Wagub NTB : Perencanaan Ujung Tombak Pembangunan

Sinergi antara satu dan lainnya seperti tersekat, padahal jika dibangun komunikasi yang baik, sinergi antar stake holder dan pemegang kebijakan bisa berjalan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com — “Perencanaan adalah ujung tombak dalam keberhasilan kita membangun, saya bukan ahli ekonomi, background saya chemical engineer”, ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Hj Rohmi mengawali arahannya pada acara Capacity Building ‘Penyusunan dan Perencanaan Kebijakan Ekonomi Daerah Provinsi NTB Bagi Bappeda dan Biro Ekonomi Se-Provinsi NTB, di Hotel Lombok Raya, Kamis (14/02).

Wagub menerangkan, tiga hal penting dalam pembangunan adalah, pertama memiliki kompetensi, ilmu dan pengalaman, kedua memiliki data yang cukup, dalam langkah ini seseorang harus memiliki data yang valid, ketiga adalah bersinergi, hal ini harus betul-betul dijalin dengan baik.

“Kalau dasarnya data yang baik maka apa yang kita lakukan insyallah efektif tepat pada sasaran, apa yang telah ditorehkan oleh Gubernur pada masa sebelumnya merupakan semangat yang harus dilanjutkan dan untuk selalu bangkit dan mengambil hikmah,” terang Wagub.

Menurut Wagub, salah satu kekurangan kita adalah komunikasi. Sebab, sinergi antara satu dan lainnya seperti tersekat, padahal jika dibangun komunikasi yang baik, sinergi antar stake holder dan pemegang kebijakan bisa berjalan dengan baik.

Berkaca dari bencana gempa yang lalu, jika dilihat dari sisi positif, hal yang menjadie pelajaran adalah bagaimana struktur rumah yang dibangun itu tidak asal-asalan. Sehingga bencana lalu mengajarkan kita, daerah kita berada pada Ring Of Fire.

Dengan menyadari kondisi ini, maka dapat melatih pula pikiran positif, tenang, dan siap ketika menghadapi bencana.

“Yang terpenting adalah kalau mau cepat berlari, pikiran harus betul-betul positif, kalau dihinggapi dengan pesimisme tentunya akan sulit ke depannya, tantangan ada untuk membangkitkan kita,” tambah Hj. Rohmi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah selaku leading sector pada acara tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang dibangun bersama Bank Indonesia, pemerintah Provinsi dan Bappeda 10 kabupaten/kota.

Saat ini juga sedang memasuki rencana lima tahun ke depan 2018-2023, sebagai penjabaran visi-misi Gubernur-Wakil Gubernur yang masuk dalam NTB Gemilang.

NTB dikenal sebagai Provinsi yang paling progresif dalam penurunan angka kemiskinan, sesuai dengan jargon  ‘apa yang baik pada masa lalu akan dilanjutkan di masa sekarang’.

Melihat adanya kebutuhan tersebut, BI Provinsi NTB sebagai mitra strategis Pemda melaksanakan kegiatan ini sebagai wadah fasilitasi pengembangan kompetensi penyusunan rencana pembangunan daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Pengembangan Wilayah dan Kawasan Bappenas RI, Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D, perwakilan Badan Pusat Statistik, dan perwakilan Kanwil Perbendaharaan NTB.

AYA

 




Hadapi Pemilu 2019, Pangdam IX/Udayana Tekankan Netraliltas

Wilayah Kodam IX/Udayana ada tiga provinsi secara keseluruhan sampai saat ini masih aman, meskipun ditingkat nasional Provinsi NTT dianggap termasuk daerah yang dipetakan berwarna merah

MATARAM.lombokjournal.com —  Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP dalam wawancaranya dengan wartawan menyampaikan pelaksanaan Pemilu 2019 harus berjalan aman dan damai.

Hal itu dikatakannya usai menutup Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri yang dihadiri para pimpinan TNI Polri di wilayah NTB termasuk Kapolda NTB Irjen Pol  Drs. Achmad Juri, MH. di Hotel Lombok Plaza, Rabu (13/02).

“Untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai ada dua strategi utama yang harus dilaksanakan yakni menjaga netralitas dan soliditas TNI Polri supaya mampu bersinergi dengan semua komponen sehingga KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan Pemilu berjalan aman dan damai,” ungkap Pangdam.

Dijelaskannya, terkait penggunaan kekuatan TNI dalam Pemilu sesuai dengan penyampaian Kapolda yakni 2/3 dari kekuatan Polri di setiap wilayah, namun karena keterbatasan sehingga kita menggunakan asas prioritas dari kemungkinan eskalasi ancaman.

Terkait dengan eskalasi ancaman, menurut Jenderal bintang dua tersebut, sudah dipetakan semua oleh Kapolda untuk wilayah NTB dan TNI akan mengimbanginya.

“Jadi tidak cukup pasukan saya digelar dengan teori 2/3 kekuatan Polri,” ujarnya.

Saling mem-back up dengan membaca eskalasi ancaman sehingga bisa menjawab bila terjadi kemungkinan-kemungkinan kontijensi.

Diakuinya, tahapan Pemilu hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif.

“Alhamdulillah semua masih normal dalam masa Pemilu yang hanya tinggal 2 bulan,” kata Pangdam.

Menurutnya, untuk wilayah Kodam IX/Udayana ada tiga provinsi secara keseluruhan sampai saat ini masih aman, meskipun ditingkat nasional Provinsi NTT dianggap termasuk daerah yang dipetakan berwarna merah, namun itu diambil dari eskalasi Pilkada.

“Kita doakan saja,” ucapnya.

Selain itu, Alumni Akmil 87 tersebut juga menyampaikan bahwa media juga memegang peranan untuk bersinergitas bersama TNI Polri khususnya dengan KPU dan Bawaslu diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat.

Pangdam kemudian menyebutkan peran media dalam Pemilu yakni pertama, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak golput dan berdatangan ke TPS karena keberhasilan demokrasi salah satu tolak ukurnya partisipasi masyarakat dalam proses Pemilu dan kedua, media melalui tulisannya mampu membuat suasana menjadi dingin atau panas.

Obyek dalam Pemilu adalah masyarakat, penyelenggaranya KPU dan Bawaslu, TNI Polri sebagai pendukung sesuai dengan tugasnya dan media yang mengelola dan menciptakan suasana sesuai isi tulisan.

“Mari kita bersinergi mensupport program demokrasi sehingga pesta demokrasi bangsa betul betul tercapai dengan tolak ukur damai dan koridor hukum berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Kapolda NTB menyampaikan saat ini waktu Pemilu sudah memasuki 2 bulan terakhir sehingga harus merefresh penyiapan rencana pengamanan.

“Terkait dengan pengamanan masing-masing TPS yang rawan ada siklus, tahapan dan mekanisme penanganannya dan apabila terjadi eskalasi ancaman maka TNI sudah dipersiapkan, papar Kapolda.

“Penggunaan TNI dalam Pemilu 2019 sebanyak 2/3 kekuatan Polri sudah diajukan sesuai dengan tahapan,” pungkasnya.

AYA

 




Pangdam IX/Udayana Optimis Percepatan Rehab Rekon Tercapai Tepat Waktu

Cepat tidaknya proses pencairan dana rehab rekon tergantung dari masyarakat, Apa masyarakat mau disiplin sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan bersama

KLU.lombokjournal.com —  Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., bersama rombongan didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.,  melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Pulau Lombok, NTB.

Kunjungan itu untuk mengecek Posramil Pemenang, Koramil 1606-03/Bayan dan Koramil 1615-10/Sembalun yang baru selesai dibangun. Selain itu  juga melihat secara langsung proses pencairan dana stimulan satu pintu di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dan di Lapangan Transad Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur, Selasa (12/02).

Pangdam IX/Udayana kepada sejumlah wartawan di Lapangan Tanjung KLU menyampaikan, kehadirannya di Pulau Lombok dalam rangka memantau Prajurit TNI yang bekerja membantu Pemerintah Daerah untuk tahap rehab rekon pasca gempa di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Menurutnya, dari apa yang dilihat dan berbicara dengan masyarakat, ada prospek yang jelas dimana masyarakat sudah mengerti tentang bagaimana menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Khususnya terkait dengan pencairan dana bantuan stimulan dari pemerintah pusat dengan membentuk Pokmas.

Juga sekaligus melengkapi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan sehingga lebih cepat dalam proses pencairannya.

“Hal itu dilakukan berdasarkan instruksi Presiden agar segera memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan kemudahan sehingga proses rehab rekon bisa berjalan cepa dan lancar,” ungkap Pangdam.

Melihat kondisi tersebut, orang nomor satu di jajaran Kodam IX/Udayana tersebut sangat yakin proses rehab rekon berjalan sesuai target.

“Dengan adanya management seperti ini, saya optimis percepatan rehab rekon ini akan berjalan dengan baik karena dilihat dari target pencairan dana Bank BRI hari ini saja mencapai 23 ribu untuk rumah rusak berat, dan tentunya para Fasiliator bersama masyarakat harus bersama-sama bekerja menyelesaikan tugasnya,” ujarnya.

Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan cepat tidaknya proses pencairan dana rehab rekon tergantung dari masyarakat. Apa masyarakat, mau disiplin sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan bersama.

Karena tuntutannya akuntabilitas, sehingga Pemerintah Daerah bersama Stakeholder lainnya tidak ada tuntutan Korupsi dibelakang hari dan endingnya juga masyarakat semua senang dengan rumahnya terbangun.

“Dalam proses pencairan dana ada pihak BPKP, inspektorat, Perbankan, Pemda, BPBD dan apilikator duduk bareng dengan satu titik pelayan satu pintu,” sebut Perwira Tinggi Bintang Dua tersebut.

Dikatakannya, pembangunan ini sangat bergantung dengan beberapa hal antara lain masyarakat itu sendiri, kondisi cuaca, dan para aplikator yang memenuhi persyaratan dan memiliki jaminan di Bank BRI.

“Pemerintah berharap agar proses rehab rekon dapat dilaksanakan secepat mungkin karena managementnya sudah bagus dengan bekerja keras tentunya,” sebutnya.

Pangdam IX/Udayana juga meminta kepada media untuk membantu mengawal proses percepatan rehab rekon dengan sosialisasi melalui media masing-masing sehingga pembangunannya bisa berjalan sesuai harapan.

Kunjungan tersebut juga dihadiri Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, Bupati KLU H. Najmul Ahyar, Kapolres Lotara, Danyonif 742/SWY Letkol Inf Agus P. Doni, para pejabat dan Dan/Ka Satdisjan Korem 162/WB

AYA




Sekda NTB Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan

Diskusi ini mengajak seluruh peserta yang hadir dan masyarakat pada umumnya untuk menjaga kondusifitas dan menjadi pelopor pemilu damai

MATARAM.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB), Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan yang digagas oleh Gerakan Suluh Kebangsaan di Golden Palace Mataram, Selasa (12/02).

Sekda menyampaikan bahwa pentingnya wawasan kebangsaan sehingga pendidikan wawasan kebangsaan harus dimulai sejak dini.

“Saya dulu saat menjadi kepala dinas Dikpora Provinsi NTB menekankan pentingnya wawasan kebangsaan, waktu itu saya dipesan langsung oleh Damrem (yang menjabat saat itu), beliau mengatakan bahwa wawasan kebangsaan kita ini sudah terkikis di kalangan pelajar,” ungkap Sekda NTB.

Ditambahnya lagi dalam situasi politik saat ini ia berpesan, sebagai warga negara tidak boleh terjadi perpecahan gara-gara beda pilihan dalam pilpres mendatang.

“Himbauan kami dari pemerintah dalam waktu yang semakin dekat pilpres pemilu ini, suasana kebatinan makin hangat, tetap kita menjaga kepala dingin, tetap menjaga persaudaraan karena siapapun yang terpilih dalam pemilu, mereka tetap saudara kita,” kata H. Rosiady.

Senada dengan Sekda NTB, saat itu Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan  Prof. Mahfud MD mengatakan dalam sambutannya, acara diskusi ini mengajak seluruh peserta yang hadir dan masyarakat pada umumnya untuk menjaga kondusifitas dan menjadi pelopor pemilu damai.

“Kami akan mendorong kebebasan menentukan pilihan secara demokratis tanpa bermusuhan. Kontestasi politik harus diartikan sebagai kepentingan bersama untuk mencari yang terbaik, bukan dilakukan sebagai zero sum game. Itulah gagasan kami terkait Gerakan Suluh Kebangsaan ini,” ungkap Mahfud MD.

Pada penutupan acara tersebut, Sekda NTB mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi dan instansi yang terlibat dalam acara yang sangat membangun itu.

AYA




Pariwisata NTB Alami Ujian Bertubi-tubi

Sektor pariwisata Lombok sedang berjuang untuk kembali pulih dari dampak bencana, banyak anggota Asita NTB yang tidak lagi menerima pesanan dari para tamu untuk berlibur di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com  — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dewantoro Umbu Joka mengatakan, sektor pariwisata Lombok mengalami ujian bertubi-tubi.

Umbu mengatakan, cobaan berat harus diterima sektor pariwisata Lombok yang sempat dilanda bencana gempa pada tahun lalu. Belum benar-benar pulih akibat dampak gempa, lanjut Umbu, pariwisata Lombok kembali dihadapkan persoalan lain yakni kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang terjadi saat masa sepi atau low season

“Sejak gempa sudah banyak /cancel, pascagempa low season, harga tiket pesawat naik, ditambah bagasi berbayar, ini kan tidak lazim,”ujarnya

Umbu menilai, kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar yang terjadi saat low season semakin membuat sektor pariwisata Lombok menderita.

Padahal, Umbu katakan, sektor pariwisata Lombok sedang berjuang untuk kembali pulih dari dampak bencana. Akibatnya banyak anggota Asita NTB yang tidak lagi menerima pesanan dari para tamu untuk berlibur di Lombok.

Umbu menilai, kondisi seperti ini tidak sejalan dengan program pemerintah yang menargetkan adanya kenaikan kunjungan wisatawan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

Di sisi lain, Umbu mengatakan maskapai juga tidak secara penuh bersalah dalam menaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar. Menurut Umbu, maskapai tidak melanggar peraturan dalam mengeluarkan dua kebijakan tersebut.

“Memang maskapai tidak salah juga, tidak melanggar juga karena masih dalam tarif batas atas dan bawah, tapi mungkin sisi etika yang dilanggar. Tidak tepat saat musim (low season) begini dikasih harga mahal kan tidak pas situasinya,” ungkap Umbu.

Umbu menyayangkan sikap maskapai yang terkesan mengabaikan aspek etika dan juga secara mendadak menaikan harga tiket pesawat serta menerapkan bagasi berbayar.

Menurut Umbu, seharusnya maskapai bisa melakukan kenaikan harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar secara bertahap agar masyarakat tidak kaget dan membuat mengurungkan niatnya berlibur.

“Momennya tidak tepat, ini tiba-tiba semacam serangan mendadak, seharusnya naik dikit-dikit, bagasi juga pelan-pelan ada tahapan, jadi orang enggak kaget, kalau kaget kan pasti ‘jantungan’ dan tidak bisa jalan,” katanya.

Rencananya, seluruh perwakilan DPD Asita se-Indonesia akan menggelar aksi damai menyuarakan tuntutan agar adanya penurunan harga tiket pesawat  dan penerapan bagasi berbayar di depan Istana Presiden di Jakarta pada 28 Februari mendatang.

“Kita mohon Pak Presiden bantu agar harga tiket pesawat dan bagasi berbayar ditinjau ulang, kan pemerintah punya target meningkatkan kunjungan wisatawan, kalau mandek, apa yang mau diharapkan,”pungkas umbu

AYA




Dukung Recovery Pascagempa Miss World Kunjungi Warga Lombok Utara

Warga korban gempa DIingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan

KLU.lombokjournal.com —  Miss World 2018, Vanessa Ponce De Leon, bersama Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaja, mengunjungi warga korban gempa di Lombok Utara, Rabu (13/2).

Rombongan Miss World, menyerahkan bantuan paket sembako dan paket pendidikan kepada warga di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang, kecamatan Gangga.

Dalam kunjungannya, rombongan Miss World dan Miss Indonesia menyaksikan sendiri kondisi terkini masyarakat korban gempa Lombok Utara. Mereka menangkap kesan, masyarakat sudah mulai bangkit di tengah keterpurukan.

Tokoh masyarakat, Aprianto, pada kesempatan tersebut berterima kasih atas kepedulian Yayasan Miss Indonesia dan Founder Miss World, atas bantuan kepada masyarakat.

MNC Peduli bekerjasama dengan Yayasan Miss Indonesia, memberi bantuan paket sembako kepada 500 KK dan 200 paket pendidikan untuk anak-anak.

“Warga penerima bantuan di 500 KK memperoleh masing-masing satu paket sembako. Dan bantuan paket pendidikan diberikan kepada anak-anak, termasuk yang mengaji di Yayasan Al Fatih (Dusun Gondang Timur,” ujar Aprianto.

Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaya mengatakan, Miss Indonesia dan Miss World memiliki koneksi dan keterikatan satu dengan yang lainnya. Miss Indonesia bukan hanya bergerak pada ajang kecantikan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial.

Yayasan Miss Indonesia berbuat untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bersyukur bias melakukan bakti sosial tidak sekali dua kali, tetapi konsisten melalui proyek peningkatan kapasitas. Di Miss World, beauty even first, tetapi kami mengajukan beberapa proyek seperti MCK, kesehatan. Dan kita menangkan penghargaan 4 kali di Miss world,” ujar Liliana.

Sebagai kaum perempuan, Liliana berharap bisa memberi sesuatu yang lebih besar dari yang dilakukan sejauh ini.

Khusus kepada warga korban gempa, ia mengingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan.

Ia juga mengajak warga untuk tidak berlama-lama memikirkan keterpurukan, dan bekerja lebih baik demi negeri dan masa depan.

“Kita memiliki iman yang kuat, dan pada saat kita memiliki kekuatan kita akan membangun negeri ini dengan lebih baik lagi. Harapan kami, masyarakat di sini tetap melakukan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Mrs. Julia Evelyn Morley , memberi empati yang tinggi kepada warga setempat. Hal ini ditunjukkannya saat memeluk warga, karena menyadari gempa 7.0 magnitudo pada 5 Agustus 2018 memakan korban jiwa mencapai 478 orang.

“Ini yang terjadi hari ini. Dan saya ingin anda tahu, saya berkunjung hari ini untuk mengetahui dan belajar lebih banyak, dan berpikir penuh dari sudara Aprianto. Apa yang terjadi telah dijelaskan  bahwa setiap orang telah merasakan apa yang terjadi (gempa),” ujarnya.

Julia mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa kehidupan itu berjalan panjang. Namun demikian, setiap orang di dunia ini turut memikirkan warga Lombok Utara.

“Dan kami ingin kalian lebih baik lagi, membangun kembali, dan ajaklah anak-anak anda ke sekolah. Kami sesungguhnya menyadari betapa beratnya memulai, dan kami juga ingin kembali lagi kemari,” hiburnya.

Kunjungan itu dihadiri Managing Director of Star Media Nusantara, Lina Priscilla Tanaya, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Julia Evelyn Morley, Direktur Miss World, Stephen Douglas Morley, Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina. Hadir pula Bupati pertama Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, perwakilan Pemda KLU, H. Faisol, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.

AYA

 




Gubernur Zul Terima Kunjungan Jajaran BAKN , Dukung Transparansi Keungan Negara

Kunjungan BAKN untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan Negara, sebab setiap rupiah yang dibelanjakan itu memiliki dampak terhadap kesejahteraan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menerima kunjungan Jajaran BAKN yang dipimpin Ketuanya, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM. diterima Gubernur di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (12/02).

Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah ikut menerima kunjungan tersebut bersama  Sekda, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D dan sejumlah Kepala OPD menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

Kehadiran Jajaran BAKN itu dalam rangka membangun kerjasama terkait pengelolaan keuangan negara. Sehingga, dengan pengelolaan yang baik, sesuai peraturan yang berlaku, maka dapat meminimalisir kerugian negara.

BAKN juga memiliki tugas untuk menelaah hasil temuan dari BPK atas kerugian keuangan Negara di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/Kota di Indonesia.

Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Kehadiran jajaran BAKN ke NTB tersebut merupakan hal positif,  apalagi setelah NTB dilanda musibah gempa beberapa waktu lalu.

Menurutnya, BAKN merupakan salah satu institusi yang luar biasa.

“Parlemen kita akan sangat powerfull kalau BAKNnya maksimal dan optimal,” ungkapnya. Ia yakin dan optimis,  dengan kapasitas anggotanya saat ini, ke depan BAKN dapat lebih baik.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu berharap, jajaran BAKN sering menyapa daera lain, sekaligus melakukan sosialisasi. Sehingga,  komunikasi dan kerajasama dapat terjalin dengan baik.

Ketua BAKN menjelaskan kunjungan ini dalam rangka untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan negara. Yang lebih penting lagi menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan itu memiliki dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga dengan tersosialisasikannya BAKN beserta temuan temuannya itu,  potensi potensi kerugian negara,  bisa kita lihat seberapa persen yang bisa kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Hal lain lanjutnya dengan melihat ke depan, apa yang perlu diperbaiki.  Apakah dari segi kebijakan, pelaksanaan kebijakan atau program atau bahkan anggaran itu sendiri.

Sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan betul betul optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Namun katanya,  dalam setiap pembahasannya selalu melibatkan kementerian atau lembaga yang ada di pusat.

“Karena kita di BAKN itu salah satunya  memotong sekat sekat antar kementerian, yang selama ini hanya berpikir kementerian masing-masing atau kementerian sentris, ” pungkasnya.

Aya/Hms




Nofian Hadi Perjuangkan KUR untuk Pelaku UMKM di Desa Wisata

Salah satu yang harus terus dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi Desa Wisata di Lombok. Baik di Lombok Utara maupun Lombok Barat

lombokjournal.com —

LOBAR  ;    Masyarakat pulau Lombok, NTB masih merasakan dampak bencana gempa bumi Juli-Agustus 2018 lalu. Selain kerusakan rumah, ekonomi masyarakat juga terpengaruh.

Pasalnya, sektor Pariwisata sebagai sektor unggulan ke dua di daerah ini selain sektor Pertanian, juga ikut terdampak. Angka kunjungan wisatawan yang anjlok dalam beberapa bulan terakhir, membuat masyarakat ikut terdampak.

Lombok Utara dan Lombok Barat, yang memiliki cukup banyak destinasi wisata juga sempat terdampak. Meski saat ini sudah pulih dan berbenah, namun tingkat kunjungan wisata masih lesu di dua daerah ini.

“Lombok Utara dan Lombok Barat sempat terdampak. Meski saat ini sudah pulih, namun perlu terus ada upaya untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata ini,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat, Selasa ( 12/2)

Dampak bencana itu, papar Nofian, masih ditambah lagi dengan kondisi harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar yang mahal saat ini.

Nofian mengapresiasi upaya pemerintah dan stakeholders terkait yang sudah berusaha merecovery sektor Pariwisata pasca bencana gempa bumi. Namun, ia juga menilai masih perlu banyak upaya yang harus dilakukan untuk mendorong bangkitnya sektor pariwisata kembali.

Menurutnya, salah satu yang harus terus dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi Desa Wisata di Lombok. Baik di Lombok Utara maupun Lombok Barat.

“Konsep Desa Wisata ini saya pikir mampu mendorong pariwisata NTB kembali bangkit sekaligus memperkuat peningkatan perekonomian masyarakat melalui UMKM,” katanya.

Ia mencontohkan, Desa Wisata di Sesaot, Narmada, Lombok Barat, yang kini terus berkembang dan mampu menjadi magnet wisata tersendiri bagi wisatawan lokal dan domestik.

Demikian juga dengan Desa Kerujuk di Lombok Utara. Kawasan yang menjual destinasi spot selfie dan fotografi ini juga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

Konsep seperti itu menarik, apalagi saat ini trend wisatawan sudah mulai bergeser mencari destinasi wisata yang ramah digital, instagramable dan layak daring.

“Di Yogyakarta dan Bandung misalnya, itu untuk sekadar selfie di spot yang dikembangkan di sana, wisatawan rela menghabiskan biaya dan waktu untuk menempuh perjalanan ke destinasi. Di Lombok potensi ini belum maksimal tergali,” ujarnya.

Nofian mengatakan, saat ini dirinya dan sejumlah relawan terus aktif mendorong masyarakat sadar wisata untuk mulai menggagas Desa Wisata baru di wilayah mereka, terutama di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Dia juga mulai memfasilitasi dan membantu masyarakat pelaku UMKM untuk mengakses dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan dari perbankan.

Hal ini juga, paparnya, yang akan dilakukan ketika diberi amanah duduk di kursi DPRD NTB kelak. Ia bertekad mempercepat ekonomi NTB bangkit dengan mendorong sektor pariwisata dan pengembangan UMKM melalui pengembangan konsep Desa Wisata.

Menurutnya , konsep Desa Wisata yang harus dikembangkan di Lombok Utara dan Lombok Barat meliputi Desa Wisata yang menyediakan Akomodasi, Atraksi, dan Alam yang terintegrasi.

“Untuk akomodasi, rumah penduduk bisa disulap menjadi semacam homestay. Misalnya punya empat kamar, satu kamar bisa direnovasi dan dilengkapi khusus untuk wisatawan yang ingin menginap,” paparnya .

Selain itu, keberadaan artshop Desa juga harus dipikirkan untuk menjadi etalase kerajinan maupun produk unggulan di Desa Wisata itu.

Hal ini bisa didukung juga dengan keberadaan sanggar seni dan budaya yang menampilkan atraksi seni budaya penduduk setempat.

Dengan pola terintergasi ini, kata Nofian, maka multiplier efect ekonomi dapat dirasakan penduduk di Desa Wisata itu, baik dari homestay yang disediakan, produk jajanan, kuliner dan kerajinan, juga dari sisi pertunjukan seni dan budaya.

“Saat yang coba kita bangun adalah semangat bersama dulu. Gagasan yang baik tapi tidak punya semangat yang sama akan percuma. Sehingga setiap turun ke lapangan, semangat ini yang selalu coba saya sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi wisata yang masih lesu saat ini bukan berarti harus patah arang.

Sebab konsep desa wisata bila dikembangkan dengan baik, bisa menjadi harapan baru di saat kondisi kunjungan wisata ke NTB kembali normal

“Yang terpenting harus berani memulai. Desa Wisata ini saya yakin akan menjadi suistainable tourism, pariwisata berkesinambungan di Lombok, NTB,” tukasnya .

Me




Irzani Dorong Pengembangan Teknologi Tepat Guna di Pondok Pesantren

Mengembangkan Pesantrenyang ramah teknologi seperti ini menjadi salah satu cita-cita yang akan diperjuangkannya di kursi DPD RI perwakilan NTB kelak

lombokjournal.com —

LOTIM  ;    Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia diharapkan bisa menjadi tumpuan harapan dalam mencetak generasi handal dan bermoral.

Di era kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini, Pesantren dan para santri, bisa menjadi agen inovator juga kreator Teknologi Tepat Guna ( TTG)  yang bukan saja mampu memanfaatkan teknologi, tapi juga mampu melakukan inovasi TTG yang ramah dengan kalangan Pesantren.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, potensi dan sumbangsih Pesantren sudah sangat teruji sejak dulu di Indonesia, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren juga menjadi pusat pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti ekonomi

rakyat seperti koperasi dan usaha kecil, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat hingga pada konservasi lingkungan.

“Harus diakui, Pesantren dapat menjadi tempat penyemaian pemimpin masa

depan dalam banyak bidang. Pesantren juga berpotensi besar menjadi wadah pencetak enterpreneur yang bisa menggerakkan potensi ekonomi masyarakat, dan menjadi agen perubahan teknologi di zaman kekinian seperti sekarang ini,” kata H Irzani, Selasa ( 12/2)

Pengembangan teknologi tepat guna di Pesantren, menurutnya, harus mulai dilakukan saat ini. Para santri sudah saatnya menunjukan kreativitas dan inovasi mereka di bidang teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat.

Menurutnya, paradigma kebanyakan awam harus mulai berubah tanpa mengubah esensi Pesantren dan santri itu sendiri. Sebab, teknologi tak akan membawa santri keluar dari nilai-nilai kesantriannya karena teknologi adalah kebutuhan saat ini.

“Santri di Ponpes modern bisa berselancar internet dengan gadget tanpa terpengaruh dampak negatifnya, karena santri menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan serta tidak menyalahgunakannya. Contoh itulah yang harus ditiru oleh santri-santri yang mampu melaju di tengah zaman tanpa harus malu mengakui identitasnya sebagai santri,” ungkapnya.

Irzani mengatakan, kemajuan teknologi juga punya banyak manfaat. Misalnya dengan smartphone para santri bisa mengaji Al-Qur’an atau membaca, mempelajari hadits, dan menela’ah kitab kuning.

Lalu dengan gadget itu, mereka bisa mengatur waktu  mereka untuk beribadah dan melakukan kegiatan lainnya. Laptop juga bisa digunakan untuk dakwah dengan mengetik tulisan dan mengirimnya ke media masa atau mempublikasikannya sendiri di blog ataupun situs-situs berbasis Islam.

“Penyampaian ajaran Islam tidak selalu hanya melalui sebuah mimbar. Saat ini banyak media penyampaian ajaran Islam yang dapat dimanfaatkan salah satunya melalui lirik lagu. Group Band Wali telah membuktikan ini. Group Band jebolan Pesantren Dar-El-Qolam ini menyampaikan da’wah mereka melalui lirik-lirik lagu mereka,” kata Irzani.

Menurut Irzani,  Ponpes sebagai agen perubahan teknologi harus mulai didorong juga di Lombok, NTB. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengurus pesantren, agar mereka mampu mencetak kader ummah yang bukan hanya mempunyai kemampuan di bidang agama, tetapi juga mampu berkembang dan mengembangkan masyarakat di tengah-tengah lajunya arus globalisasi.

Inisiasi Lomba Tehnologi Tepat Guna Pesantren

Pemanfaatan teknologi di dunia Pesantren akan membuka peluang bagi para santri untuk bisa berkreasi dan berinovasi dalam bidang teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk masyarakat.

Apalagi, kehidupan santri yang selalu berbaur dengan masyarakat sangat memahani potensi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Irzani mengungkapkan, Pesantren sebagai agen perubahan teknologi bisa diinisiasi dengan lomba-lomba atau pameran Teknologi Tepat Guna  karya para santri.

Ia menilai ada cukup banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk hal ini. Misalnya saja, dalam kegiatan MTQ yang setiap tahun diselenggarakan dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi.

“Di beberapa daerah di Jawa, hal ini sudah mulai dilakukan. Ada lomba teknologi tepat guna santri, ada santri yang membuat sistem pengairan pertanian, bahkan santri ada yang bisa merangkai robot. Ya tentu di Lombok yang potensi pertaniannya jadi unggulan, akan banyak hal yang bisa dikreasikan,” ujar Irzani

Lomba semacam ini tentu akan memicu semangat berkompetisi Pesantren di bidang teknologi tepat guna. Selain itu juga menjadi wadah apresiasi dan penghargaan bagi Pesantren sebagai agen perubahan teknologi.

Sekretaris Umum PW NW Provinsi NTB ini mengatakan, mengembangkan Pesantrenyang ramah teknologi seperti ini menjadi salah satu cita-cita yang akan diperjuangkannya di kursi DPD RI perwakilan NTB kelak.

Me




Diskusi Tangkal Hoax, Untuk Wujudkan Pemilu Damai

Diskusi memberikan pemahaman tentang politik di NTB menjelang pemilu April 2019

MATARAM.lombokjournal.com — Pemuda Pengawal idiologi Bangsa ((PPIB)NTB menggelar Focus Grup Discussion (FGD)  bertema ‘ menangkal isu Hoax,hate speach,propaganda dan radiklisme ‘ untuk mewujudkan pemilu 2019 yang damai ,sejuk,dan bermartabat di Provinsi NTB ,digelar di Bidari Hotel, Selasa,(12/2) pagi.

Dalam sambutannya, Arif selaku Ketua Panitia PPIB menyatakan, Acara FGD ini akan bisa membefikan pemahaman tentang politik di NTB menjelang pemilu April 2019 mendatang .

“Perlu diadakan demokrasi di NTB,ini bagi kami para pemuda bulan demokrasi merupakan buday yang harus di rayakan baik itu kita sebagai peserta yang mempunyai wajib pilih,tentunya dengan mewujudkan pemilu yang damai,” ujarnya

Hadir dalam FGD yakni dari kalangan pemuda,mahasiswa, tokoh masyarakat, aktifis, perwakilan dari Bakesbangpoldagri NTB, Bawaslu NTB yang akan memberikan pemaparan dan dilanjutka dengan Sesi tanya jawab dengan peserta FGD.

AYA