TGB Sebut Santri dan Santriwati Sebagai Pemimpin Masa Depan

Terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Para santri dan santriwati merupakan generasi muda yang akan memimpin bangsa dan Negara Indonesia  di masa depan.

TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan, dalam acara Pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 Hijriyah dan Pengijazahan Doa Ujian Santri/Santriwati NW di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor, Selong, Selasa (20/11) siang

Mantan Gubernur NTB dua periode itu  di depan ribuan santri dan warga ponpes NW, TGB menegaskan, kondisi dan keadaan negara Indonesia ke depan akan ditentukan oleg santri dan santriwati sebagai generasi muda.

“Keadaan-keadaan negara kita dimasa akan datang, kalian (para santri) yang akan menentukan wajah dan bentuknya,” ujarnya.

Bahkan maju atau mundurnya negara Indonesia, semuanya tergantung dari generasi muda saat ini.

“Apakah Indonesia betul akan semakin maju dan hebat ataukah sebaliknya menjadi negara yang jauh kebelakang dari bangsa-bangsa lain,” ingat TGB.

Dikatakannya, terwujudnya agama Islam sebagai rahmat seluruh alam pun tergantung para santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam.

“Apakah Islam akan nyata menjadi rahmatan lil alamin atau justru cahaya Islam itu sulit di rasakan oleh manusia, anak-anakku (para santri) saat ini, kalianlah yang akan menentukan,” terangnya.

Menurut TGB, dengan adanya generasi muda yang hebat, mempunyai cita-cita yang tinggi dan pemahaman agama yang kuat, maka negara Indonesia akan lebih maju.

“Insya Allah bangsa kita akan jauh lebih baik dimasa-masa yang akan datang,” cetusnya.

Cucu pendiri organisasi NW ini berharap, seluruh santri dan santriwati yang ada di ponpes NW agar menjadi orang-orang yang beruntung.

“Sudah ada harapan dari guru-guru kalian, termasuk saya hanya satu yaitu mudah-mudahan kalian semua sukses dan berhasil,”  sebutnya.

Razak




Sukiman Tutup TC STQ, Dan Lepas Kafilah STQ Tingkat Provinsi NTB

Qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan diberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy, MM., menutup Training Centre (TC) Seleksi Tilawah Quran (STQ), dan sekaligus melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Lombok Timur yang mengikuti STQ ke XXV tingkat Provinsi NTB, di Selong, Senin (19/11) siang.

Sukiman menyampaikan agar  seluruh peserta dan pihak terkait lainnya untuk merenungi upaya dalam TC ini. Maksudnya, TC tidak dilakukan secara parsial, mendadak, bergelombang ataupun secara temporer, tapi TC STQ akan semakin baik jika dilaksanakan sepanjang hari.

“Lombok Timur harus memiliki pondok pesantren khusus di bidang tersebut, untuk mendidik anak-anak dengan potensi besar dalam berbagai mata yang dilombakan pada MTQ,” ucapnya.

Potensi bibit-bibit qori`,qoriah, hafiz, hafizah bukan hanya di tempat tertentu saja, tetapi  tersebar di 21 kecamatan yang ada di Lotim.

“Dengan adanya pondok pesantren khusus seperti itu tidak perlu ada lagi TC dalam waktu yang relatif singkat seperti sekarang ini,” terangnya.

Sukiman berjanji kepada qori/ qori’ah, hafiz/ hafizah dan Mufassir/ mufassirah yang berprestasi akan memberikan penghargaan,  tidak saja bagi kafilah tetapi juga bagi pelatihnya.

“Jangan berpikir menjadi juara tetapi berpikirlah bagaimana cara membaca Al-qur’an dengan sebaik-baiknya dan menyiapkan diri sebaik mungkin,” harap Sukiman di akhir sambutannya.

Tahun 2019 mendatang, Sukiman memerintahkan masing-masing Kepala Desa untuk mencari imam masjid yang hapal AL-Quran.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memasyarakatkan dan mengamalkan Alqur’an di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Siti Aminah,  S.Sos., menyampaikan,  Qori/ Qori’ah, Hafiz/Hafizah, dan Mufasir/ Mufasirrah Kabupaten  Lombok Timur akan mengikuti STQ ke 25 tingkat Provinsi NTB yang akan dilaksanakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 November 2018.

Razak




Hj Niken Buka Bimtek Kader PKK

Bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widiawati, SE., M.Sc, membuka kegiatan Bimbingan Teknis bagi Kader PKK, Pendamping PAUD di Pendopo Gubernur, Senin (19/11).

Dalam sambutannya Hj Niken mengatakan, karena anak akan tumbuh menjadi penerus bangsa, periode emas tumbuh kembang anak harus benar-benar diperhatikan.

Maksudnya, pendidikan anak usia dini (PAUD), menjadi sarana yang tepat memaksimalkan proses tersebut.

Hj. Niken menekankan, usia di bawah 6 tahun, merupakan saat tepat menanamkan nilai dan pendidikan, termasuk karakter dan mental anak, yang akan dibawanya hingga usia dewasa. Delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia tersebut.

Dijelaskan, kegiatan bimtek diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK, dalam mendampingi pengembangan PAUD di seluruh kabupaten/kota.

“Dalam upaya menuju Paud Integral Holistik, peran PKK sebagai organisasi yang memiliki kader hingga ke tingkat desa menjadi demikian penting,” jelas Hj. Niken.

Melalui bimtek ini, diharapkan ibu-ibu bisa menambah ilmu, tentang cara menjadi kader pendamping PAUD yang baik dan benar.

“Menjadi pendamping, bersama guru dan orang tua anak di paud, ibu-ibu bisa mengambil peran sebagai “coach”, termasuk dapat memberi masukan, kritik dan saran yang berguna bagi kemajuan PAUD di masa mendatang,” kata Hj. Niken.

AYA/Hms




HBK Temui Pakar Peternakan, Diskusi Pengembangan Pertanian Terintegrasi  Di NTB

HBK ingin mendorong sistem pertanian terintergrasi, seluruh potensi pertanian dan peternakan dipadukan menjadi kekuatan baru yang diperkuat dengan manajemen niaga yang baik

Lombokjournal.com —

MATARAM ; Potensi peternakan sebagai subsektor Pertanian di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sangat menjanjikan bila ditangani serius.

Pengembangan peternakan di Provinsi ini, bahkan tak memerlukan banyak slogan. Yang penting adalah perencanaan dan aksi tindaklanjut yang nyata di lapangan.

“Yang kita perlukan (untuk mengembangkan Peternakan) ternyata hanya keseriusan, dukungan pemerintah dan masyarakat. Setelah itu, cukup dengan perencanaan program dan langsung aksi nyata,” kata H Bambang Kristiono (HBK), Kamis (15/11) lalu.

Hal itu dikatakannya usai berdiskusi soal peternakan bersama Guru Besar Ilmu Peternakan Universitas Mataram, Prof Dr Ir Muhammad Ikhsan MS.

Selain mempererat tali silahturahmi, sowan dan diskusi dengan Prof Muhammad Ikhsan dilakukan HBK sebagai bentuk keseriusannya dalam mendorong pembangunan sektor pertanian secara luas di NTB.

Dalam diskusi santai hampir dua jam itu, HBK menawarkan gagasan dan ide-idenya untuk pembangunan peternakan di NTB.

Sebagai ahli Peternakan, Prof Muhammad Ikhsan banyak memberi pandangan dan masukan yang memperkaya ide dan gagasan HBK.

Menurut Prof Muhammad Ikhsan, selain pertanian pangan, potensi peternakan di NTB, Lombok dan Sumbawa sudah dari dulu ada ibarat berkah dari Allah SWT.

Lombok juga memegang posisi strategis dalam industri peternakan zaman dulu, yang ditandai dengan adanya pelabuhan niaga Ampenan (Kini menjadi pusat wisata Kota Tua Ampenan).

Dulu, pelabuhan Ampenan seperti menjadi saksi bagaimana ternak Sapi di eksport ke luar negeri dengan kapal-kapal niaga asing.

“Artinya potensi (peternakan) ini memang sudah ada dari dulu. Nah ini yang harus kembali digali, kenapa dulu sukses dan sekarang tidak bisa?” tegas Prof Muhammad Ikhsan.

Dalam satu dekade terakhir Provinsi NTB memang menetapkan jargon Bumi Sejuta Sapi (BSS) untuk membangun semangat kolektif di sektor peternakan.

Prakteknya, program ini terkesan tinggal jargon. Sebab, faktanya di lapangan BSS belum mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan peternak.

Menurut Prof Muhammad Ikhsan, untuk peningkatan populasi ternak rumaninsia atau ternak besar seperti Sapi Kerbau dan Kuda, di NTB bisa tetap berjalan, namun secara alami jika tidak diintervensi dengan program inovasi.

Program BSS yang menekankan peningkatan populasi Sapi, papar dia, tidak berjalan karena faktor kebutuhan pakan ternak yang tidak mendukung.

Ia mencontohkan, di peternakan maju Australia, lahan 1000 hektare atau tanaman pakan ternak lainnya hanya mampu memenuhi kebutuhan tahunan untk tidak lebih dari 250 ekor Sapi terkait pengaturan rantai makanan dilahan tersebut .

Kebutuhan pakan ideal untuk seekor Sapi dewasa setidaknya membutuhkan 35kg rumput atau pakan ternak pengganti.

“Artinya, kalau memang terwujud di NTB sejuta ekor Sapi, maka bisa habis semua rumput di NTB ini. Nah ini yang belum dipikirkan,” kata dia.

Prof Muhammad Ikhsan menekankan,  kebutuhan pakan ini harus dipikirkan salah satu solusinya adalah dengan pertanian terintegrasi.

Selain penyimbangan populasi dan lahan penyediaan pakan ternak, hal yang harus didorong dan dibenahi adalah sistem niaga hasil produksi peternakan itu sendiri.

Ia pun mencontohkan bagaimana di era zaman dulu ternak di NTB mampu menembus pasar luar negeri.

Hal ini selaras dengan gagasan HBK yang ingin mendorong sistem pertanian terintergrasi di NTB.

Dalam konsep ini, seluruh potensi pertanian dan peternakan dipadukan menjadi kekuatan baru yang diperkuat dengan manajemen niaga yang baik.

Banyak ide dan gagasan yang akhirnya muncul dalam pertemuan HBK dengan Guru Besar Peternakan Unram tersebut.

Gagasan-gagasan ini menurut HBK, akan terus dimatangkan dan kelak akan diperjuangkan di DPR RI saat ia duduk di kursi Senayan.

Langkah HBK sowan dan berdiskusi dengan tokoh dan ahli pertanian di NTB dan Jakarta, menunjukan keseriusan Caleg DPR RI Partai Gerindra ini untuk membangun kembali kedaulatan pangan bangsa melalui sektor pertanian secara luas.

“Saya senang berdiskusi dan bertukar wawasan dengan ahlinya. Transfer pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat, selain membangun tali silahturahmi dengan tokoh di NTB ini,” kata dia.

Me *




Inovasi Layanan PLN, Beri Kemudahan Pelanggan Dengan Layanan Satu Pintu

Saat ini rasio elektrifikasi di NTB terus meningkat. Pada Desember tahun 2017, rasio elektrifikasi sebesar 83,52 persen, meningkat menjadi 90 persen hingga Oktober 2018

MATARAM.lombokjournal.com – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meluncurkan Layanan Satu Pintu untuk layanan penyambungan baru dan penambahan daya.

Inovasi layanan itu untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan setelah kelistrikan Lombok kembali terang paska gempa,

Peluncuran ini dilakukan Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral provinsi NTB, H. Muhammad Husni dan General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka, saat acara Fun Walk dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73, di Lapangan Sangkareang, Minggu (18/11).

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka mengatakan, layanan satu pintu ini dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat di Provinsi NTB untuk menikmati listrik.

“Alhamdulillah setelah Lombok kembali terang paska diguncang gempa, kami bisa kembali berinovasi. LSP ini merupakan reformasi pelayanan dalam rangka meningkatkan kemudahan masyarakat untuk mengakses listrik. Kami ingin masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan layanan PLN,” ujar Rudi.

Hadirnya LSP merupakan sinergi dan integrasi dari tiga layanan yaitu PLN, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT). LIT merupakan perusahaan jasa penyedia sertifikasi untuk menerbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan layanan listrik dari PLN.

Dengan hadirnya LSP, proses penerbitan SLO dapat dilakukan satu pintu melalui PLN.

“Ini merupakan wujud kerjasama PLN bersama pemerintah dimana tujuannya memberikan kemudahan kepada pelanggan. Semua layanan dilaksanakan satu pintu,” terangnya.

Untuk mendapatkan Layanan Satu Pintu, permohonan layanan penyambungan baru atau tambah daya dapat dilakukan melalui Contact Center PLN 123, Website PLN www.pln.co.id, ataupun Aplikasi PLN Mobile yang tersedia di Google Play dan IOS.

Setelah itu, pelanggan dapat memilih LIT sebagai lembaga untuk mengurus SLOnya.

Setelah memilih, pelanggan kemudian akan mendapatkan kode booking sebagai referensi untuk melakukan pembayaran pada Payment Point Online Bank (PPOB).

Kode booking tersebut akan diteruskan kepada LIT untuk ditindaklanjuti proses sertifikasi instalasi listrik milik pelanggan, parallel dengan penyambungan listrik ke rumah pelanggan.

Dalam sAmbutannya Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh PLN.

“Kita biasanya hanya mengeluh kalau listrik mati, tapi tidak tahu bagaimana perjuangan insan kelistrikan PLN melistriki tanah air. Saya ucapkan terima kasih kepada PLN karena telah berjuang melistriki NTB,” ucap Gubernur.

Saat ini rasio elektrifikasi di NTB terus meningkat. Pada Desember tahun 2017, rasio elektrifikasi sebesar 83,52 persen, meningkat menjadi 90 persen hingga Oktober 2018.

Angka tersebut berada di atas target pemerintah pada Rencana umum Kelistrikan Nasional (RUKN) yaitu sebesar 88,24 persen. Kehadiran LSP ini juga dapat membantu akselerasi peningkatan rasio elektrifikasi di NTB dan mewujudkan Nusa Terang Benderang

AYA (*)




Gebyar Seni di Lobar, Tahun Depan Mengundang  Kabupaten/Kota Se NTB

seni budaya merupakan salah satu metode mendidik karakter bangsa

Bupati Fauzan Khalid (kanan)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Penampilan puluhan pelajar dari 10 sekolah se-Lombok Barat (Lobar) sukses menghibur para tamu dan undangan yang memadati Gedung Budaya Narmada, Jum’at (16/11) malam.

Para siswa SD dan SMP tersebut menampilkan berbagai atraksi seperti seni tari,  pantomim, musik kreatif dan ansambel gitar pada Gebyar Seni Pelajar 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang hadir dalam kesempatan itu berharap kegiatan seni semacam ini terus digalakkan dan ditingkatkan. Baginya seni budaya lokal merupakan cerminan perwujudan kenyaataan karakter masyarakat, sehingga harus terus dijaga dan dilestarikan.

Fauzan mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dari tahun ke tahun. Dan pihakya terus berusaha meningkatkannya. Tahun 2017 acara inni dilakuka di Bencingah, dan tahun ini di Gedung Budaya Narmada.

”Dan Insya Allah, tahun depan kita bisa  mengundang kabupaten/kota di NTB untuk ikut menampilkan kebudayaan kabupaten/kotanya. Insya Allah apa yang kita lakukan ini menjadi kontribusi untuk bangsa dan negara kita,” harapnya.

Selain menampilkan kesenian dalam kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan bagi siswa, guru dan sekolah yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi dan nasional. Seorang Kepala Sekolah, 8 orang guru, 17 siswa, dan 13 sekolah menerima penghargaan karena berprestasi di bidang seni, sains, dan pembelajaran.

Fauzan mengapresiasi  kontribusi mereka, terutama para dalam pembangunan bangsa.

“Peran dari guru sangat luar biasa untuk pembangunan bangsa kita. Kalau gurunya semangat kemungkinan masa depan daerah kita akan cepat tercapi. Saya harap kepada guru dapat meningkatkan kapasitas masing-masing. Lombok Barat mungkin satu-satunya kabupaten selain Kota Mataram yang mewakili NTB untuk lomba seni dan tradisional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H.M. Suruji juga mengaku bangga dengan kegiatan ini.

Ia memberi tekanan pada seni budaya sebagai salah satu metode mendidik karakter bangsa.

“Tradisi adalah pendidikan karakter. Saya juga sudah berpesan kepada Kadis Dikbud Lombok Barat nanti video kegiatan ini bisa saya minta untuk disebarkuaskan. Karena kegiatan ini di NTB yang pertama oleh karena itu saya berharap kegiatan ini bisa menular dan bisa diikuti oleh kabupten/kota lainnya bahkan Provinsi,” ujarnya sambil meminta agar tahun depan acara ini bisa melibatkan para siswa tingkat SMA.

Ibu Cesilia yang ikut melatih anak-anak tersebut menyatakan punya kebanggaan terlibat di acara tersebut. Wanita yang bekerja sebagai staf pada bidang kebudayaan di Dinas Dikbud Lobar ini menganggap melatih seni bagi anak-anak memiliki tantangan tersendiri.

“Anak-anak sangat antusias. Memang sedikit susah mengarahkan karena anak-anak ini baru pertama mengikuti kegiatan ini. Tapi mereka sangat bersemangat dan hasil dari latihan selama dua minggu bisa kita saksikan malam ini,” ungkapnya bangga.

Harry




Istri Gubernur Siap Jadi Penjamin Penundaan Eksekusi Putusan Kasasi MA

Persoalan Nuril membuktikan lemahnya penegakan hukum terhadap perempuan

Baiq Nuril (kanan),

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam jumpa pers langkah hukum yang akan diambil kuasa hukum Baiq Nuril di Fakultas Hukum Universitas Mataram, Sabtu (17/11), Hj. Niken Zulkieflimansyah menyatakan kesiapannya menjadi penjamin Baiq Nuril untuk penundaan eksekusi putusan kasasi MA oleh Kejaksanaan Negeri Mataram..

Istri Gubernur NTB itu mengaku belum ada permintaan ke saya sebagai penjamin untuk penundaan eksekusi ataupun penangguhan penahanan bagai Biq Nuril.

“Saya siap menjadi penjamin bagi bu Nuril kalau di minta, sampai hari ini belum ada permintaan ke saya sebagai penjamin untuk penundaan eksekusi ataupun penangguhan penahanan,” ujarnya.

Hj. Niken mengatakan, persoalan Nuril membuktikan lemahnya penegakan hukum terhadap perempuan.

Kasus Nurilpun harus mendapat perhatian khusus bagi legislatif maupun pembuat undang undang, untuk lebih membuat aturan dan undang undang yang lebih melindungi perempuan pada kasus pelecehan seksual.

“Ini menjadi momentum bagi DPR atau pembuat undang undang, untuk lebih melihat kesetaraan gender dan melindungi posisi perempuan pada kasus kasus pelecehan seksual atau pencabulan,” katanya.

Kejaksaan sendiri berencana akan melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung terhadap Baiq Nuril pada Rabu depan.

Seperti di beritakan sebelumnya, Baiq Nuril di putuskan bersalah oleh MA melalui putusan kasasi. Dalam putusan tersebut selain dinyatakan bersalah melanggar UU ITE, Baiq Nuril dikenakan hukuman penjara 6 bulan, denda 500 juta subside 3 bulan kurungan penjara.

AYA




Pekan Kreasi Dan Olah Raga Difabel Di NTB, Pertama Di Indonesia

Peserta dari seluruh kabupaten Kota se-NTB sebanyak 100 peserta, diharapkan akan muncul atlet yang mewakili NTB di tingkat nasional di masa mendatang

Hj Sitti Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – Pekan Kreasi dan Olah Raga Difabel Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2018, dibuka di Gelanggang Olah Raga Mataram, Jum’at (16/11).

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah pertama di Indonesia yang mempelopori pekan kreasi dan olah raga untuk para disabilitas, yang memadukan antara kreativitas dan olah raga untuk membangun kepekaan dan rasa cinta kepada olah raga pada kalangan difabel.

“Saya bangga tadi dikatakan oleh Bapak Raharjo, Kepala Bidang Hubungan Internasional Poralympic Committe, bahwa NTB merupakan daerah satu-satunya di Indonesia yang menyelenggarakan pekan kreasi dan olah raga difabel,” ungkap Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membukapekan olahraga untuk difabel itu.

Di hadapan para peserta yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-NTB, Wagub mengatakan, keterbatasan bukanlah halangan untuk tetap semangat dan berprestasi.

Wagub mengajak seluruh peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut, tetap semangat meraih prestasi, serta jangan menyerah tetap semangat untuk berprestasi.

“Semangat untuk anak-anakku yang akan bertanding, mudah-mudahan anak-anakku meraih prestasi, saya cinta kalian semua,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, M.M, berterima kasih dukunngan pemerintah program terbaru di NTB, yang memadukan antara kreativitas dan olah raga untuk membangun kepekaan dan rasa cinta kepada olah raga.

Ia berharap, peserta dari seluruh kabupaten Kota se-NTB sebanyak 100 peserta, akan muncul atlet yang akan mewakili NTB di tingkat nasional di masa mendatang.

Kepala Bidang Hubungan Internasional Poralympic Committee, Sukanti Rahardjo Bintoro, S.Pd menyampaikan apresiasi pada Pemerintah Provinsi NTB.

“Ini satu-satunya dan pertama kali di adakan di Indonesia. Saya berharap akan rutin dilaksanakan setiap tahun dan akan disosialisasikan ke seluruh Provinsi di Indonesia,”  harapnya.

AYA/Hms

 




Indonesia Bisa Belajar Dari Kegagalan Ekonomi Venezuela

Apa yang terjadi di Venezuela adalah salah satu akibat ketergantungan negara pada satu sektor pendapatan negara tanpa melakukan diversifikasi pemasukan ekonomi produktif

MATARAM.lombokjournal.com — Krisis ekonomi yang melanda Venezuela, salah satu negara maju kaya minyak yang dalam beberapa dekade ini mampu memberikan subsidi beragam kebutuhan masyarakatnya, kini kolaps di sektor ekonomi.

Kurs mata uang Bolivar Perkasa yang dulunya mampu mengungguli mata uang sejumlah negara, kini takluk pada semakin kokohnya Dolar Amerika (USD). Sejak pertengahan Agustus 2018, Venezuela pun takluk pada kekuatan Adi Daya.

Kemewahan, kenyamanan dan kemanjaan masyarakat Venezuela kini berbalik miris. Hidup disana seperti tercekik harga, lantaran sebagian besar komoditi diimpor dari luar negeri dengan patokan harga pasar yang mengacu pada Dollar Amerika Serikat (USD).

Keputusan Presiden Nicolas Maduro untuk menerbitkan mata uang Bolivar Baru, pun tak banyak berpengaruh.

BBC melaporkan, untuk secangkir kopi di Restaurant yang dulunya seharga 25 Bolivar, kini baru bisa dinikmati dengan merogoh kocek 2,5 juta Bolivar.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK), Jumat (16/11)  mengatakan, krisis ekonomi di Venezuela bisa menjadi pelajaran berharga untuk bangsa Indonesia, dan HBK mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk sama-sama mengantisipasinya agar hal serupa tidak terjadi di bumi Nusantara ini.

“Anjloknya perekonomian Venezuela tidak terlepas dari praktek-praktek mis-management dalam pengelolaan sumber-sumber kekayaan negara, serta perilaku korup pada elit-elitnya. Indonesia jangan sampai seperti itu,” tegas HBK.

Menurutnya, Venezuela yang selama ini merupakan salah satu negara makmur di kawasan Amerika Selatan, tiba-tiba ambruk dilanda krisis likuiditas keuangan akibat dari anjloknya harga minyak bumi yang selama ini menopang sumber pendapatan utama negara itu.

Hal ini terjadi seketika dan Venezuela juga tidak mempersiapkan diri mencari sumber pendapatan lain selain minyak bumi.

Sementara, masyarakatnya sudah terlanjur manja dengan kehidupan mewah dari subsidi-subsidi yang diberikan pemerintah.

“Rakyat Venezuela terbiasa hidup dengan berbagai subsidi, dan dimanjakan oleh negaranya. Akibatnya, ketika krisis ekonomi melanda negara Venezuela, pemerintahnya tidak sanggup lagi membiayai akyatnya dan rakyat Venezuela mengalami keterpurukan secara masive.

Generasi muda Venezuela tidak ada lagi yang mau jadi petani, cita-cita mereka adalah menjadi selebriti,” kata HBK.

HBK menegaskan, karena fundamental ekonomi Venezuela tergantung hanya pada sektor migas, tidak membangun fundamental ekonomi alternatif, maka tak heran kalau kemudian negara itu rentan terhadap goncangan ekonomi global.

Penyebab dan indikasi krisis yang terjadi di Venezuela, papar HBK, hampir mirip dengan ancaman yang sangat mungkin terjadi di Indonesia. Ada tiga hal yang perlu diungkap dan diwaspadai bersama yaitu jeratan hutang yang semakin menumpuk,  likuiditas yang sangat rendah (negara tidak memiliki uang), serta nilai mata uang terhadap Dollar Amerika Serikat (USD), yang semakin tidak terkendali.

Ia menjelaskan, apa yang terjadi di Venezuela adalah salah satu akibat ketergantungan negara pada satu sektor pendapatan negara tanpa melakukan diversifikasi pemasukan ekonomi produktif untuk menopang kekuatan ekonomi negara.

“Pemerintah Venezuela juga abai membelanjakan atau menginvestasikan sumber daya negara untuk pengembangan SDM warga masyarakatnya”, tambahnya .

Di lain sisi, pemerintah Venezuela justru sibuk memanjakan rakyatnya dengan aneka subsidi yang membuat sebagian besar rakyat Venezuela menjadi malas.

Akibatnya, saat pendapatan negara mengalami kemerosotan dan tidak lagi mampu membiayai hajat hidup rakyatnya, maka yang terjadi adalah kesengsaraan hidup rakyat secara massal.

Kekuatan Pertanian Indonesia

Selanjutnya HBK menegaskan, belajar dari pengalaman negara Venezuela, sudah saatnyalah Indonesia kembali ke potensi sejati ekonominya, yakni sektor pertanian secara luas.

Sebab, tandas HBK, potensi sektor ini sangatlah luar biasa dan bisa diberdayakan, dimanfaatkan secara berkesinambungan.

“Cadangan minyak bumi yang berasal dari fosil itu, pasti akan habis. Tapi mengelola pertanian bisa berlangsung terus menerus dan berkesinambungan sampai ke generasi-generasi yang akan datang. Karena itu saya pikir, Indonesia dan masyarakat Indonesia harus kembali ke keaslian dan keunggulan potensi kita. Kita inibangsa agraris yang dikaruniai kesuburan tanah untuk dikelola, bukan ditinggalkan atau diabaikan,” katanya.

Apa yang disampaikan HBK, bukan tanpa alasan. Sampai saat ini, Indonesia masih saja terus melakukan import komoditi pertanian dari luar, di saat komoditi itu sebenarnya bisa diproduksi di daerah-daerah kita sendiri dalam menopang kebutuhan nasional.

Sebut saja komoditi bawang, atau komoditi jagung yang untuk kebutuhan pakan ternak, yang tahun ini juga masih terkoreksi impor.

“Padahal jagung luar biasa melimpahnya di NTB ini, dan juga bawang. Ini menjadi ironis, karena ketika para petani bawang dan jagung kita di NTB teriak karena harga anjlok akibat melimpahnya hasil produksi, pemerintah kita di tingkat nasional masih saja memaksakan import dari luar,” kata dia.

Meskipun banyak sekali tantangannya untuk kembali mengembangkan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di P. Lombok ini,

HBK tetap optimistis karena jika itu bisa dilakukan dengan kesadaran kolektif oleh segenap masyarakat Indonesia, hal itu akan terwujud.

“Percayalah, hanya pertanian yang akan bisa menjadi tumpuan kekuatan bangsa ini kedepan apabila krisis datang. Sekarang tinggal mau atau tidak, kita mengelolanya dengan sungguh-sungguh dan dengan manajemen yang tepat,” tandas HBK.

Me




Rencana Komprehensif Kunci Keberhasilan Proyek Sanitasi

Diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat NTB dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan dapat direplikasi bersama pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Rencana komprehensif, dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan fokus dari hulu sampai ke hilir, merupakan kunci berhasilnya proyek sanitasi.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, mengatakan itu saat menjadi pembicara kegiatan roadshow Proyek Sanitasi Yayasan PLAN International Indonesia (YPII) di ballroom Hotel Shantika Mataram  Kamis (15/11).

Kegiatan itu diawali penandatanganan komitmen bersama Wakil Bupati Sumbawa, Walikota Mataram, Perwakilan Pejabat Lombok Tengah dan Direktur Eksekutif PLAN ini,

Wagub NTB Hj. Rohmi menekankan, program-program yang muaranya berawal dari kesadaran masyarakat itu tidak mudah.

Ia engajak duduk bersama, sebab tidak mungkin program ini dilakukan secara parsialu. Masalah sanitasi berhubungan dengan mindset masyarakat, pola hidup dan masalah prioritas yang ada di dalam pikiran masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan komitmen bersama ini kita tidak hanya tanda tangan di atas kertas tetapi riil di lapangan. Program ini betul-betul kita perhatikan,  jadi saya memang niatkan untuk hadir pada pagi hari ini karena bagi saya program-program seperti ini merupakan program yang sangat penting,” ujar Hj. Rohmi.

Hj. Rohmi juga mengajak pemangku amanah yang hadir pada acara tersebut untuk memperhatikan betul masalah sampah, lingkungan, sumber mata air, hutan gundul, sanitasi, dan masalah gizi buruk dalam rancangan APBD 2019.

Wagub mengajak, setiap gerakan adalah gerakan yang komprehensif, sehingga tidak ada yang disesalkan.

“Kita sudah invest begitu besar, bekerja begitu banyak, sudah buang energi dan biaya yang tidak sedikit, tapi ujung-ujungnya kembali ke nol. Ternyata  penyebabnya simpel, hanya karena kita tidak rencanakan semuanya secara komprehensif, kalau kita semua gotong royong dan betul-betul fokus dari hulu ke hilir semua tidak akan sia-sia,” ujar Hj. Rohmi.

Dini Widyastuti, Direktur Yayasan PLAN Internasional Indonesia menyampaikan, Proyek Winner and water for women ini  merupakan pilot project yang sudah dilakukan di Provinsi NTT dan NTB. Fokus utamanya  membangun Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, seperti tertuang dalam SDGs tujuan keenam.

“Proyek ini merupakan salah satu program yang penting, dalam penanggulangan stunting, kesetaraan anak perempuan dan tumbuh kembang anak serta pengembangan interpreunership,” jelas Dini.

Dalam perkembangannya ke depan, proyek ini diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat NTB dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan dapat direplikasi bersama pemerintah, untuk anak dan masyarakat NTB.

AYA/Hms