Erwandi Menang Telak di Pilkades Lantan, Lombok Tengah

Jangan sampai perbedaan pilihan menjadikan pemicu perpecahan, justru harus sama sama membangun Desa Lantan

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lantan Kecamatan Batukliang Utara, menetapkan rekapitulasi hasil perhitungan suara melalui rapat pleno di Kanto Desa Lantan, Kamis (25/10) siang.

Rapat Pleno di Kanto Desa itu menetapkan, nomor urut 1, Erwandi, S.Pd menempati urutan teratas.

Erwandi ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dengan angka 1.617 suara. Angka tersebut menang telak dari dua rival politiknya pada kontestasi Pilkades Lantan yang digelar serentak di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2018, Rabu (24/10).

Selisihnya 531 suara dengan H. Ahmad Harun Zain, nomor urut 2, yang memperoleh 1.086 suara. Kemudian nomor urut 3, Ah, Sumaidi, menjadi yang terakhir dengan perolehan 177 suara.

Sebelumnya, Erwandi menyampaikan apresiasi dan ucapan  terimakasih kepada seluruh tim pemenangan, para relawan dan seluruh warga Desa Lantan.

“Kemenagan ini adalah milik semua. Milik warga Desa Lantan,” ungkapnya, di hadapan para pendukung, setelah perhitungan suara di delapan TPS, di kediamannya, Dusun Pemasir, Rabu (24/10) kemarin.

Erwandi mengatakan, Desa Lantan harus dibangun atas dasar kebersamaan, kegotong royongan demi mencapai perubahan ditengah-tengah masyarakat.

“Ini adalah kemenangan Desa Lantan. Saatnya kita membangun Desa Lantan secara kompak dan bersama sama,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam membangun Desa Lantan, kekompakan masyarakat merupakan salah satu energi terbesar dalam proses kemajuan Desa.

“Warga  Desa Lantan menjadi sumber kekuatan untuk membangun masyarakat. Dari Dusun Kesah sampai Dusun Rerantik. Kemenangan ini adalah berkat izin Allah SWT,” ujarnya.

Ia berharap kepada semua masyarakat dan khususnya kepada pendukung nomor 1, agar tetap menjaga kekompakan dan keamanan bersama.

“Kita terima kemennagan ini dengan tawadduk dan rendah hati. Kemenangan ini merupakan kemenangna semua. Bukan hanya untuk pribadi namun kemenangan bersama,” sebutnya.

Ia kembali menegaskan, jangan sampai perbedaan pilihan menjadikan pemicu perpecahan. Namun sama sama membangun Desa Lantan.

“Semua kita harus bersatu untuk mewujudkan Desa Lantan menuju perubahan. Perkembangan desa dan kemajuan desa, benar benar menciptakan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Razak




Lombok Reborn, KWN Gelar “Open Trip 1000pax – Lombok Begawe Beleq”

Konsorsium ini merupakan gerakan solidaritas para pelaku wisata dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan animo wisatawan domestik agar mau menikmati dan mencintai destinasi dalam negeri

MATARAM.lombokjournal.com – Gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok pada tanggal 5 Agustus  2018, tidak hanya merusak infrastruktur,  juga berpengaruh tidak menguntungkan bagi industri pariwisata.

Lombok sebagai  destinasi wisata yang banyak diminati baik wisatawan asing maupun lokal,  akibat bencana alam tersebut membuat geliat pariwisatanya nyaris lumpuh.

Upaya mengatasi situsi tak menguntungkan itu, Konsorsium Wisata Nusantara (KWN)  mengadakan program “Open Trip BEGAWE BELEQ (Pesta Besar) 1000 pax Lombok Bangkit”. Demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Lokal Afdoalul Fitrah di Mataram, Kamis (25/10).

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pelaksana Lokal Afdoalul Fitrah di Mataram, Kamis (25/10).

KWN  sebagai oganisasi berbasis bisnis pariwisata, melaksanakannya bekerja sama dengan lebih dari 150 travel agent di seluruh Indonesia, dengan dukungan lebih dari 20 travel agent serta stake holder pariwisata lokal sebagai pelaksana lapangan.

“KWN melibatkan semua Stake Holder pariwisata lokal semisal Hotel, rumah makan,  transportasi, guide, toko oleh oleh dan suvenir, sebagai wujud dukungan dan kepedulian terhadap pariwisata Lombokemua kebagianlah,” kata pengusaha Alfamedia Tour & Travel yang beralamat di Pagutan Regency 1/16 ini.

Fitrahmemaparkan,periode program ini diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Desember 2018 dengan mekanisme menjual paket wisata yang dikemas menjadi Paket Open Trip 3 hari 2 malam, dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan harga 30% lebih murah dari harga biasanya.

Konsorsium ini juga gerakan solidaritas para pelaku wisata dari berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan animo wisatawan domestik agar mau menikmati dan mencintai destinasi dalam negeri.

Berawal dari ide beberapa pelaku pariwisata yang mewakili daerah asalnya masing-masing yaitu Banten, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Lombok, Makassar dan Belitung berkumpul membentuk konsorsium paket wisata yang hanya fokus ke destinasi wisata dalam negeri, kini KWN telah memiliki lebih dari 160 travel agent yang terdaftar sebagai Agent Partner Resmi KWN.

Setelah sukses mengadakan acara Travel Gathering pada bulan Agustus 2018 di Banjarmasin yang dihadiri oleh lebih dari 50 pelaku pariwisata lokal, KWN berharap akan lebih banyak lagi destinasi-destinasi dalam negeri yang bisa diperkenalkan dengan harga yang relatif terjangkau untuk wisatawan bisa menikmati keindahan Indonesia.

Keterlibatan para stake holder pariwisata mulai dari pemerintah daerah hingga para pelaku wisata itu diharapkan dapat menjadi salah satu wujud dukungan terhadap pemerintah dalam rangka memenuhi target 20 juta wisatawan asing pada tahun 2019.

AYA




 HMS : Mendengar Rakyat Harus Bersentuhan Langsung dengan Mereka

Bagi HMS, dipercaya dan dipilih oleh masyarakat sebagai wakil rakyat adalah sebuah amanah dengan tanggungjawab yang berat yang harus dipikul

lombokjournal.com —

SUMBAWA BARAT —  Wakil rakyat harus dekat dengan rakyat yang diwakili, dan harus bisa mengejawantahkan harapan-harapan dan aspirasi mereka.

Hal itu yang terpatri dalam pribadi H Muhammad Syafrudin (HMS), anggota DPR RI dari PAN.

Sosok HMS bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup dikenal luas.

Bukan saja dari baliho dan spanduk yang tersebar, tapi juga dari berbagai kegiatannya yang langsung menyentuh masyarakat.

Meski berkantor di Senayan, Jakarta, HMS selalu menyempatkan diri blusukan di NTB, saat libur dan juga ketika kegiatan reses.

Dalam periode pertamanya sebagai Wakil Rakyat setidaknya sekitar 885 Desa/Kelurahan dia sambangi, dari total 1.135 Desa/Kelurahan di NTB.

HMS juga dikenal sebagai sosok anggota dewan yang sangat peduli dengan pendidikan.

Selama menjadi wakil rakyat, HMS rutin menyalurkan paket kursi  di sejumlah Desa/Kelurahan yang ia kunjungi, khususnya di daerah-daerah pelosok yang kurang dapat perhatian Pemda.

“Saya rasa sebagai wakil rakyat kita memang harus bisa menjadi representasi kehendak rakyat itu sendiri. Cara satu-satunya adalah berupaya selalu bersama mereka dan menyerap apa saja aspirasinya,” kata HMS di sela blusukannya di Sumbawa Barat, Selasa (22/10)

Bagi HMS, dipercaya dan dipilih oleh masyarakat sebagai wakil rakyat adalah sebuah amanah dengan tanggungjawab yang berat yang harus dipikul.

Namun ada kebahagiaan tak tenilai, ketika bisa benar-benar menjadi penyambung lidah rakyat, penyampai aspirasi-aspirasi masyarakat yang memilihnya.

Rajin blusukan dan menyapa masyarakat NTB sebagai basis suara dapilnya, HMS juga ingin  memberikan teladan pada masyarakat tentang arti kesetiakawanan nasional antar anak bangsa.

Modernisasi dan kemajuan teknologi saat ini, sudah merubah banyak perilaku masyarakat yang cenderung melunturkan nilai-nilai baik dari budaya ketimuran dahulu.

“Kesetiakawanan nasional itu berakar dari hal sederhana, saling mengunjungi, silahrurahmi, mendengar kabar dan peduli dengan keadaan sekitar untuk membantu,” kata dia.

Menurut HMS, jika pola silahturahmi rutin, kepedulian akan sesama di sekitar, dan budaya saling membantu terbangun kembali seperti dulu, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat persatuan dan kesatuannya.

Selain itu, banyak permasalahan sosial yang bisa diatasi dan diberi solusi dengan lebih banyak bersilahturahmi dan saling memahami.

“Konsep Kesetiakawanan Nasional itu globalnya, sedangkan ejawantahnya di lapangan ya saling berjumpa, silahturahmi, dan juga gotong royong antar masyarakat,” katanya.

HMS mengatakan, tak jarang aspirasi masyarakat justru muncul dari masyarakat pelosok, kaum tani dan juga nelayan.

Kebutuhan-kebutuhan yang dianggap sepele oleh lainnya, ternyata justru menjadi kebutuhan masyarakat di pelosok ini.

Kembali maju sebagai Caleg DPR RI di Pemilu 2019 nanti, HMS menyatakan akan tetap fokus dengan cara-cara dia menyerap aspirasi masyarakat dengan langsung turun menemui rakyat.

Dalam persiapan menuju kontestasi Caleg DPR RI pada Pemilu 2019 ini, HMS pun bertekad untuk menyambangi masyarakat di 539 Desa/Kelurahan yang ada di Pulau Sumbawa, sesuai Dapilnya.

AYA




Rumah Zakat Resmikan Desa Berdaya di Lombok Utara

Selain model pembangunan terintegrasi, Rumah Zakat juga mendirikan huntara di pondasi rumah warga yang rusak akibat gempa

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Rumah Zakat meresmikan Desa Berdaya di lokasi pengungsian yang ada di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,  NTB, pada Rabu (24/10).

CEO Rumah Zakat Nur Effendi mengatakan, Desa Berdaya merupakan nama yang dipilih dengan harapan warga terdampak gempa di wilayah ini mampu bangkit kembali melalui sejumlah program pemberdayaan yang dilakukan Rumah Zakat.

Di lokasi ini, Rumah Zakat sudah membangunkan 105 hunian sementara (huntara) dengan menggunakan gedek (Sejenis Triplek). Selain huntara, di lokasi ini juga dibangunkan masjid darurat, sekolah darurat, dan pasar darurat.

“Desa Berdaya ini merupakan program yang terintegrasi antara tempat tinggal, pendidikan, ibadah, dan juga perekonomian. Kita tempatkan satu orang pendamping di sini,” ujar Effendi.

Selama pembangunan huntara dan fasilitas umum, Rumah Zakat mengajak masyarakat terdampak terlibat dalam proses pembangunan. Pemilihan bahan baku bangunan juga diambil dari pasar yang ada di Lombok.

Effendi menyampaikan, selain model pembangunan terintegrasi, Rumah Zakat juga mendirikan huntara di pondasi rumah warga yang rusak akibat gempa.

“Total huntara yang sudah dibangun ada 305 huntara dari yang kita targetkan sebanyak 1.000 huntara,” lanjut Effendi.

BACA JUGA; Rumah Zakat Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

Selain di Lombok Utara, Rumah Zakat juga berencana mendirikan Desa Berdaya di lokasi terdampak gempa di Lombok Barat dan juga Sumbawa. Effendi mengungkapkan, model Desa Berdaya berasal dari keprihatinan Rumah Zakat terhadap tingkat kemiskinan yang mayoritas berada pada wilayah pedesaan.

“Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak dalam membangun NTB untuk bangkit kembali,” Pungkas Effendi.

AYA




Rumah Zakat Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

Harapan terbesar Rumah Zakat, warga bisa mengubah pola pikirnya untuk kembali bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan sebagaimana sebelumnya

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Rumah Zakat telah menerjunkan puluhan relawan untuk membantu korban gempa saat masa tanggap darurat, mulai dari tim evakuasi, dokter, mobile clinic, hingga bantuan pangan.

Hal itu dikatakan CEO Rumah Zakat, Nur Effendi, sambil menegaskan berkomitmen mendukung pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Effendi menyampaikan, Rumah Zakat juga akan memberikan 43 paket siaga pangan dengan sekitar 20 ton daging untuk warga terdampak gempa.

Selain makanan, Rumah Zakat juga membangun 1.000 hunian sementara (huntara), di mana 305 huntara sudah terbangun di Lombok Utara dan Sumbawa.

Ada dua model dalam pembangunan huntara. Pertama, huntara dibangun di atas pondasi lama rumah warga yang rusak.

Kedua, Rumah Zakat membangunkan huntara dengan konsep terintegrasi dalam satu kawasan bersama masjid, sekolah, dan pasar darurat. Konsep kedua ini yang disebut Desa Berdaya, telah diresmikan di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (24/10).

“Hari ini kita resmikan Desa Berdaya, ini bagian dari proses tahap pemberdayaan yang berkelanjutan, untuk NTB bangkit kembali,” ujar Effendi di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara

Harapan terbesar Rumah Zakat, warga bisa mengubah pola pikirnya untuk kembali bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan sebagaimana sebelumnya.

BACA JUGA ; Rumah Zakat Resmikan Desa Berdaya di Lombok Utara

Effendi berharap, keberadaan pasar darurat dapat dimanfaatkan warga untuk berjualan hasil bumi maupun kerajinan yang bernilai ekonomi.

“Ini yang kita harapkan, ayo kita bangkit, dan manfaatkan setiap potensi yang ada di desa ini,” katanya.

AYA

 

 




Peduli Pendidikan, Hj. Niken Saptarini Serahkan Ape

Usia PAUD merupakan usia emas bagi anak-anak yang harus diberikan perhatian lebih, agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik

LOMBOK UTARA.lombokjourna.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, sekaligus sebagai Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, menyerahkan Alat Peraga Edukatif (APE) kepada pengelola PAUD Harapan Bunda, Dusun Sedutan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Selasa, (23/10).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Roadshow TP PKK Provinsi di KLU dalam rangka peringatan HKG PKK, KB Kesehatan Kesehatan ke 46 Tingkat Provinsi tahun 2018.

Hj. Niken mengatakan, penyerahan sejumlah APE itu merupakan salah satu wujud dari kepedulian TP PKK Provinsi NTB terhadap dunia pendidikan.

Ia berharap dengan bantuan APE itu akan menjadi sarana edukasi agar tumbuh kembang anak-anak NTB tumbuh dengan baik sehingga akan menjadi geresasi yang cerdas dan berkualitas dimasa depan.

“PAUD merupakan tempat pendidikan utama untuk mencurahkan perhatian dan kasih sayang kita kepada anak-anak. Ibu-ibu harus pastikan anak-anak kita dapat pendidikan yang baik,” ujarnya.

Bunda PAUD Hj. Niken mengingatkan, Usia PAUD merupakan usia emas bagi anak-anak yang harus diberikan perhatian lebih, agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik.

Untuk itu ia berpesan kepada ibu-ibu yang hadir dalam acara tersebut agar anak-anak tetap dapat asupan gizi yang baik Dengan minum susu minimal 2 kali sehari.

Selain itu ia juga mengajak untuk meningkatkan konsumsi ikan agar anak-anak dapat gizi yang baik.

“Bapak-bapak yang jadi nelayan, jika ada hasil tangkapan jangan dijual suamua, sisakan sebagian untuk dikonsumsi, agar anak-anak dapat gizi yang baik,” tandasnya.

Dalam kegiatan roadshow tersebut, juga dilakukan pelayanan KB dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak gempa di Desa Kayangan, Lombok Utara.

AYA/Hms

 

 

 




Seminar Mendorong Penggunaan Bahasa di Ranah Publik

Tujuan dari diadakannya semunar ini agar para peserta bisa menggali peran dan sastra yang ada di Daerah NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini, Selasa (23/10), menggelar seminar nasional kesastraan yang bertema”Kontrbusi Bahasa dan sastra terhadap pembangunan daerah”.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Madani Hotel tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalilah.

“Pemprov NTB mendukung penuh program yang bertujuan untuk mensuport penggunan bahasa dengan baik,”ujarnya

Ia menyatakan, ada banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah agar bagaimana bisa mendorong penggunan Bahasa di Ranah Publik digunakan dengan baik

Seminar nasional kesastraan ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, , Kepala Dinas pendidikan Dan kebudayaan (Dikbud ) NTB H.M. Suruji ,Kepala Kantor Bahasa NTB Songgo Siruah .

Seminar nasional ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, seperti akademisi, penggiat sastra, pelajar dan Mahasiswa. Tidak hanya dari Kota Mataram, peserta juga berasal dari kabupaten/kota yang ada di NTB.

Kepala Kantor Bahasa NTB, Songgo Siruah menyatakan, tujuan dari diadakannya seminar ini agar para peserta bisa menggali peran dan sastra yang ada di Daerah NTB.

Seperti diketahui, selama ini masyarakat tidak memahami penggunaan bahasa yang baik dan tepat itu seperti apa ,jadi kebanyakan mereka (Masyarakat ) hanya menggunakan untuk komunikasi saja tanpa mengetahui makna yang terdapat di dalam bahasa tersebut.

“Untuk itu kita adakan acara ini agar masyarakat lebih tahu makna dalam sebuah Bahasa dan serta agar bahas tersebut bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

AYA

 




Saatnya Santri Turun ke Sawah

Komitmen tentang kepedulian pangan sudah dilakukan oleh ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU), dengan terlibat dalam gerakan Reforma Agraria

MATARAM.lombokjournal.com —  Caleg Nomor Urut 1 Partai Gerindra dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono (HBK) menilai, Hari Santri ini momentum bagi para santri mengabdi untuk negeri.

Hari Santri tanggal 22 Oktober 2018, 1memiliki tagline “Bersama Santri Damailah Negeri”.

“Tidak hanya pintar ngaji, tapi juga harus mengerti soal padi. Urusan pangan yang menjadi hajat hidup orang banyak, harus dipahami oleh para santri,” katanya di Mataram, Selasa (23/10).

Dikatakan HBK, Pulau Lombok selain dikenal sebagai pulau seribu Masjid, juga dikenal sebagai Pulau Seribu Pondok Pesantren (Ponpes). Di berbagai penjuru di Pulau Lombok, selalu ada Ponpes.

“Barangkali ada jutaan santri di Pulau Lombok ini,” sambungnya.

Pria yang juga Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini mengungkapkan, tidak hanya dalam urusan agama saja, sekarang ini sudah saatnya para santri terlibat aktif dalam urusan keumatan. Diantaranya dengan melibatkan diri dalam urusan pangan.

“Ya, mulailah terlibat dalam urusan pangan. Pahami padi, jagung, ubi, kedelai dan banyak lagi,” terangnya.

Suami Hj. Dian Bambang ini melanjutkan, komitmen tentang kepedulian pangan sudah dilakukan oleh ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU), dengan terlibat dalam gerakan Reforma Agraria. Selanjutnya, tinggal Ponpes menyusun konsep melibatkan santri dalam urusan pangan.

“Iya dong, kalau di tingkat daerah peran Ponpes ini sangat penting dalam mendorong santri aktif mengurus dunia pertanian,” ucapnya.

HBK mengambil contoh, gerakan membentuk santri peduli pertanian seperti dilakukan Ponpes Miftahul Huda di Tasikmalaya. Ada pelatihan dan pendampingan kepada para santri yang mondok di pesantren tersebut.

Tujuannya agar para santri bisa mandiri dan menjadi narasumber utama bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian.

“Nah, Ponpes-ponpes di Lombok harus mulai memberikan pelatihan santri-santrinya tentang pertanian,” beber HBK.

Ditambahkan, pembekalan agama yang diberikan di Ponpes, akan kian kuat manakala santri paham dunia pertanian. Santri yang dikenal mandiri dan tahan banting, dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat Pulau Lombok yang sebagian besar adalah petani.

Santri yang sudah paham seluk beluk dunia pertanian, bisa mengajak masyarakat Pulau Lombok untuk membangun kedaulatan pangan.

“Kalau santri yang mengatakan sesuatu di umat itu pasti di dengar,” tandasnya.

AYA




Buka Popwil IV, Rosiady Berpesan Pentingnya Sportifitas

Total Atlet yang akan bertanding diperkirakan 613 orang, yang sebelumnya telah lolos pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) IV tahun 2018, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diminta bertanding dan meraih prestasi secara sportif.

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D, menyampaikan pesan itu saat membuka POPWIL IV, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Turida, Selasa (23/10).

“Selamat datang, selamat bertanding, dan selamat meraih prestasi. Bertandinglah secara sportif”, ujar Sekda.

Sekda mengatakan, tahun ini Provinsi NTB dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Seperti tahun sebelumnya, Popwil diikuti tujuh provinsi yang berada di wilayah IV, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan NTB.

Total Atlet yang akan bertanding diperkirakan 613 orang. Atlet tersebut sebelumnya telah lolos pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di tiap Provinsinya.

Kegiatan Popwil akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang, dengan delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni Sepak Bola, Bola Voli, Basket, Pencak Silat, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis dan Sepak Takraw.

Atlet yang berhasil menjadi juara dari masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan pada Popwil, selanjutnya akan bertanding pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2019 memdatang.

AYA

 




Data Penerima Jaminan Hidup di Lotim Belum Rampung

Hanya data dari Kecamatan Aikmel saja yang baru diterima sebanyak 190 jiwa, sementara yang lain masih menyusul

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com – – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih merampungkan terkait data penerima Jaminun Hidup (Jadup) dari warga yang terdampak gema bumi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, SIP. mengatakan, data warga Lotim yang akan diusulkan untuk menerima bantuan berupa Jaminan Hidup belum lengkap.

“Datanya masih direkap oleh pihak kami,” ujarnya, kepada lombokjournal.com, saat ditemui di ruang kerjanya, di Selong, Senin (22/10) sore.

Meskipun demikian, kata Dami Ahyani, Pemkab Lotim akan tetap mengusulkan Jadup bagi warga kepada pemerintah pusat.

Tetap kita usulkan ke pusat, karena ini hak dan untuk kesejahteraan warga kita,” ucapnya.

Dikatakannya, Pemkab melalui Dinas Sosial telah meminta kepada pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa untuk melakukan pendataan sesuai kriteria yang telah ada.

“Awalnya dulu, Pak Kadis senelum saya, dia bersurat ke Camat untuk melakukan pendataan bersama pendamping PKH dan yang lain. Agar bisa sama-sama bersinergi,” tuturnya.

“Proses ini yang kayaknya kita agak lamban sebenarnya karena data ni kan memang dinamis dengan kejadian gempa yang beruntun,” tambahnya.

Ditanya data sementara, pria yang baru saja menjadi Kadis di Dinas Sosial Lotim ini belum berani memastikan.

Ia mengatakan, hanya data dari Kecamatan Aikmel saja yang baru diterima sebanyak 190 jiwa, sementara yang lain masih menyusul.

“Sementara katanya, Kecamatan Sambelia juga sudah menyerahkan data hari Jum’at. Tapi siapa yamg menerima,” bebernya.

Sebelumnya diketahui, bahwa nilai bantuan Jadup ini dari Kementerian Sosial RI adalah sebesar Rp. 10.000/jiwa/hari yang akan diberikan antara 30 hari sampai 90 hari, dan akan dicairkan 6 bulan pasca tanggap darurat.

Razak