Kades dan Perangkat Desa Wajib Menjadi Peserta JKN

Pembiayaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD)

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Pekerja Penerima Upah (PPU) wajib menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, pada tanggal 17 September 2018 lalu.

Salah satu di antara unsur yang termasuk PPU yaitu Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa. Selain itu, ada juga Pejabat Negara, PNS, anggota Polri, pegawai swasta dan lain-lain.

Di daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sendiri, yang belum masuk program Jaminan Kesehtan tinggal 67 Desa dari 239 Desa di Lotim.

Demikian diungkapkan dr. Garry Adhikusuma, Kepala Cabang BPJS Lombok Timur, di Selong, Senin (22/10) siang.

“Di Peraturan Presiden 82 itu, diperintahkan kami (BPJS) melakukan rekonsiliasi dengan BPMD untuk perangkat desa,” ucapnya, kepada wartawan, setelah melakukan sosialisasi Perpres No. 82 tahun 2018.

Terkait pembiayaannya, kata Garry, akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD).

Dengan demikian, tidak lagi dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Desa (Pemdes), yakni Kades dan Perangkat Desa.

“Jadi yang melakukan pembiayaannya itu adalah satu entitas yaitu Pemerintah Kabupaten, yakni BPMD nya,” ujarnya.

“Kalau sekarang kan, masih masing-masing. Dibulan depan, akan dibuatkan satu entitas,” tambahnya.

Ini tentunya berdasarkan masa jabatan dari Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Garry mengatakan, jika habis masa jabatannya enam tahun maka nanti ada mutasi tambah dan mutasi kurang.

“Nah, itu diatur oleh pemerintah daerah melalui BPMD,” sebutnya.

Garry kembali menegaskan, kalau misalnya yang bersangkutan itu berhenti. Otomatis berdasarkan SK-nya akan berhenti.

“BPMD akan mengeluarkan, seperti badan usaha lah,” terang Garry.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur juga telah mengalokasikan anggaran sekitar 4,8 milyar untuk 5.247 tenaga kerja.

Razak




Gubernur Cerita  “Antara Macan dan Ular” Saat Jawab Pertanyaan Mahasiswa.

Dalam tiap tantangan pasti ada cahaya di ujung terowongan, .dan laut itu pasti memiliki tepian

BIMA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan cerita Rakyat Thailand yang sangat inspiratif yaitu Cerita berjudul “Antara Macan dan Ular”.

Cerita itu disampaikan saat ditanya mahasiswa terkait apa peran dan kerjasama yang bisa dibangun antara kampus dengan pemerintah provinsi NTB, dalam  seminar yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bima, Minggu (21/10). ,

Gubernur menjawab dengan Cerita Rakyat Thailand tidak pernah memberikan kesimpulan pada kisah tersebut tatkala Sang Petani terjebak antara cengkraman macan, digigit ular, disengat lebah dan digerogoti gerombolan tikus.

Beratus-ratus tahun kisahnya dibiarkan menggantung dan rakyat Thailand setelahnya diberikan kebebasan menentukan sendiri akhir bahagia atau unhappy ending kisah tersebut.

“Mahasiswa dan kita semua harus menentukan sendiri. Kita akan menulis akhir cerita seperti apa dari kisah tersebut. Mahasiswa memiliki  peran, tanggung jawab dan kerjasama, seperti apa yang akan kita bangun. Anda yang harus menulisnya dengan baik,” jelas Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Doktor Zul memberikan filosofi membangun yang harus tetap tertanam dalam diri generasi muda. Yaitu, Daripada kita mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan sebatang lilin.

Dalam setiap tantangan pasti ada cahaya di ujung terowongan. Dan laut itu pasti memiliki tepian.

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati, Hj. Indah Damayanti Putri dan Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan memberikan wejangan dan spirit kepada mahasiswa dan civitas akademika serta warga  Muhammadiyah di Bima.

AYA/Hms NTB




Kurniadie Gantikan Dudi Iskandar Pimpin Kantor Imigrasi Kelas I Mataram

Pelayanan kepada masyarakat berbasis HAM juga akan menjadi perhatian khusus

Dudi iskandar Dan Kurnadie

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, yang semula dipimpin Dudi Iskandar, sejak Senin (22/10) resmi digantikan Kurniadie sebagai Kakanim Kelas I Mataram yang baru.

Serah terima jabatan Kakanim dari Dudi Iskandar ke Kurniadie yang digelar di Kantor Imigrasi dihadiri sejumlah pejabat Kanwil Kemenkumham, Forkominda, serta pejabat Kota Mataram.

Dudi Iskandar mengatakan, selama setahun bertugas sebagai Kakanim di Mataram cukup banyak pengalaman serta persoalan keimigrasian yang di temui, terutama terkait dengan pengawasan orang asing.

Ia berharap, dengan Kakanim  baru akan t membuat Imigrasi Kelas I Mataram semakin baik dan pelayanan semakin meningkat.  Dudi Iskandar sendiri mendapat tugas baru di kedutaan Jerman.

Kakanim yang baru dilantik Kurniadie menyatakan, sebagai pendatang baru akan memperkuat kerjasama dengan seluruh pihak.

Pelayanan kepada masyarakat berbasis HAM juga akan menjadi perhatian khusus. Sementara untuk pengawasan orang asing, Mantan Kakanim di Madiun ini menyatakan akan tetap berkordinasi dengan semua pihak yang tergabung dalam Timpora NTB.

“Saya sebagai orang baru meminta restu kepada masyarakat Kota Mataram, semoga saya bisa mengemban tugas sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara Plt Kanwil Kemenkumham Faisol Ali menegaskan kepada Kakanim yang baru, untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan berbasis HAM harus menjadi acuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat datang dan selamat bertugas, semoga bisa mengemban amanah dengan sebaik mungkin, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

AYA

 




Sejarah Gerakan  Pramuka di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan pramuka atau kepanduan sudah berkontribusi sejak Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda

lombokjournal.com —

KOTA BIMA — Gerakan Pramuka secara global pertama muncul di Eropa yang digagas Lord Robert Baden Powell dengan nama Scout Movement di tahun 1907.

Pada dasarnya, kepramukaan di Tanah Air Indonesia masih memegang gagasan utama dari Baden Powell.

Ide-ide cemerlang sang Bapak Pandu Dunia menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Netherland (Belanda) dengan nama Padvinder.

Orang-orang Negeri Kincir Angin pun membawa gagasan gerakan Scout ke Hindia Belanda (Indonesia) yang saat itu masih menjadi wilayah jajahannya.

Pada tahun1930 terbentuklah Pandu Pemuda Sumatera. Lanjut setelahnya tahun 1931 organisasi kepanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu Indonesia juga didirikan, dan ada beberapa lagi yang lain.

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan pramuka atau kepanduan sudah berkontribusi sejak Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Sejak saat itulah pramuka di Tanah Air berkembang pesat seiring kesadaran masyarakat yang kian meningkat.

K.H. Agus Salim lantas mencetuskan ide untuk mengganti Padvenders dengan nama Pandu setelah ada pelarangan pemakaian Padvenders dari pemerintah Hindia Belanda.

Organisasi Pandu Rakyat Indonesia muncul/didirikan di kota Solo selepas kemerdekaan Indonesia pada 28 Desember 1945.

Peran dan fungsinya adalah sebagai tempat dan media untuk mengakomodir segala aktivitas kepanduan di Indonesia kala itu.

Dan pada tahun 1961 terhitung ada total sekitar 100 organisasi kepanduan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini.

BACA JUGA; Pramuka  Zaman Now Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

Dan akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia by.

Semenjak itu hingga sekarang, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka Indonesia.

Me




Pramuka  Zaman Now Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

Di era global saat ini, Pramuka Indonesia perlu melakukan revitalisasi dan mulai juga mengedepankan aspek penguasaan teknologi, khususnya teknologi informatika

lombokjournal.com

H Muhammad Syafruddin, ST, MM (HMS)

KOTA BIMA —  Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) sebagai gerakan penumbuh sikap kepanduan generasi muda, harus lebih siap menghadapi persaingan di era globalisasi saat ini.

Di tengah gempuran kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, Pramuka yang berfungsi utama menumbuhkan karakter kepemimpinan, kemandirian, dan kesetiakawanan, diharapkan juga mulai mengadopsi perkembangan global.

“Perkembangan teknologi ini mau tidak mau harus diimbangi, termasuk juga oleh gerakan Pramuka saat ini. Karena Pramuka zaman now memang harus siap hadapi tantangan globalisasi,” kata H Muhammad Syafruddin, ST, MM  (HMS), Minggu (21/10) melalui siaran pers.

Menurut HMS yang juga Caleg DPR RI Dapil NTB 1/ Pulau Sumbawa No urut 1 dari PAN,  gerakan Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstra kulikuler pendidikan di Indonesia, patut diapresiasi dalam membentuk mental dan karakter generasi penerus bangsa.

Namun di era global saat ini, Pramuka Indonesia perlu melakukan revitalisasi dan mulai juga mengedepankan aspek penguasaan teknologi, khususnya teknologi informatika .

“Pramuka dituntut untuk terampil dan cerdik dalam melihat peluang-peluang yang produktif di balik kemajuan IPTEK saat ini. Salah satunya adalah teknologi informasi yang bisa dijadikan peluang usaha ekonomi kreatif oleh kalangan Pramuka untuk membesarkan organisasi,” tandas HMS

Pramuka yang menjadi kegiatan ekstra kulikuler pendidikan di Indonesia, tambah dia, merupakan soko guru dalam pembentukan moral pandu kemanusiaan di kalangan siswa, sekaligus dapat dijadikan wahana untuk mengasah ketrampilan dan bakat, khususnya yang memanfaatkan teknologi digital.

“Banyak aplikasi – aplikasi digital yang dapat dijadikan tempat atau sarana mempublikasikan karya-karya Pramuka, dan mengikuti perkembangan zaman,” tutur  HMS.

Sehingga, gerakan Pramuka di Indonesia yang sejak dulu lebih mengedepankan aspek kepanduan yang menanamkan kesetiakawanan sosial antar siswa, perlu diarahkan kepada penguasaan teknologi digital agar Pramuka tidak dianggap Gaptek.

Hal tersebut disampaikan HMS agar Pramuka Indonesia tidak kalah bersaing dengan gerakan kepanduan di negara lain.

“Apalagi, Pramuka merupakan akronim dari praja muda karana yang bermakna rakyat muda (yang) senang berkarya. Jadi, karya-karya Pramuka harus ditonjolkan,” kata HMS yang juga sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Perencanaan dan Pengembangan.

HMS mengatakan, menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018 ini, bisa menjadi momentum bagi Pramuka untuk membesarkan diri ke depan.

“Pramuka lah salah satu lembaga yang membentuk karakter saya,” ucap HMS

BACA JUGA ;  Sejarah Gerakan  Pramuka di Indonesia

Sementara itu jenjang karier HMS di gerakan Pramuka dimulai dari Siaga ( SD ), lalu Penggalang ( SMP ) kemudian Penegak ( SMA) dan Pandega (Perguruan Tinggi) serta pernah bergabung dengan beberapa SAKA ( Satuan Karya ) baik di Bima , Mataram dan Lampung .

Me




Telur Luar NTB Kuasai Pangsa Pasar di  Lombok

Jika stok telur lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar,  wajar telur asal luar datang ke NTB.

MATARAM.lombokjournal.com – Banjirnya telur dari luar NTB, misalnya dari Bali, menjadi persoalan peternak ayam petelur di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kelompok ayam petelur atau Asosiasi Ayam Petelur Lombok mencatat, lebih dari 75 persen telur dari luar NTB menguasai atau mengisi pangsa pasar di  Lombok.

Peternak kecil akan terancam gulung tikar, apalagi telur lokal hanya mengisi 25 persen di pasaran tradisional atau yang lainnya.

Namun di satu sisi, data Asosiasi Ayam Petelur Lombok menunjukkan, peternak lokal belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Hitungannya, populasi ayam di Lombok hanya 1 juta.

Sementara kebutuhan NTB akan telur sekitar 5 juta.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, tidak mempermasalahkan masuknya telur asal luar.

Selly mengatakan, jika stok telur lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar maka wajar telur asal luar datang ke NTB.

“Kalau kurang pasokan di dalam kan gak masalah datang dari luar NTB. Daripada kurang, inflasi tinggi,” ungkapnya, saat dihubungi lombokjournal.com, Sabtu (20/10) siang.

Selly menilai, usaha peternak menjadi lesu karena dipicu dengan adanya bencana alam di NTB beberapa waktu lalu. Akibatnya pasukan telur lokal di pasaran menjadi berkurang.

“Apalagi dengan kejadian gempa. Usaha pada drop,” ucapnya jelas.

Sementara permintaan akan telur tetap bertambah,  wajar kemudian telur dari luar menyerbu telur lokal.

“Apalagi bulan depan masuk bulan Maulid. Pasti kebutuhan juga besar,” sebut Selly.

Razak




  Event-Event Nasional Tingkatkan Okupansi Hotel Di Lombok

 Beberapa hotet di antaranya telah kembali berjalan normal, huniannya hingga pada bulan Oktober ini semakin membaik dan meningkat sedikit demi sedikit

MATARAM.lombokjournal – Ketua Perhimpunan dan Restoran Indonesia (PHRI) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Abdul Hadi, menerangkan, dengan banyaknya kegiatan-kegiatan nasional, yang di adakan di NTB dipastikan mampu meningkatkan okupansi hotel, pasca terjadinya gempa. namun peningkatan tersebut belum maksimal.

“Pasca gempa ini belum semaksimal sebelum terjadi gempa kemarin, tapi pasti akan meningkat,” tutur Ketua PHRI NTB, H Lalu Abdul Hadi, Jumat (19/10).

Selain dengan adanya event-event yang di lakukan untuk meningkatan okupansi hotel. tapi juga di lakukan beberapa hal yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lombok.

Lombok sendiri saat ini sudah dalam kondisi baik, dengan memperbanyak promosi untuk menarik wisatawan lokal maupun macan negara.

“Mempromosikan daerah kita ini di setiap acara ataupun kegiatan diluar, dan mengatakan Lombok ini sudah aman untuk di kunjungi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan memberikan promosi diharapakan bisa membuat kembali pulih tingkat hunian hotel-hotel yang ada di Lombok.

Bahkan beberapa di antaranya telah kembali berjalan normal. Tingkat huniannya hingga pada bulan Oktober ini semakin membaik dan meningkat sedikit demi sedikit.

Namun saat ini dikatakanya, masih banyak beredar info-info tidak bagus mengenai Lombok. sehingga banyak di antara wisatawan yang akan datang mengurungkan niatnya untuk tidak jadi datang.

“Saya dengar masih ada isu-isu hoax yang menyebar, sehingga mereka yang ingin  berkunjung namun batal,” Pungkasnya.

AYA




Saparwadi : Penting Membangun Kesadaran Politik Generasi Milenial

Pemilih pemula lebih cerdas dalam menentukan afiliasi pilihan politiknya melalui taktik dan strategi yang  bisa melibatkan emosi dan kecendrungan kesukaan kaum Milineal

lombokjournal.com —  

LOMBOK TIMUR — Gerakan Melindungi Hak Pilih (GPHL) sudah dicanangkan KPU dan dideklarasikan serentak di seluruh daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia.

Gerakan ini dilakukan untuk menjaga hak-hak suara masyarakat Indonesia yang menjadi wajib pilih dalam gelaran Pemilu serentak 2019 mendatang.

Caleg DPRD Lombok Timur Dapil 2, nomor urut 9 partai Nasdem, Saparwadi mengatakan, gerakan ini sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, terutama generasi milenial dan pemilih pemula.

“Tentu ini sangat penting agar masyarakat benar benar bisa menggunakan hak pilih mereka sebaik-baiknya. Saya sangat mendukung GMHP ini,” kata Saparwadi, yang mewakili dapil 2,  Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru, Jumat (19/10)

Menurutnya, selain untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih secara umum, partisipasi politik kaum milenial atau pemilih pemula diyakini menjadi trigger atau vote getter yang cukup signifikan dalam mendongkrak perolehan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg).

Pemilih pemula lebih cerdas dalam menentukan afiliasi pilihan politiknya melalui taktik dan strategi yang  bisa melibatkan emosi dan kecendrungan kesukaan kaum Milineal.

“Sehingga Caleg harus pandai pandai mendekati dan meraih persepsi pemilih Milineal dengan mengidentifikasi masuk dalam lingkungan keseharian pemilih pemula,” ungkap Saparwadi.

Itu juga alasan mengapa Saparwadi selalu berupaya membaur dan cair dengan kalangan pemilih Milineal.

Ini sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada komunitas Milineal ini dengan beragam aktivitas khas Milineal .

Selain itu Saparwadi berjanji akan mengajak pemilih pemula berjuang dan bekerja bersama untuk memperkuat tim work nya.

Hal ini sebagai upaya memberikan kepercayaan dan tanggungjawab kepada pemilih pemula untuk mensukseskan dirinya menjadi anggota parlemen kelak .

“Peran perempuan Milineal memiliki kunci penting sebagai perekat untuk menaikkan elektabilitas saya,” tambah Saparwadi.

Selanjutnya Wadik menggarisbawahi bahwa dirinya berkomitmen membesarkan dan memberdayakan kaum Milineal dengan berbagai karya yang produktif untuk membangun citra positif generasi muda Milineal .

“Kesan bahwa kaum Milineal identik dengan pola hidup hedonis dan tidak produktif secara bertahap harus dirubah dengan cara memberikan mereka tanggungjawab untuk membesarkan hati dan spiritnya,” tukasnya.

Saparwadi mengatakan, generasi milenial yang menjadi pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya. Sebab suara mereka sangat menentukan arah pembangunan bangsa ke depan, termasuk di Lombok Timur.

“Zaman now ini, harus ada tekad bersama, nggak gaul kalau memilih Golput,” katanya

Me




Program “Jumpa Bang Zul & Umi Rohmi” Diyakini Menuntaskan Persoalan Masyarakat

Segala macam kesulitan aspirasi masyarakat mulai dari masalah sosial, pendidikan, ekonomi dan infratruktur dapat segera ditangani dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meyakini program dialog yang bertajuk “Jumpa Bang Zul & Umi Rohmi” mampu menuntaskan permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Program ini didesain untuk mempertemukan secara langsung masyarakat dengan pemerintah. Keluh kesah masyarakat dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah.

“Saya yakin dengan kegiatan seperti ini 80 persen permasalahan di masyarakat NTB dapat diselesaikan, karena disini sudah ada para Kepala Dinas terkait yang akan menjawap dan menindaklanjutinya,” ujar Gubernur dalam acara  Jumpa Bang Zul & Umi Rohmi di Halaman Kantor Gubernur NTB, Jum’at, (19/10).

Gubernur  didampingi Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, menekankan kepada suluruh jajarannya agar turun langsung menyelesaikan segala persoalan di lapangan.

Dengan demikian segala macam kesulitan aspirasi masyarakat mulai dari masalah sosial, pendidikan, ekonomi dan infratruktur dapat segera ditangani dengan baik.

“Seperti masalah pencairan dana bantuan gempa, dari semula yang begitu ribet kini menjadi sangat gampang, itu berkat komunikasi dan silaturrahmi langsung dengan pemerintah pusat,” ungkapnya di hadapan masyarakat yang hadir, termasuk Sekda NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti.

Selain dari program tersebut, masyarakat NTB juga dapat menyalurkan aspirasi melalui program NTB Care yang menjadikan NTB selangkah lebih maju ke depan.

Aplikasi ini hadir di masyarakat menghapus stigma pimpinan feodal, dimana masyarakat untuk dapat ketemu pimpinan harus antri berjam-jam.

Saat ini, melalui aplikasi yang dapat didownload lewat play store ini, masyarakat yang berhalangan hadir bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur dapat menyampaikan aspirasi dan gagasannya secara online.

“Dengan kedua program ini segala masalah masyarakat insya Allah dapat terjawab dan terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

AYA




Hasil Survey, Rinjani Belum Bisa Dibuka

Berdasarkan hasil survei dan pembahasan, diputuskan jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka kembali

MATARAM.lombokjournal.com — Jalur pendakian Gunung Rinjani masih belum dapat dibuka dalam waktu dekat, sesuai survei lapangan yang dilakukan di sejumlah jalur pendakian seperti Sembalun, Senaru, dan Torean

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengatakan, hasil survei telah dilakukan pihak Balai TNGR bersama TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB, Lombok Utara, Lombok Timur, BPBD, trek organizer, pramuwisata, dan porter, pada 3-5 Oktober lalu.

Dikatakan, pembahasan hasil survei dilakukan bersama Basarnas, Badan Wilayah Sungai, dan Ahli Geologi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB pada 8 Oktober.

Sudiyono menjelaskan, ada beberapa catatan  terkait kondisi sarana dan prasarana pascagempa di jalur pendakian Sembalun.

Rinciannya sebagai berikut: Kantor Balai TNGR Resort Sembalun rusak sedang hingga berat, terdapat 14 titik longsor dan 11 titik tanah retak, dan satu pos unit jaga di pos 2 Sembalun rusak ringan, jembatan beton dengan rantai besi rusak berat namun masih bisa dilewati.

Adapun 12 unit shelter di jalur pendakian Sembalun dinyatakan dalam kondisi baik.

“Tim melaksanakan survei sampai 7,8 kilometer (km). Jalur pendakian Sembalun terputus akibat longsor di bukit Penyesalan (sekitar 120 meter sebelum Pelawangan Sembalun),” kata Sudiyono.

Kondisi tak jauh beda juga terjadi di jalur pendakian Senaru. Kantor Balai TNGR Resort Senaru mengalami rusak berat, gapura pendakian di Jebag Gawah Senaru rusak ringan, pos jaga serta toilet Jebag Gawah Senaru rusak berat.

“Sepanjang jalur pendakian Senaru terdapat 14 titik longsor dan retakan tanah. Jalur pendakian Senaru terputus akibat longsor di bawah Pelawangan Senaru,” jelasnya.

Untuk jalur pendakian Torean, kata Sudiyono, terdapat 12 titik longsor dan retakan tanah. Dia menyebutkan, jalur pendakian Torean juga terputus di jalur sebelum air terjun Penimbungan akibat longsor.

Berdasarkan hasil survei dan pembahasan diputuskan jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka kembali. Tim juga akan kembali melakukan survei rencana rehabilitasi jalur pendakian dan fasilitas pendukung yang baru bisa dilakukan setelah musim hujan atau sekira Mei 2019.

“Dalam kondisi normal, pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani menuju Danau Segara Anak diperkirakan dapat dilakukan pada 2020,” kata Sudiyono.

Sudiyono berharap, longsoran di Gunung Rinjani dijadikan pertimbangan bagi pihak terkait dalam antisipasi bencana bagi masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Rinjani ketika musim hujan yang akan datang.

Balai TNGR juga akan melalukan survei jalur wisata alternatif bersama pihak terkait pada 15 Oktober 2018.

AYA