Seminar Mendorong Penggunaan Bahasa di Ranah Publik

Tujuan dari diadakannya semunar ini agar para peserta bisa menggali peran dan sastra yang ada di Daerah NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini, Selasa (23/10), menggelar seminar nasional kesastraan yang bertema”Kontrbusi Bahasa dan sastra terhadap pembangunan daerah”.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Madani Hotel tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalilah.

“Pemprov NTB mendukung penuh program yang bertujuan untuk mensuport penggunan bahasa dengan baik,”ujarnya

Ia menyatakan, ada banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah agar bagaimana bisa mendorong penggunan Bahasa di Ranah Publik digunakan dengan baik

Seminar nasional kesastraan ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, , Kepala Dinas pendidikan Dan kebudayaan (Dikbud ) NTB H.M. Suruji ,Kepala Kantor Bahasa NTB Songgo Siruah .

Seminar nasional ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, seperti akademisi, penggiat sastra, pelajar dan Mahasiswa. Tidak hanya dari Kota Mataram, peserta juga berasal dari kabupaten/kota yang ada di NTB.

Kepala Kantor Bahasa NTB, Songgo Siruah menyatakan, tujuan dari diadakannya seminar ini agar para peserta bisa menggali peran dan sastra yang ada di Daerah NTB.

Seperti diketahui, selama ini masyarakat tidak memahami penggunaan bahasa yang baik dan tepat itu seperti apa ,jadi kebanyakan mereka (Masyarakat ) hanya menggunakan untuk komunikasi saja tanpa mengetahui makna yang terdapat di dalam bahasa tersebut.

“Untuk itu kita adakan acara ini agar masyarakat lebih tahu makna dalam sebuah Bahasa dan serta agar bahas tersebut bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

AYA

 




Saatnya Santri Turun ke Sawah

Komitmen tentang kepedulian pangan sudah dilakukan oleh ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU), dengan terlibat dalam gerakan Reforma Agraria

MATARAM.lombokjournal.com —  Caleg Nomor Urut 1 Partai Gerindra dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono (HBK) menilai, Hari Santri ini momentum bagi para santri mengabdi untuk negeri.

Hari Santri tanggal 22 Oktober 2018, 1memiliki tagline “Bersama Santri Damailah Negeri”.

“Tidak hanya pintar ngaji, tapi juga harus mengerti soal padi. Urusan pangan yang menjadi hajat hidup orang banyak, harus dipahami oleh para santri,” katanya di Mataram, Selasa (23/10).

Dikatakan HBK, Pulau Lombok selain dikenal sebagai pulau seribu Masjid, juga dikenal sebagai Pulau Seribu Pondok Pesantren (Ponpes). Di berbagai penjuru di Pulau Lombok, selalu ada Ponpes.

“Barangkali ada jutaan santri di Pulau Lombok ini,” sambungnya.

Pria yang juga Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini mengungkapkan, tidak hanya dalam urusan agama saja, sekarang ini sudah saatnya para santri terlibat aktif dalam urusan keumatan. Diantaranya dengan melibatkan diri dalam urusan pangan.

“Ya, mulailah terlibat dalam urusan pangan. Pahami padi, jagung, ubi, kedelai dan banyak lagi,” terangnya.

Suami Hj. Dian Bambang ini melanjutkan, komitmen tentang kepedulian pangan sudah dilakukan oleh ormas terbesar Nahdlatul Ulama (NU), dengan terlibat dalam gerakan Reforma Agraria. Selanjutnya, tinggal Ponpes menyusun konsep melibatkan santri dalam urusan pangan.

“Iya dong, kalau di tingkat daerah peran Ponpes ini sangat penting dalam mendorong santri aktif mengurus dunia pertanian,” ucapnya.

HBK mengambil contoh, gerakan membentuk santri peduli pertanian seperti dilakukan Ponpes Miftahul Huda di Tasikmalaya. Ada pelatihan dan pendampingan kepada para santri yang mondok di pesantren tersebut.

Tujuannya agar para santri bisa mandiri dan menjadi narasumber utama bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian.

“Nah, Ponpes-ponpes di Lombok harus mulai memberikan pelatihan santri-santrinya tentang pertanian,” beber HBK.

Ditambahkan, pembekalan agama yang diberikan di Ponpes, akan kian kuat manakala santri paham dunia pertanian. Santri yang dikenal mandiri dan tahan banting, dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat Pulau Lombok yang sebagian besar adalah petani.

Santri yang sudah paham seluk beluk dunia pertanian, bisa mengajak masyarakat Pulau Lombok untuk membangun kedaulatan pangan.

“Kalau santri yang mengatakan sesuatu di umat itu pasti di dengar,” tandasnya.

AYA




Buka Popwil IV, Rosiady Berpesan Pentingnya Sportifitas

Total Atlet yang akan bertanding diperkirakan 613 orang, yang sebelumnya telah lolos pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) IV tahun 2018, di Provinsi Nusa Tenggara Barat, diminta bertanding dan meraih prestasi secara sportif.

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D, menyampaikan pesan itu saat membuka POPWIL IV, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Turida, Selasa (23/10).

“Selamat datang, selamat bertanding, dan selamat meraih prestasi. Bertandinglah secara sportif”, ujar Sekda.

Sekda mengatakan, tahun ini Provinsi NTB dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Seperti tahun sebelumnya, Popwil diikuti tujuh provinsi yang berada di wilayah IV, yaitu Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur dan NTB.

Total Atlet yang akan bertanding diperkirakan 613 orang. Atlet tersebut sebelumnya telah lolos pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di tiap Provinsinya.

Kegiatan Popwil akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang, dengan delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni Sepak Bola, Bola Voli, Basket, Pencak Silat, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis dan Sepak Takraw.

Atlet yang berhasil menjadi juara dari masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan pada Popwil, selanjutnya akan bertanding pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2019 memdatang.

AYA

 




Data Penerima Jaminan Hidup di Lotim Belum Rampung

Hanya data dari Kecamatan Aikmel saja yang baru diterima sebanyak 190 jiwa, sementara yang lain masih menyusul

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com – – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih merampungkan terkait data penerima Jaminun Hidup (Jadup) dari warga yang terdampak gema bumi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, SIP. mengatakan, data warga Lotim yang akan diusulkan untuk menerima bantuan berupa Jaminan Hidup belum lengkap.

“Datanya masih direkap oleh pihak kami,” ujarnya, kepada lombokjournal.com, saat ditemui di ruang kerjanya, di Selong, Senin (22/10) sore.

Meskipun demikian, kata Dami Ahyani, Pemkab Lotim akan tetap mengusulkan Jadup bagi warga kepada pemerintah pusat.

Tetap kita usulkan ke pusat, karena ini hak dan untuk kesejahteraan warga kita,” ucapnya.

Dikatakannya, Pemkab melalui Dinas Sosial telah meminta kepada pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa untuk melakukan pendataan sesuai kriteria yang telah ada.

“Awalnya dulu, Pak Kadis senelum saya, dia bersurat ke Camat untuk melakukan pendataan bersama pendamping PKH dan yang lain. Agar bisa sama-sama bersinergi,” tuturnya.

“Proses ini yang kayaknya kita agak lamban sebenarnya karena data ni kan memang dinamis dengan kejadian gempa yang beruntun,” tambahnya.

Ditanya data sementara, pria yang baru saja menjadi Kadis di Dinas Sosial Lotim ini belum berani memastikan.

Ia mengatakan, hanya data dari Kecamatan Aikmel saja yang baru diterima sebanyak 190 jiwa, sementara yang lain masih menyusul.

“Sementara katanya, Kecamatan Sambelia juga sudah menyerahkan data hari Jum’at. Tapi siapa yamg menerima,” bebernya.

Sebelumnya diketahui, bahwa nilai bantuan Jadup ini dari Kementerian Sosial RI adalah sebesar Rp. 10.000/jiwa/hari yang akan diberikan antara 30 hari sampai 90 hari, dan akan dicairkan 6 bulan pasca tanggap darurat.

Razak




Kades dan Perangkat Desa Wajib Menjadi Peserta JKN

Pembiayaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD)

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Pekerja Penerima Upah (PPU) wajib menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, pada tanggal 17 September 2018 lalu.

Salah satu di antara unsur yang termasuk PPU yaitu Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa. Selain itu, ada juga Pejabat Negara, PNS, anggota Polri, pegawai swasta dan lain-lain.

Di daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sendiri, yang belum masuk program Jaminan Kesehtan tinggal 67 Desa dari 239 Desa di Lotim.

Demikian diungkapkan dr. Garry Adhikusuma, Kepala Cabang BPJS Lombok Timur, di Selong, Senin (22/10) siang.

“Di Peraturan Presiden 82 itu, diperintahkan kami (BPJS) melakukan rekonsiliasi dengan BPMD untuk perangkat desa,” ucapnya, kepada wartawan, setelah melakukan sosialisasi Perpres No. 82 tahun 2018.

Terkait pembiayaannya, kata Garry, akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD).

Dengan demikian, tidak lagi dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Desa (Pemdes), yakni Kades dan Perangkat Desa.

“Jadi yang melakukan pembiayaannya itu adalah satu entitas yaitu Pemerintah Kabupaten, yakni BPMD nya,” ujarnya.

“Kalau sekarang kan, masih masing-masing. Dibulan depan, akan dibuatkan satu entitas,” tambahnya.

Ini tentunya berdasarkan masa jabatan dari Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Garry mengatakan, jika habis masa jabatannya enam tahun maka nanti ada mutasi tambah dan mutasi kurang.

“Nah, itu diatur oleh pemerintah daerah melalui BPMD,” sebutnya.

Garry kembali menegaskan, kalau misalnya yang bersangkutan itu berhenti. Otomatis berdasarkan SK-nya akan berhenti.

“BPMD akan mengeluarkan, seperti badan usaha lah,” terang Garry.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur juga telah mengalokasikan anggaran sekitar 4,8 milyar untuk 5.247 tenaga kerja.

Razak




Gubernur Cerita  “Antara Macan dan Ular” Saat Jawab Pertanyaan Mahasiswa.

Dalam tiap tantangan pasti ada cahaya di ujung terowongan, .dan laut itu pasti memiliki tepian

BIMA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan cerita Rakyat Thailand yang sangat inspiratif yaitu Cerita berjudul “Antara Macan dan Ular”.

Cerita itu disampaikan saat ditanya mahasiswa terkait apa peran dan kerjasama yang bisa dibangun antara kampus dengan pemerintah provinsi NTB, dalam  seminar yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bima, Minggu (21/10). ,

Gubernur menjawab dengan Cerita Rakyat Thailand tidak pernah memberikan kesimpulan pada kisah tersebut tatkala Sang Petani terjebak antara cengkraman macan, digigit ular, disengat lebah dan digerogoti gerombolan tikus.

Beratus-ratus tahun kisahnya dibiarkan menggantung dan rakyat Thailand setelahnya diberikan kebebasan menentukan sendiri akhir bahagia atau unhappy ending kisah tersebut.

“Mahasiswa dan kita semua harus menentukan sendiri. Kita akan menulis akhir cerita seperti apa dari kisah tersebut. Mahasiswa memiliki  peran, tanggung jawab dan kerjasama, seperti apa yang akan kita bangun. Anda yang harus menulisnya dengan baik,” jelas Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Doktor Zul memberikan filosofi membangun yang harus tetap tertanam dalam diri generasi muda. Yaitu, Daripada kita mengutuk kegelapan lebih baik kita menyalakan sebatang lilin.

Dalam setiap tantangan pasti ada cahaya di ujung terowongan. Dan laut itu pasti memiliki tepian.

Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati, Hj. Indah Damayanti Putri dan Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan memberikan wejangan dan spirit kepada mahasiswa dan civitas akademika serta warga  Muhammadiyah di Bima.

AYA/Hms NTB




Kurniadie Gantikan Dudi Iskandar Pimpin Kantor Imigrasi Kelas I Mataram

Pelayanan kepada masyarakat berbasis HAM juga akan menjadi perhatian khusus

Dudi iskandar Dan Kurnadie

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, yang semula dipimpin Dudi Iskandar, sejak Senin (22/10) resmi digantikan Kurniadie sebagai Kakanim Kelas I Mataram yang baru.

Serah terima jabatan Kakanim dari Dudi Iskandar ke Kurniadie yang digelar di Kantor Imigrasi dihadiri sejumlah pejabat Kanwil Kemenkumham, Forkominda, serta pejabat Kota Mataram.

Dudi Iskandar mengatakan, selama setahun bertugas sebagai Kakanim di Mataram cukup banyak pengalaman serta persoalan keimigrasian yang di temui, terutama terkait dengan pengawasan orang asing.

Ia berharap, dengan Kakanim  baru akan t membuat Imigrasi Kelas I Mataram semakin baik dan pelayanan semakin meningkat.  Dudi Iskandar sendiri mendapat tugas baru di kedutaan Jerman.

Kakanim yang baru dilantik Kurniadie menyatakan, sebagai pendatang baru akan memperkuat kerjasama dengan seluruh pihak.

Pelayanan kepada masyarakat berbasis HAM juga akan menjadi perhatian khusus. Sementara untuk pengawasan orang asing, Mantan Kakanim di Madiun ini menyatakan akan tetap berkordinasi dengan semua pihak yang tergabung dalam Timpora NTB.

“Saya sebagai orang baru meminta restu kepada masyarakat Kota Mataram, semoga saya bisa mengemban tugas sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara Plt Kanwil Kemenkumham Faisol Ali menegaskan kepada Kakanim yang baru, untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan berbasis HAM harus menjadi acuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selamat datang dan selamat bertugas, semoga bisa mengemban amanah dengan sebaik mungkin, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

AYA

 




Sejarah Gerakan  Pramuka di Indonesia

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan pramuka atau kepanduan sudah berkontribusi sejak Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda

lombokjournal.com —

KOTA BIMA — Gerakan Pramuka secara global pertama muncul di Eropa yang digagas Lord Robert Baden Powell dengan nama Scout Movement di tahun 1907.

Pada dasarnya, kepramukaan di Tanah Air Indonesia masih memegang gagasan utama dari Baden Powell.

Ide-ide cemerlang sang Bapak Pandu Dunia menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Netherland (Belanda) dengan nama Padvinder.

Orang-orang Negeri Kincir Angin pun membawa gagasan gerakan Scout ke Hindia Belanda (Indonesia) yang saat itu masih menjadi wilayah jajahannya.

Pada tahun1930 terbentuklah Pandu Pemuda Sumatera. Lanjut setelahnya tahun 1931 organisasi kepanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu Indonesia juga didirikan, dan ada beberapa lagi yang lain.

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan pramuka atau kepanduan sudah berkontribusi sejak Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Sejak saat itulah pramuka di Tanah Air berkembang pesat seiring kesadaran masyarakat yang kian meningkat.

K.H. Agus Salim lantas mencetuskan ide untuk mengganti Padvenders dengan nama Pandu setelah ada pelarangan pemakaian Padvenders dari pemerintah Hindia Belanda.

Organisasi Pandu Rakyat Indonesia muncul/didirikan di kota Solo selepas kemerdekaan Indonesia pada 28 Desember 1945.

Peran dan fungsinya adalah sebagai tempat dan media untuk mengakomodir segala aktivitas kepanduan di Indonesia kala itu.

Dan pada tahun 1961 terhitung ada total sekitar 100 organisasi kepanduan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini.

BACA JUGA; Pramuka  Zaman Now Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

Dan akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Indonesia by.

Semenjak itu hingga sekarang, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka Indonesia.

Me




Pramuka  Zaman Now Harus Siap Hadapi Tantangan Globalisasi

Di era global saat ini, Pramuka Indonesia perlu melakukan revitalisasi dan mulai juga mengedepankan aspek penguasaan teknologi, khususnya teknologi informatika

lombokjournal.com

H Muhammad Syafruddin, ST, MM (HMS)

KOTA BIMA —  Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) sebagai gerakan penumbuh sikap kepanduan generasi muda, harus lebih siap menghadapi persaingan di era globalisasi saat ini.

Di tengah gempuran kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, Pramuka yang berfungsi utama menumbuhkan karakter kepemimpinan, kemandirian, dan kesetiakawanan, diharapkan juga mulai mengadopsi perkembangan global.

“Perkembangan teknologi ini mau tidak mau harus diimbangi, termasuk juga oleh gerakan Pramuka saat ini. Karena Pramuka zaman now memang harus siap hadapi tantangan globalisasi,” kata H Muhammad Syafruddin, ST, MM  (HMS), Minggu (21/10) melalui siaran pers.

Menurut HMS yang juga Caleg DPR RI Dapil NTB 1/ Pulau Sumbawa No urut 1 dari PAN,  gerakan Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstra kulikuler pendidikan di Indonesia, patut diapresiasi dalam membentuk mental dan karakter generasi penerus bangsa.

Namun di era global saat ini, Pramuka Indonesia perlu melakukan revitalisasi dan mulai juga mengedepankan aspek penguasaan teknologi, khususnya teknologi informatika .

“Pramuka dituntut untuk terampil dan cerdik dalam melihat peluang-peluang yang produktif di balik kemajuan IPTEK saat ini. Salah satunya adalah teknologi informasi yang bisa dijadikan peluang usaha ekonomi kreatif oleh kalangan Pramuka untuk membesarkan organisasi,” tandas HMS

Pramuka yang menjadi kegiatan ekstra kulikuler pendidikan di Indonesia, tambah dia, merupakan soko guru dalam pembentukan moral pandu kemanusiaan di kalangan siswa, sekaligus dapat dijadikan wahana untuk mengasah ketrampilan dan bakat, khususnya yang memanfaatkan teknologi digital.

“Banyak aplikasi – aplikasi digital yang dapat dijadikan tempat atau sarana mempublikasikan karya-karya Pramuka, dan mengikuti perkembangan zaman,” tutur  HMS.

Sehingga, gerakan Pramuka di Indonesia yang sejak dulu lebih mengedepankan aspek kepanduan yang menanamkan kesetiakawanan sosial antar siswa, perlu diarahkan kepada penguasaan teknologi digital agar Pramuka tidak dianggap Gaptek.

Hal tersebut disampaikan HMS agar Pramuka Indonesia tidak kalah bersaing dengan gerakan kepanduan di negara lain.

“Apalagi, Pramuka merupakan akronim dari praja muda karana yang bermakna rakyat muda (yang) senang berkarya. Jadi, karya-karya Pramuka harus ditonjolkan,” kata HMS yang juga sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Perencanaan dan Pengembangan.

HMS mengatakan, menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018 ini, bisa menjadi momentum bagi Pramuka untuk membesarkan diri ke depan.

“Pramuka lah salah satu lembaga yang membentuk karakter saya,” ucap HMS

BACA JUGA ;  Sejarah Gerakan  Pramuka di Indonesia

Sementara itu jenjang karier HMS di gerakan Pramuka dimulai dari Siaga ( SD ), lalu Penggalang ( SMP ) kemudian Penegak ( SMA) dan Pandega (Perguruan Tinggi) serta pernah bergabung dengan beberapa SAKA ( Satuan Karya ) baik di Bima , Mataram dan Lampung .

Me




Telur Luar NTB Kuasai Pangsa Pasar di  Lombok

Jika stok telur lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar,  wajar telur asal luar datang ke NTB.

MATARAM.lombokjournal.com – Banjirnya telur dari luar NTB, misalnya dari Bali, menjadi persoalan peternak ayam petelur di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kelompok ayam petelur atau Asosiasi Ayam Petelur Lombok mencatat, lebih dari 75 persen telur dari luar NTB menguasai atau mengisi pangsa pasar di  Lombok.

Peternak kecil akan terancam gulung tikar, apalagi telur lokal hanya mengisi 25 persen di pasaran tradisional atau yang lainnya.

Namun di satu sisi, data Asosiasi Ayam Petelur Lombok menunjukkan, peternak lokal belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Hitungannya, populasi ayam di Lombok hanya 1 juta.

Sementara kebutuhan NTB akan telur sekitar 5 juta.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, tidak mempermasalahkan masuknya telur asal luar.

Selly mengatakan, jika stok telur lokal tidak mencukupi kebutuhan pasar maka wajar telur asal luar datang ke NTB.

“Kalau kurang pasokan di dalam kan gak masalah datang dari luar NTB. Daripada kurang, inflasi tinggi,” ungkapnya, saat dihubungi lombokjournal.com, Sabtu (20/10) siang.

Selly menilai, usaha peternak menjadi lesu karena dipicu dengan adanya bencana alam di NTB beberapa waktu lalu. Akibatnya pasukan telur lokal di pasaran menjadi berkurang.

“Apalagi dengan kejadian gempa. Usaha pada drop,” ucapnya jelas.

Sementara permintaan akan telur tetap bertambah,  wajar kemudian telur dari luar menyerbu telur lokal.

“Apalagi bulan depan masuk bulan Maulid. Pasti kebutuhan juga besar,” sebut Selly.

Razak