Industri Garam Beryodium Di NTB Belum Meningkat

Pelaku usaha industri garam masih enggan untuk mengelolanya menjadi garam yodium, karena harga jualnya yang terlalu murah

MATARAM.lombokjournal.com —  Industri pengolah garam yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejauh ini belum ada peningkatan. Meskipun telah  dicanangkan untuk menjadi garam yodium, namun kini tak tampak sama sekali.

Bahkan NTB memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan produksi garam.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Andi Pramria mengatakan, untuk industri garam yang ada sampai saat ini masih tetap berjalan.

Tapi masih perlu untuk ditingkatkan lagi, agar produksi untuk garam yodium tersebut dapat lebih meningkat. Kendati diketahui untuk produksi garam di NTB setiap tahunnya terus bertambah.

“Industrinya masih ada, tetapi untuk sekarang ini kita mau tingkatkan. Karena memang mau dibuat garam yodium itu,” ujar Andi Pramria,

Namun sayangnya produksi garam dari dua pulau besar NTB, yakni Pulau Lombok dan Sumbawa belum dapat dioptimalkan. Mengingat pelaku usaha industri garam masih enggan untuk mengelolahnya menjadi garam yodium, karena harga jualnya yang terlalu murah dengan kemasan lebih bagus.

“Salah satunya seperti industri garam di Sumbawa, mereka itu lebih memilih menjual dengan kantok kresek, dari pada yang sudah dikemas rapi. Karena harga jualnya hanya Rp 1000 perbungkus itu,” terangnya.

Tidak hanya belum mampu memanfaatkan peluang produksi garam industri, selain itu juga belum bisa meningatkan kualitas produksi garam rakyat.

Minimnya perhatian dan pendampingan dari pemerintah menyebabkan capaian produksi dan kualitas jauh dari harapan. Untuk itu, yang dilakukan Disperin saat ini melatih para pelaku industri tersebut agar dapat meningkatkan kualitas garam mereka.

“Saya minta mereka di latih buat garam youdium itu, kita mulai dari kualitasnya dulu baru di kuantitas. Memang sudah ada industri kecil-kecil yang buat garam yodium itu baru di Lombok Timur, Bima saja yang belum, disana lebih senang dijual langsung,” akunya.

Sementara itu untuk produksi garam data terakhir mencapai hingga 104 ribu ton garam.

Namun dengan adanya bencana alam beberapa waktu lalu kemungkinan menurun. Selain itu untuk produksinya saja untuk lokal masih belum dapat terpenuhi, kendati hal ini perlu dorongan bagi pelaku usaha meningkatkan produksi mereka.

AYA




Gubernur ZUL Apresiasi Yusuf Mansyur Yang Ingin Bangun Ekonomi Ponpes

 Gubernur Zul berharap agar pondok pesantren yang ada di Lombok paham ilmu keuangan sehingga masyarakat kita dapat berinvestasi di Lombok

KUTA.lombokjournal.com —  Kegiatan Mandalika Berdzikir di Masjid Nurul Bilad Mandalika pada Jumat  (22/02)  sore yang dihadiri Ustadz Yusuf Mansyur  dibanjiri warga NTB yang sedari siang sudah memadati Kawasan KEK Mandalika.

Dalam kesempatan ini Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah  sangat mengapresiasi kedatangan sahabat lamanya ini yang akan menghabiskan waktunya di Nusa Tenggara Barat.

Gubernur juga mengapresiasi Ust. Yusuf Mansyur yang ingin membangun ekonomi pondok pesantren, menggenjot spirit anak muda agar memiliki bisnis yang luar biasa.

“Mudah-mudahan dengan kita punya tokoh agama yang punya bisnis yang bagus, kita bisa jadikan contoh bahwa umat islam ini bisa punya tanah di atas” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Barat juga berharap agar pondok pesantren yang ada di Lombok paham ilmu keuangan sehingga masyarakat kita dapat berinvestasi di Lombok sendiri.

“Saya mendambakan agar pondok-pondok kita, pesantren-pesantren kita juga paham ilmu accounting dan finance. Saat ini mungkin banyak investasi berasal dari negara luar tapi suatu saat Insha Allah investasi harta kekayaan ini dimiliki oleh putra lombok tengah sendiri,” kata Zul penuh harap.

Dr. Zul juga berpesan kepada masyarakat agar menyikapi politik saat ini normal dan tidak secara berlebihan.

“Boleh partai berbeda, boleh calon legislatif berbeda, boleh calon presiden kita berbeda tapi kehangatan ukhuwah diantara kita tidak boleh luntur” kata Zul

AYA.




Pengiriman Hasil Pertanian NTB Tanpa ‘Surat Keterangan Asal’

Dengan mengantongi SKA juga, pemasaran hasil pertanian juga menjadi lebih luas

MATARAM.lombokjournal.com – Hasil pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, banyak dikirim ke luar NTB, bahkan diekspor ke luar negeri, namun seringkali dilakukan tanpa disertai Surat Keterangan Asal (SKA).

“Banyak hasil pertanian NTB seperti bawang dan cabai yang dijual ke luar NTB seperti Batam dan Berebes, tanpa disertai SKA dan itu jelas merugikan petani dan daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani di Mataram, Jum’at (22/02).

Selly menjelaskan, jika tanpa SKA, maka hasil pertanian yang sebenarnya berasal dari NTB, tapi ketika dijual dan diekspor daerah yang membeli ke sejumlah negara, SKAnya sudah pasti atas nama daerah bersangkutan.

Hasil pertanian yang dikirim dan dijual tanpa SKA dari daerah asal, juga akan dikenakan tarif atau biaya tambahan dan kondisi tersebut telah berlangsung lama di NTB.

“Karena itulah, para pelaku usaha hasil pertanian NTB, kita minta bisa mengurus SKA terlebih dahulu sebelum melakukan pengiriman dan penjualan hasil pertanian ke luar.  Pengurusan SKA juga gratis” terang Selly.

Dengan mengantongi SKA juga, pemasaran hasil pertanian juga menjadi lebih luas. Tidak hanya terbatas antar daerah, tapi bisa langsung diekspor ke luar negeri, seperti jagung ke sejumlah negara seperti Malaysia maupun Singapura.

Hasil pertanian cabai misalnya, produksinya tiap tahun sudah mencapai 200 ribu ton, k rugi kalau menjual ke luar, tapi tidak menggunakan SKA dari NTB.

Hal demikian juga berlaku bagi produk kerajinan lain.

“Jadi SKA itu sangat penting sebagai identitas pemilik barang ,” tegas Selly.

AYA




UNBK Terus Dilakukan Pemerintah Provinsi

Materi pembelajaran dan ujiannya harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya

MATARAM.lombokjournal.com — Persiapan menjelang Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, SMK, dan MA   terus dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Meskipun beberapa waktu lalu NTB, khususnya Lombok mengalami Musibah gempa namun itu tidak berarti bahwa UNBK tidak digunakan.

“Sekolah yang terkena gempa baik itu  SMA,SMK dan  Madrasah Aliyah Seluruhnya menggunakan UNBK,” ujjar Sekretaris Dinas Pendidikn danKebudayaan, Sakran, Jumat (22/02)

Sakran menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan baik itu persiapan komputer maupun jenis soal yang akan diberikan kepada siswa yang akan mengikuti UNBK.

Karena seperti diketahui beberapa waktu lalu, Tim Pusat Penilaian Pendidikan Dikbud NTB telah melakukan rapat dengan pihak Kepala Sekolah dan guru agar kualitas soal ujian tidak terlalu sulit.

Dari kesimpulan yang diambil di Pusat Penilaian Pendidikan tentu ada penilaian khusus hingga isi soal tahun ini tidak begitu sulit, karena mengukur dari jenis pembelajaran yang sudah diberikan.

“Iya, tingkat kesulitan soal ujian pada tahun ini memang lebih rendah karena para Tim Penilai melihat dari apa yang disampaikan dan apa yang sudah diajarkan oleh guru kepada siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan,  materi pembelajaran dan ujiannya itu harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya.

“Harus sesuailah, nanti kita salah kalau menguji seseorang jika tidak pernah diberikan pembelajaran atau penjelasan,kelas itu salah dalam pendidikan, ” terangnya

Seperti diketahui ujian nasional  berbasis komputer  (UNBK ) ini akan dilaksnakan pada bulan April yakni dengan Jadwal ujian terlebih dahulu dilakukan oleh SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)  pada mingggu pertama.

Dan di minggu kedua dilakukan oleh SMA (Sekolah menengah atas ) dan MA (Madrasah Aliyah).

AYA




Ke Malaysia, Pemprov NTB Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

MATARAM.lombkjournal.com — Pemerintah Provinsi  NTB akan melakukan munjungan  ke Malaysia kali ini dalam rangka untuk melakukan kerjasama  dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia (UPSI).

Kerjasama tersebut  diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia NTB.

Selain itu untuk, mempererat hubungan baik dengan Malaysia, meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan memperkenalkan budaya NTB di Malaysia.

Menurut Kabag Kerjasama Pemerintahan Biro Administrasi Kerjasama Setda Pemprov NTB, Lalu Ismunandar,  Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov NTB dan UPSI akan dilaksanakan pada hari Senin 25 Februari 2019, bertempat di UPSI yang beralamat di Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan 35900 Malaysia.

“Nota Kesepahaman akan ditandatangani oleh Dr. H. Zulkifliemansyah selaku Gubernur NTB dan Prof Dato’ Dr. Mohammad Shatar Sabran Wakil Rektor UPSI UPSI,” ucapnya dalam jumpa pers yang digelar di kantor Gubermur NTB,Jumat (22/02) pagi.

Seperti diketahui, UPSI adalah salah satu universitas di Malaysia yang didirikan pada 1 Mei 1997 melalui Surat Kerajaan PU (A) 132 & 133, tanggal 24 Februari 1997, UPSI adalah salah satu universitas negeri terkemuka di Malaysia.

UPSI menawarkan 100 program sarjana, pascasarjana, doktoral dan jenjang spesial. UPSI masuk dalam dafar universitas terbaik di Malaysia.

Universitas ini memiliki beberapa fakultas di antaranya Bahasa, Seni & Musik, Ilmu Kognitif & Pengembangan Manusia, Sains & Teknologi, Teknologi informasi & Komunikasi, Bisnis &Ekonomi, Ilmu Olahraga dan Ilmu Sosial &Humaniora.

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

Salah satunya dengan kegiatan pengembangan sumber daya manusia melalui program pengiriman mahasiswa asal NTB ke UPSI Malaysia, sehingga nantinya program ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Tidak itu saja, selain penandatanganan Nota Kesepahaman di UPSI, nantinya juga di rencanakan gubernur akan melakukan beberapa kegiatan di Malaysia.

Di ataranya mengadakan Pameran/Expo dekranasda, silaturrahmi dengan masyarakat rantau NTB di Malaysia dan pertemuan dengan Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana serta menghadiri penandatanganan dokumen persepahaman antara Posnaker BLKLN Provinsi NTB dan angkasa

AYA




Menpar RI; Lombok Masuk Dalam 3 Pulau Terindah Di Dunia

Ini adalah pembangunan resort pertama setelah gempa sehingga bisa memberikan semangat untuk Lombok bangkit

LOMBOK UTARA. Lombokjournal.com — Menteri Pariwisata,  Arief Yahya mengunjungi Gili Air Kabupaten Lombok Utara dalam rangka Ground Breaking AMA-LURRA pada hari Kamis (21/02).

Arief Yahya menjelaskan, majalah Travel and Leisure menetapkan 15 pulau terindah di dunia, 3 di antaranya ada di Indonesia yaitu Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Di kesempatan ini pula Menteri Pariwisata memutuskan ,  Mandalika akan mengoperasikan sirkuit Moto Gp untuk pertama kalinya di Indonesia.

“Nah ini, jadi membuat NTB Positioningnya semakin kuat. Positioning halal itu akan membuat pertumbuhan pariwisata di NTB itu tertinggi,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, Arief Yahya mengatakan, ini adalah pembangunan resort pertama setelah gempa sehingga bisa memberikan semangat untuk Lombok bangkit dan berharap AMA-LURRA menjadi pilihan untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

“Semoga ini menjadi semangat untuk membangun NTB pada umumnya, khususnya Gili Matra untuk wisatawan lokal maupun mancanegara pada kelas yang tinggi,”  kata Arif.

Bersamaan dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc sangat bangga dan menyambut baik kedatangan Menteri Pariwisata untuk kesekian kalinya.

Sehingga membuktikan, pemerintah sangat serius membantu NTB untuk bangkit.

“Kami yakin dengan keseriusan yang baik, yang tulus dari Pak Menteri, kita di lombok ini bukan hanya sekedar ungkapan tapi menjadi kenyataan dari kerja keras kita,” kata Gubernur Zul.

Acara ini kemudian ditutup dengan penanaman pohon dan penandatangan papan kayu oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Menteri Pariwisata.

AYA




Panglima Elang Merah  Datok Lukman  Instruksikan Menangkan HBK

Datok Lukman juga menggarisbawahi pertemuan sore ini harus ditindak lanjuti lagi agar suara ribuan yg hadir disini masing masing bisa mengajak 10 orang di kampungnya

HBK Dan Datok Lukman

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR  ;    Panglima Elang Merah , Datok Lukman tepati janjinya.  Bertempat  di Markas Pam swakarsa Elang Merah , Sakra Lombok Timur , Kamis (21/02) sore dilakukan  deklarasi resmi menyatakan dukungan dan pemenangan untuk HBK sebagai Anggota DPR RI.

Penegasan itudilakukan langsung oleh Panglima Datok Lukman di depan ratusan pengurus, sayap dan simpatisan Elang Merah yang berdatangan dari berbagai desa di Lombok.

Menurut Datok Lukman untuk pemilihan legislatif 2019 ini , Elang merah hanya merekomendasikan dukungan hanya untuk Haji Bambang Kristiono , SE atau akrab disapa  HBK sebagai anggota DPR RI dari dapil Lombok , No urut 1 partai Gerindra .

“Untuk DPRD kabupaten dan propinsi , Elang Merah tidak bersikap ataupun mengusung calon. Silahkan tentukan pilihan sendiri sesuai nuraninya ,’ tegas Datok Lukman .

Lebih lanjut Panglima Elang Merah ini menjelaskan latarbelakangnya kenapa dirinya dan Elang Merah mendukung dan siap memenangkan HBK sebagai wakil rakyat .

Pertama menurutnya , HBK orangnya konsisten dan setia. Hal ini karena dirinya telah mengenal lama sepak terjang HBK .

Kedua , HBK tidak akan ingkar janji . Jika HBK ditakdirkan jadi anggota DPR RI , maka saya yakin seluruh dana aspirasi nya akan disalurkan utk kesejahteraan warga Lombok . Ketiga HBK agamais dan taat beribadah.

Datok Lukman juga menggarisbawahi pertemuan sore ini harus ditindak lanjuti lagi agar suara ribuan yg hadir disini masing masing bisa mengajak 10 orang di kampungnya .

“Untuk memastikan itu , saya akan mendatangi setiap korbit Elang Merah dan sayapnya untuk mengatur dan merapatkan barisan demi pemenangan HBK ,”ucapnya .

Panglima Elang Merah juga berucap,  dukungannya untuk HBK ini murni dengan setulusnya.

“Saya minta supaya anggota elang merah bekerja dengan baik . Jangan  untuk kepentingan jangka pendek . Tapi jangka panjang . Termasuk soal pemekaran kabupaten Lotim . Kita berjuang dulu , kita ikhtiar dulu , kalau HBK sdh ada tanda dari atas, maka beliau pasti jadi. Dan pasti akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Lombok ,” katanya menjelaskan.

Akan Perjuangkan Rakyat Lombok 

Sementara itu dalam orasinya HBK menegaskan perjuangan menjadi calon DPR RI ini baru langkah awal .Jika saya ditakdirkan menjadi anggota DPR RI , maka perjuangan  selanjutnya adalah  menentukan siapa anggota DPR RI dapil Lombok yang paling banyak berjuang dan berbuat rakyat Lombok.

“Perjuangan saya di parlemen adalah  merebut kursi pimpinan DPR supaya dengan kekuasaan tersebut mempermudah saya membantu untuk kesejahteraan warga Lombok ,” ungkap HBK disambut dengan gemuruh ratusan  anggota Pam Swakarsa dan Sayap Elang Merah .

Antusiasme 500 ratusan  anggota dan Sayap  Elang Merah menyimak orasi politik HBK ini dipicu oleh statement HBK yang menginginkan agar dirinya didoakan dan diberikan restu menjadi wakil rakyat Lombok.

HBK juga  menegaskan kehadirannya sebagai calon DPR RI dapil Lombok bukan untuk  mencuri ataupun mengambil hak masyarakat Lombok .

“Saya tidak sampai hati mengambil hak masyarakat Lombok , Saya bertekad akan menunaikan janji janji untuk memberikan manfaat dan kesejahteraan utk rakyat Lombok ,” tegas HBK .

Selanjutnya HBK menerangkan,  sesungguhnya menjadi anggota DPR RI bukan cita citanya.

Ia mengaku sudah nyaman dan bahagia menjadi prajurit dan pengusaha . Tapi Disaat skrng usia saya sdh muda lagi dan hidup lebih dari cukup.

Menurut HBK, pimpinannya yaitu Prabowo Subianto justru menugaskan dan memerintahkannya untuk menjadi calon anggota DPR RI dari Lombok sekaligus tetap mempertahankan  kemenangan partai Gerindra dan Menenangkan Prabowo Sandi di NTB seperti Pilpres 2014..

HBK juga mengulas, dirinya kelak ingin menjadi pimpinan DPR RI yang amanah dan dapat diandalkan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Lombok.

“Jika kelak saya gagal menjadi pimpinan DPR RI , hanya sekedar menjadi anggota biasa , hari itu juga saya akan mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI . Percuma menjadi anggota DPR RI semata pasti tidak mampu berbuat banyak untuk rakyat Lombok ,” tukas HBK disambut tepuk tangan ratusan peserta sambil meneriakkan hidup HBK ,

Menutup pidato politiknya , HBK  merasa terharu karena telah diterima dengan ikhlas penuh keakraban dan penuh kekeluargaan oleh Keluarga Besar Pam Swakarsa Elang Merah.

Me




Dukung NTB Zero Waste, Irzani Tawarkan Konsep Keberlanjutan Ekonomi

Kesuksesan program Zero Waste tak hanya bisa dibebankan pada pemerintah daerah semata, tapi harus melibatkan kesadaran semua pihak, terutama masyarakat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Program NTB Zero Waste yang menjadi prohgram strategis Pemprov NTB di bawah pemerintahan Gubernur Dr H Zulkieflimansyah dan Wagub Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, dinilai sangat tepat untuk mengakselerasi pembangunan di daerah ini.

Selain karena NTB merupakan daerah destinasi wisata unggulan nasional, kebersihan dan sistem pengelolaan sampah juga akan membawa banyak peluang dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

“Untuk NTB yang memang sudah jadi destinasi wisata unggulan, Zero Waste ini adalah sebuah keniscayaan. Kebersihan ini menjadi bagian utama prinsip Pariwisata, selain unsur Sapta Pesona lainnya. Selain

itu, ada banyak potensi ekonomi yang bisa dilakukan dalam program dan semangat Zero Waste ini,” kata Calon Anggota DPD RI Dapil NTB Nomor Urut 30, H Irzani, Kamis ( 21/2)

Irzani mengatakan, Lombok sebagai pulau Seribu Masjid dan NTB secara umum yang berpenduduk mayoritas Muslim juga sudah sepantasnya mendukung dan membudayakan Zero Waste dalam kehidupan keseharian.

“Sebab, dalam Islam diajarkan bahwa Kebersihan adalah sebagian daripada iman. Sehingga kebersihan ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, ini tentu sesuai dengan semangat Zero Waste tersebut,” tambah Irzani yg pernah menjadi Ketua SENAT Mahasiswa Universitas Hamzanwadi tahun 1997-1999 dan salah satu Presidium UNFREL ( University Network For Free and Election ) NTB  Tahun 1999.

Menurutnya, kesuksesan program Zero Waste tak hanya bisa dibebankan pada pemerintah daerah semata, tapi harus melibatkan kesadaran semua pihak, terutama masyarakat.

Sebab, kebersihan ini sangat berkaitan dengan habit atau kebiasaan.

Ia menilai, akan sulit merubah kebiasaan perilaku tanpa merubah mindset masyarakat terlebih dahulu. Sehingga edukasi dan sosialisasi yang terus menerus harus dilakukan.

Irzani mengatakan, peran lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren

sangat potensial untuk dilibatkan. Bukan hanya edukasi dan sosialisasi yang diselipkan dalam dakwah, para santri dan santriwati juga diharapkan bisa menjadi agen perubahan dan pelopor dalam program NTB Zero Waste ini.

“Potensi Pesantren kita luar biasa, ini yang saya harapkan bisa menjadi pelopor Zero Waste,” beber Irzani lulusan Magister  Statistik Fakultas MIPA UGM

Dari sisi keberlanjutan program, Irzani menawarkan gagasan pola pemberdayaan ekonomi dalam Zero Waste ini.

Apalagi, paparnya, pengelolaan sampah yang baik dan tepat memiliki aspek ekonomis yang bisa diambil masnfaatnya oleh masyarakat.

Salah satunya bisa dengan pembentukan unit-unit bank sampah di tingkat pedesaaan atau kelurahan.

Dengan pemilahan sampah organik dan anorganik, masyarakat pun bisa memanfaatkannya.

“Sampah organik bisa menjadi pupuk misalnya, sementara sampah anorganik seperti plastik dan lain sebagainya itu bisa dikreasikan menjadi kerajinan. Ini tentu memiliki aspek ekonomis,” katanya.

Menurut Irzani, jika masyarakat sudah merasakan manfaat ekonomis dari program Zero Waste ini, maka bukan tidak mungkin masalah sampah di NTB ini bisa teratasi dengan mudah.

Selain itu, jika program ini bisa mengakar dan merubah mindset masyarakat maka branding NTB sebagai destinasi wisata unggulan juga akan semakin nyata ke depannya.

Bahkan menurut Irzani, jika pola ini diterapkan di Desa Wisata, maka suatu ketika NTB juga akan memiliki cukup banyak destinasi dan atraksi wisata baru yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Bayangkan di Desa Wisata ada pengelolaan sampah, mengubah sampah menjadi kerajinan. Ini bisa menjadi satu atraksi dan destinasi baru. Wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara maju pasti akan sangat mengapresiasi dan mereka akan lebih banyak datang untuk melihat Desa ini,” katanya.

Irzani juga mengajak kaum muda generasi millennials di NTB untuk mulai peduli dengan kebersihan daerahnya.

Sebab, masih banyak ide dan gagasan menarik yang bisa digali dan dikembangkan dari program Zero Waste ini.

“Yang terpenting merubah mindset. Merubah sampah menjadi uang, bukan sesuatu yang mustahil dan ini sangat menjanjikan dari sisi ekonomis di masa mendatang,” tegasnya..

Me

 




Nofian Hadi : Optimalisasi CSR dengan Kinerja BUMD Perlu Ditingkatkan

Dana CSR swasta kemudian digunakan untuk pembangunan sarana dan insfrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   – Pembangunan daerah yang selama ini dibebankan pada APBD sebenarnya bisa dimaksimalkan dengan mengoptimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pihak swasta di daerah.

Hal ini dikatakan Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari Partai PKS Nomor Urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat.

“Di beberapa daerah, itu optimasisasi peran BUMD sudah dilakukan, dan terbukti sangat efektif untuk pembangunan. Akan sangat bagus jika hal ini juga dilakukan di NTB,” kata Nofian, Kamis (21/02)

Menurut Nofian, BUMD atau yang biasa bernomenklatur Perusahaan Daerah (PD) di daerah Kota/Kabupaten dan bahkan Pemprov NTB sendiri belum maksimal digarap.

Salah satu BUMD di daerah ini justru masih berkutat pada sektor produksi bahan bangunan dan jasa perbengkelan.

Target dan kinerja yang kecil, akhirnya juga hanya menghasilkan benefit yang kecil juga.

Bukan hanya tak mampu menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar, BUMN ini juga tidak akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

Nofian mengatakan, pola pemaksimalan BUMD di daerah-daerah di Provinsi Jawa Barat bisa menjadi contoh baik untuk daerah di NTB.

Ia yang sudah melakukan studi dan kajian di Bandung menjelaskan, Jawa Barat memberi porsi kerja dan target yang besar untuk BUMD.

“Misalnya PD Pasar Jabar, itu BUMD mengelola pasar tradisional yang ada. Mulai dari jasa jasa sampai bagaimana pengelolaan sampahnya,” katanya.

Sementara di sisi kebersihan, sebuah BUMD lainnya bertugas mengelola sampah di sektor perhotelan.

Hal ini menurut Nofian sangat tepat juga bila dilakukan di NTB yang tengah mendorong program Zero Waste.

Untuk pemanfaatan CSR perusahaan swasta di daerah, Jabar juga membentuk Forum CSR.

Lembaga ini yang mengelola dana CSR swasta yang kemudian digunakan untuk pembangunan sarana dan insfrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dana CSR itu kewajiban perusahaan, dan jika ini dikelola dengan baik dan optimal akan bermanfaat sangat baik bagi pembangunan daerah,” katanya.

Nofian menambahkan, potensi ini bisa digali dan dikembangkan di NTB dan daerah Kabupaten/Kota yang ada.

Misalnya saja di Lombok Utara BUMD yang khusus mengurus Pariwisata bisa dibentuk. Perusahaan plat merah itu kemudian bisa mengelola potensi yang ada di kawasan Gili. Permasalahan sampah dan juga transportasi laut tentu bisa diselesaikan.

“Ini bukan dengan mengutip dana pajak dan retribusi, tapi dengan memanfaatkan CSR perusahaan. Bayangkan di Gili itu ada berapa banyak hotel, nah pajak dan retribusi tetap langsung jadi PAD sementara CSR bisa dikelola untuk pembangunan kawasan itu sendiri melalui BUMD,” katanya.

Hal yang sama juga bisa dilakukan di Lombok Barat yang juga memiliki banyak destinasi wisata seperti kawasan Senggigi

Pengoptimalan kinerja BUMD papar Nofian, bukan saja mampu meningkatkan PAD, tapi juga akan banyak membuka peluang hadirnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Selama ini kan CSR juga belum maksimal dimanfaatkan. Padahal jika ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan semua stakeholders pasti akan sangat besar manfaatnya untuk masyarakat kita,” tukasnya.

Nofian menegaskan, jika kelak terpilih dan mendapat amanah duduk sebagai wakil rakyat NTB di kursi DPRD NTB, hal ini akan diperjuangkan dan terus disuarakan.

NH11 (baca :  Novian Hadi No. Urut  11)  sejauh ini selalu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor UMKM.

Ia juga kerab kali mengangkat isu digitalisasi UMKM dan industri kreatif di NTB.

“Bagi saya, semua potensi ekonomi di daerah harus saling support dan mendukung. Keberadaan BUMD juga harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama pelaku UMKM,” katanya.

Me




  Bung Nuri, Gerakan Kaum Milenial Punya Skill

Setelah kemarin gagal mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur NTB, Bung Nuri saat ini berlabuh merebut kursi Senayan untuk perwakilan NTB II pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Pemuda inspiratif kota Mataram, Subuhunnuri mendorong kaum milenial menggali potensi serta skill yang dimiliki mereka. Skill sebagai bentuk potensi diri yang harus dikembangkan oleh generasi muda saat ini untuk menyongsong masa depan.

” Skill yang jelas akan berpengaruh bagi dunia industri serta lapangan usaha kedepannya,” ujar Subhunuri saat berdialog dengan lintas Mahasiswa di kantor PGRi Kamis (21/02).

Pemuda kata Bung Nuri sapaan akrabnya dituntut untuk mandiri. Kemandirian itu dimulai dari langkah berani melakukan spekulasi untuk mengembangkan diri.

“Ini yang penting harus dilakukan kaum milenial,” ujarnya

Selain mendorong kemandirian generasi muda, menurut caleg DPR RI dari PAN nomer urut 5 itu mengatakan dialog tersebut juga untuk menyerap masukan serta saran dari generasi muda kekinian.

Ia mengaku masukan serta saran dari mahasiswa itu tentunya akan menjadi satu perhatian tersendiri bagi Bung Nuri sehingga dengan tujuan bisa berbagi atau sharing apa yang bisa dibagikan.

Seperti diketahui sosok Bung Nuri selain sebagai pengusaha yang tergolong sukses di usia masih muda, pria yang sudah beristri dua itu tengah fokus menata karir di dunia politik.

Setalah kemarin gagal mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur NTB, Bung Nuri saat ini berlabuh merebut kursi Senayan untuk perwakilan NTB II pulau Lombok.

Bagi Bung Nuri menjadi politisi menjadi satu ladang terbuka luas untuk bisa berbagi bagi masyarakat luas.

Apalagi ketika nantinya dipercaya sebagai wakil rakyat maka apa yang menjadi masukan saat menyerap aspirasi publik akan dijadikan satu prioritas yang menjadi tugas yang harus diselesaikan saat di duduk di kursi Senayan nanti.

Bung Nuri mengakui hal tersebut, namun menurutnya berdialog langsung dengan generasi muda dilihatnya satu kegitan positif sehingga semua unek unek pemuda dapat didengar langsung.

“Selain sebagai cara meraih simpati tapi yang terpenting kita bisa tau apa saja yang menjadi kebutuhan mereka,” tegasnya.

AYA.