Desa Wisata Kerujuk Buka kembali

Dibukanya Desa Wisata Kerujuk ini adalah bisa memberdayakan masyarakt sekitar dengn cara bekerjasama dalm bidang Kuliner dan kerajinan yang dibuat langsung oleh warga masyarakat di Desa Kerujuk

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com  — Setelah hampir beberapa  bulan tidak beroperasi semenjak gempa Lombok lalu,Desa Wisata Kerujuk akhirnya dibuka kembali .

Hal ini dismpaikan oleh Bupati Lombok Utara Saat ditemui usai Relaunching Kerujuk Ecotourism pada Rabu (26/12).

“Kenapa dikatakan relounching y karena dulu desa wisata Kerujuk ini pernah kita lounching dan alhamdululilah sudah sutlle ya wisata kerujuk ini sudah jalan ,tapi karen kemudian.ada bencana kemudian sempat mengalami surut”Ujar Najmul.

Najmul berharap supaya proses recovery ekonomi  di Lombok Utara semenjak musibah grmpa bebrapa Waktu Lalu sudah bisa dibenahi setidaknya itu sudah bisa melalui sektor pariwisata.

“Makanya relounching wisata Eco krujuk ini adalah sebagai salah satu momentum untuk membngkitkan kembali  perekonomian masyarakat  Lombok utara melalui sektor pariwisata,” terangnya.

Najmul berharap pada 2019 nanti semua sudah bisa berjalan kembali seperti kemarin (Sebelum musibah gempa, Red),

Najmul mrnambahkan walaupun ini kita lakukan di desa wisata kerujuk, tapi pada hakekatnya kita Relounching untuk Ecowisata berbagai tempat di lombok Utara ini.

“Karena Lombok utara ini sangat kental sekali dengan desa wisata sehingga saya sampaikan tadi kalau mentri Pariwisata  menyampaikn satu prodak unggulan desa walaupun tidak banyak tetapi kita kembangkan secara masif,saya melihat bahwa mengembngkan Ecowisata atau desa wisata di lombok utara adalah merupakan salah satu hal yng peluangnya sangat luar biasa karen hmpir seluruh desa kita di lombok utra ini itu berpotensi menjadi desa wisata.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Pokdarwis Lombok Utara Lukmanul Hakimm,  yang menyatakan  dalam Relounching desa wisata Kerujuk ini adalah sebagai wujud membangun kembali semngat dan visi Masyarakat sebagai pengelola di didesa wisata kerujuk untuk membangkitkan semangat pasca terjadinya bencana ,dan juga sebagai usaha untuk NTB bangkit ,

Harapan kami dengan dibukanya desa wisata kerujuk ini adalah bisa menmerdayakan masayrakt sekitar dengn cara bekerjasama dalm bidang Kuliner dan kerajinan yang dibuat langsung oleh warga masyarakat di desa kerujuk.

“Nanti makanan dan kerajinan yang dibuat oleh masyarakat sekitari itu dijual di Ecowisata desa kerujuk,yang secara tidak langsung akan memberikan semangat ,serta secara yidk langsung akan berdmpak kepada Ekonomi maayarakat sekitar,” pungkas Lukman.

AYA




Catatan Politik Akhir Tahun 2018 versi Mi6; Diprediksi Banyak Caleg Incumben Tumbang dijauhi Konstituen

Incumben jika tidak merubah pendekatan politiknya dan tetap konvensional akan dijauhi konstituennya, apalagi yang jarang turun dan merawat loyalisnya

lombokjournal.com —

Mataram   ;  Catatan Politik akhir tahun 2018 , Mi6 menilai kemenangan Zul Rohmi dalam pentas Pilgub NTB, menjadi Trigger dan Spirit di kalangan Caleg Pemula maupun muda untuk meraih sukses memenangi Pemilihan Legislatif , April 2019.

Zul Rohmi telah menjadi icon perubahan bagi Caleg Muda. Inspirasi inilah yang kemudian mendorong banyak Caleg Muda untuk meniru cara blusukan Zul Rohmi day by day menyapa warga.

Selain itu Mi6 memprediksi banyak caleg petahana akan tumbang dan dijauhi konstituen karena dianggap tidak memiliki visi dan semangat perubahan seiring dengan perubahan zaman. Dengan bertambahnya pemilih pemula Milineal , caleg muda yang bisa meraih simpati pemula akan mudah melenggang ke parlemen .

Demikian Catatan Politik Akhir Tahun 2018 versi Mi6 yang disampaikan ke media , Rabu ( 26/12) .

Mi6 menilai Pilleg 2019 merupakan era kebangkitan partisipasi politik pemilih Milenial dan kelas menengah yang sadar politik. Hal ini ditandai dengan intensnya keterlibatan orang orang muda dalam mengorganisir moment moment politik di wilayah nya.

“Politik tidak dipandang sebagai hal yang menakutkan tapi sudah menjadi bagian gaya hidup oleh kaum Milenial,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH sembari mengatakan kemenangan Zul Rohmi salah satu disokong oleh kepiawaian dalam mengintertain pemilih Milenial .

Selain itu Mi6 melihat caleg pemula/ muda diberbagai tempat di NTB sudah berani melawan arus mainstream yakni menjelajah wilayah yang diklaim basis incumben. Agresifitas Caleg Muda dalam melakukan penetrasi basis pemilih sedemikian masiv dan teratur dengan target tidak besar per TPS.

“kebanyakkan caleg muda minus logistik , menjauhi politik grosiran yg sulit diverifikasi dukungan riilnya , tetapi lebih mengedepankan manuver politik day by day dengan pendekatan TPS yang lebih presisi basis dukungan pemilihnya ,” ungkap Didu , panggilan akrab Direktur M16 .

Mi6 menambahkan Menyadari kelemahan dari sisi logistik , Caleg Muda mengambil pilihan taktik meniru gaya blusukan Zul Rohmi yang dimodifikasi menyesuaikan dengan sikon politik setempat.

“Semangat api perubahan yang diusung caleg muda lintas parpol rata-rata ter ilhami oleh sukses story  Zul Rohmi bahwa tak ada yang tidak mungkin dalam politik ,” lanjut Didu

Sementara itu aneka terobosan politik dalam meraih persepsi votter oleh caleg muda merupakan early warning bagi caleg incumben agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi. Caleg Incumben jika tidak merubah pendekatan politiknya dan tetap konvensional akan dijauhi konstituennya, apalagi yang jarang turun dan merawat loyalisnya.

“Pendek kata Pilleg 2019 mendatang akan banyak politisi  pemula/muda yang akan duduk di parlemen NTB  karena mampu menyakinkan rakyat dengan ide dan gagasan  perubahan yang Milenial,” pungkasnya .

Me




Redam Pertikaian, Dr. Zul Sambangi Masyarakat di Lunyuk

Dr. Zul berpeaan agar menggunakan media sosial dengan cara bertanggungjawab dan jangan  membagikan berita tanpa klarifikasi

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah, mendatangi warga yang sempat bertikai karena kesalahfahaman beberapa hari lalu di Lunyuk, Sumbawa, Selasa (25/12).

Di lapangan, Dr. Zul langsung berkumpul bersama tokoh agama, masyarakat serta pemuda setempat untuk meredam kesalahfahaman tersebut.

“Di Lunyuk, suasana aman tenang dan damai. Berbeda sekali dengan diskusi di medsos yang kadang jauh sekali dari realitasnya di lapangan,” katanya, melalui akun facebooknya, Bang Zul Zulkieflimansyah.

Dikatakannya memang betul ada segelintir yang melempar pura itu karena salah paham dan dapat informasi yang  salah juga.

“Pura nya tetap aman dan nggak apa-apa. Kalau ada rusak genteng dan pagar sedikit segera akan kami perbaiki,” ujar Dr. Zul.

Kesalafahaman in, lanjut Dr. Zul, sudah diselesaikan secara hukum. Ia mengapresiasi aparat keamanan yang bertindak cepat.

“Terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bertindak sangat cepat. Begitu juga teman-teman TNI dan tokoh-tokoh masyarakat di sini,” ucapnya.

“Jadi mohon diskusi dan postingan yang membuat hangat segera kita hentikan karena masyarakat di sini aman tenang dan bersahabat,” ingatnya.

Dr. Zul berpeaan agar menggunakan media sosial dengan cara bertanggungjawab dan jangan  membagikan berita tanpa klarifikasi.

“Mari saling menjaga dan saling mencintai dengan tulus sebagai sesama keluarga dalam rumah indah bernama Indonesia ini,” ajaknya.

Razak




Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Lotim Sosialisasikan Pentingnya Keselamatan Berlalu Lintas

Masih banyaknya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya setiap hari. Sebagian besar disebabkan faktor kelailaian pengendara

LOTIM.lombokjournal.com —  Berbagai cara mensosialisasikan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Satu di antaranya menggunakan media radio dilakukan oleh Sat Lantas Polres Lombok Timur.

Melalui Unit Dikyasa Sat Lantas Polres Lombok Timur, sosialisasi ini dilaksanakan di radio Hamzanwadi 107 FM yang berada di Kelurahan Pancor, Selong, Selasa (25/12) sekira pukul 11.00 Wita.

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Kepala Unit (Kanit) Dikyasa Polres Lombok Timur, IPDA Satya Dharma dan Kanit Laka IPDA MD Ayudina Prakasa, S.Tr.K.

Warga diingatkan pentingnya menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Dengan cara mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalan, menggunakan alat keselamatan berkendara serta melengkapi surat-surat dalam berkendara.

“Gunakan selalu helm bagi pengendara roda dua dan pakailah selalu sabuk keselamatan bagi pengendara kendaraan roda empat atau lebih,” ucap Kanit Dikyasa, IPDA Satya Dharma, kepada seluruh pendengar radio.

Satya mengungkapkan, bahwa kegiatan sosialisasi semacam ini akan tetap dilaksanakan secara rutin dan berkala agar para pengendara tetap menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.

Hal itu dikarenakan masih banyaknya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya setiap hari. Sebagian besar disebabkan faktor kelailaian pengendara.

Diantaranya tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta tidak memperhatikan unsur keselamatan dalam berkendara.

“Jadilah pelopor dalam berlalu lintas dan jadikanlah keselamatan sebagai kebutuhan,” ingatnya.

Dalam kesempatan itu juga, disampaikan, Kepolisian Resort Lombok Timur saat ini sedang menggelar Ops Kepolisian Lilin Gatarin 2018 dalam rangka mewujudkan situasi aman dan kondusif serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 23 Desember 2018  sampai 1 Januari 2019.

Razak




Pantauan Wagub, Ibadah Natal Berjalan Lancar dan Aman

  Meski cuaca dalam keadaan mendung dan sesekali gerimis, tidak menghalangi Wagub untuk berkeliling kota guna memantau dan memastikan ibadah tersebut berjalan lancar dan aman

MATARAM.lombokjournal.com —Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi DJalilah melakukan pantauan langsung ibadah natal di sejumlah Gereja, di sekitar Kota Mataram.

Secara umum, berdasarkan hasil pantauan Wagub yang dimulai pukul 19.00 Wita itu, pelaksanaan Ibadah Natal oleh umat Kristiani tersebut berjalan lancar dan aman.

Meski cuaca dalam keadaan mendung dan sesekali gerimis, tidak menghalangi Wagub untuk berkeliling kota guna memantau dan memastikan ibadah tersebut berjalan lancar dan aman.

Ditemani sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi NTB, Wagub mengawali pantauannya di Gereja Katolik St. Maria Immaculata, di jalan Pejanggik. Tiba di Gereja itu, Wagub dan anggota FKPD disambut pastor dan sejumlah jemaat.

Wagub menyampaikan sambutan sekaligus harapan di Gereja itu agar pelaksanaan ibadah tersebut berjalan  baik, lancar aman dan tertib.

Kemudian, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu bertolak menuju Jalan Bunga Karno, tepatnya di GPIB Immanuel Bung Karno Mataram. Pelaksanaan ibadah natal di gereja itu juga berlangsung lancar, tanpa ada hambatan.

Usai memantau di gereja tersebut, Wagub dan Anggota  FKPD kemudian melanjutkan  pantauannya  di Gereja Santo Antonius Padua Ampenan, di Jalan Majapahit No.10, Ampenan, Kota Mataram.

Terakhir, Wagub menyempatkan diri menyapa aparat keamanan di posko lilin polisi, di perempatan Karang Jangkok. Di pos tersebut, Wagub berbincang dengan para anggota kepolisian yang menjaga jalannya ibadah natal itu.

Hari pantauan tersebut, terlihat sejumlah aparat keamanan tersebar berada di sekitar gereja. Aparat kepolisian ditempatkan di gereja-gereja yang ada di mataram untuk memastikan tidak ada gangguan dalam pelaksanaan ibadah natal tersebut.

Anggota FKPD yang ikut memantau bersama Wagub di antaranya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Anggota KOREM 162 WB, Anggota Polisi Daerah NTB dan sejumlah tokoh agama.

aya

 

 




Bawaslu Lotim Kaji Pelanggaran Kunjungan Surya Paloh di Pancor

Kunjungannya tersebut untuk memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor

LOTIM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sedang mengkaji adanya pelanggaran atas kunjungan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Pancor, Selong, beberapa hari lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Lotim, Retno Sirnopati, saat dihubungi lombokjournal.com, Selasa (18/12) pagi.

“Saat ini sedang kaji potensi pelanggaran kunjungan Ketum Nasdem ke Pancor kemarin (15/12),” ujarnya.

Retno menyebutkan, bahwa memang ada ditemukan potensi pelanggaran di lapangan yang tidak sesuai aturan.

Misanya penggunaan atribut partai yang melanggar peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Salah satunya seperti bendera yang dipasang tidak sesuai pada tempatnya.

“Di lapangan kemarin ada potensi misalnya memasang bendera depan sekolah tapi langsung kita koordinasi dengan pengurus partai untuk dicabut dan dipindahkan,” tuturnya.

“Oleh panitia langsung dilaksanakan perintah bawaslu sebelum acara dimulai,” tambah Retno.

Itu artinya, tugas pencegahan sudah dilakukan dan dilaksanakan oleh Bawaslu Lotim.

“Tugas bawaslu pencegahan, pengawasan dan penindakan,” beber Retno singkat.

Selanjutnya ditanya apa saja bentuk pelanggarannya? Retno mengatakan, sampai saat ini Bawaslu masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lapangan.

“Belum menyimpulkan ada pelanggaran karena sedang kita kumpulkan hasil pengawasan dari lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor di Selong, Lotim, Sabtu (15/12) lalu.

Kunjungannya tersebut untuk memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor.

RAZAK




Selain Perkuat Ketahanan Pangan, Pertanian Juga Bisa Mendukung Pariwisata.

Jika semua Desa bisa mengembangkan sektor unggulan pertanian mereka masing-masing, maka bukan saja akan memberi nilai tambah bagi komoditas yang mereka diproduksi, tapi juga akan mendorong minat wisatawan untuk datang.

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Sektor pertanian akan menjadi sektor strategis pembangunan NTB ke depan.

Sektor ini juga bisa masuk ke lintas sektor lainnya bila dikembangkan dengan serius dan sungguh-sungguh.

Sebut saja di sektor pariwisata. Komoditi hortikultura, sayuran dan buah-buahan pasti akan terserap di industri perhotelan dan juga restauran.

Sementara di tingkat hulu, Desa-Desa penghasil komoditi pertanian, bisa juga disulap menjadi desa agro wisata.

Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menegaskan, konsep desa wisata yang saat ini tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) harus mulai diimplementasikan dengan mempertimbangkan sektor pertanian, selain panorama alam dan seni budaya.

“Di kawasan Narmada, ada Desa Buwun Sejati yang ternyata telah menjadi Desa Wisata karena sektor pertanian. Ada agro wisata di sana, dan ada juga budidaya madu. Ini bisa menjadi contoh baik untuk yang lain”, katanya, Sabtu  ( 22/12)

Di Desa Buwun Sejati itu, perkebunan Manggis, Rambutan, Durian dan lain-lain menjadi objek agro wisata selain keindahan alam yang ditawarkan.

Menurut HBK, jika semua Desa bisa mengembangkan sektor unggulan pertanian mereka masing-masing, maka bukan saja akan memberi nilai tambah bagi komoditas yang mereka diproduksi, tapi juga akan mendorong minat wisatawan untuk datang.

“Selain itu, dengan bentuk-bentuk budidaya di tiap desa itu secara tidak langsung memperluas juga lahan tanam pertanian. Jadi pertanian secara luas ini memang sektor yang harusnya jadi pilihan kita”, kata HBK.

Dalam jangka panjang, papar Caleg DPR RI Nomor Urut 1 Partai Gerindra Dapil NTB II/Lombok ini, perluasan lahan tanam dengan pola agro wisata dan semacamnya, juga akan membawa manfaat bagi ketahanan pangan di daerah.

Pada akhirnya, ketahanan pangan itu juga akan memperkuat sistem ketahanan pangan secara nasional.

Tantangan Pangan Ke Depan

HBK mengaku miris dengan kondisi saat ini, di mana Indonesia sebagai negara agraris nan subur, justru masih melakukan impor komoditas pertanian.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada November 2018 sebesar USD. 16,88 miliar.

Beberapa impor komoditas yang meningkat pada November ini adalah besi, baja dan sayuran.

Data BPS menyebutkan bahwa impor sayuran Indonesia justru mengalami peningkatan yaitu menjadi sebesar USD. 57 juta, dibandingkan sebelumnya yang sebesar USD 40 juta.

“Ini kan menjadi ironis. Hanya untuk kebutuhan sayuran saja, kita masih harus impor, dan jumlah impornyapun terus meningkat’, tukas HBK.

Mengungkap data, HBK menyebutkan, data BPS mencatat impor sayuran pada November tercatat sebesar 116.536 ton.

Impor terbesar berasal dari China, yaitu sebesar 94.054 ton, disusul oleh Myanmar 1.273 ton, Etiopia 3.144 ton, Australia 1.470 ton dan Selandia Baru sebesar 44 ton.

“Data menyebutkan, secara komulatif Januari-November 2018, impor sayur kita mencapai 732.715 ton dengan nilai impor mencapai USD. 602 juta. Ini berarti negara kita yang agraris ini sedang mengalami sakit atau tidak beres”, kata HBK.

HBK mengajak segenap anak bangsa untuk memikirkan hal ini. Meski nampak sepele, tapi masalah ini akan menjadi hal yang sangat serius.

“Sebab, semangat bertani kita sudah mulai turun. Masih banyak generasi muda kita yang masih merasa gengsi untuk turun ke ladang. Kalau mental seperti ini tidak diubah, bisa jadi ke depan, kita benar-benar makan sayuran karena ada impor”, katanya.

Me




Gubernur NTB Pimpin Aksi Bersih Sungai Jangkok

Gubernur berharap agar kebersihan sungai ini harus terus dijaga. Sehingga, keberadaan sungai tidak lagi menjadi ancaman. Namun menjadi tempat atau destinasi indah yang akan selalu dikunjungi oleh siapapun

MATARAM.lombokjounal.com — Aksi bersih sungai Jangkok berlangsung seru, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Walikota Mataram, Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H.. Mohan Roliskana dan Danrem 162 WB berada dalam satu boat.

Tidak ketinggalan, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah terlihat antusias mengikuti kegiatan semi Arum Jeram tersebut.

Mengambil titik star di Jembatan Udayana, aksi bersih sungai ini digelar dalam rangka perayaan puncak HUT ke 60 Provinsi NTB, yang jatuh pada hari ini, Senin (17/12).

Gubernur, Walikota Mataram, Wakil Walikota Mataram dan Danrem, diikuti sejumlah kepala OPD, langsung menyusuri Sungai Jangkok. Dengan mengenakan Baju Pelampung, memastikan langsung keadaan sungai yang menjadi kebanggaan warga ibu Kota NTB itu.

Sambil mendayung, Gubernur sesekali menyapa warga yang sedang membersihkan sampah di sekitar bantaran Sungai. Gubernur juga terlihat berdiskusi dengan Walikota, Wakil Walikota Mataram dan Danrem mengenai keadaan sungai tersebut.

Sepanjang sungai tersebut, masih terlihat sejumlah area yang menjadi perhatian Gubernur. Yaitu di sekitar wilayah sungai sebelum memasuki Kelurahan Banjar. Masih terlihat Gundukan tanah yang menghalangi aliran sungai. Selain itu, masih terlihat tanaman pohon yang dapat menghalangi aliran sungai dan menyebabkan terjadinya penumpukan sampah.

Walaupun demikian, masyarakat terlihat antusias membersihkan sampah-sampah itu dan membakarnya. Juga, disediakan mobil untuk mengangkut sampah itu.

Di pinggir sungai, terdengar suara masyarakat yang memanggil dan mengapa Gubernur, Walikota Mataram, Wakil Walikota dan Danrem. Gubernur pun menjawab sapaan masyarakat itu dengan melambaikan tangan.

Setelah menempuh perjalan sekitar satu jam, Gubernur dan rombongan tiba di Jembatan Kelurahan Banjar dan berlabuh menuju Pantai Ampenan.

Sebelum turun ke sungai, Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul itu menegaskan kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Namun, menjadi tanggung jawab semua, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

“Bersih sungai ini merupakan aspirasi masyarakat di sekitar sungai ini,” kata Gubernur.

Gubernur berharap agar kebersihan sungai ini harus terus dijaga. Sehingga, keberadaan sungai tidak lagi menjadi ancaman. Namun menjadi tempat atau destinasi indah yang akan selalu dikunjungi oleh siapapun.

“Jadikan Kota terindah dan menjadi tujuan orang berkunjung,” ungkap Gubernur.

Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh mengungkapkan bahwa di Kota Mataram ini terdapat lima sungai besar. Salah satunya adalah sungai Jangkok. Menurut pengalamannya waktu kecil, sungai Jangkok ini menjadi tempat untuk mandi bersama sahabat-sahabatnya.

Untuk itu kayanya, agar tetap lestari Walikota mengajak masyarakat untuk menjaga sungai. Terutama tidak membuang sampah di di bantaran sungai.

AYA




Kepala Desa Dan Aparatnya, Diminta Aktif Sampaikan Info JKN-KIS

Kepala desa dan perangkat desa dapat mendaftarkan seluruh Pegawai/Perangkat beserta anggota keluarga menjadi peserta Program JKN-KIS

lombokjournal.com –-

MATARAM;   BPJS Kesehatan Cabang Mataram mensosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 kepada Kepala dan Perangkat Desa di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Penggunaan Desa (DPMPD) Kabupaten Lombok Utara, Kamis (13/12).

Sosialisasi dimaksudkan mengoptimalkan rekrutmen peserta Program Jaminan Kesehatan Nasonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas DPMPD Kabupaten Lombok Utara, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan (PPK) BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Bidang PPK BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Lalu Suryatna menuturkan, sosialisasi juga dimaksudkan menyamakan pemahaman seluruh aparat desa sebagai perwakilan dari masyarakat tentang regulasi yang baru.

Diharapkan, Kepala dan Perangkat Desa dapat meneruskannya kepada masyarakat.

“Aparat desa merupakan tokoh yang berperan penting untuk masyarakat. Oleh karena itu kami mengharapkan peran aktif Bapak/Ibu sekalian agar dapat menyampaikan amanah Presiden yang tertuang dalam Perpres tersebut,” ujar Lalu.

Kepala Dinas DPMPD Lombok Utara Suhardi mengatakan, aparat desa wajib ikut mensosialisasikan kebijakan Program JKN-KIS di berbagai kegiatan daerah, seperti pesta rakyat, kerja bakti, dan sebagainya.

“Mari kita bantu BPJS Kesehatan agar kepesertaan JKN-KIS bisa meningkat dengan mengimbau masyarakat atau perusahaan di wilayah Bapak/Ibu untuk mendaftar diri dan sadar pentingnya JKN-KIS ini untuk kesehatan keluarga,” ajak Suhardi.

Kepala desa dan perangkat desa dapat mendaftarkan seluruh Pegawai/Perangkat beserta anggota keluarga menjadi peserta Program JKN-KIS.

Batas paling rendah gaji atau upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran Iuran adalah UMK/UMP. Iuran ini 3 persen dibayar oleh Pemberi Kerja, dan 2 persen dibayar oleh peserta.

Iuran bagi peserta PPU untuk kepala desa dan perangkat desa dipungut dan dibayarkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota sebagai pemberi kerja langsung kepada BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

ay/yn/Jamkesnews

 




Najmul Ahyar, Komitmen Membangun Lombok Utara Dari Desa

Komitmen membangun dari desa itu, menjadikan KLU sebagai kabupaten yang progresnya cukup mengesankan dalam penurunan angka kemiskianan

MATARAM.lombokjournal.com  — Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengatakan, membangun dari desa merupakan komitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat desa.

Program pembangunan di sektor kesehatan, ekonomi atau pendidikan misalnya, yang jadi pertimbangan utama adalah manfaat yang diperoleh mmasyarakat di pedesaan.

Bupati Najmul mengatakan itu, saat silaturrahmi bersama pimpinan media dan organisasi pers di Mataram, Sabtu (15/12) sore.

“Kepentingan masyarakat desa selalu mendapat good response, ” kata Najmul Akhyar yang didampingI Sekda KLU, H. Suardi dan Kabag HUMAS, Deddi Mujaddid Muhas.

Di sektor kesehatan, saat ini telah disiagakan satu ambulance untuk tiap desa sambil terus diupayakan terpenuhinya program satu dokter untuk tiap desa.

Sedang di sektor ekonomi, Pemda Kabupaten Lombok Utara  (KLU) melakukan upaya-upaya proteksi guna membuka  kesempatan berkembangnya  perekonomian masyarakat.

“Sampai tahun 2018, tetap menolak atau tidak memberi ijin masuknya retail modern di Lombok Utara, ” kata Najmul.

Sebagai gantinya, tutur Najmul, pemerintah KLU mengembangkan BUMDES Mart yang membuka pasar bagi produk-produk lokal, agar lebih mendapat kesempatan berkembang di pasar lokal.

Upaya ini telah menunjukkan hasil, salah satunya dukungan dari pemerintah berupa ‘Hibah Membangun’, misalnnya berupa dukungan permodalan maupun support system.

Komitmen membangun dari desa itu, antara lain mejadikan KLU sebagai kabupaten yang progresnya cukup mengesankan dalam penurunan angka kemiskianan.  Selain itu, KLU mendapat predikat sebagai perencana pembangunan terbaik, serta pengelola keuangan terbaik.

Kegiatan silaturrahmi antara pemda dan pemimpin redaksi itu mendapat apresiasi dari kalangan media.  Mengingat hanya Pemerintah Kabupaten KLU yang sudah berinisiatif membuka forum silaturahmi.

“Kegiatan ini mesti ada periodisasi, dan dari silaturahmi ini diharapkan menghasilkan komunikasi yang lancar (antara media dan pemda) ,” kata PLT Ketua PWI NTB, Nasrudin Zain saat mulai acara silaturahmi.

Ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Kota Mataram, Fitri Rahmawati mengatakan, kegiatan silaturahmi semacam ini penting untuk menjalin komunikasi bersama dalam membangun NTB.

“Berita juga harus mencari solusi, bukan hanya mengungkapkan masalah,” kata Fitri mengingatkan pentingya jurnalisme damai (peace journalism).

KS