Wayang Sasak Hybrid  Bisa Jadi Basis Pengembangan Karakter Dan Moral Generasi Millennial

Melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Setelah sukses menggelar nonton bareng Wayang Kulit bersama dalang kondang H. Lalu Nasib di lapangan Tanjung, Kab. Lombok Utara akhir pekan lalu, kini H. Bambang Kristiono (HBK) akan menggelar nonton bareng serupa di lapangan Desa Dasan Tapen, Gerung, Kab. Lombok Barat pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 mendatang.

Sejumlah pihak mengapresiasi upaya petinggi Partai Gerindra ini dalam mendorong semangat melestarikan budaya warisan nenek moyang terutama Wayang Kulit Sasak tersebut.

Sebab, banyak sekali kearifan lokal para leluhur Sasak di Pulau Lombok yang memiliki nilai-nilai sangat tinggi, terutama dalam seni dan atraksi budaya. Seperti juga pegelaran Wayang Kulit Sasak, yang belakangan eksistensinya terus tergerus kemajuan zaman.

Padahal, jika bisa terus dilestarikan Wayang Sasak bisa menjadi benteng yang kuat bagi generasi muda saat ini untuk tetap bersandar pada nilai-nilai baik, termasuk menjadi basis pengembangan karakter dan moral.

“Wayang Sasak dapat menjadi basis pembelajaran dan pengembangan karakter sebagai pertahanan moral generasi muda kita (saat ini)”, kata Sekjen Majelis Pemangku Adat Nusantara Raya (Mapan Raya), Lalu Pharmanegara, Kamis (28/2).

Lalu Pharma  mengatakan, aspek lainnya dari Wayang Sasak di era milenial ini adalah sebagai warisan pengetahuan tentang filsafat,  humaniora, psikologi dan daya budi.

Selain itu, Wayang Sasak juga dapat menjadi pustaka dan panduan moral bagi pola hubungan kemanusiaan yang baik, untuk dapat diproyeksikan di era milenial ini.

“Wayang Sasak adalah wajah keagungan kebudayaan Nusantara, yang dapat memadukan antara pewarisan nilai-nilai budaya, tuntutan keimanan, dan seni pertunjukan yang sangat menghibur”, katanya.

Ia menekankan, kekuatan Wayang Sasak sebenarnya terletak pada kontennya yang timeless, tak lekang oleh waktu maupun zaman.

Sebab, Wayang Sasak adalah wajah masa lalu yang tetap bisa hadir di masa kini, dengan tetap menjaga konsistensinya mengembangkan sumber daya imagologi, dalam bentuk bayangan (shadow), dan irama jiwa yang selaras dengan seni bertimbang khas gaya Sasak.

“Wayang ini memiliki kemampuannya yang luwes untuk memadukan falsafah India, falsafah Islam, dan Falsafah Nusantara dalam suatu sajian seni, dengan menampilkan penokohan lokal seperti Amaq Ocong dan lainnya, sebagai faktor kesadarannya tentang kehadiran (present awaraness), dan pola kesaksian pada perjalanan sejarah manusia”, ujarnya.

Lebih dari itu, papar Lalu Parma, Wayang Sasak adalah sekolah terbuka bagi masyarakat Lombok, untuk dapat memahami berbagai persoalan dalam masyarakatnya, sekaligus memberikan solusi sederhana dalam kehidupan sehari hari.

“Dalam pada itulah, Sang Dalang, bukanlah seni yang jauh kenyataan hidup, namun ia bisa sangat dekat, bahkan dapat merasakan detak kegelisahan yang sedang terjadi pada masyarakat penontonnya,” katanya, sembari mengatakan kepiawaian Dalang yang menjadi kunci keberhasilan sajian seni Wayang Sasak.

Eksistensi Wayang Hybrid

Sementara itu, pegiat seni budaya yang juga pengamat budaya Lombok, H.Ahmad JD menjelaskan untuk mempertahankan eksistensi Wayang Kulit di Pulau Lombok, di tengah kemajuan teknologi saat ini, maka para Dalang harus piawai menyelaraskan kisah pewayangan yang mereka bawa dengan kepentingan dan kebutuhan modern abad ini.

Hal ini membuat tumbuh pagelaran Wayang Hybrid, atau wayang kulit yang kisah pewayangannya sudah dicangkokan dan dikreasikan dengan kondisi dan situasi masyarakat kekinian.

“Wayang Hybrid di Lombok menggunakan cerita-cerita panji purwa yang sudah dipersingkat. Dalang mengembangkan wayang dalam bentukan hybrid, cangkokan atau rekayasa gen. Ini seni menyelaraskan pertumbuhan dunia saat ini dengan sikap dan rumusan dalang”, katanya.

Dijelaskan, eksistensi Wayang Kulit di Lombok masuk pada abad 14-15, dipengaruhi budaya Jawa. Wayang juga menjadi piranti dan sarana dakwah Islam mula-mula di Pulau Seribu Masjid ini.

Pagelaran wayang zaman dulu menjadi wahana efektif untuk bisa mengumpulkan masyarakat dalam jumlah banyak. Dakwah Islam, nilai-nilai keislaman, dan pesan moral membentuk karakter kemudian bisa diselipkan dalam kisah pewayangan.

“Selain untuk menjadi sarana pendidikan masyarakat, wayang dulu juga menjadi sarana pendidikan kepemimpinan. Selain itu eksistensinya yangbisa mengumpulkan banyak orang di tempat umum”, ungkapnya.

Ia menyampaikan sangat mengapresiasi jika ada yang berupaya turut melestarikan wayang ini. Apalagi dari sisi penerimaan masyarakat dan ketahanan wayang itu sendiri, dirasa masih perlu saat ini.

“Masih ada unsur achievment-nya, ketahanannya masih diperlukan, sebagai sarana yang efektif untuk edukasi, selain melestraikan budaya itu sendiri,” katanya.

Dengan genre hybrid tadi, pegelaran wayang dapat digunakan sebagai media penyampai pesan dan informasi, edukasi dan sosialisasi tentang banyak hal yang berkembang saat ini.

Potensi Wayang Kulit Sasak sebagai sarana edukasi dan sosialisasi ini yang membuat HBK  mengadakan seri nonton bareng Wayang Kulit Lalu Nasib.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini berupaya melestarikan budaya ini, dan membangkitkan nostalgia akan wayang kulit. Ada enam  lokasi yang sejatinya menjadi sasaran pementasan di Pulau Lombok. Tak tanggung-tanggung, legenda hidup dalang dari Bumigora Lalu Nasib AR yang dipercaya mengemban misi ini.

“Nobar Wayang Kulit Lalu Nasib ini untuk menggali budaya leluhur yang telah diwariskan. Kearifan lokal yang diwariskan para orang tua tak boleh punah. Generasi kini harus ikut menjaga keberadaan Wayang Sasak ini,” kata HBK.

Selain itu, melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB. Dan yang pasti juga pesan tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Me




Produksi Garam Di NTB 2018 Capai 147 ribu Ton, 18 Ribu Ton Dikirim Ke Luar Daerah

Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya  dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Kelautan dan perikanan NTB menyatakan Produksi garam di NTB pada tahun 2018 mencapai 147 ribu Ton dalam bentuk garam kasar.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Lalu  Hamdi menyatakan, dengan jumlah produksi tersebut sudah termasuk bagus walau harga per kilo garam saat ini hanya mencapai Rp.600 saja .

“Jadi sudah cukup bagus sedangkan harga  per kilo saat ini 600 rupiah/Kg, ” katanya.

Hamdi menyatakan, jika harga itu masih termasuk harga bisa atau normal. Namun jika ingin menaikan harga dan kualitas garam maka perlu dilakukan peningkatan dari segi pengolahan.

Kendati saat ini, harga jual garam masih dirasa kecil. Hal tersebut dirasakan oleh para petani, mengingat selama ini garam hanya dijual dalam bentuk kasar saja.

“Kalau kita mau tingkatkan harga, ini harus mengolah garam, artinya tidak harus dijual dalam bentuk garam kasar,” jelas Hamdi.

Agar harga jualnya dapat lebih tinggi, petani garam harus melakukan pengolahan garam rumah tangga dengan cara memperbaiki kemasannya. Harus DIolah mejadi garam ibu rumah tangga, kemasannya kita perbaiki maka harganya  bisa menjadi 8000/kg,.

Industri rumahan tersebut yang akan dikembangkan oleh Dinas Kelautan dan Perikananan Provinsi NTB di tahun 2019. Jadi untuk produksi garam kasar memang harganya Rp 600, sehingga hal tersebut akan dikembangkan menjadi industri garam yang meningkatkan nilai tambah.

“Kita sedang rancang untuk meningkatkan nilai tambahnya itu, “ kata Hamdi.

Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya  dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Produksi garam sebagian besar dikirim ke luar daerah. Jadi kurang lebih, diperkirakan kebutuhan garam NTB maskimal  18 ribu ton, berarti  selisih antara 147 ribu dengan 18 ribu ton dikirim ke luar daerah.

“Maka untuk tingkatkan nilai tambang melalui pengolahan garam,” kata Hamdi.

AYA




JKN-KIS Bantu Biaya Pengobatan Bayiku

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  –    Datangnya sakit tidak melihat usia seseorang. Bayi baru lahir pun bisa mengalami sakit yang tak terduga.

Salah satunya adalah Dayyan Alfarezi Putra Firmanda yang saat ini baru berusia 1,5 bulan. Sejak lahir Dayyan memang sudah didiagnosa oleh dokter spesialis anak mengalami kelainan jantung.

Ibu dari Dayyan, Siti Hamidah menuturkan, sejak dokter mengatakan bahwa Dayyan mengalami kelainan jantung, saya langsung memeriksakan anak saya ke dokter spesialis jantung di rumah sakit sesuai rujukan dari dokter keluarga tempat Dayyan terdaftar.

SITI Hamidah melanjutkan, setelah mendapat penjelasan dari dokter jantung, saya mulai agak tenang. Tidak lama setelah itu anak saya terserang batuk dan pilek.

Awalnya Hamidah mengira ini hanya batuk pilek biasa yang sering di alami oleh anak-anak.

“Tapi ternyata tiba-tiba setelah batuk kondisi anak saya pucat seluruh tubuh, tidak pikir panjang langsung saya bawa anak saya ke UGD rumah sakit terdekat. Bayi saya pun akhirnya harus dirawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif karena terjadi penurunan saturasi oksigen, saat itu saya dan suami langsung terpikir bakal banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatan bayi saya, sedangkan suami hanya seorang Pegawai Negeri Sipil dan saya ibu rumah tangga,” tutur Siti Hamidah, saat di temui tim Jamkesnews di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Selasa (12/02).

Dayyan baru didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) sebulan setelah dilahirkan.

“Saya selalu mengingatkan suami saya untuk segera mendaftarkan Dayyan sehari setelah melahirkan, namun suami saya terus menunda-nunda karena kesibukannya. Alhasil, kami harus menerima konsekuensi harus membayar sendiri biaya waktu kontrol ke dokter Jantung. Ternyata biaya kontrol itu lumayan besar juga. Mau tidak mau, harus kami bayarkan demi kesehatan Dayyan,” ungkap Ida.

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan.

Jangan menunggu sampai sakit tiba karena sakit tidak melihat waktu kapan datangnya dan kepada siapa menimpanya.

“Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika nantinya kita tidak mengalami sakit, iuran yang dibayarkan pun tidak sia-sia karena digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesan Ida.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah

 




Wagub NTB, Target 4 Juta Wisatawan Dapat Terpenuhi

Kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu

MATARAM.loombokjournal.com — Wakil Gubenur Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Siti Rohmi Djalillah mengatakan,  target 4 juta kunjungan wisatawan ke NTB pada 2019 dapat tercapai.

Kendati dengan adanya beberapa event pendukung untuk mendorong kunjungan tersebut, sangat membantu.

“Kita harus perjuangkan target wisatawan yang 4 juta, dan event itu iya cukup dari pada tidak,” kata Hj Siti Rohmi Djalillah,

Dikatakannya, beberapa event yang dilakukan oleh pemerintah sendiri sangat membantu, seperti Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) dan Bau Nyale.

Menurutnya, event pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu memang ada perbedaan. Kendati di 2018 lalu tidak ada bencana dan kendala kenaikan harga tiket.

Meskipun memasuki masa low season, namun kunjungan wisatawan tetap ada dan ditambah dengan adanya event justru meningkat. Berbeda dengan kondisi saat ini justru kunjungan wisatawan tidak banyak.

“Tetapi banyak juga wisatawan yang datang, kalau dibandingkan dengan event sebelumnya tidak seperti sekarang. Kemarin saya sempat tanya ke bupati Lombok Tengah, ternyata tempatnya terbagi jadi 4 tempat,” ungkapannya.

Dijelaskan, kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu.

Mulai kesiapan Infrastruktur pendukung pariwisata pun telah rampung persiapannya. Sehingga, tidak ada hal yang perlu di khawatirkan wisatawan untuk datang berwisata.

“Ini kondisinya low season dan untuk tiket pesawar terjadi di seluruh Indonesia. Kita sempat terjadi gempa juga, cuma secara infrastruktur kita sudah siap pasca gempa kemarin itu sudah bangkit dan normal,” terangnya.

Diakuinya, kondisi saat ini lebih kepada karena harga tiket pesawat yang melonjak dan bukan pasca gempa.

Mengingat sejumlah tempat wisata telah pulih, sehingga diharapakan harga tiket dapat segera diatasi agar pariwisata di Indonesia terutama di NTB dapat kembali membaik lagi.

“Karena lokasi wisata, fasilitas umum dan sosial semua sudah siap dan kembali normal,” jelasnya.

AYA/Hms NtB




NTB Dan Denmark  Sepakat Jalin Kerjasama Bisnis dan Investasi

 Sesuai  visi Gubernur Zul  membangun NTB , yaitu menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah dan Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensens melakukan penandatanganan Letter Of Intent  (LOI) di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/02).

Bidang kerjasama yang tertuang dalam LOI itu di antaranya,  Sektor Energi, Sektor Lingkungan dan Kerjasama terkait Bussiness to bussiness (B2B) dan Investasi.

Untuk sektor energi dan lingkungan, baik Pemprov NTB maupun Denmark sama-sama sepakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui perencanaan energi jangka panjang dan pengembangan sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan, serta peningkatan efisiensi energi.

Kedua belah pihak jugasepakat untuk menumbuhkan ekonomi hijau dan berkelanjutan dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan mengeksplorasi sumber daya berharga melalui ekonomi sirkular.

Sehingga mengurangi dampak negatif lingkungan terhadap mata pencaharian, ekonomi dan kesehatan.

Pemprov  NTB dan Denmark  berniat menyatukan sumber daya untuk mendukung transisi hijau dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca di NTB.

Sektor Lingkungan Hidup, NTB dan Denmark berniat mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah padat atas dasar saling menguntungkan, pengalaman dan prestasi.

Dari kedua sektor tersebut, kedau belah pihak bermaksud untuk saling mendukung, meningkatkan, memajukan aksesibilitas, memperluas kemitraan B2B dan investasi yang umumnya terkait dengan Para Pihak, melanjutkan dan mempromosikan investasi yang saling menguntungkan dalam kerja sama di masa yang akan datang antara keduanya.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB , menyambut baik kerjasama tersebut. Karena hal ini, menurutnya, sesuai dengan visinya membangun NTB.

Yaitu menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Hadirnya para investor harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat NTB.

Tuan Rumah Motto GP

Gubernur menegaskan, Lombok memiliki keindahan di banding daerh lain.  Apalagi,  pada tahun 2021, NTB akan menjadi tuan rumah Motto GP.

Perhelatan tersebut akan menarik para wisatawan hingga ratusan ribu orang.  Sehingga pemerintah pusat akan memberikan perhatian dan prioritas khusus bagi NTB.

Motto GP jelas Gubernur tidak hanya semata-mata urusan wisata dan wisatawan.  Namun,  di saat yang sama pemerintah membutuhkan sumberdaya  energi. Maka,  kerjasama ini katanya akan memberikan keuntungan bagi rencana kegiatan tersebut.

“Tugas pemerintahan saya adalah memastikan daerah ini aman. Sehingga para investor banyak yang datang, ” jelasnya.

Gubernur berharap pengembagan energi terbarukan ini tidak hanya di Lombok.  Namun juga di Pulau Sumbawa. Apalagi saat ini para peneliti menemukan potensi tambang batu bara terbesar ada di Sumbawa.

“Saya harap kerjsama ini segera dikonkritkan,” harap Gubernur.

Potensi Energi Terbarukan

Sebelumnya,  Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen menyambut baik kerjasama itu. Bahkan pihaknya telah melakukan studi kelayakan di berbagai wilayah di NTB ini.

Menurutnya, NTB memiliki potensi yang baik untuk pengembangan energI terbarukan. Termasuk penggunaan sampah untuk diolah menjadi energi yang bermanfaat.

 Selain itu, kerjasama ini katanya memungkinkan kedua daerah saling bertukar teknologi untuk mengembangkan sumber daya energi terbarukan.

 Ia berjanji,  setelah tanda tangan kerjasama ini,  pihaknya akan mekukan hal hal konkrit sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut.

Gubernur didampingi Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Kadis KLH, Kadis ESDM, Dinas Penanman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Biro Kerjasama.

AYA/Hms NTB

 




Pemprov NTB  Siap Kirim 15 Mahasiswa Asal Dompu Dan Bima  Kuliah S2 Di Malaysia

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity)

lombokjournal.com 

MATARAM. —  Sebanyak  15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat siap berangkat melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019.

Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri  itu, diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, di Malaysia

Gubenur Zulkieflimansyah mengungkapkan, Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya.

“Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutan sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, untuk mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir, melalui pendidikan.

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

Dikatakan Gubernur Zul, kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok.

“Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?” lanjut Gubernur Zul.

Berikut nama para awardee asal Dompu dan Bima yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang.

  1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kab. Bima
  2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kab. Bima
  3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kab. Bima
  4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kab. Bima
  5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kab. Bima
  6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kab. Bima
  7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kab. Dompu
  8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kab. Dompu
  9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kab. Dompu
  10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kab. Dompu
  11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kab. Dompu
  12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
  13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Mataka.

AYA/Hms NTB

 




Wagub Rohmi Ungkapkan Keindahan NTB Di hadapan Ribuan Anggota ADEKSI

Selain menceritakan keindahan alam dan budaya, Wagub Rohmi juga menjelaskan , saat ini NTB sudah pulih pasca bencana gempa bumi tahun 2018 lalu

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan anggota dan pimpinan DPRD Kota seluruh Indonesia menggelar Rapat Kerja ke IV Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), mulai 25 Februari hingga  28 Februari 2019, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Di hadapan ribuan Anggota Adeksi itu, Wakil Gubernur NTB, Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalillah menceritakan keindahan NTB.

Sumbawa dan Lombok,  kata Wagub,  memiliki destinasi wisata yang seluruhnya indah. Seperti air terjun, pantai, gunung Rinjani,  Gunung Tambora, keindahan bawah laut dan mutiara yang berkilau.

“Sulit mencari daerah di NTB ini yang tidak indah. Semuanya indah,” Ungkap Wagub saat pembukaan Raker Adeksi itu,  Selasa (26/02).

Ummi Rohmi,  menjelaskan destinasi wisata yang ada di NTB tidak hanya keindahan alam.  Namun juga budaya, baik itu adat istiadat maupun hasil karya masyarakat seperti gerabah dan tenun.

“Kain tenun di sepuluh kabupaten /kota se-NTB ini memiliki identitas masing-masing,” jelas Ummi Rohmi.

Selain menceritakan keindahan alam dan budaya, Wagub Ummi Rohmi juga menjelaskan , saat ini NTB sudah pulih pasca bencana gempa bumi tahun 2018 lalu.

“Semua tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Semua sudah pulih dari berbagai segi,” tegas Wagub.

Hanya saja kata Ummi Rohmi,  di tengah pulihnya NTB ini,  masyarakat dan pemerintah dihadapkan dengan harga tiket yang mahal.

“Ini tidak hanya terjadi di NTB,  namun hampir di seluruh Indonesia. Kita berharap harga tiketnya bisa lebih murah,” harapnya.

Terkait Rekernas Adeksi,  Ummi Rohmi berharap akan lahir hal-hal baik yang dapat dijadikan rekomendasi dalam pengambilan kebijakan. Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia ( ADEKSI ) Ir. H. Armuji, MH menjelaskan Rakernas itu dilaksanakan sesuai amanat organisasi.

Yaitu untuk melakukan konsolidasi nasional anggota ADEKSI mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, menyusun program kerja  dan anggaran tahunan.

Selain itu juga untuk membahas isu-isu relevan, mengkaji ulang berbagai kebijakan sehingga terumuskan suatu keluaran berupa kerangka kebijakan

Rakernas dan seminar nasional itu diorganisir menuju tercapainya tujuan yang penting dan direkomendasikan dalam membangun sistem pemerintahan indonesia

“Menggali pemikiran dan membangun kesepahaman tentang model otonomi daerah yang sesuai dengan amanat konstitusi sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang majemuk untuk mempercepat kesejahteraan bangsa,” jelas Ketua DPRD Kota Surabaya itu.

Rakernas ADEKSI yang ke IV di Hotel Lombok Raya Mataram kali ini bertema “Memperkuat otonomi, memperkokoh NKRI untuk keadilan dan kesejahteraan bamgsa”  Refleksi UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

.AYA/Hms NTB

 




 Wagub NTB Kagumi Aplikasi SIM SPAB Karya Anak Muda NTB

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Aplikasi SIM SPAB yang memberikan kemudahan pihak Dikbud dalam mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya, merupakan hasil karya anak-anak muda NTB.

Mereka bekerja sama eengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam memberikan pendidikan kebencanaan khususnya bagi tenaga pendidik dan siswa yang ada di NTB.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku kagum dengan karya anak-anak muda NTB yang mampu menunjukkan jati dirinya dengan berprestasi di tingkat nasional.

“Anak-anak muda NTB hebat, bisa menunjukkan jati diri di tingkat nasional, ini sangat membanggakan”, ungkapnya saat melaunching Aplikasi Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM SPAB), di Hotel Astoria, Selasa (26/02).

Data yang bisa diperoleh  dari  Aplikasi SIM SPAB tersebut menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang.

Sebagai aplikasi pertama di Indonesia, Ummi Rohmi mengingatkan yang terpenting adalah penggunaannya yang berkelanjutan dan mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat. Bukan hanya di NTB tapi juga di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Yang terpenting penggunaannya yang berkelanjutan, jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik,” ingatnya.

Wagub mengajak seluruh kabupaten/kota di NTB, untuk memanfaatkan aplikasi hasil karya anak NTB yang telah diakui oleh pemerintah. Aplikasi  ini sebagai sarana dalam mempermudah sosialisai dan edukasi bencana di NTB.

Dengan tujuan agar Pemda mengerti dan lebih memehami terkait proteksi dan mitigasi bencana di masan yang akan datang.

“Mari kita tunjukkan pada tingkat nasional dan seluruh provinsi di Indonesia, bahwa kita bisa menggunakan ini, dan ini pertama di Indonesia,” ujar Wagub.

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB. ini sebagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.

Menurutnya, proteksi yang paling penting, tindakan preventif sebisa mungkin jangan ada bencana yang disebabkan tindakan manusia. Kita harus tegas, terutama dalam mengatasi sampah, kita suksekan NTB Zero Waste, kita ubah sampah jadi sumber berkah.

“Semoga aplikasi ini berkah, semoga anak NTB semakin maju dan membawa dampak positif bagi Indonesia,” harapnya.

AYA/Hms NTB




Imigrasi Bentuk Timpora Kecamatan, Pengawasan Orang Asing Cegah Peredaran Narkoba

Timpora yang ada di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi tentang keberadaan WNA yang diduga meresahkan masyarakat /negara

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor imigrasi kelas I Mataram mengadakan pembentukan dan pengukuhan  pengawasan orang asing (Timpora ) tingkat kecamatan se Kota Mataram.

Kegiatan pembentukan dan pengukuhan ini disertai Penandatanganan MOU Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram  dengan pihak  BNN Kota Mataram.

“ini merupakan langkah awal di tahun 2019 untuk bisa bersinergi khususnya dalam penanganan. Pengawasan orang Asing dalam rangka pencegahan Peredaran Narkoba.” ujar Kepala Kemenkumham NTB Andi Dahrif Rafied usai pengukuhan di Lombok Astoria Hotel Selasa (26/02).

Ia menambahkan,  pembentukan Timpora di tingkat kecamatan ini metupakn upaya dari Kemenkumham dan Kantor imigrasi, agar bisa mengetahui jika terdapat ada orang asing di tingkat kecamatan.

Pihaknya akan memberikan kewenangan sesuai dengan intrukasi dan aturan yang sudah ada. Tugas Timpora di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi kepada Pihak imigrasi Mataram,  jika terdpat WNA yang mencurigakan atau keberadaanya belu diketahui izin tinggalnya.

“Kita bertukar informsi dengan timpora yang ada di tingkat kecamatan ,kita akan melihat bagaimana pasrtisipasi masyarakat dengan kedatangan Tamu asing ( WNA),” ujarnya

Seperti diketahui, banyak sekali WNA yang tinggl di kos-kosaan yang mungkin keberadaannya meresahkan bagi masyarakat atau bahkan negara.

Timpora yang ada di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi tentang keberadaan WNA yang diduga meresahkan masyarakat / negara .

Ada 6 kecamatan di kota mataram yang mengikuti pengukuhan yakni kecamatan Mataram, Sandubaya, Sekarbela, Ampenan ,Cakranegara dAn Selaparang.

AYA




Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Okupansi Hotel Masih Kisaran 30 Persen

Pemerintah daerah diminta memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

MATARAM.lombokjournal.com — Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai penerbangan,   berdampak pada industri jasa perhotelan,

Meskipun sudah ada penurunan harga tiket oleh maskapai Garuda namun belum berpengaruh bagi Okupansi Hotel Lombok Astoria Mataram.

“Sebtulnya penurunan dari pihak garuda belum signifikan dengan kita,  karena dari tingkat okupansinya belum begitu maksimal.  Kita (Astoria ) masih di kisaran 30 persen karena dari beberapa maskapai sebelumnya kan belum bisa menurunkan (harga tiket ) ,” ujar General Manager Lombok Astoria M. Ichsan ,Selasa (26/02).

Ichsan menyatakan, kegiatan di Lombok yang bertingkat nasional saat ini baru acara Bau Nyale saja yang diadakan, kegiatan pemerintah yang diadakan di Hotel-Hotel juga masih belum ada.

“Meskipun pada bulan Februari ini  termasuk masa low seasion akan tetapi jik dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya okupansi di Astoria mencapai 60 persen,” terangnya

Untuk mensisati keadaan ini, pihaknya melakukan kiat dengan mengadakan promo-promo saat great sale lalu, yakni dengan promo diskon makanan , dan kamar hotel.

“Secara maksimal, memberikan internal promo dengan diskon untuk semua tipe kamar sebesar 58 persen,” jelasnya.

Ichsn berharap semua pihak tetutama pemerintah daerah bisa memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

“Kalau bisa dikurainglah harga tiket sert bagasi berbayarnya karen ini sangat berpengaruh bagi kami pihak pengadaan jasa,” harapnya.

AYA