Dispar Matangkan Festival Pesona Bau Nyale 2019

Event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB tengah mematangkan persiapan event Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Pihak Dispar NTB menyiapkan puncak acara yang berlangsung pada 24 Februari 2019,

Selain itu, Dispar NTB juga menyiapkan rangkaian acara menarik seperti ;

  • Surfing contest di Pantai Gerupuk pada 17 Februari,
  • Foto contest pada 17-23 Februari,
  • Pengelolaan desa wisata Mandalika pada 18 Februari,
  • Seni Peresean di Pantai Kuta Mandalika lada 19-23 Februari,
  • Dialog Ekonomi Kreatif pada 21 Februari,
  • Mandalika Berzikir di Masjid Nurul Bilad Mandalika pada 22 Februari,
  • Parade Budaya di Praya pada 23 Februari,
  • Grand Final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner, dan
  • Malam puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger pada 24 Februari, dan
  • Aksi bersih Pantai Seger pada 25 Februari.

Kepala Dispar NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, 80 persen kegiatan Festival Pesona Bau Nyale diselenggarakan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Faozal berharap Festival Pesona Bau Nyale menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Lombok. Menurut nya, ajang ini juga menjadi upaya Pemprov NTB dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata Lombok menghadapi persoalan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

Faozal menargetkan tiga ribu wisatawan hadir dalam Festival Pesona Bau Nyale.

“Target tiga ribu wisatawan) saya kira realistis,”ujarnya saat konfrensi pers senin ( 11/2 )

Faozal mengatakan, Kementerian Pariwisata mendukung penuh pagelaran Festival Pesona Bau Nyale karena sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional.

Kata Faozal, panita mendatangkan desainer ternama, Samuel Wattimena femi menghasilkan peragaan busana dan juga koreografer Denny Malik untuk mengemas acara malam puncak Pesona Bau Nyale lebih maksimal. K

Kepiawaian Denny saat menjadi penata tari untuk pembukaan Asian Games 2018 dinilai mampu memberikan sentuhan berbeda dalam pagelaran Festival Pesona Bau Nyale.

“Untuk Mandalika berzikir di pelataran Masjid Nurul Bilad akan menghadirkan Ustaz Yusuf Mansyur; jadi selain event pariwisata tetap ada kegiatan kerohanian,” katanya.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Andi mengatakan BPPD NTB siap mempromosikan pagelaran Pesona Bau Nyale. Andi menilai ajang ini berpotensi kembali menggairahkan sektor pariwisata Lombok.

“Event ini jadi suatu yang bisa kita jual untuk membangkitkan pariwisata di NTB, kita harus bersinergi, kalau event ini sukses, semoga bisa tergerak ke event yang lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dewantoro Umbu Joka  mengatakan ,event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

“Event-event seperti sangat bagus, meskipun harga tiket sedang mahal, tapi intinya pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan tetap menggelar event,” pungkasnya.

AYA




Gubernur Launching Buku Sejarah Perjalanan HMI di NTB

Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

lombokjournal.com —

MATARAM  ;      Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri puncak perayaan Milad HMI ke 72, Minggu (10/02)  malam di Taman Budaya Mataram.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan launching buku “Pergulatan HMI di Pulau Seribu Masjid, Sejarah dan Aksi”.

Buku ini merupakan catatan penelurusan sejarah perjalanan HMI di NTB sejak kehadirannya pada tahun 1963 silam. Buku karya Darsono Yusin Sali ini menggambarkan peran strategis HMI dalam panggung sejarah perkembangan NTB.

Gubernur NTB, pada kesempatan itu menyambut baik kehadiran buah karya intelektual wartawan salah satu media cetak di NTB ini.

“Luar biasa, hebat. Selamat,” kata Gubernur menyemangati penulis.

Melalui sejarah mahasiswa dapat menimba banyak pelajaran. Di samping itu,  Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

Kata dia, anak-anak muda NTB sangat potensial asalkan mereka diberi kesempatan berkembang. Mereka juga tidak kalah dengan tokoh-tokoh nasional lainnya. Sehinggga demikian, anak-anak NTB di masa depan tidak boleh hanya jadi penonton saja, tetapi harus jadi penentu.

“Saya tidak mau momentum 2024 anak anak hebat NTB hanya jadi penonton dan jago kandang di NTB saja. Siapapun yang jadi capres di kubu manapun ada anak anak NTB,” ungkap Dr. Zul.

Melalui program pemberian beasiswa keluar negeri kata Dr. Zul, ini jadi salah satu upaya meningkatkan SDM NTB menjadi lebih baik.

Di samping itu, melalui pemberian beasiswa diharapkan mampu melahirkan anak-anak muda hebat tidak saja bisa bicara di tataran lokal tapi juga nasional.

Me

 




Program JKN-KIS Benar-benar Sangat Kami Butuhkan

Program JKN-KIS telah banyak membantu dan bermanfaat bagi pesertanya. Tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tetap bertahan hidup jika tidak memanfaatkan JKN-KIS

Lombokjournal.com  —

JAMKESNEWS  – Puluhan pasien sedang terbaring di ruang Hemodialisa, guna menajalani proses cuci darah.

Suara mesin cuci darah dan aktifitas beberapa orang perawat dan dokter yang sedang memasang peralatan menjadi pemandangan pertama Tim Jamkesnews saat memasuki ruang hemodialisa.

Tim Jamkesnews disambut ramah beberapa orang perawat ruang hemodialisa. yang menjelaskan,  hampir semua pasien yang menjalani cuci darah secara rutin ini adalah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tim Jamkesnews datang dan menghampiri seorang pasien laki-laki paruh baya yang sedang menjalani cuci darah dan ditemani oleh seorang anaknya.

Pasien itu adalah Ardiansyah (54), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Ia adalah peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Ardiansyah menceritakan, kini ia rutin menjalani cuci darah setiap seminggu sekali. Rutinitas ini ia jalani sejak pertengahan tahun 2017 silam setelah ia dinyatakan mengalami gagal ginjal oleh dokter.

Ia menyadari bahwa penyakitnya ini bukan penyakit biasa, tapi penyakit yang memerlukan biaya yang mahal untuk pengobatannya.

Meskipun iamasih sebagai PNS aktif, gaji yang diterimanya  tidak akan cukup untuk membiayai cuci darah  yang jadwalnya seminggu sekali.

“Kebutuhan sehari-hari lainnya kan juga banyak dan harus terpenuhi, makanya akan sangat berat sekali kalau saya mesti menanggung biaya cuci darah dari kantong sendiri, tapi untunglah ada program JKN-KIS,” ujarnya dengan nada lega.

Lebih lanjut Ardiansyah menuturkan manfaat dan pentingnya program JKN-KIS. Ia bersyukur program JKN-KIS telah hadir sehingga banyak membantu dan bermanfaat bagi pesertanya. Tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tetap bertahan hidup jika tidak memanfaatkan JKN-KIS.

”Tetapi dengan JKN-KIS selama saya menjalani pengobatan ini tidak sedikitpun mengeluarkan biaya karena semua sudah dijamin oleh JKN-KIS. Di rumah sakit ini saja banyak pasien cuci darah, dan bisa dibilang kami semua sangat merasakan manfaat program JKN-KIS dalam hal pembiayaan cuci darah kami. Program ini memang benar-benar sangat kami butuhkan,” terang Ardian.

Selama menjalani pengobatan baik rawat inap maupun rawat jalan, Ardiansyah menjelaskan tidak pernah mengalami kendala, ia selalu memperoleh pelayanan yang baik dari petugas.

“Dokter dan perawat di sini pun sudah seperti keluarga sendiri karena kami selalu bertemu seminggu sekali, dan di antara kami para pasien cuci darah juga saling menguatkan satu sama lain untuk tetap sabar dan bersemangat menjalani ini semua,” ucapnya sambil tersenyum.

Di akhir perbincangan, Ardiansyah mengingatkan akan pentingnya pola hidup sehat, karena kesehatan adalah anugerah yang sangat besar dari Tuhan dan sudah sepatutnya kita dapat menjaga anugerah tersebut.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, termasuk untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat,” tutup Adiansyah.

KA/ej/JAMKESNEW

Nara Sumber; Ardiansyah




Barang Pabrik Naik Harga,  Dinas Perdagangan Mataram Bikin Pasar Murah

Mengawali 2019 ada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan terutama pada barang pabrikan. Dalam OP (Operasi pasar ) ini juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang pokok dan barang strategis lainnya, pasca terjadi bencana alam gempa bumi

MATARAM.lombokjournal.com — Untuk menstabilkan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan, pada hari raya imlek lalu, . Operasi pasar murah kembali digelar.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Zaenal Arifin mengungkapkan, karena beberapa barang pabrik tengah mengalami kenaikan, maka Dinas Perdagangan Kota Mataram melakukan pasar murah di lapangan Karang Pule.

“Kita fokuskan barang pabrikan yang isunya akan naik. Tetapi dari beberapa distributor sudah ada yang naik, kenaikannya itu sekitar 5-7 persen,” kata  Zaenal, Senin (11/02). Pasar murah ini akan diadakan selama 6 hari di tempat berbeda-beda.

“Mengingat banyaknya permintaan akan barang pabrikan ditengah masyarakat, seperti minyak goreng, tepung dan lain-lainnya. Sedangkan untuk barang-barang lokal seperti beras, harganya masih stabil dan belum ada kenaikan. Untuk itu lebih diutamakan barang pabrikan” tuturnya

Ia menjelaskan, untuk beras masih dari Bulog, Memang tidak terlalu banyak naiknya, kalau beras itu kan barang lokal, kita tidak fokuskan kesana untuk pasar murah ini.

Menurutnya, mengawali 2019 ada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan terutama pada barang pabrikan. Tak hanya itu saja, dalam OP (Operasi pasar ) ini juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang pokok dan barang strategis lainnya, pasca terjadi bencana alam gempa bumi.

Sementara itu, OP akan dilakukan di beberapa titik di kota Mataram, mulai dari kecamatan Ampenan hingga Cakranegara. Selain itu, distributor yang terlibat dalam OP sekitar 30 distributor dan lebih banyak barang ditawarkan merupakan barang-barang dijual ritel modern.

“Karena ini menstabilkan harga, kita minta harga distributor sama mereka, walaupun ada dari beberapa distributor yang sudah menaikan harga karena isunya lagi naik,” ucapnya.

Sedangkan untuk harga kebutuhan bahan baku lokal, masih stabil dan belum ada kenaikan pada awal tahun ini. Bahkan dalam waktu dekat akan memasuki, hari panen raya di mana stok untuk kebutuhan pokok akan meningkat.

AYA




Awardee Ke Polandia, Bangga Dan Akan Membangun Daerah

Di Polandia, tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan sehingga setelah lulus dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Para penerima beasiswa (awardee) itu telah mendapatkan sesuatu yang sudah lama diimpikannya, yang diperoleh tersebut merupakan hasil kerja keras dan doa serta dukungan dari berbagai pihak, seperti orang tua,  sahabat,  masyarakat dan pemerintah daerah.

Perasaan senang dan bahagia terungkap ketika mereka berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yaitu ke Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Muhammad Alam Setiawan misalnya. Penerima beasiswa asal Lombok Tengah ini menyampaikan,  melanjutkan pendidikan ke luar negeri merupakan keinginan yang sudah lama dicita-citakannya.

Namun baru kali ini bisa terwujud, saat pemerintah Provinsi NTB memberikan beasiswa ke para pemuda.

“Bersyukur banget,  ini rezeki yang tidak disangka-sangka,” ungkapnya saat Pre-Departure Training (DPT)  Program dan Pelepasan Awardee Batch II Tujuan Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Harapannya, saat di Polandia, ia tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan. Sehingga, setelah lulus nanti, ia dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik.

“Membangun daerah tidak harus kembali ke daerah,” jelas alumni Unram yang akan melanjutkan Program Master Tourism and Recreation di Vistula Group of Universities, Polandia.

Awardee lainnya,  Imam Wierawansyah Eltara, dari Sumbawa menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada masyarakat dan pemerintah NTB. Sebab menurutnya,  dengan adanya beasiswa itu,  ia bisa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

“Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan masyarakat NTB,” ungkap pria yang mengambil program Master of Energy Management.

Hal senada juga disampaikan Ita Astuti,  penerima beasiswa asal Kacamatan Keruak,  Kabupaten Lombok Timur. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak,  terutama masyarakat dan pemerintah NTB atas beasiswa itu.

Pemerintah NTB katanya, telah memberikan kesempatan untuk membangun mimpinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri . Sehingga suatu saat nanti dapat berkontribusi bagi masyarakat dan daerah NTB.

“Saya akan menjaga nama baik NTB di Polandia,” ungkapnya. Ia juga berjanji, selepas lulus nanti,  akan membangun Sumber Daya Manusia  (SDM) di bidang pariwisata.

Untuk diketahui,  pada bethc atau tahap II ini,  sebanyak 27 orang pemuda NTB yang akan melanjutkan pendidikan S2 ke Negara Polandia.

Mereka akan diberangkatkan pada tanggal 15 Febuari 2019 mendatang.  Para alumni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu telah melewati proses seleksi yang ketat. Baik dari segi akademik maupun wawasan keilmuan umum lainnya.

Mereka ini akan menimba ilmu di 4 kampus di Polandia, antara lain Collegium civitas, Warsawa University of Life Science dan Vistula Group of University dan University of Warsawa.

Me




HBK : Management Pemasaran Ashitaba Sembalun Perlu Dibenahi

HBK melihat hal ini akibat pemasaran Ashitaba Sembalun yang tidak dilakukan dengan profesional, produksi Ashitaba Sembalun telah jatuh kepada segelintir orang (tengkulak) yang hanya memikirkan untung besar bagi dirinya sendiri

lombokjournal.com —

LOTIM  ;     Kawasan Sembalun di wilayah Lombok Timur bisa dibilang “surga”nya hortikultura.  Sayur mayur dan komoditas buah apapun jenisnya, bisa tumbuh di daerah ini.

Belakangan, Ashitaba (Angelica Keiskei Koidzumi) tanaman khas Jepang yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, juga mulai dikembangkan oleh masyarakat Sembalun.

Sayangnya, meski bisa tumbuh lebih subur dibanding di negara asalnya, Ashitaba Sembalun masih terbentur sistem pengolahan dan management pemasaran yang belum maksimal.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE yang akrab disapa HBK menilai management pemasaran dan pengolahan tanaman holtikultura Ashitaba yang dikembangkan di kawasan Sembalun, Lombok Timur, masih perlu dibenahi dan diberdayakan.

“Pohon Ashitaba di kawasan Sembalun ini, dari sisi pertumbuhan lebih cepat (dibanding) dari negara asalnya (Jepang). Jika di Jepang Ashitaba yang dikembangkan melalui Teknologi Green House baru bisa dipanen 7 bulan semenjak pembibitan, tapi di Sembalun Ashitaba bisa dipanen pada usia 3 sampai 4 bulan setelah pembibitan, ini luar biasa”, ungkap HBK, Kamis (7/2).

HBJ berkunjung ke lokasi penanaman pohon Ashitaba milik Haji Aidir, di Dusun Pesanggrahan, Kecamatan Sembalun, Kab. Lombok Timur.

Menurut HBK, Ashitaba dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki beragam fungsi baik daun, getah dan akarnya yang bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bila dikelola dengan baik.

“Masalahnya sekarang petani Ashitaba Sembalun terbentur pada pemasaran dan harga yang kerap fluktuatif. Perlindungan terhadap hasil produksi dan pemasarannya masih lemah dan harus diperbaiki”, ungkap HBK.

HBK melihat hal ini akibat pemasaran Ashitaba Sembalun yang tidak dilakukan dengan profesional, produksi Ashitaba Sembalun telah jatuh kepada segelintir orang (tengkulak) yang hanya memikirkan untung besar bagi dirinya sendiri.

Petani Sembalun tidak memiliki akses, networking atau jaringan pasar yang langsung ke end user (pengguna). Mereka belum memiliki kemampuan untuk menembus pasar yang lebih luas.

Ia menilai, keterbatasan jaringan pemasaran para petani Ashitaba Sembalun, membuat harga Ashitaba Sembalun tidak stabil, kemudian tidak semua hasil panennyapun bisa terserap pasar.

Untuk itu, HBK berjanji akan mendatangkan rekan bisnisnya yang berasal dari Taiwan yang bergerak di bidang produk Ginseng dan turunannya untuk datang ke Sembalun. Tujuannya untuk menawarkan kemungkinan prospek bisnis tanaman holtikultura ini, untuk dikembangkan ke depannya.

“Sembalun itu ibarat taman sari holtikultura di Pulau Lombok, yang bisa ditanami apa saja karena tanahnya yang begitu subur juga pemandangan alamnya yang sangat indah,” ujar HBK.

Menurutnya, produksi Ashitaba Sembalun tentu akan memberi dampak ekonomis luar biasa jika bisa berhasil menembus pasar ekspor.

Secara terpisah, Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Sembalun, Haji Egi memaparkan, sejarah  awal mula tanaman Ashitaba ditanam di Sembalun, yakni sekitar tahun 1996/1997 yang dibawa oleh wisatawan asal Jepang.

Karena pertumbuhannya yang cepat di Sembalun, kemudian warga Sembalun berbondong-bondong menanam Ashitaba di setiap pekarangan rumah ataupun kebunnya.

“Saat itu terjadi booming panen Ashitaba karena hasil panenan Ashitaba Sembalun menghasilkan panen yang cepat”, katanya.

Hanya saja, karena over produksi dan sistem pemasaran yang tidak maksimal, kemudian petani banyak yang mengalami kerugian.

Kini Ashitaba masih ditanam oleh para petani Sembalun, sebab usia Ashitaba yang bisa mencapai 15 tahunan.

Menurut Haji Aidir, harga getah Ashitaba cukup bagus menembus harga Rp. 700 ribu per-kilogramnya pada saat ini.

Ia menjelaskan, produksi Ashitaba setiap 1 hektare lahan tanam bisa menghasilkan 10 ton daun Ashitaba basah, atau sekitar 1 ton jika dikonversi menjadi Ashitaba kering.

“Adapun harga daun kering Ashitaba per kwintalnya mencapai Rp. 500 ribuan. Pendek kata, Ashitaba ini adalah tanaman yang bernilai ekonomis tinggi dengan usia panen yang relatif singkat”, sambungnya.

Namun, karena pasar yang sangat terbatas, sehingga tidak semua petani bisa menikmati hasil panennya karena tidak terserap pasar.

Haji Aidir menambahkan, saat ini hampir seluruh warga Sembalun menanam Ashitaba, tapi terbentur pada pemasaran. Kalaupun ada yang beli, tidak lagi bisa membeli seluruh tanaman yang ditanam warga desa.

“Akibatnya kebanyakan warga Sembalun hanya untuk konsumsi sendiri untuk pohon Ashitaba yang ditanamnya”, katanya.

Haji Aidir berharap agar HBK kelak setelah menjadi anggota DPR RI mewakili masyarakat Lombok, bisa membantu petani Sembalun agar lebih sejahtera dan berdaya lewat tanaman pertanian yang digeluti.

“Di Sembalun ini semua jenis tanaman hoktikultura bisa tumbuh subur seperti seledri, sawi, kentang atau strowberry tapi saat panen harganya justru anjlok dan merugikan petani’, kata Haji Egi.

Khasiat Tanaman  Ashitaba

Tanaman Ashitaba (Angelica Keiskei Koidzumi) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Pulau Hachi Jo, Jepang.

Dalam bahasa Indonesia Pulau Hachi Jo berarti Pulau Panjang Umur. Nama Pulau ini dikaitkan dengan penduduk asli Pulau tersebut yang terkenal dengan umurnya yang panjang-panjang hingga mencapai 90 tahun.

Konon tanaman Ashitaba juga sudah banyak digunakan para Tabib untuk mengobati berbagai macam penyakit sejak zaman Dinasti Ming (1518 –1593).

Setelah dilakukan banyak riset dan penelitian, ditemukan bahwa rahasia umur panjang penduduk Pulau Hachi Jo karena disetiap harinya mereka selalu mengkonsumsi daun Ashitaba ini.

Sejumlah manfaat Ashitaba yang diyakini khasiatnya antara lain untuk menyehatkan rambut, mencegah berbagai kanker, meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh, sebagai antioksidan alami yang kuat, menyehatkan mata, memperbaiki fungsi hati dan ginjal, menurunkan kolesterol, dan bisa untuk membantu menurunkan berat badan/diet.

Me




Turun Lapangan, Nofian Hadi Semangati Kaum Perempuan Pedagang Bakulan

Kaum ibu pedagang bakulan dan pelaku UMKM serta industri rumahan di KLU dan Lombok Barat harus terus mendapat dukungan untuk berkiprah

lombokjournal.com —

LOBAR  ;   Kondisi perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) belum sepenuhnya pulih, pasca bencana gempa bumi Juli-Agustus 2018 lalu.

Dengan kerugian materiil mencapai Rp18 Triliun lebih, gempa bumi tahun lalu masih menyisakan banyar PR  di sektor perekonomian hingga kini.

Tanpa pelibatan seluruh komponen masyarakat hingga tingkat paling bawah di pedesaan, tentu NTB akan sulit merecovery bangkit kembali.

Hal itu mendorong Caleg DPRD NTB dari PKS nomor urut 11 Dapil KLU dan Lombok Barat, Lalu Nofian Hadi merasa harus turun dan ambil bagian.

“Saya turun ke desa-desa, kasih semangat ke kaum perempuan pedagang bakulan atau pelaku industri rumahan, untuk tetap beraktivitas. Semua boleh hancur (karena bencana) tapi semangat jangan (hancur),” kata Nofian Hadi, Minggu (09/02)

Mungkin sangat kebetulan, Nofian Hadi menjadi Caleg di daerah pemilihan yang paling terdampak akibat bencana gempa bumi tahun lalu. Lombok Utara dan Lombok Barat merupakan dua Kabupaten yang dampak kerusakannya paling parah dibanding daerah lainnya.

Nofian mengaku, mengeksplore dua Dapil itu membuatnya memahami betapa masyarakat Lombok sangat tabah dan kuat menghadapi ujian.

“Meski saat ini masih banyak yang harus tinggal di pengungsian atau hunian sementara (Huntara), tapi mereka tetap berjuang tidak pasrah dengan keadaan,”kata Nofian  sembari mengatakan, hal ini menjadi modal besar bagi percepatan NTB Bangkit kembali.

Nofian mengatakan, kaum ibu pedagang bakulan dan pelaku UMKM serta industri rumahan di KLU dan Lombok Barat harus terus mendapat dukungan untuk berkiprah. Jika dilihat sekilas memang sangat sederhana, karena usaha mereka yang tidak memutar modal dalam jumlah besar.

Namun, secara kolektif dan makro, keberadaan mereka sangat membantu daerah untuk menekan angka inflasi pedesaan sekaligus menjadi katalisator ekonomi yang memastikan perputaran ekonomi masih terjadi di tingkat pedesaan.

Bersama para relawan, Nofian Hadi kerap membangun diskusi kecil dan edukasi tentang wirausaha bagi kaum perempuan di Dapil yang ia perjuangkan. Kendala klise yang biasa ditemukan adalah masalah permodalan, dan belum normalnya pasar.

“Kami bantu mengedukasi misalnya membuat pembukuan sederhana, dan bagaimana bisa mengakses modal dari KUR misalnya. Yang terpenting optimisme mereka tetap ada,” ujar Nofian .

Nofian berharap, pemerintah daerah KLU dan Lombok Barat, serta Pemprov NTB, tidak mengabaikan para perempuan pedagang bakulan, dan pelaku UMKM di wilayah ini.

Ia memahami tugas rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memperbaiki dan membangun kembali puluhan ribu rumah sudah cukup menyita waktu dan tenaga pemerintah daerah.

Namun, tambahnya, perputaran ekonomi yang dimulai dari kegiatan UMKM di tingkat pedesaan juga tetap harus diperhatikan.

“Sebab kebutuhan ini pasti beriringan. Jangan sampai masyarakat sudah terbangun rumahnya, namun mereka kemudian bingung karena tidak punya penghasilan atau tabungan,” katanya.

Me




Buka Inspiratif Expo 2019, Wagub Harapkan Jaga Dan Cintai Lingkungan Wujudkan Zero Waste

Launching Zero Waste ditandai dengan pelepasan burung merpati,  Wakil Gubernur didampingi oleh Kepala OPD  yang hadir

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, membuka Acara Inspiratif Expo 2019 Dengan Tema Zero Waste, dirangkai dengan Peringatan HUT Ke-18 BPOM di Jl. Udayana Mataram, Minggu (10/02). 2019.

Sekda Prov. NTB Rosiady Sayuti yang hadir bersama  Kepala Kominfotik Prov. NTB, Kepala Dinas LHK Prov. NTB, Kepala Badan POM beserta jajarannya, dan masyarakat umum, memulai kegitan itu dengan senam bersama.

Menurut Wakil Gubernur,  kegiatan seperti ini, dapat dimanfaatkan oleh semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). dengan baik. Dan ia memberi  selamat kepada Dinas Kominfotik dan BPOM dengan terselenggaranya Inspiratif Expo 2019.

Hj. Rohmi juga berpesan, agar masyarakat NTB bisa menjaga dan mencintai lingkungan demi mewujudkan Zero Waste.

“Jika kita mau tidak ada banjir, tidak ada longsor, mari menjaga dan mencintai lingkungan, mudah-mudahan kesadaran kita menjaga lingkungan bisa tumbuh dari diri kita sendiri,” lanjut Rohmi..

Diharapkannya, masyarakat NTB bisa menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian dan menjaga kebersihan diri serta lingkungannya.

“Mudah-mudahan masyarakat NTB makin sehat dan rajin berolahraga, mari kita sukseskan Zero Waste di NTB,” tutup Hj. Rohmi.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Tri Budi Prayitno mengharapkan Inspiratif Expo 2019, dapat mengisi Car Free Day yang diadakan tiap minggu di jalan Udayana.

”Kita harap inspiratif expo bisa menjadi daya tarik tersendiri. Semuanya ada di Inspiratif Expo, senam pagi, kesehatan, dan layanan lainnya, yang bermanfaat bagi kita semua,” Jelas Prayitno.

Launching Zero Waste ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Wakil Gubernur didampingi oleh Kepala OPD  yang hadir.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan lomba-lomba, pembagian hadiah dan voucher, pembacaan puisi oleh mahasiswi Universitas Mataram, Musik dan lain-lain.

AYA




Ingat, Bayi Paling Lambat Didaftarkan  28 Hari Sejak Lahir

Pendaftaran bayi mengaktifkan status kepesertaan bayi untuk mendapatkan jaminan pelayanan selama waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan dan masih dalam perawatan

lombokjournal.com

JAMKESNEWS ;    Optimalisasi Program JKN-KIS terus diupayakan oleh pemerintah agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Berbagai regulasi telah ditetapkan untuk memastikan terwujudnya optimalisasi Program JKN-KIS tersebut. Salah satunya, yaitu ketentuan tentang pendaftaran bayi baru lahir sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hadirnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tersebut t memperbaharui ketentuan pendaftaran peserta baru dari bayi baru lahir.

Sebelumnya peserta dapat mendaftarkan calon bayinya sejak dalam kandungan, namun saat ini peserta dapat mendaftarkan bayinya setelah lahir dengan maksimal waktu 28 hari sejak kelahiran bayi.

Untuk iuran bayi baru lahir tersebut dapat dibayarkan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

Jadi bayi yang dilahirkan dapat langsung didaftarkan paling lama 28 hari tersebut dan bisa langsung dibayarkan iuran pertamanya. Jadi tidak ada masa tunggu 14 hari dalam waktu 28 hari tersebut.

Pendaftaran bayi mengaktifkan status kepesertaan bayi untuk mendapatkan jaminan pelayanan selama waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan dan masih dalam perawatan.

Jika bayi pulang perawatan sebelum 28 hari, maka jaminan bisa diberikan selama bayi sudah terdaftar dan bayar iuran, namun jika tidak maka jaminan pelayanan bayi dibatalkan sejak hari pertama dirawat.

Iuran bayi menjadi satu dengan virtual account keluarganya. Jika bayi lahir dalam keadaan meninggal, maka tidak terbentuk iuran dan rumah sakit tidak dapat menagihkan. Namun bagi bayi yang lahir hidup kemudian meninggal selama didaftarkan dalam waktu 28 hari, maka iuran ditagihkan sejak bayi lahir dan manfaat pelayanan kesehatan bayi dijamin.

Perlu diketahui bahwa penjaminan bayi tidak diberikan apabila status ibu belum menjadi peserta JKN-

DT/mr/jamkesnews

 

 




Irzani : Selain Bisa Ngaji, Santri Harus familiar dengan Teknologi

Teknologi diperlukan untuk memperluas cakupan pesantren sebagai media dakwah, bertukar ide dan gagasan dengan dunia luar yang ingin menjadikan pesantren sebagai tempat belajar

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan i harus mulai beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dewasa ini.

Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, perkembangan teknologi yang sangat pesat, dan mengubah seluruh aspek kehidupan termasuk cara pandang masyarakat terhadap pesantren.

Hal ini membuat pesantren harus mulai adaptif dan familiar  memanfaatkan teknologi.

“Jika kemajuan teknologi tidak direspons dengan agresif, maka pesantren akan tertinggal jauh dengan lembaga pendidikan pada umumnya. Inilah yang kemudian menjadi tantangan pesantren saat ini,” kata Irzani, yang juga Sekretaris Umum NW NTB, Minggu (9/2)

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang bertujuan mendidik dan menggembleng para santri, salah satunya dengan menjadikannya juru dakwah agama bagi kalangan masyarakat luas.

Tujuan tersebut tentu harus bersinergi dengan cara yang mestinya dilakukan pesantren dalam mempersiapkan santri kelak setelah kembali ke masyarakat.

Irzani mengatakan, teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian gaya hidup sehari-hari banyak orang. Sebut saja sosial media yang telah membagi manusia ke dalam dua dunia: nyata dan maya.

Hal ini penting untuk disikapi pesantren mengingat kemajuan tersebut selalu memiliki dampak negatif disamping positif.

“Teknologi haruslah menjadi media transfomasi nilai-nilai positif dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan secara terus-menerus. Termasuk bagi pesantren,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini membuat pesantren harus merespon kemajuan tersebut dengan bijak. Salah satu pilihannya adalah memanfaatkan teknologi sebagai media untuk memaksimalkan pengembangan keilmuan para santri atau peserta didik, termasuk sebagai media dakwah.

Dengan demikian, santri sebagai produk pesantren haruslah mulai belajar hal-hal baru utamanya teknologi.

“Karena dapat kita definisikan bahwa, santri hari ini bukan hanya santri yang pandai membaca kitab kuning, namun gagap teknologi. Bukan pula mereka yang hanya paham ilmu ulama salaf tanpa tahu ilmu ulama kholaf. Begitulah kurang lebihnya,” katanya.

Bagi Irzani, santri yang baik harus sesuai tuntutan sosial. Mereka harus paham terhadap kenyataan, mengerti situasi kekinian, dapat menyelesaikan problem sosial dengan sikap arif dan dan berlandaskan hukum yang benar, tanpa terlepas dari tradisi yang dipegang oleh ulama terdahulu.

Di sinilah peran pondok pesantren untuk mencetak santri yang diharapkan itu. Sudah waktunya pondok pesantren dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah santri menuntut ilmu, memperluas ruang dawah pesantren dan mempertimbangkan efektivitas belajar,” tukasnya.

Teknologi dan Pesantren

Irzani mengatakan, model pembelajaran efektif diperlukan oleh setiap lembaga pendidikan termasuk pesantren. Mau tidak mau teknologi perlu menjadi penunjang untuk memaksimalkan pembelajaran.

“Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pesantren akan memberikan banyak kemudahan. Seperti fleksibelitas program pendidikan, dakwah syiar Islam dan bahan kajian keilmuan yang dapat dibuat lebih menarik dan berkesan,” katanya.

Irzani menegaskan, kelak hal ini juga yang akan disuarakan jika diberi amanah mewakili masyarakat NTB sebagai Anggota DPD RI.

Dipaparkan, pesantren adalah komunitas yang tidak sekadar tempat berkumpulnya santri. Interaksi antara kyai dan santri atau santri dan ustad merupakan satu transaksi pertukaran ide dan gagasan.

Hal ini dapat dilihat dari tradisi pembelajaran pesantren yang disebut dengan mudzakaroh. Di sinilah perlunya teknologi untuk memperluas cakupan pesantren sebagai media dakwah, bertukar ide dan gagasan dengan dunia luar yang ingin menjadikan pesantren sebagai tempat belajar.

“Pesantren perlu memanfaatkan teknologi untuk memperluas cakrawala dakwah dan keilmuan Islam,” katanya.

Menurutnya, desain pesantren yang ramah teknologi adalah keniscayaan, mengingat diantara hal yang positif akan selalu hadir sisi negatif.

 

Ilmu agama maupun teknologi selalu lahir bersamaan. Pesantren yang merupakan tempat mengaji ilmu agama, juga harus mendapat sentuhan teknologi agar menghasilkan kader-kader yang tak kalah dengan sekolah umum.

“Kehadiran teknologi di pesantren diharapkan memberikan manfaat lebih lantaran selain mendapat sentuhan teknologi, para santri juga memiliki pendalaman agama yang baik,” tukasnya.

Me