Gubernur Zul Mendengar Keluhan Pedagang Pasar Kebon Roek

Gubernur juga ingin memastikan kestabilan harga–harga di awal tahun

MATARAM.lombokjoutnal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Wakapolda NTB beserta rombongan melakukan peninjauan ke Pasar Kebun Roek, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Selasa (08/01).

Selain bertegur sapa dengan pedagang dan pembeli, orang nomor satu di NTB itu juga mendengarkan keluhan-keluhan yang disampaikan kepadanya.

Gubernur juga ingin memastikan kestabilan harga – harga di awal Tahun.

Beberapa hal yang disampaikan masyakat, di antaranya adalah adanya pedagang yang berjualan di bagian pasar yang seharusnya menjadi jalan serta kondisi dari pasar itu sendiri.

“kita juga melihat ada aset pemerintah namun ini tidak dipakai, padahal bangunannya ada. Kita akan segera berkoordinasi dengan pusat” ujar Gubernur Zul.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga melihat apa-apa sarana prasarana yang ada di Pasar Kebon Roek.

Melihat kondisi yang seperti itu Gubernur mengimbau dan berharap agar pihak terkait dan seluruh masyrakat dapat menjaga kondisi pasar Kebon Roek.

“Namanya mengurusi pasar, gampang-gampang susah. Kadang-kadang ada bangunannya tapi belum mau didiami. Saya yakin kedepannya akan kita usahakan lebih baik,” kata Gubernur Zul.

Dalam kunjungan ke pasar kali ini, Gubernur juga menyempatkan membeli ikan di salah satu pedagang. Ikan dengan berat 54 kg ini dibeli seharga 2.2 juta rupiah.

Ibu Ramlah selaku penjual mengaku sangat kaget dan terkesan, Gubernur NTB berkunjung di pasar dan membeli dagangan miliknya.

“Terima kasih Pak Gubernur, semoga Pak Gubernur makin sukses,” ucap Bu Ramlah sembari tersenyum.

Berdasarkan Pantauan Humas Dan Protokol Provinsi NTB, turut mendampingi Gubernur, Kadis Perdagangan Provinsi, Karo Perekonomian Provinsi , Kadis Peternakan Provinsi, dan Kadis Perdagangan Kota Mataram.

AYA/HMS




Layanan di 13 Rumah Sakit (RS) Di Mataram Yang Bekerja Sama Dengan BPJS Masih Berjalan Normal

Tidak ada pemberhentian kerja sama BPJS dengan belasan RS tersebut

MATARAM.lombokjournal.com  — Layanan kesehatan  dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di wilayah kerja Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berjalan lancar.

Poses layanan di 13 rumah sakit (RS) di wilayah kerja Mataram dan sekitarnya yang bekerja sama dengan BPJS masih berjalan normal.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram Muhammad Ali. Dijelaskannya,

tidak ada pemberhentian kerja sama BPJS dengan belasan RS tersebut.

“Alhamdulilah di wilayah kantor cabang (Mataram) kami masih lancar,” ujarnya Senin (0 7/01)

dr Muhammad Ali

Meski demikian, kata Ali, terdapat dua RS yakni RS Mata Provinsi NTB di Mataram dan RS Awet Muda di Narmada, Lombok Barat, yang mendapat rekomendasi perpajangan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal ini berdasarkan peraturan terkait akreditasi rumah sakit ini sesuai dengan Permenkes nomor 99 tahun 2015. Kata Ali, Kementerian Kesehatan saat ini memberikan kesempatan pada rumah sakit untuk mengurus akreditasi hingga Juni 2019.

“Ini akan diproses pada 2019 sesuai dengan rekomendasi diharapkan dapat selesai akreditasinya paling lambat Juni nanti,” jelas Ali.

AYA

 




Pemprov DKI Jakarta Serahkan Bantuan Untuk KLU Sebesar Rp 23,6 miliar

Bantuan yang diberikan tersebut untuk pembangunan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —   Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan bantuan puluhan miliar untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan sekolah.

Sebelumnya, KLU juga mendapatkan bantuan ratusan ton beras dari Pemprov DKI Jakarta.

“Kita memberikan dukungan untuk membangun kembali sekolah di Lombok Utara ini dan Lombok Timur,” ujar Anies usai penyerahan bantuan rehab rekon pascagempa, Jumat (4/1)

Ia menuturkan, bantuan yang diberikan pada Pemda KLU sebesar Rp 19,2 miliar.

Jumlah ini ditambah lagi dengan sumbangan pegawai Pemprov DKI Jakarta yang dikumpulkan melalui basis Badan Infaq Sadaqoh sebesar Rp 4,4 miliar. Sehingga total bantuan untuk KLU sebesar Rp 23,6 miliar.

“Sedangkan Lombok Timur senilai Rp 10 miliar,” kata Anies.

Penyerahan bantuan diberikan kepada Bupati KLU Najmul Akhyar, yang disaksikan langsung Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, perwakilan Pemda Lombok Timur, bersama kepala SKPD se KLU dan warga sekitar di SMPN 2 Tanjung, Dusun Cupek Desa Sigarpenjalin Kecamatan Tanjung.

Bantuan yang diberikan tersebut untuk pembangunan di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.

Salah satu contoh seperti di Desa Sigarpenjalin  akan membangun rumah sementara yang bisa dirancang cepat. Rencananya, pembangunan rumah dari bilik bambu dengan ukuran 4×5 meter.

“Karena dengan cara seperti itu maka proses pembangunan bisa dengan cepat,” katanya.

Ia mengungkapkan, bantuan tersebut berasal dari APBD-P DKI Jakarta yang dimana pelaksanaannya harus mengikuti peraturan yang ada. Terutama pada bentuk bangunan dan ukurannya. Selain itu, bantuan juga berasal dari masyarakat yaitu ASN Pemprov DKI Jakarta.

“Pembangunannya tentu harus mengikuti aturan juga, bentuk bangunan dan materialnya. Artinya harus sesuai kebutuhan rakyat, karena sekarang tidak dalam kondisi normal,” jelasnya.

Anies mengatakan, dengan keleluasaan seperti itu, pihaknya juga mendukung perbaikan pendidikan dengan melalui APBD-P. Untuk pendidikan sebagian dananya juga menggunakan dana sadakoh dari masyarakat.

Secara teknis untuk pembangunan huntara dan sekolah tentu mengikuti semua yang ada dalam ketentuan-ketentuan di Pemerintah KLU dan Lombok Timur.

“Jumlah sekolah yang dibangun sebanyak 21 sekolah dari Rp 23 milliar itu,” imbuhnya.

Pembangunan sekolah nanti untuk TK dan Paud sebanyak 4 sekolah, 10 unit SD, dan sisanya SMP. Untuk SMP pembangunannya akan berbeda sebab ada yang hanya komponen. Ia berharap tahun anggaran ini semua pembangunan bisa selesai.

Anies pun yakin hal tersebut akan cepat rampung karena desainnya telah ada.

“Tinggal pengerjaan saja,” tandasnya.

Kata Anies,  menggarap ini bisa cepat karena anggarannya sudah ada disaine nya sudah ada , tinggal pengerjaan nya saja ,

Diharapkan segera, karena pembangunan sekolah itu kan sudah ada standarnya.

Sementara Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah berharap,  ke depannya NTB dan DKI Jakarta mempunyai kerjasama di berbagai bidang. Dr. Zul juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang di berikan ke Pemkab KLU tersebut.

“Terima kasih kepada Mas Anies Baswedan Gubernur DKI yg berkenan mengunjungi KLU dan memberikan bantuan huntara kepada masyarakat kita. Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi yang bisa dibantu oleh pemda DKI kepada NTB dan kita mampu bersinergi dalam banyak hal lain,” kata Zulkieflimansyah

AYA




Rektor UNU Beri Masukan Gubernur Terkait Pengiriman Mahasiswa NTB ke Luar Negeri

Masih banyak sekolah tingkat menengah belum memiliki laboratorium bahasa. Padahal untuk mengembangkan kemampuan bahasa lab tersebut sangat dibutuhkan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, terus mengoptimalkan beasiswa mahasiswa untuk menempuh pendidikan ke luar negeri.
Program tersebut disambut pro-kontra beberapa pihak.

Banyak pihak yang setuju dengan beasiswa mahasiswa, namun tidak sedikit yang menolak lantaran menilai negara tujuan penerima beasiswa bermasalah dengan ideologi negara yang dinilai negara komunis.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq Muliyanah, mengapresiasi program gubernur tersebut.

Namun sedikit catatan masukan diberikan pada gubernur agar program tersebut diketahui banyak orang, sehingga pembagian beasiswa dapat tepat sasaran.

Selain itu, dia juga memberikan saran agar gubernur tidak hanya fokus pada pengiriman pelajar, tetapi juga menyiapkan pembenahan pendidikan dasar dan menengah.

“Jangan hanya sebatas mengirim mahasiswa ke luar, tapi mulai juga dari hulu. Pembenahan pendidikan dasar dan menengah. Kalau kualitas pendidikan dasar dan menengah dikelola dulu maka akses dinikmati semua,” ujarnya, Kamis (3/1).

Kondisi saat ini menurutnya, masih banyak sekolah tingkat menengah belum memiliki laboratorium bahasa. Padahal untuk mengembangkan kemampuan bahasa lab tersebut sangat dibutuhkan.

“Saya pikir pemerintah juga perlu memperhatikan kemapanan SDM baik tingkat dasar hingga menengah,” katanya.

Dia juga memberikan masukan agar selepas bersekolah di luar negeri, putra-putri daerah tidak dilepas begitu saja di Jakarta, melainkan memberikan akses pada mereka untuk berkontribusi pada daerah.

“Ini bukan apa apa. Tapi karena ada anggaran APBD yang dipakai setidaknya mereka harus berkontribusi untuk daerah juga. Meski tujuan Pak Gubernur ingin jadi orang besar di tingkat nasional, tetapi perlu dipikirkan bahwa mereka menggunakan APBD,” ungkapnya.

Secara pribadi maupun atas nama kelembagaan civitas akademika UNU NTB, pihaknya tidak mempersoalkan tujuan pengiriman pelajar termasuk ke negara Cina. Karena, di Cina tidak mempersoalkan etnis, suku dan agama masyarakat.

Soal pendidikan, Baiq Muliyanah sangat mengagumi kemajuan Cina, sehingga sangat tepat menjadi salah satu tujuan untuk menggali ilmu pengetahuan.

Dia mengungkapkan pengalaman berkunjung ke Cina akhir tahun kemarin. Di Provinsi Shicuan salah satu kampus di sana memiliki kurikulum tentang kebencanaan. Ini dinilai penting untuk masyarakat NTB yang sering menghadapi bencana alam.

“Sangat tepat untuk menggali ilmu pengetahuan di Cina,” katanya sembari mengatakan pihak Komjen Cina dan UNU NTB sudah terbuka peluang kerjasama kedua belah pihak.

Sementara itu gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat dikonfirmasi terpisah mengamini masukan maupun kritik yang disampaikan UNU NTB.

“Setuju dengan masukan itu,” katanya singkat.

aya




NTB Daerah Paling Banyak Terjadi Gempa Di Indonesia

Sepanjang 2018, NTB Diguncang 3.699 Gempa Bumi

MATARAM.lombokjournal.com  — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sepanjang 2018 sebanyak 11.577 gempa bumi terjadi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 30 persen gempa bumi terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan jumlah 3.699 gempa.

Jumlah tersebut menempatkan NTB sebagai daerah paling banyak terjadi gempa di Indonesia.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, mengatakan dari jumlah gempa di NTB, meliputi 3.290 kejadian gempa bumi dengan kedalaman dangkal (h < 60 km), 383 kejadian gempa bumi dengan kedalaman menengah (60 ≤ h ≤ 300 km), dan 26 kejadian gempabumi dengan kedalaman dalam (h > 300 km).

“Terdapat 1.690 gempa bumi dengan magnitudo kurang dari 3.0 (M < 3), 1.938 gempa bumi dengan magnitudo antara 3.0 sampai dengan 5.0 (3 ≤ M ≤ 5), dan 71 gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.0 (M > 5),” ujarnya, Kamis 3/1/2019.

Jumlah gempa bumi dirasakan selama tahun 2018 sebanyak 215 kejadian. Aktivitas kegempaan di wilayah NTB selama tahun 2018 tercatat cukup tinggi.

Hal ini akibat dampak dari kejadian gempa bumi Lombok yang terjadi selama Juli hingga Agustus 2018.

Dia menjelaskan, secara umum di wilayah NTB dan sekitarnya memiliki dua generator sumber gempa bumi.

Pertama, yaitu zona pertemuan Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Eurasia di sebelah selatan atau biasa dikenal dengan sebutan zona subduksi, dan yang kedua adalah aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust) dari arah utara.

“Sumber gempa bumi di zona subduksi biasanya dapat menghasilkan gempabumi dengan kedalaman dangkal, menengah dan dalam dengan kecenderungan semakin ke utara lokasi gempabumi maka kedalaman gempa bumi semakin dalam akibat penunjaman lempeng yang semakin ke utara semakin dalam,” ungkapnya.

Sedangkan sumber gempa bumi akibat Sesar Naik Belakang Busur Flores, biasanya menghasilkan  gempa bumi dengan kedalaman dangkal, sambungnya.

Data BMKG, selama 2018, di wilayah NTB dan sekitarnya didominasi oleh kejadian gempa bumi dengan kedalaman dangkal (D < 60 Km) dan kedalaman menengah (60 Km ≤ D ≤ 300 Km) berturut-turut sebanyak 3.290 kejadian, sedangkan untuk kejadian gempabumi dengan kedalaman dalam (D > 300 Km) hanya terdapat 26 kejadian.

AYA




100 Persen Desa Di NTB Sudah Berlistrik

Keberhasilan PLN untuk melistriki desa-desa yang belum berlistrik dalam program listrik desa tersebut merupakan bentuk komitmen nyata PLN untuk terus mewujudkan cita-cita Provinsi NTB menjadi Nusa Terang Benderang

MATARAM.lombokjournal.com  – – Memasuki tahun 2019, PLN memberikan kado manis listrik bagi Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu yang berada di Kabupaten Bima. Dengan terlistrikinya dua desa tersebut, kini seluruh desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah teraliri listrik.

“Alhamdulillah, sebelum tahun berganti, 100 persen desa telah berhasil teraliri listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka Rabu,(2/1/2019)

Untuk melistriki Desa Sarae Ruma, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang  3,86 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 1,64 kms, dan 2 Gardu Distribusi berkapasitas  100 kilo Volt Ampere (kVA) dan  160 kVA dengan nilai investasi 1,4 milyar rupiah.

Sementara untuk Desa Pusu, JTM yang dibangun sepanjang 4,73 kms, JTR sepanjang 1,69 kms dan 2 gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dan 100 kVA dengan nilai investasi 1,8 milyar rupiah.

Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk melistriki dua desa ini sebesar 3,2 milyar rupiah. Seluruh dana yang digunakan untuk pembangunan listrik desa ini berasal dari anggaran PLN.

Rudi menambahkan bahwa keberhasilan PLN untuk melistriki desa-desa yang belum berlistrik dalam program listrik desa tersebut merupakan bentuk komitmen nyata PLN untuk terus mewujudkan cita-cita Provinsi NTB menjadi Nusa Terang Benderang.

“Tantangan terbesar adalah akses ke lokasi, perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Tapi alhamdulillah sebelum 2019 sudah berhasil kami listriki,” tutur Rudi.

Desa Sarae Ruma memiliki total 171 kepala keluarga (kk) dan Desa Pusu sebanyak 170 kk. Pada tahap awal, sebanyak 24 kepala keluarga di Desa Sarae ruma dan 37 kk di Desa Pusu telah berhasil dialiri listrik dan menjadi pelanggan PLN. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Hadirnya listrik diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat di dua desa tersebut, seperti munculnya usaha-usaha pengolahan hasil perikanan dan pertanian.

“Karena itu, kehadiran listrik PLN ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu,” ujar Rudi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB Muhammad Husni menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas capaian 100 persen desa berlistrik.

“Atas nama Pemprov NTB saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh PLN atas capaian 100% desa berlistrik di NTB. Saya harap capaian ini dapat terus dipertahankan seiring dinamika pembangunan di tahun mendatang,” ucap Husni

Dengan teralirinya seluruh desa di NTB, selanjutnya melalui program listrik desa, PLN akan terus melistriki dusun-dusun yang belum terlistriki. Pada tahun 2019, PLN menargetkan dapat melistriki 44 Dusun terpencil di NTB. Hingga bulan November 2018, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 91,3 persen. PLN menargetkan rasio elektrifikasi di NTB meningkat menjadi 97,5 persen pada tahun 2019 dan 100 persen pada tahun 2020.

“Ke depan mungkin akan ada pemekaran desa baru, kami komitmen untuk melistriki desa-desa baru dan dusun yang belum terlistriki,” tutup Rudi.

AYA




Statistik Transportasi NTB Bulan November  2018

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun sebesar 11,08  persen menjadi sebanyak 5.826 orang

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinis NTB merilis, jJumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada bulan November 2018 naik sebesar 15,71 persen dibandingkan bulan Oktober 2018.

Sedangkan jumlah penumpang berangkat turun sebesar 26,27  persen.

Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan November 2018 turun 11,52 persen dibanding bulan Oktober 2018. Sedangkan barang yang dimuat  naik sebesar 98,85 persen”Ujar Kepala BPS NTB Suntona ,Rabu (2/1/2019).

Ia menyatakan, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan November 2018 sebanyak 133.298 orang, turun sebesar 5,99 persen dibanding bulan Oktober 2018.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun sebesar 11,08  persen menjadi sebanyak 5.826 orang.

“Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan November 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 119.686 orang, turun sebesar 11,04 persen dibandingkan bulan Oktober 2018. Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga turun yaitu sebesar 21,86 persen dari 6.826 orang menjadi 5.334 orang,” tegasnya

Sedangkan Jumlah barang yang dibongkar pada bulan November 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 715.672 Kg, naik 1,72 persen dari bulan Oktober 2018.

Tidak ada barang yang dibongkar di terminal internasional pada bulan November 2018. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan November 2018 naik sebesar 0,33 persen dari bulan sebelumnya.

Sedangkan barang yang dimuat di terminal internasional naik 42,49 persen.

AYA




Inflasi NTB Bulan Desember  2018 0,62 Persen

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Desember 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,17 pada bulan November 2018 menjadi 133,99 pada bulan Desember 2018.

Angka inflasi ini sama dengan angka inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,62 persen.

Hal ini disanpaikan Suntono , Kepala BPS NTB pada Rabu (02/01/2019).

Suntono menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,95 persen.

Inflasi NTB bulan Desember 2018 sebesar 0,62 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,40 persen;

“Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,31 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,06 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,09 persen dan Kelompok Sandang sebesar 0,01 persen”Ujarnya.

Ia menambahkan, laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

AYA




Sarapudin Menghitung, iuran Bulanan  JKN-KIS Lebih  Murah Ketimbang Biaya Berobat

Iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Sebagai seorang tenaga keamanan di Kota Mataram, Sarapudin (30) telah memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari perusahaan peyalur tenaga keamanan tempat ia bekerja.

Sejak terdaftar dalam Program JKN-KIS, ia dan anggota keluarganya merasa tenang dengan biaya pengobatan apabila sakit.

“Saya sangat terbantu sekali dengan Kartu JKN-KIS yang saya miliki ini. Pada saat saya sakit dan harus dibawa ke dokter saya dan istri tidak takut lagi soal biaya. Karena kalau kita mengikuti prosedurnya pasti semuanya ditanggung. Saat itu saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas tempat saya terdaftar,” ujar Sarapudin, Senin (31/12).

Secara pribadi, Sarapudin berpendapat bahwa Program JKN-KIS ini membawa manfaat yang besar, baik untuk dirinya sekeluarga maupun masyarakat pada umumnya. Apalagi jika sakit mendadak menyerang, kekhawatiran akan biaya berobat yang mahal pun tak perlu dirisaukan.

“Karena sakit ini datangnya selalu tiba-tiba tanpa direncanakan, sehingga perlindungan kesehatan sangatlah penting. Makanya saya bersyukur perusahaan saya sudah mendaftarkan saya dan seluruh anggota saya saat masih sehat. Mungkin sekarang kami belum merasa butuh karena masih sehat, tapi saya percaya suatu hari nanti pasti ada waktunya kita merasakan manfaat perlindungan JKN-KIS,” imbuhnya.

Dia mengetahui bahwa iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar daripada iuran yang tiap bulan ia bayarkan.

“Dengan iuran yang hanya 1% dari penghasilan, saya merasa tidak terbebani. Justru biaya berobat itu lebih mahal dibandingkan iuran yang sudah saya keluarkan. Makanya kalau dihitung-hitung ya tidak rugi bayar JKN-KIS tiap bulan,” ungkapnya.

Dia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, baik yang menjadi pekerja formal maupun yang bekerja informal, karena iurannya tidak memberatkan.

“Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS saya sarankan untuk segera mendaftar karena prosesnya cepat dan tidak ribet. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi Mobile JKN, pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS bisa melalui aplikasi tersebut,” kata bapak satu orang anak ini.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Sarapudin

 

 




Siti Hamidah, Bersalin Gratis Dengan JKN-KIS

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal

lombokjhournal.com

MATARAM ;    Manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan oleh istri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Siti Hamidah (33) merasa terbantu dengan terdaftarnya ia sebagai peserta JKN-KIS, pada saat ia melahirkan anak ketiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Sabtu (30/12).

Mengandung dan melahirkan adalah dambaan bagi setiap perempuan yang sudah menikah. Tetapi, melahirkan nyawa adalah sebuah pertarungan nyawa, antara hidup dan mati seorang ibu. Itulah yang Siti rasakan saat ia berjuang melahirkan anak ketiganya.

Walaupun dalam keadaan masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan, namun Ida dengan semangat menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN KIS.

Sejak mendaftar sebagai peserta JKN-KIS Siti merasa terbantu, khususnya dalam hal pembiayaan pengobatan. Pada saat ada keluhan tentang kesehatan ia langsung ke dokter keluarga tanpa ada biaya yang di keluarkannya.

“Saya dan kaum ibu pada umumnya pasti merasakan hal yang sama bagaimana melahirkan di rumah sakit, harus benar-benar mempunyai persiapan yang matang khususnya dalam pembiayaan. Beruntung kami sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, jadi biaya persalinan yang begitu mahal bisa terbantu,” ungkap Ida.

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal.

“Tetapi, saya tidak menemui kesulitan dalam mengakses pelayanan di sana. Semua gratis, saya dan suami tidak perlu keluar biaya sama sekali. Jujur saya sudah takut karena kalau disuruh bayar, tak tahu kami seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika tidak pakai JKN-KIS,” jelas Ida.

Di akhir ceritanya, Ida menambahkan, kebahagian seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya tumbuh sehat. Ia pun berharap Program JKN-KIS terus hadir bagi masyarakat dan mebahagiakan ibu-ibu seluruh  Indonesia.

Baginya program ini sangat menolong serta dapat mensejahterakan masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan yang cukup mahal, khususnya layanan kesehatan yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut dengan biaya cukup besar.

“Semoga anak cucu saya kelak masih bisa merasakan Program JKN-KIS ini,” harapnya.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah