HBK Jenguk Warga Penderita Lumpuh Dan Polio

HBK berulangkali menyampaikan, supaya para wakil rakyat yang akan duduk di parlemen memperhatikan warganya

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Caleg DPR RI  Partai Gerindra Nomor Urut 1, dari Dapil NTB-2/ Pulau Lombok,  H Bambang Kristiono (HBK) terus bersilaturahmi  dengan masyarakat.

Kali ini HBK berkeliling didampingi sang istri tercinta Hj. Dian Bambang Kristiono menuju Lingkungan Pagutan Asak, Kelurahan Pagutan Barat-Kota Mataram, dan berjumpa tokoh masyarakat setempat, Bapak Mangku Siwenate.

Dari pertemuan itu, HBK dan istri mendapat informasi dari sejumlah warga sekitar, kalau ada beberapa orang warga yang sakit. Mendapat informasi itu, HBK dan istri berinisiatif mendatangi warga yang sakit itu.

“Kita kesana saja langsung ya, melihat kondisinya,” kata HBK, Jumat (30/11).

Yang pertama didatangi adalah Ni Komang Renti, nenek yang usianya cukup sepuh. Menurut penuturan keluarga, usianya sekitar 90 tahun. Penglihatan dan pendengaran nenek ini kurang baik.

“Jadi susah kalau diajak bicara,” ucap salah seorang keluarga.

Beranjak dari sana, HBK bersama istri kemudian mendatangi keluarga Komang Sandiarta dan Niluh Ariasti. Keluarga ini memiliki anak sakit, namanya Gede Langkir. Anak pertama dari Komang Sandiarta tersebut, sudah 24 tahun terserang sakit polio.

“Sudah diobati oleh banyak Dokter, tapi kondisinya belum juga berubah,” kata Niluh Ariasti sang ibu.

Ariasti menghaturkan terima kasih kepada HBK dan istri yang telah peduli dan bersedia melihat kondisi putra sulungnya.

“Mudah-mudahan kepedulian ini memberi manfaat. Terima kasih,” katanya.

Belum berhenti, HBK bersama istri kemudian datang ke rumah Nyoman Sumantan. Di rumah ini ada anak sepuluh tahun bernama Nengah Angga yang tengah sakit, juga sakit polio.

“Dari lahir kena polio,” ucap Nyoman Sumantan singkat.

Pemandangan menarik terjadi antara Nengah Angga, HBK, dan istri. Berulang kali HBK bersama Hj. Dian BK menghibur Angga, responnya cukup baik. Angga tertawa berulangkali setiap Hj. Dian BK mengajaknya bercanda.

“Sehat terus ya Angga. Anak pintar,” ujar Hj. Dian BK.

Dari informasi warga sekitar, Nengah Angga hanya hidup bersama ibu dan kakeknya, ayahnya sudah meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga ibunya menjadi pembantu rumah tangga (PRT).

Terakhir HBK bersama istri mendatangi rumah Ni Nengah Cite. Kondisi nenek ini juga tengah sakit. Pendengaran dan penglihatannya juga kurang baik.

“Semoga sehat selalu ya Ibu,” kata Hj. Dian BK.

Dari silaturahmi dengan warga ini, HBK berulangkali menyampaikan, supaya para wakil rakyat yang akan duduk di parlemen memperhatikan warganya, khususnya dari Partai Gerindra.

“Warga yang sakit ini akan bisa terbantu kalau ada warga di lingkungan ini menjadi anggota dewan yang berkomitmen,” tegas HBK.

Me




JKN-KIS Terbukti Lindungi Masyarakat Dari Kemiskinan

Dari angka yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, pada tahun 2016 JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan

lombokjournal.com —

MATARAM ;

BPJS Kesehatan Cabang Mataram siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dengan mengoptimalkan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),

“Pengeluaran masyarakat untuk iuran JKN-KIS dapat dianggap sebagai investasi karena JKN-KIS terbukti mampu melindungi masyarakat dari kemiskinan akibat penyakit berbiaya maha,“ kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali, Rabu (28/11).

Dijelaskannya, sebelum ada JKN-KIS, banyak warga masyarakat yang tadinya mampu secara finansial, mendadak jatuh miskin. Penyebabnya,  karena besarnya biaya berobat yang harus dikeluarkan.

“Faktanya kehadiran JKN-KIS telah menjaga kestabilan finansial jutaan keluarga di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program JKN-KIS terbukti telah melindungi jutaan masyarakat Indonesia dari garis kemiskinan. Dari angka yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, pada tahun 2016 JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

Menurutnya, yang menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan Program JKN-KIS bagaimana mengupayakan pada tahun 2019 sebanyak 95 persen masyarakat Indonesia sudah terlindungi secara finansial, saat mereka membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Salah satu upaya yang sedang kita lakukan adalah melalui optimalisasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, yang telah tertuang dalam sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Program JKN-KIS,” terangnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Barat, Baehaqi menegaskan, untuk kelancaran sinergi ini pihaknya akan menganggarkan sebesar 5 persen dari Anggaran Program Keluarga Harapan Pusat yang didistribusikan ke daerah.

Hal itu disebutnya sebagai bentuk dukungan sinergitas sebagai upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat.

Anggaran tersebut nantinya tidak hanya terpusat di dinas terkait saja, tapi bisa juga lintas sektoral karena banyak program pendukung upaya percepatan kemiskinan seperti Kelompok Usaha Bersama, Program JKN-KIS, Program Keluarga Harapan serta program lainnya.

BACA JUGA;

Peserta JKN-KIS Diingatkan Petugas oket RS, Agar Bayar Iuran Tepat Waktu 

“Pemerintah akan terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat dengan menyinkronisasikan program pemerintah pusat dengan program pemerintah daerah yang ada,” ujar Baehaqi.

ay/yn (Jamkesnews)

 

 




Izin Tinggal Habis, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi

Keduanya dikenakan tindakan aministratif  keimigrasian yaitu dideportasi dan namanya dimasukkan dalam daftar penangkalan sebab melanggar pasal 78 ayat 3

MATARAM.lombokjournal.com — Dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial M A bin MY dan A bin A yang terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian, akan dideportasi pihak Kantor Imigrasi Kelas I Mataram

Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Imigrasi,  Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Yusriansyah Fazrin, mengatakan, , M A datang ke Lombok dengan menggunakan bebas visa kunjungan (BVK) pada 6 Juli 2018.

Demikian pula A yang juga menggunakan jenis bisa yang sama dan datang ke Lombok pada 3 Agustus 2018.  Kedua WNA Malaysia itu melanggar pasal 78 ayat 3, pemegang masa berlakunya.

“Orang asing pemegang izin tinggal yang telah habis masa berlakunya lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal yang diberikan,” jelas Yufriansyah saat jumpa pers di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (30/11).

Izin tinggal dua WNA asal Malaysia itu telah telah habis masa berlakunya.

Yusriansyah mengatakan, kedua WNA Malaysia itu diamankan petugas intelijen dan penindakan keimigrasian Kantor Imigrasi kelas I Mataram yang dibantu Polres Lombok Timur di Dusun Sanggar Sukun, Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, pada Rabu (28/11).

Ia menyebutkan, telah melakukan pendetensian di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram kepada dua WNA tersebut sejak Rabu (28/11) hingga saat ini.

Keduanya dikenakan tindakan administratif  keimigrasian yaitu deportasi dan namanya dimasukkan dalam daftar penangkalan karena melanggar pasal 78 ayat 3 yaitu melebihi izin tinggal lebih dari 60 hari.

“Pelaksanaan pendeportasian akan dilakukan pada Jumat (30/11) melalui Bandara Internasional Lombok-Kuala Lumpur dengan Air Asia pada pukul 20.30 WITA,” kata Yufriansyah.

AYA




BPJS Kesehatan Tak Kurangi Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS

Meski iuran yang harus dibayar peserta JKN-KIS memang tidak tepat berdasarkan aktuaria, pemerintah belum memilih opsi untuk menaikkan iuran peserta, maupun melakukan pengurangan manfaat layanan kesehatan

Lalu Kahar Kusman

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Lalu Kahar Kusman mengungkapkan, layanan kesehatan yang diberikan faskes mitra BPJS Kesehatan di Mataram tetap berlangsung  normal.

“Tak ada pengurangan manfaat bagi peserta JKN-KIS,“ kata Kahar Kusman di Mataram, Jum’at (30/11).

Kusman mengungkapkan itu terkait kualitas layanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS di Mataram,  di tengah isu pemberitaan defisit keuangan yang tengah menimpa BPJS Kesehatan.

Dijelaskannya, memang pihaknya mengalami keterlambatan melunasi tagihan dari pihak fasilitas kesehatan (faskes ) mitra BPJS Kesehatan. Namun hal itu diharapkan tak sampai mengganggu operasional mitranya.

BPJS Kesehatan selalu menjalin komunikasi dengan mitranya, dan berupaya memberi solusi dengan menjaminkan tagihan itu di bank melalui program suplay chain finance, yaitu pembiayaan bank yang diberikan pada mitra BPJS Kesehatan.

“Sejauh ini belum ada mitra yang menggunakan program SCF tersebut,” kata Kusman

Menyinggung  defisit keuangan yang dialami pihak BPJS Kesehatan, dikatakan bahwa iuran yang harus dibayar peserta JKN-KIS memang tidak tepat berdasarkan aktuaria (perhitungan ahli terkait kecukupan iuran).  Salah satu contoh, peserta PBI hanya dibayarkan iuran sebesar Rp23 ribu, padahal berdasarkan aktuaria sebesar Rp36 ribu.

Selisih yang cukup besar itu menyebabkan defisit yang akan terus terjadi di BPJS Kesehatan.

“Sejak awal memang ditetapkan iuran tidak tepat aktuaria. Dari segi iuran memang jauh lebih kecil, dengan cakupan kepesertaan yang sangat besar,“ terang Kusman.

Meski demikian, sejauh ini pemerintah tidak memilih opsi untuk menaikkan iuran peserta, maupun melakukan pengurangan manfaat layanan kesehatan.

Rr




HBK : Mari Bertarung Secara Terhormat Dalam Pemilihan Legislatif 2019

HBK merupakan Caleg DPR RI Partai Gerindra dengan nomor urut-1 dari Dapil NTB II/Lombok, yang maju sebagai Caleg atas perintah langsung dari Prabowo Subianto

Haji Bambang Kristiono (HBK)

lombokjournal.com —

MATARAM —  Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di Lombok,  di Lesehan Kemuning, Jalan Majapahit, Kota Mataram, Kamis (29/11) siang.

Dalam kopi darat bersama awak media, HBK menceritakan perjalanan kisah hidupnya bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

HBK mengatakan, telah bekerja, mengabdi dan mendampingi Prabowo Subianto dalam tiga era atau zaman perjalanan hidup yang dijalani Prabowo Subianto.

Pada tahun 1994, saat HBK baru saja menyelesaikan tugas belajarnya di luar negri yaitu di Negara Australia, saat itu bertepatan juga dengan baru dilantiknya Prabowo Subianto sebagai Komandan Kopassus.

Sebagai seorang prajurit yang baru pulang melaksanakan tugas belajar di luar negri, HBK kemudian bertemu Prabowo Subianto, sebagai atasannya langsung untuk melapor kepulangannya.

“Kebetulan Bapak Prabowo baru dilantik sebagai Komandan Kopassus yang baru. Selesai melapor dan diterima beliau di kantornya, dalam perjalanan pulang ke satuan saya di Grup-4 Kopassus, kemudian saya diperintah oleh Komandan Grup saya untuk kembali ke Makopassus keesokan harinya untuk menjadi Sekretaris Staf Pribadi (Sespri) Komandan Kopassus yang baru”, ungkapnya.

HBK menjadi Sespri Prabowo hingga 1997, dan setelah itu dia menjabat sebagai salah satu Komandan Batalyon di Grup-4 Kopassus.

Pengabdian HBK kepada Prabowo berlanjut hingga tahun 2000. Pada saat Prabowo pensiun, HBK kembali menemani Prabowo dalam menjalankan bisnis yang Prabowo miliki dan pimpin. Beberapa perusahaan milik Prabowo dikelola oleh HBK, sehingga tidak jarang HBK dikenal sebagai “Samurainya Prabowo”.

“Kemudian di saat Prabowo Subianto mewakafkan sisa hidupnya pada perjuangan politik, kemudian HBK dipercaya sebagai Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra,” ungkapnya.

Pendirian Partai Gerindra

Saat HBK menetap di Malaysia, pada tahun 2008, HBK dipanggil oleh Prabowo ke Singapura. Kebetulan setiap weekend beliau selalu bezook dan menemani ibundanya yang sedang dirawat di RS Mount E, di Singapura.

Dia bersama Fadli Zon dipanggil untuk berdiskusi soal keinginan Prabowo untuk mengabdikan dirinya pada kemaslahatan bangsa dan negara. Dan pertemuan tersebut menjadi cikal-bakal terbentuk dan didirikannya Partai Gerindra.

“Maka dalam pertemuan itu diputuskan nama Partai, dirancang visi-misi Partai dan sebagainya”, jelasnya.

Maju Menjadi Caleg

HBK saat ini merupakan Caleg DPR RI Partai Gerindra dengan nomor urut-1 dari Dapil NTB II/Lombok, yang maju sebagai Caleg atas perintah langsung dari Prabowo Subianto.

Sebagai wujud kesetiaannya, HBK kemudian maju mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Lombok ini.

Dia menyampaikan harapan Prabowo agar masyarakat Pulau Lombok menjadi sejahtera, mengingat Lombok merupakan lumbung suaranya.

“Beliau memerintahkan saya ke Lombok, untuk bisa menjadi trigger dalam mewujudkan Pulau Lombok yang masyarakatnya menjadi adil dan sejahtera sesuai cita-cita Prabowo Subianto,” ungkapnya.

“Saya mendapat kepercayaan, amanah dan penugasan dari beliau untuk menjadi Caleg DPR-RI dari Dapil NTB II dengan nomor urut-1. Saya ikut bertarung menjadi Caleg dari Pulau Lombok,” sambung HBK.

Selain maju sebagai Caleg, HBK juga bertugas memanaskan mesin Partai Gerindra di NTB guna menjaga suara Partai tetap aman dalam Pilpres 2019 mendatang.

HBK membantah maju menjadi Caleg semata-mata untuk mengejar pangkat atau jabatan, demikian juga dengan harta atau kekayaan. Melainkan murni sebagai kesetiaan terhadap perintah Ketua Umum Partainya.

“Kalau hanya menjadi anggota DPR RI, kalau hanya itu cita-cita saya, maka saya tidak hanya bertarung pada 2019 ini. Sudah dari jauh-jauh hari saya punya kesempatan untuk ikut terlibat dalam perhelatan itu. Karena saya salah satu inisiator, bidan kelahirannya Partai Gerindra,” tandasnya.

Menepis Isu Caleg Impor

Perjalanan HBK menjadi Caleg di Lombok, tampaknya tidak berjalan mulus. Isu Caleg Impor telah menyerangnya. Dia diisukan hanya mengincar suara di lumbung suara Prabowo Subianto ini.

Hal tersebut tentu dibantah HBK. Dia lagi-lagi menegaskan majunya sebagai Caleg atas permintaan Prabowo Subianto.

“Kalau hanya jabatan yang saya kejar, saya tidak perlu jadi anggota Dewan. Kalau beliau (Prabowo) jadi Presiden RI, pasti HBK dibawanya ke Istana,” tegasnya.

Dia berharap isu Caleg Impor ini untuk segera diakhiri. HBK meminta para Caleg untuk berkompetisi atau bertarung secara terhormat.

“Mari bertarung secara terhormat, dan jika terpilih nanti, mari juga bertarung lagi, siapa anggota DPR RI yang dikirimkan Pulau Lombok ini kemudian menjadi anggota DPR RI yang paling banyak berpihak, dan membawa banyak manfaat dan kebaikan kepada masyarakat Lombok yang diwakilinya,” katanya.

Me




Penghargaan Internasional Diterima BPJS Kesehatan

Penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan sesuai dengan pengelompokan perusahaan berdasarkan sektor industri, aset perusahaan, kepemilikan saham perusahaan

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meraih dua penghargaan internasional yaitu Turkey Global Leaders Award 2018 dan The Best Global Leader in Asia and Turkey 2018.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, pekan lalu disebutkan, BPJS Kesehatan memperoleh penghargaan sebagai the Best Company in Asia and Turkey 2018 Category Government Company dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris juga dinobatkan sebagai The Best Global Leader in Asia and Turkey 2018 yang diselenggarakan di Turki.

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman Foreign Economic Relations Board Ilhan Erdal dan Chairwoman Economic Review Irlisa Rahmadiana kepada Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar-Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi.

“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BPJS Kesehatan dan jajaran manajemennya. Penghargaan ini tak lepas dari hasil kerja keras Duta BPJS Kesehatan yang telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia dan seluruh ‘stakeholder’ JKN-KIS lainnya,” kata Bayu.

Acara penganugerahan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Wardana. Selain Kategori pemerintahan, terdapat beberapa kategori penghargaan lainnya, yaitu untuk asosiasi, perusahaan publik, perusahaan BUMN, perusahaan swasta, dan BUMD.

Sementara itu, menurut Chairwoman Economic Review Irlisa Rahmadiana, penganugerahan penghargaan tersebut dilakukan sesuai dengan pengelompokan perusahaan berdasarkan sektor industri, aset perusahaan, kepemilikan saham perusahaan (pemerintah, BUMN, anak perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta).

“Adapun proses penilaiannya dilakukan dengan mempertimbangkan penilaian kinerja keuangan perusahaan tahun 2017, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber dan data yang telah dipublikasikan,” kata Irlisa.

Sampai dengan 23 November 2018, sudah ada 206.070.624 jiwa penduduk Indonesia yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Diharapkan angka ini terus bertambah secara signifikan agar impian Universal Health Coverage (UHC) dapat tercapai pada 2019 mendatang

Rr

Sumber : Ant




PLN Tambah Kabel Laut, Untuk Antisipasi Kebutuhan Listrik Tiga Gili

Selain menambah kapasitas, penambahan kabel laut ini juga akan meningkatkan keandalan listrik di Kawasan Tiga Gili

MATARAM.lombokjournal.com — PLN (Persero) menambah kabel laut ke Kawasan Tiga Gili (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan), untuk mengantisipasi kebutuhan listrik di pulau kecil yang diminati wisatawan mancanegara itu.

“Listrik merupakan faktor penting dalam mendukung kemajuan pariwisata. Kawasan Tiga gili ini merupakan destinasi favorit wisatawan. Kebutuhan listriknya terus meningkat, untuk antisipasi maka kita siapkan listriknya dengan penambahan kabel laut,” terang General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka, Rabu (28/11).

Data Dinas Pariwisata Provinsi NTB menunjukan, angka pada tahun 2017 jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB telah mencapai 3,5 juta wisatawan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2016 yang hanya sejumlah 3,2 juta wisatawan.

Kawasan Tiga Gili menjadi destinasi utama NTB, khususnya bagi wisatawan asing. Pada tahun 2018, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan.

Pertumbuhan beban listrik sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan. Pertumbuhan beban listrik, khususnya di Kawasan Tiga Gili selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2014 beban listrik di Kawasan Tiga Gili baru mencapai 2 Megawatt (MW), namun meningkat menjadi, 4,2 MW pada tahun 2016 dan 4,6 MW pada tahun 2017. Pada pertengahan tahun 2018, beban kembali meningkat menjadi  5 MW.

Rudi menjelaskan, penambahan kapasitas listrik dilakukan dengan menambah dua buah kabel laut 20 kiloVolt (kV) masing-masing sepanjang  4,7 kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Kawasan Tiga Gili.

Sebelumnya, PLN juga telah memasang dua buah kabel laut 20 kV untuk melistriki Kawasan Tiga Gili. Penambahan dua kabel total sepanjang 9,4 kilometer sirkuit (kms) ditambah akan beroperasinya Gardu Induk Tanjung dapat meningkatkan kapasitas daya listrik untuk Kawasan Tiga Gili dari 16 MW menjadi 36 MW.

“Dengan kapasitas yang besar, investor tentu tidak akan lagi khawatir dengan ketersediaan listrik di Kawasan Tiga Gili,” tutur Rudi.

Selain untuk menambah kapasitas, penambahan kabel laut ini juga akan meningkatkan keandalan listrik di Kawasan Tiga Gili.

“Tiga gili ini kan menjadi destinasi utama, jangan sampai kalau nanti ada gangguan di satu kabel laut, tidak ada cadangannya. Tambahan kabel laut yang kita pasang ini jadi back up, supaya listrik di Kawasan Tiga Gili tetap andal,” kata Rudi.

Pembangunan kabel laut di Kawasan Tiga Gili juga telah mendapatkan izin-izin dari badan-badan terkait, baik di tingkat pusat maupun provinsi.

Dari sisi keamanan, kabel laut yang dipasang telah dilapisi pengaman khusus dan ramah lingkungan sehingga tidak akan mengganggu tumbuhnya terumbu karang. Bahan pelindungnya telah disesuaikan agar dapat menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang.

Selain itu, posisi kabel juga tidak akan mengganggu lalu lintas kapal nelayan dan pariwisata.

Pembangunan kabel laut tambahan untuk Kawasan Tiga Gili ini direncanakan selesai pada Desember 2018, dan akan beroperasi pada Januari 2019.

AYA/Hms PLN




[Tanya BPJS Kesehatan]: Cara Manfaatkan Kartu JKN-KIS, Saat Sakit Di Luar Daerah Domisili?

‘Tanya BPJS Kesehatan’ tayang setiap Rabu, berisi pertanyaan yang paling sering dilontarkan masyarakat lewat aneka media BPJS Kesehatan. Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan diberikan oleh Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat

lombokjournal.com —

Bagaimana prosedur mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan saat peserta berada di luar daerah?

Jawaban:

Sedikitnya ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan peserta yang ingin mendapat pelayanan di luar daerah domisilinya.

Pertama, sebelum menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), peserta harus datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk meminta surat pengantar berkunjung.

Kedua, setelah mengantongi surat pengantar berkunjung peserta bisa langsung datang ke FKTP terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Peserta bisa melakukan kunjungan ke FKTP maksimal 3 kali kecuali kondisi tertentu.

Ketiga, FKTP dilarang meminta biaya pelayanan kepada peserta tersebut. Sesuai indikasi medis, FKTP bisa merujuk peserta ke RS sesuai dengan sistem rujukan berjenjang. Pelayanan rujukan bisa dilakukan secara horizontal atau vertikal.

Rujukan horizontal dilakukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Misalnya, faskes tidak dapat memberikan pelayanan

 Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat

 

 




Lombok Barat Juara I Keterbukaan Informasi Publik

Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju

LOBAR.lombokjournal.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berhasil meraih juara pertama sebagai Badan Publik Informatif Kategori Kabupaten/Kota, pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2018.

Penghargaan itu i yang kedua kali setelah sebelumnya di tahun 2017 Pemkab Lobar juga menjadi juara pertama pada kategori yang sama.

Pemkab Lobar berhasil unggul dari Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi NTB pada kategori ini.

Acara yang dihadiri Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah ini digelar tiap tahun untuk memonitor serta mengevaluasi kinerja institusi pemerintah, terutama dalam memberikan layanan keterbukaan informasi yang dibutuhkan oleh publik.

“Alhamdulillah kita mendapat juara pertama. Namun ada tiga catatan untuk diperhatikan, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan masalah anggaran yang perlu diperhatikan karena mempertahankan juara itu jauh lebih sulit,” ungkap Sekda Lobar H Moh Taufiq, usai menerima penghargaan di Ballroom Hotel Lombok Raya, Rabu (28/11/2018).

Taufiq menambahkan, penganugerahan yang diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi NTB ini dimaksudkan agar PPID bisa memberikan transparansi dan akuntabilitas Badan Publik, sehingga membuka peluang partisipasi di masyarakat dalam pembangunan.

Pentingnya keterbukaan informasi membuat masyarakat jadi semakin tahu tentang semua informasi untuk menjadi maju.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah dalam kesempatan itu berharap melalui kerja keras Komisi Informasi ini dapat menghadirkan keterbukaan informasi publik di NTB.

Menurutnya Komisi Informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan daerah sehingga pemerintah lebih terbuka di dalam melayani masyarakat.

“Membuat kinerja kita lebih dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih percaya pada pemerintah. Mudah-mudahan dengan kerja keras kita NTB gemilang di masa yang akan datang,” katanya.

Ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik sendiri melombakan empat kategori, yakni kategori Badan Publik Kabupaten/Kota, kategori Instansi Vertikal, kategori Badan Publik OPD dan kategori partai politik.

Harry




Indra Lesmana Dan Vina Panduwinata Meriahkan Senggigi Sunset Jazz

Vina Panduwinata mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018

LOBAR.lombokjournal.com —  Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 akan menjadi salah satu atraksi Seni berupa pagelaran musik mempromosikan Lombok Barat bangkit pasca bencana gempa bumi.

Beberapa musisi papan atas, antara lain Indra Lesmana dan Vina Panduwinata akan memeriahkan event Sengggi Sunset Jazz 2018.

“Lombok sudah bukan lagi bangkit, tapi Lombok saat ini sudah berlari,” ujar Ricky Fauziyani dari Kementerian Pariwisata saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/11).

Perwakilan Lombok Blues Community, Tri Pitaka yang akan ikut memeriahkan gelaran musik itu menyatakan, irama beragam dan membawa kegembiraan siap disajikan pada Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

Pentas itu akan menyajikan kolaborasi musisi dari berbagai tempat.

“Semangat dasar jazz adalah kerja sama, bukan kompetisi atau menonjolkan diri. Kolaborasi dari berbagai musisi dengan kepiawaian berbeda yang membuat pentas jazz selalu menarik,” ujar Tri Pitaka.

Vina Panduwinata di kesempatan yang sama mengaku sudah menyiapkan aransemen khusus untuk tampil di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018.

“Mama Ina tertarik berkolaborasi untuk Mandiri Senggigi Sunset Jazz bukan hanya karena ingin terus berekplorasi dan berekspresi. Mama Ina tertarik karena pentas ini salah satu cara berkontribusi pada Lombok Bangkit,” kata Vina.

Musisi yang sudah puluhan tahun  berkarya dan dikenal sebagai Burung Camar itu menyatakan, akan ada kreasi baru yang tengah disiapkannya.

Dalam pentas nanti, ia bekerja sama dengan DJ Goeslan, Ikmal Tobing, Clement, dan Tim Noya.

“Kalau mau tahu seperti apa kreasinya, ayo ke Lombok dan nonton Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018,” tantangnya.

Dedengkot Jazz Indonesia yang akan tampil bersama putri kesayangannya, Indra Lesmana pun mengaku gembira bisa ikut meramaikan pentas tersebut.

“Saya merasa ini panggilan buat saya, seperti klop saja saat ditawari ikut main. Jadi bisa langsung datang dan ikut menghibur masyarakat di sana (Lombok),” kata  Indra.

ngsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

BACA JUGA ; 

Senggigi Sunset Jazz, Upaya Bangkitkan Pariwisata Lobar Pascagempa

Indra menuturkan, ia ikut merasakan langsung guncangan gempa Lombok yang getarannya sampai di kediamannya di Sanur Bali.

Harry