Ini Survey My Institute, Masyarakat Optimis NTB Akan Gemilang

 Gubernur mengaku survei yang dilakukan oleh My institute ini tidak pernah dipesan

lombokjournal.com —

MATARAM ; Masyarakat NTB menaruh kepercayaan pada kepemimpinan Gubernur NTB, Dr  H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Masyarakat percaya NTB di bawah kepemimpinan yang baru akan mengalami kemajuan.

My Institute menegaskan itu saat memaparkan hasil survei ‘Menuju 100 Hari Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc dan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd Periode 2018-2023’ di Pendopo Gubernur, Minggu (16/17).

Hail survei meyakinkan,  87 persen masyarakat optimis NTB akan gemilang, seperti Visi dan Misi yang dipaparkan kepada  masyarakat.

Ketua Pelaksana Survei Miftahul Arzak, S.Ikom., MA menjelaskan, intensitas turun lapangan yang dilakukan Bang Zul dan Ummi Rohmi yang cukup tinggi berdampak baik. Sebanyak 66,4 persen masyarakat mengetahui pemimpinnya walaupun baru akan menuju 100 hari kerja.

“Hasil ini akan berdampak pada kedekatan serta komunikasi yang intensif antara rakyat dengan pemimpinnya,” ujar Miftahul.

Terkait penanganan gempa, 66,1 persen masyarakat menilai, informasi terkait bantuan (persyaratan/bahan yang harus disiapkan, pengurusan serta mengklaim bantuan) belum diketahui masyarakat.

Metode yang digunakan adalah Multistage Random sampling dengan Margin of Error 4,4 persen dan jumlah responden 500 yg tersebar di seluruh kabupaten di Prov NTB.

Menanggapi hasil survei, Gubernur mengaku survei yang dilakukan oleh My institute ini tidak pernah dipesan.

Survey ini murni dilakukan dari pembiayaan MY Institute sendiri sebagai hadiahnya untuk Ulang Tahun Nusa Tenggara Barat ke-60.

“Kami tidak pernah memesan apalagi pembiayai My Institute, pemerintah Provinsi NTB hanya sebagai fasilitator, agar hasil survey ini bisa terpublish,” terang Gubernur.

Gubernur mengaku senang semua tim kompak Birokrasi kompak, dengan DPRD kompak, dengan seluruh Kepala Daerah di kabupaten/kota, alhamdulillah juga kompak.

Satu hal yang disyukuri Doktor Zul dalam perannya sebagai Gubernur yang didampingi oleh Dr. Sitti Rohmi Djalilah sebagai Wakil Gubernur sejak dilantik sampai saat ini adalah keharmonisan.

“Alhamduliillah setelah pilkada kita dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan silaturrahim yang baik dengan semua pihak. Selama ini kami merasa on the right track. Untuk itu, kami tetap berharap bantuan dan kerjasama semua elemen untuk mencapai NTB gemilang,” ujar Doktor Zul.

Terkait dengan fokus program kerja 100 hari Zul Rohmi, dijelaskan Doktor Zul, pada saat penyusunan visi misi tidak terbayang akan ada musibah bencana gempa bumi.

Dikatakannya, saat ini fokus dan konsentrasi program kerjanya pada proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

“Untuk visi misi lain seperti program beasiswa ke luar negeri, Industrialisasi dan Pariwisata tetap kita upayakan dan alhamdulillah juga sudah ada beberapa kemajuan, namun konsentrasinya masih kedua setelah proses rehab rekon pasca bencana,” jelas Zul.

AYA/Hms




Wayang Kulit Dusun Bisa, Lotim, Akan Tampil Dengan Dalang Baru

Masyarakat sangat antausias menonton latihan wayang kulit ini, baik dari golongan tua maupun muda, yang setia menontonnya hingga selesai

LOTIM.lombokjournal.com — Wayang kulit Munigarim asal Dusun Bisa, Desa Wanasaba Lauk, Lombok Timur (Lotim), akan dipertontonkan kembali kepada masyarakat setelah lama vakum beberapa tahun.

Wayang Munigarim

Salah satu tujuannya yaitu memperkenalkan dan melestarikan budaya kepada generasi muda yang hidup di zaman modern.

Hal itu dikatakan oleh Arpandi, salah satu anggota Wayang Munigarim setelah selesai latihan, di Wanasaba Lauk, Sabtu (15/12) malam, sekitar pukul 23.45 Wita.

“Wayang ini sempat vakum dan kini kita kembalikan lagi ke Dudun Bisa agar generasi muda tahu warisan orang tua,” ujarnya kepada lombokjournal.com.

Dijelaskannya, wayang kulit ini telah memiliki Dalang baru menggantikan dalang yang lama karena meninggal dunia. Itulah penyebab sehingga Wayang Munigarim ini sempat vakum di tengah-tengah masyarakat.

“Dalang yang semula telah meninggal. Jadi, sekitar dua tahun kita tidak main lagi. Namun kita ada dalang baru dari Masbagik, namanya Pak Supar,” tutur Arpandi.

.Untuk sementara ini pihaknya terus mengadakan latihan satu sekali seminggu atau setiap malam minggu.

Diketahui, personilnya masih hanya berjumlah  tujuh orang termasuk Dalang.

“Sebenarnya berjumlah belasan orang dan sekarang ini kita masih cari tukang (pemain) sulingnya,” terang Arpandi, orang yang berperan memainkan rencek.

Ditempat yang sama, Amaq Riski, salah seorang warga setempat mengaku telah lama tidak menonton Wayang Murigarim tersebut.

“Wayang asal Dusun Bisa ini sudah lama terkenal dan tidak asing lagi di telinga warga Wanasaba khususnya,” ujarnya.

Sebagai masyarakat yang suka Wayang, ungkapnya, sudah seharusnya diperkenalkan kepada generasi muda.

“Pemuda kita jangan hanya taunya film sinetron saja. Tapi juga harus tahu budaya dan karya zaman dahulu,” harapnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat sangat antausias menonton latihan wayang kulit ini. Baik dari golongan tua maupun muda, yang setia menontonnya hingga selesai.

Razak




HBK : HUT NTB Ke 60 Harus Jadi Momentum Kejayaan Pertanian Bumi Gora

HUT Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke 60 akan diperingati pada tanggal 17 Desember 2018 mendatang. Di usia yang terbilang matang, pembangunan di Provinsi NTB terus berjalan di berbagai bidang. Toh, masih banyak pekerjaan rumah (Pe-Er) yang harus terus diselesaikan. Mulai dari masalah kesenjangan sosial, pengangguran dan kemiskinan

lombokjournal.com —

MATARAM ;

NTB diharapkan bisa menggali kembali potensi sejatinya yakni di sektor pertanian secara luas. Jika digarap dengan serius, sektor ini bisa mengentaskan beragam permasalahan ekonomi dan sosial.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, HUT Provinsi NTB ke 60 tahun ini harus dijadikan moment untuk menggali kembali potensi unggulan wilayah dengan mengembalikan posisi pertanian NTB yang pernah berjaya beberapa dekade silam.

“Dulu NTB sempat sangat terkenal menasional lewat program  Bumi Gogo Rancah (Bumi Gora), yang menjadi bukti kekuatan pertanian di daerah ini. Semangat itu harus dibangkitkan kem bali, karena memang kekuatan unggulan daerah ini ada di sektor pertanian”, kata HBK, Sabtu (15/12) .

Ia berharap HUT Provinsi NTB tidak hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan yang dirayakan dengan meriah, tapi tidak berdampak apa-apa setelah pesta atau kemeriahan itu berakhir.

Momentum ini, seharusnya bisa dijadikan wahana evaluasi bersama bagi Pemda, anggota Dewan di Legislatif, serta stakeholders lain seperti pihak swasta dan masyarakat NTB.

HBK mengatakan, masa kejayaan Bumi Gora di era tahun 1980-an bisa dijadikan starting point dalam merefleksi dan mengevaluasi antar komponen masyarakat NTB di dalam merebut kembali kejayaannya.

“Harus diakui ada spirit  luar biasa kala itu, saat  NTB bisa meraih branding sebagai Bumi Gora,” kata HBK.

HBK mengakui, produktivitas pertanian di NTB saat ini sangat membanggakan. Untuk komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, cabai dan bawang yang dihasilkan NTB dalam beberapa tahun ini mencatatkan nilai surplus.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB mencatat, NTB bisa memproduksi rata-rata 2 juta Ton beras di setiap tahunnya, sementara kebutuhan masyarakat NTB hanya berkisar 600 ribu – 700 ribu Ton per tahun.

NTB bahkan menjadi daerah penyangga pangan untuk Provinsi tetangga seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bila sektor pertanian di NTB ini digarap dengan serius dari hulu hingga ke hilir. Dari proses penanaman, pasca panen hingga ke industrialiasasi atau pengolahan, maka pertanian NTB bisa menjadi sumber penghasilan atau kekuatan yang mensejahterakan warga masyarakatnya.

Selain itu, intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan pertanian lewat Tehnologi Pertanian  juga perlu terus dilakukan untuk menghadapi ancaman penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi/konversi lahan seiring lajunya pertumbuhan kependudukan.

“Di sini Pemda di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota harus campur tangan, dan kalau perlu mengintervensi dengan regulasi-regulasi dalam menetapkan tata kelola lahan lewat RTRW ( Rencana Tata Ruang Wilayah),” ujar HBK

Sinergitas Leading Sektor

Selain itu ungkap HBK, guna meningkat nilai tambah produk pertanian di NTB, perlu dibangun sinergitas lintas sektor antara Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dengan Dinas Perindustrian dan juga Dinas Perdagangan.

Ia mencontohkan untuk komoditas Jagung misalnya. Produksi komoditasnya dikontrol penuh oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan sebagai leading sector, kemudian pasca panen dan pemasaran, bisa diintervensi oleh Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan.

“Kalau baru panen, namanya Jagung, tapi setelah diproses atau diolah menjadi produk turunan bisa jadi macam-macam, bisa jadi keripik jagung, pop corn, sereal jagung, dan ini akan menambah nilai ekonomisnya,” katanya.

HBK menilai, kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi, perlu membangkitkan kembali era kejayaan pertanian  dengan melakukan  investasi SDM.

Penetapan Science Technologi Industry Park (STIP) di Banyumulek, Lombok Barat sebagai wahana pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan teknologi pendukung, dinilai sebagai langkah maju, khususnya  riset-riset Tehnologi Pangan terkait diversifikasi dan budidaya pertanian .

Hal tersebut tinggal dimaksimalkan dengan dukungan para Kepala Daerah di Kabupaten dan Kota, juga stakeholders lainnya di NTB.

“Kalau HUT ke 60 ini bisa jadi momentum mengembalikan kejayaan pertanian NTB, saya yakin di HUT ke 63, atau tiga tahun kemudian, NTB sudah benar-benar mapan hanya dengan mengelola sektor pertanian,” katanya.

Pengiriman mahasiswa-mahasiswa NTB dengan program bea siswa ke luar negeri adalah terobosan luar biasa dari kepemimpinan Zul-Rohmi, dan hendaknya ilmu pertanian juga akan menjadi pilihan bagi mahasiswa-mahasiswa NTB yang belajar di luar negeri.

“Cita-cita luhur saya, in shaa Allah, apabila saya berhasil mendapatkan mandat dari masyarakat P. Lombok untuk menjadi anggota DPR-RI, saya ingin mendampingi para pemuda P. Lombok untuk membangun kemandirian pangan dengan menjadikan P. Lombok sebagai Lumbung Pangan Nasional, segaris dengan perjuangan Bapak Prabowo Subianto dalam merebut kembali kedaulatan kita, termasuk kedaulatan pangan kita, sehingga kita bisa mandiri dan berhasil mengurangi ketergantungan dari produk-produk impor,” tambahnya.

Me




Tercatat 314 Pendaki Rinjani Lewat Jalur Aik Berik

Untuk sistem ticketing tidak akan dilakukan perubahan, namun bisa saja ada perubahan dari bagian lain jika diperlukan untuk kemajuan

LOTIM.lombokjournal.com — Pasca dibuka 19 November lalu, jumlah pendaki atau pengunjung di Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok lewat jalur Aik Berik telah mencapai ratusan orang.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat bahwa pendaki Rinjani melalui jalur pendakian yang baru dibuka tersebut berjumlah 314 orang hingga 14 Desember 2018.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyoni mengatakan, jumlah pengunjung TNGR pintu Aik Berik terdiri dari  pendaki lokal dan asing.

“Sampai tanggal 12 Desember 2018, yaitu asing 9 orang dan lokal 141 orang sehingga berjumlah 150 orang,” ujarnya, saat dihubungi lombokjournal.com, Sabtu (15/12) pagi.

Selanjutnya pada 13 Desember 2018, tambah Sudiyono, pendaki hanya tercatat berasal dari lokal dan jumlahnya lebih sedikit dari hari sebelumnya.

“Asing tidak ada alias nol dan Lokal 7 orang, berjumlah 7,” ucapnya singkat.

Sementara jumlah orang yang mendaki Rinjani semakin meningkat pada 14 Desember 2018 hingga hari ini, Sabtu (15/12).

“Asing  9, lokal 148, jadi berjumlah 157 orang,” jelas Sudiyono.

Ditanya berapa hari para pendaki di Gunung Rinjani? Sudiyono menjawab, paling lama tiga hari atau lebih dari dua hari. “Rata-ratanya paling tiga hari,” sebutnya.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi terkait akan ditutupnya jalur pendakian Aik Berik di Lombok Tengah ini, Sudiyono membenarkan hal tersebut.

“Iya tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan akhir April 2019. Untuk pemulihan ekosistem,” akunya.

Sedangkan untuk sistem ticketing tidak akan dilakukan perubahan, namun bisa saja ada perubahan dari bagian lain jika diperlukan untuk kemajuan.

“Tetapi tetap e tiketing berbasis online,” pungkas Sudiyono.

Razak




TGB Sebut Surya Paloh Sebagai Tokoh bangsa, Ini Alasannya

Keberadaan NasDem tidak terlepas dari perjalanan panjang dan merupakan hasil renungan untuk memajukan Indonesia

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Muhammad Zaenul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) merupakan salah satu tokoh bangsa Indonesia.

TGB mengatakan, saat memberikan sambutan pada acara Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Sabtu (15/12) siang.

Menurutnya, Surya Paloh telah lama berkhitmat untuk kemajuan negara Republik Indonesia, sebelum mendirikan partai NasDem.

“Karena rekam jejak beliau (Surya Paloh) , sesungguhnya penghidmatan beliau kepada Indonesia itu dimulai jauh sebelum mendirikan parati Nasional Demokrat ini,” ucapnya.

Dikatakan cucu pendiri organisasi NW ini, perjalanan Surya Paloh dalam membangun Indonesia sudah dimulai sejak lama bukan setelah partai NasDem didirikan.

“Berkhidmat di banyak-banyak tempat dan berkiprah diberbagai tempat untuk membangun bangsa Indonesia,” sebut TGB.

Mantan Gubernur NTB dua periode ini juga menilai, adanya partai NasDem tidak terlepas dari perjalanan panjang dan merupakan hasil renungan untuk memajukan Indonesia.

BACA JUGA ; Di Pancor, Surya Paloh Sebut NKRI Mahakarya Pendiri Bangsa

“Maka beliau memilih dan langsung mendirikan satu entitas partai politik yaitu Nasional Demokrat,” katanya.

Razak




Di Pancor, Surya Paloh Sebut NKRI Mahakarya Pendiri Bangsa

Diingatkan, bangsa Indonesia hatus mempertahankan dan menjaaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa kecuali

LOTIM.lombokjournal.com – Saat menyampaikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Sabtu (15/12) sekitar pukukl10.00 Wita, H. Surya Paloh, mengajak para santri dan santriwati dan jamaah NW tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menyebut Negara Republik Indonesia merupakan sebuah maha karya yang berasal dari ide-ide besar para pendiri bangsa.

“Para pendiri bangsa melahirkan satu pemikiran besar. Hal itulah yang menjadi kekuatan kita dalam membangun bangsa kedepan yaitu ideologi,” ucapnya di hadapan jamaah NW.

Menurut Surya Paloh, suatu bangsa akan cepat hancur jika tidak memiliki ideologi yang kuat.

“Bangsa yang tidak mengindahkan ideologi dan tidak memiliki ideologi, amat sukar dipastikan keberlangsungan akan berlangsung lama,” ujarnya.

Katanya, para pendiri bangsa juga melahirkan suatu alat sebagai pemersatu yang dinamakan Bineka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia terdiri dari bukan hanya satu suku, bukan hanya satu agama, namun sangat beragam.

“Bineka Tunggal Ika itu yang memberikan penegasan, perbeda-beda namun satu jua. Itulah Indonesia,” ungkap Surya Paloh. Sampai hari ini diakui Pancasila itu sebagai ideologi, sebagai falsapah hidup, pandangan hidup kita, tambahnya.

Lebih lanjut Surya Paloh menegaskan, tanah Indonesia yang sangat subut telah memberikan dan mendatangkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Singkong yang kita tanam, singkong yang tumbuh. Pohon karet yang kita tanam, karet yang tumbuh. Sawit kita tanam, sawit yang tumbuh,” terang Surya Paloh.

Diingatkan, bangsa Indonesia hatus mempertahankan dan menjaaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa kecuali.

“Tidak ada NKRI tanpa Pancasila, dan tidak ada Pancasila tanpa NKRI,” ingatnya.

Disamping memberikan Kuliah Umum, Surya Plaoh juga berziarah ke makam pahlawan Indonesia sekaligus pendiri organisasi Nahdlatul Wathan di NTB.

BACA JUGA ; TGB Sebut Surya Paloh Sebagai Tokoh bangsa, Ini Alasannya

Ia ditemani oleh mantan Gubernur NTB dua periode, Muhammad Zaenul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua DPW NasDem NTB, H. Muhammad Amin dan politisi NasDem lainnya.

Razak




Depot Mini LPG Diresmikan Pengoperasiannya Di Sekotong, Lombok Barat

Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok, khususnya dan ketahanan stock dari 3 hari menjadi 10 hari, sehingga security of supply meningkat

LOBAR.lombokjournal.com —  Pembangunan Depot Mini LPG diresmikan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (13/12).

Peletakan batu pertama Pembangunan Depot Mini LPG itu sudah dilakukan pada 24 Oktober 2017 lalu.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama PT Pertamina (Persero) yang melakuan peresmian untuk pengoperasian depot, yang ditandatangani Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Gandhi Sriwidodo, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Ageng Giriyono, dan Direktur Operasional PT Pertamina Patra Niaga, Made Adi Putra.

Ageng Giriyono mengatakan, Depot Mini LPG yang dibangun PPN ini memiliki kapasitas 2 X 1500MT yang berada di atas lahan seluas 60.310M2, dengan kapasitas dermaga 3500DWT.

Depot mini LPG itu menjadi bagian dari salah satu program pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) untuk mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji.

Ageng menjelaskan, supply point untuk Depot Mini LPG didatangkan dari Kalbut Situbondo melalui kapal tanker LPG yang bersandar langsung di lokasi Depot Mini LPG, untuk kemudiandisimpan di Storage LPG Lombok dan disalurkan ke SPPBE dengan menggunakan Skid Tank.

Truck LPG berkapasitas 12MT

Depot Mini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan LPG di NTB dan sekitarnya . Dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok, khususnya dan ketahanan stock dari 3 hari menjadi 10 hari, sehingga security of supply meningkat.

“Kami mengharapkan doa dan dukungan dari semua pihak agar Depot LPG ini berjalan sesuai dengan tujuannya,” ujar Ageng di Sekotong, Lombok Barat, NTB, Kamis (13/12).

SVP Corporate Marketing Business PT Pertamina (Persero) Kusnendar mengatakan, pembangunan Depot Mini LPG di Lombok Barat ini menjadi yang pertama di NTB.

Menurutnya, terpilihnya Sekotong sebagai lokasi pembangunan,  karena dinilai kedalaman perairan dan ombak yang sesuai, sehingga kapal tanker pengangkut LPG dapat melakukan bongkar muat dengan aman.

“Sekotong kita pilih karena ideal bagi kapal untuk bersandar. Dengan posisi teluk yang menjorok ke dalam, gangguan angin terhadap kapal yang membawa LPG bisa teratasi,” ujar Kusnendar.

Sehari sebelum acara peresmian, PT Pertamina Patra Niaga juga melakukan CSR berupa penyerahan santunan dan perlengkapan sekolah kepada 50 anak yatim dan dhuafa serta bantuan untuk pembangunan mesjid yang berada di sekitar area Depot LPG.

AYA




Pertemuan Tahunan, Pandangan Bank Indonesia Tentang Prospek Ekonomi

Di tengah upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi global justru penuh ketidakpastian

MATARAM.lombokjournal.com — Pertemuan bertajuk “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”  digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB di Jalan Langko, Kota Mataram, NTB, Kamis (13/12).

Kegiatan itu merupakan acara tahunan sebagai forum strategis dalam penyampaian pandangan BI terkait kondisi terkini dan prospek perekonomian ke depan.

Selain Gubernur NTB Zulkieflimansyah, juga dihadiri anggota DPRD Provinsi NTB, Anggota Forkompinda, Bupati/Wali kota di Provinsi NTB, akademisi, lembaga vertikal, perbankan, asosiasi, pelaku usaha, pondok pesantren, dan media massa.

Menurut Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Achris Sarwani mengatakan, 2018 merupakan tahun penuh tantangan bagi ekonomi Indonesia.

Di tengah upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi global justru penuh ketidakpastian.  Achris menyampaikan, tahun 2018 ini tantangan bagi perekonomian nasional dan Provinsi NTB cukup berat.

“Ekspor luar negeri Provinsi NTB terkontraksi seiring dengan terbatasnya kinerja tambang, yang disebabkan oleh cadangan bijih tembaga yang semakin menurun,” katanya.

Tekanan terhadap sektor nontambang juga terjadi karena adanya bencana gempa. Tekanan-tekanan tersebut menyebabkan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III 2018 terkontraksi sebesar -13,99 persen (yoy), sedangkan ekonomi non tambang juga terkontraksi -0,36 persen (yoy).

Namun, lanjut Achris, stabilitas harga di Provinsi NTB relatif terkendali. Hal ini tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Provinsi NTB dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif dalam kebijakan pengendalian inflasi.

Kata Achris, untuk menciptakan perekonomian yang semakin kuat, inklusif, dan berkualitas, ada  tiga  hal yang perlu dilakukan..

Pertama, perlunya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan terdampak gempa. Kedua, mengoptimalkan peluang Provinsi NTB sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional. Ketiga dengan mengoptimalkan pontensi sumber daya alam dengan melakukan peningkatan nilai tambah.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan, pemulihan dan pengembangan ekonomi Provinsi NTB membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Khususnya untuk mempercepat langkah rekonstruksi dan rehabilitasi bangunan, meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke NTB, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.

“Terima kasih Bank Indonesia yang telah mendorong kinerja sektor pariwisata, memberdayakan UMKM, mendorong kelancaran sistem pembayaran tunai maupun non tunai, dan sejumlah program social,” kata Zul.

Sebagai rangkaian Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), juga diselenggarakan berbagai kegiatan. Seperti Expo UMKM binaan Bank Indonesia, pasar murah yang merupakan bagian dari program kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, penukaran kartu GPN, penukaran uang baru dan uang yang ditarik dari peredaran, fashion show, library on the street, dan band performance.

Kegiatan itu, sebagian berlangsung di halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.

“Masyarakat dapat menikmati berbagai acara tersebut dengan berbelanja barang kebutuhan pokok di pasar murah, melihat produk Bank Indonesia di perpustakaan yang akan dipasang di halaman kantor, atau menukarkan uang yang telah ditarik dari peredaran,” kata Zul.

AYA

 

 




Pertemuan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya Se-NTB, Upaya Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Upaya untuk menjaga kualitas layanan baik dari internal BPJS Kesehatan ataupun bersama stakeholder dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS

lombokjournal.com —

MATARAM;     BPJS Kesehatan Cabang Mataram menggelar kegiatan Pertemuan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Barat, Selasa (11/12).

Pertemuan itu untuk memastikan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terselenggara dengan baik,

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Cabang Mataram, I Nengah Dwi Jendra Atmaja menyampaikan, BPJS Kesehatan selalu berusaha mengembangkan sistem kendali mutu dan kendali biaya pelayanan kesehatan untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan medik peserta.

Itu  menjadi fokus BPJS Kesehatan, sebab menyangkut pembiayaan nasional selalu akan berdampak pada sustainabilitas atau keberlanjutan Program JKN-KIS

Diterangkan, upaya ini penting dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kualitas layanan baik dari internal BPJS Kesehatan ataupun bersama stakeholder dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS secara efektif dan efisien.

“Kami juga mengharap dukungan dari segenap pihak untuk bersama-sama mengawal jalannya program ini,” ujar Nengah.

Wakil Ketua TKMKB Cabang Mataram, I Gusti Ayu Rai Astarini  menyampaikan hasil dari supervisi TKMKB ke beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang secara rutin melakukan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Supervisi pemantauan mandiri tatalaksana diabetes militus ini berupa pengambilan data peserta JKN-KIS yang terdaftar sebagai peserta Prolanis binaan FKTP tersebut.

“Kami akan menyampaikan hasil data self assessment di FKTP pada TKMKB tingkat nasional nanti, agar ke depannya pemantauan kesehatan peserta Prolani, khususnya peserta diabetes militus, bisa lebih ditingkatkan lagi. Jika upaya ini dilakukan secara optimal, diharapkan bisa menekan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis,” ujar Ayu.

Ketua TKMKB Provinsi Nusa Tenggara Barat I Komang Gerudug berharap ke depannya TKMKB Cabang Mataram bersama Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dapat melakukan evaluasi Prolanis secara berkala sehingga indikator proporsi penderita diabetes melitus terkontrol.

“Hal ini nantinya bisa dijadikan sebagai indikator keberhasilan suatu FKTP dalam mengelola peserta JKN-KIS yang bergabung dalam klub Prolanis binaan FKTP tersebut,” tegas Gerudug.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TKMKB Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wakil Ketua TKMKB Cabang Mataram, Ketua TKMKB Cabang Selong beserta seluruh anggota TKMKB, serta jajaran BPJS Kesehatan setempat.

ay/yn/Jamkesnes

 




BPJS Kesehatan Sosialisasikan Pendaftaran JKN-KIS Badan Usaha Melalui OSS

Sistem Online Single Submission atau OSS ini diharapkan memberikan kemudahan bagi Badan Usaha dalam memenuhi kewajibannya mendaftarkan perusahaan dan pekerjanya ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

lombokjournal.com —

MATARAM;    BPJS Kesehatan Cabang Mataram mensosialisasikan Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, mekanisme integrasi pendaftaran JKN-KIS Badan Usaha melalui OSS kepada Pekerja Penerima Badan Usaha, Rabu (12/12).

Sosilisasi itu merupakan upaya percepatan implementasi Online Single Submission (OSS)

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali mengatakan, adanya sistem OSS ini diharapkan memberikan kemudahan bagi Badan Usaha dalam memenuhi kewajibannya mendaftarkan perusahaan dan pekerjanya ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dijelaskannya, sistem OSS dibangun untuk percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha.

”Caranya, dengan menerapkan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik juga memberikan kemudahan pendaftaran JKN-KIS bagi badan usaha. Untuk menyukseskan sistem OSS ini, koordinasi antar instansi dan lembaga terkait harus terjalin optimal,” ujar Ali.

Ali mengharapkan dukungan dari seluruh pihak untuk tercapainya Universal Health Coverage (UHC).

Pemberi kerja dalam hal ini baik Pemerintah maupun swasta, dapat mendaftarkan seluruh pegawai dan anggota keluarganya pada Program JKN-KIS melalui kanal pendafataran OSS, Portal Bersama BPJS, maupun melalui sistem Elektronik Data Badan Usaha (e-Dabu).

“Pemerintah dan swasta pun dapat bersinergi dan berkoordinasi untuk memberikan informasi dan masukan untuk kemajuan dan kesinambungan Program JKN-KIS ini,” kata Ali.

Mewakili DPM-PTSP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nurwahidah memaparkan alur prosedur bagi badan usaha dalam menggunakan sistem OSS. Mulai dari membuat user-ID, masuk ke sistem OSS dengan user-ID yang telah didapat hingga mengisi data untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

“DPMPTSP terus memperbaiki sistem pelayanan kepada peserta, dengan adanya sistem OSS ini, badan usaha tidak ada alasan lagi untuk tidak mendaftarkan perusahaannya karena ribet atau berbelit-belit,” ujar Nurwahidah.

Sosialisasi dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Ketua APINDO Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ketua APINDO Kota Mataram, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, dan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Utara.

ay/yn/Jamkesnews