Penuntasan Kekeringan di Lombok Selatan, Harus Dengan Solusi Jangka Panjang

Penelitian dan peranan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan jangka panjang

LOTIM.lombokjournal.com — Musim hujan belum  tiba, kemarau panjang sudah berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kawasan Selatan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, kerap mengalami kekeringan dari tahun ke tahun saat kemarau panjang melanda.

Kondisi berulang-ulang seperti terjadi saat ini, seharusnya bisa dicarikan solusi jangka panjangnya, bukan sekadar solusi sesaat.

“Selama ini kan pendekatan (penyelesaian kekeringan) yang dilakukan lebih banyak ke pendistribusian air ke masyarakat. Padahal yang dibutuhkan itu adanya solusi jangka panjang, agar masalah kekeringan tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata Caleg DPRD Lombok Timur nomor urut 9 Partai Nasdem, Saparwadi, Minggu  (28/10) di Lombok Timur.

Saparwadi yang nyaleg mewakili Dapil 2,  Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru, itu mengatakan, pendistribusian air bagi masyarakat terdampak kekeringan memang diperlukan untuk masa tanggap darurat.

Namun, tanpa ada upaya memikirkan solusi jangka panjang, maka hal itu hanya akan menjadi rutinitas yang terulang kembali di saat kemarau datang di tahun berikutnya.

Menurutnya, pada masa kejayaan tanaman padi Gogo Rancah (Gora) yang pernah melejitkan nama daerah Lombok dan NTB secara umum beberapa dekade silam, bisa menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi kekeringan.

“Dulu itu siapa yang menyangka Lombok bakal menjadi lumbung pangan? Semua kan bermula dari semangat Gogo Rancah, menanam padi di lahan kering/ tadah hujan  yang kemudian berhasil. Harusnya ini menjadi satu pembelajaran bagaimana pendahulu kita mampu bertahan bahkan berinovasi di tengah ancaman kekeringan,” tukasnya.

Hanya saja, Gogo Rancah atau Gora saat ini hanya menjadi sekadar slogan dan jargon untuk daerah semata, sebagai Bumi Gora.

Sementara praktik budidaya Gora sendiri sudah banyak ditinggalkan lantaran banyak kemanjaan dengan pengairan irigasi buatan.

Saparwadi mengatakan, masyarakat di kawasan yang menjadi langganan kekeringan harus mulai dibangkitkan kembali semangatnya untuk mengulang kejayaan masa lalu Gora itu.

Selain itu, perlu banyak penelitian dan ujicoba menanam komoditas lain yang memang tahan kemarau dan mampu berproduksi di lahan kering.

“Jika saya dipercaya rakyat nantinya, Insha Allah ini akan saya lakukan, yakni menggaungkan kembali kejayaan Gora ini,” katanya.

Menurutnya, di beberapa daerah yang juga langganan kekeringan di Indonesia ada juga yang ternyata mampu memproduksi komiditas pertanian, buah-buahan dan lain sebagainya.

Hal ini juga tentu bisa dilakukan di NTB, sepanjang banyak pihak mau peduli, terutama Pemerintah Daerah.

Tehnologi Pertanian Tepat Guna

Menurut  Saparwadi mengatakan, penelitian dan peranan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan jangka panjang,

Pembuatan sumur bor atau pun teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar bersih juga patut diperhitungkan.

Ia mengakui, cost pengeluaran untuk biaya penelitian dan pengadaan teknologi serupa itu tentu cukup mahal dan akan menyedot keuangan Pemda.

Namun, jika dibanding dengan benefit jangka panjangnya, tentu hal itu lebih baik daripada harus mengeluarkan cost tiap tahun untuk mendroping kebutuhan air masyarakat.

“Selain itu, ini juga menjadi tantangan bagi anak-anak muda, para mahasiswa kita di Lombok untuk peduli memikirkan solusi masalah kekeringan ini. Mereka bisa memulai mengajukan penelitian-penelitian untuk ini, karena gagasan-gagasan baru biasa muncul dari kaum muda ini,” kata Saparwadi .

Me




Sampah di Kecamatan Jonggat, Loteng Mengusik Gubernur NTB

Hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB mengalami permasalahan yang sama terkait soal sampah

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Sampah yang berserakan di jalanan di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ini mengusik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah.

Bahkan mirisnya, keadaan lingkungan tersebut terkesan dibiarkan begitu saja, tanpa ada tindakan dari masyarakat sekitar maupun pemerintah setempat.

“Kalau saya dari BIL ke Mataram, tempat di Jonggat ini seringkali mengusik saya,” ungkapnya, melalui meeia sosial, akun facebooknya, Bang Zul Zulkieflimansyah, Sabtu (27/10).

Dr. Zul menilai, sampah yang berserakan ditempat tersebut sudah lama terjadi dan tidak dirawat dengan baik.

“Betapa di tepi jalan utama kita tak merawat taman kita dengan baik. Ini sudah lama sekali,” katanya.

Terkait hal itu, menurutnya, masyarakat sekitar dan pemerintah setempat seharusnya bersama-sama mengatasinya.

Tidak harus menunggu Gubernur maupun Bupati turun tangan untuk menangani masah sampah ini.

“Mestinya tak perlu menunggu Gubernur atau Bupati. Masyarakat sekitar dan Pak camat mestinya aware sama yang begini-begini ini,” uajrnya.

Namun diakuinya, hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB mengalami permasalahan yang sama terkait soal sampah.

“Tentu bukan hanya di Jonggat saja. Di seluruh kabupaten dan kota kita permasalahan sampah ini sangat serius dan mengganggu,” akunya.

Mantan anggota DPR RI ini  mengakhirinya dengan mengajak masyarakat dan semua pihak agar menjaga dan merawat lingkungan secara gotong royong.

“Ayo kita mulai bersihkan lingkungan kita sendiri dan secara bergotong-royong. Karena ini untuk kebaikan kita sendiri,” tutupnya.

Razak

 




Bawaslu Lotim Peringatkan, APK Caleg Tak Boleh Terpasang di Pohon

Bawaslu Lotim sudah memberikan sosialisasi kepada partai politik maupun para caleg terkait tara cara dan aturan kampanye

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Memasuki masa kampanye peserta pemilu tahun 2019, banyak bahan kampanye atau Alat Peraga Kampanye (APK) para calon legislatif (caleg) maupun calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertebaran di pepohonan.

Pantauan lombokjournal.com, di lapangan, APK seperti poster atau jenis lainnya dipasang memakai paku. Mulai ukuran kecil, sedang hingga besar terlihat menghiasi pepohonan.

Misalnya dipasang di ruas jalan nasional di Desa Mamben Daya hingga di Desa Wanasaba Lauq Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Padahal pemasangan poster caleg maupun calon DPD di pepohonan tersebut, tidak dibenarkan oleh Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 tahun 2018 tentang pemasangan APK.

Demikian diungkapkan Amir Mahmud, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tidak boleh (pasang APK di pepohonan). Itu sudah kita ingatkan. Dan kami sudah berkoordinasi dengan peserta pemilu itu,” ucapnya, saat dihubungi, Sabtu (27/10) sore.

Amir mengatakan, Bawaslu Lotim sudah memberikan sosialisasi kepada partai politik maupun para caleg terkait tara cara dan aturan kampanye.

“Mulai dari sosialisasi aturan kampanye sampai silaturahim dengan seluruh peserta pemilu dan calegnya dalam rangka sharing informasi terkait tata cara kampanye dan beserta sanksi pelanggaran,” uajrnya.

Terkait pelanggaran, Amir menjelaskan, jika aturan tidak diindahkan oleh peserta pemilu maupun para caleg maka akan diberikan sanksi sesuai jenis pelanggaran.

“Kalau pelanggaran admnistrasi sanksinya pertama teguran. Kalau masih melakukan lagi kita rekom untuk diskualifikasi,” terangnya.

Sementara pidana pemilu akan ditangani oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Nanti di tangani sentra Gakkumdu. Dan jelas kalau pidana ya, pendekatannya ya pidana,” tegas Amir.

Razak




HBK Antar Putrinya Beri Sumbangan Gempa

Bencana di Lombok dan Sumbawa telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas yang meluas

Diterima , H. Ridwan Hidayat

lombokjournal.com —

MATARAM.lombokjournal.com — Rannya Agustyra Kristiono, pelajar Mander Portman Woodward (MPW) College, London, Inggris, Rabu (23/10) di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Prov. NTB.

Rannya tak datang sendirian, dia datang didampingi ayahnya, tak lain adalah H. Bambang Kristiono (HBK), Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 1, dari Dapil NTB-2/P. Lombok.

“Saya hanya mengantarkan, semua donasi yang dikumpulkan di sekolahnya di Inggris, itu Rannya dan teman-temannya yang himpun,” kata HBK kepada jajaran pengurus PMI Prov. NTB.

Kedatangan Rannya menunjukkan kepedulian pada korban gempa Lombok dan Sumbawa terus berjalan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PMI Prov. NTB, H. Ridwan Hidayat bersama beberapa pengurus PMI Prov. NTB seperti dr. Nurhandini Eka Dewi serta H. Saptadi Akbar.

“Rannya, ceritakan langsung saja seperti apa sumbangan ini dikumpulkan,” lanjut HBK.

Rannya yang tengah menimba ilmu di Inggris terketuk hatinya dengan bencana yang terjadi di P. Lombok dan Sumbawa, kemudian menyusul di Palu, Sulawesi Tengah.

Ia kemudian membuat kegiatan charity (donasi) dengan berjualan kue kepada rekan-rekannya dan guru-gurunya di sekolah Mander Portman Woodward (MPW) College, London, Inggris.

Tak hanya dari siswa dan guru, ternyata kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para orang-tua murid disana.

“Uang yang di kotak ini langsung saya bawa dari Inggris. Saya belum buka dan tidak tahu isinya berapa, tapi yang jelas semuanya uang poundsterling,” bebernya.

Selain sumbangan dari Inggris, secara khusus Rannya juga telah menyisihkan uang tabungannya. Harapannya, PMI Prov. NTB bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban gempa yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita disini. Saya menitipkan bantuan ini lewat PMI,” imbuhnya.

Ditambahkan, kepedulian kepada korban gempa bukan yang terakhir. Pada kesempatan liburan berikutnya, Rannya menyebut akan kembali ke Lombok.

Bencana yang terjadi di Indonesia telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas di dunia.

“Ya, banyak yang ikut sedih. Semua ingin ikut peduli,” kata Rannya.

Ketua PMI Prov. NTB H. Ridwan Hidayat cukup terkejut dengan inisiatif Rannya yang dilakukan di Inggris. Bukti kalau bencana di Lombok dan Sumbawa telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas yang meluas.

“Ternyata anak-anak kita (Indonesia) di luar negeri sangat peduli dengan negaranya. Meski mereka jauh dan tidak di Indonesia,” katanya.

Diungkapkan, PMI Prov. NTB memang menjadi salah satu lembaga yang menyalurkan bantuan gempa. Sumbangan dari berbagai lembaga negeri, swasta maupun perorangan.

Sebagaimana prosedur yang ada, maka Rannya juga telah menanda-tangani berita acara penyerahan bantuan.

“Nanti mata uang asing ini akan kami tukarkan, untuk selanjutnya disumbangkan,” sambungnya.

Tidak lupa, H. Ridwan Hidayat turut memberi ucapan terima kasih kepada HBK, politisi Partai Gerindra tersebut yang telah memfasilitasi dan mempercayakan sumbangan pada PMI Prov. NTB.

Apa yang dilakukan Rannya bisa memotivasi para pemuda lain yang ada di luar negeri.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan Rannya ini akan membawa banyak kebaikan,” imbuhnya.

Me




BPPD NTB Fokus Promosi Untuk Gaet Wisatawan Timur Tengah

Hal yang dilakukan untuk menambah minat wisatawan Timur Tengah, antara lain dengan direct fligh dari Timur Tengah menuju Lombok

MATARAM.lombokjournal.com – Badan Pusat Promosi Daerah (BPPD) NTB terus melakukan kiat menggaet wisatawan asing, dan saat ini difokuskan ke turis Timur Tengah.

Pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelumnya diminati wisatawan Macannegara, sempat meredup dengan adanya bencana gempa bumi 3 bulan lalu.

Ketua BPPD NTB, TGH Fauzan Zakaria mengatakan, tugas dari BPPD adalah membranding kemudian adversiting dan selling (Penjualan ) dalam membangkitkan kembali pariwisata di NTB ini.

Brandingnya diperkuat sebagai pusat wisata halal dunia. untuk advertasing diperkuat melalui media, agar Lombok dan Sumbawa makin dikenal mancanegara.

“NTB khususnya Lombok ini kan terkenal dengan branding wisata halal dan honeymoon,” tutur TGH Fauzan Zakaria, Jumat (26/10).

Dikatakannya, sellingnya ( Penjualan ) pun ditingkatkan dengan transaksi paket jual beli wisata. Wisata di Lombok dan Sumbawa ini banyak sekali yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. sedangkan untuk selling di Timur Tengah sangat difokuskan.

“Terutama di tahun 2019 sangat banyak sekali, aktifitas Selling di Timur Tengah, seperti aktifitas promosi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Gubernur NTB sudah memandatakan BPPD membuat fantrip meja internasional.

“Jadi banyak media Timur Tengah akan kami undang untuk datang ke lombok melihat secara langsung keindahan Lombok,” imbuhnya.

Hal yang dilakukan untuk menambah minat wisatawan Timur Tengah, antara lain dengan direct fligh dari Timur Tengah menuju Lombok

Karena saat ini yang ada direct flight ke  jakarta dan Bali, wisman Timur Tengah itu berkunjung ke Jakarta kemudian ke Bali barulah ke Lombok.

Faozan berharap ke depan bidang-bidang terkait terutama bidang struktur, kemudian perusahaan penerbangan dapat mendorong banyaknya dIrect flight.

“Ada upaya kita untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan, jadi kita berharap secepatnya. Apalagi dengan  gubernur kita yang memiliki jaringan bisnis yang luar biasa,” cetusnya.

Tentunya hal ini menjadi faktor mempercepat berbagai sektor kegiatan yang dapat mendorong pertumbuhan wisata NTB.

Target untuk mencapai kunjungan wisatawan,  saat ini membuka pasar-pasar potensial sesuai dengan pasar. Karena branding NTB itu wisata halal, tentunya jelas market wisatanya itu wisatawan muslim.

“Tapi bukan berarti non muslin diabaikan, makanya kita sebut juga wisata halal itu wisata yang ramah untuk wisata muslim,” pungkasnya.

AYA




Produk IKM Dikenal Di Luar, Tak Dilirik Di Lokal

Produk kopi Lombok pun dapat mencapai hingga keluar, namun untuk di daerah sendiri masih belum banyak dikenal

MATARAM.lombokjournal.com — Produk-produk Industri Kecil Menengah (IKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sudah tak banyak dilirik oleh lokal, bahkan produk IKM NTB lebih banyak diminati orang luar.

Karenanya, perlu dikembangkannya kembali sosialisasi pada masyarakat sekitar, serta meningkatkan kualitas produk.

Hal ini dinyatakan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, Jumat (26/10)

Eva menuturkan, banyak harapan dari pelaku IKM yang menginginkan lebih berkembang lagi. Saat ini kondisinya  meredup, dan tak ada geliat berkembangannya.

Apalagi banyak IKM-IKM yang terdampak gempa bumi beberapa waktu lalu.

“Ya kasarnya itu, produk kita tidak dikenal di daerah sendiri. Contoh kopi Lombok itu, coba cari kopi Lombok dicafe-cafe pasti tidak ada,” ujar Eva

Bahkan Eva mencontohkan, kalau produk kopi Lombok pun dapat mencapai hingga keluar, namun untuk di daerah sendiri masih belum banyak dikenal.

Maka dari itu, diperlukan sosialisasikan lebih ke dalam, agar produk IKM NTB tidak hanya menjadi tuan rumah saja.

“Saya baru mencari regulasinya, dan sudah ketemu, itu tadi Instruksi  Gubernur no 3 tahun 2010 itu tentang penggunaan prodUk pangan lokal,” jelasnya.

Ia akan mencari cara bagaimana mengoptimalkan pelakasana dari Instruksi Gubernur tersebut.

Produk IKM yang banyak tidak dikenal masyarakat bukan karena tidak tertarik, tetapi yang perlu dilakukan adalah bagaimana memasarkannya ke hotel-hotek yang ada.

“Tapi kalau ke hotel hotel kan harus ada standarisasinya, nah itu yang harus kita penuhi yaitu strandarisasi khusus itu. Karenanya peningkatan kualitas mutu itu tetap akan kita lakukan,” kata Eva.

AYA

 




KH Ma’ruf Amin Harapkan Santri  Mengambil Bagian Seperti Ulama

Ma’ruf menyampaikan pergerakan para ulama untuk merebut kemerdekan, salah satunya peran yang diemban pendiri dari organisasi NW di NTB

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — K.H. Ma’ruf Amin, mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, di Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (26/10) sekitar pukul 09.00 Wita.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI, nomor urut 01 dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menghadiri Pengajian Silaturrahim di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor.

Selain ke Pancor, Ma’ruf juga dijadwalkan mengunjungi Ponpes NW Anjani, di Desa Anjani Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

Di depan ratusan santri dan warga Ponpes NW Pancor, Ma’aruf menyebut pentingnya peran santri dalam mengambil bagian seperti para Ulama.

“Santri dituntut untuk mebgambil bagiaan seperti ulama. Membangun kemaslahatan, menghilangkan kerusakan dan kemudaratan,” ujar Kyai Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf mengatakan, santri harus bisa membaca situasi dan berbagai kondisi kebangsaan, baik politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagianya.

Bahkan, menurut nya, santri harus bisa mneguraikan dan memecahkan berbagai masalah kebangsaan ditengah modernitas sekarang ini.

“Santri zaman now harus lebih siap menyikapi berbagai permasalahan. Hingga kedepan memiliki kade- kader handal,” jelas Cawapres yang berpasangan dengan Jokowi ini.

Menyinggung peran santri dalam mengambil bagian seperti Ulama, Ma’ruf menyampaikan pergerakan para ulama untuk merebut kemerdekan. Salah satunya peran pendiri dari organisasi NW di NTB.

“Pendiri NW ( TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid) memiliki perhatian dan tanggung jawab kenegaraan dan kebangsaan, sehingga membentuk yang namanya Nahdlatul Wathan,” bebernya.

Pada akhir abad ke- 19 terjadi pemberontakan – pemberontakan untuk mengusir penjajah dari tanah air.

“Yang memberontak di Indonesiq adalah orang-orang yang belajar di tanah suci (Makkah). Dengan mendirikan pesantren dan madrasah-masdrasah,” terang Ma’ruf.

“Bersama santri membangun pergerakan. Sehingga peran ulama di Indonesia dalam membangun negeri sangat penting,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, negara Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan yaitu Pancasila. Pancasila merupakan kesepakatan dan titik temu.

“Begitu juga UUD 45 merupakan kesepakatan. Sehingga Indonesia adalah negara kesepakatan,” cetusnya.

Razak




Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Lewat Jalur Lama

Kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan Aik Berik dan tidak diizinkan untuk turun ke Danau Segara Anak. Paket pendakian yang direkomendasikan minimal 2 hari 1 malam

Terdampak longsor

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) hingga akhir tahun ini mempertimbangkan akan membuka trek jalur pendakian alternatif ke Gunung Rinjani.

Kepala BTNGR, Sudiyono, melalui rilis tanggal 24 Oktober 2018, menyebutkan hasil kajian dan survei yang melibatkan beberapa pihak terkait hasil pantauan langsung di lapangan, ditemukan kondisi satu jalur pendakian lama melalalui Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Jalur itu bisa dijadikan jalur alternatif pendakian.

Jalur pendakian Aik Berik sampai Pelawangan dimungkinkan untuk dibuka sebagai jalur alternatif pendakian Gunung Rinjani. Kegiatan pendakian bisa dimulai pada 7 November hingga 31 Desember 2018.

Kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan Aik Berik dan tidak diizinkan untuk turun ke Danau Segara Anak. Paket pendakian yang direkomendasikan minimal 2 hari 1 malam.

Lokasi camping area yang bisa digunakan adalah Pos IV, Pondok Amaq Kros. Pembelian tiket booking pendakian dilakukan dengan sistem online, dengan kuota pendakian 150 orang/hari.

“Kegiatan penataan jalur termasuk, perbaikan, pembersihan, pemasangan papan petunjuk arah, papan larangan, dan papan peringatan, direncanakan akan dilakukan pada 30 Oktober sampai 4 November 2018 mendatang, dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Sudiyono dalam keterangannya, Kamis (25/10).

Kegiatan survei yang dilakukan BTNGR pascagempa bumi telah dilakukan sebanyak 2 kali. Periode I dilakukan pada 3-5 Oktober lalu di tiga jalur pendakian, yaitu di jalur Senaru, Sembalun, dan jalur budaya Torean.

Sementara survei tahap II dilakukan pada 15-17 Oktober lalu di tiga jalur lama, yakni di Aik Berik, jalur Timbanuh, dan jalur Sembalun.

Kegiatan survei yang telah dilakukan BTNGR melibatkan beberapa pihak, yaitu Basarnas, TNI, Polri, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dispar dan BPBD Lombok Utara , Dispar dan BPBD Lombok Timur, perwakilan Trek Organizer,  guide dan porter serta Edelweis Medical Help Center.

Harry




Gubernur Minta Pada Wakil Dubes Australia, Penerbangan Langsung Australia – Lombok

Zulkifliemansyah dan Allester Cox

Sebelumnya sempat ada penerbangan langsung dari   Australia ke Lombok, namun saat ini sudah tidak lagi

MATARAM,lombokjournal.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah saat bertemu Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allester Cox, mengungkapkan wacana dibukanya penerbangan langsung Australia-Lombok.

“Tadi belum sempat dibicarakan, tapi untuk memajukan pariwisata kita Pak Wakil Dubes, kita ingin sekali punya penerbangan langsung, bukan hanya ke Bali karena saya pikir banyak turis dari Australia,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Jumat (26/10).

Keduanya bertemu membicarakan kelanjutan sejumlah kerja sama yang telah dibangun antara Australia dengan NTB selama ini, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan sosial, hingga pariwisata.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah tentang belum adanya penerbangan langsung dari Australia ke Lombok, NTB.  Zul mengaku belum sempat membahas secara detail tentang penerbangan langsung.

Sebelumnya sempat ada penerbangan langsung dari Australia ke Lombok, namun saat ini sudah tidak lagi.

“Kita punya penerbangan langsung sebelumnya,” lanjutnya.

Allaster Cox, mengatakan akan menindaklanjuti permintaan Zul. Dia menilai, Lombok memiliki potensi besar dari sektor pariwisata, termasuk menggaet wisatawan dari Australia.

“Seperti (dari) Darwin, mudah-mudahan kami ada kesempatan bicara dengan maskapai seperti Jetstar untuk membawa turis dari Australia ke Lombok. Mudah-mudahan begitu karena saya rasa dari Australia ada beberapa maskapai yang tertarik membuka kesempatan ke sini,” kata Allaster.

AYA




Bupati Lotim Sampaikan Empat Modal Membangun Pariwisata

Sukiman memberikan apresiasi dan menyambut baik acara Lombok KidS Festival di Desa Kembang Kuning

lombokjournal.com — Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy, MM, membuka acara Lombok Kids Festival di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur, Kamis (25/10) pukul 16.30 Wita.

Dalam sambutannya, Sukiman menyampaikan, pariwisata akan bisa berkembang pesat dengan baik apabila didukung oleh empat modal.

Pertama; alam yang mempesona. “Kita punya gunung, kita punya lembah, kita punya sawah, kita punya danau, kita punya pantai,” ungkapnya.

Kedua; daerah Lombok Timur memiliki makanan yang khas dan mengesankan bagi para pendatang dari luar.

“Dikesankan oleh orang dimana pun mereka (wisatawan) makan. Maka akan terasa enak,” ujarnya.

Ketiga; masyarakat harus menanamkam sikap keramah-tamahan dalam menyambut para tourism, wisatawan atau para pelancong. Sehingga mendapatkan kesan yang baik bagi para pendatang.

Keempat; harus menciptakan rasa kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan, pelancong maupun wisatawan lokal dan mencanegara.

“Jika mereka merasa aman tinggal disini (Desa Kembang Kuning) dan Lombok Timur secara umum. Mungkin rencananya tinggal satu hari, bisa bertambah jadi dua, tiga, lima hari,” jelasnya.

“Budaya adalah salah satu asset yang bisa mendatangkan para pelancong di negara kita. Khususnya di wilayah kita, Tete Batu, Kembang Kuning dan sekitarnya,” tambah Sukiman.

Dikatakan Sukiman, sejak dulu Desa Kembang Kuning dan sekitarnya merupakan tempat berkumpulnya dan berkembangnya para budayawan.

Sukiman memberikan apresiasi dan menyambut baik acara Lombok Kisd Festival di Desa Kembang Kuning tersebut.

“Mari kita lestarikan budaya ini, karena tidak semua orang tidak bisa melestarikannya,” pesannya.

Adapun yang dilombakan dalam festival yaitu permainan tradisioanl. Yakni, Mantoq celengan, Ngekeq Kepeng, Beselodoran,Tarik tambang, Enjang- Enjang.

Selanjutnya becetekan, lari 100 meter, mainan kreasi, lari karung, presean anak dan terakhir ngeson kerako.

Razak