Mendikbud Muhajir Efendi Minta Ibu-ibu Dorong Anaknya Kembali Belajar

Tenda-tenda kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah, bila halaman sekolah juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com  — Para orang tua korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB),  Diminta mendorong anak-anaknya agar  tetap belajar meski dalam kondisi yang serba sulit.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Efendi menyampaikan itu saat mengunjungi warga di pengungsian Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (21/08).

“Ibu-ibu, kerasan tinggal di tenda?” tanya Muhajir kepada warga di pengungsian Kekait. Sontak ibu-ibu dan warga di pengungsian menjawab tidak.

“Berarti harus segera bangun rumah yah,” lanjut Muhajir.

Khusus untuk para pelajar yang berada di pengungsian, ia meminta tetap belajar meski sekolah-sekolah yang ada sudah rusak. Kemendikbud, akan terus melakukan pemasangan tenda untuk kegiatan belajar mengajar.

Muhajir mengatakan, hingga saat ini Kemendikbud telah memasang 30 tenda untuk kegiatan belajar mengajar di pengungsian. Rencananya, 50 tenda lainnya akan segera menyusul.

Nantinya, tenda-tenda untuk kegiatan belajar mengajar akan didirikan di halaman sekolah. Namun, bagi sekolah yang halamannya juga rusak, pemerintah akan memasang tenda di lokasi pengungsian.

“Saya mohon putra putri didorong belajar, tidak boleh berhenti belajar dalam keadaan apa pun, kalau terlalu lama berhenti belajar nanti kembali sekolahnya susah. Kita juga akan mengirim guru-guru konsultasi trauma dan guru untuk bimbingan kegiatan belajar mengajar,” jelas Muhajir.

AYA




Bantuan Pakan Ternak Untuk Ternak, Bukan Untuk Dikonsumsi Korban Gempa

Kementan melalui Ditjen PKH memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Utara meluruskan dugaan sejumlah pengungsi, yang menduga bantuan pakan ternak diperuntukkan para pengungsi korban gempa.

Hal itu terkait viralnya penolakan sejumlah pengungsi korban gempa bumi yang mendapatkan bantuan pakan ternak yang disampaikan relawan Jokowi.

Tim dari Disnak KLU pun langsung terjun ke lapangan dan bertemu dengan sejumlah pengungsi yang mendapatkan bantuan ternak tersebut.

Kepala  Bidang Peternakan KLU, Adi Wibawa mengatakan, pakan ternak tersebut bukan berasal dari relawan Jokowi melainkan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

Kementan melalui Ditjen PKH, ujar Adi, pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Posko Peduli Gempa NTB. Dan memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan.

Bahkan untuk mempercepat penerimaan bantuan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Tim Aksi Peduli Gempa yang terdiri dari Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Provinsi Bali, Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Tim tersebut telah bertugas di lapangan sejak terbentuk pada 5 Agustus 2018, sampai dengan saat ini.

Adi membantah bila bantuan pakan ternak tersebut untuk di konsumsi pengungsi korban gempa, dan disalurkan oleh relawan Jokowi. Ia menegaskan, bantuan tersebut murni sebagai kepedulian terhadap peternak.

“Tidak benar kalau bantuan ini oleh relawan Jokowi. Ini dari kementerian. Sebagai daerah penghasil sapi dan daerah peternakan, bantuan ini untuk mensuplai kebutuhan pakan ternak bukan untuk di konsumsi masyarakat,” ujar Adi.

Minta maaf

Bandi korban gempa yang memberikan keterangan pada video tersebut mengaku, tidak mengetahui bantuan tersebut berasal dari kementerian.

Iapun meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah dituding tidak memperhatikan pengungsi dengan memberi pakan ternak.

“Saya tidak tahu kalau ini bantuan khusus untuk peternak, saya kira kita dikasi pakan untuk di konsumsi, saya pribadi minta maaf kepada bapak presiden Jokowi atas ketidaktahuan saya,” ujarnya menyesal.

Bantuan pakan ternak dan obat obatan ini di berikan kepada kelompok tani ternak di empat kecamatan diKabupaten Lombok Utara (KLU) yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di 3 Kecamatan, yaitu Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.

Ada 9 Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa antara lain:

  1. KTT Sri Datu dengan jumlah sapi sebanyak 295 ekor;
  2. KTT Mekar Sari dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor;
  3. KTT Baru Sadar + Pade Angen dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  4. KTT Makmur Jaya dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  5. KTT Pade Angen dengan jumlah ternaknya 300 ekor;
  6. KTT Bina Karya jumlah ternaknya 300 ekor;
  7. KTT Maju Sejahtera jumlah ternakya 70 ekor;
  8. KTT Tanjung Tilah dengan jumlah ternak sebanyak 50 ekor;
  9. KTT Telaga Gedong jumlah ternaknya sebanyak 50 ekor.

 

AYA (*)




Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur, Tak Ada Penyeberangan

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalaman 10 km, Minggu  (19/08) pukul 22:56 Wita, Pelabuhan penyeberangan laut Kayangan di Lombok Timur mengalami rusak berat.

Kurang 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara 5.0 hingga 5.8 SR. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski dapat dirasakan kuat getarannya di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian.

“Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan akibatnya tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melalusi rilisnya ke media, Senin (20/08) pagi.

Budi Setiyadi menyatakan, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak, sementara lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan, jelas Budi mengenai kondisi terkini di Pelabuhan Kayangan.

“Oleh karena itu sejak gempa terjadi tadi malam tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” kata Budi.

Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano. Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, maka kondisi terkini pelabuhan  akan tetap dipantau.

“Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali,” tutup Dirjen Budi sembari berharap kondisi di Pelabuhan Kayangan maupun lokasi terdampak gempa lainnya segera pulih dan membaik.

HS/PTR.




Merasa Didzolimi, Khairudin Adukan Anggota Bawaslu RI ke DKPP

Kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu

Khairudin M. Ali

lombokjournal.com —

KOTA BIMA ;   Keputusan Bawaslu RI terkait hasil akhir seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB, dipersoalkan.

Pasalnya, sejumlah peserta dengan ranking tertinggi hasil kerja panjang Tim Seleksi, tidak diluluskan  oleh Bawaslu RI.Salah satu peserta yang mempersoalkan itu adalah Khairudin M. Ali, calon anggota Bawaslu Kota Bima.

Dia mengaku heran dengan keputusan akhir Bawaslu setelah mereka melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test aatu FPT),  pada 9 dan 10 Agustus 2018 lalu.

‘’Kok bisa, kami dengan ranking tertinggi di sejumlah Kabupaten Kota di NTB, dibuang begitu saja,’’ ujarnya dengan nada heran, Minggu (19/08).

Khairudin menyebutkan, hasil itu diperoleh dengan susah payah setelah mengikuti proses seleksi selama hampir sebulan. Hasil akhir kerja Tim seleksi sama sekali tidak menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menentukan kelulusan calon.

“Satu-satunya kewenangan mereka adalah dengan melakukan fit and proper test. Awalnya saya berpikir akan dilakukan wawancara mendalam, untuk menggali kapasitas, pengetahuan, kepatuta , serta kelayakan seseorang untuk bisa menjadi anggota Bawaslu. Eh tahunya Cuma menonton kami yang disuruh berdiskusi. Apa yang mereka bisa simpulkan dari diskusi semacam? Ini hanya akal-akalan Bawaslu saja,’’ protesnya.

Khairudin mengaku, awalnya tidak ingin mengikuti seleksi calon anggota Bawaslu, karena pada seleksi tahun 2017 lalu juga mengaku diperlakukan tidak adil.

“Saat itu saya tidak protes. Karena saya pikir mungkin saya belum diberikan kesempatan untuk menjadi pengawas Pemilu. Tetapi pada seleksi kali ini, sejumlah peserta lain di Kota Bima datang ke rumah saya untuk mengajak saya ikut lagi. Alasannya, karena mereka belum memiliki rasa percaya diri untuk menjadi anggota bawaslu dengan kewenangan yang demikian besar. Supaya ada yang bisa diandalkan,’’ kata Khairudin.

Ditambahkan, selain mengajak, mereka juga meyakinkan bahwa proses seleksi kali ini lebih transparan karena menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Ujian tertulis dengan model online menggunakan komputer itu, memungkinkan setiap peserta langsung mengetahui nilainya begitu selesai tes dan menutup program  CAT.

‘’Alhamdulillah nilai CAT saya 60 dan itu ranking 4 se NTB. Saya berpikir nilai itu rendah, tetapi ternyata nilai CAT rata-rata peserta seleksi calon anggota Bawaslu se Indonesia rata-rata antara 47. Sedikit sekali yang nilainya di atas 50,’’ tambahnya.

Herannya, kata Khairudin, nilai CAT, Psikotest, Tes Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta wawancara oleh Tim seleksi yang menempatkannya padan ranking 1, tidak sedikit pun menjadi bahan pertimbangan Bawaslu untuk menentukan kelulusan seseorang calon.

‘’Bawaslu dengan sewenang-wenang menentukan kelulusan seseorang dengan cara yang dzalim, tidak jujur, tidak terbuka, tidak memiliki standar penilaian yang jelas, serta tidak profesional,’’ ujarnya.

Selain itu, Khairudin juga mempertanyakan dasar hukum Baswaslu memperlakukan beda dan berperilaku diskriminatif antara peserta yang baru ikut seleksi dengan anggota Panwaslu yang sedang bertugas.

Padahal katanya, tidak ada dasar hukum untuk tindakan berbeda itu, selain hanya tidak dilakukan wawancara oleh Tim seleksi.

‘’Mereka itu bukan Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun tahun 2017. Petahana yang dimaksud adalah Bawaslu, bukan Panwaslu. Harus mereka diperlakukan sama dan tetap dibuka seluruh hasil CAT, Psikotest, Res Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta tes lainnya. Konyol benar Bawaslu ini,’’ sesalnya.

Khairudin menghargai kerja Tim Seleksi yang telah profesional dalam penilaian. Karena diakuinya bagi calon yang jatuh pada nilai ujian tertentu, rankingnya langsung dikoreksi. Ini menunjukan bahwa Tim Seleksi sudah bekerja baik.

‘’Tetapi mengapa Bawaslu dengan seenaknya saja tidak mehargai kerja Tim Seleksi? Panwaslu lama hampir semua dipertahankan. Ini benar-benar-tidak mencerminkan prinsip Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,’’ jelas mantan Ketua panwaslu Kota Bima ini.

Mantan Ketua PWI Bima dua periode ini mengaku, aduan yang dilayangkan ke DKPP, untuk menguji prinsip Penyelenggara Pemilu. Apakah mereka sudah melanggar atau tidak.

Karena kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.

“Ini yang mau saya uji di sidang DKPP. Saya akan menghadapi sendirian kesombongan Bawaslu ini,’’ tegas mantan Redaktur Lombok Lombok Post ini.

Ditanya diskusi seperti apa saat fit ad proper test oleh Bawaslu NTB, dia mengatakan tidak ada yang luar biasa.

‘’Saya sendiri mendapat lot dengan pertanyaan soal Caleg Korupto. Saya kemudian menulis di atas kertas dalam waktu tujuh menit. Dan bahan ini kemudian didiskusikan saat saya menjadi moderator. Dalam pemaparan saya, terkait Caleg Koruptor, sebagaimana yang dilarang oleh PKPU Nomor 20 tahun 2018, tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak boleh Peraturan KPU bertentangan dengan Undang-Undang di atasnya yaitu Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bagaimana mungkin  hak politik seseorang dihapus oleh PKPU? Jika karena semangat ingin memberantas korupsi, yang harus dilakukan oleh KPU adalah mengusulkan agar hal itu diatur dalam Undang-Undang,’’ ujarnya.

Menurut Khairudin, pendapatnya itu sejalan dengan hasil putusan sengketa adjudikasi yang diajukan caleg yang dicoret KPU ke Bawaslu di sejumlah daerah. Bahkan anggota Bawaslu RI Fritz Edward pada saat diwawancara CNN Indonesia, sejalan dengan sikap dan pandangan dirinya.

‘’Lalu di sisi mana hasil fit and proper test sebagai alasan bagi Bawaslu untuk mencoret saya dan mempertahankan dua anggota Panwaslu lama? Bagian mana juga kehebatan calon dengan dua jenjang di bawah saya, kemudian diluluskan oleh Bawaslu. Mereka harus buka ini semua. Kalau tidak dibuka, jelas melanggar prinsip Terbuka sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP maupun Undang-Undang,’’ jelasnya.

Dia juga mengaku mendapat banyak dukungan dati peserta yang tidak lolos. Namun diakuinya, tidak ingin melibatkan mereka dalam masalah ini, Tetapi jika ingin mengadukan juga atau ingin menjadin pihak terkait, Khairudin tidak keberatan.

‘’Ada anggota Timsel yang menghubungi saya dan meminta maaf atas hasil akhir di luar kewenangannya itu. Ini tidak profesional, Ketau dan Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu NTB harus bertanggungjawab,’’ katanya.

Me  (*)




Gempa Susulan  6,5 SR, Tapi Dilaporkan Tidak Ada Korban

Fase gempa susulan merupakan fenomena menuju stabil

MATARAM.lombokjournal. – Gempa susulan dengan maknitudo  6,5  kembali mengguncang wilayah Lombok Tiimur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/08), sekitar pukul  Pkl. 11:10:22 WIB.  Lokasi: 8.24 LS 116.66 BT (32 km ) timurLaut Lombok Timur, NTB, pusat gempa berada di kedalaman 10 km, namun tidak berpotensi  tsunami.

Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban terkait gempa tersebut.  Namun di Gn. Anak Dara, Pergasingan, Telaga di Ds. Sembalun Longsor.

Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati menjelaskan, gempa tersebut dirasakan di beberapa wilayah tapi tidak merusak.

Sebelumnya, di Lombok Utara terjadi gempa berkekuatan 7,0 magnitudo pada 5 Agustus lalu. Gempa tersebut  diikuti gempa susulan yang cenderung terus melemah, namun fluktuatif.

Misalnya, yang selama inii terjadi mulai dengan gempa dengan kekuatan sekitar 4 kemudian muncul gem sekitar 5 sr dan yang terakir 6,5 SR, selanjutnya  gempa susulan lainnya yang cenderung melemah.

Dwi Korita menghimbau masyarakat jangan lari di wilayah lereng atau pegunungan, karena batuan yang rapu akibat gempa sebelumnya.

‘‘Paling aman menuju di tanah lapang atau tempat pengngsian. Kalau ada guncangan segera lari ke tempat lapang, merunduk dan lindungi kepala dengan tenang, jangan lari ke gunung, ‘‘ katanya sambil menambahkan, fase gempa susulan merupakan   fenomena menuju stabil.

Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana,  sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakana. Ia juga menformasikan adanya longsor di lereng Rinjani, karena pusat gempa di Lombok Timur.

Sampai saat ini Taman Nasional Gunung Rinjani TNGR (Taman NasionaL Gunung Rinjani), masih ditutup.  Saat ini di kawasan TNGR dalam keadaan kosong. Dilaporkan ada kedatangan wisatawan di bandara internasional Lombok yang akan ke Rinjani  tapi masih belum diijinkan.

Rr




IJTI NTB Serahkan Bantuan Ke Awak Media dan Warga Terdampak Gempa

Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” diharapkan sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Gerakan kemanusiaan meringankan beban korban gempa Lombok yang merupakan bagian dari respon  gerakan tanggap  bencana perkumpulan media televisi melalui  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat, akhirnya direalisasikan Jumat (18/08) dengan mengunjungi sejumlah tempat untuk menyalurkan bantuan.

Gerakan kemanusiaan diinisiasi para pengurus IJTI NTB, dengan mengumpulkan donasi berupa dana dan barang kebutuhan pengungsi tersebut , awalnya memang khusus diperuntukkan kepada awak media yang terdampak gempa secara langsung.

Namun di lapangan, tak hanya para awak media, para warga pengungsi pun akhirnya mendapatkan penyaluran bantuan dari perkumpulan para jurnalis televisi.

Sasaran pertama, bantuan diarahkan kepada salah seorang anggota IJTI Adi Hendry (Metro TV) dengan memberikan sejumlah dana dan barang kebutuhan seperti sembako. Titik berikutnya adalah 3 orang Jurnalis KLU yang juga diberikan bantuan berupa sembako, alas tidur, kebutuhan bayi untuk meringankan beban mereka selama mengungsi.

Selain menyasar awak media, penyaluran bantuan yang terkumpul dari para pengurus daerah IJTI Se nusantara dan IJTI NTB tersebut juga diarahkan ke sejumlah titik pengungsian warga di daerah terdalam yang minim bantuan.

Salah satunya adalah di Dusun Dasan Lekong, Desa Sigar Penjalin kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara serta di Posko Pengungsian di Lapangan Tanjung Lombok Utara.

Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” tersebut diharapkan mampu sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini.

“Ini adalah bagian dari fungsi pokok organisasi untuk menanamkan kepekaan dan jiwa sosial kepada para anggota, agar peka dan tanggap berpartisipasi dalam kejadian post major bencana al seperti yang terjadi saat ini,” ujar Riadis Sulhi Ketua IJTI NTB yang turut mengawal proses penyaluran bantuan Jumat (18/08).

Selain memberikan sedikit uang saku hasil urunan anggota dan titipan dari kolega yang peduli dengan gempa bumi di Lombok, Tim Peduli gempa IJTI NTB juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, air mineral, kebutuhan anak dan wanita, alas tidur, mainan, buku tulis dan juga tas sekolah.

“Harapannya agar bantuan tersebut bisa berguna bagi para korban baik dari rekan media sendiri maupun para korban umumnya,” lanjut Riadi.

Inisiasi membentuk tim Peduli Gempa IJTI Nusa Tenggara Barat kedepannya diharapkan akan mampu meningkatkan kepekaan sosial anggota khususnya dan juga  turut mengawal, serta bisa menjembatani penyaluran bantuan gempa kepada masyarakat terdampak secara langsung tanpa perantara.

“Kita menyalurkan langsung selain sebagai langkah mengecek langsung kondisi para korban, juga bagian dari proses pembentukan jiwa sosial anggota kedepan agar lebih tanggap dan peka dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan  Penyaluran bantuan kepada korban gempa oleh IJTI NTB rencananya akan terus dilakukan hingga dua bulan ke depan dengan membuka donasi secara khusus dan secara regular sebagai salah satu sarana menyalurkan bantuan secara cepat kepada korban yang membutuhkan.

“Kita akan buka ini sampai dua bulan kedepan, sebagai giat peduli dan responsive tanggap korban gempa,” pungkasnya.

AYA (*)

 




IKA Unram Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa

Hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain

MATARAM.lombokjournal.com —  Wujud pengamalan nilai-nilai  Tri Darma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat , Pengurus Pusat  Ikatan Alumni Universitas Mataram (PP IKA Unram) berserta IKA Unram Jawa Timur dan Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri ( Himpuni), mengadakan Bhakti sosial dan pemberian sumbangan kepada korban gempa dipuluhan titik di Lombok Barat maupun KLU sejak Sabtu (11/08) .

Ketiga Lembaga tersebut mendatangi para korban gempa guna menyerahkan sejumlah sumbangan seperti biskuit , terpal , susu bayi, pempers , pembalut wanita , nasi bungkus , dan lain-lain..

Hingga  Jumat ( 17/8) , IKA Unram sudah menyerahkan donasi untuk korban gempa di 25 titik  baik di Lombok Barat maupun KLU.

Sekretaris Umum PP IKA Unram, Drs Cukup Wibowo MMPd mengatakan, bhakti sosial yang dilakukan IKA Unram sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Lombok umumnya dan masyarakat Lombok Utara khususnya.

Dampak maupun ekskalasi yang ditimbulkan bencana gempa tersebut begitu dahsyat dan menggetarkan.

“Sebagai wujud keprihatinan bersama, PP IKA Unram akan tetap menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok yang terdampak,” ujar Cukup Wibowo di sela-sela penyerahkan paket bantuan gempa di desa Sesela , kecamatan Gunung Sari, Kamis (16/08) sore.

Cukup menambahkan, hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain. IKA Unram pun menyadari karena luasnya wilayah kerusakan daerah  gempa tidak mudah menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Disinilah peran penting relawan kemanusiaan mem-back up sisi yang belum dijamah oleh bantuan pemerintah daerah ,”bebernya .

Diakui Cukup, IKA Unram tidak mungkin bisa mengcover semua kebutuhan hidup para pengungsi. Meskipun demikian, IKA Unram akan tetap concern dan peduli terhadap penderitaan korban gempa.

“Insya Alloh IKA Unram akan tetap menyalurkan bantuan ini secara adil,” tukasnya .

Donasi Himpuni dan IkA Unram Jatim

Bendahara Umum PP IKA Unram Nasiva menginfokan,  hingga saat ini pihaknya sudah membelanjakan bantuan korban gempa dalam bentuk barang dan makanan hampir 30 jutaan yang bersumber dari Kas PP IKA Unram Himpuni dan IKA Unram Jatim.

“Pendek kata pengurus IKA Unram akan tetap mendistribusikan bantuan gempa ini dalam tempo yang tidak ditentukan ,” tambah Nasiva .

Dia pun menambahkan, IKA Unram di bawah komando Ketum PP IKA Unram,  Sirra Prayuna ,kelak apa yang sudah dilakukan IKA Unram ini bisa menjadi spirit atau penyemangat organisasi alumni lain untuk bergerak meringankan derita warga KLU.

“IKA Unram mendorong para donatur lainnya membantu sesama  yang tertimpa musibah ini agar bisa segera pulih kehidupannya ,” imbuhnya.

Sementara itu pengurus PP IKA Unram lain seperti Amri Nuryadi , Lahmudin maupun Lalu Athari Fathullah mengimbau agar para pedagang tidak menaikkan harga untuk kebutuhan para pengungsi seperti terpal , tenda ataupun makanan.

“Kami menemukan indikasi ada kenaikkan harga barang yang tidak wajar,” ujar Amri Nuryadi yang juga seorang lawyer muda.

Untuk itu IKA Unram , lanjut Lahmudin mengajak para pedagang untuk berempati terhadap bencana ini dengan cara tidak menaikkan harga barang  kebutuhan untuk pengungsi secara sepihak.

“Masyarakat pasti akan mencatat setiap perilaku pedagang yang ambil untung tidak wajar disaat bencana ,” pungkasnya .

Me




Mengharukan, Apel Bendera 17 Agustus DPC PDIP KLU dan Pengungsi

Saat ini kehidupan warga KLU sedang mengalami ujian tapi warga KLU tidak boleh larut oleh rasa duka yang berkepanjangan

LOMBOK  UTARA.lombokjournal.com — Upacara apel bendera HuT RI ke 73, Jumat (17/08)  pagi yang dilakukan DPC PDIP KLU bersama sejumlah pengungsi di Posko Baguna PDIP, depan pasar  Tanjung – Lombok Utara,  berlangsung hikmat dan penuh haru.

Semua peserta upacara apel bendera  sudah tidak memiliki rumah tinggal yang utuh , baik itu pengurus PDiP maupun pengungsi . Mereka semua tinggal di tenda pengungsian di beberapa titik pengungsian .

Pelaksanaan upacara HUT RI ke 73 didahului dengan upacara menaikkan bendera sang saka merah putih oleh tiga orang siswi, yaitu Denek Bini giskha asal SMA 1 Tanjung,  Bini Wulan asal SMK 1 Tanjung Laora asal SMP 1 Tanjung.

Sekolah mereka pun rusak dan hancur  akibat gempa. Ketiganya tinggal di posko pengungsian bersama orang tuanya .Sedangkan komandan upacaranya Dan Satgas PDIP KLU , Hasanuddin .

Sementara itu Ketua Baguna PDIP NTB , Ahmad Sukro didaulat  membacakan Teks Pancasila. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ketua DPC PDI KLU , Raden Nuna Abriadi sekaligus yang membacakan teks Proklamasi .

Dalam amanat  pesan upacara apel bendera , inspektur upacara Raden Nuna Abriadi mengatakan saat ini kehidupan warga KLU sedang mengalami ujian oleh Yang Maha Kuasa.  Untuk itu warga KLU tidak boleh larut oleh rasa duka yang berkepanjangan.

Saat seperti inilah wajah kemanusian partai harus ditampilkan. Nuna mengajak kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila, sari patinya adalah gotong royong membangun semangat kebersamaan,  memeras keringat bersama,  membanting tulang bersama,  bantu membantu  bersama,  berat sama di pikul tingan sama di jinjing,  semangat itulah yang harus dipupuk dan gelorakan dalam menghadapi musibah.

“Saya mengajak smua elemen terutama para kader partai utk bergandengan tangan tertawa dan menangis bersama rakyat,  berhentilah menangis ayo bangkit dan berdiri tegak kita songsong hari esok yg lebih baik,” tambah Raden Nuna .

Kesan peserta upacara HUT RI

Peserta upacara Findri Puspita Sari dari Baguna PDIP DKI sangat terkesan bisa mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Tanjung bersama PDIP KLU dan pengungsi, meskipun sejatinya mereka semua korban gempa bumii.

Findri mengakui pelaksanaan upacara bendera ini jauh dari kemewahan.Itu menunjukkan kami sebagai kader PDIP  Perjuangan dimana pun dan dlm situasi apa pun selalu  ada di tengah-tengah rakyat, termasuk dalam situasi bencana sekali pun.

“Kami tetap ingin bendera merah putih berkibar. Sebagai bentuk kecintaan kami terhadap negara republik Indonesia,” ungkapnya.

Seorang pengungsi , Hasmah mengutarakan dirinya ikut apel HUT RI ke 73 bersama PDIP sebagai bagian untuk mengenang dan menghormati jasa  para pahlawan bangsa, yang telah memerdekakan NKRI dari belenggu penjajah.

Selanjutnya, Bendahara DPD PDI NTB, Edi Sukmono yang hadir mewakili Ketua DPD PDIP NTB , H Rachmat Hidayat merasa terhormat bisa mengikuti peringatan detik – detik proklamasi bersama DPC PDIP KLU dan para  pengungsi.

“Ini bentuk JasMerah ( Jangan sekali-kali melupakan Sejarah) yakni tetap mengenang para the founding Father negeri ini,” pungkasnya

Me

 




Gubernur Motivasi Para Pelajar Hilangkan Trauma, Dan Terus Maju

Remisi diberikap kepada  405 orang narapidana binaan Lembaga Mataram, 10 orang narapidana mendapat pembebasan penahanan

MATARAM.lombokjournal.com – Meski musibah gempa bumi menimpa pulau Lombok beberapa minggu terakhir. Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi berharap, agar musibah ini tidak membuat semua larut dalam kesedihan. Proses belajar mengajar juga dipastikan harus segera mulai berjalan.

Gubernur menghimbau sekaligus memberi motivasi seluruh pelajar di NTB, untuk terus berjuang, demi tercapainya cita-cita menuju bangsa yang maju.

“Buang rasa takut dan kita tidak boleh tertawan oleh rasa trauma. Mari kita songsong NTB agar terus maju,” tegas Gubernur NTB, usai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Provinsi NTB, Jum’at (17/08).

Seperti tahun sebelumnya, pembacaan Naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. B. Isvi Rupaedah, MH, dilanjutkan mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara, Pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera terdiri dari Putra putri terbaik dari 10 kabupaten/kota di bawah binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB.

Pada tahun ini, Bunga Oktaviani, siswa SMAN 3 Sumbawa Besar dipercaya membawa Baki Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi. Dari barisan undangan yang hadir, tampak Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin beserta istri Hj Syamsiah Muh Amin, anggota Forkopimda Provinsi NTB, Gubernur NTB periode 2003-2008 Wakil Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Azhar periode 1996-2001.

Selain itu juga hadir Sekretaris Daerah Provinsi NTB H. Rosiyadi Sayuti beserta istri Hj. Ikhsanti Komala Rimbun. Peserta upacara terdiri dari para veteran pejuang, TNI/Polri, perwakilan dari OPD Provinsi,  para siswa dan anggota pramuka.

Upacara detik-detik Proklamasi tahun ini juga dirangkaikan dengan pemberian remisi kepada 405 orang narapidana binaan Lembaga Mataram. Sementara, 10 orang narapidana mendapat pembebasan penahanan.

AYA/hms NTB

 

 




Gubernur Zainul Majdi Optimis, Lombok Bangkit Dari Keterpurukan

Diyakinkan, sarana umum seperti bandara, pelabuhan, dan jalan-jalan utama yang ada di Pulau Seribu Masjid masih berfungsi dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Masyarakat Lombok akan mampu bangkit dari keterpurukan. Meski ada bencana gempa bumi yang luar biasa, dan Lombok dan  NTB akan bangkit lebih baik lagi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan itu usai Upacara Hari Kemerdekaan  di Mataram, Jum’at (17/08).

TGB juga memiliki keyakinan yang kuat , masyarakat Lombok akan bangkit dari keterp[urukan setelah bencana gempa bumi  yang memporandakan sendi kehidupa sebagian wilayah NtB

“InsyaAllah kami semua, hati kami, jiwa kami penuh dengan optimisme bahwa walaupun ada bencana yang luar basa tapi insyaAllah Lombok dan NTB akan bangkit lebih baik lagi, lebih hebat lagi, lebih maju lagi di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Terkait bencana gempa bumi itu, TGB mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat Lombok yang sedang tertimpa musibah.

“Alhamdulillah perhatian dan bantuan sangat besar artinya bagi kami semua. Kami apresiasi dan mendoakan kepada semua yang sudah membantu dengan ketulusan, semoga Tuhan yang maha esa membalasnya,” katanya,

TGB tak memungkiri, bencana gempa yang terjadi secara terus menerus pada beberapa pekan terakhir memiliki daya guncang yang besar.

Namun dikatakannya, nadi kehidupan di Lombok tetap berjalan dengan baik. Ia menyebutkan, sarana umum seperti bandara, pelabuhan, dan jalan-jalan utama yang ada di Pulau Seribu Masjid masih berfungsi dengan baik.

“NTB, khususnya Lombok aman, kondusif dan tetap nyaman untuk semua. Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat jangan khawatir dan jangan ragu untuk datang kembali ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Semoga semangat persaudaraan dan ajakan untuk terus mengokohkan silaturahmi bisa terus mendekatkan kita sebagai anak-anak bangsa,” tegas TGB.

Sebelumnya Gubernur NTB menyampaikan Dirgahayu Republik Indonesia ke-73., sambil berharap, Indonesia akan semakin maju dan menghadirkan kebaikan untuk semua wargaya.

AYA/HMS NTB