Inflasi NTB Bulan Desember  2018 0,62 Persen

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Desember 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,17 pada bulan November 2018 menjadi 133,99 pada bulan Desember 2018.

Angka inflasi ini sama dengan angka inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,62 persen.

Hal ini disanpaikan Suntono , Kepala BPS NTB pada Rabu (02/01/2019).

Suntono menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,95 persen.

Inflasi NTB bulan Desember 2018 sebesar 0,62 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,40 persen;

“Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,31 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,06 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,09 persen dan Kelompok Sandang sebesar 0,01 persen”Ujarnya.

Ia menambahkan, laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

AYA




Sarapudin Menghitung, iuran Bulanan  JKN-KIS Lebih  Murah Ketimbang Biaya Berobat

Iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Sebagai seorang tenaga keamanan di Kota Mataram, Sarapudin (30) telah memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari perusahaan peyalur tenaga keamanan tempat ia bekerja.

Sejak terdaftar dalam Program JKN-KIS, ia dan anggota keluarganya merasa tenang dengan biaya pengobatan apabila sakit.

“Saya sangat terbantu sekali dengan Kartu JKN-KIS yang saya miliki ini. Pada saat saya sakit dan harus dibawa ke dokter saya dan istri tidak takut lagi soal biaya. Karena kalau kita mengikuti prosedurnya pasti semuanya ditanggung. Saat itu saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas tempat saya terdaftar,” ujar Sarapudin, Senin (31/12).

Secara pribadi, Sarapudin berpendapat bahwa Program JKN-KIS ini membawa manfaat yang besar, baik untuk dirinya sekeluarga maupun masyarakat pada umumnya. Apalagi jika sakit mendadak menyerang, kekhawatiran akan biaya berobat yang mahal pun tak perlu dirisaukan.

“Karena sakit ini datangnya selalu tiba-tiba tanpa direncanakan, sehingga perlindungan kesehatan sangatlah penting. Makanya saya bersyukur perusahaan saya sudah mendaftarkan saya dan seluruh anggota saya saat masih sehat. Mungkin sekarang kami belum merasa butuh karena masih sehat, tapi saya percaya suatu hari nanti pasti ada waktunya kita merasakan manfaat perlindungan JKN-KIS,” imbuhnya.

Dia mengetahui bahwa iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar daripada iuran yang tiap bulan ia bayarkan.

“Dengan iuran yang hanya 1% dari penghasilan, saya merasa tidak terbebani. Justru biaya berobat itu lebih mahal dibandingkan iuran yang sudah saya keluarkan. Makanya kalau dihitung-hitung ya tidak rugi bayar JKN-KIS tiap bulan,” ungkapnya.

Dia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, baik yang menjadi pekerja formal maupun yang bekerja informal, karena iurannya tidak memberatkan.

“Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS saya sarankan untuk segera mendaftar karena prosesnya cepat dan tidak ribet. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi Mobile JKN, pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS bisa melalui aplikasi tersebut,” kata bapak satu orang anak ini.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Sarapudin

 

 




Siti Hamidah, Bersalin Gratis Dengan JKN-KIS

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal

lombokjhournal.com

MATARAM ;    Manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan oleh istri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Siti Hamidah (33) merasa terbantu dengan terdaftarnya ia sebagai peserta JKN-KIS, pada saat ia melahirkan anak ketiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Sabtu (30/12).

Mengandung dan melahirkan adalah dambaan bagi setiap perempuan yang sudah menikah. Tetapi, melahirkan nyawa adalah sebuah pertarungan nyawa, antara hidup dan mati seorang ibu. Itulah yang Siti rasakan saat ia berjuang melahirkan anak ketiganya.

Walaupun dalam keadaan masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan, namun Ida dengan semangat menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN KIS.

Sejak mendaftar sebagai peserta JKN-KIS Siti merasa terbantu, khususnya dalam hal pembiayaan pengobatan. Pada saat ada keluhan tentang kesehatan ia langsung ke dokter keluarga tanpa ada biaya yang di keluarkannya.

“Saya dan kaum ibu pada umumnya pasti merasakan hal yang sama bagaimana melahirkan di rumah sakit, harus benar-benar mempunyai persiapan yang matang khususnya dalam pembiayaan. Beruntung kami sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, jadi biaya persalinan yang begitu mahal bisa terbantu,” ungkap Ida.

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal.

“Tetapi, saya tidak menemui kesulitan dalam mengakses pelayanan di sana. Semua gratis, saya dan suami tidak perlu keluar biaya sama sekali. Jujur saya sudah takut karena kalau disuruh bayar, tak tahu kami seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika tidak pakai JKN-KIS,” jelas Ida.

Di akhir ceritanya, Ida menambahkan, kebahagian seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya tumbuh sehat. Ia pun berharap Program JKN-KIS terus hadir bagi masyarakat dan mebahagiakan ibu-ibu seluruh  Indonesia.

Baginya program ini sangat menolong serta dapat mensejahterakan masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan yang cukup mahal, khususnya layanan kesehatan yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut dengan biaya cukup besar.

“Semoga anak cucu saya kelak masih bisa merasakan Program JKN-KIS ini,” harapnya.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah

 

 




Rizkia Handayani, Merasa Tenang  Bersama  Kartu JKN-KIS

Program ini benar-benar sangat membantu. Sebagai pegawai swasta yang memiliki pengahasilan pun merasa berat ketika harus membayar pengobatan ketika sakit, apalagi masyarakat yang tidak bekerja. Mengingat biaya kesehatan  sekarang sangat mahal

lombokjournal..com –

MATARAM ;   Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah mengubah sistem kesehatan di Indonesia.

Program JKN-KIS terbukti telah memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat luas dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan seiring berjalannya Program JKN-KIS, kecemasan masyarakat akan tingginya biaya kesehatan pun menghilang.

Rizkia Handayani (24) adalah salah satu peserta Program JKN-KIS dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) yang telah merasakan manfaat dari program tersebut. Pada saat dikunjungi di rumahnya, Rizkia menceritakan apa yang ia rasakan selama menggunakan Kartu JKN-KIS.

Program ini benar-benar sangat membantu RIzkia. Sebagai pegawai swasta yang memiliki pengahasilan pun merasa berat ketika harus membayar pengobatan ketika sakit, apalagi masyarakat yang tidak bekerja. Mengingat biaya kesehatan  sekarang sangat mahal.

“Yang kaya sekalipun bisa jatuh miskin ketika sakit, apalagi yang ekonominya menengah ke bawah. Karenanya saya sangat bersyukur sekali sudah mengikuti Program JKN-KIS ini. Seandainya saya bukan peserta JKN-KIS, saya tidak tahu bagaimana mendapatkan biaya selama menjalani perawatan kesehata,” ujar Rizkia saat ditemui tim Jamkesnews di rumahnya, Senin (31/12).

Rizkia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh petugas BPJS Kesehatan yang sudah memberikan pelayanan terbaik dari mulai pemberian informasi, pendaftaran, perubahan data pesertanya, sehingga peserta merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Dengan menjadi peserta Program JKN-KIS sama sekali tidak ada ruginya. Ibarat menabung, kita akan merasakan hasilnya suatu hari kelak di kala kita jatuh sakit atau butuh pelayanan kesehatan. Asalkan kita mengikuti  ketentuan dan peraturannya semua pasti akan lancar. Terima kasih JKN-KIS, saya sangat lega telah menjadi peserta JKN-KIS. Apapun penyakitnya, JKN-KIS tetap membuat kami tenang dan bisa kembali fokus terhadap penyembuhan,” papar Rizkia.

Ia berpesan kepada masyarakat, jangan menunggu sakit baru terpikir mendaftarkan diri dan anggota keluarganya.

“Karena sakit itu mahal, kekhawatiran berobat mahal itu akan mereda jika seseorang sudah menjadi peserta JKN-KIS. Jadi segeralah daftarkan diri dan anggota keluarga ke dalam Program JKN-KIS,” ajaknya.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Rizkia Handayani

 




Pelaku Utama Pemerkosa Gadis 15 Tahun Hingga Tewas di Lotim, Berhasil Ditangkap

Berusaha kabur dari sergapan petugas, S terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya

LOTIM.lombokjournal.com —  Setelah sempat menjadi buron beberapa hari, akhirnya terduga pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar, S (18 thn), warga Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, ditangkap Tim Resmob Polres Lombok Timur.

Polisi menangkap S di wilayah kecamatan Suralaga pada Selasa (1/01) 2019, sekira pukul 08.00 Wita. Alasan berusaha kabur dari sergapan petugas, S terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya.

Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Suralaga, IPDA Nicolas Usman menjelaskan, pihaknya bersama Kades Gerung Permai berhasil menangkap pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar.

“Memang betul pelaku utama telah ditangkap petugas, saya dapat laporan dari anggota bersama pak Kades,” kata Kapolsek Suralaga IPDA Nicolas Usman.

Namun begitu, pihaknya belum memastikan dimana penangkapan dilakukan. Namun yang jelas semua pelaku pemerkosaan sudah berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE,S.Ik yang dikonfimasi terkait tertangkapnya pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar itu membenarkan.

“Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Lombok Timur untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Gadis yang masih berstatus pelajar, inisial EB (15 thn), meregang nyawa setelah mengalami perlakuan sadis yaitu diperkosa oleh empat orang di dua tempat berbeda yaitu di Desa Bagik Payung Timur dan Desa Sukarma Kecamatan Aikmel beberapa hari lalu.

Razak




BPBD  NTB Membuat Gebrakan  ‘ Aplikasi SiAGA NTB’

Masyarakat bisa mendapat informasi valid dan akurat tentang kejadian bencana, termasuk. berkaitan dengan Info SOP yakni berisikan pengetahuan tentang standard operasional dalam keadaan darurat

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat sebuah gebrakkan dengan aplikasi SiAGA NTB.

Gebrakan ini guna membantu masyarakat mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana.

“Untuk membantu masyarakat supaya bisa dapat info terutama terkait mitigasi bencana. Jadi yang membuat dan mengelola aplikasi ini BPBD NTB sendiri,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Mohammad Rum, Selasa (01/01/2019) di Mataram.

Selain itu , aplikasi ini merupakan sumber resmi penyampaian kejadian bencana yang ada di wilayah Provinsi NTB. Berbagai fitur juga telah tersedia d idalam aplikasi ini.

Fitur-fitur yang ada didalamnya itu sebut pria yang akrab disapa Haji Rum ini, yakni soal laporan bencana (Masyarakat bisa melaporkan kejadian bencana di lingkungannya).

Kemudian, Info Bencana (Masyarakat bisa mendapat informasi valid dan akurat tentang kejadian bencana). Selanjutnya berkaitan dengan Info SOP yakni berisikan pengetahuan tentang standard operasional dalam keadaan darurat.

Bahkan, di dalam aplikasi SiAGA NTB juga disediakan nomor penting yang bisa dihubungi dalam keaadaan darurat dan info terkini tentang cuaca. Termasuk soal Info Donor Darah, yang mana masyarakat bisa menemukan pendonor darah di radius tertentu.

”Aplikasinya sudah tersedia silahkan download saja melalui Play Store ‘SiAGA NTB, sudah bisa diinstal juga,” tuturnya.

“Insya Allah, rencananya Jum’at atau Ahad mendatang secara resmi akan kami luncurkan aplikasi tersebut,” pungkasnya.

AYA




Bersama  Klub  Prolanis, Patimah Bisa Kontrol Hipertensinya

Aktivitas Program Prolanis yang dikelola oleh BPJS Kesehatan diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi Klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa pemeriksaan rutin setiap bulan, pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan, pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah, pelayanan obat, dan mentoring spesialis

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Patimah (39), peserta Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Puskesmas Ampenan mengaku,  Prolanis yang diciptakan oleh BPJS Kesehatan sangat membantu dirinya dalam menghadapi penyakit hipertensinya.

Wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini menyatakan, dirinya mendapatkan banyak manfaat dengan menjadi peserta Klub Prolanis.

“Sejak terdaftar sebagai peserta Klub Prolanis BPJS Kesehatan, saya menjadi lebih paham dengan penyakit yang saya derita ini. Misalnya bagaimana mengontrol dan menjaga agar hipertensi saya tidak naik lagi, bagaimana mengatur pola makan, gaya hidup, dan sebagainya,” ujar Patimah.

Prolanis merupakan suatu program pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegratif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis.

Tujuannya untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Sasaran dari Prolanis sendiri merupakan seluruh peserta JKN-KIS penyandang penyakit kronis.

Kegiatan yang diikutinya dalam Klub Prolanis di Puskesmas Ampenan seperti senam sehat, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Di luar kegiatan bersama Klub Prolanis, Patimah juga aktif melakukan olahraga serta menjaga pola makan. Gaya hidup sehat yang dijalankannya ini membuat penyakit hipertensi yang dideritanya lebih terkontrol.

Aktivitas Program Prolanis yang dikelola oleh BPJS Kesehatan diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi Klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa pemeriksaan rutin setiap bulan, pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan, pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah, pelayanan obat, dan mentoring spesialis.

Di akhir wawancara bersama tim Jamkesnews, Patimah berharap agar kegiatan Klub Prolanis ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis seperti dirinya, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis.

“Terima kasih BPJS Kesehatan yang telah membentuk Klub Prolanis untu penderita kronis seperti saya. Saya jadi punya teman berbagi cerita tentang penyakit yang saya derita,” tambah Patimah.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Patimah

 

 




Pemprov NTB Prioritaskan Perlindungan Jaminan Kesehatan

PEMPROV NTB menyampaikan dukungannya kepada BPJS Kesehatan, dan berkomitmen terus menjalin berbagai kerja sama yang dapat mendukung kelancaran implementasi Program JKN-KIS, khususnya di Wilayah Nusa Tenggara Barat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Untuk membahas upaya menuju Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah atau yang akrab disapa Umi Rohmi, pada Senin (31/12).

Dalam kesempatan ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Muhammad Ali mengatakan,  saat ini Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk merealisasikan Cakupan Kesehatan Semesta pada tahun 2019 mendatang.

“Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Mataram terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dengan Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Upaya ini diharapkan akan lebih mempercepat tercapainya UHC,” terang Ali.

Selain itu, ia juga menjelaskan kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Menurut Ali, nantinya Perjanjian Kerja Sama yang akan dijalin antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mengacu pada Perpres tersebut, khususnya dalam hal pendaftaran peserta dan pemberian layanan kesehatan.

“Dalam Perpres tersebut, salah satunya dijelaskan tentang pendaftaran bayi baru lahir yang harus didaftarkan oleh Pemerindah Daerah ke dalam Program JKN-KIS. Untuk itu, kami berharap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota setempat untuk menyosialisasikan aturan ini dan mendorong warganya untuk segera mendaftarkan bayi sedini mungkin ke JKN-KIS,” harap Ali.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Umi Rohmi dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya kepada BPJS Kesehatan. Ia pun berkomitmen untuk terus menjalin berbagai kerja sama yang dapat mendukung kelancaran implementasi Program JKN-KIS, khususnya di Wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Masyarakat NTB ini tidak perlu khawatir memikirkan biaya pelayanan kesehatan yang semakin hari semakin mahal. Pelayanan kesehatan adalah satu hal utama, kami tidak ingin mengesampingkannya. Karena ini adalah prioritas, oleh karena itu kami berharap nantinya kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga masyarakat setempat bisa menikmati perlindungan jaminan kesehatan yang berkualitas. Dengan gotong royong, semua akan tertolong,” ucap Umi Rohmi.

ay/yn/Jaamkesnews

 




Aminah Sangat Tertolong Dengan Kartu  JKN-KIS

Hampir sebulan di rumah sakit karena mengidap diabetes,  selama masa perawatan tersebut Aminah tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Semua biaya perawatan termasuk obat-obatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kepercayaan terhadap BPJS Kesehatan pun semakin bertambah. Hal ini bisa dilihat dengan tingginya angka kunjungan peserta setiap harinya ke kantor BPJS Kesehatan, baik bagi masyarakat yang baru mendaftar maupun yang sudah lama menjadi peserta JKN-KIS.

Salah satu dari peserta JKN-KIS adalah Aminah (72) yang tinggal di Kota Mataram. Wanita berumur 72 tahun ini terdaftar sebagai peserta kelas 3 dari segmen Penerima Bantian Iuran (PBI-APBD).

Aminah sudah terdaftar menjadi peserta Program JKN-KIS sejak tahun 2014. Ia pun menyatakan,  Program JKN-KIS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews di kediamannya, Aminah menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pelayanan dengan menggunakan Kartu JKN-KIS.

“Saya pernah menggunakan kartu JKN-KIS ini, yaitu saat saya rawat inap karena gula darah saya tinggi. Sejauh yang saya ingat, pelayanannya betul-betul tidak ada kendala sedikit pun,” ungkap Aminah dengan semangat, Senin (31/12).

Ia mengaku, pernah dirawat hampir sebulan di rumah sakit karena mengidap diabetes.

Aminah menjelaskan,  selama masa perawatan tersebut itu, ia sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Semua biaya perawatan termasuk obat-obatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sempat tidak percaya, tapi setelah melihat sendiri kuitansi yang ditunjukkan petugas rumah sakit, akhirnya saya percaya juga kalau semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan,” katanya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Aminah juga rutin selalu berobat ke Puskesmas tempat ia terdaftar untuk melakukan kontrol.

Kontrol yang dilakukannya ke Puskesmas  ini juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Aminah menyampaikan, pelayanan yang ia dapatkan pada saat menggunakan Kartu JKN-KIS sangatlah memuaskan.

Ia merasa tidak ada perbedaan antara pasien yang menggunakan Kartu JKN-KIS dengan pasien umum lain.

Aminah berharap agar Program JKN-KIS ini akan tetap ada sehingga masyarakat tetap dapat terjamin pelayanan kesehatannya,

Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tetap rutin membayar iuran JKN-KIS setiap bulannya, agar nantinya jika sewaktu-waktu jatuh sakit sudah ada yang menjamin pelayanan kesehatannya.

“Tak lupa juga ia ucapkan kepada Pemerintah yang sudah memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu, sehingga saya bisa langsung berobat ke Puskesmas, tidak lagi beli obat di warung,” ujar Aminah.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Aminah

 

 




Kapolres Lotim Akui, Kasus Asusila dan Pencabulan di Bumi Patuh Karya Meningkat

Kapolres berharapa agar para orang tua tetap mengawasi setiap tindak tanduk dan pergaulan dari seorang anak

LOTIM.lombokjournal.ckm — Kasus Pencabulan dan tindakan asusila di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami peningkatan tiga bulan terakhir pada 2018.

Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta. SIK., mengatakan, tindakan kekerasan dan pemerkosaan hingga berujung kematian terjadi Bulan Desember.

“Terkait kasus pencabulan dan asusila yang tengah ditangani Polres Lotim terjadi peningkatan sejak tiga bulan lalu, dimana kasus kekerasan dan pemerkosaan hingga menyebapkan kematian yang paling menonjol itu terjadi pada Desember ini,” ucapnya, saat jumpa pers, di Selong, Senin (31/12).

Polres Lotim telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim untuk menekan tindakan asusila dan kekerasan tersebut.

Selain itu juga, kegiatan sosialisasi terkait tindakan asusila di Lotim terus dilakukan bersama pihak-pihak terkait, yaitu Babinsa dan Polmas.

“Kami terus melakukan Koordinasi dengan pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, dengan harapan, pemerintah dapat memberikan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.

“Serta mensosialisasikan akan maraknya tindakan perbuatan asusila di Kabupaten Lotim dengan menggandeng unsur-unsur terkait, Babinsa serta Polmas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres berharapa agar para orang tua tetap mengawasi setiap tindak tanduk dan pergaulan dari seorang anak.

Hal itu merupakan salah satu langkah untuk mengantisispasi perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan masyarakat.

“Para orang tua kami harap dapat melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya guna mengantisipasi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Razak