yang telah memilih dan mempercayainya sebagai mitra solusi keuangannya.

Pelaksanaan pengundian itu, pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, Notaris, serta Kepolisian setempat hadir menyaksikan dan mengesahkan nama-nama konsumen dari beragam domisili di seluruh Indonesia yang keluar sebagai pemenang pengundian.

PT BFI Finance Indonesia Tbk., (BFI Finance) memanjakan konsumen setianya dengan hadiah istimewa berupa satu unit Honda CRV 7-Seater, satu unit Mitsubishi Xpander, satu unit Yamaha NMAX dan lima buah logam mulia sebesar 10 gram.

Hadiah-hadiah spesial tersebut ditujukan kepada para konsumen beruntung yang memiliki kontrak pembiayaan dari 1 Januari – 30 Juni 2018 lewat pengundian nasional program UBER Milyaran 2018 periode satu.

Acara bertema “Langkah Awal Menggapai Mimpi” ini berlangsung semarak dengan sederet hiburan dari siang hingga malam harinya. Mulai dari mengajak masyarakat bergembira sambil berolahraga zumba, talkshow bersama salah satu digital partner BFI Finance, yaitu Tokopedia.

Talkshow  membahas seputar layanan digital BFI Finance, kompetisi doodle art (seni menggambar abstrak yang tampak seperti coretan tidak beraturan), sampai penampilan dari bintang tamu Alie Band, band pop lokal Mataram, dan penyanyi Andrea Lee.

UBER Milyaran

UBER Milyaran merupakan salah satu program yang dibentuk sejak 2015, untuk mengapresiasi dan ungkapa terima kasih BFI Finance kepada masyarakat, yang memilih dan mempercayai BFI Finance sebagai mitra solusi keuangannya.

“BFI Finance berterima kasih kepada semua masyarakat di seluruh Indonesia yang telah mempercayai produk pembiayaan kami sebagai mitra solusi keuangannya. Apa yang kami berikan hari ini adalah bentuk apresiasi kami yang sebesar-besarnya bagi Anda semua,” kata Marketing Director BFI Finance, Sutadi, dalam sambutannya.

Sebelumnya, pengundian regional UBER Milyaran 2018 periode satu telah digelar di enam kota, yaitu Cirebon, Tanjung Pinang, Makassar, Jambi, Jakarta, dan Surabaya.

Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance.

“Setelah menyelenggarakan pengundian secara regional, arih ini kami melaksanakan pengundian secara nasional dengan mengikutsertakan konsumen BFI Finance di seluruh penjuru Indonesia. Kami mengundi  lebih dari 300.000 kupon undian,”Sutadi menambahkan.

UBER Milyaran 2018 ini akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2018. Mengusung konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sistem pengundian dibagi dalam dua periode, yaitu 2 kali periode regional dan 2 kali periode nasional.

“Sistem pengundian tersebut membuka kesempatan konsumen untuk menang lebih besar. Jadi, untuk masyarakat yang belum beruntung di pengundian regional, akan kami sertakan di pengundian nasional. Jika sudah menang di periode regional dan memiliki kontrak baru di bulan selanjutnya setelah pengundian, maka dapat diikutsertakan ke dalam pengundian nasional,”ujar Sutadi.

Terus bertumbuh dan berkembang, BFI Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 20 persen dari total pembiayaan di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp14,3 triliun melalui penambahan 40 jaringan baru di seluruh Indonesia.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional Perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di berbagai daerah.

Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38%

dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non-performing financing) di angka 1 persen.

Untuk Kota Mataram sendiri, perusahaan mencatat pertumbuhan kontrak sebelas persen.

AYA (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BFI Finance Hadir Setiap Saat,

Perluas Layanan Digital via Tokopedia

 

MATARAM- PT BFI Finance Indonesia Tbk., (BFI Finance) terus memanjakan konsumen setianya dengan memberikan hadiah istimewa berupa satu unit Honda CRV 7-Seater, satu unit Mitsubishi Xpander, satu unit Yamaha NMAX dan lima buah logam mulia sebesar 10 gram. Hadiah-hadiah spesial tersebut ditujukan kepada para konsumen beruntung yang memiliki kontrak pembiayaan dari 1 Januari – 30 Juni 2018 lewat pengundian nasional program UBER Milyaran 2018 periode satu.

Pengundian nasional periode satu ini diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 21 Juli. Pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, Notaris, serta Kepolisian setempat hadir menyaksikan dan mengesahkan nama-nama konsumen dari beragam domisili di seluruh Indonesia yang keluar sebagai pemenang pengundian.

Acara yang bertemakan “Langkah Awal Menggapai Mimpi” ini berlangsung semarak dengan sederet aktivitas dan hiburan dari siang hingga malam harinya. Mulai dari mengajak masyarakat bergembira sambil berolahraga zumba, talkshow bersama salah satu digital partner BFI Finance yaitu Tokopedia yang membahas seputar layanan digital BFI Finance, kompetisi doodle art (seni menggambar abstrak yang tampak seperti coretan tidak beraturan), sampai penampilan dari bintang tamu Alie Band, band pop lokal Mataram, dan penyanyi Andrea Lee.

UBER Milyaran merupakan salah satu program yang dibentuk sejak 2015 untuk mengapresiasi dan mengungkapkan terima kasih BFI Finance kepada masyarakat yang telah memilih dan mempercayai BFI Finance sebagai mitra solusi keuangannya.

“BFI Finance berterima kasih kepada semua masyarakat di seluruh Indonesia yang telah mempercayai produk pembiayaan kami sebagai mitra solusi keuangannya. Apa yang kami berikan hari ini adalah bentuk apresiasi kami yang sebesar-besarnya bagi Anda semua,” Marketing Director BFI Finance, Sutadi, menyampaikan dalam sambutannya.

Sebelumnya, pengundian regional UBER Milyaran 2018 periode satu telah digelar di enam kota, yaitu Cirebon, Tanjung Pinang, Makassar, Jambi, Jakarta, dan Surabaya. Beragam hadiah mulai dari laptop, smart TV 32 inch, AC, lemari es, kamera digital, smartphone, mesin cuci, sepeda lipat sampai dengan sepeda motor, disediakan untuk masyarakat di tiap-tiap region yang telah setia menggunakan layanan pembiayaan BFI Finance.

“Setelah menyelenggarakan pengundian secara regional, arih ini kami melaksanakan pengundian secara nasional dengan mengikutsertakan konsumen BFI Finance di seluruh penjuru Indonesia. Kami mengundi  lebih dari 300.000 kupon undian,”Sutadi menambahkan.

UBER Milyaran 2018 ini akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2018. Mengusung konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sistem pengundian  dibagi dalam dua periode, yaitu 2 kali periode regional dan 2 kali periode nasional. “Sis pengundian tersebut membuka kesempatan konsumen untuk menang lebih besar. Jadi, untuk masyarakat yang belum beruntung di pengundian regional, akan kami sertakan di pengundian nasional. Jika sudah menang di periode regional dan memiliki kontrak baru di bulan selanjutnya setelah pengundian, maka dapat diikutsertakan ke dalam pengundian nasional,”ujar Sutadi.

Terus bertumbuh dan berkembang, BFI Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 20% dari total pembiayaan di tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp14,3 triliun melalui penambahan 40 jaringan baru di seluruh Indonesia.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional Perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di berbagai daerah. Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38%  dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non-performing financing) di angka 1%.

Untuk Kota Mataram sendiri, Perusahaan mencatat pertumbuhan kontrak sebelas persen. Pertumbuhan kontrak tersebu




Rp 58 Milyar Untuk Rehabilitasi Lahan Bencana Banjir Bandang Di Bima

Bencana banjir terjadi akibat adanya penyempitan, penggundulan hutan dan pendangkalan sungai

MATARAM.lombokjournal.com —  Dari anggaran sebesar Rp 72 Miliar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB tahun 2018, sebesar Rp 58 miliar diperuntukkan bagi Kabupaten Bima dan Kota Bima.

“Dana Rp 58 Miliar itu, khusus untuk rehabilitasi lahan akibat bencana banjir bandang tahun 2017, yang merupakan hibah dari BNPB yang masuk melalui APBD masing-masing,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Muh Rum, Kamis (19/07).

Rum menjelaskan, anggaran itu untuk rehabilitasi hutan di Wawo, penanaman pohon, bangun embung kecil yang difungsikan seperti kolam penampung air dan cek dam, berfungsi menahan gerusan air.

Rum memaparkan, kalau melihat besaran anggaran dari tahun ke tahun, BPBD terus mendapatkan penambahan. Contoh tahun 2017 sebesar Rp 37,1 miliar, dan tahun 2019 bertambah signifikan Rp 72 miliar.

Dia mengaku, NTB masuk kategori indeks resiko bencana tinggi, kecuali kota Mataram. Ada 14 jenis bencana, 11 di antaranya ada di NTB. Kendati demikian, masyarakat masih bisa tersenyum karena banjir masih bisa dieliminir.

Kalau dilihat dari RPJM, leading sektor kinerja, BPBD memiliki program pembentukan desa tangguh bencana dan madrasah aman bencana Itu diperuntukkan bagi desa yang ada potensi bencana.

Adapun capaian target desa tangguh bencana dalam RPJM sebanyak 20 desa, tapi sampai tahun 2018 bisa dikatakan melampaui target sebanyak 29 desa.

Anggaran itu pun sebagian ada intervesni APBD murni ada juga inovasi NJO. Sedangkan Sekolah aman bencana target sebanyak 35 sekolah, realisasi dari APBD sebanyak 30 sekolah dan melalui NJO 6 sekolah

“NTB selalu ada bencana seperti angin puting beliung, banjir, longsor dan kekeringan. Kami ingin kurangi indeks resiko, dengan cara metigasi, ” ujarnya.

Rum menyebutkan bencana banjir terjadi akibat adanya penyempitan, penggundulan hutan dan pendangkalan sungai.  Hal itu membuatnya wajib hukumnya normalisasi sungai.  Yang jelas, akan  jadikan masyarakat NTB tangguh bencana.

“Penanggulangan bencana tidak angsih hanya pemerintah. Melainkan, ada keterlibatan dunia usaha dan masyarakat yang sudah termuat dalam logo BPBD, ” pungkasnya.

AYA

 




Dua Penumpang Pembawa Sabu Diringkus Di Bandara

Tertangkapnya Penyelundup Sabu itu, berarti 4.000 jiwa telah terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan  Narkotika Nasional  (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengamankan dua penumpang Bandara Lombok Internasional Airpot (LIA), Kamis (19/07).

Kedua penumpang tersebut terbukti membawa narkoba jenis sabu yang disembunyikan di kemaluannya

“Kedua tersangka, Endang Sri Ningsih dan Agus Mulyana diamankan di bandara LIA karena membawa narkoba yang disembunyikan di dalam perutnya dengan cara memasukan BB tersebut  melalui kemaluannya” kata Kepala BNN NTB, Imam Margono, Kamis.

Petugas Bea dan Cukai bandara LIA mengetahui menyembunyikan narkoba dari hasil pemeriksaan. Diketahui, tersangka Endang memasukkan dan menyembunyikan sabu itu dalam kemaluan sedangkan Agus memasukan barang bukti (BB) melalui dubur.

Dari pengakuan kedua tersangka, narkotika jenis sabu yang dibawa rencananya diedarkan di NTB dan sudah ada pemesan yang menunggu di bandara.

“Dalam penangkapan tersebut yang bersngkutan membawa delapan bungkusan berupa sabu-sabu, Lima bungkus tersimpan di Agus dan tiga bungkusan tersimpan di Ningsih” terang Imam.

Selain kedua tersangka, petugas BNN saat masih terus melakukan pengejaran terhadap pihak pemesan yang melarikan diri saat hendak ditangkap di bandara LIA

Ada sekitar empat orang yang berada di dalam mobil, saat pengejaran salah satunya berhasil ditembak yang saat ini masih buron.

Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan BNN untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) atau pasal 115 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan diamankannya barang bukti tersebut maka sebanyak 4.000 jiwa telah terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” pungkas Imam.

AYA