Soft launching Command Center NTB untuk monitoring data dari aplikasi Perangkat Daerah dengan langkah integrasi ke dalam dashboard Pimpinan Daerah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Launching Command Center adalah salah satu langkah yang baik dari Pemerintah Daerah sebagai bentuk layanan yang telah bertransformasi digital, untuk mewujudkan NTB Smart Province System Pemerintahan Berbasis Eektronik (SPBE).
Kepala Dinas Kominfotik, Najammudin Amy, menyampaikan itu saat melakukan peninjauan persiapan soft launching Command Center Provinsi Nusa Tenggara Barat di Komplek Perkantoran Gubernur NTB, Selasa (12/09/23) malam.
Dalam peninjauan persiapan launching Command Center tersebut, Najamuddin di dampingi oleh Kepala UPTD Pusat Layanan Digital Ari Wahyuddin S,STP., MM.
“Command Center yang akan segera soft launching ini dihajatkan sebagai tempat memonitoring data dari berbagai aplikasi pada Perangkat Daerah dengan langkah integrasi ke dalam dashboard pimpinan secara cepat, mudah, dan akuntabel. Kita perlu meninjau persiapan soft launching tersebut,” ujar Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy.
Keberadaan Command Center ini di NTB diharapkan layanan baik administrasi pemerintahan maupun layanan publik dapat terpantau oleh pimpinan secara real-time.
Dengan demikian pimpinan mampu melakukan pengambilan keputusan yang tepat dan cepat.
Lebih lanjut Najam memberikan apresiasi terhadap konsep yang diterapkan oleh Command Center NTB.
Menurutnya. hanya dengan berada dalam sebuah ruangan, seseorang dapat mengetahui banyak informasi. ***
Energi Terbarukan, NTB Senang Kerja Sama dengan Denmark
Wagub NTB menerima kedatangan Kedutaan Denmark, Ms. Stine Leth Rassmussen yang melaporkan progres kerja sama energi terbarukan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku senang atas kerja sama dan dukungan Pemerintah Denmark dalam pengembangan energi terbarukan.
“Kami senang sekali telah menjalin kerja sama ini. Terimakasih atas supportnya untuk NTB, terutama dalam pengembangan energi terbarukan untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050,” ungkap Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi.
Sementara itu, Pemerintah Denmark melalui Kedutaan Besarnya mengapresiasi kerja sama energi terbarukan antara Pemerintah Provinsi NTB-Pemerintah Denmark menuju NTB Net Zero Emisi 2050.
Bahkan Pemerintah Denmark mengundang secara khusus Wagub Umi Rohmi untuk hadir di acara COP-28 di Dubai, Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim. NTB akan diharapkan mempresentasikan progres capaian NTB Net Zero Emisi 2050.
Turut mendampingi Wakil Gubernur pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Zulmansyah, S.Hut.***
PDIP NTB Gelar Rakerda Songsong Pemilu 2024
Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP NTB memuat pesan strategis, menjelang kiat dekatnya kalender Pemilu 2024
MATARAM.LombokJournal.com~ Menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) atau Pemilu 2024, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III tahun 2023, Senin (11/09/23).
Rakerda PDIP NTB jelang Pemilu 2024 bertema “Fakir Miskin dan Anak-anak Terlantar Dipelihara oleh Negara” itu diikuti seluruh pengurus PDIP se-NTB, dibuka Ketua DPP PDIP Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, I Made Urip.
Made Urip menegaskan, agenda rakerda memuat pesan strategis, menjelang kian dekatnya Pemilu 2024yakni Pilpres dan Pileg 2024.
Made Urip menggarisbawahi, target PDIP di Pemilu 2024 yaitu menjadi pemenang ketiga kali, “hattrick” secara berturut-turut.
“Tadi sudah ada gemblengan dari Ketua DPD, mendidik kita. DPD PDIP NTB rutin menggelar rakerda, saya memberikan apresiasi. Rakerda ini adalah tugas konstitusional kita sebagai kader, melaksanakan AD/ART,” kata Made Urip di Kantor DPD PDIP NTB di Mataram
“Kita tata partai kita dengan baik. Rakerda secara periodik kita lakukan sebagai tugas kepartaian,” sambungnya.
Anggota DPR itu mengaku, dalam hitungan bulan PDIP akan menghadapi tugas-tugas yang makin berat.
Sehingga rakerda menjadi penting dalam rangka menyusun program partai ke depan, evaluasi terhadap apa yang sudah dilaksanakan, dan menyusun strategi pilpres dan pileg.
Caleg Jangan Saling Seruduk
Untuk merealisasikan target Pemilu 2024, para Calon Legislatif (Caleg) memiliki peran vital. Dharap para caleg PDIP dapat saling topang, bahu-membahu dan bekerja sama meraih suara sebanyak-banyaknya.
“Caleg kerja politik di lapangan. Memasuki DCS dan DCT, biasanya di lapangan teman saja diseruduk. Jeruk makan jeruk, lahan yang sudah dikuasai teman sendiri, diserang. Ini lasti terjadi, saya berjarap bagi caleg-caleg harus bahu-membahu memenangkan partai, jangan saling seruduk,” pungkasnya.
Kata Made Urip, PDIP punya DPR, karena itu mestinya diajak tandem di lapangan.
“Ke bawah, jangan mau menang sendiri. Jangan ada perbedaan suara. Itu tidak boleh terjadi,” imbuh Made Urip.
Made Urip memaparkan perihak Trias Dinamika partai. Pertama, pemetaan wilayah politik, kedua penempatan tokoh atau kader, dan terakhir pembumian seluruh program partai.
“Setelah jadi, baru kita implementasikan Darsa Prasetya partai, sepuluh janji setia partai,” paparnya.
Terkahir, Made Urip berharap daerah pemilihan (Dapil) yang masih belum terisi, diharapkan dapat terisi di Pileg 2024.
“Untuk pileg DPR, NTB ada dua dapil, baru satu yang terisi. Saya berharap, minimal di 2024 dua dapil yang ada tersebut bisa diisi oleh kader-kader terbaik kita,” bebernya.
Caleg Jangan Leha-leha
Di tempat yang sama, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat melaporkan, pihaknya di DPD PDIP NTB telah melaksanakan amanat yang tertuang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP yang dihelat beberapa waktu yang lalu.
Amanat dalam rakernas, kata Rachmat menjadi pedoman seluruh pengurus dan kader di NTB untuk bergerak.
“Sesungguhnya pesan ini sudah kami laksanakan. Begitu selesaikan rakernas III, kami sudah sampaikan ke daerah. Perintah DPP setiap hari kita laksanakan,” ujar Rachmat.
Lebih jauh, anggota DPR itu mengingatkan, ketaatan dan loyalitas kader terhadap partai menjadi modal dasar berpartai.
“Harapan saya, kepada seluruh kader, kinerja caleg se-NTB, tugas mereka paling utama mencapai kemenangan adalah memperkuat saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” jelasnya.
Rachmat meminta kader, pengurus, termasuk para bacaleg untuk tidak leha-leha. Mengingat kalender pemilu 2024 kian dekat. Mesin partai, kata Rachmat akan dapat berjalan baik ketika seluruh elemen yang ada di dalamnya berfungsi dengan baik.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memonitoring langsung agenda gotong royong Bakti Stunting itu, Senin (11/09/23).
Dalam keguatan Bakti Stunting itu, Ummi Rohmi sapaan Wagub, senang melihat kader posyandu beserta seluruh elemen masyarakat gotong royongdalam kegiatan Bakti Stunting menekan angka stunting di NTB.
“Alhamdulillah, pagi ini monitoring Bhakti Stunting di Desa Pesiraman, Lenek, Lombok Timur. Senang melihat kader posyandu beserta semua element masyarakat #Kolaborasi menekan angka stunting di Nusa Tenggara Barat,” tulis Wagub dalam statusnya. ***
Alternatif Pengobatan Akupuntur Sudah Hadir di NTB
Pengobatan akupuntur, menurut Gubernur NTB, memberikan pilihan pengobatan bagi masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Hadirnya praktisi profesional dan lulusan kursus akupuntur pertama di NTB semakin memberi peluang bagi masyarakat untuk alternatif pengobatan.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat mengikuti kegiatan Bakti SosialPengobatan Akupuntur Gratis di Kantor Desa Jagaraga, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (09/09/23).
“Ini menambah alternatif pilihan pengobatan bagi masyarakat,” ungkap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.
Bang Zul berharap dengan adanya pengobatan akupuntur dapat memberikan pilihan pengObatan bagimasyarakat.
“Semoga bapak ibu segera sehat dengan pengobatan akupuntur ini,” harap bang Zul saat menyaksikan langsung praktek akupuntur yang dilakukan oleh sejumlah praktisi profesionaldan lulusan kursus akupunktur.
Untuk diketahui bahwa pengobatan ini juga telah dibuka secara formal, baik di Rumah Sakit maupun Klinik, sehingga mudah diakses oleh masyarakat.***
HAORNAS 2023 Momentum Sukseskan Event Olahraga di NTB
Dalam perataan Hari Olahraga Nasional, Sekda NTB mengingatkan bahwa Provinsi NTB akan jadi tuan rumah banyak event olahraga
MATARAM.LombokJournal.com ~ Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang berlangsung pada tanggal 9 September 2023 merupakan momentum sukeskan event olahraga (sport tourism) di Provinsi NTB.
Seperti MotoGP, Motul FIM Superbike World Championship, Motocross World Championship (MXGP), Lombok Audax dan event olahraga lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, ke depan Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah berbagai event olahraga nasional, Minggu (10/09.23).
Seperti tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional dihadiri induk-induk olahraga (inorga) yang bernaung di bawah KORMI, diperkirakan 25 ribu orang pegiat olahraga berkumpul di Lombok pada tahun 2025.
Pada tahun 2028, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Olahraga Nasional KORPRI dan tahun 2028, bersama NTT dan NTB tuan rumah bersama PON XXII.
“Mari bergegas mari berbenah, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses promosi ekonomi,” tutur Miq Sekda. ***
Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan di Car Free Day di Praya
Rachmat Hidayat Aksi Kemanusiaan Lagi di Lombok Tengah, penerima bantuan menilai PDIP Jadi Partai paling peka pada rakyat
LOTENG.LombokJournal.com ~ Masyarakat yang padati arena Car Free Day di Praya, Lombok Tengah, menerima kejutan bantuandari Rachmat Hidayat.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu selain memberi sarapan gratis, juga memberi bantuan berupa santunanpada anak-anak yatim, mobil ambulans untuk Yayasan Tulus Angen Community, alat musik untuk musisi jalanan Mandalika, dan bantuan kursi roda elektrik untuk para penyandang disabilitas, Minggu (10/09/23).
”Seluruh bantuan ini adalah murni aksi kemanusiaan. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Saya selalu meyakini, berbagi kepada sesama adalah salah satu cara paling kuat untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam masyarakat,” ucap Rachmat, yang saat ini merupakan Komisi VIII DPR RI.
Sebagian masyarakat mengelu-elukan nama Ketua DPD PDIP NTB yang menyalurkan bantuan. Sejumlah warga yang menandainya dari jauh segera mendekat, dan menyalami dengan takzim politisi seniorBumi Gora ini.
Penyerahan seluruh bantuan tersebut dilakukan berbarengan dengan digelarnya acara Ngopi dan Nongkrong Bareng bersama H Rachmat Hidayat dan politisi PDIP asal Lombok Tengah, H Ruslan Turmuzi.
Acara penyerahan bantuan ini tampak spesial, sebab dihadiri Sekretaris Daerah NTB HL Gita Ariadi, yang pekan depan bakal dilantik sebagai Penjabat Gubernur NTB setelah dipilih Presiden Joko Widodo.
Sejumlah politisi PDIP di Lombok Tengah ikut hadir memeriahkan acara yang juga banyak dihadiri para generasi milenialtersebut, seperti Ketua DPC PDIP Lombok Tengah yang juga Anggota DPRD Loteng, Suhaimi.
Penyerahan bantuan untuk warga yang membutuhkan ini juga dirangkai dengan pagelaran musik. Sejumlah musisi jalanan dan musisi penyandang disabilitas unjuk kebolehan turut menghibur warga.
Rachmat mengaku bersyukur, bila bantuan yang telah diserahkan kepada masyarakat dapat membantu dan bermanfaat untuk penerima.
Ditegaskan, membantu masyarakat yang membutuhkan menjadi prioritasnya. Bantuan itu, sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Khusus bantuan kursi roda kepada para penyandang disabilitas, diharapkan akan membantu mereka sehingga tidak lagi memiliki mobilitas terbatas.
”Kaum difabel adalah kelompok yang seringkali diabaikan oleh sebagian kita. Padahal mereka membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih. Dengan memberikan dukungan kepada mereka, kita dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan diterima di lingkungan sekitarnya,” kata Rachmat.
Langkahnya menebar bantuan untuk masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna itu adalah langkah kecil. Karena itu, ia menggugah pihak lain untuk juga turut memberi perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan tersebut pun tak melulu harus berupa finansial. Berbagi waktu atau tenaga, juga tentulah akan sangat bermanfaat untuk mereka.
Didaulat menyampaikan sambutan dalam penyerahan bantuan tersebut, Sekda NTB HL Gita Ariadi menyampaikan rasa syukur masyarakat Pulau Lombok memiliki wakil seperti H Rachmat Hidayat. Dia menyebut, Rachmat Hidayat adalah amaq atau ayahandanya.
”Inaq Amaq Semeton Jari, Arik Kakak. Beliau niki Amaq tiang. Kita doakan beliau panjang umur dan tetap bisa berbuat untuk berjuang mewakili pelungguh di Jakarta, melalui partai beliau PDI Perjuangan,” kata Gita.
Dia pun menyampaikan rasa girangnya, bisa turut serta menyapa masyarakat secara langsung dalam pembagian bantuan Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok tersebut. Gita menegaskan, dirinya siap hadir dalam acara Anggota DPR RI dari partai politik manapun.
Kesempatan tersebut juga digunakan Gita untuk menyeru kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka tetap rukun dan damai. Memastikan daerah tetap harmonis, adalah menjadi salah satu tugas dan tanggung jawabnya.
Apalagi setelah resmi nantinya dilantik sebagai Penjabat Gubernur NTB.
”Inaq Amaq, endek tekanggo begejuh. Dukung pemerintah adekne daerah yang pelungguhtarik aman. Dendekn gare-gare bede pilihan muk endek saling sapak. Ngiring tarik dukung investasi sak eyak pinak masyarakat sejahtere,” kata birokrat asal Lombok Tengah ini dalam bahasa Sasak.
Sementara itu, H Ruslan Turmuzi pada kesempatan tersebut menjelaskan, sejumlah bantuan yang merupakan program aspirasinya, juga turut diserahkan kepada masyarakat. Politisi senior Lombok Tengah yang sudah lima periode duduk di DPRD NTB ini.
Dikatakan, bantuan dari program aspirasi tersebut adalah wujud perhatiannya kepada masyarakat Lombok Tengah yang sudah menyampaikan secara langsung aspirasi kepada dirinya.
Bajang Toni yang mewakili penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga, atas perhatian yang telah diberikan H Rachmat Hidayat dan juga H Ruslan Turmuzi.
”Sekarang semakin terang benderang bagi kami, siapa partai yang sepenuhnya berbuat untuk masyarakat,” kata Bajang Toni.
Dia mengungkapkan, Yayasan Tulus Angen Community tempat dirinya berkiprah, akan sangat terbantu dengan keberadaan mobil ambulans yang telah diberikan.
Mobil itu akan sangat membantu layanan bagi 30 penyandang disabilitas dari keluarga tidak mampu yang ditangani yayasan ini terutama dalam hal menjalani fisioterapi rutin.
Para penyandang disabilitas tersebut tidak hanya dari Lombok Tengah, tapi juga dari Lombok Barat dan Kota Mataram.
Sementara itu, Zainal Abidin, warga Dasan Gundul, Desa Menemeng, Kecamatan Peringgarata, yang menerima bantuan kursi roda elektrik juga tak bisa menyembunyikan besarnya rasa syukur dirinya.
Zainal Abidin harus kehilangan kedua kakinya setelah dirinya tersengat setrum listrik tahun 2019 silam. Selama 3,5 tahun, remaja 28 tahun ini harus terbaring dan tergolek lemah di tempat tidur. Sebagian besar tubuhnya terkena luka bakar.
Kini, dengan bantuan kursi roda elektrik yang nilainya satu unit mencapai Rp 27 juta itu, aktivitasnya tidak akan lagi terbatas. Dirinya ingin, dengan bantuan kursi roda tersebut, dapat menjadi jalan hidupnya bisa lebih produktif.
”Bantuan kursi roda ini menjadikan saya kini memiliki masa depan. Pak Haji Rachmat benar-benar pahlawan untuk kami,” katanya.(*)
Perpisahan Bunda Niken sebagai Bunda PAUD NTB
Selama 5 tahun bertugas menjadi Bunda PAUD NTB, pengakuan menyenangkan diungkapkan Bunda Niken bersama anak-anak
MATARAM.LombokJournal.com ~ Perpisahan Bunda Paud NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bunda Niken dirangkaikan dengan Pentas Seni di Museum NTB, Sabtu (09/09/23).
Perpisahan dengan Bunda Niken juga dirangkai dalam kegiatan “Museum Disabilitas”, yakni dengan Lomba Mewarnai tingkat SDLB dan TK/Paud se NTB.
Bund Niken mengatakan, selama 5 tahun bertugas sebagai Bunda Paud, memberikan kesan yang sangat menyenangkan bersama dengan anak-anak tercinta. Termasuk dengan guru-guru yang memiliki semangat juang untuk mendidik anak-anak menjadi generasi penerus bangsa.
“Saya bertugas selama 5 tahun bertugas sebagai Bunda Paud, merupakan masa-masa yang sungguh menyenangkan. Karena saya berinteraksi dengan anak anak Paud se NTB dengan berbagai kondisinya dan semuanya menjanjikan masa depan yang baik untuk masa depan kita. Bertemu dengan para guru Paud yang merupakan orang orang yang memiliki motivasiyang tinggi, semangat, apapun yang terjadi mereka adalah guru dari anak anak kita tercinta,” tutur Bunda Niken.
Bunda Niken mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya agar pendidikan Anak Usia Dini mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah agar semakin dikuatkan, semakin diperbaiki, ditingkatkan kualitasnya,
Menurut Bunda Niken, PAUD merupakan investasi yang besar Untuk meletakkan dasar dasar yang kuat untuk generasi ke depan.
“Kita ingin mereka memiliki rasa percaya diri sejak usia dini, mampu berbicara yang baik sejak usia dini, mengutarakan perasaan dan pikiranya. Menjadi anak anak yang cerdas, semangat dan menyikapi semuanya dengan positif. Itu adalah bekal yang baik untuk kita semua agar generasi selanjutnya menjadi generasi yang kuat dan tangguh, karena masa depan kita tau seperti apa,” ujar Bunda Niken.
Ke depan, Bunda Niken berharap agar museum dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk terus menggali pengetahuan, inspirasi, semangat dan tempat anak anak bangsa berkumpul dan menyalurkan rasa ingin tahunya tentang berbagai hal.
“Kegiatan mewarnai hari ini sangat bagus, sangat sayang kalau sekali setahun. Kalau bisa setiap sebulan, dua bulan karena didalam museum begitu banyak peninggalan sejarah dan cerita cerita yang bisa kita pelajari. Sehingga saya oikir semua yang ada di museum ini bisa menjadi inspirasi untuk dikenal anak anak kita. Pertama pertama dengan mewarnai objek – objek yang ada di museum, sehingga mereka ingin tahu apa kisah yang sedang diwarnai, sehingga mereka ingin datang kembali ke museum,” tutup Bunda Niken. ***
Pulau-pulau di Lombok Bagai Mutiara Tersembunyi
Jika dikelola baik maka keberadaan ratusan pulau di NTB, kata H Lalu Hadrian, para nelayan Lombok tak perlu lagi distigma kumuh dan marjinal
MATARAM.LombokJournal.com ~ Terdapat 280 pulau kecil di perairanProvinsi NTB, di antara banyak pulau itu terdapat 32 pulau yang berpenghuni.
Sedangkan sisanya pulau kecil yang memiliki potensi pariwisata. Dan keberadaan pulau-pulau kecil di NTB itu dinilai sebagai mutiara tersembunyi.
Penilaian pulau yang disebut sebagai mutiara tersembunyi itu diungkapkan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi NTB, H Lalu Hadrian Irfani,
Politisi piawai itu bukan hanya mendorong branding pariwisata, tetapi juga meningkatkan lapangan kerja dan perekomian di sektor tersebut.
“Keberadaan ratusan pulau-pulau kecil di Lombok, NTB ini menunjukkan kekayaan bahari kita di daerah ini,” ujar H Lalu Hadrian Irfani.
Ia yang juga Caleg DPR RI dari PKB untuk Dapil NTB II Pulau Lombok, Minggu (10/09/23).
Pria humble yang akrab disapa Batur Ite itu mengatakan, menjadi ironi jika potensi kelautan dan bahari yang besar ternyata jadi kantung pemukiman nelayan itu masih menyumbang angka kemiskinan cukup besar.
Padahal jika dikelola dengan baik potensi ini bisa mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat di pesisir dan pulau-pulau kecil.
Kemiskinan Meningkat
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat, angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2023 meningkat, jika dibandingkan dengan periode September 2022.
Jumlah penduduk miskin di NTB pada Maret 2023 tercatat 751 ribu orang. Bertambah 6 ribu orang dibandingkan September 2022 yang berada di angka 744 ribu orang.
Dalam data disebutkan, profil kemiskinandi NTB didominasi kemiskinan di pedesaan, termasuk kantong nelayan di pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Sehingga akan menjadi ironis kalau pesisir dan pulau kecil yang begitu banyak potensinya justru masyarakatnya masih hidup di garis kemiskinan,” ujarnya.
H Lalu Hadrian Batur Ite mengajak generasi muda Lombok, terutama dari daerah pesisir dan pulau kecil ikut peduli dan memberikan kontribusi pemikiran dan kepedulian mengembangkan potensi ini.
“Bagaimana generasi muda terutama yang fresh graduate memikirkan pulang dan kembali membangun daerah, bukannya bermimpi berkarir di luar daerah atau Kota Besar,” papar Hadrian
Ia mencontohkan, kawasan tiga Gili eksotis di Trawangan, Meno, dan Air, Lombok Utara. Tiga Gili yang sudah kesohor sebagai destinasi wisata internasional itu bisa membuka banyak lapangan kerja. Dan perputaran uang luar biasa hanya dari tingginya angka kunjungan wisata.
“Gili bisa jadi contoh baik untuk diduplikasi ke pulau kecil lainnya. Ini contoh dari sektor pariwisata, belum lagi potensi perikanan dan kelautannya,” tandas Hadrian
Dari sektor pertanian secara luas, subsektor perikanan memiliki potensi besar pula di Lombok dengan pulau-pulau kecilnya.
Lalu Hadrian justru menawarkan gagasan mengintegrasikan sektor perikanan dengan pariwisata.
Ia mengatakan, kawasan pesisir Lombok bagian Selatan terkenal sebagai daerah penghasil komoditi benih Lobster dan Lobster dewasa yang nilai ekonomisnya tinggi.
Hal ini sebenarnya bisa menggugah inisiatif membangun destinasi wisata bahari di sana, baik dari sisi experience maupun dalam bentuk wisata kuliner laut.
“Wisatawan bisa merasakan pengalaman selama berinteraksi dengan nelayan di sana, bagaimana mereka membudidayakan dan memanen Lobster. Kemudian ada juga kuliner kerakyatan yang berbasis hasil laut yang bisa dinikmati di sana,” jelas Hadrian
Menurut Lalu Hadrian, untuk meraih hal itu tentu tidak serta merta. Semua butuh proses, komunikasi lintas stakeholders, juga ketersediaan waktu yang pasti sangat panjang. Namun, papar pria ramah senyum ini, jika gagasan tidak dimulai dari sekarang akan sangat sulit mewujudkan mimpi ke depan.
“Saya punya mimpi besar bagaimana ke depan kantung pemukiman nelayan di Lombok tidak lagi terstigma sebagai kawasan kumuh, miskin dan banyak masalah sosial. Tapi bagaimana kantung nelayan bisa menjadi destinasi wisata bahari yang memiliki impak ekonomis bagi masyarakat nelayan kita,” urainya.
Ia mengatakan, kesejahteraan petani dan nelayan Lombok adalah cita-cita besar sejak ia menapaki karir politik di DPRD NTB.
Sebagai Politisi Lokal yang akan maju ke kancah nasional di DPR RI, Lalu Hadrian bertekad untuk harus bisa mewujudkan cita-cita perjuangannya selama di DPRD NTB.
“Insha Allah, kami pasti bisa meneruskan perjuangan ini. Demi kemaslahatan masyarakat Lombok dan kemajuan daerah ini,” tegas Batur Ite.
Ditanya tentang strategi dan skema gagasan pengembangan daerah pesisir dan pulau kecil di Lombok, Lalu Hadrian mengatakan saat ini semua konsep sudah dimatangkan.
Jejaring generasi muda juga sudah dibangun terutama di kawasan pesisir dan pulau kecil.
“Yang terpenting generasi muda, teman-teman di pesisir dan pulau kecil punya semangat yang sama untuk meningkatkan akses potensi dan mengembangkan daerahnya,” imbuhnya.
Terakhir Lalu Hadrian menekankan, potensi bahari di pesisir dan pulau kecil di Lombok, NTB adalah berkah luar biasa. Tugas generasi muda penerus harus bisa mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA) ini dengan sebaik mungkin, (*)
Politisi PKS Tak Setuju Masjid Diawasi
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) usulkan Masjid Diawasi, Ketua HIMALO sarankan arah pembinaan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengawasi masjid, karena terungkap ada masjid yang ceramah-ceramahnya kerapkali kritik kepada pemerintah, mendapat tanggaan dari H. Karman.
H, Karman (kanan) dan Bang Zil
Ketua Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO), H Karman, menolak usulan itu. Menurut Ketua HIMALO itu, tempat ibadah atau masjid menjadi media persemaian idiologi anti pemerintah hanya kasuistik.
Karena itu Karman menolak usulan BNPT agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah khususnya ,masjid di Indonesia agar tempat ibadah tidak menjadi sarang radikalisme.
“Tidak cukup dijadikan sampling bahwa masjid atau tempat ibadah menjadi media persemaian idiologi anti pemerintah. Itu kasuistik saja sifatnya,” ujar Bang Haji Karman, sapaan akrab Ketua HIMALO, Jumat 8 September 2023.
Bacaleg DPR RI dari PKS untuk Dapil NTB II Pulau Lombok ini mengaku sepakat, radikalisme dan terorisme harus dilawan dan diberantas di Indonesia. Namun hendaknya tidak dengan mengawasi atau mengontrol tempat ibadah atau masjid.
Menurutnya, ada banyak contoh masjid-masjid yang mencerdaskan ummat, serta melakukan pemberdayaan ummat.
“Masjid-masjid Itu sudah mengambil sebagian besar tugas pemerintah. Yaitu mendidik ummat. Ingat, masjid-masjid kita rata-rata swadaya. Dibangun dan dikelola menggunakan swadaya masyarakat. Jadi saran saya, bukan pengawasan yang diperlukan, melainkan pembinaan,” tukasnya.
Bang Haji Karman menilai, saat ini merupakan momentum tepat supaya Pemerintah lebih meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan masjid.
“Bantu ummat membangun dan mengelola masjid. Dari urusan ngelola toilet, hingga ngelola kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan masjid. Sehingga tidak ada celah bagi paham-paham radikal dan paham-paham asing lainnya masuk ke tempat ibadah kita,” katanya.
Menurutnya, dengan pembinaan yang dilakukan diharapkan masjid bisa menjadi ujung tombak melawan dan memerangi radikalisme.
“Saya setuju radikalisme, dan isme-isme asing lainnya, yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa kita harus dilawan. Dan itu bisa dilakukan melalui masjid atau tempat ibadah,” tegas Bang Haji Karman yang juga Ketum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) 2013-2017.
Sebelumnya diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengusulkan agar pemerintah mengontrol semua tempat ibadah di Indonesia agar tempat ibadah tidak menjadi sarang radikalisme. BNPT berkaca dari negara-negara luar.
Ide ini disampaikan Kepala BNPT, Rycko Amelza Dahniel dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin 4 September lalu. Dia menanggapi pernyataan anggota DPR Komisi III Fraksi PDIP, Safaruddin.
Safaruddin mengulas karyawan BUMN yakni PT KAI yang terpapar paham radikalisme. Berdasarkan pengamatan Safaruddin, terdapat masjid di BUMN kawasan Kalimantan Timur yang setiap hari mengkritik pemerintah.
“Ya memang kalau kami di Kalimantan Timur Pak, ada masjid di Balikpapan itu Pak, itu masjidnya Pertamina, tapi tiap hari mengkritik pemerintah di situ Pak, di dekat Lapangan Merdeka itu,” ujar politikus PDIP itu.
BNPT menanggapi dengan menekankan pentingnya mekanisme kontrol.
“Kiranya kita perlu memiliki mekanisme kontrol terhadap penggunaan dan penyalahgunaan tempat-tempat ibadah yang digunakan untuk penyebaran paham radikalisme,” kata Rycko Amelza Dahniel dalam rapat.***