Nofian Hadi : Jangan Hanya Euforia, Masyarakat Harus Disiapkan Sambut MotoGP 2021

Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten/Kota di NTB diharapkan juga mulai melakukan penataan dan mempersiapkan masyarakat dalam menyambut berita baik tersebut

lombokjournl.com —

LOMBOK BARAT  ;   Pemerintah daerah dan masyarakat NTB tentu berbangga dengan kontrak kerjasama ITDC selalu pengelola KEK Mandalika dan Dorna Sport yang menetapkan KEK Mandalika di Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang.

Event motosport internasional termewah itu bukan hanya akanmempromosikan Lombok ke dunia internasional sebagai destinasi sport tourism, tapi juga akan melejitkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Namun, pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten/Kota di NTB diharapkan juga mulai melakukan penataan dan mempersiapkan masyarakat dalam menyambut berita baik tersebut.

“Semua pasti bangga ya. Tapi jangan hanya terjebak pada euforiasemata, karena masyarakat harus segera disiapkan untuk menyambut MotoGP 2021 ini,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11, Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat, Kamis ( 28/02)

Nofian mengatakan, event sekaliber MotoGP tentu akan menjadi pusat perhatian pencinta motosport dari berbagai belahan dunia. Di mana setiap seri bisa menarik lebih dari 120 ribu orang penonton dari banyak negara, yang umumnya tentu merupakan wisatawan berkelas menengah ke atas.

Dengan begitu pada MotoGP 2021 citra Lombok akan benar-benar dipertaruhkan sebagai tuan rumah yang baik. Salah satu yang pasti disoroti adalah masalah keindahan alam, kebersihan, dan kenyamanan.

“Jangan sampai saat itu masih banyak sampah, juga kotoran kuda Cidomo berceceran. Ini harus ditata dan dipersiapkan, setidaknya biar Valentino Rossi senang melihat Cidomo yang indah di Lombok,” kata Nofian.

Ia mengakui, keberadaan Cidomo di Lombok saat ini masih sangat penting dan dibutuhkan terutama untuk moda transportasi tradisional di pasar dan pedesaan. Namun, penataannya masih kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.

Akibatnya kesan kumuh, tidak tertib, dan kerap kali menjadi sumber kotoran kuda di jalan raya, justru menjadi buruk bagi kesan Lombok sebagai destinasi pariwisata.

Menurut Nofian, pemda melalui dinas terkait bisa mulai melakukan penataan. Untuk memperindah penampilan Cidomo, Nofian juga menyarankan agar Cidomo dicat atau diwarnai dengan kreasi kekinian.

Jika ditata dengan baik, dan penampilan Cidomo menarik dan bersih,ini akan menjadi ikon wisata juga. Wisatawan juga akan suka naik Cidomo, seperti yang dilakukan di Yogyakarta dengan Delmannya,” tuturnya.

Soal biaya penataan dan pengecatan Cidomo, Nofian mengatakan, Pemda setempat bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan atau perhotelan yang ada di wilayahnya. Apalagi ini untuk mendukung kepariwisataan, pasti perusahaan swasta banyak yang bersedia berpartisipasi.

“Di Lombok Barat misalnya, itu Cidomo dipercantik dengan pewarnaan yang kreatif kemudian diberi alat atau penadah kotoran sehingga tidak berceceran di jalan. Tentu akan menjadi menarik dan tidak terkesan kumuh lagi. Saya yakin hotel-hotel juga akan senang, dan juga wisatawan tertarik,” kata Nofian

Selain mempercantik dan membuat suasana nyaman, hal ini menurut Nofian juga akan sangat mendukung program NTB Zero Waste ke depan.

“Orang yang punya kebiasaan buang sampah dari dalam mobil di jalan raya, harus malu. Karena Kuda saja nggak buang sembarangan lagi,” tukasnya.

NTB Zero Waste harus bermula juga dari kebiasaan dan pola piker masyarakat. Bagi Nofian, hal ini juga harus mulai dilakukan dari sekarang. Tujuannya agar 2021 saat Lombok benar-benar menjadi pusat perhatian dunia, kebersihan menjadi hal yang utama dan bisa dibanggakan juga, selain keindahan alam dan budaya.

Sebagai anggota DPRD NTB kelak, Nofian bertekad untuk mendorong program ini dan mengatur regulasi-regulasi yang mendukung pembangunan kepariwisatan dan ekonomi di NTB.

Sebab bagi Nofian, pembangunan dan pelaksanaan program daerah harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan partisipasi semua pihak.

“Bayangkan kalau Cidomo kita rapi tertata, indah dan menarik. Tentu para kusir Cidomo juga akan merasakan manfaatnya ketika Cidomo disewa wisatawan. Pemda juga bisa menginisiasi paket-paket wisata menarik dengan Cidomo ini,” pungkasnya.

Me

 

 




Bank NTB Syariah Tandatangani Kerjasama Ciptakan Hunian Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kementerian PUPR telah menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, penurunan PPH dan lainnya

MATARAM.lombokjournalcom  — Penandatanganan kerjasama operasional Bank NTB Syariah dengan pusat pengelolaan dana dan pembiayaan perumahan (PPDPP) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, berlangsung di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Kamis (28/02).

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  yang menghadiri acara itu megapresiasi kontribusi dan pikiran PT. Bank NTB selama ini kepada daerah, khusunya pasca gempa yang melanda NTB.

“Mudah-mudahan kerjasama seperti ini lebih banyak lagi di NTB,” ujar Doktor Zul.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko Heripoerwanto menyampaikan, program satu juta rumah adalah terusan program Pembangunan ratusan ribu rumah yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.

Ini merupakan gerakan bersama Pemda, Perbankan, masyarakat untuk menciptakan hunian yang  nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, Kementerian PUPR telah menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, penurunan PPH dan lainnya.

Tahun ini target penyaluran rumah subsidi sebanyak 2000 unit. Eko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program satu juta rumah.

Direktur Keuangan dan Operasional Bank BNI Syariah, Wahyu Avianto juga menjelaskan saat ini BNI Syariah dan Bank NTB Syariah bersinergi dalam menerbitkan (kartu pembiayaan) Hasanah Bank NTB Syariah Card.

Tujuan penerbitan Hasanah Bank NTB Syariah Card yaitu sebagai kartu pembiayaan (kartu kredit syariah) yang didesain khusus untuk pegawai dan nasabah Bank NTB Syariah.

Hasanah Bank NTB Syariah Card dengan fiturnya diharapkan dapat mendukung tujuan dari Bank NTB Syariah untuk meningkatkan perekonomian daerah di NTB.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, mengatakan rumah saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Upaya pemerintah dengan program KPR Sejahtera FLPP,  merupakan komitmen dalam melaksanakan program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah tinggal. Dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk masyarakat.

Bank NTB sebagai bank daerah mempunyai tugas penting dan strategis yaitu memberi kemudahan dalam membeli rumah bagi masyarakat NTB.

AYA/Hms NTB




Wagub Audensi Dengan ICoCSIM 2019

ICoCSIM 2019 diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan praktisi dari akademisi dan industri untuk fokus pada ilmu komputasu dan konsep manajemen informasi

MATARAM.lombokjournal.com  — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menerima audiensi The Third International Conference on Computation Science and Information Management (ICoCSIM 2019) di ruangannya, Kamis (28/02).

Audiensi tersebut terkait persiapan ICoCSIM yang akan diadakan di Lombok pada tanggal 21 hingga 23 Maret 2019.

ICoCSIM 2019 merupakan konferensi internasional ketiga tentang Ilmu Pengetahuan Komputasi dan Manajemen Informasi yang didedikasikan untuk mengatasi tantangan dibidang ilmu komputasi dan metodologi manajemen informasi dan aplikasinya.

Wakil Gubernur menyambut baik kegiatan tersebut dikarenakan teknologi dan bencana merupakan hal tidak dapat dipisahkan.

”IT dan Kebencanaan memang tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu peran IT dalam antisipasi menghadapi bencana sangat dibutuhkan,” Jelas Hj. Rohmi.

Program Sekolah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), program Siaga NTB dapat diharapkan menjadi sumber informasi terkait kebencanaan, sambung Hj. Rohmi.

Benny Benyamin Nasution perwakilan dari ICoCSIM menyampaikan ada tiga momentum yang dapat dicapai dari kegiatan ICoCSIM 2019.

“Ada tiga momentum yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini, dari sisi Teknologi, Pariwisata, dan Kebencanaan,” terang Benny.

ICoCSIM 2019 diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan praktisi dari akademisi dan industri untuk fokus pada ilmu komputasu dan konsep manajemen informasi serta membangun kolaborasi di bidang tersebut.

AYA/Hms NTB

 




Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021, Angin Segar  Iklim Investasi Di Lombok

Masyarakat NTB juga harus mempersiapkan diri sejak saat ini untuk menyambut pagelaran MotoGP,  karena  penyelenggaraan MotoGP 2021sudah berada di depan mata

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menilai pemilihan Lombok sebagai tuan rumah MotoGP 2021 memberikan angin segar bagi iklim investasi di NTB.

“Menurut saya menarik karena akan mengudang investasi lain, orang yang tadinya ragu-ragu di KEK Mandalika ketika pemerintah sudah umumkan (tuan rumah) maka ada kepastian,” kata Gubernur Zul.

Zul, sapaan akrab Zulkieflimansyah, mengatakan para investor sangat memerlukan kepastian dalam hal investasi di sebuah tempat.

Dengan begitu, kata Zul, para investor, baik di bidang perhotelan dan infrastruktur pendukung pariwisata lainnya akan semakin tertarik menanamkan modalnya di NTB, terutama Pulau Lombok.

Zul menambahkan, masyarakat NTB juga harus mempersiapkan diri sejak saat ini untuk menyambut pagelaran MotoGP. Zul menilai, waktu penyelenggaraan MotoGP 2021sudah berada di depan mata.

“SDM kita mulai harus dilatih dari sekarang,” tegasnya.

Zul menambahkan, sejumlah hal yang perlu dilakukan ialah pembangunan akses jalan dari Bandara Internasional Lombok ke KEK Mandalika serta penataan destinasi wisata di luar KEK Mandalika.

“Ini dimaksudkan agar para turis nantinya bisa juga berkunjung ke destinasi wisata lain yang ada di Lombok,” kata Zul.

AYA




Hidup Sehat Lebih Baik, Daripada Harus DirawatDi Rumah Sakit

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;    Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya, begitulah prinsip hidup yang dipegang oleh Lalu Isnaeni (44).

Pria yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini memiliki pengalaman berkesan selama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia selalu menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat ke dokter keluarga yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Selama berobat, ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter.

“Ketika saya berobat, dokter selalu menanyakan keluhan dan memeriksa tubuh saya dengan cermat, pelayanannya bagus. Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien JKN dengan pasien umum,” tutur Isnaeni saat ditemui tim Jamkesnews, Senin (25/02).

Isnaeni merasa bersyukur selama ini belum pernah merasakan rawat inap di rumah sakit. Hidup sehat dan dapat beraktivitas normal lebih baik daripada harus dirawat di rumah sakit meskipun seluruh biaya ditanggung JKN-KIS.

Ia pun tidak terlalu memikirkan dengan iuran JKN-KIS yang dipotong dari gajinya sejak era PT. Askes (Persero).

Jika dihitung-hitung, potongan gajinya untuk iuran JKN-KIS jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya pengobatan yang seandainya ia keluarkan selama ini.

Bagi dia, potongan gaji tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perasaan tenang dari ketakutan akan biaya mahal untuk berobat. Isnaeni mengungkapkan bahwa program JKN-KIS sangat baik bagi masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda-beda.

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan.

“Banyak teman saya yang pernah merasakan manfaat dari program ini. Mungkin saja potongan gaji saya untuk program JKN-KIS mengalirnya untuk biaya pengobatan mereka, malah jadi sumber pahala kan?,” tegas Isnaeni kepada tim Jamkesnews.

Ia sangat terkesan dengan inovasi yang telah dilakukan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN-KIS.

Salah satunya adalah mobile JKN yang sangat membantu untuk memastikan kepesertaan ia dan keluarga.  Isnaeni berharap program ini dapat terus dilanjutkan siapapun presidennya.

Tentu saja dengan kualitas pelayanan yang semakin baik.

 

ay/yn/JAMKESNEWS

Narasumber : Isnaeni

 




BPJS Kesehatan Cabang Mataram Gencarkan Sosialisasi Mobile  JKN Di Tiap Momen

Dengan menginstal aplikasi Mobile JKN pada handphone, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi kesehatan seperti mengisi skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui dan mencegah resiko penyakit diabetes, hipertensi, jantung, dan dan ginjal

MATARAM.lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;   BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik yang diberikan amanat untuk menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS secara efektif dengan berbagai inovasi.

Saat ini BPJS Kesehatan terus mendekatkan diri dengan masyarakat yang merupakan aspek terpenting dalam penyelenggaraan program JKN-KIS, dengan cara memperluas kepesertaan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Guna memberikan kemudahan kepada peserta dalam pemberian informasi jaminan kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Mataram membuka anjungan Mobile JKN,  saat Silaturahmi Akbar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Mataram di Pendopo Walikota Mataram, Rabu (27/02).

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua PWRI Kota Mataram, Makmur Said dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram, I Nengah Dwi Jendraatmaja.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyosialisasikan secara terus menerus kepada peserta tentang program JKN-KIS dan inovasi terbaru yang dapat mempermudah peserta dalam mencari informasi tentang JKN-KIS,”  ujar Nengah.

Nengah juga menjelaskan, tentang layanan fitur dari aplikasi Mobile JKN kepada beberapa pengunjung di stand Anjungan Mobile JKN.

Hanya dengan menginstal aplikasi Mobile JKN pada handphone, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi kesehatan seperti mengisi skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui dan mencegah resiko penyakit diabetes, hipertensi, jantung, dan dan ginjal.

Selain itu, lanjut Nengah, peserta juga tidak perlu berlama-lama mengantri di kantor BPJS Kesehatan jika sudah menginstal aplikasi Mobile JKN.

Sebab di dalamnya sudah terdapat fitur-fitur seperti menu untuk mendaftar, mengecek tagihan, pelayanan dan informasi umum terkait hak dan kewajiban serta fasilitas kesehatan dan manfaatnya.

“Peserta yang sudah dilayani pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar, dapat melakukan penilaian survei kepuasan peserta lewat aplikasi Mobile JKN,” terang Nengah.

Nengah menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat mengenai kemudahan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN tersebut.

Agar peserta JKN-KIS dapat merasakan manfaat dan kemudahan saat mengakses informasi terkait program JKN-KIS dimana pun berada.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWRI Kota Mataram Makmur Said, menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang telah membantu menyosialisasikan program JKN-KIS kepada seluruh anggota PWRI Kota Mataram .

Sebab selama ini banyak anggota PWRI Kota Mataram bertanya tentang aturan dan inovasi terbaru dari BPJS Kesehatan.

“Saya apresiasi diadakannya kegiatan ini, mereka jadi paham manfaat yang didapatkan sebagai peserta JKN-KIS,” tutup Said.

ay/yn/JAMKESNEWS

 

 




Lombok Travel Mart Ke 6, Target Bisnisnya Masih Seperti Tahun 2018

Dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Lombok Travel Mart untuk ke 6 kalinya kembali digelar, salah satu event ini diharapakan dapat mendongrak tingkat kunjungan wisatawan di Provisni Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Assosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi NTB Ahmad  Ziadi mengatakan, target transaksi bisnis tahun ini sama dengan 2018 lalu,karena memang kondisi situasi pariwisata dengan kenaikan harga tiket dan adanya gempa.

Sehingga untuk pencapain lebih dari itu sedikit lebih sulit, namun ia optimis target tersebut dapat tercapai seperti pada tahun lalu.

“Terutama pada buyer yang mengikuti event tersebut, sehingga hampir sama dengan tahun 2018 karena memang agak susah di tahun ini,” tutur Ahmad Ziadi, Rabu  (27/02).

Dikatannya, dalam event LTM buyer akan mengikut sertakan sekitar 200 orang yang terdiri dari 5 orang dari Korea, 25 orang Malaysia, 1 orang Inda dan sisanya dari seluruh Provinsi Indonesia.

LTM digelar kendati melihat kondisi pariwisata NTB yang tengah lesu,  mulai dilaksanakan pada 1-3 Maret 2019. Dengan event ini tidak hanya berdampak pada pariwisata saja, juga para pelaku usaha industri pariwisata juga.

“Menjadi jembatan, untuk memasuki pariwisata kita dan akan berdampak pada bisnis-bisnis yang ada,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, event ini merupakan ke 6 kalinya diadakan dan setiap tahunnya selalu sukses.

Pelaksaannya di beberapa tempat destinasi wisata, untuk tahun ini akan di adakan di desa wisata. Kendati desa wisata saat ini tengah gencar di dorong agar keberhasilannya.

“Tangal 1-3 Maret  akan di mulai akan di post di desa wisata desa Bonjeruk Lombok Tengah,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut nantinya didukung oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, BPPD Lombok Tengah, ITDC dan beberapa hotel, restoran, toko oleh-oleh, pengusaha transposrt wisata dan stakeholder lainnya. Sehingga pada Maret mendatang akan terjadi peningkatan pada industri pariwisata ini.

“Mulai Maret ini akan ada peningkatan, hotel ramai tentunya okupansi akan peningkat juga, begitu juga bisnis-bisnis lainnya. Karena kita disini menjembatani mereka,” jelasnya.

AYA




Wayang Sasak Hybrid  Bisa Jadi Basis Pengembangan Karakter Dan Moral Generasi Millennial

Melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Setelah sukses menggelar nonton bareng Wayang Kulit bersama dalang kondang H. Lalu Nasib di lapangan Tanjung, Kab. Lombok Utara akhir pekan lalu, kini H. Bambang Kristiono (HBK) akan menggelar nonton bareng serupa di lapangan Desa Dasan Tapen, Gerung, Kab. Lombok Barat pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 mendatang.

Sejumlah pihak mengapresiasi upaya petinggi Partai Gerindra ini dalam mendorong semangat melestarikan budaya warisan nenek moyang terutama Wayang Kulit Sasak tersebut.

Sebab, banyak sekali kearifan lokal para leluhur Sasak di Pulau Lombok yang memiliki nilai-nilai sangat tinggi, terutama dalam seni dan atraksi budaya. Seperti juga pegelaran Wayang Kulit Sasak, yang belakangan eksistensinya terus tergerus kemajuan zaman.

Padahal, jika bisa terus dilestarikan Wayang Sasak bisa menjadi benteng yang kuat bagi generasi muda saat ini untuk tetap bersandar pada nilai-nilai baik, termasuk menjadi basis pengembangan karakter dan moral.

“Wayang Sasak dapat menjadi basis pembelajaran dan pengembangan karakter sebagai pertahanan moral generasi muda kita (saat ini)”, kata Sekjen Majelis Pemangku Adat Nusantara Raya (Mapan Raya), Lalu Pharmanegara, Kamis (28/2).

Lalu Pharma  mengatakan, aspek lainnya dari Wayang Sasak di era milenial ini adalah sebagai warisan pengetahuan tentang filsafat,  humaniora, psikologi dan daya budi.

Selain itu, Wayang Sasak juga dapat menjadi pustaka dan panduan moral bagi pola hubungan kemanusiaan yang baik, untuk dapat diproyeksikan di era milenial ini.

“Wayang Sasak adalah wajah keagungan kebudayaan Nusantara, yang dapat memadukan antara pewarisan nilai-nilai budaya, tuntutan keimanan, dan seni pertunjukan yang sangat menghibur”, katanya.

Ia menekankan, kekuatan Wayang Sasak sebenarnya terletak pada kontennya yang timeless, tak lekang oleh waktu maupun zaman.

Sebab, Wayang Sasak adalah wajah masa lalu yang tetap bisa hadir di masa kini, dengan tetap menjaga konsistensinya mengembangkan sumber daya imagologi, dalam bentuk bayangan (shadow), dan irama jiwa yang selaras dengan seni bertimbang khas gaya Sasak.

“Wayang ini memiliki kemampuannya yang luwes untuk memadukan falsafah India, falsafah Islam, dan Falsafah Nusantara dalam suatu sajian seni, dengan menampilkan penokohan lokal seperti Amaq Ocong dan lainnya, sebagai faktor kesadarannya tentang kehadiran (present awaraness), dan pola kesaksian pada perjalanan sejarah manusia”, ujarnya.

Lebih dari itu, papar Lalu Parma, Wayang Sasak adalah sekolah terbuka bagi masyarakat Lombok, untuk dapat memahami berbagai persoalan dalam masyarakatnya, sekaligus memberikan solusi sederhana dalam kehidupan sehari hari.

“Dalam pada itulah, Sang Dalang, bukanlah seni yang jauh kenyataan hidup, namun ia bisa sangat dekat, bahkan dapat merasakan detak kegelisahan yang sedang terjadi pada masyarakat penontonnya,” katanya, sembari mengatakan kepiawaian Dalang yang menjadi kunci keberhasilan sajian seni Wayang Sasak.

Eksistensi Wayang Hybrid

Sementara itu, pegiat seni budaya yang juga pengamat budaya Lombok, H.Ahmad JD menjelaskan untuk mempertahankan eksistensi Wayang Kulit di Pulau Lombok, di tengah kemajuan teknologi saat ini, maka para Dalang harus piawai menyelaraskan kisah pewayangan yang mereka bawa dengan kepentingan dan kebutuhan modern abad ini.

Hal ini membuat tumbuh pagelaran Wayang Hybrid, atau wayang kulit yang kisah pewayangannya sudah dicangkokan dan dikreasikan dengan kondisi dan situasi masyarakat kekinian.

“Wayang Hybrid di Lombok menggunakan cerita-cerita panji purwa yang sudah dipersingkat. Dalang mengembangkan wayang dalam bentukan hybrid, cangkokan atau rekayasa gen. Ini seni menyelaraskan pertumbuhan dunia saat ini dengan sikap dan rumusan dalang”, katanya.

Dijelaskan, eksistensi Wayang Kulit di Lombok masuk pada abad 14-15, dipengaruhi budaya Jawa. Wayang juga menjadi piranti dan sarana dakwah Islam mula-mula di Pulau Seribu Masjid ini.

Pagelaran wayang zaman dulu menjadi wahana efektif untuk bisa mengumpulkan masyarakat dalam jumlah banyak. Dakwah Islam, nilai-nilai keislaman, dan pesan moral membentuk karakter kemudian bisa diselipkan dalam kisah pewayangan.

“Selain untuk menjadi sarana pendidikan masyarakat, wayang dulu juga menjadi sarana pendidikan kepemimpinan. Selain itu eksistensinya yangbisa mengumpulkan banyak orang di tempat umum”, ungkapnya.

Ia menyampaikan sangat mengapresiasi jika ada yang berupaya turut melestarikan wayang ini. Apalagi dari sisi penerimaan masyarakat dan ketahanan wayang itu sendiri, dirasa masih perlu saat ini.

“Masih ada unsur achievment-nya, ketahanannya masih diperlukan, sebagai sarana yang efektif untuk edukasi, selain melestraikan budaya itu sendiri,” katanya.

Dengan genre hybrid tadi, pegelaran wayang dapat digunakan sebagai media penyampai pesan dan informasi, edukasi dan sosialisasi tentang banyak hal yang berkembang saat ini.

Potensi Wayang Kulit Sasak sebagai sarana edukasi dan sosialisasi ini yang membuat HBK  mengadakan seri nonton bareng Wayang Kulit Lalu Nasib.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini berupaya melestarikan budaya ini, dan membangkitkan nostalgia akan wayang kulit. Ada enam  lokasi yang sejatinya menjadi sasaran pementasan di Pulau Lombok. Tak tanggung-tanggung, legenda hidup dalang dari Bumigora Lalu Nasib AR yang dipercaya mengemban misi ini.

“Nobar Wayang Kulit Lalu Nasib ini untuk menggali budaya leluhur yang telah diwariskan. Kearifan lokal yang diwariskan para orang tua tak boleh punah. Generasi kini harus ikut menjaga keberadaan Wayang Sasak ini,” kata HBK.

Selain itu, melalui pagelaran wayang ini HBK juga ingin menyampaikan pesan dan edukasi tentang pentingnya sektor pertanian untuk terus dikembangkan di Pulau Lombok, NTB. Dan yang pasti juga pesan tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Me




Produksi Garam Di NTB 2018 Capai 147 ribu Ton, 18 Ribu Ton Dikirim Ke Luar Daerah

Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya  dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Kelautan dan perikanan NTB menyatakan Produksi garam di NTB pada tahun 2018 mencapai 147 ribu Ton dalam bentuk garam kasar.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Lalu  Hamdi menyatakan, dengan jumlah produksi tersebut sudah termasuk bagus walau harga per kilo garam saat ini hanya mencapai Rp.600 saja .

“Jadi sudah cukup bagus sedangkan harga  per kilo saat ini 600 rupiah/Kg, ” katanya.

Hamdi menyatakan, jika harga itu masih termasuk harga bisa atau normal. Namun jika ingin menaikan harga dan kualitas garam maka perlu dilakukan peningkatan dari segi pengolahan.

Kendati saat ini, harga jual garam masih dirasa kecil. Hal tersebut dirasakan oleh para petani, mengingat selama ini garam hanya dijual dalam bentuk kasar saja.

“Kalau kita mau tingkatkan harga, ini harus mengolah garam, artinya tidak harus dijual dalam bentuk garam kasar,” jelas Hamdi.

Agar harga jualnya dapat lebih tinggi, petani garam harus melakukan pengolahan garam rumah tangga dengan cara memperbaiki kemasannya. Harus DIolah mejadi garam ibu rumah tangga, kemasannya kita perbaiki maka harganya  bisa menjadi 8000/kg,.

Industri rumahan tersebut yang akan dikembangkan oleh Dinas Kelautan dan Perikananan Provinsi NTB di tahun 2019. Jadi untuk produksi garam kasar memang harganya Rp 600, sehingga hal tersebut akan dikembangkan menjadi industri garam yang meningkatkan nilai tambah.

“Kita sedang rancang untuk meningkatkan nilai tambahnya itu, “ kata Hamdi.

Lahan garam di NTB saat ini sekitar 9000 Hektare , Namun yang baru di garap sekitar 2.300 H yang loksinya  dominan di Sumbawa, Bima,Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Produksi garam sebagian besar dikirim ke luar daerah. Jadi kurang lebih, diperkirakan kebutuhan garam NTB maskimal  18 ribu ton, berarti  selisih antara 147 ribu dengan 18 ribu ton dikirim ke luar daerah.

“Maka untuk tingkatkan nilai tambang melalui pengolahan garam,” kata Hamdi.

AYA




JKN-KIS Bantu Biaya Pengobatan Bayiku

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  –    Datangnya sakit tidak melihat usia seseorang. Bayi baru lahir pun bisa mengalami sakit yang tak terduga.

Salah satunya adalah Dayyan Alfarezi Putra Firmanda yang saat ini baru berusia 1,5 bulan. Sejak lahir Dayyan memang sudah didiagnosa oleh dokter spesialis anak mengalami kelainan jantung.

Ibu dari Dayyan, Siti Hamidah menuturkan, sejak dokter mengatakan bahwa Dayyan mengalami kelainan jantung, saya langsung memeriksakan anak saya ke dokter spesialis jantung di rumah sakit sesuai rujukan dari dokter keluarga tempat Dayyan terdaftar.

SITI Hamidah melanjutkan, setelah mendapat penjelasan dari dokter jantung, saya mulai agak tenang. Tidak lama setelah itu anak saya terserang batuk dan pilek.

Awalnya Hamidah mengira ini hanya batuk pilek biasa yang sering di alami oleh anak-anak.

“Tapi ternyata tiba-tiba setelah batuk kondisi anak saya pucat seluruh tubuh, tidak pikir panjang langsung saya bawa anak saya ke UGD rumah sakit terdekat. Bayi saya pun akhirnya harus dirawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif karena terjadi penurunan saturasi oksigen, saat itu saya dan suami langsung terpikir bakal banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatan bayi saya, sedangkan suami hanya seorang Pegawai Negeri Sipil dan saya ibu rumah tangga,” tutur Siti Hamidah, saat di temui tim Jamkesnews di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Selasa (12/02).

Dayyan baru didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) sebulan setelah dilahirkan.

“Saya selalu mengingatkan suami saya untuk segera mendaftarkan Dayyan sehari setelah melahirkan, namun suami saya terus menunda-nunda karena kesibukannya. Alhasil, kami harus menerima konsekuensi harus membayar sendiri biaya waktu kontrol ke dokter Jantung. Ternyata biaya kontrol itu lumayan besar juga. Mau tidak mau, harus kami bayarkan demi kesehatan Dayyan,” ungkap Ida.

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan.

Jangan menunggu sampai sakit tiba karena sakit tidak melihat waktu kapan datangnya dan kepada siapa menimpanya.

“Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika nantinya kita tidak mengalami sakit, iuran yang dibayarkan pun tidak sia-sia karena digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesan Ida.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah