Wagub NTB, Target 4 Juta Wisatawan Dapat Terpenuhi

Kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu

MATARAM.loombokjournal.com — Wakil Gubenur Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Siti Rohmi Djalillah mengatakan,  target 4 juta kunjungan wisatawan ke NTB pada 2019 dapat tercapai.

Kendati dengan adanya beberapa event pendukung untuk mendorong kunjungan tersebut, sangat membantu.

“Kita harus perjuangkan target wisatawan yang 4 juta, dan event itu iya cukup dari pada tidak,” kata Hj Siti Rohmi Djalillah,

Dikatakannya, beberapa event yang dilakukan oleh pemerintah sendiri sangat membantu, seperti Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) dan Bau Nyale.

Menurutnya, event pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu memang ada perbedaan. Kendati di 2018 lalu tidak ada bencana dan kendala kenaikan harga tiket.

Meskipun memasuki masa low season, namun kunjungan wisatawan tetap ada dan ditambah dengan adanya event justru meningkat. Berbeda dengan kondisi saat ini justru kunjungan wisatawan tidak banyak.

“Tetapi banyak juga wisatawan yang datang, kalau dibandingkan dengan event sebelumnya tidak seperti sekarang. Kemarin saya sempat tanya ke bupati Lombok Tengah, ternyata tempatnya terbagi jadi 4 tempat,” ungkapannya.

Dijelaskan, kondisi pariwisata di NTB sudah membaik dan bahkan telah pulih dari kondisi pasca terjadi bencana alam gempa tahun lalu.

Mulai kesiapan Infrastruktur pendukung pariwisata pun telah rampung persiapannya. Sehingga, tidak ada hal yang perlu di khawatirkan wisatawan untuk datang berwisata.

“Ini kondisinya low season dan untuk tiket pesawar terjadi di seluruh Indonesia. Kita sempat terjadi gempa juga, cuma secara infrastruktur kita sudah siap pasca gempa kemarin itu sudah bangkit dan normal,” terangnya.

Diakuinya, kondisi saat ini lebih kepada karena harga tiket pesawat yang melonjak dan bukan pasca gempa.

Mengingat sejumlah tempat wisata telah pulih, sehingga diharapakan harga tiket dapat segera diatasi agar pariwisata di Indonesia terutama di NTB dapat kembali membaik lagi.

“Karena lokasi wisata, fasilitas umum dan sosial semua sudah siap dan kembali normal,” jelasnya.

AYA/Hms NtB




NTB Dan Denmark  Sepakat Jalin Kerjasama Bisnis dan Investasi

 Sesuai  visi Gubernur Zul  membangun NTB , yaitu menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah dan Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensens melakukan penandatanganan Letter Of Intent  (LOI) di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/02).

Bidang kerjasama yang tertuang dalam LOI itu di antaranya,  Sektor Energi, Sektor Lingkungan dan Kerjasama terkait Bussiness to bussiness (B2B) dan Investasi.

Untuk sektor energi dan lingkungan, baik Pemprov NTB maupun Denmark sama-sama sepakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui perencanaan energi jangka panjang dan pengembangan sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan, serta peningkatan efisiensi energi.

Kedua belah pihak jugasepakat untuk menumbuhkan ekonomi hijau dan berkelanjutan dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan mengeksplorasi sumber daya berharga melalui ekonomi sirkular.

Sehingga mengurangi dampak negatif lingkungan terhadap mata pencaharian, ekonomi dan kesehatan.

Pemprov  NTB dan Denmark  berniat menyatukan sumber daya untuk mendukung transisi hijau dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca di NTB.

Sektor Lingkungan Hidup, NTB dan Denmark berniat mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah padat atas dasar saling menguntungkan, pengalaman dan prestasi.

Dari kedua sektor tersebut, kedau belah pihak bermaksud untuk saling mendukung, meningkatkan, memajukan aksesibilitas, memperluas kemitraan B2B dan investasi yang umumnya terkait dengan Para Pihak, melanjutkan dan mempromosikan investasi yang saling menguntungkan dalam kerja sama di masa yang akan datang antara keduanya.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB , menyambut baik kerjasama tersebut. Karena hal ini, menurutnya, sesuai dengan visinya membangun NTB.

Yaitu menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Hadirnya para investor harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat NTB.

Tuan Rumah Motto GP

Gubernur menegaskan, Lombok memiliki keindahan di banding daerh lain.  Apalagi,  pada tahun 2021, NTB akan menjadi tuan rumah Motto GP.

Perhelatan tersebut akan menarik para wisatawan hingga ratusan ribu orang.  Sehingga pemerintah pusat akan memberikan perhatian dan prioritas khusus bagi NTB.

Motto GP jelas Gubernur tidak hanya semata-mata urusan wisata dan wisatawan.  Namun,  di saat yang sama pemerintah membutuhkan sumberdaya  energi. Maka,  kerjasama ini katanya akan memberikan keuntungan bagi rencana kegiatan tersebut.

“Tugas pemerintahan saya adalah memastikan daerah ini aman. Sehingga para investor banyak yang datang, ” jelasnya.

Gubernur berharap pengembagan energi terbarukan ini tidak hanya di Lombok.  Namun juga di Pulau Sumbawa. Apalagi saat ini para peneliti menemukan potensi tambang batu bara terbesar ada di Sumbawa.

“Saya harap kerjsama ini segera dikonkritkan,” harap Gubernur.

Potensi Energi Terbarukan

Sebelumnya,  Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen menyambut baik kerjasama itu. Bahkan pihaknya telah melakukan studi kelayakan di berbagai wilayah di NTB ini.

Menurutnya, NTB memiliki potensi yang baik untuk pengembangan energI terbarukan. Termasuk penggunaan sampah untuk diolah menjadi energi yang bermanfaat.

 Selain itu, kerjasama ini katanya memungkinkan kedua daerah saling bertukar teknologi untuk mengembangkan sumber daya energi terbarukan.

 Ia berjanji,  setelah tanda tangan kerjasama ini,  pihaknya akan mekukan hal hal konkrit sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut.

Gubernur didampingi Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Kadis KLH, Kadis ESDM, Dinas Penanman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Biro Kerjasama.

AYA/Hms NTB

 




Pemprov NTB  Siap Kirim 15 Mahasiswa Asal Dompu Dan Bima  Kuliah S2 Di Malaysia

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity)

lombokjournal.com 

MATARAM. —  Sebanyak  15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat siap berangkat melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019.

Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri  itu, diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran pada Senin, (25/02) di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, di Malaysia

Gubenur Zulkieflimansyah mengungkapkan, Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya.

“Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutan sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, untuk mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir, melalui pendidikan.

Ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

Dikatakan Gubernur Zul, kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok.

“Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?” lanjut Gubernur Zul.

Berikut nama para awardee asal Dompu dan Bima yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang.

  1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kab. Bima
  2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kab. Bima
  3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kab. Bima
  4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kab. Bima
  5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kab. Bima
  6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kab. Bima
  7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kab. Dompu
  8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kab. Dompu
  9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kab. Dompu
  10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kab. Dompu
  11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kab. Dompu
  12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
  13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Mataka.

AYA/Hms NTB

 




Wagub Rohmi Ungkapkan Keindahan NTB Di hadapan Ribuan Anggota ADEKSI

Selain menceritakan keindahan alam dan budaya, Wagub Rohmi juga menjelaskan , saat ini NTB sudah pulih pasca bencana gempa bumi tahun 2018 lalu

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan anggota dan pimpinan DPRD Kota seluruh Indonesia menggelar Rapat Kerja ke IV Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), mulai 25 Februari hingga  28 Februari 2019, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Di hadapan ribuan Anggota Adeksi itu, Wakil Gubernur NTB, Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalillah menceritakan keindahan NTB.

Sumbawa dan Lombok,  kata Wagub,  memiliki destinasi wisata yang seluruhnya indah. Seperti air terjun, pantai, gunung Rinjani,  Gunung Tambora, keindahan bawah laut dan mutiara yang berkilau.

“Sulit mencari daerah di NTB ini yang tidak indah. Semuanya indah,” Ungkap Wagub saat pembukaan Raker Adeksi itu,  Selasa (26/02).

Ummi Rohmi,  menjelaskan destinasi wisata yang ada di NTB tidak hanya keindahan alam.  Namun juga budaya, baik itu adat istiadat maupun hasil karya masyarakat seperti gerabah dan tenun.

“Kain tenun di sepuluh kabupaten /kota se-NTB ini memiliki identitas masing-masing,” jelas Ummi Rohmi.

Selain menceritakan keindahan alam dan budaya, Wagub Ummi Rohmi juga menjelaskan , saat ini NTB sudah pulih pasca bencana gempa bumi tahun 2018 lalu.

“Semua tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Semua sudah pulih dari berbagai segi,” tegas Wagub.

Hanya saja kata Ummi Rohmi,  di tengah pulihnya NTB ini,  masyarakat dan pemerintah dihadapkan dengan harga tiket yang mahal.

“Ini tidak hanya terjadi di NTB,  namun hampir di seluruh Indonesia. Kita berharap harga tiketnya bisa lebih murah,” harapnya.

Terkait Rekernas Adeksi,  Ummi Rohmi berharap akan lahir hal-hal baik yang dapat dijadikan rekomendasi dalam pengambilan kebijakan. Terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia ( ADEKSI ) Ir. H. Armuji, MH menjelaskan Rakernas itu dilaksanakan sesuai amanat organisasi.

Yaitu untuk melakukan konsolidasi nasional anggota ADEKSI mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, menyusun program kerja  dan anggaran tahunan.

Selain itu juga untuk membahas isu-isu relevan, mengkaji ulang berbagai kebijakan sehingga terumuskan suatu keluaran berupa kerangka kebijakan

Rakernas dan seminar nasional itu diorganisir menuju tercapainya tujuan yang penting dan direkomendasikan dalam membangun sistem pemerintahan indonesia

“Menggali pemikiran dan membangun kesepahaman tentang model otonomi daerah yang sesuai dengan amanat konstitusi sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang majemuk untuk mempercepat kesejahteraan bangsa,” jelas Ketua DPRD Kota Surabaya itu.

Rakernas ADEKSI yang ke IV di Hotel Lombok Raya Mataram kali ini bertema “Memperkuat otonomi, memperkokoh NKRI untuk keadilan dan kesejahteraan bamgsa”  Refleksi UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

.AYA/Hms NTB

 




 Wagub NTB Kagumi Aplikasi SIM SPAB Karya Anak Muda NTB

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Aplikasi SIM SPAB yang memberikan kemudahan pihak Dikbud dalam mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya, merupakan hasil karya anak-anak muda NTB.

Mereka bekerja sama eengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam memberikan pendidikan kebencanaan khususnya bagi tenaga pendidik dan siswa yang ada di NTB.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku kagum dengan karya anak-anak muda NTB yang mampu menunjukkan jati dirinya dengan berprestasi di tingkat nasional.

“Anak-anak muda NTB hebat, bisa menunjukkan jati diri di tingkat nasional, ini sangat membanggakan”, ungkapnya saat melaunching Aplikasi Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM SPAB), di Hotel Astoria, Selasa (26/02).

Data yang bisa diperoleh  dari  Aplikasi SIM SPAB tersebut menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang.

Sebagai aplikasi pertama di Indonesia, Ummi Rohmi mengingatkan yang terpenting adalah penggunaannya yang berkelanjutan dan mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat. Bukan hanya di NTB tapi juga di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Yang terpenting penggunaannya yang berkelanjutan, jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik,” ingatnya.

Wagub mengajak seluruh kabupaten/kota di NTB, untuk memanfaatkan aplikasi hasil karya anak NTB yang telah diakui oleh pemerintah. Aplikasi  ini sebagai sarana dalam mempermudah sosialisai dan edukasi bencana di NTB.

Dengan tujuan agar Pemda mengerti dan lebih memehami terkait proteksi dan mitigasi bencana di masan yang akan datang.

“Mari kita tunjukkan pada tingkat nasional dan seluruh provinsi di Indonesia, bahwa kita bisa menggunakan ini, dan ini pertama di Indonesia,” ujar Wagub.

Wagub berharap, aplikasi SIM SPAB ini dapat dikolabirasikan dengan dengan aplikasi SiAGANTB yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarat terkait kondisi cuaca di NTB. ini sebagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.

Menurutnya, proteksi yang paling penting, tindakan preventif sebisa mungkin jangan ada bencana yang disebabkan tindakan manusia. Kita harus tegas, terutama dalam mengatasi sampah, kita suksekan NTB Zero Waste, kita ubah sampah jadi sumber berkah.

“Semoga aplikasi ini berkah, semoga anak NTB semakin maju dan membawa dampak positif bagi Indonesia,” harapnya.

AYA/Hms NTB




Imigrasi Bentuk Timpora Kecamatan, Pengawasan Orang Asing Cegah Peredaran Narkoba

Timpora yang ada di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi tentang keberadaan WNA yang diduga meresahkan masyarakat /negara

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor imigrasi kelas I Mataram mengadakan pembentukan dan pengukuhan  pengawasan orang asing (Timpora ) tingkat kecamatan se Kota Mataram.

Kegiatan pembentukan dan pengukuhan ini disertai Penandatanganan MOU Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram  dengan pihak  BNN Kota Mataram.

“ini merupakan langkah awal di tahun 2019 untuk bisa bersinergi khususnya dalam penanganan. Pengawasan orang Asing dalam rangka pencegahan Peredaran Narkoba.” ujar Kepala Kemenkumham NTB Andi Dahrif Rafied usai pengukuhan di Lombok Astoria Hotel Selasa (26/02).

Ia menambahkan,  pembentukan Timpora di tingkat kecamatan ini metupakn upaya dari Kemenkumham dan Kantor imigrasi, agar bisa mengetahui jika terdapat ada orang asing di tingkat kecamatan.

Pihaknya akan memberikan kewenangan sesuai dengan intrukasi dan aturan yang sudah ada. Tugas Timpora di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi kepada Pihak imigrasi Mataram,  jika terdpat WNA yang mencurigakan atau keberadaanya belu diketahui izin tinggalnya.

“Kita bertukar informsi dengan timpora yang ada di tingkat kecamatan ,kita akan melihat bagaimana pasrtisipasi masyarakat dengan kedatangan Tamu asing ( WNA),” ujarnya

Seperti diketahui, banyak sekali WNA yang tinggl di kos-kosaan yang mungkin keberadaannya meresahkan bagi masyarakat atau bahkan negara.

Timpora yang ada di tingkat kecamatan ini akan memberikan informasi tentang keberadaan WNA yang diduga meresahkan masyarakat / negara .

Ada 6 kecamatan di kota mataram yang mengikuti pengukuhan yakni kecamatan Mataram, Sandubaya, Sekarbela, Ampenan ,Cakranegara dAn Selaparang.

AYA




Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Okupansi Hotel Masih Kisaran 30 Persen

Pemerintah daerah diminta memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

MATARAM.lombokjournal.com — Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai penerbangan,   berdampak pada industri jasa perhotelan,

Meskipun sudah ada penurunan harga tiket oleh maskapai Garuda namun belum berpengaruh bagi Okupansi Hotel Lombok Astoria Mataram.

“Sebtulnya penurunan dari pihak garuda belum signifikan dengan kita,  karena dari tingkat okupansinya belum begitu maksimal.  Kita (Astoria ) masih di kisaran 30 persen karena dari beberapa maskapai sebelumnya kan belum bisa menurunkan (harga tiket ) ,” ujar General Manager Lombok Astoria M. Ichsan ,Selasa (26/02).

Ichsan menyatakan, kegiatan di Lombok yang bertingkat nasional saat ini baru acara Bau Nyale saja yang diadakan, kegiatan pemerintah yang diadakan di Hotel-Hotel juga masih belum ada.

“Meskipun pada bulan Februari ini  termasuk masa low seasion akan tetapi jik dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya okupansi di Astoria mencapai 60 persen,” terangnya

Untuk mensisati keadaan ini, pihaknya melakukan kiat dengan mengadakan promo-promo saat great sale lalu, yakni dengan promo diskon makanan , dan kamar hotel.

“Secara maksimal, memberikan internal promo dengan diskon untuk semua tipe kamar sebesar 58 persen,” jelasnya.

Ichsn berharap semua pihak tetutama pemerintah daerah bisa memperhatikan pihak- pihak yang bekerja di bidang jasa perhotelan, agar bisa merubah  kebijakan yang dilakukn pihak maskapai penerbangan.

“Kalau bisa dikurainglah harga tiket sert bagasi berbayarnya karen ini sangat berpengaruh bagi kami pihak pengadaan jasa,” harapnya.

AYA

 




JKN–KIS, Pahlawan Pelindung Kesehatan Suamiku

Pelayanan kesehatan yang diterima pun sangat memuaskan, dan tidak membeda-bedakan antara peserta yang membayar iuran maupun yang mendapatkan secara gratis dari pemerintah

lombokjournal.com —

SELONG  :   Seorang wanita paruh baya asal Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading ini tampak bahagia selepas mengurus perubahan nama suaminya yang keliru pada kartu JKN-KIS.

Herniwati (59) adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya tinggal berdua dengan suaminya.

Ketika ditemui oleh tim jamkesnews pada Senin (25/02) 2019, Herniwati mengungkapkan rasa leganya, karena akhirnya dia bisa memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk berobat.

Herniwati bersyukur ada JKN-KIS. Seingat dia, kartu ini didapatkannya  setahun yang lalu. Herniwati selalu menyimpannya tapi belum pernah digunakan.

“Tadi malam, tiba-tiba suami saya sesak napas dan batuk keras, kemudian dibawa ke Puskesmas Kotaraja. Ketika akan mengurus administrasi, saya pakai kartu JKN-KIS. Perawatnya bilang tetap bisa digunakan, tetapi harus memperbaiki nama suami saya karena berbeda dengan yang ada di Kartu Keluarga. Pihak puskesmas menganjurkan untuk mengurus ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong. ,” tutur Herniwati.

Alhamdulillah, ternyata  pelayanan kesehatan tetap diberikan oleh puskesmas meskipun ia masih harus mengurus nama suaminya yang berbeda.

Pelayanan di kantor BPJS juga ramah. Salah satu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ABPN ini menjelaskan, seharusnya dulu ketika dibagikan kartu ia mengecek identitas yang tertera pada kartu JKN-KIS terlebih dulu.

Apabila menemukan ada yang berbeda atau keliru, bisa langsung melapor ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Bagi Herniwati ini merupakan pembelajaran baginyaua, mudah – mudahan tidak kejadian lagi.

“Kalau mengurus sejak awal pasti tidak akan repot jadinya, kalau sakit, kartu JKN-KIS langsung bisa dipakai tanpa perlu mengurus hal – hal yang lain lagi. Bersyukur saya masih diberi kesempatan untuk bisa mengurus ini. Mudah mudahan suami saya bisa cepat sembuh. Ini pertama kalinya dia sakit sampai rawat inap di puskesmas,” ungkap ibu 3 orang anak ini.

Hidup berdua hanya dengan suaminya, membuat Herniwati berusaha mandiri dalam mengurus segala hal tanpa merepotkan anak – anaknya, terutama ketika suaminya sakit.

“Awalnya, suami saya hanya batuk – batuk biasa. Tapi saat tengah malam, suami saya mengeluh sesak napas kemudian batuknya semakin keras. Apalagi napasnya jadi bersuara, ngik – ngik, begitu suaranya. Nah langsung saja saya bersama anak saya yang kebetulan menginap membawanya ke puskesmas, dan katanya suami saya menderita asma,” cerita Herniwati.

Asma yang paling umum diderita oleh kebanyakan orang adalah Asma Bronkial.

Penyakit ini ditandai dengan gejala susah bernapas, batuk keras, pusing, badan lemah, dan sertai dengan suara tambahan mengi atau napas yang berbunyi lirih ketika seseorang menghembuskan napasnya.

Suara ini timbul karena udara yang keluar dari paru – paru dipaksa keluar melalui saluran napas yang sempit.

Cara mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari faktor alergi atau iritan seperti asap rokok, debu, polusi udara, udara dingin atau bahkan bulu binatang.

Selain itu bisa dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh dengan menjaga pola aktivitas, makan, dan istirahat yang cukup. Mengenali dan menghindari berbagai penyebab asma adalah kunci utama untuk mencegah serangan asma.

Pada akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews, Herniwati mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini.

Pelayanan kesehatan yang dia terima pun sangat memuaskan dan tidak membeda-bedakan antara peserta yang membayar iuran maupun yang mendapatkan secara gratis dari pemerintah.

ay/ys/Jemkesnews

Narasumber : Herniwati




Mahalnya Tiket Pesawat,  Jadi Topik Diskusi Antara Gubernur dan Pemilik Maskapai Lion

Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram yang bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat, bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai

lombokjournal.com —

KUALA LUMPUR  ;   Dalam kunjungan ke KBRI Malaysia, pertemuan antara Gubernur Zulkirflimansyah dengan Debes RI, Rusdi Kirana juga sempat dibicarakan terkait mahalnya harga tiket pesawat dan upaya untuk menurunkannya.

Sebelumnya terkait beasiswa, Rusdi yang juga pendiri dan pemilik maskapai Lion Group menjelaskan, selain beasiswa di kampus-kampus Malaysia, program yang bisa direalisasikan  adalah pendidikan aviasi atau penerbangan.

“Akan kami bantu supaya bisa sekolah di Malaysia setahun untuk teorinya, kemudian lanjut 2 tahun kerja praktik di pusat perawatan pesawat dan fasitas penerbangan Lion Group di Batam. Sudah ada anak TKI yang berprestasi, kami sekolahkan model seperti itu hingga akhirnya jadi pilot ,” ujar Rusdi.

Posisi Rusdi Kirana sebagai pemilik Lion Group, sejalan dengan kepentingan Pemprov NTB dalam menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan pascabencana gempa bumi.

Gubernur Zul juga meminta bantuan Rusdi untuk memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan ke Lombok, sekaligus untuk menurunkan harga tiket.

Gubernur menyampaikan, harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa.

“Begitu juga makin berkurangnya “direct flight” ke Lombok. Kami berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok” ungkap Gubernur Zul.

Dubes Rusdi Kirana menekankan, jika melambungnya harga tiket memang jadi persoalan baru di dunia transportasi udara.

Menurutnya, butuh kerja sama yang baik dan terpadu antara maskapai dengan pemerintah daerah dan juga PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah.

“Maskapai Lion Group beroperasi 11 jam per harinya, sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam menyebabkan jadwal kami sering tidak on time. Akhirnya publik protes. Lion sering” diomelin” karena telat atau delay melulu. Nah sekarang jadi 7 jam beroperasi, supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan  seperti yang diungkapkan Gubernur NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari Pemda setempat.

Misalnya Pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran Maskapai.

Gubernur Zul menyatakan bakal mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu.

Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram yang bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat, bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai.

Pada akhirnya, diharapkan relasi simbiosis mutualisme itu bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan juga memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok, termasuk rute-rute direct flight.

AYA/Hms NTB




Lawatan Ke Malaysia, Gubernur NTB Dan Dubes RI untuk Malaysia, Bicarakan Beasiswa

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan

lombokjournal.com —

KUALA LUMPUR  ;   Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Kuala Lumpur.

Dalam kunjungan itu DR Zul bersilaturrahim dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, bersama istri, dan ikut dalam kunjungan sejumlah Kepala OPD Pemprov NTB Senin (25/02)  2019.

Dalam lawatan kali ini, Gubernur Zul  mendiskusikan sejumlah hal dengan Dubes Rusdi Kirana. Upaya membuka pintu kerjasama bidang pendidikan terkait program beasiswa 1000 pelajar NTB ke luar negeri, merupakan salah satu fokus perbincangan.

“Pendidikan menjadi perhatian utama kami saat ini. Setelah berhasil mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia pada bulan Oktober 2018 dan pertengahan Februari 2019 lalu, kami juga ingin mengirimkan pelajar melanjutkan jenjang S2 di Malaysia” papar Gubernur Zul.

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan.

Begitu juga fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium yang lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Dubes Rusdi Kirana menyambut baik niat tersebut. KBRI di Malaysia akan menjembatani antara Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia.

“Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri. Kami akan memfasilitasi dan menghubungkan antara universitas di sini dengan Pemprov NTB, ” kata Dubes Rusdi.

AYA/Hms NTB