100 Persen Desa Di NTB Sudah Berlistrik

Keberhasilan PLN untuk melistriki desa-desa yang belum berlistrik dalam program listrik desa tersebut merupakan bentuk komitmen nyata PLN untuk terus mewujudkan cita-cita Provinsi NTB menjadi Nusa Terang Benderang

MATARAM.lombokjournal.com  – – Memasuki tahun 2019, PLN memberikan kado manis listrik bagi Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu yang berada di Kabupaten Bima. Dengan terlistrikinya dua desa tersebut, kini seluruh desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah teraliri listrik.

“Alhamdulillah, sebelum tahun berganti, 100 persen desa telah berhasil teraliri listrik,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka Rabu,(2/1/2019)

Untuk melistriki Desa Sarae Ruma, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang  3,86 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 1,64 kms, dan 2 Gardu Distribusi berkapasitas  100 kilo Volt Ampere (kVA) dan  160 kVA dengan nilai investasi 1,4 milyar rupiah.

Sementara untuk Desa Pusu, JTM yang dibangun sepanjang 4,73 kms, JTR sepanjang 1,69 kms dan 2 gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dan 100 kVA dengan nilai investasi 1,8 milyar rupiah.

Sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk melistriki dua desa ini sebesar 3,2 milyar rupiah. Seluruh dana yang digunakan untuk pembangunan listrik desa ini berasal dari anggaran PLN.

Rudi menambahkan bahwa keberhasilan PLN untuk melistriki desa-desa yang belum berlistrik dalam program listrik desa tersebut merupakan bentuk komitmen nyata PLN untuk terus mewujudkan cita-cita Provinsi NTB menjadi Nusa Terang Benderang.

“Tantangan terbesar adalah akses ke lokasi, perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Tapi alhamdulillah sebelum 2019 sudah berhasil kami listriki,” tutur Rudi.

Desa Sarae Ruma memiliki total 171 kepala keluarga (kk) dan Desa Pusu sebanyak 170 kk. Pada tahap awal, sebanyak 24 kepala keluarga di Desa Sarae ruma dan 37 kk di Desa Pusu telah berhasil dialiri listrik dan menjadi pelanggan PLN. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Hadirnya listrik diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat di dua desa tersebut, seperti munculnya usaha-usaha pengolahan hasil perikanan dan pertanian.

“Karena itu, kehadiran listrik PLN ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu,” ujar Rudi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB Muhammad Husni menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas capaian 100 persen desa berlistrik.

“Atas nama Pemprov NTB saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh PLN atas capaian 100% desa berlistrik di NTB. Saya harap capaian ini dapat terus dipertahankan seiring dinamika pembangunan di tahun mendatang,” ucap Husni

Dengan teralirinya seluruh desa di NTB, selanjutnya melalui program listrik desa, PLN akan terus melistriki dusun-dusun yang belum terlistriki. Pada tahun 2019, PLN menargetkan dapat melistriki 44 Dusun terpencil di NTB. Hingga bulan November 2018, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 91,3 persen. PLN menargetkan rasio elektrifikasi di NTB meningkat menjadi 97,5 persen pada tahun 2019 dan 100 persen pada tahun 2020.

“Ke depan mungkin akan ada pemekaran desa baru, kami komitmen untuk melistriki desa-desa baru dan dusun yang belum terlistriki,” tutup Rudi.

AYA




Statistik Transportasi NTB Bulan November  2018

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun sebesar 11,08  persen menjadi sebanyak 5.826 orang

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinis NTB merilis, jJumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada bulan November 2018 naik sebesar 15,71 persen dibandingkan bulan Oktober 2018.

Sedangkan jumlah penumpang berangkat turun sebesar 26,27  persen.

Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan November 2018 turun 11,52 persen dibanding bulan Oktober 2018. Sedangkan barang yang dimuat  naik sebesar 98,85 persen”Ujar Kepala BPS NTB Suntona ,Rabu (2/1/2019).

Ia menyatakan, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan November 2018 sebanyak 133.298 orang, turun sebesar 5,99 persen dibanding bulan Oktober 2018.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun sebesar 11,08  persen menjadi sebanyak 5.826 orang.

“Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan November 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 119.686 orang, turun sebesar 11,04 persen dibandingkan bulan Oktober 2018. Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga turun yaitu sebesar 21,86 persen dari 6.826 orang menjadi 5.334 orang,” tegasnya

Sedangkan Jumlah barang yang dibongkar pada bulan November 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 715.672 Kg, naik 1,72 persen dari bulan Oktober 2018.

Tidak ada barang yang dibongkar di terminal internasional pada bulan November 2018. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan November 2018 naik sebesar 0,33 persen dari bulan sebelumnya.

Sedangkan barang yang dimuat di terminal internasional naik 42,49 persen.

AYA




Inflasi NTB Bulan Desember  2018 0,62 Persen

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Desember 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,17 pada bulan November 2018 menjadi 133,99 pada bulan Desember 2018.

Angka inflasi ini sama dengan angka inflasi nasional yang juga tercatat sebesar 0,62 persen.

Hal ini disanpaikan Suntono , Kepala BPS NTB pada Rabu (02/01/2019).

Suntono menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,95 persen.

Inflasi NTB bulan Desember 2018 sebesar 0,62 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,40 persen;

“Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,31 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,06 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,02 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,09 persen dan Kelompok Sandang sebesar 0,01 persen”Ujarnya.

Ia menambahkan, laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Desember 2018 sebesar 3,16 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Desember 2017 sebesar 3,70 persen.

AYA




Sarapudin Menghitung, iuran Bulanan  JKN-KIS Lebih  Murah Ketimbang Biaya Berobat

Iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Sebagai seorang tenaga keamanan di Kota Mataram, Sarapudin (30) telah memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari perusahaan peyalur tenaga keamanan tempat ia bekerja.

Sejak terdaftar dalam Program JKN-KIS, ia dan anggota keluarganya merasa tenang dengan biaya pengobatan apabila sakit.

“Saya sangat terbantu sekali dengan Kartu JKN-KIS yang saya miliki ini. Pada saat saya sakit dan harus dibawa ke dokter saya dan istri tidak takut lagi soal biaya. Karena kalau kita mengikuti prosedurnya pasti semuanya ditanggung. Saat itu saya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas tempat saya terdaftar,” ujar Sarapudin, Senin (31/12).

Secara pribadi, Sarapudin berpendapat bahwa Program JKN-KIS ini membawa manfaat yang besar, baik untuk dirinya sekeluarga maupun masyarakat pada umumnya. Apalagi jika sakit mendadak menyerang, kekhawatiran akan biaya berobat yang mahal pun tak perlu dirisaukan.

“Karena sakit ini datangnya selalu tiba-tiba tanpa direncanakan, sehingga perlindungan kesehatan sangatlah penting. Makanya saya bersyukur perusahaan saya sudah mendaftarkan saya dan seluruh anggota saya saat masih sehat. Mungkin sekarang kami belum merasa butuh karena masih sehat, tapi saya percaya suatu hari nanti pasti ada waktunya kita merasakan manfaat perlindungan JKN-KIS,” imbuhnya.

Dia mengetahui bahwa iuran yang dibayarkan tidak sedmikian besar, hanya 1% dari penghasilan yang dia terima, dan selebihnya yang 4% ditanggung oleh pemberi kerja. Menurutnya, besaran manfaat yang ia terima dari JKN-KIS jauh lebih besar daripada iuran yang tiap bulan ia bayarkan.

“Dengan iuran yang hanya 1% dari penghasilan, saya merasa tidak terbebani. Justru biaya berobat itu lebih mahal dibandingkan iuran yang sudah saya keluarkan. Makanya kalau dihitung-hitung ya tidak rugi bayar JKN-KIS tiap bulan,” ungkapnya.

Dia pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, baik yang menjadi pekerja formal maupun yang bekerja informal, karena iurannya tidak memberatkan.

“Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS saya sarankan untuk segera mendaftar karena prosesnya cepat dan tidak ribet. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi Mobile JKN, pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS bisa melalui aplikasi tersebut,” kata bapak satu orang anak ini.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Sarapudin

 

 




Siti Hamidah, Bersalin Gratis Dengan JKN-KIS

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal

lombokjhournal.com

MATARAM ;    Manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan oleh istri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Siti Hamidah (33) merasa terbantu dengan terdaftarnya ia sebagai peserta JKN-KIS, pada saat ia melahirkan anak ketiga di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Sabtu (30/12).

Mengandung dan melahirkan adalah dambaan bagi setiap perempuan yang sudah menikah. Tetapi, melahirkan nyawa adalah sebuah pertarungan nyawa, antara hidup dan mati seorang ibu. Itulah yang Siti rasakan saat ia berjuang melahirkan anak ketiganya.

Walaupun dalam keadaan masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan, namun Ida dengan semangat menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN KIS.

Sejak mendaftar sebagai peserta JKN-KIS Siti merasa terbantu, khususnya dalam hal pembiayaan pengobatan. Pada saat ada keluhan tentang kesehatan ia langsung ke dokter keluarga tanpa ada biaya yang di keluarkannya.

“Saya dan kaum ibu pada umumnya pasti merasakan hal yang sama bagaimana melahirkan di rumah sakit, harus benar-benar mempunyai persiapan yang matang khususnya dalam pembiayaan. Beruntung kami sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, jadi biaya persalinan yang begitu mahal bisa terbantu,” ungkap Ida.

Ida bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena menurutnya biaya persalinan untuk pasein umum cukup mahal. Ida pun mengakui puas dengan pelayanan di RS tempatnya melahirkan. Padahal RSIA Permata Hati ini adalah RS swasta yang terbilang cukup mahal.

“Tetapi, saya tidak menemui kesulitan dalam mengakses pelayanan di sana. Semua gratis, saya dan suami tidak perlu keluar biaya sama sekali. Jujur saya sudah takut karena kalau disuruh bayar, tak tahu kami seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan jika tidak pakai JKN-KIS,” jelas Ida.

Di akhir ceritanya, Ida menambahkan, kebahagian seorang ibu adalah bisa melihat anak-anaknya tumbuh sehat. Ia pun berharap Program JKN-KIS terus hadir bagi masyarakat dan mebahagiakan ibu-ibu seluruh  Indonesia.

Baginya program ini sangat menolong serta dapat mensejahterakan masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan yang cukup mahal, khususnya layanan kesehatan yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut dengan biaya cukup besar.

“Semoga anak cucu saya kelak masih bisa merasakan Program JKN-KIS ini,” harapnya.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah

 

 




Rizkia Handayani, Merasa Tenang  Bersama  Kartu JKN-KIS

Program ini benar-benar sangat membantu. Sebagai pegawai swasta yang memiliki pengahasilan pun merasa berat ketika harus membayar pengobatan ketika sakit, apalagi masyarakat yang tidak bekerja. Mengingat biaya kesehatan  sekarang sangat mahal

lombokjournal..com –

MATARAM ;   Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah mengubah sistem kesehatan di Indonesia.

Program JKN-KIS terbukti telah memberikan akses yang lebih besar kepada masyarakat luas dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan seiring berjalannya Program JKN-KIS, kecemasan masyarakat akan tingginya biaya kesehatan pun menghilang.

Rizkia Handayani (24) adalah salah satu peserta Program JKN-KIS dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) yang telah merasakan manfaat dari program tersebut. Pada saat dikunjungi di rumahnya, Rizkia menceritakan apa yang ia rasakan selama menggunakan Kartu JKN-KIS.

Program ini benar-benar sangat membantu RIzkia. Sebagai pegawai swasta yang memiliki pengahasilan pun merasa berat ketika harus membayar pengobatan ketika sakit, apalagi masyarakat yang tidak bekerja. Mengingat biaya kesehatan  sekarang sangat mahal.

“Yang kaya sekalipun bisa jatuh miskin ketika sakit, apalagi yang ekonominya menengah ke bawah. Karenanya saya sangat bersyukur sekali sudah mengikuti Program JKN-KIS ini. Seandainya saya bukan peserta JKN-KIS, saya tidak tahu bagaimana mendapatkan biaya selama menjalani perawatan kesehata,” ujar Rizkia saat ditemui tim Jamkesnews di rumahnya, Senin (31/12).

Rizkia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh petugas BPJS Kesehatan yang sudah memberikan pelayanan terbaik dari mulai pemberian informasi, pendaftaran, perubahan data pesertanya, sehingga peserta merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Dengan menjadi peserta Program JKN-KIS sama sekali tidak ada ruginya. Ibarat menabung, kita akan merasakan hasilnya suatu hari kelak di kala kita jatuh sakit atau butuh pelayanan kesehatan. Asalkan kita mengikuti  ketentuan dan peraturannya semua pasti akan lancar. Terima kasih JKN-KIS, saya sangat lega telah menjadi peserta JKN-KIS. Apapun penyakitnya, JKN-KIS tetap membuat kami tenang dan bisa kembali fokus terhadap penyembuhan,” papar Rizkia.

Ia berpesan kepada masyarakat, jangan menunggu sakit baru terpikir mendaftarkan diri dan anggota keluarganya.

“Karena sakit itu mahal, kekhawatiran berobat mahal itu akan mereda jika seseorang sudah menjadi peserta JKN-KIS. Jadi segeralah daftarkan diri dan anggota keluarga ke dalam Program JKN-KIS,” ajaknya.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Rizkia Handayani

 




Pelaku Utama Pemerkosa Gadis 15 Tahun Hingga Tewas di Lotim, Berhasil Ditangkap

Berusaha kabur dari sergapan petugas, S terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya

LOTIM.lombokjournal.com —  Setelah sempat menjadi buron beberapa hari, akhirnya terduga pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar, S (18 thn), warga Desa Gerung Permai, Kecamatan Suralaga, ditangkap Tim Resmob Polres Lombok Timur.

Polisi menangkap S di wilayah kecamatan Suralaga pada Selasa (1/01) 2019, sekira pukul 08.00 Wita. Alasan berusaha kabur dari sergapan petugas, S terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya.

Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Suralaga, IPDA Nicolas Usman menjelaskan, pihaknya bersama Kades Gerung Permai berhasil menangkap pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar.

“Memang betul pelaku utama telah ditangkap petugas, saya dapat laporan dari anggota bersama pak Kades,” kata Kapolsek Suralaga IPDA Nicolas Usman.

Namun begitu, pihaknya belum memastikan dimana penangkapan dilakukan. Namun yang jelas semua pelaku pemerkosaan sudah berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE,S.Ik yang dikonfimasi terkait tertangkapnya pelaku utama pemerkosa dan pembunuh pelajar itu membenarkan.

“Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Lombok Timur untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Gadis yang masih berstatus pelajar, inisial EB (15 thn), meregang nyawa setelah mengalami perlakuan sadis yaitu diperkosa oleh empat orang di dua tempat berbeda yaitu di Desa Bagik Payung Timur dan Desa Sukarma Kecamatan Aikmel beberapa hari lalu.

Razak




BPBD  NTB Membuat Gebrakan  ‘ Aplikasi SiAGA NTB’

Masyarakat bisa mendapat informasi valid dan akurat tentang kejadian bencana, termasuk. berkaitan dengan Info SOP yakni berisikan pengetahuan tentang standard operasional dalam keadaan darurat

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuat sebuah gebrakkan dengan aplikasi SiAGA NTB.

Gebrakan ini guna membantu masyarakat mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana.

“Untuk membantu masyarakat supaya bisa dapat info terutama terkait mitigasi bencana. Jadi yang membuat dan mengelola aplikasi ini BPBD NTB sendiri,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Mohammad Rum, Selasa (01/01/2019) di Mataram.

Selain itu , aplikasi ini merupakan sumber resmi penyampaian kejadian bencana yang ada di wilayah Provinsi NTB. Berbagai fitur juga telah tersedia d idalam aplikasi ini.

Fitur-fitur yang ada didalamnya itu sebut pria yang akrab disapa Haji Rum ini, yakni soal laporan bencana (Masyarakat bisa melaporkan kejadian bencana di lingkungannya).

Kemudian, Info Bencana (Masyarakat bisa mendapat informasi valid dan akurat tentang kejadian bencana). Selanjutnya berkaitan dengan Info SOP yakni berisikan pengetahuan tentang standard operasional dalam keadaan darurat.

Bahkan, di dalam aplikasi SiAGA NTB juga disediakan nomor penting yang bisa dihubungi dalam keaadaan darurat dan info terkini tentang cuaca. Termasuk soal Info Donor Darah, yang mana masyarakat bisa menemukan pendonor darah di radius tertentu.

”Aplikasinya sudah tersedia silahkan download saja melalui Play Store ‘SiAGA NTB, sudah bisa diinstal juga,” tuturnya.

“Insya Allah, rencananya Jum’at atau Ahad mendatang secara resmi akan kami luncurkan aplikasi tersebut,” pungkasnya.

AYA




Bersama  Klub  Prolanis, Patimah Bisa Kontrol Hipertensinya

Aktivitas Program Prolanis yang dikelola oleh BPJS Kesehatan diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi Klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa pemeriksaan rutin setiap bulan, pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan, pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah, pelayanan obat, dan mentoring spesialis

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Patimah (39), peserta Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Puskesmas Ampenan mengaku,  Prolanis yang diciptakan oleh BPJS Kesehatan sangat membantu dirinya dalam menghadapi penyakit hipertensinya.

Wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini menyatakan, dirinya mendapatkan banyak manfaat dengan menjadi peserta Klub Prolanis.

“Sejak terdaftar sebagai peserta Klub Prolanis BPJS Kesehatan, saya menjadi lebih paham dengan penyakit yang saya derita ini. Misalnya bagaimana mengontrol dan menjaga agar hipertensi saya tidak naik lagi, bagaimana mengatur pola makan, gaya hidup, dan sebagainya,” ujar Patimah.

Prolanis merupakan suatu program pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegratif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis.

Tujuannya untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Sasaran dari Prolanis sendiri merupakan seluruh peserta JKN-KIS penyandang penyakit kronis.

Kegiatan yang diikutinya dalam Klub Prolanis di Puskesmas Ampenan seperti senam sehat, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Di luar kegiatan bersama Klub Prolanis, Patimah juga aktif melakukan olahraga serta menjaga pola makan. Gaya hidup sehat yang dijalankannya ini membuat penyakit hipertensi yang dideritanya lebih terkontrol.

Aktivitas Program Prolanis yang dikelola oleh BPJS Kesehatan diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi Klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa pemeriksaan rutin setiap bulan, pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan, pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah, pelayanan obat, dan mentoring spesialis.

Di akhir wawancara bersama tim Jamkesnews, Patimah berharap agar kegiatan Klub Prolanis ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis seperti dirinya, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis.

“Terima kasih BPJS Kesehatan yang telah membentuk Klub Prolanis untu penderita kronis seperti saya. Saya jadi punya teman berbagi cerita tentang penyakit yang saya derita,” tambah Patimah.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Patimah

 

 




Pemprov NTB Prioritaskan Perlindungan Jaminan Kesehatan

PEMPROV NTB menyampaikan dukungannya kepada BPJS Kesehatan, dan berkomitmen terus menjalin berbagai kerja sama yang dapat mendukung kelancaran implementasi Program JKN-KIS, khususnya di Wilayah Nusa Tenggara Barat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Untuk membahas upaya menuju Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah atau yang akrab disapa Umi Rohmi, pada Senin (31/12).

Dalam kesempatan ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Muhammad Ali mengatakan,  saat ini Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk merealisasikan Cakupan Kesehatan Semesta pada tahun 2019 mendatang.

“Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Mataram terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dengan Pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Upaya ini diharapkan akan lebih mempercepat tercapainya UHC,” terang Ali.

Selain itu, ia juga menjelaskan kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Menurut Ali, nantinya Perjanjian Kerja Sama yang akan dijalin antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mengacu pada Perpres tersebut, khususnya dalam hal pendaftaran peserta dan pemberian layanan kesehatan.

“Dalam Perpres tersebut, salah satunya dijelaskan tentang pendaftaran bayi baru lahir yang harus didaftarkan oleh Pemerindah Daerah ke dalam Program JKN-KIS. Untuk itu, kami berharap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota setempat untuk menyosialisasikan aturan ini dan mendorong warganya untuk segera mendaftarkan bayi sedini mungkin ke JKN-KIS,” harap Ali.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Umi Rohmi dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya kepada BPJS Kesehatan. Ia pun berkomitmen untuk terus menjalin berbagai kerja sama yang dapat mendukung kelancaran implementasi Program JKN-KIS, khususnya di Wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Masyarakat NTB ini tidak perlu khawatir memikirkan biaya pelayanan kesehatan yang semakin hari semakin mahal. Pelayanan kesehatan adalah satu hal utama, kami tidak ingin mengesampingkannya. Karena ini adalah prioritas, oleh karena itu kami berharap nantinya kerja sama dengan BPJS Kesehatan ini dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga masyarakat setempat bisa menikmati perlindungan jaminan kesehatan yang berkualitas. Dengan gotong royong, semua akan tertolong,” ucap Umi Rohmi.

ay/yn/Jaamkesnews