HBK : Wayang Kulit, warisan yang penuh nilai-nilai sosial, budaya dan jembatan penyampai pesan 

Acara Nobar wayang kuli Sasak ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   Ratusan Masyarakat Lombok Barat dari berbagai kecamatan tumpah ruah menyaksikan gelaran wayang kulit Lalu Nasib bersama HBK di Dasan Tapen Lombok Barat, Sabtu (02/03)   malam.

Antusiasme warga Lombok Barat nonton bareng pentas wayang ini merupakan bentuk kecintaan warga terhadap kesenian wayang kulit Sasak yang telah eksis sejak dahulu .

Pentas wayang kulit yangg diinisiasi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono yang kerap disapa HBK  merupakan pentas kali kedua setelah Minggu lalu di laksanakan di lapangan Tanjung -KLU .

Mengambil tema Pemilu Damai dan Bermartabat , HBK ingin mengajak masyarakat Lombok Barat agar menggunakan hak pilihnya dengan benar. HBK sadar melalui media wayang kulit ini pesan – pesan Pemilu Damai akan lebih mudah dipahami oleh rakyat Lombok Barat.

Dalam pidato pembukaannya , HBK mengajak masyarakat Lobar menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres dengan penuh kegembiraan.

“Insya Alloh , Jika pilleg dan Pilpres merupakan hajat bersama , maka hasilnyapun akan membahagiakan kita  semuanya , ” katanya .

HBK juga memgutarakan ,  seni wayang Sasak adalah warisan nenek moyang yang penuh nilai sosial, nilai budaya sekaligus jembatan menyampaikan pesan – pesan agar tetap tumbuh disekitar kita,,” ujar HBK .

Selanjutnya HBK tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang terlibat dalam acara Nobar Ini yakni Ketua dan Relawan HBK Center Lombok Barat, DPC / Caleg Gerindra Lobar serta Sahibul Bait Nobar yakni Farin beserta relawannya.

Pantauan di lapangan tampak hadir puluhan Caleg Partai Gerindra dapil Kabupaten ataupun Propinsi, Ketua DPC Partai Lobar, Haji Madun, Ketua OKK DPD Gerindra NTB, Havid Hasan, Relawan  HBK Center Lombok Barat dan Koordinator HBK Center NTB, Budi Syahbudin  yang duduk lesehan  membaur bersama warga menyaksikan pentas wayang kulit.

Dimintai tanggapannya, Sahnun, warga Narmada  mengatakan senang bisa hadir  nonton bareng wayang lalu nasib. Menurutnya Lalu Nasib mengerti betul bagaimana cara  mengekspresikan perasaan rakyat dengan lakon wayang yang diciptakannya. .

“Salah satu  ciri khas Lalu Nasib, misalnya melakukan kritik terhadap fenomena tertentu pasti dibungkus  dengan gaya satire tapi diselingi dengan humor kocak khas Sasak  lewat tokoh-tokoh wayang rekaan yang diciptakan seperti Amaq Ocong , Inaq Itet , Baok,” ujar Sahnun.

Terpisah, Hajjah Nur Hidayah, caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu layar ) No urut 1 mengatakan, acara Nobar ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan Nobar ini makin  mendekatkan Gerindra dengan konstituennya tanpa ada sekat yang dikemas dalam bentuk media  seni hiburan Wayang Sasak ,” Katanya .

Sementara itu Tuan Rumah Nobar Wayang Kulit Ronde 2 ini , Farin yang juga Caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 mengatakan, dirinya bersama relawan Meton Farin mengundang relawannya di 10 Kecamatan di Lombok Barat masing-masing 10 orang per kecamatan meskipun yang hadir melebihi.

“Ini menunjukkan ekspektasi masyarakat Lobar terhadap Wayang masih cukup kuat. Potensi ini tentu perlu dipertahankan agar Wayang Sasak tetap eksis sepanjang masa ,” Kata Farin .

Kehadiran HBK diacara Nobar , lanjut Farin, bisa menjadi media interaksi dengan konstituen dilombok barat karena selama ini ada keinginan pemilih di Lobar bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan HBK .

“Saya dan relawan Meton Farin tetap mempromosikan Pak BK di masyarakat Lobar dengan cara tandem suara , baru malam ini semua relawan dan loyalis HBK di Lobar bisa bertemu langsung,” tukasnya.

Me




Caleg Gerindra Apresiasi Nobar Wayang Kulit, Puji HBK Bangkitkan Seni Tradisi Sasak

Sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman

lombokjournal.com  —

LOMBOK BARAT  ;   Menjelang gelaran Nonton Bareng Wayang Kulit Lalu Nasib di Dasan Tapen , Sabtu Malam (02/03) pukul 22.00 WITA, sejumlah Caleg Partai Gerindra memberikan Apresiasi.

Acara Nobar yg digagas HBK sebagai upaya melestarikan dan membangkitkan  kesenian tradisional suku Sasak  di tengah kemajuan teknologi .

Tunik Haryani , Caleg dapil 4 ( Narmada – Lingsar ) No urut 1 mengatakan, dirinya senang bisa menghadiri acara Nonton Bareng Wayang Kulit sebagai wahana untuk silaturahmi dan membangkitkan kembali kesenian tradisional khas Sasak yANg telah eksis di masyarakat .

“Apa yang dilakukan oleh HBK sebagai wujud kecintaan beliau dalam melestarikan seni tradisional sekaligus sebagai upaya memberikan hiburan kepada warga Lombok barat yang sebelumnya terkena bencana gempa bumi ,” katanya .

Sementara Haji Fathurohman , caleg dapil 5 ( Kediri – Labuapi ) No urut 4 mengatakan, dirinya sengaja menghadiri acara nonton bareng wayang kulit sebagai bentuk dukungannya terhadap HBK.

” Apa yang dilakukan Pak HBK malam ini sebagai hal positif untuk melestarikan kesenian wayang Sasak,” ungkapnya .

Terpisah Hajjah Nur Hidayah , Caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu Layar ) No Urut 1 melihat acara nobar ini sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan acara Nonton Bareng ini makin mendekatkan Gerindra di masyarakat karena ada interaksi langsung antara pengurus/ kader dengan konstituennya yang dikemas dalam bentuk seni hiburan  Wayang khas Sasak ,” ungkap Nur Hidayah yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Lombok Barat.

Dilain pihak, Farin, caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 yang ketempatan tuan rumah Nonton Bareng Wayang menginformasikan, dirinya melalui relawan Semeton Farin telah mengundang relawannya di 10 kecamatan di Lombok Barat agar memeriahkan acara Nonton Bareng ini .

“Dan yang terpenting adalah mendengarkan orasi HBK dalam membangkitkan spirit kemenangan buat Gerindra pada tanggal 17 April 2019 mendatang,” ungkapnya.

Me




Pengiriman Pemuda ke Luar Negeri Perlu Akomodir Sektor Kepariwisataan

Potensi destinasi baru dan desa wisata di Lombok menurut Irzani harus terus didorong pertumbuhannya, agar “Roti Pariwisata” yang kelak datang di saat MotoGP mulai diselenggarakan di Lombok, bisa terdistribusi dan dirasakan juga oleh masyarakat Lombok

lombokjournal.com —

MATARAM —  Penetapan Sirkuit Mandalika di KEK Mandalika Lombok Tengah sebagai lokasi seri MotoGP 2021 mendatang dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan.

Di satu sisi, Lombok sebagai destinasi wisata unggulan nasional akan melejit promosinya hingga ke seluruh dunia, sementara di sisi lain, secara internal di tataran masyarakat dan pelaku wisata di Lombok dan NTB secara umum kesiapan juga harus mulai dibangun.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, peningkatan kapasitas dan penguatan sumber daya manusia (SDM) kepariwisatan di daerah ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dengan terukur dan segera.

“Selain berlomba dengan waktu untuk membangun sirkuit MotoGP 2021, kita juga harus mulai terpacu membangun SDM menyambut event international sport tourism itu. Ini harus segera dilakukan,” katanya, Sabtu (02/03)

Irzani mengaku bangga dengan keberadaan Poli Teknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok di Lombok Tengah, yang sudah diresmikan dan ke depan akan melahirkan SDM berkualitas di bidang pariwisata.

Ia juga mengapresiasi Pemprov NTB yang sudah memberikan keringanan pembiayaan kepada para mahasiswa Poltekpar Lombok dengan skema beasiswa penuh.

Namun menurutnya, hal ini masih belum bisa mengakselerasi ketersediaan SDM Pariwisata jika dibanding dengan percepatan pertumbuhan pariwisata Lombok pasca MotoGP 2021 mendatang.

“Sehingga selain memacu Poltekpar Lombok, harus ada upaya-upaya lain. Misalnya dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas Pokdarwis di desatinasi wisata yang melibatkan stakehloders atau organisasi kepariwisataan,” katanya.

Organisasi kepariwisataan dan Dinas Pariwisata di daerah bisa berkolaborasi memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di Desa Wisata.

Potensi destinasi baru dan desa wisata di Lombok menurut Irzani harus terus didorong pertumbuhannya. Hal ini perlu dilakukan agar “Roti Pariwisata” yang kelak datang di saat MotoGP mulai diselenggarakan di Lombok, bisa terdistribusi dan dirasakan juga oleh masyarakat Lombok.

“Semangat kepariwisataan kita tentu harus berpihak juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Desa wisata ini bisa jadi jawaban, agar roti pariwisata yang besar bisa terdistribusi juga bagi masyarakat,” katanya.

Ia memaparkan, berdasarkan catatan, setiap kali event MotoGP digelar akan mampu menarik tak kurang dari 150 ribu wisatawan yang datang.  Sehingga dalam kurun dua tahun  sejak sekarang pembangunan hotel dan sarana amenitas juga terus dikebut di Lombok.

Dengan kesiapan masyarakat dan desa-desa wisata, papar Irzani, ribuan wisatawan dari berbagai negara yang datang bisa memiliki banyak pilihan berwisata, saat datang ke Lombok untuk menyaksikan MotoGP.

Bukan hanya menjual amenitas homestay dan keindahan desa, desa wisata juga mampu menjadi penggerak ekonomi di sektor UMKM misalnya kerajinan dan industri kreatif.

Irzani menambahkan, program 1000 pemuda NTB sekolah ke luar negeri, hendaknya juga mengakomodir pelajar dan mahasiswa yang berminat di bidang kepariwisataan.

“Program pendidikan ke luar negeri ini sudah sangat baik. Akan semakin bagus kalau kepariwisataan juga diakomodir dan didorong,” katanya.

Hal ini juga bisa dilakukan dengan mengakomodir pihak Ponpes yang ada di Lombok. Para santri dan santriwati yang berbakat dan punya minat kepariwisataan bisa ambil bagian.

Setelah menempuh pendidikan kepariwisataan di luar negeri, maka para lulusan ini bisa kembali ke Lombok dan menularkan ilmunya ke yang lain. Mereka juga bisa ditempatkan di desa wisata untuk mendampingi dan membina pengembangan desa wisata tersebut.

Merubah Mindset dan NTB Zero Waste

Irzani mengatakan, selain penyiapan infratruktur dan SDM pariwisata, NTB juga harus mulai merubah mindset masyarakat tentang sampah dan kebersihan.

“Dengan adanya MotoGP ini Lombok akan menjadi destinasi tingkat dunia sehingga standar-standar yang digunakan harus pula bisa menyesuaikan. Misalnya saja soal kebersihan, kita malu lah kalau sampah berserakan. Saya pikir program NTB Zero Waste sudah bagus tinggal bagaimana merubah mindset masyarakat kita,” katanya.

Menurutnya, merubah mindset dan pola pikir soal kebersihan juga bisa dilakukan dengan melibatkan Ponpes dan para santri/satriwati.

Karena itu, Irzani yang juga Sekretaris NW NTB ini mulai menginisiasi program Zero Waste di sejumlah lingkungan Ponpes.

Irzani bertekad menjadikan sektor pariwisata NTB dengan branding wisata halalnya sebagai sektor penguat ekonomi masyarakat.

Sebab baginya multiplier efect kepariwisataan sudah terbukti mampu membuka lapangan kerja dan pertumbuhan sektor UMKM selama ini.

Me




Wagub NTB Minta Supir Taxi Jadi Pemandu Pariwisata

Driver diminta menguasi situasi, paling tidak drivernya tahu tentang potensi pariwisata NTB seperti apa

MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu andalan dari NTB adalah pariwisata, karenanya, peranan perusahaan taxi Blue Bird  sangat penting untuk menjadi guide atau pemandu wisata. Driver  atau supir harus dibekali ilmu-ilmu pengetahuan seputar Nusa Tenggara Barat.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu saat meresmikan Peluncuran Taxi Blue Bird 7 Seater, pada Jumat (01/03).

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat juga memberikan masukan kepada para driver untuk selalu komunikatif kepada para penumpang atau wisatawan agar kesan wisatawan khususnya tidak berkurang.

Sehingga kita dapat menunjukan keindahan Nusa Tenggara Barat yang luar biasa ini dilengkapi dengan pelayanan yang sebaik-baiknya.

“Driver harus menguasi situasi, paling tidak drivernya tahu tentang potensi pariwisata NTB seperti apa. Apa yang sudah baik ini, harus semakin baik dan dapat bersinergi semua untuk mengedepankan pelayanan,”  katanya.

Direktur Utama PT. Blue Bird Tbk, Andrianto Djokosoetono, menjelaskan, ini adalah bagian dari keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.

“Blue Bird selalu berkomitmen untuk selalu berpartisipasi aktif menunjang program pemerintah, bukan hanya transportasi dalam kota, tapi juga untuk kebutuhan pariwisata,”  tuturnya.

Andrianto berterima kasih kepada Pemerintah Daerah telah mendukung adanya kendaraan 7 Seater yang dapat memuat penumpang lebih banyak, sehingga dapat melayani dengan variasi yang lebih banyak kepada pengunjung.

Peresmian ini dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Ketua DPD ORGANDA NTB, Kepala Jasa Raharja NTB, Kepala Dinas Perhubungan Kota, DIRLANTAS POLDA NTB serta karyawan Lombok Taksi.

AYA/hms NTB




BPPD NTB Diminta Promosikan NTB Aman

Sebagai tim yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang pariwisata, BPPD NTB diharapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal untuk pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB di Kantor Gubernur, Jumat (01/03).

Gubernur yang juga didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Pariwisata membahas mengenai strategi promosi pariwisata bersama para pengurus badan promosi pariwisata.

Gubernur mengatakan pembentukan badan promosi ini untuk meningkatkan perkembangan pariwisata di NTB.

”Tim ini kita bentuk untuk mengakomodasi dan membantu meningkatkan perkembangan pariwisata kita,” kata Dr. Zul.

”Percuma kita punya banyak destinasi pariwisata yang bagus, tapi promosi dari kita tidak menarik,” sambungnya.

Gubernur berharap para pengurus badan promosi pariwisata dapat melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal.

”Orang-orang di tim ini adalah orang yang sudah ahli dan berpengalaman dibidang pariwisata, jadi kita harapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” tegas  Dr. Zul.

Di kesempatan yang sama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah juga memberikan dukungan kepada para pengurus agar dapat membangkitkan kembali pariwisata di NTB.

”Mudah-mudahan tim ini dapat kembali meningkatkan pariwisata di NTB dan menunjukkan kepada dunia kalau NTB ini sudah aman,” harap Hj. Rohmi.

Anita Ahmad selaku pengurus Badan Promosi Pariwisata mengatakan akan meningkatkan kualitas SDM dan juga bekerja sama dengan media.

”Kita akan mulai dari dalam, SDM kita harus mempunyai skill yang baik kemudian kita akan menjalin kerjasama dengan media untuk peningkatan promosi pariwisata,” kata Anita.

AYA




Bang Zul & Ummi Rohmi Disambut Hangat Masyarakat Lobar

Kepala Desa lembar, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk meniru program “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” dengan istilah apa pun agar dapat lebih dekat dengan masyarakat

Menyerahkan hadiah lomba senam

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Zulkieflimansyah  dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalilah melakukan  kegiatan ‘ Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi’ di Bumi Patut Patuh Patju, Jumat (01/03).

Acara itu dirangkai dengan Kick Off  peringatan Hari Ulang Tahun ke 61 Kabupaten Lombok Barat, di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar.

Bang Zul dan Ummi Rohmi bersma Bupati Lobar, H Fauzan mengawai dengan mengajak masyarakat  senam Maumere.

Saat itu juga hadir  Sekda NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D dan sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB bersama OPD lingkup Pemda Lombok Barat,  ikut berbaur melakukan senam bersama masyarakat.

Usai melakukan senam dan menyerahkan hadiah lomba senam, acara mendengarkan i dan menyerap aspirasi masyarat Lobar, dimulai.

Bang Zul mengatakan, tujuan dari kegiatan Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi tersebut  untuk memperkenalkan program-program kerja pemerintah Provinsi NTB. Salah satunya program NTB Zero Waste untuk mewujudkan NTB bebas sampah.

“Saat ini pemerintah provinsi memiliki pasukan tentara hitam, rumahnya di Lombok Barat, Lingsar. Pasukan tentara hitam ini akan membantu kita untuk mengolah sampah di NTB karena makananya adalah sampah,” ujarnya.

Zul mengatakan, sampah menjadi permasalah besar daerah kita saat ini. Namun ironisnya disaat daerah kita melimpah sampah, tentara hitam kita tidak punya makanan karena tidak ada sampah.

“Nah untuk memberikan tentara hitam ini makanan sampah yang cukup, mari kita pilah sampah mulai sejak dini mulai dari tingkat sekolah,” katanya.

Di hadapan masyarakat dan siswa yang hadir, Doktor Zul mengajak segenap lapisan masyarakat, mulai dari tingkat sekolah, guru dan siswa untuk ikut mensukseskan program Zero Waste. Caranya dengan memilah sampah mulai sejak dini, dan edukasi mulai dari tingkat sekolah.

Selain untuk sosialisasi program, kegiatan tersebut hadir juga untuk mendengarkan langsung aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada gubernur. Ia berharap kegiatan tersebut akan menjadi motivasi bagi semangat masyarakat Lobar dalam menyambut hari jadi ke 61 tahun 2019 ini.

Menurut Fauzan, Pemerintah Provinsi NTB akan menjadi kuat apabila didukung dan ditopang oleh Kabupaten/kota yang kuat, Kecamatan yang kuat dan Desa yang kuat.

“NTB tidak mungkin kuat tanpa ditopang oleh kabupaten kota yang kuat, kecamatan yang kuat, desa yang kuat,” ujar Fauzan.

Bupati menjelaskan, saat ini Lobar terus berbenah, sejalan dengan provinsi, mulai dari infrastruktur dan pengembangan destinasi wisata yang berbasis berkelanjutan.

Fauzan  menghimbau masyatakat Lobar memanfaatkan moment Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi, untuk menyalurkan aspirasi untuk ditindak lanjuti oleh Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.

Dalam dialog langsung dengan gubernur dan bupati, masyarakat lobar mengaku sangat senang dengan acara tersebut. Menurut mereka dengan adanya program ini, masyarakat bisa bertemu dalam menyampaikan aspirasinya secara labgsung kepada Gubernur dan Bupati.

Secara khusus Kepala Desa lembar, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk meniru program “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” dengan istilah apa pun agar dapat lebih dekat dengan masyarakat.

“Program ini sangat bagus, dan Pemda Lombok Barat harus meniru ini, agar lebih dekat dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi dan permaslahan yang ada.” harapnya.

AYA/Hms NTB




Event Tambora Diundur

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora

MATARAM,lombokjournal.com — Semenjak ditetapkan sebagai slah satu Event yang wajib diadakan di indonesia, Festival Tambora kini akan digelar kembali pada April Mendatang melalui dinas Pariwisata NTB.

“Saat ini kita dalam tahap persiapan karena rangkaian Acara akan dimulai pada tanggal 7 April mendatang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB L M Faozal Jumat (01/03).

Menurut Faozal, awalnya rangkaian acara Menuju Event Tambora akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 ini, akan tetapi karena pada bulan Maret ini ada perhelatan akbar pemilihan Presiden dan pemilihan legislatif  jadi rangkaian acaranya ditunda.

“Kita undur, tapi tetap kok acaranya puncaknya dilaksanakan pada tanggal 11 april Nanti tentunya didahului dengan rangkaian acara pada  tanggal 7 April, ” katanya

Akan banyak acara yang akan di adakan pemerintah provinsi melalui Dinaa Pariwisata untuk mensukseskan acara Event Tambora ini.

“Acara Event Tambora kali ini dipastikan berbeda dikarenakan Pada puncak acara  nanti Tambora akan dijadikan sebagai Geopark Nasional.” Jelas Faozal.

AYA




Sebagai Destinasi Wisata, Program Zero Waste Keharusan Bagi NTB

Zul menyambut baik kehadiran teknologi pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di NTB dan menginginkan program ini dapat dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di NTB

MATARAM.lombokjourna.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan gerakan zero waste atau bebas sampah menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah Provinsi  NTB.

Zulkieflimansyah mengatakan, gerakan bebas sampah menjadi keharusan bagi NTB sebagai daerah yang menjadi destinasi wisata.

“Zero waste ini harus jadi kebutuhan kita bersama karena kita daerah destinasi wisata tentu harus bersih dan nyaman,” ujarnya usai acara jumpa Bang Zul, di Kabupeten Lombok barat, Jumat (01/03)

Zul mengambil contoh program kerja sama Pemprov NTB dengan Forest For Life Indonesia untuk pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di Dusun Bebae, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Zul berharap program ini mampu menyelesaikan persoalan sampah organik agar menjadi lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Zul menyambut baik kehadiran teknologi pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam di NTB dan menginginkan program ini dapat dikembangkan di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Masyarakat harus dididik, kita ingin harus ada bank sampah di tiap desa untuk menjaga kebersihan ,terlebih kita dikenal dengan pusat Wisata yang sangat bagus,” katanya.

AYA




BPJS Kesehatan Beri Kepuasan Peserta JKN-KIS

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang

lombokjournal.com –

JAMKESNEWS  ;   Rudi Rudolf Ignasio (45) warga Kabupaten Lombok Barat mengaku berkesan terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Beberapa bulan yang lalu, gempa besar yang terjadi beruntun memporak-porandakan bangunan yang ada di Pulau Lombok. Salah satu bangunan yang terkena dampak adalah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang berlokasi di Jalan Bung Karno Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Demi kenyamanan dan keamanan, para peserta dilayani sementara waktu di garasi parkir yang terletak di bagian belakang gedung yang sedang di renovasi.

“Suasananya memang agak darurat, tapi saya salut pelayanan tetap berjalan padahal banyak instansi lain yang tutup karena terdampak gempa bumi,” kata pria yang berprofesi sebagai PNS ini.

Rudi, sapaan akrabnya amat puas dengan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan. Meskipun dirinya berobat sebagai peserta JKN-KIS, dia merasa tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan dengan pasien umum.

Pria yang memiliki hobi lari ini pernah mengalami sakit sehingga harus rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Mataram. Tidak ada iur biaya yang dikenakan, petugas puskesmas tempat ia dirawat pun sangat tanggap dan cekatan.

Dirinya berharap program JKN-KIS dapat dipertahankan oleh pemerintah. Ia merasa semenjak diberlakukan, JKN-KIS sangat membantu masyarakat terutama mereka yang terkendala dengan biaya berobat.

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Ia mengakui, semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang.

“Tapi saya tidak masalah, karena itu bukti bahwa pemerintah hadir dalam memberikan kemudahan akses masyarakat untuk berobat”, Ujar Rudi, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/02).

Ia juga berharap program JKN-KIS dapat ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan dapat melakukan sosialisasi dengan gencar kepada masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Rudi juga berharap BPJS Kesehatan dapat memantau kualitas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sehingga mengurangi praktik-praktik pengobatan alternatif yang dasar ilmiahnya tidak jelas.

ay/yn

Narasumber : Rudi Rudolf Ignasio

 




BPJS Kesehatan Mataram Turunkan Petugas Pemeriksa Untuk Badan Usaha Yang Menunggak

Badan Usaha mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut

MATARAM.lombokjornal.com –

JAMKESNEWS — Dalam upaya meningkatkan kepatuhan Badan Usaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), BPJS Kesehatan Mataram melakukan pemeriksaan kepatuhan Badan Usaha Sungai Mas Cemerlang, pada Kamis (28/02).

Kegiatan pemeriksaan itu sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menyatakan,  BPJS Kesehatan memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Jaminan Kesehatan Nasional.

Karena itu, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram rutin melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang belum registrasi, sudah registrasi namun belum sepenuhnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,  dan Badan Usaha yang iurannya menunggak.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Lalu Suryatna menyatakan, Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan ini rutin dilakukan dalam rangka meningkatkan kepatuhan badan Usaha dalam memberikan data secara lengkap dan benar serta kepatuhan membayar iuran setiap bulan.

“Pada Tahun 2018 telah dilakukan pemeriksaan kepatuhan sebanyak 74 Badan Usaha, dengan pencapaian 49 Badan Usaha patuh dan 25 Badan Usaha tidak patuh yang akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Kejaksaan Negeri Mataram,” ujar  Lalu Suyatna.

Slogan BPJS Kesehatan dengan gotong royong semua tertolong adalah suatu dorongan agar seluruh masyarakat sadar akan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia untuk saling membantu.

Terutama Badan Usaha yang mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Dengan ketentuan 4 persen dari gaji iuran tersebut ditanggung Perusahaan, dan 1 persen ditanggung masing-masing karyawan.

Manager Sungai Mas Cemerlang, Romli mengakui kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan Cabang Mataram, perusahaannya memang memiliki tunggakan karena pemasukannya menurun akibat dampak dari gempa bumi yang terjadi.

“Perusahaan kami memang mengalami penurunan pemasukan akibat gempa, tapi kami akan berusaha untuk membayarkan semua tunggakan dan mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam Program JKN-KIS pada bulan Maret 2019,” ujar Romli.

Lebih lanjut Suryatna menyampaikan harapannya kepada seluruh Badan Usaha dan pemberi kerja.

Dikatakannya, pemeriksaan adalah suatu bentuk kerjasama untuk saling mengingatkan pada suatu kewajiban yang seharusnya dijalani. Maka Pengawasan dan Pemeriksaan kepatuhan akan rutin dilakukan kepada setiap badan usaha yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Mataram.

“Tujuan pemberi kerja memberikan Jaminan Kesehatan sebagai hak dari pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Dalam setiap kegiatan pemeriksaan, kami selalu menyampaikan hak dan kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Pada umumnya setiap Badan Usaha yang sedang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, menindaklanjuti rekomendasi dari tim kepatuhan, ” kata Suyatna.

ay/yn/