Wagub NTB Minta Supir Taxi Jadi Pemandu Pariwisata

Driver diminta menguasi situasi, paling tidak drivernya tahu tentang potensi pariwisata NTB seperti apa

MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu andalan dari NTB adalah pariwisata, karenanya, peranan perusahaan taxi Blue Bird  sangat penting untuk menjadi guide atau pemandu wisata. Driver  atau supir harus dibekali ilmu-ilmu pengetahuan seputar Nusa Tenggara Barat.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu saat meresmikan Peluncuran Taxi Blue Bird 7 Seater, pada Jumat (01/03).

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat juga memberikan masukan kepada para driver untuk selalu komunikatif kepada para penumpang atau wisatawan agar kesan wisatawan khususnya tidak berkurang.

Sehingga kita dapat menunjukan keindahan Nusa Tenggara Barat yang luar biasa ini dilengkapi dengan pelayanan yang sebaik-baiknya.

“Driver harus menguasi situasi, paling tidak drivernya tahu tentang potensi pariwisata NTB seperti apa. Apa yang sudah baik ini, harus semakin baik dan dapat bersinergi semua untuk mengedepankan pelayanan,”  katanya.

Direktur Utama PT. Blue Bird Tbk, Andrianto Djokosoetono, menjelaskan, ini adalah bagian dari keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.

“Blue Bird selalu berkomitmen untuk selalu berpartisipasi aktif menunjang program pemerintah, bukan hanya transportasi dalam kota, tapi juga untuk kebutuhan pariwisata,”  tuturnya.

Andrianto berterima kasih kepada Pemerintah Daerah telah mendukung adanya kendaraan 7 Seater yang dapat memuat penumpang lebih banyak, sehingga dapat melayani dengan variasi yang lebih banyak kepada pengunjung.

Peresmian ini dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Ketua DPD ORGANDA NTB, Kepala Jasa Raharja NTB, Kepala Dinas Perhubungan Kota, DIRLANTAS POLDA NTB serta karyawan Lombok Taksi.

AYA/hms NTB




BPPD NTB Diminta Promosikan NTB Aman

Sebagai tim yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang pariwisata, BPPD NTB diharapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal untuk pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB di Kantor Gubernur, Jumat (01/03).

Gubernur yang juga didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata membahas mengenai strategi promosi pariwisata bersama para pengurus badan promosi pariwisata.

Gubernur mengatakan pembentukan badan promosi ini untuk meningkatkan perkembangan pariwisata di NTB.

”Tim ini kita bentuk untuk mengakomodasi dan membantu meningkatkan perkembangan pariwisata kita,” kata Dr. Zul.

”Percuma kita punya banyak destinasi pariwisata yang bagus, tapi promosi dari kita tidak menarik,” sambungnya.

Gubernur berharap para pengurus badan promosi pariwisata dapat melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal.

”Orang-orang di tim ini adalah orang yang sudah ahli dan berpengalaman dibidang pariwisata, jadi kita harapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” tegas  Dr. Zul.

Di kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga memberikan dukungan kepada para pengurus agar dapat membangkitkan kembali pariwisata di NTB.

”Mudah-mudahan tim ini dapat kembali meningkatkan pariwisata di NTB dan menunjukkan kepada dunia kalau NTB ini sudah aman,” harap Hj. Rohmi.

Anita Ahmad selaku pengurus Badan Promosi Pariwisata mengatakan akan meningkatkan kualitas SDM dan juga bekerja sama dengan media.

”Kita akan mulai dari dalam, SDM kita harus mempunyai skill yang baik kemudian kita akan menjalin kerjasama dengan media untuk peningkatan promosi pariwisata,” kata Anita.

AYA




Bang Zul & Ummi Rohmi Disambut Hangat Masyarakat Lobar

Kepala Desa lembar, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk meniru program “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” dengan istilah apa pun agar dapat lebih dekat dengan masyarakat

Menyerahkan hadiah lomba senam

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Zulkieflimansyah  dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalilah melakukan  kegiatan ‘ Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi’ di Bumi Patut Patuh Patju, Jumat (01/03).

Acara itu dirangkai dengan Kick Off  peringatan Hari Ulang Tahun ke 61 Kabupaten Lombok Barat, di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar.

Bang Zul dan Ummi Rohmi bersma Bupati Lobar, H Fauzan mengawai dengan mengajak masyarakat  senam Maumere.

Saat itu juga hadir  Sekda NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D dan sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB bersama OPD lingkup Pemda Lombok Barat,  ikut berbaur melakukan senam bersama masyarakat.

Usai melakukan senam dan menyerahkan hadiah lomba senam, acara mendengarkan i dan menyerap aspirasi masyarat Lobar, dimulai.

Bang Zul mengatakan, tujuan dari kegiatan Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi tersebut  untuk memperkenalkan program-program kerja pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya program NTB Zero Waste untuk mewujudkan NTB bebas sampah.

“Saat ini pemerintah provinsi memiliki pasukan tentara hitam, rumahnya di Lombok Barat, Lingsar. Pasukan tentara hitam ini akan membantu kita untuk mengolah sampah di NTB karena makananya adalah sampah,” ujarnya.

Zul mengatakan, sampah menjadi permasalah besar daerah kita saat ini. Namun ironisnya disaat daerah kita melimpah sampah, tentara hitam kita tidak punya makanan karena tidak ada sampah.

“Nah untuk memberikan tentara hitam ini makanan sampah yang cukup, mari kita pilah sampah mulai sejak dini mulai dari tingkat sekolah,” katanya.

Di hadapan masyarakat dan siswa yang hadir, Doktor Zul mengajak segenap lapisan masyarakat, mulai dari tingkat sekolah, guru dan siswa untuk ikut mensukseskan program Zero Waste. Caranya dengan memilah sampah mulai sejak dini, dan edukasi mulai dari tingkat sekolah.

Selain untuk sosialisasi program, kegiatan tersebut hadir juga untuk mendengarkan langsung aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada gubernur. Ia berharap kegiatan tersebut akan menjadi motivasi bagi semangat masyarakat Lobar dalam menyambut hari jadi ke 61 tahun 2019 ini.

Menurut Fauzan, Pemerintah Provinsi NTB akan menjadi kuat apabila didukung dan ditopang oleh Kabupaten/kota yang kuat, Kecamatan yang kuat dan Desa yang kuat.

“NTB tidak mungkin kuat tanpa ditopang oleh kabupaten kota yang kuat, kecamatan yang kuat, desa yang kuat,” ujar Fauzan.

Bupati menjelaskan, saat ini Lobar terus berbenah, sejalan dengan provinsi, mulai dari infrastruktur dan pengembangan destinasi wisata yang berbasis berkelanjutan.

Fauzan  menghimbau masyatakat Lobar memanfaatkan moment Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi, untuk menyalurkan aspirasi untuk ditindak lanjuti oleh Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.

Dalam dialog langsung dengan gubernur dan bupati, masyarakat lobar mengaku sangat senang dengan acara tersebut. Menurut mereka dengan adanya program ini, masyarakat bisa bertemu dalam menyampaikan aspirasinya secara labgsung kepada Gubernur dan Bupati.

Secara khusus Kepala Desa lembar, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk meniru program “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” dengan istilah apa pun agar dapat lebih dekat dengan masyarakat.

“Program ini sangat bagus, dan Pemda Lombok Barat harus meniru ini, agar lebih dekat dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi dan permaslahan yang ada.” harapnya.

AYA/Hms NTB




Event Tambora Diundur

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora

MATARAM,lombokjournal.com — Semenjak ditetapkan sebagai slah satu Event yang wajib diadakan di indonesia, Festival Tambora kini akan digelar kembali pada April Mendatang melalui dinas Pariwisata NTB.

“Saat ini kita dalam tahap persiapan karena rangkaian Acara akan dimulai pada tanggal 7 April mendatang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB L M Faozal Jumat (01/03).

Menurut Faozal, awalnya rangkaian acara Menuju Event Tambora akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 ini, akan tetapi karena pada bulan Maret ini ada perhelatan akbar pemilihan Presiden dan pemilihan legislatif  jadi rangkaian acaranya ditunda.

“Kita undur, tapi tetap kok acaranya puncaknya dilaksanakan pada tanggal 11 april Nanti tentunya didahului dengan rangkaian acara pada  tanggal 7 April, ” katanya

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora ini.

“Acara Event Tambora kali ini dipastikan berbeda dikarenakan Pada puncak acara  nanti Tambora akan dijadikan sebagai Geopark Nasional.” Jelas Faozal.

AYA




Sebagai Destinasi Wisata, Program Zero Waste Keharusan Bagi NTB

Zul menyambut baik kehadiran teknologi pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di NTB dan menginginkan program ini dapat dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di NTB

MATARAM.lombokjourna.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan gerakan zero waste atau bebas sampah menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah Provinsi  NTB.

Zulkieflimansyah mengatakan, gerakan bebas sampah menjadi keharusan bagi NTB sebagai daerah yang menjadi destinasi wisata.

“Zero waste ini harus jadi kebutuhan kita bersama karena kita daerah destinasi wisata tentu harus bersih dan nyaman,” ujarnya usai acara jumpa Bang Zul, di Kabupeten Lombok barat, Jumat (01/03)

Zul mengambil contoh program kerja sama Pemprov NTB dengan Forest For Life Indonesia untuk pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di Dusun Bebae, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Zul berharap program ini mampu menyelesaikan persoalan sampah organik agar menjadi lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Zul menyambut baik kehadiran teknologi pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di NTB dan menginginkan program ini dapat dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Masyarakat harus dididik, kita ingin harus ada bank sampah di tiap desa untuk menjaga kebersihan ,terlebih kita dikenal dengan pusat Wisata yang sangat bagus,” katanya.

AYA




BPJS Kesehatan Beri Kepuasan Peserta JKN-KIS

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang

lombokjournal.com –

JAMKESNEWS  ;   Rudi Rudolf Ignasio (45) warga Kabupaten Lombok Barat mengaku berkesan terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Beberapa bulan yang lalu, gempa besar yang terjadi beruntun memporak-porandakan bangunan yang ada di Pulau Lombok. Salah satu bangunan yang terkena dampak adalah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang berlokasi di Jalan Bung Karno Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Demi kenyamanan dan keamanan, para peserta dilayani sementara waktu di garasi parkir yang terletak di bagian belakang gedung yang sedang di renovasi.

“Suasananya memang agak darurat, tapi saya salut pelayanan tetap berjalan padahal banyak instansi lain yang tutup karena terdampak gempa bumi,” kata pria yang berprofesi sebagai PNS ini.

Rudi, sapaan akrabnya amat puas dengan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan. Meskipun dirinya berobat sebagai peserta JKN-KIS, dia merasa tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan dengan pasien umum.

Pria yang memiliki hobi lari ini pernah mengalami sakit sehingga harus rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Mataram. Tidak ada iur biaya yang dikenakan, petugas puskesmas tempat ia dirawat pun sangat tanggap dan cekatan.

Dirinya berharap program JKN-KIS dapat dipertahankan oleh pemerintah. Ia merasa semenjak diberlakukan, JKN-KIS sangat membantu masyarakat terutama mereka yang terkendala dengan biaya berobat.

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Ia mengakui, semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang.

“Tapi saya tidak masalah, karena itu bukti bahwa pemerintah hadir dalam memberikan kemudahan akses masyarakat untuk berobat”, Ujar Rudi, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/02).

Ia juga berharap program JKN-KIS dapat ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan dapat melakukan sosialisasi dengan gencar kepada masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Rudi juga berharap BPJS Kesehatan dapat memantau kualitas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sehingga mengurangi praktik-praktik pengobatan alternatif yang dasar ilmiahnya tidak jelas.

ay/yn

Narasumber : Rudi Rudolf Ignasio

 




BPJS Kesehatan Mataram Turunkan Petugas Pemeriksa Untuk Badan Usaha Yang Menunggak

Badan Usaha mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut

MATARAM.lombokjornal.com –

JAMKESNEWS — Dalam upaya meningkatkan kepatuhan Badan Usaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), BPJS Kesehatan Mataram melakukan pemeriksaan kepatuhan Badan Usaha Sungai Mas Cemerlang, pada Kamis (28/02).

Kegiatan pemeriksaan itu sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menyatakan,  BPJS Kesehatan memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Jaminan Kesehatan Nasional.

Karena itu, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram rutin melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang belum registrasi, sudah registrasi namun belum sepenuhnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,  dan Badan Usaha yang iurannya menunggak.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Lalu Suryatna menyatakan, Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan ini rutin dilakukan dalam rangka meningkatkan kepatuhan badan Usaha dalam memberikan data secara lengkap dan benar serta kepatuhan membayar iuran setiap bulan.

“Pada Tahun 2018 telah dilakukan pemeriksaan kepatuhan sebanyak 74 Badan Usaha, dengan pencapaian 49 Badan Usaha patuh dan 25 Badan Usaha tidak patuh yang akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Kejaksaan Negeri Mataram,” ujar  Lalu Suyatna.

Slogan BPJS Kesehatan dengan gotong royong semua tertolong adalah suatu dorongan agar seluruh masyarakat sadar akan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia untuk saling membantu.

Terutama Badan Usaha yang mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Dengan ketentuan 4 persen dari gaji iuran tersebut ditanggung Perusahaan, dan 1 persen ditanggung masing-masing karyawan.

Manager Sungai Mas Cemerlang, Romli mengakui kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan Cabang Mataram, perusahaannya memang memiliki tunggakan karena pemasukannya menurun akibat dampak dari gempa bumi yang terjadi.

“Perusahaan kami memang mengalami penurunan pemasukan akibat gempa, tapi kami akan berusaha untuk membayarkan semua tunggakan dan mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam Program JKN-KIS pada bulan Maret 2019,” ujar Romli.

Lebih lanjut Suryatna menyampaikan harapannya kepada seluruh Badan Usaha dan pemberi kerja.

Dikatakannya, pemeriksaan adalah suatu bentuk kerjasama untuk saling mengingatkan pada suatu kewajiban yang seharusnya dijalani. Maka Pengawasan dan Pemeriksaan kepatuhan akan rutin dilakukan kepada setiap badan usaha yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Mataram.

“Tujuan pemberi kerja memberikan Jaminan Kesehatan sebagai hak dari pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Dalam setiap kegiatan pemeriksaan, kami selalu menyampaikan hak dan kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Pada umumnya setiap Badan Usaha yang sedang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, menindaklanjuti rekomendasi dari tim kepatuhan, ” kata Suyatna.

ay/yn/

 

 




JKN-KIS Menolong Semua Kalangan Masyarakat

Diharapkan BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya

lombokjournal.com —

JAMKESNEWSW  — Jien Tirta Raharja (28), namanya cukup terkenal di Lombok sebagai musisi. Ia bersama bandnya The Datu sering tampil dalam beragam acara pentas di dalam maupun di luar Pulau Lombok.

Selain musisi, Pria yang kerap disapa Itok ini ternyata juga berprofesi sebagai dosen. Ia berbagi pengalamannya seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Itok beberapa kali sempat menjalani rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit. Ia terdaftar sebagai Peserta Penerima Upah (PPU) dari salah salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tempat ia mengajar.

Selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit, ia merasa sangat puas. Pelayanan yang diberikan tidak memandang apakah sebagai pasien umum atau peserta JKN-KIS. Tenaga medis yang merawatnya sangat tanggap cekatan dan ramah.

Tidak hanya ia sendiri yang mendapatkan pelayanan maksimal sebagai peserta JKN-KIS, istrinya yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pun juga mendapatkan pengalaman serupa.

Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta JKN selama mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan, asalkan sesuai prosedur.

Itok sendiri pernah membantu pengurusan kepesertaan JKN-KIS salah satu kerabatnya yang tidak bisa baca tulis. Ia menganggap prosedur pendaftaran yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan cukup mudah dan cepat.

Tidak ada biaya yang keluar satu sen pun ketika membuat Kartu Indonesia Sehat.

“Program JKN-KIS ini sangat membantu saya dan keluarga serta para kerabat, ternyata  persepsi orang diluar sana yang mengatakan prosedur berbeli-belit itu sebenarnya tidak ada, saya merasakan sendiri manfaatnya. Gak susah kok mengikuti prosedur yang berlaku,” ujar  Itok, saat ditemui di kediamannya pada Kamis (28/02).

Pria yang sudah mengeluarkan beberapa album ini memiliki harapan terhadap Program JKN-KIS. Ia ingin program ini tetap berjalan agar banyak masyarakat yang bisa tertolong.

Ia juga berharap, BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya.

Ia yakin banyak masyarakat yang kurang paham mengenai program JKN-KIS sehingga terbangun kesan bahwa berobat menggunakan JKN-KIS sangat rumit. Ia juga mengapresiasi sudah banyak instansi di Kota Mataram yang dengan sadar mendaftarkan pegawainya Program JKN-KIS termasuk kampusnya tempat Ia bekerja.

ay/yn

Narasumber : Jien Tirta Raharja




PLN Siap Dukung Penyelenggraan MOTOGP 2021 Di Mandalika

PLN telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 267 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 237 MW

MATARAM .lombokjournal.com —  PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik untuk gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2021.

“Untuk KEK Mandalika, kami siap mendukung penuh kelistrikannya. Termasuk untuk MotoGP di tahun 2021 nanti,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Pembangunan kelistrikan untuk mendukung KEK Mandalika sudah dilaksanakan PLN sejak jauh hari.  Pada bulan April 2015, PLN telah mengoperasikan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di daerah Kuta, Lombok Tengah.

ardu Induk tersebut telah memasok listrik ke kawasan Mandalika dan sekitarnya.

“Selain untuk rumah tangga, sudah ada beberapa hotel yang menggunakan Gardu Induk tersebut, namun penggunaannya saat ini masih sekitar 8,7 MW atau 28 persen dari kapasitas yang ada,” ungkap Rudi.

PLN pun siap menambah kapasitas Gardu Induk Kuta hingga 60 MVA jika kapasitas Gardu Induk yang ada telah digunakan secara maksimal dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di KEK Mandalika termasuk kesiapan MotoGP 2021 dengan berbagai infrastruktur penunjangnya.

Sementara dari sisi pasokan daya, PLN telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 267 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 237 MW.

Pada tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga akan mendapat tambahan daya sebesar 150 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan PLTU Jeranjang Unit 2 berkapasitas 25 MW.

“Cadangan daya cukup, apalagi ada tambahan 175 MW dari Lombok Peaker dan PLTU Jeranjang Unit 2. Jadi tidak perlu khawatir masalah daya listrik untuk kawasan Mandalika dan gelaran MotoGP. Kami akan koordinasi dengan ITDC selaku pengembang Mandalika. Intinya PLN siap mendukung,” tutur Rudi.

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika untuk mengatur dan mengembangkan kelistrikan di kawasan tersebut, baik untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, maupun untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bertaraf internasional seperti balap MotoGP.

Seperti dikutip dari berbagai pemberitaan, Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah balapan MotoGP mulai tahun 2021. Gelaran tersebut akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang akan mulai dibangun infrastrukturnya pada pertengahan tahun 2019.

AYA/hmsPLN




Hari Jadi NW ke 66, Momentum Perekat Persatuan NKRI

Diawali Hiziban Serentak Se Indonesia

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Organisasi Nahdlatul Wathan (NW)  yang didirikan Al magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, akan merayakan Hari Jadi ( HADI) ke 66, Sabtu (02/03) mendatang di Kota Mataram.

Puncak kegiatan ini, akan diawali dengan pembacaan Hizib NW se Indonesia yang disiarkan langsung melalui live streaming yang dipusatkan di Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Hiziban serentak yang bertajuk ‘Nusantara Berhizib’ akan digelar mulai pada pukul 07.30 wita dan akan diikuti di seluruh Nusantara di mana ada pengurus wilayah NW berada,” kata Ketua Pengurus Wilayah NW NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainuddin Atsani, saat melaksanakan rapat persiapan, di kediamannya, Mataram,  Kamis (28/02).

Lanjut TGB panggilan akrabnya, HADI NW ke 66 ini adalah perayaan yang ke tiga kalinya, sejak kita dicetuskan pada tahun 2017 lalu.

“Alhamdulillah, dulu Maulanasyaikh mencetuskan istilah Hultah NWDI, dan kami sebagai penerus ninikda mencetuskan istilah HADI NW, untuk merayakan hari lahirnya organisasi NW. Jadi sekarang ini NW punya agenda tahunan tambahan selain Hultah NWDI,” ungkapnya.

Untuk lokasi, yang awalnya dipusatkan di kediaman Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun Zainuddin AM, tapi karena banyak masukan dari pengurus dan jamaah NW, bahwa lokasi tersebut tidak akan mampu menampung jamaah yang akan hadiri peringatan HADI ini, PW NW mengambil keputusan lokasi perayaan akan dipusatkan di Lapangan Sangkareang Kota Mataram.

“Ini adalah aspirasi jamaah yang tidak bisa secara langsung dapat mengikuti pengajian langsung karena lokasi yang sempit dan tidak bisa menampung jamaah yang hadir,” kata Sekretaris PWNW Dr. H Fahrurrazi, MA, menambahkan.

Lanjutnya, untuk tamu yang akan di undang PWNW NTB sudah berkirim undangan kepada Gubernur NTB, Kapolda NTB, Wali Kota dan Bupati Se NTB.

Pengurus organisasi, pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah/madrasah NW se pulau Lombok dan warga NW serta kaum muslimin dan muslimat.

“Insya Allah lokasi yang disiapkan panitia bisa menampung jamaah yang akan hadir. Kalaupun tidak muat di dalam lapangan jamaah bisa duduk halaman di kantor-kantor pemerintahan di Kota Mataram, kebetulan juga kantor libur,”pungkasnya.

Me (*)