Memberatas Kemiskinan, Sekaligus Melestarikan Lingungan

Yang penting program pemberantasan kemiskinan harus tepat sasaran, efektif, dan setop yang bersifat seremonial

MATARAM.lombokjournal — Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, program penanggulangan kemiskinan di NTB harus selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Fenomena sekarang bencana, lihat kondisi banjir di mana-mana, kita Consern terhadap lingkungan tidak boleh setengah-setengah, berantas kemiskinan sekaligus melestarikan lingkungan,” katanya.

Rohmi menilai, dalam memberantas kemiskinan terdapat poin penting yakni tentang upaya pelestarian lingkungan.

“Itu berkaitan, bagaimana mungkin kita berantas kemiskinan kalau tidak peduli lingkungan, kalau capek-capek berantas kemiskinan, tapi karena banjir bandang hancur semua kan tidak ada artinya,” kata Rohmi.

Ditekankannya, pemberantasan program kemiskinan harus benar-benar sampai pada masyarakat. Hasil hutan bukan kayu sebagian besar tidak dirasakan warga. ” Itu PR (pekerjaan rumah) besar bagi kita, jadi bagaimana program ke depan tepat sasaran,” kata Rohmi.

Mantan Ketua DPRD Lombok Timur itu melanjutkan, ide dan gagasan yang disampaikan lembaga kemanusiaan tentang penanggulangan kemiskinan selaras dengan program Pemprov NTB.

“Dari lembaga kemanusiaan akan kolaborasi dengan Pemprov NTB dari bidang lingkungan hingga bidang kesehatan,” katanya sambil menjelaskan, prediksi peningkatan kemiskinan di NTB akibat bencana gempa.

Tentang peningkatan angka kemiskinan itu Rohmi akan melihat data statistik, yang penting program pemberantasan kemiskinan harus tepat sasaran, efektif, dan setop yang bersifat seremonial.

AYA




Proses Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Dipermudah

Disoroti hunian sementara (huntara) yang sangat dibutuhkan warga sembari menunggu bantuan rumah dari pemerintah pusat

MATARAM.lombokjournal.com  — Proses dan mekanisme pembangunan rumah warga terdampak gempa akan dipermudah, termasuk dari model bangunan.

“Yang penting tahan gempa, tidak pakai uji-uji, yang penting sesuai struktur (tahan gempa), silakan dibangun,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah, dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di kantor Kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Senin (12/11)

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ikut hadir dalam rapat itu.

Usai membuka rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Gedung Sangkareang Pemprov NTB, Selasa (13/11), Wagub Rohmi menjeaskan, rapat diKantor Kementerian PMK itu menghasilkan  keputusan tentang model bangunan yang lebih lunak dan tidak terpaku pada rumah instan sederhana sehat (Risha).

Meski begitu, Rohmi menegaskan hal ini tidak dimaknakan sebagai penurunan standar bangunan yang memenuhi kaidah tahan gempa.

“Tetap tahan gempa karena kalau kita bangun sesuai struktur  tahan, bangunan yang struktur bagus kan kuat, tidak roboh,” terangnya

Rohmi menilai, keputusan tersebut sangat positif dan akan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang selama ini kerap terkendala ketersediaan bahan bangunan.

Selain itu, Rohmi juga menyoroti hunian sementara (huntara) yang sangat dibutuhkan warga sembari menunggu bantuan rumah dari pemerintah pusat. Rohmi mendorong berbagai pihak untuk membantu mendirikan huntara.

“Huntara baru sekira 55 persen sampai 60 persen. Kita dorong supaya seluruh pihak perhatikan itu, terutama Pemkab/Pemkot melihat warga yang belum tertangani (huntara),” Tanya.

AYA




Fahri Bantu 500 Anak Muda NTB Magang ke Jepang

Magang adalah pintu masuk dan jenjang awal yang bisa dipilih generasi muda bangsa yang ingin berkarya di Jepang

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Fahri Hamzah, membantu 500 anak muda di NTB untuk ikut magang ke luar negeri.

Program ini terwujud setelah Tim Pengawas (Timwas) Pekerja Migran DPR RI melakukan kunjungan ke Seitama, Jepang, yang dipimpin oleh Fahri Hamzah.

Selanjutnya putra-putri NTB ini mengikuti seleksi program magang tersebut, di kantor Gubernur NTB, Mataram, kemarin.

Demikian diungkapkan Fahri melalui laman media sosial, akun facebook pribadinya, Senin (12/11).

Berikut ini dikutip lengkap isi status Fahri Hamzah di fanbage facebooknya, @FahriHamzahPage, sebagai berikut:

Memotivasi sekitar 500 anak muda #NTB yang bersiap ikut rekrutmen dan seleksi program magang ke Jepang di komplek Kantor Gubernur NTB, Mataram, siang tadi (Senin, 12/11).

Program ini hasil kerjasama Kemenaker RI dan IM Japan, yang beberapa waktu lalu bersama dengan Timwas Pekerja Migran Indonesia @dpr_ri saya datangi sarana belajar dan tempat kerjanya di Seitama, Jepang.

Magang adalah pintu masuk dan jenjang awal yang bisa dipilih generasi muda bangsa yang ingin berkarya di luar negeri. Jepang, dalam hal payung perlindungan kepada pekerja migran, bisa disebut yang terbaik dari semua negara penerima pekerja Indonesia“.

Razak




Pakai Simbol GARBI Bersama Fahri Hamzah, Dr. Zul Tegaskan Tidak Akan Keluar Dari PKS

Dr. Zul kembali menegaskan, simbol yang ditunjukkannya bersama Fahri Hamzah di media sosial bukan berarti bergabung ke GARBI

MATARAM.lombokjournal.com —  Gara-gara memakai simbol ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) bersama Fahri Hamzah (FH), banyak orang berasumsi, Dr. Zulkieflimansyah akan hengkang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bergabung ke GARBI.

Terkait hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zul, memberikan klarifikasi soal pertemuannya dengan FH.

Melalui media sosial, Ia mengatakan, pertemuan itu merupakan suatu hal yang lazim dilakukan selaku teman dekat.

Saya sama FH ini teman lama. Sangat dekat bahkan sampai sekarang. Jadi hubungan kami sangat personal,” ungkap Dr. Zul, di laman akun fecabook pribadinya, Bang Zul Zulkieflimansyah, Senin (12/11).

Banyak yg bertanya hari ini apakah saya akan ikut Garbi bersama FH?” tulisnya.

Dr. Zul menyebutkan, justru dirinya yang mengajak FH k masuk dalam PKS sewaktu masih kuliah di Universitas Indonesia.

“Yang mengajak FH bergabung ke PKS di awal kuliah dulu itu saya. Jadi nggak mungkinlah saya keluar dari PKS,” tegasnya.

Bahkan Dr. Zul menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada teman dekatnya itu yang ingin membentuk sesuatu organisasi yaitu GARBI.

“Bahwa FH dkk ingin membentuk Garbi silahkan saja dan menurut saya ini bagus-bagus saja sebagai kanal ekspresi yang baru,” ujarnya.

Namun demikian, semua perbedaan yang ada bukan suatu alasan untuk menjadi penghalang dalam suatu hubungan sosial.

“Yang penting beda partai, beda organisasi, beda kelompok tak menghalangi kita untuk tetap hangat bersaudara, tetap bersahabat dan tetap saling menghargai,” jelasnya.

Selanjutnya Dr. Zul kembali menegaskan, simbol yang ditunjukkannya bersama Fahri Hamzah di media sosial tersebut bukan berarti bergabung ke GARBI.

“Kalau simbol tangan di bawah itu memang simbol yang di gunakan garbi, tapi juga itu simbol untuk Lombok bangkit kembali,” cetusnya.

Diketahui, setelah berkonflik dengan sejumlah elite PKS, Fahri Hamzah justru bergabung ke GARBI bersama teman dekatnya, Anis Matta, sang pencetus ide ini.

Razak




Pemekaran Desa Dan Dusun di Lotim Dipermudah

Meskipun ada syarat lain, yang paling utama sekali diatur dalam UU Desa itu yaitu jumlah penduduk

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Salah satu visi misi Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmi, MM, yaitu mempermudah pemekaran desa di bumi “Patuh Karya”.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. M. Juani Taofik, kepada lombokjournal.com.

“Dasar pertimbangan, perundang-undangan pemekaran desa sudah jelas,” ucapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selong, Senin (12/11) siang.

Juani mengatakan, rencana pemekaran desa tentunya berasal dari aspirasi masyarakat dan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

“Tidak semua aspirasi masyarakat juga bisa diakomodir, harus memenuhi syarat. Misalnya, syarat jumlah penduduk,” ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, syarat yang paling dasar dan utama yaitu berdasarkan jumlah penduduk atau kepala keluarg.

Dikatakannya, syarat pemekaran desa untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2.500 jiwa atau 500 Kepala Keluarga (KK) dan syarat yang lainnya.

“Jumlah penduduk bagi satu desa itu 500 kepala keluarga atau minimal 2.500 jiwa. Ini harus terpenuhi dulu,” sebut Juani.

“Ada beberapa syarat yang lain akan disesuaikan dengan kondisi daerah,” tambahnya.

Meskipun ada syarat lain, Juani menegaskan, yang paling utama sekali diatur dalam UU Desa itu yaitu jumlah penduduk.

“Jadi kalau ada calon desa pemekaran yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa, ya tidak bisa diakomodir,” terangnya.

Selanjutnya kenapa Pemkab Lotim mempermudah pemekaran? Juani menyebutkan, bahwa tujuannya yaitu agar mempercepat kemajuan desa di wilayah Lotim.

“Fakta sudah membuktikan bahwa kemajuan Lombok Timur ini dipengaruhi dengan kebijakan pemekaran desa yang terdahulu itu,” jelasnya.

Ditegaskannya kembali, Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Lombok Timur berkokitmen mempermudah pemekaran desa selama itu memenuhi syarat.

“Intinya adalah posisi pemda tidak dalam rangka menghambat pemekaran. Justru memberikan ruang yang terbuka bagi pemekaran,” katanya.

Sementara, Pemkab Lotim juga memberikan ruang untuk pemekaran Kepala Dusun (Kadus) di suatu desa.

Apalagi pemekaran Kadus merupakan wewenang Bupati sehingga dinilai sangat mudah untuk diwujudkan.

“Kadus ini relatif mudah karena hanya wewenang Bapak Bupati, butuh SK Bupati,” beber Juani.

Hanya saja, lanjut Juani, konsekuensinya ada  di Desa dan tidak ada pengaruhnya signifikan dari segi anggran kabupaten.

“Pengaruhnya ada di ADD saja karena nanti pasti ada nambah Siltapnya saja,” ujarnya.

Razak




Jelang Maulid, Kebutuhan Pokok Dipastikan Aman

Pihak Dinas Perdagangan NTB fokus melakukan antisipasi ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di pasaran, karena permintaan tinggi

MATARAM.lombokjournal.com – Stok sejumlah kebutuhan bahan pokok menjelang Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW, dipastikkan aman.

Kepastian amannya kebutuhan pokok itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Putu Sely Andayani di Mataram, Selasa (12/11).

“Meski permintaan di pasaran tinggi, stok sejumlah kebutuhan bahan pokok selama bulan Maulid tetap aman, termasuk dari sisi harga,” kata Selly.

Selly telah melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Badan Urusan Logistik (Bulog) termasuk dengan para distributor, dan stok dinyatakan masih aman.

Dikatakannya, dalam menyambut bulan maulid nabi sekarang ini, pihaknya memang fokus melakukan antisipasi ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di pasaran, karena permintaan tinggi.

“Memastikan stok aman, barang sejumlah kebutuhan pokok juga tersedia di pasar. Soal adanya kenaikan harga kalau masih di kisaran lima persen, masih wajar, karena tingginya permintaan. Sekarang tergantung masyarakat bagaimana bisa berbelanja sesuai kebutuhan,” kata Selly.

AYA




Jalur Aik Berik Pendakian Rinjani Dibuka 19 November 2018

Keistimewaan jika pendaki melewati jalur Aik Berik, diantaranya, karena lebih dekat dari Bandara Internasional di Lombok, mudah ditemukan air, vegetasi berhutan dan mudah ditemukan satwa

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengungkapkan,  pembukaan jalur pendakian di Gunung Rinjani akan dibuka pada 19 November 2018.

Pendakian tersebut hanya melalui jalur Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Pembukaan jalur ini dilakukan setelah beberapa kali dilakukan survey untuk mengecek kondisi pasca gempa.

“Pendakian mulai November, tanggal 19 diresmikan. Ini sambil menyempurnakan sistim yang ada,” ucapnya, saat dihubungi lombokjournal.com, Senin (12/11) pagi.

Sudiyono mengatakan, paket pendakian yang nantinya akan diberlakukan oleh pihak TNGR yaitu dua hari satu malam dengan kouta 150 orang per hari.

“Tapi kalau ada yang lebih boleh saja karena hitungan kita per harian. Tanggal 20  November dibuka untuk tiket kuota 150 org per hari,” ujarnya.

Harga tiket untuk pendakian ke  Gunung Rinjani yaitu, Wisata manca negara (Wisman) Rp. 150 ribu per orang per hari.

“Bagi Wisnu 5 ribu per orang per hari. Diluar yang diwajibkan masuk ke Aik Berik,” jelas Sudiyono.

Ditegaskannya, jalur Aik Berik ini tidak bisa mengunjungi Danau Segara Anak, namun hanya bisa melihat area tersebut dari kejauhan.

“Tidak sampai puncak tapi bisa melihat danau,” terang Sudiyono.

Menurut Sudiyono, ada sejumlah alasan dan  keistimewaan jika pendaki melewati jalur Aik Berik, diantaranya, karena lebih dekat dari Bandara Internasional di Lombok, mudah ditemukan air, vegetasi berhutan dan mudah ditemukan satwa.

Selain itu juga harus satu paket dengan wisata air terjun Benang Kelambu dan air terjun Benang Stokel yang ada di Loteng.

Sudiyono mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melakukan perjalanan di wilayah Gunung Rinjani.

Razak




Bangkitkan IKM Di Lombok, Dengan Bimbingan Teknis Dan Fasilitasi  Sarana Produksi

Para peserta  diharapkan kemballi  melanjutkan usaha yang sempat tertunda dan terhambat karena ‘terkena dampak bencana gempa

MATARAM.lombokjournal.com — Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) kembali memberikan bantuan kepada masyarakat korban Gempa bumi di sejumlah wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan itu berupa kegiatan Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Sarana Produksi Bagi IKM Pasca Bencana di Lombok.

Dampak khusus bagi sektor industri kecil dan menengah di wilayah tersebut secara umum adalah rusaknya fasilitas sarana produksi dan pemasaran.

Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM ( Industri Kecil Menengah ) saat  membuka Bimbingan teknis fasilitas sarana produksi bagi IKM di NTB pasc gempa di lombok raya, Senin (12/11)

“Masyarakat industri kecil dan menengah di NTB perlu mendapatkan motivasi, semangat berwirausaha dan pengetahuan tentang teknik produksi yang baik, pengetahuan lebih luas tentang desain dan proses finishing produk yang baik,” ujar Gati.

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah melakukan pembinaan dan pengembangan IKM dengan menerapkan nilai-nilai kemandirian melalui kewirausahaan yang diharapkan akan membentuk masyarakat yang mandiri.

“Para pelaku Industri Kecil dan Menengah dibimbing dan didorong untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas dan inovasi, produktivitas, teknik produksi, desain, finishing produk serta kerjasama yang saling menguntungkan dan dengan menerapkan etika bisnis,” ungkapnya

Direktorat Jenderal IKM menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi sarana produksi bagi IKM pangan khususnya yang berada di Kab. Lombok Timur.

Bimbingan teknis dan fasilitasi sarana produksi bagi IKM furniture khususnya yang berada di Kab. Lombok Barat. Dan bimbingan teknis dan fasilitasi sarana produksi bagi IKM anyaman ketak khususnya yang berada di Kab. Lombok Barat, Tengah dan Utara.

“Semua kegiatan tersebut dikhususkan bagi IKM yang terkena dampak pasca bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Perlu disampaikan juga bahwa kegiatan pembinaan IKM di NTB sudah banyak dilakukan, khususnya pada tahun ini terdapat beberapa kegiatan yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan setelah kegiatan ini”. Jelasnya

Kegiatan Bimbingan Teknis dan Fasilitasi Sarana Produksi Bagi IKM Pasca Bencana di Lombok diikuti sebanyak 60 IKM. Masing-masing 20 IKM untuk IKM pangan, 20 IKM untuk IKM furniture dan 20 IKM untuk IKM anyaman ketak dan difasilitasi sarana produksi berupa pemberian mesin dan/atau peralatan.

Fasilitasi tersebut diharapkan dapat membantu proses produksi IKM yang lebih baik.

Gati berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik serta memanfaatkan fasilitas produksi yang diberikan secara optimal, sehingga dapat kembali melanjutkan usaha yang sempat tertunda dan terhambat karena ‘terkena dampak bencana gempa beberapa waktu lalu.

“Mari kita bergotong-royong untuk menularkan energi positif serta semangat wirausaha kepada sesama sehingga iklim usaha kembali bangkit dan dengan semangat yang baru dapat meningkatkan oerekonomian daerah Khususnya di NTB,” katanya.

Sekertasris daerah ( sekda ) NTB Rosyadi sayuti mengapresiasi Bimtek yang diadakan Kementrian Perindustrian ini. Rosyadi berharap, agar para pelaku IKM yang mendapatkan bantuan tersebut bisa menggunakan alat- alat yng diberikan sesuai kebutuhannya.

AYA (*)




Dengan Peduli Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, Kaum Muda Pun Bisa jadi Pahlawan

Generasi muda harus punya ide dan gagasan yang cemerlang dan bisa diandalkan sebagai pelopor perubahan, tidak harus langsung di tingkat nasional, tapi bisa dimulai dari lingkungan dimana mereka tinggal saat ini

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Menjadi Pahlawan di zaman kemerdekaan saat ini, tentu tak harus dengan mengangkat senjata menghadapi dan mengusir penjajah.

Tapi, bagaimana seorang anak bangsa bisa mengisi kemerdekaan dengan karya nyata positif, yang berguna bukan saja bagi dirinya tapi bagi masyarakat umum, juga bangsa dan negara.

Hal ini yang selalu ditanamkan H Muhammad Syafrudin (HMS) kepada masyarakat terutama para generasi muda, setiap kali Anggota DPR RI ini turun ke lapangan menyapa masyarakat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam moment peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018, HMS mengatakan, pentingnya mengenang jasa para pahlawan yang sudah mengantarkan generasi bangsa menikmati kemerdekaan Indonesia saat ini.

Selain itu, moment Hari Pahlawan juga harus menjadi wadah introspeksi, apa yang sudah kita sumbangkan untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini.

“Masyarakat terutama generasi muda harus menggali potensi yang mereka miliki. Kemerdekaan yang sudah susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan kita, harus benar-benar kita jaga dan isi dengankegiatan-kegiatan positif yang mengharumkan nama bangsa. Ini sebagai wujud penghargaan kita pada jasa para pahlawan, jadi tidak sekedar seremonial belaka,” kata HMS, Senin ( 12/11)

Menurut HMS, generasi muda harus punya ide dan gagasan yang cemerlang dan bisa diandalkan sebagai pelopor perubahan. Tidak harus langsung di tingkat nasional, tapi bisa dimulai dari lingkungan dimana mereka tinggal saat ini.

Di NTB, misalnya, generasi muda di pedesaan bisa memulai dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan.

Mereka bisa mulai menginisiasi kelompok pemuda sadar kebersihan atau semacamnya, bahkan bisa membentuk kelompok pemuda sadar wisata.

“Sebab, NTB ini kan sudah menjadi destinasi pariwisata unggulan. Baik di Lombok maupun Sumbawa, kalau generasi muda bisa jadi pelopor kebersihan dan keindahan lingkungan mereka, maka bukan tidak mungkin bahwa kelak setiap pelosok Desa pun menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi wisatawan,” katanya .

Jika kesadaran kolektif seperti ini terbangun, menurut HMS, akan banyak Desa-Desa wisata yang bisa dibentuk di NTB ini. Hal itu bukan saja mendukung upaya pengembangan pariwisata di daerah ini, tetapi juga membantu membuka lapangan pekerjaan, dan juga memiliki aspek ekonomis yang menopang perekonomian pedesaan.

Berbuat Hal Kecil

Bagi HMS, menjadi pelopor perubahan tak selalu harus dengan hal-hal besar yang membutuhkan banyak energi, waktu, dan biaya. Malah, gagasan yang besar biasanya justru berawal dari ide dan inisiatif kecil yang terus serius dan ditekuni hingga berhasil.

Karena itu pula, HMS yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI melalui PAN mencoba menggugah semangat generasi muda di pedesaan di pulau Sumbawa untuk mulai berkontribusi nyata.

Caranya, dengan membagikan cat dan perlengkapan cat di setiap Desa yang dikunjunginya.

“Saya berencana  berikan sumbangan  cat dan perlengkapannya, dan anak-anak muda di desa bisamulai mengkreasikan ide mereka untuk memperindah lingkungan mereka.Bayangkan saja kalau di Sumbawa terbentuk kampung warna-warni, seperti yang ada di Malang (Jatim) dan Semarang (Jateng), tentu akan luar biasa,” bebernya.

Bagi sebagian besar masyarakat NTB, nama HMS sudah tidak asing. Selama menjabat anggota DPR RI empat tahun belakangan, HMS selalu turun ke masyarakat dengan membagikan kursi untuk sekolah di Desa-Desa pelosok.

Setidaknya lebih dari 850 Desa di NTB menerima manfaat yang diberikan HMS itu.

Kali ini, HMS juga bertekad bisa mengunjungi lebih dari 500 Desa di pulau Sumbawa yang menjadi daerah pemilihan (Dapil) bagi dirinya, dengan membagikan cat dan perlengkapannya.

Ia mengatakan, jika sebuah lingkungan atau desa bisa tertata rapi dan menarik, maka lambat laun budaya bersih dan rapi di desa tersebut akan terbentuk. Hal ini bila dikembangkan akan menjadi potensi tersendiri bagi masyarakat desa baik dari segi pariwisata maupun ekonomi kreatif lainnya.

“Alam di NTB ini sangat indah. Namun keindahan saja tidak cukup, jika lingkungan tidak tertata baik dan juga bersih. Karena itu kebersihandan keindahan menjadi salah satu syarat Sapta Pesona Pariwisata. Saya ingin membangun kesadaran generasi muda kita untuk memulai dari hal kecil saja,” katanya.

Ia menambahkan, selain alam yang indah. NTB baik di Lombok maupun Sumbawa memiliki banyak tradisi budaya yang bila dikembangkan dengan kekinian bisa menjadi potensi ekonomi kreatif yang luar biasa.

Di sejumlah Desa misalnya, kerajinan tenun yang merupakan tradisi bisa dikemas menjadi ekonomi kreatif. Belum lagi dari sisi kerajinanlainnya, dan juga kuliner khas yang ada di Desa-Desa.

“Yang selalu saya perjuangkan adalah bagaimana para pemuda bisa berupaya mengubah Desa menjadi kekuatan ekonomi daerah ini,” tukasnya.

Me




Dikotomi Isu Caleg Impor Tak Sejalan Dengan Nasionalisme

Kehadiran HBK di NTB yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil 2 Pulau Lombok merupakan permintaan dari kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat bersama HBK

lombokjournl.com —
MATARAM; Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H Bambang Kristiono atau HBK menilai adanya dikotomi pemberitaan mengenai Caleg Impor dan lokal yang belakangan ini berhembus di NTB.

Hal ini tidak sejalan dengan semangat nasionalisme dalam konteks bingkai NKRI.

“Tidak perlu kita ribut soal dikotomi Caleg impor dan lokal. Saya ini bukan Caleg Monster yang membuat takut. Mari lah beradu ide, konsep, gagasan, program dan tidak lagi beradu hal-hal yg memuakkan,” kata HBK, di Mataram saat memberikan orasi politik dalam pembukaan pendidikan dan pelatihan kader yang diadakan DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Sabtu (10/11).

HBK menyatakan awal mula istilah Caleg impor dan lokal tersebut berasal dari internal Partai Gerindra NTB sendiri.

Menurut HBK, seharusnya di internal partai dapat menjaga kekompakan dan solidaritas menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu, sehingga Partai Gerindra bisa menjadi pemenang dalam kontestasi Pemilu 2019 khususnya di NTB.

“Saya kira tidak perlu dibahas lagi. Kita sesama lpartai Gerindra harus tahan uji, harus tahan banting, harus memiliki kekuatan untuk tidak diadu domba oleh teman kita sendiri. Sebab kita mempunyai cita-cita besar untuk melakukan perubahan di negeri ini, serta menghantarkan pak Prabowo Subianto menjadi presiden,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat menegaskan kehadiran HBK di NTB yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Dapil 2 Pulau Lombok merupakan permintaan dari kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

“Tidak ada istilah (Caleg impor) itu. Saya kira itu hanya orang-orang yang takut bersaing dengan pak HBK,” ucapnya.

Ia pun meminta polemik Caleg impor dan lokal untuk dihentikan. Pasalnya, dengan adanya polemik tersebut dinilai tidak produktif untuk kepentingan NTB secara keseluruhan .

“Apalagi sekarang jaman era globalisasi, tentunya sudah tidak bicara lagi soal siapa itu darimana?. Yang jelas sekarang kader-kader Gerindra yang kita tampilkan di Caleg DPR RI itu sudah melalui proses penilaian yang panjang,” ujarnya.

“Jadi kami ada tim seleksi selama 6 bulan untuk melihat para caleg ini. Dan diluar dugaan pak HBK ini memiliki skor yang tertinggi. Ini artinya kader Gerindra menginginkan pak HBK maju dari NTB. Jadi tidak ada Caleg Monster. Tidak ada Caleg Impor di NTB,” kata Ridwan Hidayat menambahkan.

Me