[Tanya BPJS Kesehatan]: Cara Manfaatkan Kartu JKN-KIS, Saat Sakit Di Luar Daerah Domisili?

‘Tanya BPJS Kesehatan’ tayang setiap Rabu, berisi pertanyaan yang paling sering dilontarkan masyarakat lewat aneka media BPJS Kesehatan. Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan diberikan oleh Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat

lombokjournal.com —

Bagaimana prosedur mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan saat peserta berada di luar daerah?

Jawaban:

Sedikitnya ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan peserta yang ingin mendapat pelayanan di luar daerah domisilinya.

Pertama, sebelum menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), peserta harus datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk meminta surat pengantar berkunjung.

Kedua, setelah mengantongi surat pengantar berkunjung peserta bisa langsung datang ke FKTP terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Peserta bisa melakukan kunjungan ke FKTP maksimal 3 kali kecuali kondisi tertentu.

Ketiga, FKTP dilarang meminta biaya pelayanan kepada peserta tersebut. Sesuai indikasi medis, FKTP bisa merujuk peserta ke RS sesuai dengan sistem rujukan berjenjang. Pelayanan rujukan bisa dilakukan secara horizontal atau vertikal.

Rujukan horizontal dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Misalnya, faskes tidak dapat memberikan pelayanan

 Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat

 

 




Lombok Barat Juara I Keterbukaan Informasi Publik

Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju

LOBAR.lombokjournal.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berhasil meraih juara pertama sebagai Badan Publik Informatif Kategori Kabupaten/Kota, pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018.

Penghargaan itu i yang kedua kali setelah sebelumnya di tahun 2017 Pemkab Lobar juga menjadi juara pertama pada kategori yang sama.

Pemkab Lobar berhasil unggul dari Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTB pada kategori ini.

Acara yang dihadiri Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah ini digelar tiap tahun untuk memonitor serta mengevaluasi kinerja institusi pemerintah, terutama dalam memberikan layanan keterbukaan informasi yang dibutuhkan oleh publik.

“Alhamdulillah kita mendapat juara pertama. Namun ada tiga catatan untuk diperhatikan, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan masalah anggaran yang perlu diperhatikan karena mempertahankan juara itu jauh lebih sulit,” ungkap Sekda Lobar H Moh Taufiq, usai menerima penghargaan di Ballroom Hotel Lombok Raya, Rabu (28/11/2018).

Taufiq menambahkan, penganugerahan yang diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi NTB ini dimaksudkan agar PPID bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas Badan Publik, sehingga membuka peluang partisipasi di masyarakat dalam pembangunan.

Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu berharap melalui kerja keras Komisi Informasi ini dapat menghadirkan keterbukaan informasi publik di NTB.

Menurutnya Komisi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan daerah sehingga pemerintah lebih terbuka di dalam melayani masyarakat.

“Membuat kinerja kita lebih dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih percaya pada pemerintah. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita NTB gemilang di masa yang akan datang,” katanya.

Ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik sendiri melombakan empat kategori, yakni kategori Badan Publik Kabupaten/Kota, kategori Instansi Vertikal, kategori Badan Publik OPD dan kategori partai politik.

Harry




Indra Lesmana Dan Vina Panduwinata Meriahkan Senggigi Sunset Jazz

Vina Panduwinata mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018

LOBAR.lombokjournal.com —  Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 akan menjadi salah satu atraksi Seni berupa pagelaran musik mempromosikan Lombok Barat bangkit pasca bencana gempa bumi.

Beberapa musisi papan atas, antara lain Indra Lesmana dan Vina Panduwinata akan memeriahkan event Sengggi Sunset Jazz 2018.

“Lombok sudah bukan lagi bangkit, tapi Lombok saat ini sudah berlari,” ujar Ricky Fauziyani dari Kementerian Pariwisata saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/11).

Perwakilan Lombok Blues Community, Tri Pitaka yang akan ikut memeriahkan gelaran musik itu menyatakan, irama beragam dan membawa kegembiraan siap disajikan pada Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

Pentas itu akan menyajikan kolaborasi musisi dari berbagai tempat.

“Semangat dasar jazz adalah kerja sama, bukan kompetisi atau menonjolkan diri. Kolaborasi dari berbagai musisi dengan kepiawaian berbeda yang membuat pentas jazz selalu menarik,” ujar Tri Pitaka.

Vina Panduwinata di kesempatan yang sama mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

“Mama Ina tertarik berkolaborasi untuk Mandiri Senggigi Sunset Jazz bukan hanya karena ingin terus berekplorasi dan berekspresi. Mama Ina tertarik karena pentas ini salah satu cara berkontribusi pada Lombok Bangkit,” kata Vina.

Musisi yang sudah puluhan tahun  berkarya dan dikenal sebagai Burung Camar itu menyatakan, akan ada kreasi baru yang tengah disiapkannya.

Dalam pentas nanti, ia bekerja sama dengan DJ Goeslan, Ikmal Tobing, Clement, dan Tim Noya.

“Kalau mau tahu seperti apa kreasinya, ayo ke Lombok dan nonton Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018,” tantangnya.

Dedengkot Jazz Indonesia yang akan tampil bersama putri kesayangannya, Indra Lesmana pun mengaku gembira bisa ikut meramaikan pentas tersebut.

“Saya merasa ini panggilan buat saya, seperti klop saja saat ditawari ikut main. Jadi bisa langsung datang dan ikut menghibur masyarakat di sana (Lombok),” kata  Indra.

ngsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

BACA JUGA ; 

Senggigi Sunset Jazz, Upaya Bangkitkan Pariwisata Lobar Pascagempa

Indra menuturkan, ia ikut merasakan langsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

Harry

 




SENGGIGI SUNSET JAZZ, Upaya Bangkitkan Pariwisata Lobar Pascagempa

Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 untuk membawa energi positif dan kegembiraan ke Lombok, energi positif dan kegembira an yang diperlukan semua pihak dalam upaya Lombok Bangkit

LOBAR.lombokjournal.com — Pariwisata jadi andalan Lombok Barat untuk mengatrol perekonomian yang menurun tajam pascagempa, dan diharapkan menjadi sektor dominan meraih PAD sampai 60 persen.

“Cara paling mudah membantu Lombok Bangkit adalah dengan berwisata ke Lombok. Kami siap menyambut wisatawan. Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 adalah buktinya,” kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid dalam keterangan tertulis, Rabu (28/11).

Berkerja sama dengan ArchiSS dan didukung penuh oleh Bank Mandiri, Pemkab Lombok Barat menghelat Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018, yang akan meggebrak hari Minggu (09/12) 2018 mendatang.

“Kami ingin menunjukkan Lombok tidak kehilangan pesona. Lombok tidak apa-apa. Lombok siap bangkit setelah musibah beberapa bulan lalu. Kehidupan harus terus berjalan dan semua pihak diundang terlibat untuk membangkitkan lagi Lombok,” papar Fauzan Khalid saat konferensi pers di Kafe Tartine di bilangan Fx Sudirman, Jakarta, Selasa (27/11).

Event musik ini akan dimeriahkan oleh Indra Lesmana & Eva Celia, Vina Panduwinata, Andien, RAN, Brigitta, Pusakata hingga Lombok Blues Community. Mereka siap menghibur dalam event musik yang digelar di Pantai Senggigi.

Selaku sponsor utama,  Bank Mandiri berharap festival jazz di Senggigi dapat mendorong pemulihan kembali ekonomi dan wisata di Lombok.

“Mudah-mudahan melalui penyelengaraan festival musik ini, pariwisata Lombok dapat kembali pulih. Hal ini juga menjadi salah satu komitmen kami, selalu hadir untuk negeri,” ujar Vice President CSR Center Bank Mandiri, Gde Arhimbawa.

Kegiatan seperti Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 adalah salah satu upaya Pemkab Lombok Barat menyediakan atraksi wisata.

Dalam pariwisata, atraksi adalah salah satu penarik wisatawan selain keindahan alam.

“Beberapa daerah yang pernah terlanda bencana sudah membuktikan kontribusi pariwisata pada kebangkitan ekonomi pascabencana,” kata CEO ArchiSS, Nety Rusi.

Selain untuk mengundang wisatawan, Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 juga untuk membawa energi positif dan kegembiraan ke Lombok. Energi positif dan gembira diperlukan semua pihak dalam upaya Lombok Bangkit.

BACA JUGA ; 

Indra Lesmana dan Vina Panduwinata Akan Meriahkan Senggigi Sunset Jazz

“Salah satu hal terpenting setelah bencana adalah kemampuan untuk bangkit kembali dan menjadi lebih baik. Musibah bisa datang berkali-kali. Tapi, kita juga bisa bangkit lebih banyak lagi,” ujar Fauzan.

Harry




Bayi Baru Lahir Dijamin Dapat Layanan Kesehatan

Untuk bayi baru lahir dari ibu kandung yang bukan peserta BPJS Kesehatan, maka berlaku ketentuan pendaftaran peserta dalam 14 hari

MATARAM.lombokjournal – Untuk menekan kejadian bayi dengan penanganan khusus yang tidak tertangani rumah sakit, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan setiap bayi baru lahir.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf di Jawa Timur, Kamis (22/11), mengatakan penjaminan tersebut telah ditetapkan pada Peraturan Presiden  Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.

Iqbal dalam media gathering BPJS Kesehatan mengungkapkan,peraturan ini dibuat agar tidak ada lagi berita bayi baru lahir yang tidak mendapatkan manfaat layanan kesehatan karena terkendala masalah administrasi di rumah sakit.

Dengan merujuk Perpres tersebut, tiap bayi baru lahir dari peserta BPJS Kesehatan secara otomatis akan mendapatkan layaan program Jaminan Kesehatan nasional (JKN).

“Banyaknya kematian bagi bayi baru lahir ini jadi perhatian khusus bagi Kemenkes. Kementerian Kesehatan menyatakan bagaimana kita pemerintah meningkatkan harapan hidup bagi bayi baru lahir. Jangan ke depannya ada pemberitaanbayi baru lahir tidak dapat dirawat karena ada kendala biaya,” kata Iqbal.

Dalam Perpres 82 Tahun 2018, bayi yang dilahirkan oleh ibu kandung yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan, secara otomatis ditetapkan sebagai peserta  Jaminan Kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun orang tua harus mendaftarkan dan membayarkan iuran kepesertaan bayi baru lahir tersebut paling lambat hingga 28 hari setelah kelahiran.

Sedangkan untuk bayi baru lahir dari ibu kandung yang bukan peserta BPJS Kesehatan, maka berlaku ketentuan pendaftaran peserta dalam 14 hari.

Rr

(Sumber; Ant)




Emak-emak Harus Kreatif Membangun Ketahanan Pangan

Peran emak-emak dalam rumah tangga terlibat dalam diversifikasi pangan. Jangan lagi menjadikan beras sebagai konsumsi utama

lombokjournal.com —

MATARAM;  Setiap turun ke lapangan, H. Bambang Kristiono (HBK) selalu disertai istrinya, Hj. Dian Bambang Kristiono. Banyak hal yang diserap Hj. Dian BK dari cerita emak-emak yang ditemuinya dalam membangun keluarga.

“Ada emak-emak yang kesehariannya fokus pada urusan dapur, rumah tangga,  dan anak saja,” katanya, Senin  (26/11).

Padahal, menurut Hj. Dian BK, emak-emak ini memiliki peran penting untuk terlibat langsung dalam membangun ketahanan pangan di keluarga. Mulai dalam soal penyediaan kebutuhan pangan mandiri, hingga mengolah pangan keluarga bergizi tapi murah.

“Siapa bilang emak-emak tidak bisa berperan soal ketahanan pangan dari rumah,” lanjutnya.

Ketahanan pangan ini, lanjutnya, dimulai dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam aneka sayur mayur maupun buah. Dengan begitu, uang untuk membeli sayur bisa dipakai membeli kebutuhan lain seperti kebutuhan protein nabati ataupun hewani.

“Sayangnya, pemanfaatan pekarangan ini belum banyak dipandang. Masih diabaikan dan belum mendapat perhatian,” ucapnya.

Berikutnya, sambung Hj. Dian BK peran emak-emak dalam rumah tangga terlibat dalam diversifikasi pangan. Jangan lagi menjadikan beras sebagai konsumsi utama.

“Bisa mengolah jagung atau singkong jadi makanan. Kandungan vitaminnya tidak kalah dengan beras”, tegasnya.

Penguatan ketahanan pangan dari keluarga, diakuinya, akan ikut menunjang sektor pertanian. Hasil bumi yang biasa dijual mentah, bisa diolah dulu oleh para ibu rumah tangga. Dengan begitu nilai jual hasil pertanian kita kian kompetitif.

“Para petani ini, yang bapak-bapak, sebaiknya jangan jalan sendiri, libatkan juga para ibu,” tambahnya.

Me




BPBD Lotim Adakan Pelatihan Membentuk Desa Tangguh Bencana

Desa Beririjarak pada kejadian Gempa beberapa bulan yang lalu merupakan desa yang paling terdampak di Kecamatan Wanasaba

LOTIM.lombokjournal.com –– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengadakan kegiatan pelatihan penanggulangan dan pengurangan resiko bencana kepada warga.

Kegiatan ini dilakukan di Desa Beririjarak Kecamatam Wanasaba, dari tanggal 19 hingga 27 November 2018.

Tujuannya membentuk desa tangguh bencana, saat mengalami bencana gempabumi, banjir, tanah longsor dan lainnya.

Materinya meliputi pengetahuan kebencanaan dan eknik dasar pertolongan pertama.

Tak hanya penyampaian materi, tapi langsung dipraktikkan dalam bentuk simulasi di halaman Kantor Desa Beririjarak yang dipandu fasilitator dari BPBD, PMI dan Konsepsi.

Kepala Desa Beririjarak, Lalu Pauzi mengatakan, Desa Beririjarak pada kejadian Gempa beberapa bulan yang lalu merupakan desa yang paling terdampak di Kecamatan Wanasaba.

“Pembentukan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) menjadi keharusan, mengingat daerah Desa Beriirijarak merupakan  daerah yang berbatasan langsung dengan TNGR,” ungkapnya, saat memberikan sambutan pada acara penutupan, di Beririjarak, Wanasaba, Selasa (27/11) siang.

Pauzi juga memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada fasilitator dan seluruh lapisan masyarakat.

“Pihak BPBD dan kepada para peserta yang telah antusias dalam melaksanakan kegiatan pelatihan,” ucapnya.

Pemerintah Desa berkomitmen mnegalokasikan anggaran yang dituangkan dalam Rencana Pembangunna Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Beririjarak, untuk membantu kegiatan operasional TSBD.

“Untuk itu tim relawan siap bekerja dan diterjunkan bila sewaktu – waktu terjadi bencana,” ingat Pauzi penuh harap.

Menurut salah seorang peserta, Saelal Arimi, a pelatihan penanggulangan bencana sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satunya, aksi tanggap darurat lebih tersistematis serta lancarnya koordinasi di lapangan.

“Penanganan bencana semakin terkkoordinir terutama saat tanggap darurat,” katanya, kepada lombokjournal.com.

Selain itu, menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat terkait pengurangan dampak resiko dari bencana.

“Terus masyarakat mulai sadar tentang upaya upaya pengurangan resiko bencana,” lanjut Elal, sapaan akrabnya.

Kegiatan yang berlangsung  selama tujuh hari di Aula Kantor Desa Beririjarak tersebut, diikuti oleh 30 peserta.

Terdiri dari perwakilan Pemdes (Kaur Desa), Kepala Dusun (Kadus) se Desa Beririjarak, LKMD, perwakilan Karang Taruna, Kader , Pemuda dan masyarakat.

Razak




Peserta JKN-KIS Diingatkan Petugas Loket RS, Agar Bayar Iuran Tepat Waktu

Iuran peserta yang sehat telah menolong saudara kita yang sedang sakit, itulah konsep gotong royong yang diterapkan di era JKN-KIS, yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu menolong yang tidak mampu

lombokjournal.com —

MATARAM ;     Kesinambungan layanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indoesia Sehat (JKN-KIS), juga membutuhkan kesadaran pesertanya untuk membayar iuran tepat waktu.

Guna tingkatkan kesadaran pesertnnya, BPJS Kesehatan Cabang Mataram menggandeng partisipasi Petugas Loket di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat, membantu meningkatkan kesadaran peserta KN-KIS membayar iuran tiap bulan.

Kegiatan ini merupakan sosialisasi melalui kampanye kaos pengingat bertuliskan ‘Bayar Iuran JKN-KIS Sebelum Tanggal 10 Setiap Bulannya Agar Kepesertaan Anda Tetap Aktif’.

“Kalau pemberian informasi dan promosi melalui media elektronik dan dan media digital sudah biasa kita lakukan,“ Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Sri Wahyuni, , Selasa (27/11).

Dikatakan Sri Wahyuni, saat ini pihaknya menggandeng petugas loket di rumah sakit untuk mengingatkan peserta agar membayar iuran tepat waktu, dengan menggunakan kaos pengingat iuran ini. Diharapkan, informasi yang ditampilkan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan efisien.

Sri juga menambahkan, BPJS Kesehatan Cabang Mataram tidak pantang menyerah mengingatkan masyarakat untuk terus bergotong royong membantu sesama lewat iuran JKN-KIS yang dibayar secara rutin dan tepat waktu.

Iuran peserta yang sehat telah menolong saudara kita yang sedang sakit, itulah konsep gotong royong yang diterapkan di era JKN-KIS, yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu menolong yang tidak mampu.

Kepala Jaminan Pembiayaan Kesehatan RSUP Nusa Tenggara Barat, Ngh Phi Shi mengatakan, membayar iuran tepat waktu lebih mudah dilakukan daripada harus menunggak, yang nantinya akan membuat iuran semakin membengkak.

Apalagi jika mendadak peserta JKN-KIS membutuhkan pelayanan kesehatan, sementara tunggakan iurannya belum dilunasi.

“Sakit itu datangnya tidak kenal waktu, bisa datang kapan saja. Jadi setiap orang harus menyiapkan jaminan kesehatan sedini mungkin,“ kata Ngh Phi Shi

Iuran yang dibayarkan meskipun tidak dipakai dapat bermanfaat untuk membantu membiayai orang yang sakit. Jika nanti suatu saat keluarga anda ada yang sakit, iuran rutin peserta sehatlah yang akan membantu biayanya.

BACA JUGA ;  JKN-KIS Terbukti Lindungi Masyarakat Dari Kemiskinan

” Maka marilah bersama-sama mengingatkan peserta untuk rutin membayar iuran JKN-KIS tepat waktu. Kalau bisa, sebelum tanggal 10, supaya kepesertaan kita tetap aktif,” ungkap Ngh Phi Shi.

ay/y (Jamkesnews)




Peserta JKN-KIS Diingatkan Petugas Loket RS, Agar Bayar Iuran Tepat Waktu

Iuran peserta yang sehat telah menolong saudara kita yang sedang sakit, itulah konsep gotong royong yang diterapkan di era JKN-KIS, yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu menolong yang tidak mampu

lombokjournal.com —

MATARAM ;     Kesinambungan layanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indoesia Sehat (JKN-KIS), juga membutuhkan kesadaran pesertanya untuk membayar iuran tepat waktu.

Guna tingkatkan kesadaran pesertnnya, BPJS Kesehatan Cabang Mataram menggandeng partisipasi Petugas Loket di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat, membantu meningkatkan kesadaran peserta KN-KIS membayar iuran tiap bulan.

Kegiatan ini merupakan sosialisasi melalui kampanye kaos pengingat bertuliskan ‘Bayar Iuran JKN-KIS Sebelum Tanggal 10 Setiap Bulannya Agar Kepesertaan Anda Tetap Aktif’.

“Kalau pemberian informasi dan promosi melalui media elektronik dan dan media digital sudah biasa kita lakukan,“ Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Sri Wahyuni, , Selasa (27/11).

Dikatakan Sri Wahyuni, saat ini pihaknya menggandeng petugas loket di rumah sakit untuk mengingatkan peserta agar membayar iuran tepat waktu, dengan menggunakan kaos pengingat iuran ini. Diharapkan, informasi yang ditampilkan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan efisien.

Sri juga menambahkan, BPJS Kesehatan Cabang Mataram tidak pantang menyerah mengingatkan masyarakat untuk terus bergotong royong membantu sesama lewat iuran JKN-KIS yang dibayar secara rutin dan tepat waktu.

Iuran peserta yang sehat telah menolong saudara kita yang sedang sakit, itulah konsep gotong royong yang diterapkan di era JKN-KIS, yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu menolong yang tidak mampu.

Kepala Jaminan Pembiayaan Kesehatan RSUP Nusa Tenggara Barat, Ngh Phi Shi mengatakan, membayar iuran tepat waktu lebih mudah dilakukan daripada harus menunggak, yang nantinya akan membuat iuran semakin membengkak.

Apalagi jika mendadak peserta JKN-KIS membutuhkan pelayanan kesehatan, sementara tunggakan iurannya belum dilunasi.

“Sakit itu datangnya tidak kenal waktu, bisa datang kapan saja. Jadi setiap orang harus menyiapkan jaminan kesehatan sedini mungkin,“ kata Ngh Phi Shi

Iuran yang dibayarkan meskipun tidak dipakai dapat bermanfaat untuk membantu membiayai orang yang sakit. Jika nanti suatu saat keluarga anda ada yang sakit, iuran rutin peserta sehatlah yang akan membantu biayanya.

BACA JUGA ; JKN-KIS Terbukti Mampu Lindungi Masyarakat Dari Kemiskinan

” Maka marilah bersama-sama mengingatkan peserta untuk rutin membayar iuran JKN-KIS tepat waktu. Kalau bisa, sebelum tanggal 10, supaya kepesertaan kita tetap aktif,” ungkap Ngh Phi Shi.

ay/y (Jamkesnews)




Kalau Iuran Peserta JKN Cukup, Tak Akan Bebani Pemerintah

Konsep pembiayaan jaminan sosial haruslah sesuai antara iuran dari peserta dengan pembiayaan layanan kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com – Selama ini iuran yang ditetapkan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  untuk membiayai pelayanan kesehatan yang diberikan Badan Penyelenggara Jminan Sosial (BPJS)  Kesehatan memang belum sesuai.

Kalau iuran peserta JKN itu cukup membiayai pelayanan kesehatan, tidak akan terjadi defisit seperti dialami BPJS Kesehatan, yang pada gilirannya akan jadi beban pemerintah.

“Jika ditetapkan, jika kecukupan biaya sudah dirumuskan dan cukup membiayai pelayanan, maka program ini  tidak akan mengganggu pemerintah, ” kata Handaryo, Deputi Direksi Badan Penyelenggara Jminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo, pecan lalu di Jawa Timur.

Dia menerangkan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak akan membebani pemerintah bila iuran sesuai aktuaria.

Menurutnya, konsep pembiayaan jaminan sosial haruslah sesuai antara iuran dari peserta dengan pembiayaan layanan kesehatan.

Jika iuran kepesetaan sudah ditetapkan sudah sesuai dengan aktuaria, katanya, program JKN bahkan bisa jadi penyangga perekonoian bila dikelola dengan baik.

Dia beranggapan, salah satu faktor keberlanjutan program JKN ialah iuran yang sesuai dengan nilai aktuaria untuk mencukupi pembiayaan fasilitas layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan sebagai badan pengelola program jaminan sosial ini mengembalikan kepada pemerintah mengenai skema pembiayaan yang dapat ditetapkan dengan berbagai pertimbangan.

“Tentunya ini kan kebijakan dari pemerintah. Hal yang sensitif. Yang tahu beban masyarakat itu pemerintah yang menilai. Saya kira pemerintah sudah kalkulasi seberapa jauh kemampuan masyarakat,” kata Handaryo.

Selama ini pemerintah tidak menaikkan tarif iuran karena pemerintah tahu beban masyarakat.

BACA JUGA ;

Pemerintah beberapa kali membantu pembiayaan BPJS Kesehatan mulai dari penyertaan modal Negara (PMN),pemberian dana talangan, hingga wacana konsep pembiayaan dari cukai rokok.

Rr

(Sunber; Ant)