Pemda KLU Perlu Benahi Pendistribusian Air bersih Untuk Pengungsi

Permasalahan air bersih di KLU tidak hanya terjadi pada saat gempa saja. Jauh sebelum, gempa  di beberapa kawasan di Lombok Utara kesulitan mendapatkan akses air bersih apalagi jika musim kemarau tiba

lombokjournal.com — Penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara dinilai sudah berjalan dengan baik.

Distribusi bantuan kemanusiaan oleh pemerintah dan relawan untuk para pengungsi sudah merata bahkan berlebihan. Aliran listrik di sebagian wilayah sudah berjalan normal.

Ketua Umum Badan Penanggulangan Bencana ( BAGUNA) DPP PDIP , Ribka Ciptaning mengatakan itu usai melakukan peninjauan lapangan bersama Tim BAGUNA dan Pengurus DPC PDIP KLU kesejumlah titik pengungsi  Selasa (21/08)

“Namun demikian, Pemda KLU perlu segera memulihkan jaringan pipa air PDAM yang rusak. Sementara itu  management pendistribusian  pasokan air bersih di sejumlah titik konsentrasi pengungsi masih kurang maksimal,” ujar Ribka Ciptaning.

Menurut Ribka , kunjungan lapangan itu untuk  mendengar sejumlah  aspirasi para pengungsi di Pemenang , tanjung, Gangga/Bentek dan Kayangan.

Rata-rata para pengungsi mengeluhkan distribusi pasokan air bersih yang tidak merata dan tidak jelas jadwal pengirimannya.

“Jika hal ini dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut akan menjadi preseden yang tidak baik bagi proses penanganan gempa KLU ,” ungkapnya didampingi ajudan dan staf ahlinya, Ida Rappe dan Martamah.

Ribka  menambahkan, permasalahan air bersih di KLU tidak hanya terjadi pada saat gempa saja. Jauh sebelum, gempa  di beberapa kawasan di Lombok Utara kesulitan mendapatkan akses air bersih apalagi jika musim kemarau tiba.

” Pemda KLU dan stakeholder  paska tanggap darurat ini perlu  memikirkan secara serius ketersediaan jaringan pipanisasi  air bersih ke semua wilayah di Lombok Utara. Agar masyarakat mudah mengaksesnya untuk kebutuhan hidup sehari -hari,” tambahnya .

Terkait aksi Bhakti sosial BAGUNA PDIP untuk korban di Lombok, Ribka Ciptaning  menambahkan, BAGUNA Pusat menerapkan sistem rolling minimal maximal.

Dua minggu sekali masing-masing BAGUNA DPD PDIP luar NTB, ditugaskan memback up menangani korban gempa di Lombok ini dengan berbagai layanan bantuan kemanusiaan, termasuk medis maupun trauma healing .

Hari Kamis i(23/08)  tim BAGUNA dari Jawa Barat akan turun ke Lombok , setelah sebelumnya Baguna DKI membuka dapur umum di Tanjung KLU.

“Sementara BAGUNA DPD PDIP Jawa Timur masih membuka layanan dapur umum dan layanan medis di wilayah Pemenang,” kata Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dalam kunjungan ke Lombok Utara, Ribka Ciptaning yang didampingi Ketua DPC PDIP kota Mataram , I Wayan Sugiartha, menyerahkan sejumlah paket bantuan dari Baguna di sejumlah titik pengungsi untuk bisa didistribusikan kepada yang berhak.

Selain itu BAGUNA juga menyerahkan Bantuan Kemanusiaan lewat DPD PDIP NTB yang diwakili Edi Sukmono selaku penanggungjawab operasi kemanusiaan BAGUNA PDIP untuk Gempa Lombok.

“Untuk korban Gempa di pulau Sumbawa, khususnya di kecamatan Alas,  BAGUNA PDIP  secepatnya akan turun,” janji Ribka sembari menginformasikan,  Kamis (23/08) puluhan ibu-ibu dan isteri anggota DPR RI fraksi PDIP akan mengunjungi lokasi gempa dipimpin oleh Ibu Maria, isteri Sekjen PDIP, Hasto Kristianto .

Doa dari Arofah  

Rahmat Hidayat di Arofah

Terpisah Ketua DPD PDI NTB, H Rachmat Hidayat menyampaikan terima kasih atas kepedulian BAGUNA PDIP dalam membantu meringankan penderitaan warga korban gempa di Lombok.

“Masyarakat korban gempa  tentu akan mencatat dan mengingat setiap niat baik yang dilakukan Baguna ini,” katanya .

Rachmat menginformasikan Menteri Agama RI mengajak  seluruh jamaah haji Indonesia juga  jamaah sedunia untuk mendoakan Lombok-Sumbawa  terhenti gempanya dan segera pulih.

“Menteri Agama  mendoakan korban yg meninggal agar mati sahid,” kata Rachmat mengutip  khotbah Mentri Agama RI saat  Wukub di Padang Arofah.

Pemulihan Paska Gempa

Terkait pemulihan paska Gempa bumi 7 SR di Lombok Utara , Ketua DPC PDIP KLU, Raden Nuna Abriadi mengatakan,  masyarakat korban bencana di wilayah Kec Gangga dan Kayangan hal yang paling mendesak adalah ketersediaan air bersih.

“Banyaknya jaringan pipa air PDAM yg rusak untuk segera di bantu pengadaan pipa air buat  masyarakat desa.  Dan juga ada beberapa titik seperti di Selengen, Boyotan sama sekali tidak  tersedia sumber air. Untuk jangka pendek, agar Pemda  segera mengirimkan tandon tandon air untuk masarakat, dan membangun kembali tempat-tempat ibadah  yang hancur,” kata Raden Nuna .

Raden Nuna Abriadi berharap, pemda KLU segera mengadakan rakor lengkap agar persoalan masyarakat yang belum tertangani bisa segera diselesaikan. Terutama menyangkut penanganan paska gempa dan keberlanjutan distribusi logistik untuk pengungsi agar lebih merata dan adil.

Raden Nuna menghimbau, agar Kepala desa segera  berkordinasi dengan para kadus dan RT  guna meng update data  dan informasi pengungsi , dan lain-lain.

“Untuk  masyarakat korban gempa  harus tetap kompak dan bersatu,  jangan mudah terpecah belah,  masyarakat harus bangkit dan memotivasi diri untuk bangun,  kuat menghadapi semua persoalan ini,” pungkasnya .

Me




Musibah Jangan Mengurangi Rasa Syukur

Berkah orang-orang yang diberi ujian, merupakan sebuah pertanda, Allah sedang menggugurkan dosa-dosa yang diperbuat

LOMBOK BARAT.lombokjournal  —   Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak dan mengimbau masyarakat  agar tak larut dalam kesedihan.

Meski pada hari raya Idul Adha tahun ini, masyarakat NTB tengah diberi ujian Allah SWT musibah gempa bumi, namun diajak sabar dan menerimanya dengan keimanan.

Pesan itu disampaikan  Gubernur saat menjadi Khotib sholat Idul Adha 1439 H ber4sama pengungsi di  Dusun Sumur Pandai, Desa Sesait Kec. Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (22/08).

Gubernur menggelar sholat Ied bersama para korban terdampak gempa, sekaligus menyampaikan pesan dan motivasi kepada masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa  Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan.

Sebaliknya, masyarakat justru menjadikan musibah untuk mengambil hikmah  dan berkah yang Allah  ingin sampaikan.

Bahkan musibah gempa bumi ini tak boleh mengurangi rasa syukur kepada Allah SWT.

“Sabar merupakan cara terbaik menerimanya dengan sepenuh-penuh keimanan kepada Allah SWT,” jelas Gubernur TGB di hadapan ribuan jamaah sholat yang hadir.

TGB juga menjelaskan berkah orang-orang yang diberi ujian, merupakan sebuah pertanda, Allah sedang menggugurkan dosa-dosa yang diperbuat.

Berkah selanjutnya dari musibah adalah dilipatgandakannya kebaikan-kebaikan yang dilakukan manusia.

Bisa saja sholat, istighfar atau kebaikan yang dilakukan itu sama dengan orang lain. Namun bila itu  dilakukan saat ditimpa musibah dan ujian Allah SWT, akan dilipatgandakan dengan pahala yang berbeda dengan yang lain.

Kata Gubernur, bolehlah kita bersedih, namun, segera kesedihan sesuai dengan sikap yang diajarkan  Rasulullah SAW.  “Yaitu mengembalikan semua yang terjadi ini kepada Allah SWT,”  pesan Gubernur.

Usai sholat, Gubernur menyerahkan hewan kurban 1 ekor sapi dari presiden,1 ekor sapi dan 20 ekor kambing dari Gubernur NTB.

AYA/Hms NTB

 




Jelajah Lombok, intens Adakan Trauma Healing Korban Gempa

Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games, lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya

MATARAM.lombokjournal.com — Komunitas Jelajah Lombok melakukan trauma healing kepada korban gempa di Lombok , Nusa Tenggara Barat pada setiap akhir pekan. Kegiatan ini dinilai sangat perlu untuk membantu memulihkan kondisi trauma warga setelah peristiwa gempa 7,0 SR sejak 5 Agustus lalu.

Dengan puluhan relawan yang bergabung dalam trauma healing tersebut, Jelajah Lombok melakukan kegiatan Edukasi ,Pendistribusian  logistik dan play teraphy, untuk anak anak korban Gempa .

Menurut koordinator lapangan trauma healing, Lalu Sabdi mengatakan , Jelajah Lombok membuka Donasi dan relawan untuk bergabung dalam kegiatan ini”ada sekitar 15 relawan yang sudah bergabung dan mengikuti kegiatan trauma healing di beberapa tempat di KLU dan Lombok Barat”.

Khusus untuk anak – anak korban gempa, Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games,lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya. Dengan tujuan utamanya agar anak anak dapat menemukan kembali keceriaan.

“kita akan terus melakukan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan partisipasi   nyata dalam membantu sesama,” katanya.

Disisi lain. Komunitas Jelajah  terus membuka Donasi dan partisipasi untuk relawan yang ingin bergabung hingga beberapa bulan kedepan.

AYA (*)




Mensos Dampingi Wapres Bertolak ke Lombok

Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Bencana gempa bumi yang berlanjut dengan penderitaam warga Lombok dan Mataram yang kembali diguncangan gempa  berkekuatan 7 skala Richter, Minggu (19/08/2018) lalu, mengundang keprihatinan mendalam pemerintah.

Ungkapan empati  serta untuk memberikan dukungan moril kepada korban terdampak gempa, Menteri Sosial Idrus Marham kembali bertolak menuju Lombok, Selasa (21/08/2018) pagi.

Dalam kunjungan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, dan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Mensos dan Wapres dijdwalkan akan menggelar rapat koordinasi rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.

Setelah itu, Mensos juga diagendakan akan menyapa pengungsi  di Lombok Barat dan Lombok Utara. Di Lombok Barat, Mensos dan rombongan akan menyapa pengungsi di lokasi pengungsian Dusun Kakait, Kampung Bandung, Kecamatan Gunumgsari, Kabupaten Lombok Barat.

Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk meringankan beban para korban, Mensos juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi korban yang meninggal. Untuk membantu penanganan dampak bencana, Mensos juga menyerahkan mobil truk serbaguna.

Menjelang siang, Mensos dan rombongan bergerak menuju lapangan Menggala, Kecamatan Pemenang, untuk meninjau layanan dapur umum.  Di sini, Mensos juga dijadwalkan menuju lokasi pendistribusian santunan ahli waris dan menyaksikan proses pencairan PKH di kantor Kecamatan Pemenang.

Mensos dijadwalkan masih akan berada di NTB sampai besok, Rabu (22/08). Besok, Mensos giliran akan menyapa para pengungsi di Lombok Utara.

Kegiatan Mensos direncanakan akan diawali dengan merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan sholat Ied bersama masyarakat di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

AYA




Tim Medis BAGUNA PDIP Beri Layanan Kesehatan Secara Berkala

BAGUNA PDIP DPP kembali  buka dapur umum di Pemenang, Lombok Utara

pengobatan berkala

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Sampai saat ini Badan Penanggulangan Bencana ( Baguna) PDIP tetap memberikan layanan kesehatan secara berkala kepada masyarakat korban gempa, baik di Lombok Utara , Lombok Barat maupun di Lombok Timur .

Ketua Tim Tanggap Darurat Baguna DPP PDIP , Dewi Kencana mengatakan, metode layanan kesehatan yang dilakukan BAGUNA dengan cara jemput bola, yakni mendatangi konsentrasi camp pengungsi , khususnya di titik pengungsi yang medannya sulit terjangkau.

“Agar masyarakat korban gempa yang belum tersentuh tersebut bisa mudah dicek kondisi kesehatan maupun psykologinya oleh Tim Medis BAGUNA PDIP,” ungkap Dewi Kencana di kantor DPD PDIP, Senin  (20/08)

Selain memberikan layanan kesehatan secara terpadu, Tim BAGUNA PDIP membuka dapur umum lagi, yakni di wilayah Desa Pemenang Lombok barat. Dapur Umum BAGUNA di Pemenang dilengkapi dengan tim medis yang dipimpin oleh dr Bayu dari BAGUNA DPD PDIP Jawa Timur.

“Motto Baguna Tertawa dan Menangis bersama Rakyat inilah yang menjadi spirit Baguna untuk tetap mendampingi korban gempa, dengan cara bergotong royong meringankan penderitaan antar sesama ,” tukas Dewi Kencana yang didampingi tim dokter Baguna , dr Riyo Kristian Utomo, MH.Kes, CH. dr Edi Faizar dan dr Louis .

Dewi Kencana menginformasikan selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Gempa di Lombok  akan melaporkan semua pekerjaan selama menangani korban gempa  kepada Ketua Baguna DPP PDIP yakni ibu Ciptaning termasuk need assessment yang perlu selanjutnya.

“Nanti DPP PDIP akan melakukan evaluasi dan kajian dengan melihat perkembangan dilapangan tentunya,” ucapnya .

Menurut Dewi Kencana, bhakti sosial yang dilakukan PDIP ini semata-mata karena panggilan moral dan kemanusiaan dengan luasnya dampak kerusakan yang ditimbulkannya Gempa di KLU.

“PDIP sebagai satu satunya Parpol yang memiliki Tim tanggap bencana langsung menerjunkan Baguna untuk menangani korban gempa sejak gempa pertama di Lombok Timur tanggal 29 Juli silam,” bebernya

Penyakit Menular

Terpisah Tim Dokter BAGUNA,  dr Riyo Kristian Utomo menambahkan, saat ini di tenda pengungsian rata-rata terjangkit ISPA , diare , Asma/Alergi , Hipertensi/Hipotensi. Kondisi ini dipicu oleh lingkungan maupun pola konsumsi selama di tenda pengungsian.

“Faktor cuaca dan daya tubuh  juga berpengaruh terhadap ketahanan kesehatan para pengungsi,” ujar dokter muda yang juga salah satu putera dari Ketua Baguna PDIP,’ kata  Ciptaning .

Dokter Ahli Hypnotherapy ini  menambahkan,  kondisi ketahanan tubuh masing-masing juga berbeda ketika hidup didalam tenda pengungsian.

Hal ini terkait dengan perbedaan daya imunitas pengungsi , termasuk faktor lain juga berpengaruh yakni psykologis,  pikiran , dll bisa memicu munculnya gangguan kesehatan selama di pengungsian.

“Secara umum anak -anak dan balita yang sangat rentan terserang penyakit jika hidup terlalu lama di pengungsian . Belum lagi kondisi sanitasi lingkungan pengungsi yg tidak higienis makin memicu timbulnya penyakit menular ,” ungkapnya.

Tim Medis BAGUNA PDIP , lanjut dr Riyo Kristian Utomo sudah berupaya secara maksimal memberikan layanan medis ke puluhan titik pengungsi berminggu-minggu tanpa kenal lelah,  termasuk membantu evakuasi korban gempa.

“Tim Medis BAGUNA satu paket selain membantu pasien , trauma healing juga membagikan dropping ratusan  nasi bungkus kesetiap titik pengungsi ,” kata dr Riyo

Selanjutnya Riyo Kristian Utomo mengatakan setiap tim medis BAGUNA PDIP kelapangan tetap melapor terlebih dahulu  kegiatannya di puskesmas terdekat untuk berkoordinasi.

“Ini untuk mengantisipasi apabila ada pasien yg dilapangan dirujuk lebih lanjut penanganannya baik di puskesmas atau RS lainnya,” tukasnya

Terakhir sebagai kader ideologi PDIP , dr Riyo menambahkan, bhakti sosial yang dilakukan Baguna  ini tidak memiliki motif politik apapun selain faktor kemanusiaan dan persaudaraan semata.

“BAGUNA PDIP akan tetap hadir memberikan bantuan kemanusiaan dimana pun dan kapan pun bencana itu terjadi di wilayah NKRI sesuai arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri , yakni menangis  tertawa bersama rakyat ,” ungkapnya .

Sementara itu Bendahara DPD PDIP NTB , Edi Sukmono memastikan, BAGUNA tetap akan beroperasi di wilayah yang terdampak gempa meskipun tanggap darurat dari pemerintah berakhir.

Hal ini terkait dengan masih adanya titik-titik pengungsi yang kurang maksimal mendapatkan bantuan kemanusiaan.

“Dapur Umum Baguna di kantor DPD PDIP NTB hingga hari ini  (Selasa (21/8) tetap melakukan droping nasi bungkus rata-rata 2000 per hari , khusus utk pengungsi di wilayah Lombok Barat ,” pungkasnya.

Me




Jusuf Kalla Janji Bangun Sekolah Dan Rumah Tahan Gempa

Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla (JK) didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa, (21/08).

Turut dalam rombongan, Menteri PUPR, Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan RI.  JK menyapa anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Dihadapan para anak-anak yang rata-rata masih sekolah itu, orang nomor dua di Indonesia itu berjanji akan segera membangun sekolah dan rumah warga yang rusak akibat gempa 7 SR yang melanda Lombok, NTB.

JK menegaskan, fasilitas sekolah merupakan sarana yang paling utama harus dibangun, agar anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa di sekolah, tidak belajar di dalam tenda lagi.

“Pemerintah melalui Menteri Pendidikan akan segera membangun sekolah, agar anak-anak bisa belajar lagi dengan baik dan nyaman di sekolah,” kata JK.

Sedangkan terkait dengan rekonstruksi rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan, JK berjanji akan membantu masyarakat.

“Dalam proses pembangunan nanti Kemeterian PU akan memberikan pelatihan kepada masyarakat, bagaimana membangun rumah tahan gempa sampai kekuatan 9 SR,” ungkapnya.

Terkait dengan status gempa, wapres mengatakan, status gempa di NTB walaupun tidak berstatus nasional, namun sesungguhnya penanganannya sudah berskala nasional.

Bagi Wapres tidak ditetapkannya bencana gempa lombok sebagai skala nasional, karena pemerintah daerah dan pusat masih mampu menangani dampak dari gempa bumi di NTB.

“Status bencana nasional itu apabila pemerintah tidak bisa berbuat apa apa, sehingga bantuan dari luar negeri kita butuhkan, kalau kita masih mampu tidak perlu jadi bencana nasional,” terang JK.

Dalam kesempatan kunjungan di lokasi pengungsian tersebut, Wapres juga menyerahkan dana santunan bagi keluarga yang meninggal dunia masing-masing sebesar Rp. 15 juta.

Selain itu, bantuan satu unit kendaraan Truk dari Kementerian sosial, diterima langsung Gubernur NTB sebagai kendaraan operasional untuk distribusi bantuan bagi para korban gempa yang berada di tempat-tempat terpencil yang tidak bisa dijangkau.

Di akhir sambutannya Wapres memberikan motivasi bagi semua korban gempa untuk tetap semangat dalam membagun kembali ekonomi menuju kehidupan yang lebih baik.

“Lombok, bangun kembali,” kata JK memberi semangat.

AYA/hms NTB




Mendikbud Muhajir Efendi Minta Ibu-ibu Dorong Anaknya Kembali Belajar

Tenda-tenda kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah, bila halaman sekolah juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com  — Para orang tua korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Diminta mendorong anak-anaknya agar  tetap belajar meski dalam kondisi yang serba sulit.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendi menyampaikan itu saat mengunjungi warga di pengungsian Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (21/08).

“Ibu-ibu, kerasan tinggal di tenda?” tanya Muhajir kepada warga di pengungsian Kekait. Sontak ibu-ibu dan warga di pengungsian menjawab tidak.

“Berarti harus segera bangun rumah yah,” lanjut Muhajir.

Khusus untuk para pelajar yang berada di pengungsian, ia meminta tetap belajar meski sekolah-sekolah yang ada sudah rusak. Kemendikbud, akan terus melakukan pemasangan tenda untuk kegiatan belajar mengajar.

Muhajir mengatakan, hingga saat ini Kemendikbud telah memasang 30 tenda untuk kegiatan belajar mengajar di pengungsian. Rencananya, 50 tenda lainnya akan segera menyusul.

Nantinya, tenda-tenda untuk kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah. Namun, bagi sekolah yang halamannya juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian.

“Saya mohon putra putri didorong belajar, tidak boleh berhenti belajar dalam keadaan apa pun, kalau terlalu lama berhenti belajar nanti kembali sekolahnya susah. Kita juga akan mengirim guru-guru konsultasi trauma dan guru untuk bimbingan kegiatan belajar mengajar,” jelas Muhajir.

AYA




Bantuan Pakan Ternak Untuk Ternak, Bukan Untuk Dikonsumsi Korban Gempa

Kementan melalui Ditjen PKH memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Utara meluruskan dugaan sejumlah pengungsi, yang menduga bantuan pakan ternak diperuntukkan para pengungsi korban gempa.

Hal itu terkait viralnya penolakan sejumlah pengungsi korban gempa bumi yang mendapatkan bantuan pakan ternak yang disampaikan relawan Jokowi.

Tim dari Disnak KLU pun langsung terjun ke lapangan dan bertemu dengan sejumlah pengungsi yang mendapatkan bantuan ternak tersebut.

Kepala  Bidang Peternakan KLU, Adi Wibawa mengatakan, pakan ternak tersebut bukan berasal dari relawan Jokowi melainkan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

Kementan melalui Ditjen PKH, ujar Adi, pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Posko Peduli Gempa NTB. Dan memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan.

Bahkan untuk mempercepat penerimaan bantuan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Tim Aksi Peduli Gempa yang terdiri dari Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Provinsi Bali, Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Tim tersebut telah bertugas di lapangan sejak terbentuk pada 5 Agustus 2018, sampai dengan saat ini.

Adi membantah bila bantuan pakan ternak tersebut untuk di konsumsi pengungsi korban gempa, dan disalurkan oleh relawan Jokowi. Ia menegaskan, bantuan tersebut murni sebagai kepedulian terhadap peternak.

“Tidak benar kalau bantuan ini oleh relawan Jokowi. Ini dari kementerian. Sebagai daerah penghasil sapi dan daerah peternakan, bantuan ini untuk mensuplai kebutuhan pakan ternak bukan untuk di konsumsi masyarakat,” ujar Adi.

Minta maaf

Bandi korban gempa yang memberikan keterangan pada video tersebut mengaku, tidak mengetahui bantuan tersebut berasal dari kementerian.

Iapun meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah dituding tidak memperhatikan pengungsi dengan memberi pakan ternak.

“Saya tidak tahu kalau ini bantuan khusus untuk peternak, saya kira kita dikasi pakan untuk di konsumsi, saya pribadi minta maaf kepada bapak presiden Jokowi atas ketidaktahuan saya,” ujarnya menyesal.

Bantuan pakan ternak dan obat obatan ini di berikan kepada kelompok tani ternak di empat kecamatan diKabupaten Lombok Utara (KLU) yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di 3 Kecamatan, yaitu Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.

Ada 9 Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa antara lain:

  1. KTT Sri Datu dengan jumlah sapi sebanyak 295 ekor;
  2. KTT Mekar Sari dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor;
  3. KTT Baru Sadar + Pade Angen dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  4. KTT Makmur Jaya dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  5. KTT Pade Angen dengan jumlah ternaknya 300 ekor;
  6. KTT Bina Karya jumlah ternaknya 300 ekor;
  7. KTT Maju Sejahtera jumlah ternakya 70 ekor;
  8. KTT Tanjung Tilah dengan jumlah ternak sebanyak 50 ekor;
  9. KTT Telaga Gedong jumlah ternaknya sebanyak 50 ekor.

 

AYA (*)




Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur, Tak Ada Penyeberangan

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalaman 10 km, Minggu  (19/08) pukul 22:56 Wita, Pelabuhan penyeberangan laut Kayangan di Lombok Timur mengalami rusak berat.

Kurang 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara 5.0 hingga 5.8 SR. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski dapat dirasakan kuat getarannya di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian.

“Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan akibatnya tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melalusi rilisnya ke media, Senin (20/08) pagi.

Budi Setiyadi menyatakan, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak, sementara lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan, jelas Budi mengenai kondisi terkini di Pelabuhan Kayangan.

“Oleh karena itu sejak gempa terjadi tadi malam tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” kata Budi.

Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano. Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, maka kondisi terkini pelabuhan  akan tetap dipantau.

“Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali,” tutup Dirjen Budi sembari berharap kondisi di Pelabuhan Kayangan maupun lokasi terdampak gempa lainnya segera pulih dan membaik.

HS/PTR.




Merasa Didzolimi, Khairudin Adukan Anggota Bawaslu RI ke DKPP

Kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu

Khairudin M. Ali

lombokjournal.com —

KOTA BIMA ;   Keputusan Bawaslu RI terkait hasil akhir seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB, dipersoalkan.

Pasalnya, sejumlah peserta dengan ranking tertinggi hasil kerja panjang Tim Seleksi, tidak diluluskan  oleh Bawaslu RI.Salah satu peserta yang mempersoalkan itu adalah Khairudin M. Ali, calon anggota Bawaslu Kota Bima.

Dia mengaku heran dengan keputusan akhir Bawaslu setelah mereka melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test aatu FPT),  pada 9 dan 10 Agustus 2018 lalu.

‘’Kok bisa, kami dengan ranking tertinggi di sejumlah Kabupaten Kota di NTB, dibuang begitu saja,’’ ujarnya dengan nada heran, Minggu (19/08).

Khairudin menyebutkan, hasil itu diperoleh dengan susah payah setelah mengikuti proses seleksi selama hampir sebulan. Hasil akhir kerja Tim seleksi sama sekali tidak menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menentukan kelulusan calon.

“Satu-satunya kewenangan mereka adalah dengan melakukan fit and proper test. Awalnya saya berpikir akan dilakukan wawancara mendalam, untuk menggali kapasitas, pengetahuan, kepatuta , serta kelayakan seseorang untuk bisa menjadi anggota Bawaslu. Eh tahunya Cuma menonton kami yang disuruh berdiskusi. Apa yang mereka bisa simpulkan dari diskusi semacam? Ini hanya akal-akalan Bawaslu saja,’’ protesnya.

Khairudin mengaku, awalnya tidak ingin mengikuti seleksi calon anggota Bawaslu, karena pada seleksi tahun 2017 lalu juga mengaku diperlakukan tidak adil.

“Saat itu saya tidak protes. Karena saya pikir mungkin saya belum diberikan kesempatan untuk menjadi pengawas Pemilu. Tetapi pada seleksi kali ini, sejumlah peserta lain di Kota Bima datang ke rumah saya untuk mengajak saya ikut lagi. Alasannya, karena mereka belum memiliki rasa percaya diri untuk menjadi anggota bawaslu dengan kewenangan yang demikian besar. Supaya ada yang bisa diandalkan,’’ kata Khairudin.

Ditambahkan, selain mengajak, mereka juga meyakinkan bahwa proses seleksi kali ini lebih transparan karena menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Ujian tertulis dengan model online menggunakan komputer itu, memungkinkan setiap peserta langsung mengetahui nilainya begitu selesai tes dan menutup program  CAT.

‘’Alhamdulillah nilai CAT saya 60 dan itu ranking 4 se NTB. Saya berpikir nilai itu rendah, tetapi ternyata nilai CAT rata-rata peserta seleksi calon anggota Bawaslu se Indonesia rata-rata antara 47. Sedikit sekali yang nilainya di atas 50,’’ tambahnya.

Herannya, kata Khairudin, nilai CAT, Psikotest, Tes Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta wawancara oleh Tim seleksi yang menempatkannya padan ranking 1, tidak sedikit pun menjadi bahan pertimbangan Bawaslu untuk menentukan kelulusan seseorang calon.

‘’Bawaslu dengan sewenang-wenang menentukan kelulusan seseorang dengan cara yang dzalim, tidak jujur, tidak terbuka, tidak memiliki standar penilaian yang jelas, serta tidak profesional,’’ ujarnya.

Selain itu, Khairudin juga mempertanyakan dasar hukum Baswaslu memperlakukan beda dan berperilaku diskriminatif antara peserta yang baru ikut seleksi dengan anggota Panwaslu yang sedang bertugas.

Padahal katanya, tidak ada dasar hukum untuk tindakan berbeda itu, selain hanya tidak dilakukan wawancara oleh Tim seleksi.

‘’Mereka itu bukan Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun tahun 2017. Petahana yang dimaksud adalah Bawaslu, bukan Panwaslu. Harus mereka diperlakukan sama dan tetap dibuka seluruh hasil CAT, Psikotest, Res Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta tes lainnya. Konyol benar Bawaslu ini,’’ sesalnya.

Khairudin menghargai kerja Tim Seleksi yang telah profesional dalam penilaian. Karena diakuinya bagi calon yang jatuh pada nilai ujian tertentu, rankingnya langsung dikoreksi. Ini menunjukan bahwa Tim Seleksi sudah bekerja baik.

‘’Tetapi mengapa Bawaslu dengan seenaknya saja tidak mehargai kerja Tim Seleksi? Panwaslu lama hampir semua dipertahankan. Ini benar-benar-tidak mencerminkan prinsip Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,’’ jelas mantan Ketua panwaslu Kota Bima ini.

Mantan Ketua PWI Bima dua periode ini mengaku, aduan yang dilayangkan ke DKPP, untuk menguji prinsip Penyelenggara Pemilu. Apakah mereka sudah melanggar atau tidak.

Karena kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.

“Ini yang mau saya uji di sidang DKPP. Saya akan menghadapi sendirian kesombongan Bawaslu ini,’’ tegas mantan Redaktur Lombok Lombok Post ini.

Ditanya diskusi seperti apa saat fit ad proper test oleh Bawaslu NTB, dia mengatakan tidak ada yang luar biasa.

‘’Saya sendiri mendapat lot dengan pertanyaan soal Caleg Korupto. Saya kemudian menulis di atas kertas dalam waktu tujuh menit. Dan bahan ini kemudian didiskusikan saat saya menjadi moderator. Dalam pemaparan saya, terkait Caleg Koruptor, sebagaimana yang dilarang oleh PKPU Nomor 20 tahun 2018, tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak boleh Peraturan KPU bertentangan dengan Undang-Undang di atasnya yaitu Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bagaimana mungkin  hak politik seseorang dihapus oleh PKPU? Jika karena semangat ingin memberantas korupsi, yang harus dilakukan oleh KPU adalah mengusulkan agar hal itu diatur dalam Undang-Undang,’’ ujarnya.

Menurut Khairudin, pendapatnya itu sejalan dengan hasil putusan sengketa adjudikasi yang diajukan caleg yang dicoret KPU ke Bawaslu di sejumlah daerah. Bahkan anggota Bawaslu RI Fritz Edward pada saat diwawancara CNN Indonesia, sejalan dengan sikap dan pandangan dirinya.

‘’Lalu di sisi mana hasil fit and proper test sebagai alasan bagi Bawaslu untuk mencoret saya dan mempertahankan dua anggota Panwaslu lama? Bagian mana juga kehebatan calon dengan dua jenjang di bawah saya, kemudian diluluskan oleh Bawaslu. Mereka harus buka ini semua. Kalau tidak dibuka, jelas melanggar prinsip Terbuka sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP maupun Undang-Undang,’’ jelasnya.

Dia juga mengaku mendapat banyak dukungan dati peserta yang tidak lolos. Namun diakuinya, tidak ingin melibatkan mereka dalam masalah ini, Tetapi jika ingin mengadukan juga atau ingin menjadin pihak terkait, Khairudin tidak keberatan.

‘’Ada anggota Timsel yang menghubungi saya dan meminta maaf atas hasil akhir di luar kewenangannya itu. Ini tidak profesional, Ketau dan Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu NTB harus bertanggungjawab,’’ katanya.

Me  (*)