Fauzan Berharap, Kehadiran Presiden Percepat Rehabilitasi Dan Rekonstruksi

Dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana

MATARAM.lombokjournal.com – Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang ikut mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (02/09) sore, mengaku sangat gembira menyambut kedatangan di lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar,” kata Fauzan.

Bupati Lobar itu berharap,  kehadiran Presiden akan mempercepat seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas.

Ia beralasan, bagaimana pun pariwisata di NTB bukan lagi hanya andalan regional, tapi juga nasional.

“Senggigi, tiga gili dan destinasi lainnya harus segera direkonstruksi dan dipulihkan. Kita siapkan event untuk promosinya,” papar Fauzan.

Fauzan juga berharap, Jokowi bisa terbuka hatinya untuk menyetujui usulan Pemkab Lobar untuk pembangunan Huntara (hunian sementara).

Fauzan beralasan, dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana.

“Murah saja, toh bahan bakunya sangat banyak tersedia,” ujar Fauzan menyebutkan beberapa material sederhana yang sudah digunakan oleh para pengungsi.

Hunatara bisa saja menggunakan terpal yang sudah ada, bambu, dan bahan lainnya. Jadi sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat yang menyediakan bahan baku.

Sementara itu, dalam kunjungan di Desa Kekait, Jokowi tampak akrab bercengkrama bersama pengungsi. Sesudah bercengkrama dengan anak-anak, Jokowi pun beralih ke tanah lapang untuk menonton bersama pengungsi acara Penutupan Asian Games dari Stadion GBK Jakarta.

Prfesiden Jokowi tampak sangat menikmati berkumpul bersama warga pengungsi. Melalui layar televisi,  Jokowi menyapa para peserta Asian Games XVIII dan mengutarakan kegembiraannya atas prestasi atlet Indonesia pada event terbesar Benua Asia itu.

Hari

 

 

 

 

 




Presiden Jokowi Serahkan Dana Rekonstruksi 5.293 Rumah Yang Sudah Diverifikasi Di Lombok Utara

Presiden menggelar nonton bareng penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat bersama pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Lombok, Minggu (02/09) pagi disambut Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Kunjungan yang ketiga pasca gempa bumi Lombok, presiden mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Sumbawa.

Di Lombok Utara, Presiden Jokowi meyerahkan secara sombolis buku tabungam dana stimulan rekonstruksi rumah sebanyak 5.293 yang telah selesai diverifikasi, di Lapangan Masjid di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu siang.

Tabungan tersebut merupakan tabungan khusus dana pembangunan kembali rumah korban bencana alam gempa yang rusak. Seperti di beritakan sebelumnya korban bencana alam gempa bumi mendapatkan bantuan dana senilai 15 juta hingga 50 juta untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak

Ikut mendampingi Presiden dalam penyerahan bantuan itu Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Kepala BNPB. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan, tidak boleh ada pemotongan dana rekonstruksi rumah oleh pihak manapun.

“Sepeser pun tidak boleh dipotong,” tegas Presiden. Presiden Jokowi sempat memantau langsung proses rehabilitasi dan penanganan pasca bencana.

Ada yang menarik dalam perjalanan rombogan Presiden dari Lombok Utara menuju  Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Di Pusuk, perjalanan rombongan berhenti, dan Presiden Jokowi keluar dari mobil kepresidenan dan membeli buah di pinggir jalan.

Nonton Bareng

Kegiatan Presiden Jokowi di Desa Kekait, Lombok Barat juga mengunjungi lokasi yang terdampak bencana. malam harinya agenda Presiden menggelar nonton bareng (Nobar) bersama pengungsi penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat.

Menkominfo sebelumnya telah menyediakan segala kebutuhan acara nonton bareng tersebut.

Seorang pengungsi dari desa Sandik Kecamatan Gunung sari Lombok Barat, Fahrain (46) datang bersama keluarganya mengaku senang menonton acara penutupan Asian Games 2018 live bersama Presiden.

“Saya senang pak, apalagi ada pak Jokowi. Ia rela tidak hadir penutupan di Jakarta, namun hadir di tengah pengungsi untuk memberikan semangat kepada kami,” ujarnya.

Presiden bersama rombongan menginap di tenda di lokasi pengungsian.

Hadir mendampingi Presiden, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, bersama Kepala BNPB dan Menteri PUPR.

Arahan Presiden untuk penggunaan dana rekonstruksi rumah:

  1. Uang betul-betul semua dipakai untuk pembangunan rumah.
  2. Rumah yang dibangun harus benar-benar Rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa rumah tidak ada masalah lagi. Untuk itu dalam proses pembangunan nanti akan didampingi pihak Kementrian PUPR, para Insinyur dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ahli bangunan di Indonesia.
  3. Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, presiden menyarankan untuk bisa dipakai.Sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun.
  4. Proses pembangunan harus cepat, karena akan segera memasuki musim penghujan, sehingga rumah bisa dipakai sebelum musim hujan datang.
  5. Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya presiden mempersilahkan dipakai untuk kebutuhan yang lain.

“Tapi prioritas utama untuk rumah, karena akan dicek nanti bahwa uang harus benar-benar untuk bangun rumah,” kata Presiden.

Hari Senin (3/9) Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram untuk meninjau proses belajar mengajar, serta meninjau rumah sakit lapangan yang di bangun di halaman rumah sakit.

Selanjutnya Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan menuju Sumbawa untuk mengunjungi korban gempa di Alas,  Sumbawa.

AYA

 

 

 

 




Homyped Peduli Dan MUI Tangerang Serahkan Sepatu Sekolah Dan Sandal Untuk Korban Gempa

Dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, mengajak anak-anak kembali masuk sekolah

MATARAM.lombokjournal.com — Homyped Peduli bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang menyerahkan bantuan sepatu sekolah dan sandal untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (01/09).

Bantuan diberikan langsung oleh General Manager PT Dwinaga Sakti Abadi, produsen Homyped, Raymon Richart bersama MUI Tangerang, Drs H. Amin Munawar kepada TGH Muhtar dari MUI Mataram di Jl. Dr Sutomo No. 7B, Karang baru Kota Mataram.

Bantuan berupa 2.160 pasang sepatu sekolah dan sandal ini adalah dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, di antaranya mengajak anak-anak kembali masuk sekolah.

“MUI Mataram akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak dan warga Lombok yang menjadi korban gempa di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram.” ungkap TGH Muchtar

GM Homyped mengatakan, Pulau Lombok yang terus menerus mengalami gempa bumi sejak 29 Juli 2018 hingga saat ini. Gempa terbesar 7,0 SR pada Minggu (05/08) dan rentetan gempa sebelumnya menyebabkan 555 orang meninggal, 1416 orang luka-lika dan 390.529 orang mengungsi serta 76.000 rumah dan 1.200 fasilitas umum dan tempat ibadah rusak.

“Homyped adalah produsen sepatu dan sandal Indonesia, melalui Homyped Peduli akan mendukung proses pemulihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat.” pungkasnya

Hadir pada kesempatan ini dari Homyped Peduli, Ade Agung dan Miskam selaku Tim desain Produk Development, Ketua MUI Mataram Tgh Muchtar

AYA (*)




KPU NTB Tetapkan 3.573.096 Pemilih Pada Pemilu 2019

Pasca penetapan DPT ini, pihak KPU i membuka diri jika ada masukan dan saran dari masyarakat, baik itu dari penyelenggara pemilu maupun dari peserta pemilu

MATARAM.lombokjournal — Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Provinsi Nusa Tenggara Barat di tetapkan sebanyak 3.573.096 pemilih.

Penetapan DPT tersebut dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB dalam rapat pleno terbuka yang digelar  di Mataram, Kamis (30/08)

Ketua KPU Provinsi NTB,Lalu Aksar Ansori mengatakan, berdasarkan hasil rapat pleno telah menetapkan  DPT pemilu 2019  sebanyak 3.573.096 pemilih tersebut dengan pemilih laki Laki sebanyak 1.758.039 dan pemilih Perempuan sebanyak 1.815.057

“DPT tersebut tersebar di 10 Kabupaten Kota dan 116 Kecamatan serta 1137 Desa/Kelurahan,” ujar Lalu Aksar Ansori .

Menurut Aksar,dalam pemilu 2019 ini juga terjadi kenaikan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana pada saat Pilkada sebanyak 8336 menjadi 15977.

“Jumlah TPS 8336 menjadi jadi 15 977 TPS ini mengalami kenaikan, itu terkait dengan tingkat kerumitan dalam  menggunakan hak pilih. Karena ada lima jenis lembaga yang dipilih pada Pemilu 2019 ini,” terangnya.

Sementara itu, pasca penetapan DPT ini pihak KPU sendiri membuka diri jika ada masukan dan saran dari masukan masyarakat baik itu dari penyelenggara pemilu maupun dari peserta pemilu.

“Kita, KPU selalu membuka diri jika nanti ada masukan dari masyarakat maupun penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Bahkan dari dalam rapat pleno yang dihadiri oleh Bawaslu dan KPUD se NTB tersebut terkuat juga adanya upaya dari warga yang tidak ingin menyalurkan hak konstitionalnya bahkan adanya yang tidak ingin didata atau dicoklit.

Seperti yang terjadi di wilayah kerja KPUD Sumbawa ,ada tempat pendidikan yang hanya mau didata namun dengan jelas tidak mau menyalurkan haknya nanti demiikian pula yang terjadi di wilayah Kota Bima.

“Ada masyarakat di Pana Toi di Kota Bima dan ponpes di Sumbawa,  kami pastikan mereka terdaftar namun soal mereka mau melakukan hak pilih itu diserahkan kembali kepada pribadi masing masing,” Pungkasnya.

Terkait hal tersebut pihak KPU sendiri akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yaitu dari pihak tokoh agama dan pihak keamanan.

“Kita akan tetap koordinasi dengan pihak-pihak disana,” kata Aksar.

AYA




Kunjungi Ponpes As Syafi’iyah, TGB Kembali Ingatkan Saatnya Kita Bangkit

Gubernur ajak warga ponpes sabar dan tidak larut dalam kesedihan, saatnya bangkit dan membangun kembali

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi meninjau dan menemui warga terdampak  gempa di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Utara, Kamis, (30/08).

Gubernur  yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istri mengawali kunjungan tersebut di Pondok Pesantren As Syafi’iyah Menggala, Kecamatan Pemenang, KLU.

Seperti kerap ditekannya, dalam kunjungannya Gubernur mengajak seluruh warga ponpes untuk sabar dan tidak larut dalam kesedihan.

Justru saat ini, menurut Gubernur, sekarang sudah saatnya kita bangkit dan membangun kembali rumah yang rusak.

“Saya akan terus memonitor pembangunan fasilitas ini,” ungkap Gubernur kepada pimpinan Ponpes.

Gubernur dan istri juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga di sekitar ponpes tersebut. Istri gubernur yang juga Ketua TP PKK NTB, saat menyerahkan bantuan, mengajak warga untuk sabar. Termasuk juga terus berdoa semoga apa yang dialami saat ini mendapat hikmah terbaik dari Allah.

Kepada para santri yang saat ini belajar di sekolah darurat, Hj. Erica memberi semangat. Yaitu, tetap rajin belajar tanpa melihat dimana tempat belajar.

“Belajar tidak boleh berhenti,” ungkap Hj. Erica.

Usai mengunjungi Ponpes tersebut, Gubernur dan istri menuju Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang untuk menyerahkan bantuan Bank Muamalat.

AYA




Sail Moyo Tambora Diharapkan Bangkitkan Pariwisata NTB

Bencana gempa Lombok membuat sebagian wisatawan meninggalkan NTB karena takut, tapi kondisi tersebut sekarang sudah kembali membaik, wisatawan sudah mulai berdatangan kembali ke NTB

Kepala Dinas Pariwisata NTB L.Faozal Rabu (29/08) menjelaskan, persiapan event bertaraf Internasional yakni Sail Moyo Tambora 2018 (Foto; AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com — Pelaksanaan even Sail Moyo Tambora 2018 diharapkan bisa memulihkan dan membangkitkan kembali pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, pasca diguncang bencana gempa bumi.

Bencana gepa bumi  di Lombok sejak akhir Juli hingga bulan Agustus membuat sebagian kawasan wisata Pulau Lombok sepi, karena ditinggal wisatawan.

“Bencana gempa, kita tau telah membuat sebagian objek wisata seperti tiga Gili di Lombok Utara dan Senggigi sepi, Iven festival Sail Moyo diharapkan bisa menjadi pemulihan pariwisata NTB bangkit kembali” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu. Mohammad Faozal, Rabu (29/08)

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan untuk memeriahkan pelaksanaan Sail Moyo Tambora, termasuk menampilkan berbagai kesenian dan budaya masyarakat Sumbawa untuk menarik minta wisatawan

Beberapa kegiatan dilaksanakan antara lain, Maritim Expo, Culture Performance Moyo Tambora, Festival Budaya, International Tenun Festival, Barapan Kebo, International Surfing, Dialog Budaya Maritim, Parade 1000 Perahu Tradisional, Moyo Tambora Fun Run, Investment Forum, serta Bersih Pantai.

Festival Sail Moyo Tambora Sumbawa juga akan menjadi ajang dan upaya menggalang empati terhadap masyarakat korban gempa Lombok, dengan menggelar panggung amal, kegiatan bhakti dan kegiatan kemanusiaan lain

“Jadi selain sebagai upaya pemulihan kembali pariwisata, Sail Moyo Tambora menjadi ajang menggalang aksi kemanusiaan korban gempa,” terangnya.

Faozal pun menepis anggapan sebagian orang kalau kegiatan festival Sail Moyo Tambora tidak berempati kepada masyarakat korban gempa

Diakuinya bencana gempa Lombok membuat sebagian wisatawan meninggalkan NTB karena takut, tapi kondisi tersebut sekarang sudah kembali membaik, wisatawan sudah mulai berdatangan kembali ke NTB

Sekjen Direktorat Hubungan Laut, Kemenhub RI, Arif Toha Tjahjagama berharap, pelaksanaan even festival Sail Moyo Tambora, selain sebagai ajang membangkitkan kembali pariwisata NTB pasca gempa, juga diharapkan bisa semakin menggaungkan sektor pariwisata Pulau Sumbawa

“Pariwisata Pulau Sumbawa memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi destinasi wisata maupun potensi ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kilah Faozal.

AYA

 




Sail Moyo Tambora Siap Digelar

Kegiatan bertaraf internasional itu juga rencananya akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

MATARAM.lombokjournal.com — Event bertaraf internasional yakni Sail Moyo Tambora yang merupakan agenda tahunan pemerintah  daerah NTB dalam waktu dekat siap digelar

“Event yang akan menampilkan keindahan pulau Moyo, gunung Tambora dan  potensi yang dimiliki teluk Saleh sebagai potensi maritim serta kebudayaan pulau sumbawa menjadi nilai jual yang akan ditonjolkan dalam gelaran Event tahunan tersebut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, L.Faozal Rabu (29/08).

Fozal menjelaskan,  dalam rangka mempersiapkan Event bertaraf Internasional yakni Sail Moyo Tambora 2018 Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk mensukseskan kegiatan yang akan di gelar tanggal 9 hingga  13 September 2018 mendatang.

Faozal mengatakan, event yang akan menampilkan keindahan pulau Moyo,  gunung Tambora  dan  potensi yang dimiliki teluk Saleh sebagai potensi maritim serta kebudayaan pulau sumbawa menjadi nilai jual yang akan ditonjolkan dalam gelaran even tahunan tersebut.

“Event bertarap internasional yang akan di pusatkan di pulau Sumbawa ini juga akan menampilkan sejumlah pertunjukan menarik lainnya, di antaranya barapan kebo dan pacuan kuda,parade 1000 perahu tradisional,moyo fun run,serta sejumlah kegiatan menarik lainya,” terangnya.

Selain itu dalam kegiatan bertaraf internasional itu juga rencananya akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

AYA




NTB masuk Nominasi Investasi Terbaik

Kriteria yang dinilai sehingga NTB  masuk nominasi yaitu bagaimana pelayanan, perizinan dan investasi, serta bagaimana volume investasi dalam progres 5 tahun. Kemudian bagaimana prospek ke depannya.

Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam arward Indonesia aktraktif yang diselenggarakan salah satu media nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H Lalu Gita ArIadi menuturkan, nominasi itu merupakan salah satu acara media nasional. Nama acara tersebut adalah Indonesia aktraktif Award, dan NTB masuk dalam nominasi tersebut.

“Penyelenggaranya dari media nasional dengan berbagai kriteria-kriteria untuk sektor investasi kita dapat,” ujar Kepala DPMPTSP, H Lalu Gita Ariadi

Ia menjelaskan, nominasi lainya masuk juga ada dari DKI  Jakarta, Jawa barat, dan Jawa timur.  Karena NTB masuk nominasi, diminta untuk mempresentasikan progres-progres investasi, prospek kendala dan hal lainnya.

“Kita sudah lakukan itu, dan final akhirnya nanti insyallah pengumumannya dan penganugerahannya tanggal 14 September,” tambahnya.

Gita mengatakan, informasi NTB masuk dalam nominasi tersebut sebelum terjadinya gempa bumi Lombok. Namun ia berharap ke depannya bisa mendapatkan predikat dari nominasi yang ditentukan oleh pihak penyelenggara.

“Mudah-mudahan bisa dapat predikat gold, atau perak atau perunggu, seperti dikejuaran itu,” ungkapnya

Beberapa kriteria yang dinilai sehingga NTB  masuk nominasi yaitu bagaimana pelayanan, perizinan dan investasi, serta bagaimana volume investasi dalam progres 5 tahun. Kemudian bagaimana prospek ke depannya.

Tim penguji Indonesia Aktraktif Award itu dari pakar-pakar yang kompeten.

“Dilihat anatomi NTB itu diulas, nah kita kan prospek investasi, kemarin kita sebutkan KEK Mandalika, Sumbawa Barat dengan pembangunan smellter kemudian rencana global Samota, Sakosa, Sape Komodo Samiang,” jelasnya.

Daerah-daerah yang disebutkan Gita merupakan sebagai kawasan pariwisata yang ada di NTB. Kawasan pariwisata tersebut paparkan ketika presentasi saat itu.

“Ini profil investasi NTB kedepan, kemudian langkah-langkah semua itu dinilai,” ujarnya.

Bagaimana progres Mandalika setelah Kawasan ekonomi khusus (KEK) diulas, kemudian Newmont, PDAM NT, serta smellter  bagaimana prosesnya  setelah dibangun. Hal tersebut juga yang dapat di nilai untuk bisa masuk kedalam Indonesia Aktraktif Award, bersaing dengan 3 provinsi yang cukup baik.

“Menjadi kebanggaan kita bersaing dengan daerah punya katakanlah kelas relatif diatas kita,” pungkasnya

AYA

 




Mi6 Apresiasi Khairudin Mencari Keadilan Lewat DKPP

Mi6 mensinyalir Khairudin tidak sendiri mengalami ini, saat seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB. Bisa jadi yang lain enggan mempersoalkannya karena berbagai alasan

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Mi6 mengapreasi gugatan Khairudin M.Ali (calon komisioner Bawaslu Kota Bima) atas  putusan Bawaslu RI lewat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP).

Gugatan itu terkait tidak lolosnya Khairudin sebagai anggota Bawaslu Kota Bima, padahal yang bersangkutan menduduki peringkat atas hasil seleksi oleh Tim Seleksi.

Apa yang dialami Khairudin patut diduga ada conflik of interest dalam penetapan anggota Bawaslu Kota Bima. Kejadian yang tidak perlu terjadi jika Bawaslu RI lebih terbuka dan fair dalam menentukan kriteria dan argumentasinya secara transparan kepada  publik terkait lolos dan tidak lolosnya para calon komisioner tersebut.

Mi6 mendukung penuh upaya Khairudin mencari keadilan lewat DKPP, agar kebijakan penetapan calon Bawaslu Kota Bima dan juga Kabupaten/Kota lainnya se NTB bisa diuji secara yuridis formil materiil yang berkeadilan dan fair.

Siaran pers Mi6 itu disampaikan ke media terkait sengketa penetapan putusan Bawaslu RI, Kamis (30/08).

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, upaya hukum yang dilakukan Khairudin harus diapresiasi dan sebagai bentuk pembenaran hukum yang benar melalui jalur hukum.

Mi6 mensinyalir/menduga Khairudin tidak sendiri yang mengalami hal ini, saat seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB. Bisa jadi yang lain enggan mempersoalkannya karena berbagai alasan.

“Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum , apa yang dilakukan oleh Khairudin perlu dimaknai dalam  kerangka menegakkan kedaulatan hokum, sekaligus menjaga marwahnya sebagai calon komisioner Bawaslu Kota Bima yang telah ditetapkan oleh Timsel dengan peringkat terbaik,” ujar Didu, panggilan akrab Direktur Mi6.

Selain itu tambah Didu, langkah hukum yang ditempuh Khairudin ini untuk menguji secara yuridis atas putusan Bawaslu RI No. 0615/BAWASLU/SJ/HK.01.00/VIII/2018, sudah benar atau tidak di mata hukum.

Sidang DKPP, menurut Didu, adalah sidang etik. Sidang itu akan menguji apakah Ketua dan anggota Bawaslu  melanggar Pasal 3 dan Pasal 134 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilihan Umum, serta Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 5 dan Pasal 6, dalam proses penetapan calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB.

“Jika dalam sidang di DKPP nanti pihak Khairudin menemukan bukti yang bisa mengoreksi putusan Bawaslu RI, atau ada prosedur serta mekanisme yang dilanggar, maka demi menjunjung azas persamaan di muka hukum, Bawaslu RI harus berani mengubah putusannya demi menghormati supremasi hukum,” tambah Dir M16

Mi6 menyadari akibat preseden ini, publik di Kota Bima juga Tim Seleksi, tentu mengatensi hasil akhir putusan DKPP nanti. Karena kejadian ini diduga ada  ketidakfairan Bawaslu RI dalam memutuskan calon komisionernya sekaligus patut diduga tidak menghargai upaya maksimal dari Timsel dalam menentukan proses di awal proses seleksi calon komisioner Bawaslu kota Bima .

“Kejadian yang menimpa Khairudin jika dibiarkan berlarut larut akan merusak kredibilitas dan kapabilitas Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu di mata publik, khusus warga Bima dan NTB,” pungkasnya.

Kabarnya Khaerudin sudah  mengajukan surat  permohonan informasi publik kepada Bawaslu NTB terkait hasil seleksi dan seluruhnya.

Me




Penyakit Diare Dan ISPA Bisa Diatasi Dengan Sanitasi Pengungsian Yang Tertata Baik

Saat ini penyakit diare dan ISPA sudah bisa ditekan berkat kesadaran pengungsi merubah perilaku hidupnya untuk lebih sehat

Tim Kesehatan NU Peduli,(kiri ke kanan) dr Danang , Anik Rifqoh dan Rakimin

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Minggu kedua usai Gempa KLU, 5 Agustus 2018, penyakit diare, ISPA dan gatal-gatal kulit/koreng  mulai menjangkiti sejumlah lokasi kamp pengungsian, khususnya di Lombok Utara.

Hal terjadi karena kurang hygienisnya sanitasi dan kondisi lingkungan di lokasi pengungsian.

Menurut dr Danang dari Tim Medis NU Peduli menilai merebaknya kasus Diare dan gatal kulit  saat itu  diduga bersumber aktivitas di hulu muasal air yang di distribusikan ke sejumlah lokasi pengungsian.

“Awal-awal terjadi gempa di KLU banyak pengungsi yang memanfaatkan sungai di KLU sebagai MCK karena kondisi yg darurat. Kemudian di hilir sungai itu diambil airnya untuk didistribusikan ke sejumlah pengungsian ataupun yang langsung memakai air dikali tersebut,” ujar dr Danang, Selasa (28/08) di Posko NU Peduli, Aula PW NU .

Selanjutnya dr Danang mengatakan,  untuk aktivitas masak dan keperluan minum diakui air yang dipasok tersebut dimasak secara baik.

“Tapi problemnya justru air  untuk  cuci tangan dan mandi memakai air yg tidak bersih tersebut. Inilah salah  satu penyebab munculnya penyakit diare atau gatal-gatal,” tambahnya .

Meskipun demikian , dr Danang mengakui saat ini penyakit diare dan ISPA sudah bisa ditekan berkat kesadaran pengungsi merubah perilaku hidupnya untuk lebih sehat.

Selain itu mulai terpasangnya sejumlah MCK di lokasi pengungsian berkontribusi menekan penyebaran penyakit ISPA , diare dan gatal-gatal.

“Justru ada indikasi munculnya gejala penyakit typus akibat menumpuknya sampah di pengungsian yang mengundang lalat sebagai biangnya ,” bebernya .

Menurut dokter muda dari UNIBRAW ini permasalahan kesehatan di lokasi pengungsian sangatlah kompleks dan sulit diduga timbulnya berbagai penyakit yang muncul.

Hal ini terkait dengan daya tahan ataupun imunitas tubuh masing-masing pengungsi yang berbeda.

“Secara umum , makin bersih sanitasi dan pola hidup sehat dilingkungan pengungsian , maka daya tahan tubuh juga makin memiliki  imunitas  dalam menghadapi penyakit ,” tambahnya.

Untuk mencegah menyebarnya penyakit khas di pengungsian tersebut lanjut dr Danang , Tim Medis NU Peduli selain melakukan upaya kuratif yakni menyembuhkan penyakit, juga melakukan upaya preventif ( pencegahan ) terhadap menjangkitnya penyakit, baik melalui aksi kongkret dilapangan ataupun penyuluhan.

“Selain itu juga melakukan upaya rehabilitasi pasien yg terdampak agar makin sehat dan paripurna kondisi kesehatannya,” ungkapnya .

Trauma Healing Ala NU Peduli

Terpisah , psykolog dari Tim NU Peduli, Rakimin S.Psi, M.Si  dan  Koordinator NU Peduli Lombok, Anik Rifqoh mengatakan, secara umum  psykologi sosial korban gempa Lombok yang dikunjungi dan  observasi masih berlangsung dengan normal. Interaksi psyko sosialnya masih berjalan dengan baik.

“Kasus traumatik sebelum dan sesudah gempa tidak terlalu nampak dibeberapa tempat yg diassesment NU Peduli,” kata Rakimin yang didampingi Anik Rifqoh dari PB NU .

Rakimin menambahkan,  tentang arti penting harmonisasi hubungan sosial sebelum bencana tiba.  Sehingga paska gempa mereka saling melakukan interaksi sebagai sesama korban gempa tanpa membuat sekat sosial.

“Ketakutan terhadap gempa ataupun efek -efek  kehilangan materi atas gempa itu ternyata intens mereka bicarakan  bersama meskipun mereka semua menjadi korban  sebelum psyko sosial itu muncul. Maka konten trauma healing psyko sosial  yang dilakukan harus membangkitkan kesadaran inter personal nya secara baik,” sambung Anik Rifqoh.

Psykolog muda NU ini kemudian memberikan ilustrasi bahwa korban gempa itu ibarat orang yang semrawut dan penuh masalah.

“Maka caranya jangan menghimpun masalah tersebut tetapi bagaimana mencairkan masalah itu , berpikiran positif terhadap Tuhan, termasuk mencari solusi bersama jika gempa itu muncul kembali” tambahnya

Rakimin  menjelaskan, dalam berbagai kasus melakukan trauma healing pada korban bencana alam  akan lebih efektif jika didahului dengan bantuan kemanusiaan.

“Hal ini wajar karena para korban bencana alam memiliki harapan terhadap setiap orang yg punya kepedulian terhadap nasibnya ,” jelasnya .

Selanjutnya  Rakimin mengatakan  dalam kasus korban gempa dilombok, orang tua jauh lebih sulit proses penyembuhannya untuk Therapi trauma healingnya dibanding anak -anak.

“Untuk kasus orang tua ini , tim trauma healing NU Peduli tidak  menyatukan para orang tua itu untuk di Therapi tapi didatangi satu persatu. Hal ini karena orang tua memiliki ego yang kuat. Meskipun dia butuh tapi tidak mau mengungkapkan problemnya jika harus disatukan ,” ujar Rakimin yang memiliki pengalaman menangani psyko sosial untuk korban tsunami Aceh , gempa Pangandaran maupun gempa Jogyakarta .

Dalam konteks Gempa Lombok, penanganan trauma healing untuk para orang tua akan efektif dilakukan pada malam hari dan tidak dilakukan dalam kerumunan ditenda pengungsian.

“Kita biasanya mencari  celah dan kesempatan ketika ada pasien dewasa tidak berkerumun ditenda  , saat itulah kita ajak ngobrol dan eksplorasi  uneq-uneqnya melalui metode katarsis,” imbuhnya .

Baginya  proses penyembuhan trauma healing untuk korban bencana  memerlukan waktu kurang lebih satu bulan dengan per sekali kunjungan minimal 1,5 jam.

“Untuk anak -anak model pendekatan psyko sosial trauma healingnya lebih mudah karena rata-rata anak korban gempa yang dikunjungi tidak menunjukkan gejala traumatik akut atau phobia yang berlebihan paska gempa,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Tim NU Peduli, Baiq Mulianah menginformasikan saat ini sedang melakukan proses assesment untuk beberapa titik pengungsian yang dijadikan kawasan dampingan NU Peduli secara terpadu untuk enam bulan ke depan.

“Insya Alloh NU Peduli tetap melakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi untuk dibeberapa titik  korban gempa dengan metode  5 Klaster yang sudah dipersiapkan,” tukasnya .

Me