Bantu Penangan Gempa, Bukti Kedekatan TNI-POLRI Bersama Rakyat

Prajurit TNI-POLRI bekerja keras memberikan pertolongan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi

MATARAM.lombokjournal.com — Pengabdian TNI dan Polri membantu penanganan musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB),  bukti nyata kedekatan TNI dan Polri dengan rakyat.

Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan itu di Bandara Internasional Lombok, Rabu, (21/11), saat melakukan pelepasan pasukan Kogasgabpad yang purna tugas selama tiga bulan, pasca gempa Lombok dan Sumbawa,.

“Pengabdian prajurit TNI dan Polri pasca bencana di NTB menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit”, ujarnya.

Puan menyampaikan terimakasih dan apresiasi secara khusus kepada prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Kogasgabpad NTB, dibawah komando Mayjen TNI Madsuni .

Dikatakan, TNI-POLRI hadir bekerja untuk rakyat, dalam percepatan penanganan gempa bumi di NTB.

Pemerintah dan masyarakat juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pasukan Kogasgabpad, atas kerja keras memberikan pertolongan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Sehingga NTB bangkit dalam menata kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Selamat bertugas kembali di kesatuan masing-masing, semoga pengabdiannya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sampaikan salam hangat saya kepada keluarga yang selalu setia mendoakan dalam bertugas,” kata Puan.

Menko PMK menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Kogasgabpad yang diterima Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda NTB Drs. Achmat Juri SH., M.Hum.

Hadir dalam pelepasan pasukan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Panglima kogasbabpad, Bupati Lombok Tengah, Kapolda NTB, Kepala BNPB dan Danrem 162/WB.

AYA/Hms

 




Pembuatan Panel Risha Diminta Tingkatkan Produksinya Untuk Kejar Target

Untuk mempercepat target tersebut, selain memberdayakan pekerja lokal PT Waskita juga telah mendatangkan tenaga kerja dari luar yakni Pulau Jawa

LOTENG.lombokjournal.com – PT Waskita, sebagai aplikator pembuat panel Risha, diminta meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat terpenuhi sesuai target yang telah direncanakan.

Selain itu, proses pembuatan panel-panel tersebut PT Waskita diminta melibatkan masyarakat lokal, dengan terlebih dahulu diberikan pelatihan teknik pembuatan panel.

Menko Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan itu saat meninjau langsung proses pembuatan panel konstruksi Rumah Risha di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, (21/11).

“Berdayakan masyarakat lokal, berikan pelatihan terlebih dahulu, serta teknik pembuatan panel yang baik. Dengan demikian proses pengerjaan akan semakin cepat,” kata Puan.

Kepala Manager Plan Lombok PT Waskita, Fendiardo di hadapan Menko PMK menjelaskan, saat ini PT Waskita terus meningkatkan kapasitas cetakan panel.

Dia menargetkan pada bulan desember pembuatan panel akan mencapai target, yakni menghasilkan 30 panel rumah per hari. Saat ini baru mampu mencetak untuk kapasitas 9 rumah per hari.

Fendiardo menambahkan, untuk mempercepat target tersebut, selain memberdayakan pekerja lokal PT Waskita juga telah mendatangkan tenaga kerja dari luar yakni Pulau Jawa.

Selain itu penggunaan obat kimia untuk percepatan proses pengeringan panel juga dilakukan, sehingga dalam waktu 6 jam panel sudah kering dan bisa dibuka, jelasnya.

Kedatangan Menko PMK Puan Maharani di lokasi pembuatan Panel Risha didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Bupati Lombok Tengah, Panglima kogasgabpad, Kapolda NTB, Kepala BNPB, Danrem 162/WB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan disambut Kepala Manager Plan Lombok, PT Waskita, di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (21/11).

AYA/Hms




Sitti Rohmi TaK Ingin Ada ‘Nuril-Nuril’ Lainnya

Selain persoalan hukum, para pelaku pelecehan seksual akan beratnya sanksi sosial yang harus mereka terima

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah tidak ingin ada Nuril-Nuril berikutnya. Dia meminta para perempuan tidak takut bersuara jika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan.

“Alhamdulilah semua melihat ke kasus Nuril dan ini jadi masukan yang bagus agar tidak terjadi lagi Nuril-Nuril lain di NTB, kan kita tidak tau di belakang ini apakah ada yang mengalami seperti Nuril,” ujarnya, Rabu (21/11).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan dirinya telah mempunyai kanal pengaduan untuk masyarakat pada laman dan aplikasi NTB Care.

“Kita sudah mulai dengan NTB Care, masyarakat sudah enak ngomong dengan pemerintah, enggak ada yang ditutupi,” tegasnya

Dengan kehadiran NTB Care, Rohmi meyakini para pelaku perbuatan tidak senonoh akan berpikir dua kali melakukan aksinya. Pasalnya, perilaku negatif tersebut akan segera diketahui dan ditindaklanjuti Pemprov NTB.

“Dengan keterbukaan itu, pelaku hal negatif pasti akan lebih hati-hati untuk berbuat yang tidak-tidak, karena begitu mereka berbuat hal itu kan mudah diketahuinya,” imbuhnya

Rohmi menilai, kehadiran NTB Care dapat menjadi sarana yang efektif bagi masyarakat untuk melaporkan aduan kepada Pemprov NTB.

Bagi Pemprov NTB, NTB Care juga sangat membantu mendapatkan informasi dan mengetahui lebih objektif terkait permasalahan yang terjadi sehingga penanganan persoalan bisa lebih efektif dan tepat.

Selain persoalan hukum, Rohmi juga mengingatkan para pelaku pelecehan seksual akan beratnya sanksi sosial yang harus mereka terima.

BACA JUGA ; Kejagung Tunda Eksekusi Nuril, Kuasa Hukun Konsentrasi Susun PK

“Sanksi sosial lebih efektif dari hukum, jadi perempuan bisa bersuara, tolong jangan diam kalau Anda memperjuangkan hak Anda, Anda harus ngomong kalau ada sesuatu tak pantas terjadi pada anda,” pungkas Rohmi.

AYA

 




Kejagung Tunda Eksekusi Nuril, Kuasa Hukum Konsentrasi Susun PK

Harapannya hanya di PK, agar majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik

MATARAM.lombokjournalcom  — Penundaan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas eksekusi Biq Nuril, hingga proses pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) rampung, disambut positif  Joko Jumadi, Kuasa Hukum terpidana kasus ITE itu.

Ia menilai, banjirnya dukungan terhadapmenjadi membuahkan hasil manis penundaan eksekusi tersebut.

Joko mengatensi sikap progresif Jaksa Agung M Prasetyo yang menunda proses eksekusi itu.

“Alhamdulilah, kami sangat mengapresiasi. Penundaan merupakan langkah progresif dari Jaksa Agung sampai adanya putusan PK,” katanya.

Joko menilai, penundaan eksekusi membuat tim kuasa hukum dapat berkonsentrasi dalam menyusun PK, tanpa harus khawatir tentang kondisi Nuril yang semula akan dieksekusi pada Rabu (21/11).

“Alhamdulilah, kita bisa mengajukan PK tanpa was-was Nuril akan dieksekusi,”ujarnya Rabu (21/11)

Terkait dengan pengajuan upaya PK, kuasa hukum Nuril akan menunggu salinan putusan kasasi lebih dulu.

Kata Joko, setelah menerima putusan itu, tim kuasa hukum akan menganalisis apa yang menjadi pertimbangan majelis kasasi MA dalam memutus perkara itu. Selanjutnya dia akan mengajukan novum baru setelah meneliti salinan putusan itu.

“PK merupakan salah satu cara untuk membuktikan kliennya tak bersalah, ” katanya.

Dia berharap, majelis PK nantinya dapat memberikan keputusan yang adil. Kita harapannya hanya di PK sehingga majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik.

Joko menambahkan, Baiq Nuril didampingi suami Lalu Isnaeni dan 15 tim pengacara juga telah mendatangi ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB melaporkan kasus pelecehan secara verbal yang dialaminya, pada Senin (19/11).

Menurut Joko, mantan kepala sekolah SMAN 7 Mataram, dilaporkan atas Pasal 294 ayat (2) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang berbunyi: “Pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.”

“Pelaporan sudah kita layangkan kemarin, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan-pemeriksaan, itu sudah disiapkan juga,” tegasnya.

Selain itu, tim kuasa hukum juga sedang mempersiapkan laporan terhadap rekan Nuril yang pertama menyebarkan rekaman percakapan asusila tersebut.

Joko menegaskan dalam kasus ini, Nuril sebagai korban. Ia menilai mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram sudah berulang kali menelepon Nuril dan membahas tentang hubungan intim.

BACA JUGA ; Sitti Rohmi Tak Ingin Ada ‘Nuril-Nuril’ Lainnya

“Sudah berkali-kali (telepon), kalau dia (Nuril) tidak ada respon pasti dimarah, ya suka tidak suka dia tetap meladenin aja apa yang disampaikan kepala sekolah itu karena atasannya,” jelasnya.

AYA




Pilleg 2019 Momentum Kebangkitan Pemilih Milenial

Karakter dasar kaum milenial yang anti politik  harus didekati dengan cara masuk ke dunia yang digandrunginya

lombokjournal.com —

LOTIM ;  Calon Legislator Muda Partai Nasdem Dapil 2 DPRD Lombok Timur No 9, Saparwadi menilai Pemilihan Legislatif 2019 merupakan momentum kebangkitan pemilih milineal.

Mereka menentukan aspirasi politik nya terhadap wakil rakyat yang dianggap mampu mewakili aspirasi kaum milineal. Semangat politik kaum milineal sesungguhnya sudah dibuktikan dalam Pilgub NTB 2018 yang menenangkan Cagub Zul-Rohmi.

Orang muda yang identik dengan semangat perubahan, meskipun secara umum cenderung apolitis, tidak berafiliasi dengan bloking  politik tertentu. Tapi, sesungguhnya memiliki kesadaran bersama yakni anti mainstream, cenderung menginginkan perubahan .

“Dalam kasus Pilgub NTB , pemetaan itu terlihat , bagaimana Zul Rohmi dengan slogan Jilbab Ijo mampu menjadi perekat semangat perubahan kaum milenial ,” ujar Saparwadi , Selasa ( 20/11) .

Saparwadi menegaskan, Zul-Rohmi mampu merebut hati kaum Milineal dengan pendekatan dan tema kampanye yang gaul dan tidak terkesan konservatif .

“Dr Zul dan Hj Siti Rohmi kala itu menjadi idola baru anak muda Milineal karena dianggap cerminan pemimpin yang gaul,” tambahnya .

Berangkat dari pemikiran tersebut , Saparwadi ingin melakukan gerakan serupa meskipun dalam skala yang lebih kecil yakni ditingkat kabupaten . Karena tingkat partisipasi pemilih Milineal  dikabupaten Lombok Timur saat Pilgub NTB naik secara signifikan di banding pilleg 2014.

“Suara Pemilih milenIal di dapil 2 DPRD Lombok Timur tidak boleh dianggap remeh karena  populasi mereka diduga 3O – 40 persen dari DPT di dapil 2 ini,” ungkapnya

Saparwadi mengakui merangkul dan cair bersama pemilih milenial merupakan tantangan tersendiri baginya. Mengingat karakter dasar kaum milenial yang anti politik  harus didekati dengan cara masuk ke dunia yang digandrunginya.

” Kelompok milenial cenderung anti politik karena mereka beranggapan politik itu berat dan dianggap jauh atau bertolak belakang dari  dunia  milenial,” ucap Wadik.

Saparwadi akan masih dari sisi lain agar pemilih muda Milineal tersebut bisa dia gaet potensi suaranya.

“Saya memiliki trik dan strategi khusus untuk meraih suara pemilih Milineal ini,” jelas Saparwadi .

Tim Pemenangan Saparwadi dari perempuan  yakni Nur mengatakan, dirinya bersama kaum Perempuan Milineal desa Sakra giat door to door untuk mengajak masyarakat agar menggunakan hak suara nya secara cerdas.

“Masyarakat desa perlu diedukasi dengan baik agar dalam pemilihan legislatif 2019 memilih wakilnya secara tepat. Dan Saparwadi salah satu caleg yang memiliki kemampuan menjadi wakil rakyat yang aspiratif ,” ungkapnya yang mengaku bergerak secara swadaya untuk pemenangan Saparwadi ini.

Me (*)




TGB Sebut Santri dan Santriwati Sebagai Pemimpin Masa Depan

Terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Para santri dan santriwati merupakan generasi muda yang akan memimpin bangsa dan Negara Indonesia  di masa depan.

TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan, dalam acara Pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriyah dan Pengijazahan Doa Ujian Santri/Santriwati NW di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Selasa (20/11) siang

Mantan Gubernur NTB dua periode itu  di depan ribuan santri dan warga ponpes NW, TGB menegaskan, kondisi dan keadaan negara Indonesia ke depan akan ditentukan oleg santri dan santriwati sebagai generasi muda.

“Keadaan-keadaan negara kita dimasa akan datang, kalian (para santri) yang akan menentukan wajah dan bentuknya,” ujarnya.

Bahkan maju atau mundurnya negara Indonesia, semuanya tergantung dari generasi muda saat ini.

“Apakah Indonesia betul akan semakin maju dan hebat ataukah sebaliknya menjadi negara yang jauh kebelakang dari bangsa-bangsa lain,” ingat TGB.

Dikatakannya, terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam.

“Apakah Islam akan nyata menjadi rahmatan lil alamin atau justru cahaya Islam itu sulit di rasakan oleh manusia, anak-anakku (para santri) saat ini, kalianlah yang akan menentukan,” terangnya.

Menurut TGB, dengan adanya generasi muda yang hebat, mempunyai cita-cita yang tinggi dan pemahaman agama yang kuat, maka negara Indonesia akan lebih maju.

“Insya Allah bangsa kita akan jauh lebih baik dimasa-masa yang akan datang,” cetusnya.

Cucu pendiri organisasi NW ini berharap, seluruh santri dan santriwati yang ada di ponpes NW agar menjadi orang-orang yang beruntung.

“Sudah ada harapan dari guru-guru kalian, termasuk saya hanya satu yaitu mudah-mudahan kalian semua sukses dan berhasil,”  sebutnya.

Razak




Sukiman Tutup TC STQ, Dan Lepas Kafilah STQ Tingkat Provinsi NTB

Qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan diberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, MM., menutup Training Centre (TC) Seleksi Tilawah Quran (STQ), dan sekaligus melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Lombok Timur yang mengikuti STQ ke XXV tingkat Provinsi NTB, di Selong, Senin (19/11) siang.

Sukiman menyampaikan agar  seluruh peserta dan pihak terkait lainnya untuk merenungi upaya dalam TC ini. Maksudnya, TC tidak dilakukan secara parsial, mendadak, bergelombang ataupun secara temporer, tapi TC STQ akan semakin baik jika dilaksanakan sepanjang hari.

“Lombok Timur harus memiliki pondok pesantren khusus di bidang tersebut, untuk mendidik anak-anak dengan potensi besar dalam berbagai mata yang dilombakan pada MTQ,” ucapnya.

Potensi bibit-bibit qori`,qoriah, hafiz, hafizah bukan hanya di tempat tertentu saja, tetapi  tersebar di 21 kecamatan yang ada di Lotim.

“Dengan adanya pondok pesantren khusus seperti itu tidak perlu ada lagi TC dalam waktu yang relatif singkat seperti sekarang ini,” terangnya.

Sukiman berjanji kepada qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan memberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya.

“Jangan berpikir menjadi juara tetapi berpikirlah bagaimana cara membaca Al-qur’an dengan sebaik-baiknya dan menyiapkan diri sebaik mungkin,” harap Sukiman di akhir sambutannya.

Tahun 2019 mendatang, Sukiman memerintahkan masing-masing Kepala Desa untuk mencari imam masjid yang hapal AL-Quran.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memasyarakatkan dan mengamalkan Alqur’an di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Siti Aminah,  S.Sos., menyampaikan,  Qori/ Qori’ah, Hafiz/Hafizah, dan Mufasir/ Mufasirrah Kabupaten  Lombok Timur akan mengikuti STQ ke 25 tingkat Provinsi NTB yang akan dilaksanakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 November 2018.

Razak




Hj Niken Buka Bimtek Kader PKK

Bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widiawati, SE., M.Sc, membuka kegiatan Bimbingan Teknis bagi Kader PKK, Pendamping PAUD di Pendopo Gubernur, Senin (19/11).

Dalam sambutannya Hj Niken mengatakan, karena anak akan tumbuh menjadi penerus bangsa, periode emas tumbuh kembang anak harus benar-benar diperhatikan.

Maksudnya, pendidikan anak usia dini (PAUD), menjadi sarana yang tepat memaksimalkan proses tersebut.

Hj. Niken menekankan, usia di bawah 6 tahun, merupakan saat tepat menanamkan nilai dan pendidikan, termasuk karakter dan mental anak, yang akan dibawanya hingga usia dewasa. Delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia tersebut.

Dijelaskan, kegiatan bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota.

“Dalam upaya menuju Paud Integral Holistik, peran PKK sebagai organisasi yang memiliki kader hingga ke tingkat desa menjadi demikian penting,” jelas Hj. Niken.

Melalui bimtek ini, diharapkan ibu-ibu bisa menambah ilmu, tentang cara menjadi kader pendamping PAUD yang baik dan benar.

“Menjadi pendamping, bersama guru dan orang tua anak di paud, ibu-ibu bisa mengambil peran sebagai “coach”, termasuk dapat memberi masukan, kritik dan saran yang berguna bagi kemajuan PAUD di masa mendatang,” kata Hj. Niken.

AYA/Hms




HBK Temui Pakar Peternakan, Diskusi Pengembangan Pertanian Terintegrasi  Di NTB

HBK ingin mendorong sistem pertanian terintergrasi, seluruh potensi pertanian dan peternakan dipadukan menjadi kekuatan baru yang diperkuat dengan manajemen niaga yang baik

Lombokjournal.com —

MATARAM ; Potensi peternakan sebagai subsektor Pertanian di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sangat menjanjikan bila ditangani serius.

Pengembangan peternakan di Provinsi ini, bahkan tak memerlukan banyak slogan. Yang penting adalah perencanaan dan aksi tindaklanjut yang nyata di lapangan.

“Yang kita perlukan (untuk mengembangkan Peternakan) ternyata hanya keseriusan, dukungan pemerintah dan masyarakat. Setelah itu, cukup dengan perencanaan program dan langsung aksi nyata,” kata H Bambang Kristiono (HBK), Kamis (15/11) lalu.

Hal itu dikatakannya usai berdiskusi soal peternakan bersama Guru Besar Ilmu Peternakan Universitas Mataram, Prof Dr Ir Muhammad Ikhsan MS.

Selain mempererat tali silahturahmi, sowan dan diskusi dengan Prof Muhammad Ikhsan dilakukan HBK sebagai bentuk keseriusannya dalam mendorong pembangunan sektor pertanian secara luas di NTB.

Dalam diskusi santai hampir dua jam itu, HBK menawarkan gagasan dan ide-idenya untuk pembangunan peternakan di NTB.

Sebagai ahli Peternakan, Prof Muhammad Ikhsan banyak memberi pandangan dan masukan yang memperkaya ide dan gagasan HBK.

Menurut Prof Muhammad Ikhsan, selain pertanian pangan, potensi peternakan di NTB, Lombok dan Sumbawa sudah dari dulu ada ibarat berkah dari Allah SWT.

Lombok juga memegang posisi strategis dalam industri peternakan zaman dulu, yang ditandai dengan adanya pelabuhan niaga Ampenan (Kini menjadi pusat wisata Kota Tua Ampenan).

Dulu, pelabuhan Ampenan seperti menjadi saksi bagaimana ternak Sapi di eksport ke luar negeri dengan kapal-kapal niaga asing.

“Artinya potensi (peternakan) ini memang sudah ada dari dulu. Nah ini yang harus kembali digali, kenapa dulu sukses dan sekarang tidak bisa?” tegas Prof Muhammad Ikhsan.

Dalam satu dekade terakhir Provinsi NTB memang menetapkan jargon Bumi Sejuta Sapi (BSS) untuk membangun semangat kolektif di sektor peternakan.

Prakteknya, program ini terkesan tinggal jargon. Sebab, faktanya di lapangan BSS belum mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan peternak.

Menurut Prof Muhammad Ikhsan, untuk peningkatan populasi ternak rumaninsia atau ternak besar seperti Sapi Kerbau dan Kuda, di NTB bisa tetap berjalan, namun secara alami jika tidak diintervensi dengan program inovasi.

Program BSS yang menekankan peningkatan populasi Sapi, papar dia, tidak berjalan karena faktor kebutuhan pakan ternak yang tidak mendukung.

Ia mencontohkan, di peternakan maju Australia, lahan 1000 hektare atau tanaman pakan ternak lainnya hanya mampu memenuhi kebutuhan tahunan untk tidak lebih dari 250 ekor Sapi terkait pengaturan rantai makanan dilahan tersebut .

Kebutuhan pakan ideal untuk seekor Sapi dewasa setidaknya membutuhkan 35kg rumput atau pakan ternak pengganti.

“Artinya, kalau memang terwujud di NTB sejuta ekor Sapi, maka bisa habis semua rumput di NTB ini. Nah ini yang belum dipikirkan,” kata dia.

Prof Muhammad Ikhsan menekankan,  kebutuhan pakan ini harus dipikirkan salah satu solusinya adalah dengan pertanian terintegrasi.

Selain penyimbangan populasi dan lahan penyediaan pakan ternak, hal yang harus didorong dan dibenahi adalah sistem niaga hasil produksi peternakan itu sendiri.

Ia pun mencontohkan bagaimana di era zaman dulu ternak di NTB mampu menembus pasar luar negeri.

Hal ini selaras dengan gagasan HBK yang ingin mendorong sistem pertanian terintergrasi di NTB.

Dalam konsep ini, seluruh potensi pertanian dan peternakan dipadukan menjadi kekuatan baru yang diperkuat dengan manajemen niaga yang baik.

Banyak ide dan gagasan yang akhirnya muncul dalam pertemuan HBK dengan Guru Besar Peternakan Unram tersebut.

Gagasan-gagasan ini menurut HBK, akan terus dimatangkan dan kelak akan diperjuangkan di DPR RI saat ia duduk di kursi Senayan.

Langkah HBK sowan dan berdiskusi dengan tokoh dan ahli pertanian di NTB dan Jakarta, menunjukan keseriusan Caleg DPR RI Partai Gerindra ini untuk membangun kembali kedaulatan pangan bangsa melalui sektor pertanian secara luas.

“Saya senang berdiskusi dan bertukar wawasan dengan ahlinya. Transfer pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat, selain membangun tali silahturahmi dengan tokoh di NTB ini,” kata dia.

Me *




Inovasi Layanan PLN, Beri Kemudahan Pelanggan Dengan Layanan Satu Pintu

Saat ini rasio elektrifikasi di NTB terus meningkat. Pada Desember tahun 2017, rasio elektrifikasi sebesar 83,52 persen, meningkat menjadi 90 persen hingga Oktober 2018

MATARAM.lombokjournal.com – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meluncurkan Layanan Satu Pintu untuk layanan penyambungan baru dan penambahan daya.

Inovasi layanan itu untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan setelah kelistrikan Lombok kembali terang paska gempa,

Peluncuran ini dilakukan Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral provinsi NTB, H. Muhammad Husni dan General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka, saat acara Fun Walk dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73, di Lapangan Sangkareang, Minggu (18/11).

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka mengatakan, layanan satu pintu ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat di Provinsi NTB untuk menikmati listrik.

“Alhamdulillah setelah Lombok kembali terang paska diguncang gempa, kami bisa kembali berinovasi. LSP ini merupakan reformasi pelayanan dalam rangka meningkatkan kemudahan masyarakat untuk mengakses listrik. Kami ingin masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan layanan PLN,” ujar Rudi.

Hadirnya LSP merupakan sinergi dan integrasi dari tiga layanan yaitu PLN, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT). LIT merupakan perusahaan jasa penyedia sertifikasi untuk menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan layanan listrik dari PLN.

Dengan hadirnya LSP, proses penerbitan SLO dapat dilakukan satu pintu melalui PLN.

“Ini merupakan wujud kerjasama PLN bersama pemerintah dimana tujuannya memberikan kemudahan kepada pelanggan. Semua layanan dilaksanakan satu pintu,” terangnya.

Untuk mendapatkan Layanan Satu Pintu, permohonan layanan penyambungan baru atau tambah daya dapat dilakukan melalui Contact Center PLN 123, Website PLN www.pln.co.id, ataupun Aplikasi PLN Mobile yang tersedia di Google Play dan IOS.

Setelah itu, pelanggan dapat memilih LIT sebagai lembaga untuk mengurus SLOnya.

Setelah memilih, pelanggan kemudian akan mendapatkan kode booking sebagai referensi untuk melakukan pembayaran pada Payment Point Online Bank (PPOB).

Kode booking tersebut akan diteruskan kepada LIT untuk ditindaklanjuti proses sertifikasi instalasi listrik milik pelanggan, parallel dengan penyambungan listrik ke rumah pelanggan.

Dalam sAmbutannya Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh PLN.

“Kita biasanya hanya mengeluh kalau listrik mati, tapi tidak tahu bagaimana perjuangan insan kelistrikan PLN melistriki tanah air. Saya ucapkan terima kasih kepada PLN karena telah berjuang melistriki NTB,” ucap Gubernur.

Saat ini rasio elektrifikasi di NTB terus meningkat. Pada Desember tahun 2017, rasio elektrifikasi sebesar 83,52 persen, meningkat menjadi 90 persen hingga Oktober 2018.

Angka tersebut berada di atas target pemerintah pada Rencana umum Kelistrikan Nasional (RUKN) yaitu sebesar 88,24 persen. Kehadiran LSP ini juga dapat membantu akselerasi peningkatan rasio elektrifikasi di NTB dan mewujudkan Nusa Terang Benderang

AYA (*)