Meski Terdampak Gempa, ASN Diminta Tetap Layani Masyarakat

Dijaminan pelayanan administrasi seperti pembuatan KTP dan kartu keluarga (KK) yang hilang akibat gempa akan mendapat pelayanan yang cepat dan tidak ribet. Akte kelahiran juga langsung diberikan saat itu juga

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta para aparatur sipil negara (ASN) di wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski dalam sarana yang terbatas.

Tjahjo maklum jika banyak kantor pemerintahan di NTB yang rusak akibat gempa. Demikian para ASN yang rumahnya rusak sehingga tinggal di pos pengungsian.

“Kemarin ada satu minggu (pelayanan tak berjalan) wajar, karena banyak pegawai kena musibah,”ujarnya Selasa (28/08)

Namun, Tjahjo mengapresiasi para ASN dan perangkat daerah terdampak yang sudah mulai aktif kembali, meski di tenda-tenda darurat yang dibangun di halaman kantor.

“Minimal ada dua orang (PNS) pokoknya jalan terus. Pokoknya urusan administrasi tidak terlaku ribet lah, (tetap) melayani warga walaupun tenda seperti ini harus kerja terus, tetap kerja walau di tenda,” katanya.

Ia memberikan jaminan pelayanan administrasi seperti pembuatan KTP dan kartu keluarga (KK) yang hilang akibat gempa akan mendapat pelayanan yang cepat dan tidak ribet. Akte kelahiran juga langsung diberikan saat itu juga.

“Pokoknya urusan untuk warga harus tubtas selesai,” tegas Mendagri.

Mengenai perbaikan infrastruktur pemerintahan yang rusak akibat gempa, Mendagri masih terus melakukan inventarisasi. Ia meminta adanya kantor desa darurat yang dibuat sementara waktu untuk melayani kebutuhan warga.

“Untuk perbaikan kantor-kantor lainnya kita lihat dulu apakah dipindah atau tidak, jangan sampai seperti Aceh bangun baru, ada gempa lagi, bongkar lagi. Kita masih inventarisir, arahan presiden percepat, nah untuk itu perlu diratakan dulu (pembersihan puing),” jeasnya.

Kemendagri juga telah menyerahkan bantuan senilai Rp 3,3 miliar untuk perbaikan 66 kantor desa di NTB yang rusak akibat gempa.

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengatakan, mekanisme bantuan ini akan diberikan kepada kantor desa dengan dampak terparah.

“Bantuan stimulan untuk 66 desa, berarti per 50 juta (per desa) untuk rehabilitasi kantor desa yang rusak, 66 kantor desa paling parah apakah itu di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur,  atau mungkin di Sumbawa,” katanya.

AYA/hms




Bantuan 700 Juta Dana Gotong Royong Staf Kemendagri, Untuk Korban Gempa Lombok

Saat pertama kali gempa mengguncang NTB,  Mendagri memerintahkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengerahkan para praja sekolah pamong kampus NTB, membantu proses penanganan korban bencana

MATARAM.lombokjournal.com — Kepedulian seluruh staf Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada korban bencana gempa bumi di NTB patut diacungi jempol. Dari hasil Gotong Royong para staf terkumpul dana sebesar Rp 700 Juta.

Dana ini akan diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo kepada korban gempa di Lombok, Senin (27/8) besok.

“Akan diserahkan bantuan dana sumbangan dari staf Kemendagri dan BNPP sebesar  700 juta rupiah yang akan  diserahkan kepada Gubernur NTB,” kata Mendagri dalam keterangan persnya,

Tak hanya menyerahkan bantuan dana tunai. Mendagri dalam kunjungan kerjanya juga membawa bantuan rehab bagi 66 kantor desa yang rusak karena gempa.

Rencananya menurut Menteri Tjaho, ia dan rombongan akan datang ke NTB pada hari Senin, 27 Agustus 2018.

Kedatangannya ke NTB, selain akan memberikan langsung bantuan rehabilitasi bagi puluhan kantor desa yang rusak, juga bakal menyerahkan bantuan dana bagi korban gempa. Selain iitu juga akan diserahkan juga bantuan berupa tenda.

“Besok, rombongan Kemendagri akan ke NTB membawa bantuan rehab bagi 66 kantor desa dan tenda serta uang dari staf Kemendagri dan BNPP,” kata mantan Sekretaris Jenderal PDIP ini.

Tjahjo juga mengungkapkan, saat pertama kali gempa mengguncang NTB, ia sebagai Mendagri langsung memerintahkan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mengerahkan para praja sekolah pamong kampus NTB, membantu proses penanganan korban bencana.

Tahap pertama, telah dikirim 200 praja ke wilayah yang terkena sama gempa. Tidak hanya itu, pihaknya juga langsung mengirimkan bantuan berupa makanan dan minuman.

“Setelah gempa pertama terjadi, kami langsung mengerahkan 200 praja IPDN. Mereka langsung terjun ke lapangan membantu masyarakat yang terkena musibah dan  juga diberikan bantuan makanan minuman,” ujarnya.

AYA/hms




Deklarasi “NTB Bangun Kembali”, Gubernur NTB Ajak Kokohkan Kebersamaan Dan Persaudaraan

Seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, diajak berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah

Dr. TGH. M. Zainul Majdi

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —  Berakhirnya masa tanggap darurat 25 Agustus 2018, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendeklarasikan “NTB Bangun Kembali” dengan memimpin apel di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin, (27/08).

Peserta apel terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN, Mahasiswa, BNPB, dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara.

Gubernur selaku inspektur apel mengatakan di hadapan peserta, sebaik-sebaik modal untuk membangun daerah kembali pasca musibah gempa bumi adalah kebersamaan. Sedangkan sekokoh-kokohnya pondasi untuk membangun adalah persaudaraan dan gotong royong.

Terkait gempa, yang tidak hanya menimpa Lombok namun  juga Pulau Sumbawa, Gubernur meminta masyarakat untuk tetap tenang. Meski dilanda bencana, namun Gubernur meyakini, NTB merupakan daerah yang memiliki  persaudaraan yang kokoh dan kuat.

“Daerah-daerah yang tahan uji dalam keadaan apa pun adalah daerah yang warganya bersatu padu dalam kebaikan. Maka saatnya dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini kita tampakkan dan kita wujudkan itu semua,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah.

“Insya Allah kita akan lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” ujar TGB.

Masyarakat diajak tidak lagi bersedih, saatnya sekarang untuk berkeringat dengan kerja keras untuk seterusnya.

Gubernur  juga mengingatkan masyarakat, saat ini bukan lagi saatnya untuk berleha-leha, namun saatnya untuk berpeluh-peluh dan bergandengan tangan untuk bergotong royong bekerjasama membangun kembali NTB yang kita cintai ini.

“Siap bapak ibu?, “Lombok Bangun Kembali”, NTB Bangun Kembali,” spirit TGB menyemangati masyarakat dan seluruh peserta apel untuk bangkit kembali.

Gubernur menjelaskan, sebagai instrument penyemangat dari seluruh pihak, Presiden telah mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2018 yang telah menjelaskan, siapa melakukan apa sudah sangat jelas dalam Inpres tersebut.

Saat ini juga, bantuan dan dukungan dari perangkat negara kepada NTB sudah luar biasa. Sahabat-sahabat, saudara-saudara kita TNI dan POLRI, demikianpun dari BNPB, Basarnas dan bahkan dari relawan-relawan yang jumlahnya ribuan berasal dari berbagai elemen masyarakat, tidak hanya yang ada di Indonesia yang di luar negeri pun, semua bersatu padu.

Baik yang bisa datang langsung untuk terjun kemari, dan yang tidak bisa terjun langsung meraka mengirim bantuannya.

”Yang tidak sanggup untuk membantu dengan materi juga tak pupus memanjatkan do’a, itu semua adalah tambahan energy dari kita semua untuk membangun negeri kita lebih baik lagi,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan, yang paling utama sumber daya untuk mengembalikan daerah kita menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah sumber daya yang ada pada diri endiri.

Kebersamaan anak-anak muda di Lombok, para mahasiswa dimana pun di NTB yang ada di wilayah-wilayah bencana adalah kesempatan yang luar biasa untuk mebuktikan kecintaan kita kepada NTB, kecintaan kita kepada Indonesia.

“Mari kita berikan pagi ini sebagai awal yang baik awal yang berkah untuk kita merehabilitasi daerah kita yang kita cintai ini. Tetap maksimal memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam suasana dan kondisi apapun,” pintanya.

AYA/hms




KASAD Mulyono Tinjau Asrama Prajurit Pasca Gempa

Bangunan yang rusak tidak akan dibongkar total, namun akan direkonstruksi hingga tahan terhadap gempa dengan pembangunannya akan diserahkan kepada Kodam IX/Udayana secara swakelola

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono bersama Ketua Persit KCK Ny. Sita Mulyono dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (27/08).

Setiba di Mako Yonif 742/SWY, Kasad beserta rombongan langsung memeriksa kondisi bangunan TK Kartika Gebang. Ia juga memberikan bantuan dan bingkisan kepada anak-anak TK Kartika dan meninjau asrama yang rusak akibat gempa didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

“Tahapan tanggap darurat sudah selesai, saya ingin tahu kondisi prajurit yang tertimpa musibah gempa, apakah ada korban atau tidak, asramanya bagaimana dan kondisi kehidupannya seperti apa,” ujar Mulyono di Asrama Gebang, Kota Mataram, NTB, Senin (27/8).

Ia menyampaikan, saat ini tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi sedang berjalan sehingga tidak tidak harus menunggu bantuan bantuan dari mana-mana.

“Saya akan langsung memberikan bantuan atas dukungan teman-teman untuk segera rumah-rumah prajurit diperbaiki,” kata dia.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran TNI AD tersebut juga menjelaskan dana bantuan perehaban yang akan diberikan sebesar Rp 5 miliar.

Jumlah itu sesuai laporan perhitungan biaya perbaikan dari Kodam IX/Udayana untuk memperbaiki rumah-rumah prajurit yang rusak, TK Kartika dan barak prajurit agar segera dibangun dan ditempati lagi.

Menurutnya, bangunan yang rusak tidak akan dibongkar total, namun akan direkonstruksi hingga tahan terhadap gempa dengan pembangunannya akan diserahkan kepada Kodam IX/Udayana secara swakelola.

Terkait dengan pembentukan Komando Operasi Satgas Gabungan (Koopsgasgab) Terpadu oleh Panglima TNI, Mulyono menjelaskan untuk unsur-unsur yang sudah ada tetap dipertahankan dan pembangunan secara spesifik sesuai permintaan.

“Pembentukan Koopsgasgab terkait dengan kemampuan rehabiliatasi dan rekonstruksi pasca tanggap darurat bencana,  dan sekarang juga sudah ada penambahan personel 2 Batalyon Zeni untuk membantu Pemerintah Daerah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi dengan seluruh peralatannya,” katanya menambahkan.

AYA

 




Gubernur NTB Minta Pemotongan Tarif Transportasi Pengiriman Bantuan ke Sumbawa

Gubernur minta Kementerian Perhubungan untuk memudahkan pengangkutan bantuan ke lokasi terdampak di Sumbawa itu melalui tarif transportasi yang murah, agar tidak menambah beban masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi meminta Kementerian Perhubungan RI agar dapat memperpanjang pemotongan tarif transportasi untuk pengiriman bantuan ke pulau Sumbawa.

Sebab saat ini, lokasi terdampak gempa bumi tidak hanya di pulau Lombok. Namun juga di sejumlah kabupaten di Pulau Sumbawa.

Permintaan itu disampaikan Gubernur NTB Saat bertemu dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi yang melakukan kunjungan kerja ke NTB, Minggu (26/08).

Gubernur bertemu dengan Menhub di Roemah Makan Langko, Kota Mataram dan membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan penanganan para korban pasca gempa. Bahkan program pemulihan setelah berakhirnya masa tanggap darurat, Tanggal 25 Agustus 2018.

Kabupaten di Pulau Sumbawa yang paling merasakan dampak gempa tersebut adalah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Ratusan rumah mengalami kerusakan dan ratusan kepala keluarga harus mengungsi akibat musibah tersebut.

Karena itu, Gubernur minta Kementerian Perhubungan untuk memudahkan pengangkutan bantuan ke lokasi terdampak di Sumbawa itu melalui tarif transportasi yang murah, agar tidak menambah beban masyarakat.

Usai bertemu Gubernur, Menhub melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi. Yaitu meninjau masyarakat terdampak bencana gempa di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dan meninjau Pool Damri.

Di lokasi pengungsian, Menhub menyerahkan bantuan secara simbolis ke BNPB.

AYA/hms




Tanggap Darurat Berakhir,  Pemulihan “Lombok Bangun Kembali’’ Dimulai

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, masyarakatt dipastikan segera  mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan

MATARAM.lombokjournal.com —  Masa tanggap darurat bencana Gempa Bumi di NTB,  tanggal 29 Juli sampai tanggal 25 Agustus 2018, berakhir.

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan launching peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa masa pemulihan “Lombok Bangun Kembali” , Senin (27/08) 2018 di Kabupaten Lombok Utara(KLU) .

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D, mengatakan itu pada media usai memimpin rapat dengan jajaran terkait di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Sabtu, (25/08).

Dijelaskan, usai masa tanggap darurat, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan-kegiatan setelah tanggap darurat tersebut, baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat.

“Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan. Korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing,” ujar Sekda.

Saat ini yang perlu dilakukan, bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa kemarin. Hal itu diperkuat seiring keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018.

Dengan Inpres tersebut, masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan ke depan.

Dipaparkan, salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB, yaitu istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh Kabupaten Terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni.

Satgab membawahi 4 sektor, antara lain Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

“Saat ini secara umum semua kebutuhan mendasar masyarakat sudah dapat tertangani dengan baik, ” ujar Sekda.

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, pemerintah segera memastikan masyarat untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan.

“Dalam waktu dekat BNPB akan menyiapkan 5000 Tenda yang akan didatangkan dari luar daerah,” ujar Pak Ros.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) sesuai dengan kondisi dari warga terdampak.

Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70 ribu, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali.

Kendala saat ini adalah dalam proses distribusi, karena tidak semua barang yang kita butuhkan dapat diangkut sekaligus dari luar daerah. Misalnya dari bandara Halim Perdana Kusuma, Pesawat Hercules tidak mampu mengangkut tenda yang kita pesan sekaligus.

Di tingkat lokal atau di Mataram hampir sudah tidak bisa kita beli lansung kebutuhan seperti tenda, sehingga kita perlu datangkan dari luar.

Terkait dengan pendidikan, Pak Ros mengatakan, mulai minggu ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif.

Khusus di Kabupaten Lombok Utara (KLU),  proses belajar sementara di tenda yang ada di tempat pengungsian masing-masing, dengan pola belajar gabungan sesuai jenjang kelas yang ada, tanpa membedakan sekolahnya dari mana.

Proses ini akan berjalan sambil menunggu selesainya pembangunan ruang kelas sementara yang dibangun di dekat sekolah masing-masing.

Dharapkannya kegiatan Trauma Healing juga perlu terus dilakukan, karena masih banyak anak-anak yang takut bersekolah dan orang tua yang masih takut mengantarkan anaknya untuk bersekolah.

“Dalam waktu dekat akan segera datang tambahan alat-alat berat dari Mabes TNI. Sehingga proses rekonstruksi pemulihan “Lombok Bangun Kembali” berjalan lebih cepat dari yang ditargetkan pemerintah. Dengan demikian kegiatan perekonomian8 masyarakat dapat segera bangkit seperti biasa,” pungkas Pak Ros.

Hadir dalam rapat para Staf Ahli, para  Asisten, TGP2D, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Karo Umum, Karo Humas dan Protokol, Karo Organisasi, Karo Adm. Kesra, Karo Pemerintahan, Karo Ekonomi, Danrem 162/WB, Dandim se-pulau Lombok, Kasi/Pasi Rem 162/WB, Dan/Ka Disjan Rem 162/WB, Danyonif 742/SWY, dan Dantim Intelrem 162/WB.

AYA




Bank of China Cabang Jakarta Serahkan Donasi RP100 Juta Untuk  Gempa Lombok

NU Peduli sebagai pelaksanaan kegiatan akan mendistribusikan donasi tersebut untuk beberapa kluster logistik, kesehatan, pendidikan dan lain-lain

lombokjournal,com

JAKARTA  ;   Gempa Lombok yang menelan korban jiwa dan harta benda serta menimbulkan penderitaan masyarakat, menarik simpati Bank of China (BOC)Cabang Jakarta untuk menyerahkan donasinya.

BOC Cabang Jakarta yang diwakili Country Manager,  Mr. Zhang Chao menyerahkan donasi gempa Lombok sebesar Rp100 juta kepada Sekretaris LAZISNU, AbdUl RAUF, M.Hum,  yang  disaksikan oleh Manager Bagian distribusi, Slamat, serta Manager IT dan Media, Wahyu Nurhadi.

Penyerahan donasi itu, Jum’at (22/08), di Kantor BOC Cabang Jakarta, Wisma Tamara, Jakarta.

Hadir pula saat itu Mr  Du Qi Qi, Asisten Country Manager Head of CorporateSupport Departemen, Ms Mie Mie, penanggung jawab donasi ini’

“Kami turut merasakan duka masyarakat Lombok karena gempa yang terjadi. Semoga dengan donasi  ini sedikit meringankan derita saudara-saudara di Lombok, ” ujar Country Manager BOC Cabang Jakarta, Mr Zhang Chao Yang.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana “BNPB” yang ditulis Kompas.com, hingga Selasa (21/08) tercatat 1.005 gempa susulan yang terjadi dan bencana jiwa tersebut telah merenggut 515 korban jiwa.

Sekretaris LAZIS NU, Abdul Rauf, M.HUM menyambut baik donasi dari BOC Cabang Jakarta. Menurutnya, hal ini sangat berguna untuk meringankan penderitaan masyarakat Lombok.

“Niat baik dari BOC Cabang Jakarta akan membantu korban di tengah-tengah bencana, ” ujarnya.

Abdul Rauf menjelaskan, donasi yang masuk NU CARE/LAZISNU akan diserahkan ke NU Peduli sebagai pelaksanaan kegiatan. Donasi tersebut akan didistribusikan untuk beberapa kluster;

  1. Kluster Logistik (beras, mie instan, telur, minyak goring, gula, biscuit, susu)
  2. Kluster penddikan (paket sekolah darurat dan trauma healing)
  3. Kluster Kesehatan (pelayanan kesehatan, PHBS, hygen kit, anita, konseling)
  4. Pengungsi dan perlindungan (family kit, terpal, tenda, selimut, tikar, popok bayi dan lansia, minyak telon)
  5. Sarana prasarana (toilet portable, MCK, Tempat ibadah, huntara)

Mr Zhang Chao Yang menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang selama ini telah memberikan dukungan dan perhatian besar pada pekembangan BOC Cabang Jakarta, serta seluruh pegawai yang berkerja sungguh-sungguh dan berdedikasi tinggi.

Selama bertahun tahun menghadapi ujian dan tantangan, BOC Cabang Jakarta tetap mempertahankan nilai-nilai korporasi yang mengutamakan ‘bertanggung jawab – integritas – professional – inovasi – solid – berprestasi’.

Hal itu membuat seluruh bisnis dapat berkembang dengan stabil, dan BOC Cabang Jakarta telah memberikan  kontribusi yang bermakna penting bagi kerjasama ekonomi dan perdagangan, serta hubungan persahabata antara Indonesia dan Tiongkok.

BOC Cabang Jakarta menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan terkemuka dari Tiongkok untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di Indonesia dalam llatar belakang ‘Satu Ikatan Satu Jalan’  (’One Belt One Road’).

Me




Pengusaha Tas Ketak Pun Juga Terdampak Gempa

Sebelum gempa pendapatan bisa mencapai 2 juta per hari, sekarang hanya sekitar 100-200 ribu

, Muhammad Afandi

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pasca gempa yang terjadi pada dua pekan yang lalu membuat perekonomian di Lombok menurun, salah satu contohnya adalah pengusaha tas Ketak yang sedang naik daun.

Pengusaha tas Ketak ikut merasakan akibat gempa. Produk tas Ketak sekarang semakin sedikit peminat , terutama karena  penurunan  wisatawan yang ke Lombok karena gempa bumi yang melanda Lombok, membuat para pedagang sepi konsumen.

”Kadang saja ada yang beli, bahkan tidak ada sama sekali karena musibah ini. Kita juga takut-takut mau bukak toko,”  cerita  pengelola  toko UD. Bale Bambu di Gunung Sari, Muhammad Afandi, Rabu (21/08).

Peminatnya juga kadang ada yang beli kadang juga tidak. Konsumen jarang ada yang mau datang untuk melihat-lihat. Apalagi untuk membeli, untuk minggu kemarin dan minggu ini sepi.

Ia menuturkan, awal gempa seminggu tidak bukakarena trauma sekaligus takut gempa susulan yang terus terjadi minggu ini. Jadi otomatis toko juga DItutup.

“Untuk harga tas bervariasi dari yang kecil 75 sedangkan yang medium 100 dan yang besar 110,” ucapnya.

Pengunjung ada beberapa yang datang berkunjung dan membeli, terkadang orang sini untuk mengirim keluar daerah karena bisa dibilang tas Ketak masih sangat tenar sampai ke luar negeri.

Untuk pendapatan selama seminggu ini sangat minim karena efek sepinya peminat atau pengunjung yang dating.

“Dulu sebelum musibah gempa, pemasukan kami bisa mencapai 2 juta per hari. Tapi  saat ini rata-rata yang kami dapatkan pemasukan sekitar 100-200 ribu per hari dan penjualan yang lebih banyak membeli tas dan ingke dibandingkan kursi,” ujarnya.

Ia berharap ke depannya, agar musibah yang terjadi dilombok segera berakhir, agar peminatnya kembali meningkat seperti biasanya dan membuat pendapatannya naik.

“Ini aja banyak tukang yang masih takut untuk bekerja, bahkan bisa dikatakan sudah seminggu tukang tidak ada yang masuk karena trauma gempa,” pungkasnya.

AYA




NU Peduli Tetapkan Desa Bukit Tinggi Lobar Salah Satu Wilayah Dampingan

Selain memberikan bantuan yang bersifat karikatif dan Medis, NU Peduli juga akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan dibeberapa titik pengungsi selama 6 bulan terhitung mulai bulan September 2018

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Usai tanggap darurat gempa yANg ditetapkan pemerintah hingga tanggal 25 Agustus mendatang , Tim NU Peduli akan tetap menyalurkan distribusi bantuan untuk korban gempa.

Ketua Tim NU Peduli untuk Korban Gempa Lombok , Baiq Mulianah mengatakan, bantuan itu termasuk mengerahkan tim medis, paramedis dan trauma healing untuk memulihkan dan mengobati penyakit  di sejumlah tenda pengungsian.

“Saat ini NU Peduli mengkoordinir 34 orang  tim medis, termasuk dokter spesialis yg diperbantukan di RS darurat Pemda KLU maupun yang melakukan pelayanan kesehatan di puluhan titik pengungsian ,” ungkap Baiq Mulianah , di Posko Utama NU Peduli , Aula PW NU NTB, Jl. Pendidikan Mataram, Kamis (23/08)

Menurut Baiq Mulianah , NU Peduli hingga saat ini tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk korban gempa. Relawan-relawan NU Peduli tetap bergerak disetiap titik pengungsi yang kurang mendapatkan perhatian .

“Untuk agenda Bhakti sosial kesehatan kamis ini, tim medis NU Peduli menggelar pengobatan gratis usai istighosah di lapangan  Gunung Sari dan di desa bukit tinggi Lombok Barat karena secara geografis dusun tersebut terpencil dan luput dari perhatian,” imbuhnya .

Baiq Mulianah  melanjutkan untuk hewan korban , NU Peduli mendapatkan bantuan 12 sapi dan 12 kambing dari para donatur.

“Semua hewan korban tersebut akan disalurkan dan dibagikan kesemua titik korban gempa melalui PC NU se-pulau Lombok dan titik pengungsi lainnya seperti Tegal kota Mataram , Sigar Penjalin, Santong, mumbul sari, Gunung Sari,  Sambelia – obel-obel, dan lain lain,” tambahnya .

Baiq Mulianah juga menginfokan NU Peduli juga akan menerima donasi dari Bank of China sebesar 100 juta untuk korban gempa Lombok.

“Untuk MoU nya besok di Jakarta,  Jumat   (23/08) yang  akan diwakili oleh PBNU/LazisNU ,” ujar Baiq Mul.

Selain memberikan bantuan yang bersifat karikatif dan Medis, NU Peduli juga akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan dibeberapa titik pengungsi selama 6 bulan terhitung mulai bulan September 2018.

Baiq Mulianah  menambahkan untuk pendampingan pengungsi ini , pihak NU Peduli akan menitik beratkan pada upaya pemulihan dan rehabilitasi paska gempa.

“Ada lima program atau klaster yang akan di lakukan Tim NU Peduli  dalam pemberdayaan  pengungsi ini yakni program kesehatan , pendidikan ,  perlindungan dan pengungsian , logistik dan sarana prasarana,” kata Baiq Mulianah  sembari mengatakan kelima klaster tersebut saling kait mengait satu sama lain.

Pemberdayaan Desa Bukit Tinggi Lombok Barat

Terkait rencana program NU Peduli akan melakukan pendampingan dan pemberdayaan pengungsi untuk enam bulan ke depan,  dibenarkan oleh Ketua dan Sekretaris PC NU Lombok Barat .

Usai acara istighosah di lapangan gunung sari, Ketua PC NU Lombok Barat, Dr H Nazar Naamy M.Si mengatakan terpilihnya Desa Bukit Tinggi sebagai kawasan dampingan NU Peduli, karena wilayah tersebut medannya sulit dan jarang disentuh oleh bantuan kemanusiaan usai gempa.

Padahal hampir semua penduduk nya yang 882 KK di bukit tinggi rumahnya roboh dan rata akibat gempa 7 SR dan gempa susulan lainnya.

“PC NU Lombok Barat dibawah koordinasi NU Peduli melakukan layanan kesehatan , bantuan logistik pengungsi , termasuk terpal, tenda dan pemasangan  tandon air kapasitas 5000 liter   ,” tambah Sekretaris PC NU Lombok Barat Ahmad Ali Maksum, M Si.

Ditambahkan oleh Ahmad Ali Maksum bahwa PC NU Lombok Barat untuk tanggap darurat gempa dengan koordinasi dengan tim NU Peduli sudah mendirikan 4 Posko pengungsian yakni di batu layar , Gunung Sari, Lingsar dan Narmada.

Sejak tanggal 5 Agustus lalu, PC NU Lombok Barat atas donasi dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPPBI) Kudus Jawa Tengah mendirikan Masjid Darurat di desa Longlit Nyiur Lembang , kecamatan Narmada Lombok Barat.

” PC NU Lombok Barat juga mengirimkan satu peleton Banser ke Lombok Timur saat gempa tgl 29 Agustus lalu,” tambah Dr H Nazar Naamy.

Ketua PC NU Lombok Barat itu membenarkan, untuk acara doa istighosah di lapangan Gunung Sari Lombok Barat kamis (23/08), pihaknya termasuk salah satu yang   menginisiasi pelaksanaan kegiatan  yang dilaksanakan oleh Pemda Lombok Barat dan beberapa Ormas ini.

Acara doa  dan dzikir untuk gempa Lombok yang digelar Pemda Lombok Barat dilapangan Gunung Sari tadi pagi, Kamis (23/08) mendapat sambutan dan antusiasme yang luar biasa dari warga Lombok barat.

Lebih dari 5000  ribuan warga menghadiri acara ini .Tampak  Hadir dalam acara istighosah tersebut Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi,  Rois Syuriah PBNU , Prof Dr Kyai Manarul Hidayat MA , Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dan jajaran Muspida Lombok Barat serta Ketua PW NU NTB , TGH Taqiuddin Masyur yang didampingi Sekretaris PW NU NTB, Lalu Winengan.

sai Acara Istighosah, Tim Medis NU Peduli menggelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis masyarakat korban gempa yang mendapat sambutan baik dari para warga dengan memeriksakan kesehatannya.

“Alhamdulilah pelayanan kesehatan NU Peduli mendapat sambutan baik dari warga dan pengungsi Lombok barat,” tukas Baiq Mulianah yang memantau langsung di lapangan.

Me




Masyarakat Menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a Mohon Keselamatan

Bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dalam al quran Allah

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan masyarakat menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a bersama, Kamis (23/08), dipusatkan di Lapangan Umum Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Pemkab Lombok Barat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Barat, menginisiasi acara tersebut untuk memohon keselamatan dan keamanan setelah dilanda gempa bumi.

Kegiatan yang dihadiri yang diawali istighosah guna bermunajat kepada Allah itu dihadiri Gubernur NTB, TGH  M Zainul Majdi.

“Tiang adalah bagian dari pelungguh semua, apa yang bapak ibu rasakan begitu juga yang saya rasakan, ada kekhawatiran bahkan ketakutan seperti itu juga yang saya rasakan,” ucap Gubernur.

Ribuan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa itu, memarakkan kegiatan sholat taubat yang berlangsung mulai pukul 07.00 WITA itu. Diharapkan, untuk seluruh kabupaten/kota di provinsi NTB dihimbau menggelar kegiatan yang sama secara serentak di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, gubernur  juga menyampaikan hal yang perlu diingat oleh seluruh masyarakat NTB, bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dlam al quran Allah.

“Bagi saya dan insyallah kita semua musibah dan cobaan ini mudah-mudahan buahnya, kita semakin kokoh dan kuat keyakinan kita pada Allah,” tegas TGB.

Menurutnya, para ulama menyampaikan tiga berkah dari musibah maupun bencana itu, yaknii pertama, derajat akan ditinggikan, dosa-dosa akan diampunkan, pahala-pahala akan dilipatgandakan.

TGB mengajak untuk tetap bersyukur dan bersabar, semua yang terjadi besok tidak ada yang tahu, serta tidak mempercayai hoax.  Apalagi yang membuat keyakinan kita rusak kepada Allah dan membuat tawakkal kita berkurang.

Setelah semua ini, semua bencana pasti akan berlalu, yang tersisa adalah kita seperti apa, apa kekuatan dan keimanan kita akan bertambah, seperti apa ibadah kita, disitulah penilaian dari Allah.

Usai melaksanakan Shalat sunah taubat berjamaah, yang disempurnakan dengan membacakan qunut nazilah, masyarakat berdoa dengan harapan musibah yang sedang dialami sekarang ini diangkat oleh Allah dan diganti dengan keberkahan dan ketenangan hati.

“Maka kokohkanlah keyakinan kita,” ajak gubernur.

Gubernur  juga menyampaikan terima kasih bagi semua pihak, baik dari daerah, pusat, dari TNI dan Polri yang tetap tegar berdiri dalam kekalutan kita untuk terus menjaga keamananan bersama rakyat.

Mengakiri acara tersebut, Prof Dr. K.H. Manarul Hidayah, MA memimpin doa dan dzikir.

AYA/hms NTB