Pelantikan Zul-Rohmi Diyakini Sesuai Jadwal

Saat ini masyarakat menunggu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam merealisasikan janji-janji politik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat NTB

lombokjournal.com —

MATARAM —   Pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih, Dr Zul dan Hj Sitti RohmiMi6 akan  dilantik sesuai jadwal yang ditetapkan KPU  yakni 17 September 2018.

Keyakinan pelantikan sesuai jadwal itu disampakaikan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH yang akrab dipanggil Didu, melalui siaran persnya, Sabtu (08/09).

Menurutnya, hal ini dimaksudkan agar pemimpin baru  NTB itu  segera menyongsong dan melaksanakan program pembangunan sesuai Renstra untuk lima tahun kepemimpinannya .

Adanya wacana pengunduran jadwal pelantikan  pemimpin daerah NTB  dengan menugaskan Plt hanya beberapa hari tidak efektif , kecuali ada kejadian force majeur di satu daerah tersebut.

Meskipun demikian Mi6 beranggapan, jika terjadi skenario pengunduran jadwal  pelantikan serentak Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana yang diutarakan oleh Mendagri itu,  semata-mata ada pertimbangan tehnis dan taktis.

“Cuma kalau pengunduran hanya 10 hari dari tgl 17 September sampai dengan 27 September terkesan tanggung dan bisa dipersepsikan lain secara politik,” ujar Didu yang didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah ,SE .

Dalam konteks menciptakan tata kelola  pemerintahan yang baik , lanjut Athari, seyogyanya Mendagri mempertimbangkan secara bijaksana dampak plus minusnya jika mengundur pelantikan gubernur terpilih se Indonesia.  Ini  untuk menghindari asumsi politik yang multi tafsir.

” Apalagi ini tahun politik yang  bisa dipake membuat prejudice politik ,” tambah Athari yang juga caleg muda propinsi No. urut 2 dapil Lombok Tengah 8 dari Partai Perindo .

Sementara menurut Didu, saat ini masyarakat menunggu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam merealisasikan janji-janji politik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat NTB.

Bambang Mei dan Lalu Athari

“17 September 2018 merupakan momentum yang ditunggu oleh masyarakat NTB untuk menilai kinerja pemimpin daerah yang baru untuk 100 hari pertama ,” ucapnya.

Didu melihat tugas dan tantangan pemimpin baru NTB lebih kompleks dan multi dimensional , ditambah lagi pemulihan kondisi  masyarakat yang terkena dampak gempa yang membutuhkan perhatian ekstra.

“Supaya tidak bias tafsir, sebaiknya jadwal pelantikan Gubernur NTB sesuai tempory saja yakni 17 September 2018,”  ungkapnya.

Inovasi dan investasi SDM

Sementara itu Sekretaris Mi6 Lalu Athari mengapresiasi upaya-upaya Dr Zul membuka net working dan kerjasama dengan pihak mancanegara dalam meningkatkan SDM masyarakat NTB .

Apa yang dilakukan Gubernur NTB yang ini merupakan salah satu inovasi pembangunan yang berorientasi kepada upaya peningkatan kualitas dan kapasitas masyarakat terdidik NTB, untuk investasi SDM ke depan.

“Dr Zul melihat tantangan pembangunan di era kepemimpinannya akan komplek. Ditambah lagi dengan diberlakukan pasar bebas AFTA/NAFTA thn 2020, maka solusinya adalah membangun SDM masyarakat NTB agar mampu bersaing di era globalisas,” ungkapnya .

Untuk merealisasikan kecepatan gerak pembangunan, yang akan dilaksanakan Zul Rohmi tidak tertutup kemungkinan akan menemui kendala politik.

Hal ini bisa terjadi jika Zul Rohmi tidak merangkul dan berkomunikasi dengan semua elemen sebagai upaya melakukan moderasi yang positif .

“Publik pasti melihat cerminan kredibilitas Zul Rohmi dari aspek kebijakan dan wajah SKPD yang menopang kabinetnya. Untuk menghindari politik like and dislike, patronase klien, dan lain-lain. Baperjakat perlu diperkuat fungsinya agar penempatan pejabat dilingkungan Pemprov NTB sesuai dengan prinsip  right man  on the right place,” tambah Athari.

Me




Lombok Sudah Aman, Okupansi Hotel DI Lobar Masih Sepi

Kawasan Senggigi yang biasanya di bulan-bulan Juli-Desember selalu ramai dengan wisatawan dan kini  sepi

LOBAR.lombokjournal.com — Dampak bencana gempa bumi terhadap pariwisata di Lombok Barat, selain mengancam pada tutupnya sejumlah hotel juga berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gempa bumi yang mengguncang Lombok hingga lebih dari satu bulan, berdampak tutupnya sejumlah hotel di kawasan wisata Senggigi. Selain itu tenaga kerja tidk sedikit terancam dirumahkan.

“Rata-rata pihak hotel terpaksa merumahkan sementara para pegawainya,” tutur Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Lombok Barat, Lale Prayatni, Jum’at  (07/09).

Hanya Hotel Aruna yang memilih tetap beroperasi. Namun mereka harus menyingsingkan lengan baju lebih tinggi, untuk mengefisiensikan pengeluarannya.

“Walau tingkat hunian rendah, kami tidak memilih merumahkan para pegawai. Saat ini pun manajemen masih membutuhkan pekerjaan mereka,” ujar Sofyan Hadi, sales di Hotel Aruna.

Menurut Manajer Pemasaran Kila Hotel Fauzan Akbar, tiap hotel memiliki kebijakan manajemen sendiri. “Kila Hotel juga tetap mempekerjakan secara normal para pegawai,” katanya.

Kawasan Senggigi yang biasanya di bulan-bulan Juli-Desember selalu ramai dengan wisatawan dan kini  sepi. Persoalan ini membuat banyak manajemen hotel meminta solusi kepada Pemkab Lombok Barat.

“Rata-rata mereka meminta dispensasi. Ada yang meminta penundaan pajak, pengurangan, bahkan penghapusan,” cerita Lale sambil menyebut contoh-contoh hotel yang meminta keringanan seperti itu.

Menurutnya, intinya pemda harus bantu mereka. Termasuk dengan pemberitaan bahwa Lombok sudah aman dari gempa dan bagaimana mempromosikan lagi potensi wisata kita.

Mengenai keringanan tersebut, Lale mengaku sedang melakukan kajian.

“Kita sedang mengkajinya, toh secara aturan dibolehkan, apalagi semua diakibatkan oleh bencana,” ujarnya.

Sepinya tingkat hunian hotel juga menjadi pukulan tersendiri pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target total 301 milyar PAD di tahun 2018, sekitar 129 milyar harus dipenuhi oleh Bapenda Lombok Barat.

Akibat minimnya kunjungan wisatawan , berdampak pada pendapatan pajak dan retribusi hotel, restoran, dan hiburan. Lale mengestimasi akan kehilangan 41 milyar dari target sektor pariwisata.

Harry




Pulau Lombok Aman Dari Gempa Besar

Pasca gempa besar di Lombok Utara, dan Lombok pada umumnya, kini kondisi Lombok terbilang paling aman dari gempa besar seperti sebelumnya

MATARAM.lombokjournal.com – Peneliti Utama LIPI sekaligus Ahli Geologi dan Gempa Bumi, Dr. Danny Hilman Natawidjaja menjelaskan bahwa Pulau Lombok sudah aman dari potensi gempa besar.

Sejumlah segmen yang berpotensi gempa telah mengeluarkan energi saat gempa bermagnitudo 7,0 dan 6,9 beberapa pekan lalu.

“Kita lihat segmen tengah sudah lepas, timur, barat sudah lepas. Artinya tidak ada potensi gempa besar lagi,” ujarnya usai sholat jumat di Islamic Center,  Jumat, (07/09).

Pasca dua gempa bumi besar yang melanda Lombok beberapa Waktu lalu, membuat masyarakat hingga saat ini masih tidur di tenda pengungsian atau bahkan masyarakat lebih suka membuat tenda di depan Rumah masing- masing.

Memang saat ini masih ada gempa susulan yang trend magnitudonya mulai melemah. Itu terjadi untuk menstabilkan kembali sumber gempa tersebut.

Ia mengatakan, pengungsi sudah dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Masyarakat sudah bisa menepati  rumahnya bagi yang masih bagus kembali ke rumah saja. Kecuali kalau betah di tenda,” ucapnya.

Dia menjelaskan siklus gempa besar di Lombok khususnya Lombok Utara terjadi dalam kurun 50 hingga 100 tahun ke depan. Karena pergerakan lempeng yang menyentuh sesar tersebut penekanannya maksimal 2 cm per tahun.

“Proses penekanan itu sekitar 2 cm per tahun. Itu kita bisa hitung dari jaringan GPS di sini. Untuk menghasilkan gempa seperti sekarang magnitudo 7, butuh melenting satu sampai dua meter,” jelasnya.

“Kan bisa dihitung kalau melenting dua meter dibagi dengan kecepatan tekanan dua cm, artinya untuk memproduksi gempa yang sama butuh waktu 100 tahun. Kalau geraknya satu meter butuh waktu 50 tahun,” sambungnya.

Dia menjelaskan, pasca gempa besar di Lombok Utara, dan Lombok pada umumnya, kini kondisi Lombok terbilang paling aman dari gempa besar seperti sebelumnya.

“Dari bencana yang sudah terjadi wilayah Lombok Utara menjadi wilayah yang paling aman untuk 50 sampai 100 tahun ke depan. Bahkan kita bisa bilang di seluruh pesisir Lombok ini, Lombok Utara paling aman,” ungkapnya.

AYA




Penerimaan CPNS 2018 Resmi Dibuka, Ini Formasinya

Proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

MATARAM.lombokjournal.com — Kabar gembira bagi pencari kerja, bulan ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018.

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi  (KemenPANRB) di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (06//09).

Melalui keterangan resmi yang dimuat di portal BKN, pendaftaran CPNS akan dibuka 19 September 2018 mendatang.

Total formasi yang tersedia untuk diperebutkan oleh pelamar berjumlah 238.015 yang terdiri dari 51.271 Instansi Pusat (76 Kementerian/lembaga) dan 186.744 (525 Instansi Daerah).

Kepala BKN, Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Seleksi Nasional CPNS menyampaikan, sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh Instansi.

Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Lebih rinci Kepala BKN menguraikan,BKN mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa mencapai 5 hingga 6 Juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta.

Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) juga siap.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018, hingga saat ini akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari Kantor BKN Pusat, 14 Kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, fasilitas mandiri dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing Instansi sedang menginput seluruh formasi.

Dengan demikian, portal BKN akan difungsikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan persyaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai dengan 18 September 2018.

“Perihal syarat administrasi pendaftaran, Kepala BKN mengimbau seluruh Instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar,” jelas Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan.

Persyaratan seperti akreditasi dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), harus disesuaikan dengan indeks prestasi di wilayah masing-masing,

Harry




Cerita ‘Bule Gila’ Asal Polandia Jadi Relawan Gempa Lombok

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara bukan hanya menimbulkan derita, namun juga memunculkan benih perasaan cinta dan solidaritas kemanusiaan yang tinggi

MATARAM.lombokjournal.com —

Merah putih bendera Indonesia dan putih merah bendera Polandia melampaui “simbol warna”. Keduanya menemukan titik terang di atas tanah Lombok Utara, cinta dua bendera berkibar  pasca gempa melanda bumi Lombok.

Rosa tak pernah menyangka, bencana akan membawanya pada petualangan kemanusiaan  dan  pengalaman rasa di Lombok Utara.

“Saya harus melakukan sesuatu. Saya harus berjalan menemukan banyak hal, bertemu banyak orang dan memberikan manfaat,” ungkap perempuan asal negara Polandia ini.

Rosa memutuskan untuk terbang ke Lombok, terjun langsung menjadi relawan dan membersamai masyarakat terdampak bencana.

“Saya tahu apa yang saya lakukan. Banyak yang mencibir dan melarang, mereka bilang buat apa saya ke Lombok? Hanya mencari bahaya. Tapi saya mencari bahagia, saya mencari arti hidup dengan berbagi dengan sesame,” ungkapnya penuh keyakinan

Rosa mengaku sudah dua minggu lebih berada di Lombok, kemudian ia pun melakukan penggalangan dana di negaranya selain bergabung untuk menjadi relawan bersama Tim Sekolah Relawan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

“Saya bule gila! Saya kuat!” ungkapnya pada kawan-kawan relawan. Keramahan Rosa dan keunikan tingkahnya membuat kawan-kawan relawan terkagum karena energi positif dan semangatnya yang membara.

“Saya sangat kagum dan mengapreasiasi solidaritas masyarakat. Semua orang datang dari berbagai pulau untuk bersatu menolong Lombok. Unite for humanity. Bersinergi tanpa ada diskriminasi..” ungkap Rosa setelah mengikuti aksi distribusi bantuan bersama Sekolah Relawan.

Tak hanya solidaritas para relawan yang membuatnya kagum, ketegaran dan senyuman para penyintas gempa pun membuat Rosa tak berhenti bersyukur bisa ikut menjadi bagian dari barisan kebaikan.

“Saya tak bisa membayangkan, orang-orang disini sangat tegar dan kuat. Mereka kehilangan banyak hal namun tetap kuat dan tersenyum. Tak ada kata terpuruk, semuanya mencoba untuk bangkit,” katanya

Rosa merasa tersentuh saat ia dan Tim Relawan melakukan distribusi bantuan logistik ke Dusun Pansor Daya. Seorang nenek memberikannya ciuman dan pelukan tulus. Rosa tak bisa menahan haru, cinta dan ketulusan bisa terbangun begitu dekat dan cepat karena satu hal, nilai kemanusiaan.

“Tak ada alasan untuk tidak peduli. Menjaga pikiran positif dan melakukan sesuatu yang berharga untuk sesama adalah keharusan bagi saya. Lombok Utara membuat saya merasa seperti di rumah,” ungkap perempuan yang selalu bangga menyebut dirinya sebagai Bule Gila ini.

Rosa adalah bukti bahwa kemanusiaan mampu menghancurkan segala sekat perbedaan. Di atas tanah Lombok Utara, cinta dua bendera berkibar bersama.

Rosa berharap, kehadirannya bisa memberi warna, menyatukan banyak warna yang berbeda. “Ayo, Lombok, bangkit kembali,” katanya.

“Give me any activities. I am strong,” kata  Rosa, bule asal Polandia ini.

Dia bergabung di pos relawan sejak kemarin, dan dia senang mengakui bahwa dirinya bule gila, tutur Dony Aryanto, Kamis (06/09)

Kepada awak media Journal Lombok, Direktur Sekolah Relawan ini mengungkapkan kekagumannya tentang semangat Rosa saat sejak pertama kali bergabung menjadi relawan di lembaga yang dikepalainya itu.

Harry




 Kata Kepala Dishub, Nama Bandara ZAM Tidak Bisa Dirubah Lagi

Mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat, Kepala Dishub menjelaskan, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

Lalu Bayu Windya

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya menanggapi berbagai macam penolakan, terkait perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), nama pahlawan nasional asal NTB.

“Itu sudah sah, tidak bisa rubah lagi. Bagi yang menolak, apa alasan, silahkan tanya langsung kepada bersangkutan, ” ungkapnya di Mataram, Kamis (06/09).

Penamaan Bandar Udara itu sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018. Penetapkan nama Bandar Udara Internasional Nasional Zainuddin Abdul Madjid, juga dengan  persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur NTB, Majelis Adat Sasak (MAS), serta Keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional.

“Inget itu putusan Menhub, yang prosesnya ada usulan dari daerah, Gubernur, DPRD, ada komunitas masyarakat termasuk Masyarakat Adat Sasak (MAS),” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan iitu yang diajukan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Dan mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan nasional.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” jelasnya.

Mengenai  kode booking tidak ada yang beruban, tetap LOP.  Perubahan itu hanya nama saja, yang rencananya akan diresmikan pasca kegiatan Sail Moyo Tambora.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menjelaskan, adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat.  Menurut Bayu, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, Pelabuhan Gilimas.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” ujarnya.

Bagaimana dengan kode booking? Bayu menegaskan, tidak ada yang beruban alias tetap LOP,  yang berubah hanya nama saja. Kemungkinan, pasca kegiatan Sail Moyo Tambora akan diresmikan.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menambahkan, mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat. Bagi dia, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

“Tinggal diusulkan nama saja, nanti akan diproses,” jelasnya.

Nama ZAM itu bukan Bandara di Lombo Tengah, tapi juga nama eks bandara Selaparang Mataram juga ZAM. Itu merupakan penghargaan dari Panglima TNI.

Bayu berharap, dengan disetujuinya  usulan nama tokoh pahlawan nasional asal NTB, berarti tidak menutup kemungkinan banyak pahlawan nasional ke depan karena sudah tahu caranya.

“Tapi itu kebijakan Disos,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati, H Moh Sih FT tidak setuju terhadap pergantian nama bandara internasional itu. Sehingga berencana akan menggelar istigosah di Masjid Bandara bersama ASN dan masyarakat Lombok Tengah bentuk penolakan.

“Ini sepihak, saya secara pribadi dan masyarakat Lombok Tengah tidak setuju nama Bandara itu diganti. Ini juga sangat melecehkan masyarakat Lombok Tengah,” ungkap Suhaili, Kamis (06/09).

Suhaili mengatakan, mekanisme dan proses perubahan nama bandara dinilai tidak pro masyarakat, malah terkesan ini dipaksakan karena dari keputusan sepihak.

Pejabat Pemprov NTB tidak tidak pernah mensosialisasikannya apalagi mengajak berkomunikasi.

AYA




Sambangi Korban Gempa, Prabowo Urung Salat Berjamaah

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto,  datang menyambangi warga korban gempa di posko pengungsian Lombok Barat, Rabu (05/09).

Kedatangan Prabowo kali ini ke posko pengungsian di Dusun Dopang Tengah, Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat disambut antusias oleh warga setempat.

Prabowo bersama rombongan tiba di Desa Dopang sekitar pukul 12.30 Wita. Sebelumnya ia menyempatkan diri berkunjung ke desa sebelah di posko pengungsian Desa Guntur Macan.

“Kita datang untuk menyatakan rasa solidaritas dan rasa prihatin ingin berbuat untuk meringankan beban bapak ibu,” ungkap Prabowo di hadapan warga.

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini.

Setelah dari Desa Guntur Macan, Prabowo tiba di posko Desa Dopang di tenda halaman tenda Pondok Pesantren Ishlahussibyan.

Kehadirannya yang telah lama dinanti walaupun hanya sekadar singgah sebentar dan memberikan sambutan atas kedatangannya. Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga yang dilanda bencana gempa bumi.

Seperti diketahui, Desa Dopang dan Guntur Macan merupakan dua desa yang sangat terdampak. Rumah warga banyak yang rusak akibat guncangan gempa bumi yang terus menerus terjadi sejak skala magnitudo 6,4 pada 29 Juli lalu.

“Sekitar 80 sampai 90 persen rumah warga di sini rusak. Saya kira Pak Prabowo akan lama di sini. Pas dia datang, saya sedang salat berjamaah di masjid darurat, Baiturrahman. Tapi pas saya selesai salat, ternyata Pak Prabowo sudah pergi,” tutur Abdullah (48) kepada Lombok Journal, Rabu.

Informasi yang disampaikan Master of Ceremony (MC) saat acara kedatangan Prabowo juga sempat diagendakan untuk ikut salat berjamaah. Namun urung dilakukan sebab kondisi warga yang kurang kondusif karena terlalu antusias menyambut kedatangannya.

Usai memberikan sambutan, bersama rombongan Prabowo pun pamit sambil menyalami warga dan beranjak masuk ke dalam mobil kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Hari




Operasi PAsar Bahan Pokok Dan Bahan Bangunan Di KLU, Hari Kamis

Warga  yang rumahnya rusak ringan bisa membeli bahan bangunan, agar bisa segera memperbaiki rumahnya

Hj. Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Perdagangan NTB akan melaksanakan Operasi Pasar Bahan Pokok dan Bahan Bangunan di Lombok Utara pada, Kamis (06/09).

“Ini beraitan dengan masyarakat KLU yang terkena gempa, diputuskan tanggl 6 akan dilakukan Operasi Pasar bapok dan bahan bangunan” ujar Hj. Putu Selly Andayani, hari Rabu (05/09).

Selly  menyatakan, kegiatan Operasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari adanya berita hoax terkait adanya Harga Bapok (bahan pokok) dan bahan bngunan yng melonjak tinggi pasca gempa.

Pemerintah harus hadir, yakni Satgas bahan Bapok dan bangunan ikut turun dalam Operasi pasar (OP), lokasi  OP ini di depan pasar Tanjung.

“Pemerintah KLU menyiapkan tempat 200 meter untuk lokasi OP ini,” ujarnya.

Selly menambahkan, untuk bahan bangunan permintaan bahan bangunan akan diacatat terlebih dahulu baru di bawa ke lokasi OP.

“Dicatat  dulu, setelah dicatat baru besok diantarakan. Jadi apa yang diminta harus habis karena disna tidak ada tempat penyimpanan bahannya,” katanya.

Harga yang diberikan adalah harga pabrik dan akan mendapatkan diskon 5 persen untuk bahan bangunan.

Permakluman sudah disampaikan ke Pemerintah KLU, akan ada OP Bahan Bangunan. Jadi warga  yang rumahnya rusak ringan bisa membeli bahan bangunan, agar bisa segera memperbaiki rumahnya.

Rencana Operasi asar ini akan dilaksanakn  selama satu hingga dua bulan sesuai permintaan.

“Intinya bahah yang diperlukan harus dicatat,  lalu dihadirkan di tempat,” pungkasnya.

AYA




Begini Tips Perbaikan Rumah ala Kades Meninting

Pasca gempa bumi yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli lalu, sejumlah wilayah di NTB terdampak. Lima ratusan lebih korban jiwa tewas. Sementara ribuan bangunan roboh dan rusak berat akibat kerasnya magnitudo gempa

Tembok retak menganga

Iskandar

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Warga Desa Meninting, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), NTB tak mau larut bersedih, meski rumahnya banyak yang retak menganga akibat diguncag gempa besar termasuk gempa susulan ribuan kali.

Selain tak ingin banyak bergantung dari bantuan pemerintah pusat, mereka pun punya cara tersendiri untuk memperbaiki dinding rumah yang retak.

Kepala Desa Meninting, Iskandar berhasil memeperbaiki rumah yang retak dengan caranya sendiri, dan swadaya. Setelah berhasil mencoba, Kades Meninting berinisiatif menularkan ara yang ditemukannya itu mengajak warganya ‘menjahit’ sendiri dinding tembok rumahnya.

Tentu, menjahit dinding bukan pakai jarum benang, tapi menggunakan besi beton seukuran 3 jengkal. Cara ini lumayan efektif untuk memperbaiki rumah rusak ringan. Kriteria dinding tembok yang bisa dijahit adalah yang sekedar menganga dan tidak sampai bergoyang.

“Kita perbaiki sendiri saja dulu dengan apa yang ada. Insya Allah cara ini kuat kalau sekadar tembok menganga yang masuk kategori rusak ringan dan sedang,” katanya, Rabu (05/08).

Kepada Journal Lombok dikatakannya, untuk perbaikan semacam itu tidak membutuhkan biaya banyak. Dia mencontohkan untuk kerusakan di rumahnya saja yang menganga lebih dari 2 meter, hanya butuh besi beton ukuran 6 sebanyak kurang dari setengah lonjor ditambah beberapa kilogram semen.

“Semennya ndak banyak, sekitar setengah sak. Jadi dah,” ujarnya.

Dia kemudian menjelaskan cara menjahit tembok rumah tersebut. Pertama, bagian kiri kanan yang menganga ini dibor dulu. Ukurannya sekitar sejengkal di kiri, sejengkal di kanan. Jumlah yang dibor menyesuaikan dengan ukuran tembok yang menganga. Makin banyak makin bagus.

Kedua, lanjutnya, antara lubang kiri dan kanan dikaitkan dengan besi beton yang sudah dibengkokkan berbentuk letter U. Agar besi beton tidak nampak, maka ada baiknya dicocor temboknya yang akan dilalui oleh besi beton tersebut. Besi beton ini nantinya berada di dalam tembok dan setelah itu ditutup oleh plesteran agar tidak nampak.

Cara menjahit yang diapatkannya dari youtube itu ditularkan kepada warga Desa Meninting yang rumahnya mengalami kerusakan serupa. Sebab menurutnya, kalau menunggu dana dari pemerintah, tentu akan lama.

“Bagi yang ingin cepat, ayo pakai cara ini. Kami dari pihak desa akan siapkan materialnya,” ujarnya.

Dengan cara itu, lanjut Iskandar, warga pengungsi yang rumahnya rusak ringan, akhirnya berani pulang dan menempati rumahnya lagi.

“Kalau sebagian sudah berani pulang, maka tugas pihak desa bisa lebih ringan. Kita tinggal menjaga pengungsi yang memang tidak bisa pulang karena rumahnya rusak berat,” ujarnya.

Laporan sementara, Iskandar mencatat, sebanyak 650 unit dengan model kerusakan bervariasi. Karena itu dalam waktu dekat ini ia akan segera menyasar rumah-rumah warga di Desa Meninting yang dinding temboknya mengalami kerusakan ringan.

Rumah warga yang masih agak baik akan ditangani terlebih dahulu dengan talangan dana desa dan akan memberdayakan tukang-tukang di desa setempat.

Hari

 

 

Foto dinding bangunan retak




Wakil Ketua DPRD Lobar Anggap Pemerintah Lamban Tangani Korban Gempa Lombok

BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan diminta lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Sulhan Mukhlis Ibrahim, menilai Pemerintah Pusat masih lamban menangani korban gempa Lombok.

“Sudah satu bulan lebih bencana gempa bumi melanda, masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat,” ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Barat itu, Selasa (04/09).

Sulhan menyoal data yang disampaikan pihak Pemkab Lombok Barat yang tidak segera direspons Pemerintah Pusat.

Seperti dimaklumi, kedatangan Jokowi ke Lombok untuk ke-3 kalinya kemarin adalah untuk melaunching bantuan rumah.  Sayangnya, dengan data rumah rusak yang lebih dari 57 ribu, Lombok Barat hanya kebagian 359 rumah.

“Tindak lanjut sisanya, kapan?” tanya Sulhan.

Bahkan menurutnya, skema dan besaran bantuan itu sendiri belum jelas sama sekali. Bagaimana proses verifikasinya, input datanya, dan skema penggunaan uangnya.

Sulhan mengaku pernah mengikuti Rapat Koordinasi tanggal 31 Agustus lalu, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat belum memahami skema dan jumlah bantuan ke korban atau ke pemerintah kabupaten,” tuturnya.

Bagi dia, BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan juga harus lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi.

Ia memberi contoh, kasus wabah malaria yang melanda pengungsi. Saat ini jumlah pengungsi yang terjangkit malaria sudah lebih dari 40 orang di satu wilayah kerja Puskesmas Penimbung Gunungsari.

“Apalagi kondisi sekarang mendekati musim hujan tentu kebutuhan masyarakat akan hunian sementara, tenda yang layak huni, maka BNPB harus segera meresponsnya untuk mengantisipasi dengan memberikan kelambu, selimut, penyediaan MCK, dan air bersih,” ujarnya.

Sulhan yakin tidak sendiri dalam pandangan semacam itu. Masih banyak lagi masyarakat Lombok Barat yang berharap agar para korban dapat ditangani dengan segera dan cepat.

Harapan tentang kedatangan Presiden Jokowi, mestinya kembali mendorong pihak berwenang untuk melakukan terobosan dan percepatan penanganan buat para korban.

 

Sebelumnya Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menyuarakan harapannya, agar kedatangan Presiden Jokowi bisa mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar. Semoga dengan kehadiran beliau, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dipercepat. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas,” ujar Fauzan sesaat menyambut kedatangan Jokowi di Pos Pengungsian Desa Kekait,Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat..

Hari