Huntara Solusi Sementara, Sebelum Dibangun Huntap

Masih banyak korban gempa yang masih tinggal di pengungsian

MATARAM.lombokjournal.com – Saat ini sudah terbangun sekitar  40 ribu hunian sementara (huntara)dari total sekitara 70 huntara yang dibutuhkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Rum mengatakan, keberadaan huntara menjadi solusi sementara bagi warga yang terdampak gempa.

Sedang pembangunan hunian tetap (huntap) masih berproses dari pemerintah pusat.

“Huntara dari pemerintah pusat memang tidak ada, yang jelas dari APBN tidak ada,” ujar Rumdi Mataram, Kamis (22/11).

Masuknya musim hujan menjadi alasan penting untuk adanya huntara, agar masyarakat bisa tinggal dengan nyaman tanpa khawatir kehujanan atau tergenang air.

“Ibu Wagub (Wakil Gubernur) juga sudah mengarahkan untuk memastikan huntara dibangun,” terangnya

Rum menjelaskan, pemerintah pusat tidak mengalokasikan pembangunan huntara dari APBN. Pemprov NTB mendorong sejumlah lembaga kemanusiaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan huntara.

Rum menyambut positif upaya Pemkab Lombok Timur dan Pemkab Sumbawa yang menggunakan APBD untuk pembangunan huntara bagi warga terdampak gempa di wilayah masing-masing.

Rum tidak menampik jika masih cukup banyak warga terdampak gempa yang tinggal di tenda pengungsian.

“Ada beberapa ide terkait dengan tenda pengungsi, saat hujan perlu ada gotong royong warga dibantu TNI, Polri untuk membangun drainase sekitar tenda sehingga ketika hujan tidak terkena tendanya,” katanya.

AYA

 

 




Menjadi Peserta JKN-KIS, Upaya Menolong Diri Sendiri Dan Orang Lain

Mengajak seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri, sedangkan bagi yang sudah terdaftar agar rutin membayar iuran

lombokjournal.com —

Sampai saat ini, I Made Serana Kusuma (44), merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang sering disebut peserta mandiri.

Ia bersama istri dan 3 orang anaknya terdaftar di kelas 1 sejak tahun 2014, tepatnya sejak PT Askes (Persero) bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

Made mengaku, dirinya rutin menggunakan jaminan JKN-KIS untuk menjalani hemodialisa alias cuci darah yang rutin dilakukannya dua kali seminggu.

Secara jujur diakuinya, ia bersama keluarganya sangat bersyukur dengan keberadaan Program JKN-KIS ini.

Setiap bulan selalu rutin membayar iuran JKN-KIS, meski hanya Made yang rutin memanfaatkan, tapi iuran seluruh anggota keluarga semuanya dibayarkan tepat waktu.

“Semoga anggota keluarga saya tetap sehat, jadi iuran tersebut bisa digunakan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS yang membutuhkan, ya seperti saya ini,” ucapnya sambil tersenyum.

Disadarinya, sistem asuransi sosial ini memerlukan rasa sosial dari peserta untuk bergotong-royong melalui iuran yang dibayarkan dalam memenuhi pelayanan kepada seluruh peserta JKN-KIS.

Saat dirinya masih sehat, ia tetap rutin membayar iuran dengan harapan iurannya dapat membantu peserta lainnya yang membutuhkan jaminan ini, agar dapat berobat dan dengan harapan sembuh seperti sediakala.

Niat baik yang ia tabur kini ia rasakan. Semenjak rutin melakukan hemodialisa ia benar-benar merasakan manfaat yang sangat besar dari JKN-KIS.

Made merasakan bagaimana pentingnya rutin membayar iuran hingga dirinya merasa nyaman dalam berobat menggunakan jaminan program ini.

“Selama ini saya mendapatkan pelayanan yang sangat layak dan sesuai dengan harapan saya, tidak ada kendala yang berarti saya alami, bahkan pernah saat bencana erupsi Gunung Agung September 2017 saya mengungsi ke Denpasar. Di sana saya tetap mendapatkan pelayanan hemodialisa di RS milik pemerintah. Jadi sangat memuaskan dan tidak ada biaya sepeserpun yang saya keluarkan selama ini,” ungkap Made.

Atas pelayanan yang didapatkannya selama 4 tahun ini, Made menyampaikan terima kasihnya kepada program ini dan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

Ia pun tidak segan untuk mengajak seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri, sedangkan bagi yang sudah terdaftar agar rutin membayar iuran.

“Saya berharap, apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait program ini, kita sebagai warga negara harus mengikutinya dengan baik karena semua demi kepentingan peserta,” ujarnya.

ay/gw  (Jamkesnews)

 

 

 

 




Ketua GOW Lotim Diminta Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Mendekat bersama masyarakat, dengan cara turun bertemu masyarakat melihat langsung kondisi di bawah

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masa bhakti 2018-2023 resmi dilantik untuk menggantikan Ketua GOW Lotim masa bhakti 2013-2018.

Pelantikan itu dilakukan oleh Dewan Pengurus GOW Kabupaten Lombok Timur, Hj. Hartatik Sukiman Azmy, di Pendopo 2 Wakil Bupati, Selong, Kamis (22/11).

Dewan Penasehat GOW Lotim, Hj. Hartatik Sukiman Azmy, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pengurus GOW periode sebelumnnya yang menjalankan tugas dan tanggung jawab sampai akhir periode,  dan menyampaikan selamat kepada pengurus yang telah dilantik.

Hartatik mengatakan, pengurus GOW yang baru harus bekerja lebih baik bagi organisasi dan masyarakat.

“Organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam  pelaksanaan pembangunan, termasuk gabungan organisasi seperti GOW,” ungkapnya.

Menurut Hartatik, GOW sebagai organisasi kemasyarakatan harus mendekatkan diri, dengan cara turun bertemu masyarakat, meresapi dan melihat secara langsung kondisi di bawah.

“Kedekatan yang terjalin dengan masyarakat tidak saja akan membantu merumuskan program yang lebih baik ke depan, tapi juga memberikan motivasi langsung kepada masyarakat untuk turut aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Hal tersebut akan berdampak terhadap citra positif GOW sebagai organisasi yang mampu mendorong perempuan sebagai motivator, dan penggerak masyarakat demi kehidupan yang lebih berkualitas.

“Saya percaya kekuatan perempuan di tengah masyarakat apabila diberdayakan secara optimal dapat menjadi kekuatan dengan daya dorong yang tinggi,” terang Hartatik.

Hartatik mengingatkan semua pengurus menyadari, di dalam GOW ini terdapat organisasi wanita dari berbagai peran dan profesi.

Apalagi GOW merupakan perpanjangan tangan pemerintah, utamanya dalam hal pemberdayaan masyarakat.

“Karenanya saya berharap kiprah GOW dapat terus ditingkatkan, mengingat masih banyaknya persoalan yang kita hadapi saat ini,” ingatnya.

Pengurus baru diminta mengevaluasi berbagai program yang telah dan belum terlaksana di tahun-tahun sebelumnya.

Dewan Pengurus GOW berpesan kepada pengurus baru harus menjalankan tugas dengan senang, disiplin, kompak dan penuh loyalitas.

“Kita harus istiqomah, lurus sesuai kesepakatan yang telah disetujui bersama,” jelas Hartatik.

Acara tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan dan seluruh perwakilan organisasi wanita.

Saat itu juga dilakukan penandatangan berita acara dan penyerahan memori serah terima jabatan dari Ketua GOW yang baru kepada Ketua GOW lama, dan penyerahan kenang-kenangan kepada pengurus GOW Lotim sebelumnya.

Razak




Bantu Penangan Gempa, Bukti Kedekatan TNI-POLRI Bersama Rakyat

Prajurit TNI-POLRI bekerja keras memberikan pertolongan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi

MATARAM.lombokjournal.com — Pengabdian TNI dan Polri membantu penanganan musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB),  bukti nyata kedekatan TNI dan Polri dengan rakyat.

Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan itu di Bandara Internasional Lombok, Rabu, (21/11), saat melakukan pelepasan pasukan Kogasgabpad yang purna tugas selama tiga bulan, pasca gempa Lombok dan Sumbawa,.

“Pengabdian prajurit TNI dan Polri pasca bencana di NTB menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit”, ujarnya.

Puan menyampaikan terimakasih dan apresiasi secara khusus kepada prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Kogasgabpad NTB, dibawah komando Mayjen TNI Madsuni .

Dikatakan, TNI-POLRI hadir bekerja untuk rakyat, dalam percepatan penanganan gempa bumi di NTB.

Pemerintah dan masyarakat juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pasukan Kogasgabpad, atas kerja keras memberikan pertolongan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Sehingga NTB bangkit dalam menata kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Selamat bertugas kembali di kesatuan masing-masing, semoga pengabdiannya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sampaikan salam hangat saya kepada keluarga yang selalu setia mendoakan dalam bertugas,” kata Puan.

Menko PMK menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Kogasgabpad yang diterima Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda NTB Drs. Achmat Juri SH., M.Hum.

Hadir dalam pelepasan pasukan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Panglima kogasbabpad, Bupati Lombok Tengah, Kapolda NTB, Kepala BNPB dan Danrem 162/WB.

AYA/Hms

 




Pembuatan Panel Risha Diminta Tingkatkan Produksinya Untuk Kejar Target

Untuk mempercepat target tersebut, selain memberdayakan pekerja lokal PT Waskita juga telah mendatangkan tenaga kerja dari luar yakni Pulau Jawa

LOTENG.lombokjournal.com – PT Waskita, sebagai aplikator pembuat panel Risha, diminta meningkatkan kapasitas produksinya agar dapat terpenuhi sesuai target yang telah direncanakan.

Selain itu, proses pembuatan panel-panel tersebut PT Waskita diminta melibatkan masyarakat lokal, dengan terlebih dahulu diberikan pelatihan teknik pembuatan panel.

Menko Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan itu saat meninjau langsung proses pembuatan panel konstruksi Rumah Risha di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, (21/11).

“Berdayakan masyarakat lokal, berikan pelatihan terlebih dahulu, serta teknik pembuatan panel yang baik. Dengan demikian proses pengerjaan akan semakin cepat,” kata Puan.

Kepala Manager Plan Lombok PT Waskita, Fendiardo di hadapan Menko PMK menjelaskan, saat ini PT Waskita terus meningkatkan kapasitas cetakan panel.

Dia menargetkan pada bulan desember pembuatan panel akan mencapai target, yakni menghasilkan 30 panel rumah per hari. Saat ini baru mampu mencetak untuk kapasitas 9 rumah per hari.

Fendiardo menambahkan, untuk mempercepat target tersebut, selain memberdayakan pekerja lokal PT Waskita juga telah mendatangkan tenaga kerja dari luar yakni Pulau Jawa.

Selain itu penggunaan obat kimia untuk percepatan proses pengeringan panel juga dilakukan, sehingga dalam waktu 6 jam panel sudah kering dan bisa dibuka, jelasnya.

Kedatangan Menko PMK Puan Maharani di lokasi pembuatan Panel Risha didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Bupati Lombok Tengah, Panglima kogasgabpad, Kapolda NTB, Kepala BNPB, Danrem 162/WB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan disambut Kepala Manager Plan Lombok, PT Waskita, di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (21/11).

AYA/Hms




Sitti Rohmi TaK Ingin Ada ‘Nuril-Nuril’ Lainnya

Selain persoalan hukum, para pelaku pelecehan seksual akan beratnya sanksi sosial yang harus mereka terima

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah tidak ingin ada Nuril-Nuril berikutnya. Dia meminta para perempuan tidak takut bersuara jika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan.

“Alhamdulilah semua melihat ke kasus Nuril dan ini jadi masukan yang bagus agar tidak terjadi lagi Nuril-Nuril lain di NTB, kan kita tidak tau di belakang ini apakah ada yang mengalami seperti Nuril,” ujarnya, Rabu (21/11).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan dirinya telah mempunyai kanal pengaduan untuk masyarakat pada laman dan aplikasi NTB Care.

“Kita sudah mulai dengan NTB Care, masyarakat sudah enak ngomong dengan pemerintah, enggak ada yang ditutupi,” tegasnya

Dengan kehadiran NTB Care, Rohmi meyakini para pelaku perbuatan tidak senonoh akan berpikir dua kali melakukan aksinya. Pasalnya, perilaku negatif tersebut akan segera diketahui dan ditindaklanjuti Pemprov NTB.

“Dengan keterbukaan itu, pelaku hal negatif pasti akan lebih hati-hati untuk berbuat yang tidak-tidak, karena begitu mereka berbuat hal itu kan mudah diketahuinya,” imbuhnya

Rohmi menilai, kehadiran NTB Care dapat menjadi sarana yang efektif bagi masyarakat untuk melaporkan aduan kepada Pemprov NTB.

Bagi Pemprov NTB, NTB Care juga sangat membantu mendapatkan informasi dan mengetahui lebih objektif terkait permasalahan yang terjadi sehingga penanganan persoalan bisa lebih efektif dan tepat.

Selain persoalan hukum, Rohmi juga mengingatkan para pelaku pelecehan seksual akan beratnya sanksi sosial yang harus mereka terima.

BACA JUGA ; Kejagung Tunda Eksekusi Nuril, Kuasa Hukun Konsentrasi Susun PK

“Sanksi sosial lebih efektif dari hukum, jadi perempuan bisa bersuara, tolong jangan diam kalau Anda memperjuangkan hak Anda, Anda harus ngomong kalau ada sesuatu tak pantas terjadi pada anda,” pungkas Rohmi.

AYA

 




Kejagung Tunda Eksekusi Nuril, Kuasa Hukum Konsentrasi Susun PK

Harapannya hanya di PK, agar majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik

MATARAM.lombokjournalcom  — Penundaan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas eksekusi Biq Nuril, hingga proses pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) rampung, disambut positif  Joko Jumadi, Kuasa Hukum terpidana kasus ITE itu.

Ia menilai, banjirnya dukungan terhadapmenjadi membuahkan hasil manis penundaan eksekusi tersebut.

Joko mengatensi sikap progresif Jaksa Agung M Prasetyo yang menunda proses eksekusi itu.

“Alhamdulilah, kami sangat mengapresiasi. Penundaan merupakan langkah progresif dari Jaksa Agung sampai adanya putusan PK,” katanya.

Joko menilai, penundaan eksekusi membuat tim kuasa hukum dapat berkonsentrasi dalam menyusun PK, tanpa harus khawatir tentang kondisi Nuril yang semula akan dieksekusi pada Rabu (21/11).

“Alhamdulilah, kita bisa mengajukan PK tanpa was-was Nuril akan dieksekusi,”ujarnya Rabu (21/11)

Terkait dengan pengajuan upaya PK, kuasa hukum Nuril akan menunggu salinan putusan kasasi lebih dulu.

Kata Joko, setelah menerima putusan itu, tim kuasa hukum akan menganalisis apa yang menjadi pertimbangan majelis kasasi MA dalam memutus perkara itu. Selanjutnya dia akan mengajukan novum baru setelah meneliti salinan putusan itu.

“PK merupakan salah satu cara untuk membuktikan kliennya tak bersalah, ” katanya.

Dia berharap, majelis PK nantinya dapat memberikan keputusan yang adil. Kita harapannya hanya di PK sehingga majelis PK mampu memberikan keadilan yang terbaik.

Joko menambahkan, Baiq Nuril didampingi suami Lalu Isnaeni dan 15 tim pengacara juga telah mendatangi ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB melaporkan kasus pelecehan secara verbal yang dialaminya, pada Senin (19/11).

Menurut Joko, mantan kepala sekolah SMAN 7 Mataram, dilaporkan atas Pasal 294 ayat (2) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang berbunyi: “Pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.”

“Pelaporan sudah kita layangkan kemarin, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada pemeriksaan-pemeriksaan, itu sudah disiapkan juga,” tegasnya.

Selain itu, tim kuasa hukum juga sedang mempersiapkan laporan terhadap rekan Nuril yang pertama menyebarkan rekaman percakapan asusila tersebut.

Joko menegaskan dalam kasus ini, Nuril sebagai korban. Ia menilai mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram sudah berulang kali menelepon Nuril dan membahas tentang hubungan intim.

BACA JUGA ; Sitti Rohmi Tak Ingin Ada ‘Nuril-Nuril’ Lainnya

“Sudah berkali-kali (telepon), kalau dia (Nuril) tidak ada respon pasti dimarah, ya suka tidak suka dia tetap meladenin aja apa yang disampaikan kepala sekolah itu karena atasannya,” jelasnya.

AYA




Pilleg 2019 Momentum Kebangkitan Pemilih Milenial

Karakter dasar kaum milenial yang anti politik  harus didekati dengan cara masuk ke dunia yang digandrunginya

lombokjournal.com —

LOTIM ;  Calon Legislator Muda Partai Nasdem Dapil 2 DPRD Lombok Timur No 9, Saparwadi menilai Pemilihan Legislatif 2019 merupakan momentum kebangkitan pemilih milineal.

Mereka menentukan aspirasi politik nya terhadap wakil rakyat yang dianggap mampu mewakili aspirasi kaum milineal. Semangat politik kaum milineal sesungguhnya sudah dibuktikan dalam Pilgub NTB 2018 yang menenangkan Cagub Zul-Rohmi.

Orang muda yang identik dengan semangat perubahan, meskipun secara umum cenderung apolitis, tidak berafiliasi dengan bloking  politik tertentu. Tapi, sesungguhnya memiliki kesadaran bersama yakni anti mainstream, cenderung menginginkan perubahan .

“Dalam kasus Pilgub NTB , pemetaan itu terlihat , bagaimana Zul Rohmi dengan slogan Jilbab Ijo mampu menjadi perekat semangat perubahan kaum milenial ,” ujar Saparwadi , Selasa ( 20/11) .

Saparwadi menegaskan, Zul-Rohmi mampu merebut hati kaum Milineal dengan pendekatan dan tema kampanye yang gaul dan tidak terkesan konservatif .

“Dr Zul dan Hj Siti Rohmi kala itu menjadi idola baru anak muda Milineal karena dianggap cerminan pemimpin yang gaul,” tambahnya .

Berangkat dari pemikiran tersebut , Saparwadi ingin melakukan gerakan serupa meskipun dalam skala yang lebih kecil yakni ditingkat kabupaten . Karena tingkat partisipasi pemilih Milineal  dikabupaten Lombok Timur saat Pilgub NTB naik secara signifikan di banding pilleg 2014.

“Suara Pemilih milenIal di dapil 2 DPRD Lombok Timur tidak boleh dianggap remeh karena  populasi mereka diduga 3O – 40 persen dari DPT di dapil 2 ini,” ungkapnya

Saparwadi mengakui merangkul dan cair bersama pemilih milenial merupakan tantangan tersendiri baginya. Mengingat karakter dasar kaum milenial yang anti politik  harus didekati dengan cara masuk ke dunia yang digandrunginya.

” Kelompok milenial cenderung anti politik karena mereka beranggapan politik itu berat dan dianggap jauh atau bertolak belakang dari  dunia  milenial,” ucap Wadik.

Saparwadi akan masih dari sisi lain agar pemilih muda Milineal tersebut bisa dia gaet potensi suaranya.

“Saya memiliki trik dan strategi khusus untuk meraih suara pemilih Milineal ini,” jelas Saparwadi .

Tim Pemenangan Saparwadi dari perempuan  yakni Nur mengatakan, dirinya bersama kaum Perempuan Milineal desa Sakra giat door to door untuk mengajak masyarakat agar menggunakan hak suara nya secara cerdas.

“Masyarakat desa perlu diedukasi dengan baik agar dalam pemilihan legislatif 2019 memilih wakilnya secara tepat. Dan Saparwadi salah satu caleg yang memiliki kemampuan menjadi wakil rakyat yang aspiratif ,” ungkapnya yang mengaku bergerak secara swadaya untuk pemenangan Saparwadi ini.

Me (*)




TGB Sebut Santri dan Santriwati Sebagai Pemimpin Masa Depan

Terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Para santri dan santriwati merupakan generasi muda yang akan memimpin bangsa dan Negara Indonesia  di masa depan.

TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan, dalam acara Pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriyah dan Pengijazahan Doa Ujian Santri/Santriwati NW di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Selasa (20/11) siang

Mantan Gubernur NTB dua periode itu  di depan ribuan santri dan warga ponpes NW, TGB menegaskan, kondisi dan keadaan negara Indonesia ke depan akan ditentukan oleg santri dan santriwati sebagai generasi muda.

“Keadaan-keadaan negara kita dimasa akan datang, kalian (para santri) yang akan menentukan wajah dan bentuknya,” ujarnya.

Bahkan maju atau mundurnya negara Indonesia, semuanya tergantung dari generasi muda saat ini.

“Apakah Indonesia betul akan semakin maju dan hebat ataukah sebaliknya menjadi negara yang jauh kebelakang dari bangsa-bangsa lain,” ingat TGB.

Dikatakannya, terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam.

“Apakah Islam akan nyata menjadi rahmatan lil alamin atau justru cahaya Islam itu sulit di rasakan oleh manusia, anak-anakku (para santri) saat ini, kalianlah yang akan menentukan,” terangnya.

Menurut TGB, dengan adanya generasi muda yang hebat, mempunyai cita-cita yang tinggi dan pemahaman agama yang kuat, maka negara Indonesia akan lebih maju.

“Insya Allah bangsa kita akan jauh lebih baik dimasa-masa yang akan datang,” cetusnya.

Cucu pendiri organisasi NW ini berharap, seluruh santri dan santriwati yang ada di ponpes NW agar menjadi orang-orang yang beruntung.

“Sudah ada harapan dari guru-guru kalian, termasuk saya hanya satu yaitu mudah-mudahan kalian semua sukses dan berhasil,”  sebutnya.

Razak




Sukiman Tutup TC STQ, Dan Lepas Kafilah STQ Tingkat Provinsi NTB

Qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan diberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, MM., menutup Training Centre (TC) Seleksi Tilawah Quran (STQ), dan sekaligus melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Lombok Timur yang mengikuti STQ ke XXV tingkat Provinsi NTB, di Selong, Senin (19/11) siang.

Sukiman menyampaikan agar  seluruh peserta dan pihak terkait lainnya untuk merenungi upaya dalam TC ini. Maksudnya, TC tidak dilakukan secara parsial, mendadak, bergelombang ataupun secara temporer, tapi TC STQ akan semakin baik jika dilaksanakan sepanjang hari.

“Lombok Timur harus memiliki pondok pesantren khusus di bidang tersebut, untuk mendidik anak-anak dengan potensi besar dalam berbagai mata yang dilombakan pada MTQ,” ucapnya.

Potensi bibit-bibit qori`,qoriah, hafiz, hafizah bukan hanya di tempat tertentu saja, tetapi  tersebar di 21 kecamatan yang ada di Lotim.

“Dengan adanya pondok pesantren khusus seperti itu tidak perlu ada lagi TC dalam waktu yang relatif singkat seperti sekarang ini,” terangnya.

Sukiman berjanji kepada qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan memberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya.

“Jangan berpikir menjadi juara tetapi berpikirlah bagaimana cara membaca Al-qur’an dengan sebaik-baiknya dan menyiapkan diri sebaik mungkin,” harap Sukiman di akhir sambutannya.

Tahun 2019 mendatang, Sukiman memerintahkan masing-masing Kepala Desa untuk mencari imam masjid yang hapal AL-Quran.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memasyarakatkan dan mengamalkan Alqur’an di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Siti Aminah,  S.Sos., menyampaikan,  Qori/ Qori’ah, Hafiz/Hafizah, dan Mufasir/ Mufasirrah Kabupaten  Lombok Timur akan mengikuti STQ ke 25 tingkat Provinsi NTB yang akan dilaksanakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 November 2018.

Razak