Operasional Bandara Di Lombok Saat Gempa Tak Pernah Berhenti
Bandara di Lombok Tengah juga menjadi salah satu pintu utama bagi masuknya distribusi bantuan maupun relawan yang datang untuk membantu korban gempa Lombok
) I Gusti Ngurah Ardita
MATARAM.lombokjournal.com — General Manager Lombok International Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, operasional bandara masih berjalan normal, baik saat kejadian gempa maupun saat masa tanggap darurat seperti saat ini.
“Bandara secara infrastruktur 100 persen beroperasi normal, semuanya dalam kondsi baik, laik operasi tidak pernah berhenti sejak kehadian bahkan sampai sekarang,” tutur Ardita.
Ardita menyampaikan, sejauh ini tidak ada pembatalan penerbangan, dan jumlah pergerakan penumpang masih relatif stabil di atas 12 ribu penumpang per hari.
“Kalau masih di atas 10 ribu itu masih stabil,” tegasnya
Ardita menambahkan, LIA yang berada di Kabupaten Lombok Tengah juga menjadi salah satu pintu utama bagi masuknya distribusi bantuan maupun relawan yang datang untuk membantu korban gempa Lombok.
“Kita sudah operasikan Bandata Selaparang (Kota Mataram) khusus distribusi bantuan untuk pesawat militer sampai tanggap bencana berhenti,” pungkasnya.
AYA
Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Tak Mengurangi Layanan
Hingga saat ini, peserta JKN-KIS yang menerima manfaat di rumah sakit setiap bulannya terus bertambah dan sudah banyak pasien JKN-KIS yang menyatakan rasa puas
MATARAM.lombokjournal.com — Pelaksanaa Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) BPJS Kesehatan sama sekali tidak mengurangi pelayanan rumah sakit.
Perdirjampelkes) BPJS Kesehatan yaitu meliputi Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak, Perdirjampelkes Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan dengan Bayi Lahir Sehat, dan Perdirjampelkes Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.
Terbitnya 3 peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan yang berlaku sejak 25 Juli 2018 itu, nyatanya tidak memengaruhi pelayanan di salah satu Rumah Sakit di Tabanan, di antaranya yaitu Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan.
Pernyataan itu disampaikan dr. Ketut Sumiarta M. Kes., selaku Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan. Pihak rumah sakit mengaku tidak merasa adanya gangguan maupun pengurangan manfaat di pelayanan rumah sakit.
Saat ditemui di ruangan kerjanya, ia menyampaikan, sejak menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan tahun 2017 lalu, pihaknya telah menerapkan prosedur sebagaimana yang diatur dalam Perdirjampelkes tersebut.
Ditegaskannya, perubahan maupun pengurangan layanan sama sekali tidak ada, hanya penegasan kembali prosedurnya saja,
“Selama sudah sesuai dengan ketentuan penjaminan, maka kita akan tetap memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Menurut Sumiarta, ketiga peraturan yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan tidak menjadi masalah selama semua pihak sudah memahami dan mau menjalankannya.
Contoh kasus bayi baru lahir kondisinya normal, maka perlakuan selanjutnya bayi itu hanya diobservasi. Jika memang dalam kondisi tertentu bayinya perlu penanganan medis lebih lanjut, maka penanganan lanjutan tetap diambil dengan prosedur penjaminan seperti ketentuan tersebut.
“Pada dasarnya tidak ada perubahan ketentuan sehingga tidak ada masalah di rumah sakit,” paparnya.
Hingga saat ini, peserta JKN-KIS yang menerima manfaat di rumah sakit setiap bulannya terus bertambah dan sudah banyak pasien JKN-KIS yang menyatakan rasa puas.
Pihaknya juga terus melakukan pembenahan dari segi operasional maupun pelayanan untuk lebih memuaskan pasien.
“Jadi dalam setiap keluhan dari pasien kita lakukan perbaikan dan dari keluhan itu kita mengetahui mana yang paling tepat dan dibutuhkan pasien,” ucapnya.
Rr (*)
Sumber ;Antaranews Bali
Rakor Di Halaman Kantor, Dispar Bersama StakeHholder Pariwisata Lombok Siap Bangkit
Disetujui adanya tim recovery pariwisata Lombok, tapi meng gunakan nama yang lebih positif, misalnya . Tourism Hospitality atau nama Lombok Bangkit
MATARAM.lombokjournal.com – Rapat Koordinasi (RAKOR) Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pemangku kepentingan (stake holder) pariwisata di NTB pasca gempa Lombok, Rabu (15/08) pagi.
Pelaksanaan Rakor yang berlangsung di halaman Kantor Dispar itu didukung Kementerian Pariwisata itu, dengan mendengarkan pemaparan Kepala Dispar NTB serta Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.
Pemaparan keduanya terkait proses pemulihan pariwisata NTB, khususnya Lombok.
Lalu Moh. Faozal selaku Kadispar NTB mengungkapkan, rapat koordinasi ini untuk memetakan keadaan Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas pariwisata Lombok pasca gempa yang berlangsung beberapa waktu lalu.
“Kami ingin agar 3A (Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas) kita bisa dipetakan secepat mungkin agar dapat mengetahui langkah strategis pemulihan,” ucap Faozal
Setidaknya terdapat delapan langkah jangka panjang yang akan dilakikan Dispar NTB untuk memulihkan keadaan 3A.
“Kita punya delapan langkah sejauh ini yang telah dan sedang berlangsung. Pertama, kami melakukan pengecekan terkait kondisi dermaga penyebrangan baik di Teluk Nare maupun Gili Trawangan. Kedua, inventarisasi amenitas pariwisata, inventarisasi daya tarik pariwisata, serta pemulihan citra melalui promosi pariwisata”, ungkap Kadispar mendeskripsikan empat poin awal.
Selanjutnya, diharapkan adanya renovasi amenitas dan daya tarik yang berdampak, adanya kebijakan terkait perpajakan bagi para pelaku industri pariwisata, memfasilitasi dan mengawasi pinjaman lunak selama proses recovery.
“Dan yang terakhir diharapkan adanya program pelatihan dalam rangka peningkatan SDM Pariwisata di daerah yang berdampak” lanjut Faozal.
Sebelum menutup presentasinya, Kadispar NTB a menyepakati adanya tim recovery seperti halnya yang pernah diberlakukan di Bali beberapa waktu lalu, yang sakan bertugas k membantu pemulihan pariwisata Lombok.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata juga memberikan pemaparannya setelah penyampaian dari Kadispar NTB.
Dalam pemaparannya, pihak Kemenpar sepakat akan hadirnya tim recovery seperti yang diharapkan oleh Kadispar NTB, namun menggunakan istilah yang terkesan lebih positif, seperti halnya tim recovery di Bali.
“Kami menyetujui adanya tim recovery pariwisata Lombok. Tapi mungkin, kita gunakan nama yang lebih positif. Jika berkaca dari Bali, maka istilah yang digunakan adalah Tourism Hospitality. Atau bagus juga jika menggunakan nama yang digunakan oleh Pak Kadis, yaitu Lombok Bangkit,”, ungkapnya.
Pemaparan perwakilan Kemenpar menekankan pada tahap-tahap mitigasi pariwisata yang berlaku sejauh ini.
“Terdapat tiga tahap dalam mitigasi pariwisata. Pertama, tahap tanggap darurat. Kedua, tahap rehabilitasi dan ketiga tahap normalisasi. Kita harus lakukan secara bertahap dan Dispar NTB sudah memikirkan semua ini,” lanjut Ricky.
Setelah pemaparan dari Kadispar dan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, para tamu undangan dan peserta rapatp un sepakat untuk berkolaborasi.
Dan Pariwisata Lombok Siap untuk Bangkit kembali sebelum selanjutnya rapat koordinasi dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dengan para stakeholder pariwisata.
AYA
Peserta Dan Tenaga Medis Diminta Dukung Kesenambungan Program BPJS Kesehatan
Banyak yang membutuhkan program ini, banyak masyarakat yang dulunya kesulitan mendapat pelayanan kesehatan, sekarang dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan
Suastika
lombokjournal.com —
MATARAM — Penerapan Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan (Perdirjampelkes) nomor 2, 3, dan 5 tahun 2018 yang mengatur tentang penjaminan pelayanan operasi katarak, bayi baru lahir, dan rehabilitasi medik, sudah dipertimbangkan dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini.
Ketua Dewan Pertimbangan Medis (DPM) Provinsi Bali, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD angkat bicara terkait Perdir yang mulai diterapkan oleh BPJS Kesehatan sejak 25 Juli 2018 tersebut . BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang dipercaya untuk mengemban tugas memberikan jaminan pelayanan kesehatan
“Dalam operasionalisasinya BPJS Kesehatan tentu menghadapi banyak kendala,” kata Suatika
Karena, itu perlu para pihak pemangku kepentingan, termasuk tenaga medis yang memberikan pelayanan medis memberi dukungan dengan meningkatkan kualitas layanan.
Sumber pendanaan BPJS Kesehatan menerapkan prinsip gotong-royong, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta lainnya yang sedang sakit. karena itu tentu dibutuhkan dukungan dari peserta untuk rutin membayar iuran tiap bulannya.
Leih lanjut Suastika menjelaskan, melalui BPJS Kesehatan pemerintah menanggung kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang cukup besar. Pembiayaan itu semua harus dipikirkan dengan perhitungan yang benar, karena tidak ada biaya yang tidak berbatas.
“Masalah pembiayaan perlu pengelolaan yang baik dengan tetap mengutamakan mutu pelayanan, tentunya kondisi keuangan juga harus tetap diperhatikan,” tutur Suastika.
Para tenaga medis diminta melihat perubahan peraturan ini secara lebih jauh ke depan, karena ini menyangkut kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Banyak yang membutuhkan program ini, banyak masyarakat yang dulunya kesulitan mendapat pelayanan kesehatan, sekarang dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan, bahkan untuk penyakit yang berbiaya besar.
Karena itu para tenaga medis agar dapat memandang pelayanan kesehatan dengan konsep baru.
“Pesan saya kepada teman-teman sejawat, sebagai tenaga medis, pengabdian kita disini akan dirasakan oleh orang yang kurang mampu dan membutuhkan pertolongan di luar sana,” tegasnya.
Kehadiran BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat.
“Mari kita mendukung program JKN-KIS ini agar dapat terus berjalan dan bertahan, kalaupun ada sedikit perubahan mari kita sikapi dengan arif dan positif,” pitanya.
Rr
Sumber;Baliberkarya.com
Defisit Anggaran, Akibat Kebijakan Tidak Sesuai Tapi BPJS Kesehatan Yang DI-bully
Pemerintah harus di dorong melakukan penyesuaian tarif iuran, dan segera diterapkan
lombokjournal.com —
PALEMBANG ; Defisit anggaran BPJS Kesehatan itu sudah diprediksi sejak awal oleh pemerintah. Hal itu disebabkan sistem perhitungan tarif tidak sesuai, dan secara logika hitungan ekonominya dari awal tidak pas.
Pernyataan ini disampaikan salah seorang Anggota DPD RI asal Sumsel, Abdul Azis, di Palembang, Minggu (12/8) pada TRIBUNSUMSEL.
“Defisit anggaran di BPJS Kesehatan, akibat kebijakan pemerintah yang tidak sesuai atau tidak tepat, namun yang kena imbas di bully BPJS Kesehatan itu sendiri,” kata Azis.
Dikatakan Azis, merujuk Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan BPJS Kesehatan tahun 2018, pendapatan ditargetkan mencapai Rp 79,77 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 87,80 triliun, artinya defisit sekitar Rp 8,03 triliun.
“Kita tidak bisa menyalahkan BPJS Kesehatan, karena mereka hanya penyelenggara, tapi pemerintah yang salah dalam mengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah diwakili Kemenkeu (Kementrian Keuangan) dan Kemenkes (Kementrian Kesehatan),” ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan Aziz, perlu dilakukan penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan ke depan, sehingga defisit anggaran bisa ditekan.
Masyarakat kelas menengah kebawah memang perlu mendapat subsidi (dibiayai), karena resiko pemerintah agar terjamin kesehatan masyarakat Indonesia. Meski demikian, tarifnya harus disesuaikan dengan dirembukkan bersama, namun tetap sesuai hitungan ekonominya.
“Saya secara pribadi dan anggota DPD RI, mendesak pemerintah untuk melakukan penyesuaian, jangan seperti saat ini, tarifnya terlalu kecil tidak sesuai dengan biaya berobat dan operasional bagi rumah sakit,” ucapnya.
Jika berkaca pada tarif sekarang, sesuai penerapan iuran dalam Perpres 19 dan 28 tahun 2016, pada segmen PBI hanya dikenakan biaya sesuai penetapan pemerintah sebesar Rp 23 ribu.
Idealnya (perhitungan Aktuaria DJSN) sebesar Rp 36 ribu. Kemudian segmen PBPU untuk kelas III sebesar Rp 25.500 (sesuai DJSN Rp 53.000), kelas II Rp 51 ribu (sesuai DJSN Rp 63 ribu) dan kelas I Rp 80 ribu.
Diharapkannya, pemerintah harus di dorong melakukan penyesuaian tarif iuran, dan segera diterapkan. Apalagi sekarang ini subsidi- subsidi mau ditarik pemerintah seperti BBM, sehingga nanti uangnya bisa digeser ke bidang kesehatan.
Re
Sumber; TRIBUNESUMSEL
BPJS Kesehatan Mataram Salurkan Bantuan Ke Dusun Gitak Demung Dan Dusun Salut
Dipastikan layanan BPJS Kesehatan Mataram tetap berlangsung selama terjadinya gempa. Hanya di Lombo Utara, selama seminggu pasca gempa, sempat terhenti
MATARAM .lombokjournal.com – BPJS Kesehatan kantor Cabang Mataram kembali menyalurkan bantuan di dua dusun yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,0 SR, Selasa (14/08).
Sasaran pertama dituju yang termasuk parah dan kurang tersentuh bantuan yaitu Dusun Gitak Demung Desa Genggelang Kecamatan Gangga. Di dusun in, 99 rumah rusak berat. Dusun yang dihuni 235 KK, penduduknya 750 jiwa, tercatat 2 korban jiwa anak sedang org tua 6 luka berat dan patah tulang.
Kepala Dusun Gitak Demung, Murikep mengatakan, sejak terjadi gempa para petani belum ada yang melakukan aktivitas. “Kami butuh bantuan terpal dan selimut untuk pengungsi, khususnya anak-anak. Air juga tidak ada, listrik mati,”. katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Mataram, dr Muhammad Ali dan Kabid SDM, Nur Rohman yang turun langsung dalam penyaluran bantuan logistik berupa air minum, terpal, alas tidur, makanan bayi, popok, beras, indomie.
“Masyarakat yang terdampak gempa butuh bantuan untuk jangka panjang. Kami meyerahkan bantuan untuk meringankan saja,’ kata Muhammad Ali.
Menurutnya, pihaknya langsung turun menyalurkan bantuan agar sampai ke pengungsi yang jauh. Dari postingan netizen di medsos, diketahui banyak pengungsi yang belum mendapat bantuan.
Karena itu BPJS Kesehatan Mataram juga mengunjungi Dusun Salut Barat, Desa Salut, Kecamatan Kayangan, KLU. Di dusun ini terdapat 179 kk dengan keseluruhan penduduk berjumlah 568 jiwa. Tercatat 1 orang meninggal dunia karena keruntuhan bangunan.
Kepala Dusun Salut, Ramdan menututurkan, selain membutuhkan penangan cepat untuk ppengungsi, juga di dusun ini tidak bisa memperoleh air.
“Listrik baru nyala hari ini. Sumber air terputus, kekeringan Pak, di pengungsian tidak mandi sudah seminggu, ” katanya.
Bantuan yang disalurkan BPJS Kesehatan Mataram merupakan program OSR (Organization Social Responsibility).
Selama bertemu pengungsi yang sebagian besar petani, Kacab BPJS Kesehatan Mataram dr Muhammad Ali, bertanya apakah masyarakat sudah memiliki kartu JKN
Ali menanyakan hal tersebut untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan semestinya.
“Syukurlah semua sudah memegang kartu JKN. Kartu JKN sudah terdistribusi, ” kata Ali yang saat ini harus berkantor di tempat darurat.pasalnya, kantor BPJS Kesehatan Mataram juga mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan sebagai tempat kerja.
Namun Ali memastikan, layanan tetap berlangsung selama terjadinya gempa. Hanya di Lombo Utara, selama seminggu pasca gempa, sempat terhenti. Namun masyarakat bisa menghubungi 1500 – 400 untuk memperoleh layanan.
‘Sekarang sudah kembali membuka layanan seperti biasa, ” katanya.
Rr
NU Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Gempa Lombok
Mulai besok NU Peduli akan menyalurkan 50 terpal yang berukuran 10×10 yang dipergunakan sebagai musholla di 50 titik diantaranya di Malaka, Gangga, kayangan, Lekok, Pemenang
Ketua NU Peduli, Baiq Mulyana dan Ahmad Fauzan, Klaster Litbang NU Peduli
MATARAM.lombokjournal.com — PW NU NTB dan ormas NU lain menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk warga masyarakat yang terkena dampak gempa baik di Lombok Timur , Lombok Utara, Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah.
Hal tersebut sebagai ungkapan keprihatinan yang mendalam terhadap tragedi gempa bumi di Lombok, karena masivnya dampak kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu, merupakan bagian dari ikhtiar kaum Nahdliyin untuk meringankan beban penderitaan warga yang terdampak gempa itu.
KeTua Tim NU Peduli, Baiq Mulyana mengatakan, terhitung mulai hari Sabtu (11/08) sesuai perintah dari PB NU, seluruh aktivitas bantuan kemanusiaan untuk gempa bumi di Lombok menggunakan satu pintu yakni NU Peduli yang sekretariat utama atau Poskonya di Aula PW NU di Jl Pendidikan – Mataram.
“Ini untuk memudahkan koordinasi dan efektifitas penyaluran bantuan untuk korban gempa se pulau Lombok yang terdampak,” ujar Baiq Mulyana yang juga Rektor Universitas NU, Selasa (14/08)
Lebih lanjut Baiq Mulyana mengatakan, hingga saat ini NU Peduli sudah menyalurkan bantuan untuk gempa bumi di Lombok di puluhan titik korban gempa dalam bentuk paket sembako, makanan bayi, terpal, tikar, tenda, dan lain lain.
“Untuk dapur umum, NU peduli sudah buka di desa Sigar Penjalin – Lombok Utara dengan kapasitas tiga kali makan masing- masing 2000 s.d 4000 nasi bungkus per sekali masak,” tambahnya
“Selain itu NU peduli juga mendapatkan bantuan puluhan tenaga medis, para medis serta psykolog trauma healing dari PW NU Jatim, PW NU Jateng via RS Kudus, PC NU Nganjuk, PC NU Boyolali, Bali, Sampang serta dari Universitas NU Jatim dan yang baru tiba rombongan dari Universitas Brawijaya/Pergunu Malang yang dipimpin Dr Eng Fadly Isman,” info Baiq Mulyana yang didampingi Ahmad Fauzan dari klaster Litbang NU Peduli
Bhakti sosial NU Peduli, lanjut Baiq Mulyana tidak berhenti saat tanggap darurat usai seperti yang telah ditetapkan pemerintah. Karena NU Peduli akan terlihat pada upaya paska tanggap darurat, khususnya yang menyangkut pemulihan trauma korban.
“NU Peduli sudah menerjunkan tim dokter , para medis dan trauma healing satu paket agar masyarakat bisa pulih dan bangkit untuk menyongsong masa depannya,” bebernya .
Rektor Universitas NU melaporkan hingga saat ini saldo rekening di NU Peduli sejumlah 274.577.875 yang bersumber dari donasi beberapa lembaga seperti Freeport , PT China Harbour Indonesia ,dan lain lain.
“Pendek Kata NU Peduli akan transparan dan akuntabel dalam penggunaan dan pelaporannya,” ungkapnya.
Selain itu, imbuh Baiq Mulyana , mulai besok NU Peduli akan menyalurkan 50 terpal yang berukuran 10×10 yang dipergunakan sebagai musholla di 50 titik diantaranya di Malaka, Gangga, kayangan ,Lekok , Pemenang.
“Selain itu NU peduli juga akan mendroping 150 telpal untuk tenda yang memisahkan tenda perempuan, anak-anak dan lansia. Juga tenda khusus untuk penderita penyakit menular seperti TBC ,” lanjutnya .
Untuk kebutuhan air dan sanitasi, lanjut Baiq Mulyana, Team NU Peduli akan melakukan pemetaan udara lewat drone untuk menentukan titik-titik konsentrasi pengungsi yang selama minim dijangkau oleh bantuan kemanusiaan.
“Dalam waktu dekat NU Peduli akan melakukan pengeboran air di beberapa titik pengungsi di KLU yang Medan nya sulit dijangkau,” kata Baiq Mulyana sembari menambahkan alat dan tenaga sumur bor dari NU peduli sudah siap bergerak .
Rumah Ramah Gempa
Sementara itu, akademisi Universitas Brawijaya yang juga Wakil Ketua PP Persatuan Guru NU ( Pergunu) Dr Eng Fadly Usman bertempat di Aula PW NU Mataram mengatakan, masyarakat NTB perlu disadarkan tentang pentingnya membangun hunian yang ramah terhadap gempa.
Mengingat NTB, khususnya Lombok merupakan daerah yang kerap dilanda gempa. Dia kemudian mengilustrasikan kesigapan warga Jepang jika dilanda gempa.,
“Dijepang semua struktur bangunannya dirancang dan ramah terhadap gempa untuk meminimalkan dampak dan korbannya,’ ujar Dr Eng Fadly Usman yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bencana Indonesia untuk Gempa dan Tsunami
Selain itu, warga Jepang dari mulai kecil sudah diberikan pemahaman untuk safety jika terjadi gempa , termasuk memasang alat-alat sederhana yang mudah dilihat dan dirasakan jika gempa itu terjadi.
“Dijepang ,rata-rata warganya memasang lampu itu digantung , bukan ditempel di plafon. Jika gempa tiba , maka lampu gantung tersebut akan berayun. Juga disetiap rumah atau sekolah , warga Jepang membiasakan diri menaruh air kemasan dimeja, jika ada gempa, maka air tersebut akan bergoyang. Itu salah satu early warning yang mudah dilakukan ,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan, karena wilayah Indonesia khususnya bagian selatan rawan gempa, Dr Eng Fadly Usman menyarankan agar edukasi mitigasi gempa ini bisa masuk kurikulum , minimal dimasukan dalam sub mata pelajaran sosial lainnya yang Terkait.
“Hal ini agar setiap warga negara Indonesia memiliki pengetahuan dan cara perlindungan diri yang cepat saat terjadi gempa ataupun bencana lainnya,” tukasnya
Dr Eng Fadly Usman menyarankan, bila gempa terjadi sebaiknya tidak lari keluar, tapi berlindung dibawah kolong meja untuk menghindari benturan langsung.
“Maka setiap rumah hendaknya memiliki meja yang cukup kuat utk menahan reruntuhan sebagai upaya antisipasi,’ pungkasnya.
Me .
Gubernur Majdi Bonceng Jokowi Pakai Trail Tinjau Korban Gempa
Kehadiran Presiden dan Gubernur NTB, langsung disambut ratusan warga terdampak gempa Lombok, dan warga yang sudah menunggu sejak pagi, langsung berebut salaman dengan Presiden. Jokowi yang menyambangi satu-satunya posko pengungsian
MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi membonceng Presiden Joko Widodo menggunakan sepeda motor trail.
Itu terjadi saat keduanya melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Lombok Utara (KLU), hari ini Selasa (14/08), meninjau pengungsi di Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Gubernur NTB membonceng Presiden RI itu menjadi pemandangan menarik. Presiden menaiki sepeda motor trail menuju Dusun Terengan. Pemandangan langka tersebut juga menarik perhatian ratusan pengungsi yang menyambut presiden dan Gubernur.
Kehadiran Presiden dan Gubernur NTB, langsung disambut ratusan warga terdampak gempa Lombok beberapa waktu lalu. Warga yang sudah menunggu sejak pagi, langsung berebut salaman dengan presiden. Jokowi yang menyambangi satu-satu posko pengungsian yang didirikan.
Saat berinteraksi dengan warga tersebut, presiden yang juga didampingi sejumlah menteri meminta warga untuk sabar. Sembari mendoakan semoga bencana gempa tidak terulang lagi. Serta warga yang sakit segera diberikan kesembuhan. Termasuk rumah-rumah mereka segera dibangun kembali.
Presiden menjanjikan akan memberikan bantuan uang Rp50 juta untuk membangun kembali rumah yang rusak berat. sementara yang rusak sedang akan dibiayai 25 juta per unit.
Presiden berharap, masyarakat dapat membangun rumah secara gotong royong. Dan dipastikan rumah yang dibangun adalah yang tahan gempa.
AYA/Humas NTB
Pengadaan Air Bersih Diprioritaskan Bagi Warga Terdampak Gempa
Kementerian PUPR telah menyediakan 400 tandon air yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Warga terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diprioritaskan untuk mendapat air bersih..
Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali Akman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memprioritaskan pengadaan air bersih bagi bagi warga yang terdampak gempa.
“Kondisi di sini secara umum rusak berat semua, yang paling dibutuhkan warga itu air bersih,” ujar Achmad Gani Ghazali Akman yang didampingi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana (PDB) di Lapangan Tanjung Lombok Utara
Dia menyebutkan, sejak gempa pada Ahad (29/7) yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur dan Lombok Utara, Kementerian PUPR telah membuat posko di Sembalun dan Sambelia, Lombok Timur. Bencana yang kembali melanda pada Ahad (5/8), di mana Lombok Utara menjadi wilayah paling parah, Kementerian PUPR juga membuka posko di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.
“Dari kemarin kita sudah kirim air bersih dan lebih masif lagi ke depannya,”
Ia menyampaikan, Kementerian PUPR telah menyediakan 400 tandon air yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak dengan 14 unit mobil tangki air.
“Air bersih ini kan untuk kebutuhan warga memasak, wudhu, itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.
Dia melanjutkan, untuk pengadaan MCK mengalami sedikit kendala lantaran banyak warga yang tidak bersedia tanahnya dijadikan tempat dibangunnya MCK. Jalan keluarnya dengan mendirikan MCK di lapangan terbuka.
Gani menambahkan, Kementerian PUPR juga diminta mendirikan puskesmas, masjid, dan sekolah darurat, termasuk rumah sakit darurat di Terminal Tanjung.
“Ada 140 sampai 150 gedung sarana umum yang harus kita bangun. Sementara ini 20 dulu tersebar yang rusak berat,” katanya.
Kata dia, pembangunan rumah sakit darurat memerlukan waktu sekira dua bulan, sedangkan sekolah dan puskesmas memerlukan waktu pembangunan sekira dua hingga tiga pekan.
“Kendala kita paling soal barang-barang yang dibawa kan dari jauh-jauh, dari Jakarta, Surabaya, Bali, karena di sini tidak tersedia. Jadi perlu waktu,” tegasnya.
AYA/Humas NTB
Kunjungan Presiden Jokowi Di Lombok Utara, Bantu Perbaikan Rumah 1000 KK
Masyarakat korban gempa diberikan bantuan perbaikan rumah, 1.000 KK pada tahap awal, masing-masing stimulus sebanyak Rp 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan
lombokjournal.com —
TANJUNG – LOMBOK UTARA ; Kedua kalinnya, Presiden RI, Joko Widodo mengunjungi korban gempabumi di Lombok.
Setelah sebelumnya mengunjungi Lombok Timur beberapa waktu lalu, kini Presiden Jokowi, Senin (13/8) iang, mengunjungi Kecamatan Pemenang.
Kemudian dilanjutkan peninjauan Pos Komando Operasi serta mendengarkan penjelasan terkini penanganan darurat dari Dansatgas Posko Komando Penanganan Dampak Bencana Gempa Lombok, Kol. Ahmad Rizal Ramdani, Danrem 162 Wirabahakti, di areal Lapangan Super Semar Kantor Bupati Lombok Utara.
Presiden RI didampingi Gubernur NTB dan Gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah, Panglima TNI, Kapolri, Jendr Pol Tito Karnnavian, Menteri PU & Pera, Kepala Staf Kantor Presiden dan Kepala BNPB saat mengunjungi korban pengungsi.
Presiden sempat menanyakan langsung tentang kondisi para pengungsi dan apa yang diharapkan. Masyarakat pengungsi di sekitar wilayah Kecamatan Tanjung sangat antusias menyambut kedatangan Presiden RI .
Kemudian Jokowi melanjutkan melihat kondisi pasien di Tenda Pelayanan Yonkes di areal Kantor Bupati Lombok Utara.
Dilaporkan juga ke Presiden, untuk kebutuhan operasi darurat di antaranya kebutuhan tenda, penyediaan MCK, tandon air, permakanan, asupan gizi ibu hamil, selimut, dan obat-obatan. Alat penghancur beton dan ketersediaan BBM juga menjadi prioritas.
Kendala lain yang masih dihadapi adalah minim sarana transportasi untuk distribusi bantuan logistik, dan askes jalan rusak, berbukit dan lokasi desa sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.
Operasi penanganan darurat ini didukung oleh seluruh potensi nasional dan LSM maupun komunitas yang terus membantu upaya penanganan dampak gempabumi Lombok.
Presiden beserta rombongan pada malam hari berdialog langsung dengan masyarakat pengungsi di Lapangan Super Semar Tanjung ,Kabupaten Lombok Utara.
Masyarakat korban gempa akan diberikan bantuan perbaikan rumah sebanyak 1.000 KK pada tahap awal ini. Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp. 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan yang pengerjaannya akan dimulai pada minggu ini.
Pembangunan dan perbaikan dengan konsep rumah tahan gempa ini akan diberikan dalam bentuk tabungan.
Proses pembangunan akan diawasi oleh Gubernur NTB dan asistensi Kemen PU Pera. Pemerintah akan mendorong ketersediaan material semen, besi dan lainnya dan mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa.
Untuk perbaikan fasilitas umum, rumah sakit dan sekolah akan dimulai dua minggu dari sekarang. Presiden juga langsung memberikan paket sembako dan buku tulis kepada masyarakat pengungsi.
Data korban meninggal dunia hingga hari ini (13/08) sejumlah 437 jiwa, berasal dari Kabupaten Lombok Utara 374 jiwa, Kab. Lombok Timur 12 jiwa, Kab, Lombok Barat 38 jiwa, Kab. Lombok Tengah 2 jiwa Kota Mataram 9, dan Kota Denpasar 2 jiwa.
Jumlah pengungsi hingga hari ini sebanyak 352.793 jiwa. Sedangkan total rumah rusak 52.812 unit, sarana pendidikan terdampak 458 unit dan fasum serta tempat ibadah sebanyak 197 unit.