Revitalisasi Posyandu, Bisa Dilakukan Dengan Alokasi Dana Desa

Posyandu di tiap dusun dan desa memiliki program kerja sesuai permasalahan yang dihadapi, seperti kasus gizi buruk

MATARAM.lombokjournal.com  — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Pemerintah Provinsi (pemprov) NTB akan melakukan revitalisasi posyandu yang ada di setiap desa dan dusun.

“Idenya bagaimana menghidupkan semua posyandu yang ada sesuai fungsinya, jangan seperti sekarang, ada yang berjalan, ada yang mati segan hidup pun tak mau,” ujar Rohmi Senin (04/03).

Pemprov NTB, kata Rohmi, sudah menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota yang ada di NTB, serta para kepala desa se-NTB. Rohmi menyampaikan pembenahan posyandu bisa dilakukan dengan alokasi dana desa.

Nantinya, posyandu yang ada di setiap dusun dan desa memiliki program kerja sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, seperti kasus gizi buruk.

“Pemprov NTB juga akan menggelar pelatihan kepada kader dan sosialisasi sehingga ke depan kalau ada gizi buruk yang tahu harusnya kadus (kepala dusun) atau kades (kepala desa), bukan malah tahunya dari media,” katanya.

AYA

 




Gubernur NTB Harapkan Tiap Desa Miliki Bank Sampah

Gubernur menyadari  tantangan terbesar mensukseskan program zero waste, yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB dr. Zulkiflimansyah mendorong pemerintah desa di setiap kabupaten kota agar memiliki bank sampah

Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya bisa sebagai alternatif solusi mengatasi persoalan lingkungan  namun juga memberikan manfaat ekonomi bagi Masyarakat di NTB sendiri.

Program zero waste atau bebas sampah yang merupakan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini   semakin gencar dikampanyekan

Di setiap dilaksanakannya program kegiatan termasuk  pada kegiatan jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi yang digelar setiap hari jumat pagi tersebut .

“Pemerintah provinsi terus mensosialisasikan program tersebut  dengan  menghimbau masyarakat  agar lebih sadar akan kebersihan lingkungan ,untuk itu guna mendorong program tersebut Gubernur menghimbau masyarakat  terutama aparat pemerintahan desa agar membangun bank sampah,” ujar Zulkieflimansyah.

Selain menjadi alternatif solusi penanganan persoalan lingkungan, bank sampah juga diyakini akan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,  dengan cara memanfaatkan sampah menjadi sebuah produk bernilai ekonomi salah satunya pupuk kompos.

Gubernur menyadari  tantangan terbesar dalam mensukseskan program zero waste yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Meski demikian ia optimis persoalan kesadaran yang masih rendah itu bisa diatasi   dengan terus  mengajak masyarakat agat memulai langkah kecil dengan menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggalnya.

“Terlebih  status NTB sebagai daerah pariwisata tentu saja  kondisi lingkungan yang bersih   merupakan suatu modal penting dalam menarik wisatawan untuk berwisata kedaerah ini,” tegasnya.

AYA




Penetapan Kantong Plastik Berbayar, Mulai Diberlakukan Ritel Modern

Di Bali sudah memiliki peraturan daerah yang menetapkan kebijkan plastik tidak gratis tersebut, sedangkan di NTB tinggal menunggu penyesuaian saja

MATARAM.lombokjournal.com —  Penetapan kebijakan kantong plastik berbayar yang beberapa waktu lalu ditetapkan oleh Asosiasi Perusahan Ritel Indonesia (APRINDO), mulai diberlakukan untuk ritel-ritel modern di seluruh Indonesia.

Termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa ritel telah menetapkan kebijakan tersebut.

Salah satunya ritel modern Alfamart, telah menetapkan kebijakan plastik berbayar, satu kantong plastik seharga Rp 200.

Selain itu, pihak Alfamart  juga menyediakan plastik yang dapat digunakan berulang-ulang kali. Kebijakan ini sebagai langkah mengurangi sampah plastik.

“Sudah dari kemarin ditetapkan, kita juga ada plastik yang bisa dipakai ulang harganya Rp 3 ribu,” ujar Lia salah satu pegawai Alfamart di Mataram Senin (04/03)

Tak hanya itu saja, pelanggannya pun diperbolehkan membawa kantong plastik sendiri dan untuk kebijakan ini pun, tidak semua pelanggannya harus membayar.

Pihaknya memiliki aplikasi untuk memberikan mendiskon pada plastik berbayar. Mengingat belum semua masyarakat mengetahui kebijakan tersebut.

“Kita ada aplikasinya untuk diskon plastiknya, jadi tidak dibayar,” ujarnya.

Namun kebijakan tersebut belum diberlakukan oleh semua ritel modern. Mengingat perlunya sosialisi yang dilakukan, sehingga masyarakat mengetahui kebijakan tersebut telah diberlakukan, baik itu di ritel modern maupun di pasar rakyat.

Meskipun sebelumnya, kebijakan kantong plastik berbayar ini telah diberlakukan oleh salah satu ritel modern.

“Kalau untuk disini dulu pernah ada plastik berbayar yang Rp 200 itu, tahun 2017. Cuma karena pelanggannya protes jadinya berhenti,” ungkap Yuli salah satu pegawai Indomaret.

Menurutnya, dari kebijakan tersebut sejumlah pelanggan mengeluhkan. Karena harus membayar kantong plastiknya, kendati hal tersebut dirasa cukup memberatkan.

Untuk saat ini, dari pihaknya belum memberlakukan kembali kebijakan tersebut.

“Sekarang sih belum, tetapi tidak tau nantinya bakalan ada lagi atau tidak,” katanya.

Sementara itu Ketua APRINDO Provinsi NTB Abdul Aziz mengatakan, kebijakan ini merupakan dari APRINDO pusat.

Sebelumnya ini merupakan himbauan dari pihak Kemenetrian Lingkungan dan Kehutanan, bahkan telah dberilakukan sejak 2016 lalu. Aprindo sendiri menginginkan tidak hanya sebatas himbauan saja, tetapi dapat diterapkan.

“Tapi yang kita mau jangan hanya himbauan saja, tetapi dilaksanakan. Lahirnya kesempatan yang menguntungkan bagi semua pihak di antaranya bagi konsumen, produsen plastik, pemerintah melalui PPN dan lingkungan,” ungkapnya.

Dikatakannya semua pihak dapat mendukung hal tersebut, kendati ini merupakan salah satu gerakan untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini disepelekan oleh masyarakat.

Karena setiap belanja di ritel modern maupun pasar didapatkan secara gratis, untuk itu perlunya kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan.

“Konsumen tidak menyepelekan lagi, selain itu perlunya sosialisasi edukasi kita ke masyarakat, masyarkat harus menyambut baik karena ini menjadi kepentingan untuk semuanya,” terangnya.

Menurutnya, memang belum efektif kebijakan tersebut. Meskipun telah ditetapkan sejak per tanggal 1 Maret kemarin.

Bahkan di Bali sudah memiliki peraturan daerah yang menetapkan kebijkan plastik tidak gratis tersebut, sedangkan untuk di NTB tinggal menunggu penyesuaian saja.

“Tinggal sekarang di NTB ini tinggal tunggu penyesuaian, jadi mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

AYA

 




Gubernur; Apa pun Bentuk Investasi, Tujuannya Kesejahteraan Masyarakat

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat pyarakaterlu dipacu untuk hadapi pembangunan industri

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr H.  Zulkieflimansyah menyampaikan komitmennya, bersama Wakil Gubernur NTB,  Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalillah, untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

Apapun bentuk investasi serta pembangunan yang berlangsung di NTB ini katanya, tujuan utamanya adalah menyejahterakan masyarakat NTB.

Gubernur menegaskan itu saat menerima Tim Korespondensi untuk Penelitian Kondisi Kebijakan Ekonomi di Provinsi NTB, dari Prospera dari kedutaan Besar Australia, Mr. Paul Berrnet, Senin (04/03/2019).

Doktor Zul menjelaskan tugas dirinya bersama seluruh jajaran pemerintah provinsi NTB saat ini adalah, memastikan seluruh pembangunan yang ada, menjamin peningkatan ekonomi masyarakat. Misalnya, industrialisasi, yang akan dikembangkan di NTB,  semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hadirnya industri harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak boleh masyarakat jadi penonton,” tegas Gubernur.

Orang nomor satu di NTB itu mengungkapkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat perlu dipacu untuk menghadapi pembangunan tersebut. Maka, pengiriman pemuda NTB untuk belajar ke luar negeri merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas itu.

“Jangan berpikir bahwa Industri itu harus yang besar-besar, tidak. Kita mulai dengan hal yang sederhana dulu, ” katanya.

Gubernur berharap, hadirnya Penelitian Kondisi Kebijakan Ekonomi di Provinsi NTB dapat melahirkan rekomendasi yang baik untuk kebijakan pembangunan ke depan.

Ketua Tim, Tirta Hidayat menjelaskan, ia bersama anggota tim akan mempelajari kebijakan ekonomi oleh pusat dan daerah.  Apakah dalam kebijakan itu terdapat hal-hal yang kurang atau tidak,  semuanya akan dilakukan kajian.

“Dari kajian itu kita akan mempelajari agar NTB ini lebih maju,” jelasnya.

Dalam waktu dekat ini, ia dan timnya akan berdiskusi dengan dinas dan badan terkait untuk mendapatkan data yang utuh mengenai kebijakan ekonomi itu.

Prospera, jelasnya, merupakan lembaga kerjasama Indonesia dan Australia di bidang ekonomi.

AYA




Wisatawan Sepi, Pedagang Kecil Di Senggigi Mengeluh

Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang

SENGGIGI.lombokjournal.com — Kawasan wisata Senggigi Lombok barat yang dulunya menjadi primadona pariwisata Lombok kini cenderung  tenggelam, bahkan kurang terdengar lagi gaungnya seperti kawasan wisata lainnya di Lombok.

Akibat kondisi ini para pedagang yg berjualan di sekitar kawasan tersebut terkena imbas dari sepinya kawasan wistawan tersebut.

Pasca bencana gempa yg terjadi beberapa bulan lalu, ditambah lagi harga tiket yg masih mahal serta penerapan bagasi berbayar berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini.

Meskipun di akhir pekan tak nampak adanya wisatawan seperti dulu lagi.

Salah satu pedagang Sate Bulayak di pantai senggig Johariah mengatakan sebelum terjadinya bencana gempa bumi dan harga tiket mahal kawasan pantai Senggigi ramai pengunjung.

Bahkan sate bulayak yang ia jual pun selalu ludes terjual meski membuat dalam jumlah besar dibandingkan kondisi saat ini yang dirasa sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya

“Kalau dulu sebelum Gempa sekarang sepi sekali walaupun di akhir pecan,” tuturnya

Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang.

Demikian pula pedagang di  pasar seni Senggigi Lombok Barat, para pedagang juga mengeluhkan sepinya wisatawan yang datang berbelanja ke kawasan ini.

Akibat sepinya wisatawan berdampak terhadap pendapatan mereka akibat dampak dari harga tiket dan penerapan bagasi berbayar tersebut.

‘”Jika sebelum harga tiket mahal dalam sehari para pedagang mampu mengantongi  400 sampai 500 ribu per hari jika dibandingkan kondisi saat ini,” tutur Marzuki

Marzuki menambahkan jika dalam kondisi saat ini dagangannya tidak pernah Laku.

“Seminggu bisa dihitung berapa orang yang belanja,kadang juga pendapatannya kosong sama sekali,” tuturnya.

Pria yang mulai berjualan sejak Tahun 1997 ini hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dihadapi saat ini.

Para pedagang di kawasan ini berharap kepada pemerintah daerah agar bisa mengadakan event pariwisata sehingga kawasan senggigi bisa kembali ramai, serta dapat menumbuhkan kembali sektor ekonomi yang hampir mati suri.

“Kalau bisa pemerintah membantu kita dengan mengadakan event yang bisa mendatangkan wisatawan,kalau bukan pemerintah tempat kita mengadu harus sama siapa lagi,” keluhnya.

AYA




Hj. Niken Saptarini Nilai Warga KLU Mampu Hadapi Cobaan Berat

Diharapkan silaturrahmi antara Salimat, ACT dan warga Desa Selenger dapat terus terjalin selayaknya keluarga besar

KLU.lombokjournal.com  — Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri peresmian bantuan kemanusiaan korban gempa berupa sekolah, masjid, MCK, dan shelter

Hj Niken menyalami warga

.Bantuan kemanusiaan itu diberikan oleh Persatuan Muslimah atau Salimah kepada2 masyarakat Desa Selenger, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (02/03).

Hj. Niken mengungkapkan, masyarakat KLU adalah masyarakat yang sangat kuat dan mampu menghadapi cobaan yang berat seperti gempa bumi berkepanjangan ini.

“Tidak mungkin Allah memberikan cobaan kepada orang-orang yang tidak mampu menerima cobaan-Nya, Allah pasti tau bahwa masyarakat KLU ini adalah masyarakat yang kuat untuk menerima cobaan ini,” kata Hj. Niken.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Organisasi Kemanusiaan yaitu Salimat yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat KLU yang nota bene masih memerlukan uluran tangan.

“Saya berterima kasih kepada sahabat saya ustadzah sekaligus hafidzah ibu Sitti Faizah yang telah datang ke NTB untuk memberikan bantuan kepada masyarakat3 kami khususnya di Desa Selenger ini, mudah-mudahan bangunan yang disumbangkan ini dapat menjadi cahaya, dan sebagai titik dakwah salimah menebar kebaikan,” harapnya.

Ia menceritakan, kisah nabi Muhammad SAW yang ketika berhijrah, bangunan yang pertama didirikan adalah Masjid. Kemudian masjid tersebut dijadikan tempat untuk merencanakan pembangunan yang berkelanjutan, ia mengharapkan cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat Desa Selenger.

Pengurus Pusat Salimat, Uztadzah Sitti Faizah yang ikut dalam acara tersebut berkata,  bantuan-bantuan ini adalah bentuk realisasi dari pada tujuan Salimat untuk memajukan kaum perempuan dan anak-anak,.

Ia berharap3 dengan bantuan ini, anak-anak dan kaum perempuan dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik.

Pimpinan ACT NTB, Lalu Alfian yang mana telah menjadi partner bagi Salimat untuk membangun masjid, sekolah, dan shelter ini mengungkapkan terima kasihnya kepada Salimat dan berharap kerja sama seperti ini akan terus berlanjut.

“Hadirnya salimah sangat memberikan spirit bagi kami yang ada disini, keluarga besar masyarakat lombok kgususnya, semoga apa yang dilakukan di sini dapat memberikan baroqah dan manfaat kepada masyarakat kami di sini,” kata Alfian.

Tidak lupa pula Sekretaris Desa Selenger, Sudiarti mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Salimat dan ACT atas partisipasinya untuk membangun kembali Desa Selenger.

Ia berharap dengan pertemuan ini, silaturrahmi antara Salimat, ACT dan warga Desa Selenger dapat terus terjalin selayaknya keluarga besar.

“Ucapan ribuan terimakasih kami sampaikan atas bantuan dan partisipasi dari donatur telah memberikan sumbangan, bukan disini saja namun hampir d semua wilayah KLU, dengan pertemuan dan bantuan ini kami selaku warga Desa Selenger berharap silaturrahmi tetap terjaga diantara kita” katanya.

AYA




HBK : Wayang Kulit , Warisan Yang Penuh Nilai-nilai Sosial, Budaya Dan Jembatan Penyampai Pesan

.Acara Nobar wayang kuli Sasak ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   Ratusan Masyarakat Lombok Barat dari berbagai kecamatan tumpah ruah menyaksikan gelaran wayang kulit Lalu Nasib bersama HBK di Dasan Tapen Lombok Barat, Sabtu (02/03)   malam.

HBK

Antusiasme warga Lombok Barat nonton bareng pentas wayang ini merupakan bentuk kecintaan warga terhadap kesenian wayang kulit Sasak yang telah eksis sejak dahulu .

Pentas wayang kulit yangg diinisiasi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono yang kerap disapa HBK  merupakan pentas kali kedua setelah Minggu lalu di laksanakan di lapangan Tanjung -KLU .

Mengambil tema Pemilu Damai dan Bermartabat , HBK ingin mengajak masyarakat Lombok Barat agar menggunakan hak pilihnya dengan benar. HBK sadar melalui media wayang kulit ini pesan – pesan Pemilu Damai akan lebih mudah dipahami oleh rakyat Lombok Barat.

Dalam pidato pembukaannya , HBK mengajak masyarakat Lobar menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres dengan penuh kegembiraan.

“Insya Alloh , Jika pilleg dan Pilpres merupakan hajat bersama , maka hasilnyapun akan membahagiakan kita  semuanya , ” katanya .

HBK juga memgutarakan ,  seni wayang Sasak adalah warisan nenek moyang yang penuh nilai sosial, nilai budaya sekaligus jembatan menyampaikan pesan – pesan agar tetap tumbuh disekitar kita,,” ujar HBK .

Selanjutnya HBK tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang terlibat dalam acara Nobar Ini yakni Ketua dan Relawan HBK Center Lombok Barat, DPC / Caleg Gerindra Lobar serta Sahibul Bait Nobar yakni Farin beserta relawannya.

Pantauan di lapangan tampak hadir puluhan Caleg Partai Gerindra dapil Kabupaten ataupun Propinsi, Ketua DPC Partai Lobar, Haji Madun, Ketua OKK DPD Gerindra NTB, Havid Hasan, Relawan  HBK Center Lombok Barat dan Koordinator HBK Center NTB, Budi Syahbudin  yang duduk lesehan  membaur bersama warga menyaksikan pentas wayang kulit.

Dimintai tanggapannya, Sahnun, warga Narmada  mengatakan senang bisa hadir  nonton bareng wayang lalu nasib. Menurutnya Lalu Nasib mengerti betul bagaimana cara  mengekspresikan perasaan rakyat dengan lakon wayang yang diciptakannya. .

“Salah satu  ciri khas Lalu Nasib, misalnya melakukan kritik terhadap fenomena tertentu pasti dibungkus  dengan gaya satire tapi diselingi dengan humor kocak khas Sasak  lewat tokoh-tokoh wayang rekaan yang diciptakan seperti Amaq Ocong , Inaq Itet , Baok,” ujar Sahnun.

Terpisah, Hajjah Nur Hidayah, caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu layar ) No urut 1 mengatakan, acara Nobar ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan Nobar ini makin  mendekatkan Gerindra dengan konstituennya tanpa ada sekat yang dikemas dalam bentuk media  seni hiburan Wayang Sasak ,” Katanya .

Sementara itu Tuan Rumah Nobar Wayang Kulit Ronde 2 ini , Farin yang juga Caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 mengatakan, dirinya bersama relawan Meton Farin mengundang relawannya di 10 Kecamatan di Lombok Barat masing-masing 10 orang per kecamatan meskipun yang hadir melebihi.

“Ini menunjukkan ekspektasi masyarakat Lobar terhadap Wayang masih cukup kuat. Potensi ini tentu perlu dipertahankan agar Wayang Sasak tetap eksis sepanjang masa ,” Kata Farin .

Kehadiran HBK diacara Nobar , lanjut Farin, bisa menjadi media interaksi dengan konstituen dilombok barat karena selama ini ada keinginan pemilih di Lobar bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan HBK .

“Saya dan relawan Meton Farin tetap mempromosikan Pak BK di masyarakat Lobar dengan cara tandem suara , baru malam ini semua relawan dan loyalis HBK di Lobar bisa bertemu langsung,” tukasnya.

Me




HBK : Wayang Kulit, warisan yang penuh nilai-nilai sosial, budaya dan jembatan penyampai pesan 

Acara Nobar wayang kuli Sasak ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   Ratusan Masyarakat Lombok Barat dari berbagai kecamatan tumpah ruah menyaksikan gelaran wayang kulit Lalu Nasib bersama HBK di Dasan Tapen Lombok Barat, Sabtu (02/03)   malam.

Antusiasme warga Lombok Barat nonton bareng pentas wayang ini merupakan bentuk kecintaan warga terhadap kesenian wayang kulit Sasak yang telah eksis sejak dahulu .

Pentas wayang kulit yangg diinisiasi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono yang kerap disapa HBK  merupakan pentas kali kedua setelah Minggu lalu di laksanakan di lapangan Tanjung -KLU .

Mengambil tema Pemilu Damai dan Bermartabat , HBK ingin mengajak masyarakat Lombok Barat agar menggunakan hak pilihnya dengan benar. HBK sadar melalui media wayang kulit ini pesan – pesan Pemilu Damai akan lebih mudah dipahami oleh rakyat Lombok Barat.

Dalam pidato pembukaannya , HBK mengajak masyarakat Lobar menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres dengan penuh kegembiraan.

“Insya Alloh , Jika pilleg dan Pilpres merupakan hajat bersama , maka hasilnyapun akan membahagiakan kita  semuanya , ” katanya .

HBK juga memgutarakan ,  seni wayang Sasak adalah warisan nenek moyang yang penuh nilai sosial, nilai budaya sekaligus jembatan menyampaikan pesan – pesan agar tetap tumbuh disekitar kita,,” ujar HBK .

Selanjutnya HBK tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang terlibat dalam acara Nobar Ini yakni Ketua dan Relawan HBK Center Lombok Barat, DPC / Caleg Gerindra Lobar serta Sahibul Bait Nobar yakni Farin beserta relawannya.

Pantauan di lapangan tampak hadir puluhan Caleg Partai Gerindra dapil Kabupaten ataupun Propinsi, Ketua DPC Partai Lobar, Haji Madun, Ketua OKK DPD Gerindra NTB, Havid Hasan, Relawan  HBK Center Lombok Barat dan Koordinator HBK Center NTB, Budi Syahbudin  yang duduk lesehan  membaur bersama warga menyaksikan pentas wayang kulit.

Dimintai tanggapannya, Sahnun, warga Narmada  mengatakan senang bisa hadir  nonton bareng wayang lalu nasib. Menurutnya Lalu Nasib mengerti betul bagaimana cara  mengekspresikan perasaan rakyat dengan lakon wayang yang diciptakannya. .

“Salah satu  ciri khas Lalu Nasib, misalnya melakukan kritik terhadap fenomena tertentu pasti dibungkus  dengan gaya satire tapi diselingi dengan humor kocak khas Sasak  lewat tokoh-tokoh wayang rekaan yang diciptakan seperti Amaq Ocong , Inaq Itet , Baok,” ujar Sahnun.

Terpisah, Hajjah Nur Hidayah, caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu layar ) No urut 1 mengatakan, acara Nobar ini sebagai bentuk kepedulian dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tersingkir dan tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan Nobar ini makin  mendekatkan Gerindra dengan konstituennya tanpa ada sekat yang dikemas dalam bentuk media  seni hiburan Wayang Sasak ,” Katanya .

Sementara itu Tuan Rumah Nobar Wayang Kulit Ronde 2 ini , Farin yang juga Caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 mengatakan, dirinya bersama relawan Meton Farin mengundang relawannya di 10 Kecamatan di Lombok Barat masing-masing 10 orang per kecamatan meskipun yang hadir melebihi.

“Ini menunjukkan ekspektasi masyarakat Lobar terhadap Wayang masih cukup kuat. Potensi ini tentu perlu dipertahankan agar Wayang Sasak tetap eksis sepanjang masa ,” Kata Farin .

Kehadiran HBK diacara Nobar , lanjut Farin, bisa menjadi media interaksi dengan konstituen dilombok barat karena selama ini ada keinginan pemilih di Lobar bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan HBK .

“Saya dan relawan Meton Farin tetap mempromosikan Pak BK di masyarakat Lobar dengan cara tandem suara , baru malam ini semua relawan dan loyalis HBK di Lobar bisa bertemu langsung,” tukasnya.

Me




Caleg Gerindra Apresiasi Nobar Wayang Kulit, Puji HBK Bangkitkan Seni Tradisi Sasak

Sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman

lombokjournal.com  —

LOMBOK BARAT  ;   Menjelang gelaran Nonton Bareng Wayang Kulit Lalu Nasib di Dasan Tapen , Sabtu Malam (02/03) pukul 22.00 WITA, sejumlah Caleg Partai Gerindra memberikan Apresiasi.

Acara Nobar yg digagas HBK sebagai upaya melestarikan dan membangkitkan  kesenian tradisional suku Sasak  di tengah kemajuan teknologi .

Tunik Haryani , Caleg dapil 4 ( Narmada – Lingsar ) No urut 1 mengatakan, dirinya senang bisa menghadiri acara Nonton Bareng Wayang Kulit sebagai wahana untuk silaturahmi dan membangkitkan kembali kesenian tradisional khas Sasak yANg telah eksis di masyarakat .

“Apa yang dilakukan oleh HBK sebagai wujud kecintaan beliau dalam melestarikan seni tradisional sekaligus sebagai upaya memberikan hiburan kepada warga Lombok barat yang sebelumnya terkena bencana gempa bumi ,” katanya .

Sementara Haji Fathurohman , caleg dapil 5 ( Kediri – Labuapi ) No urut 4 mengatakan, dirinya sengaja menghadiri acara nonton bareng wayang kulit sebagai bentuk dukungannya terhadap HBK.

” Apa yang dilakukan Pak HBK malam ini sebagai hal positif untuk melestarikan kesenian wayang Sasak,” ungkapnya .

Terpisah Hajjah Nur Hidayah , Caleg dapil 3 ( Gunung Sari – Batu Layar ) No Urut 1 melihat acara nobar ini sebagai bentuk kepedulian HBK dalam melakukan revitalisasi nilai nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman.

“Dengan acara Nonton Bareng ini makin mendekatkan Gerindra di masyarakat karena ada interaksi langsung antara pengurus/ kader dengan konstituennya yang dikemas dalam bentuk seni hiburan  Wayang khas Sasak ,” ungkap Nur Hidayah yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Lombok Barat.

Dilain pihak, Farin, caleg DPRD NTB dapil Lobar KLU No urut 4 yang ketempatan tuan rumah Nonton Bareng Wayang menginformasikan, dirinya melalui relawan Semeton Farin telah mengundang relawannya di 10 kecamatan di Lombok Barat agar memeriahkan acara Nonton Bareng ini .

“Dan yang terpenting adalah mendengarkan orasi HBK dalam membangkitkan spirit kemenangan buat Gerindra pada tanggal 17 April 2019 mendatang,” ungkapnya.

Me




Pengiriman Pemuda ke Luar Negeri Perlu Akomodir Sektor Kepariwisataan

Potensi destinasi baru dan desa wisata di Lombok menurut Irzani harus terus didorong pertumbuhannya, agar “Roti Pariwisata” yang kelak datang di saat MotoGP mulai diselenggarakan di Lombok, bisa terdistribusi dan dirasakan juga oleh masyarakat Lombok

lombokjournal.com —

MATARAM —  Penetapan Sirkuit Mandalika di KEK Mandalika Lombok Tengah sebagai lokasi seri MotoGP 2021 mendatang dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan.

Di satu sisi, Lombok sebagai destinasi wisata unggulan nasional akan melejit promosinya hingga ke seluruh dunia, sementara di sisi lain, secara internal di tataran masyarakat dan pelaku wisata di Lombok dan NTB secara umum kesiapan juga harus mulai dibangun.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, peningkatan kapasitas dan penguatan sumber daya manusia (SDM) kepariwisatan di daerah ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dengan terukur dan segera.

“Selain berlomba dengan waktu untuk membangun sirkuit MotoGP 2021, kita juga harus mulai terpacu membangun SDM menyambut event international sport tourism itu. Ini harus segera dilakukan,” katanya, Sabtu (02/03)

Irzani mengaku bangga dengan keberadaan Poli Teknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok di Lombok Tengah, yang sudah diresmikan dan ke depan akan melahirkan SDM berkualitas di bidang pariwisata.

Ia juga mengapresiasi Pemprov NTB yang sudah memberikan keringanan pembiayaan kepada para mahasiswa Poltekpar Lombok dengan skema beasiswa penuh.

Namun menurutnya, hal ini masih belum bisa mengakselerasi ketersediaan SDM Pariwisata jika dibanding dengan percepatan pertumbuhan pariwisata Lombok pasca MotoGP 2021 mendatang.

“Sehingga selain memacu Poltekpar Lombok, harus ada upaya-upaya lain. Misalnya dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas Pokdarwis di desatinasi wisata yang melibatkan stakehloders atau organisasi kepariwisataan,” katanya.

Organisasi kepariwisataan dan Dinas Pariwisata di daerah bisa berkolaborasi memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di Desa Wisata.

Potensi destinasi baru dan desa wisata di Lombok menurut Irzani harus terus didorong pertumbuhannya. Hal ini perlu dilakukan agar “Roti Pariwisata” yang kelak datang di saat MotoGP mulai diselenggarakan di Lombok, bisa terdistribusi dan dirasakan juga oleh masyarakat Lombok.

“Semangat kepariwisataan kita tentu harus berpihak juga pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Desa wisata ini bisa jadi jawaban, agar roti pariwisata yang besar bisa terdistribusi juga bagi masyarakat,” katanya.

Ia memaparkan, berdasarkan catatan, setiap kali event MotoGP digelar akan mampu menarik tak kurang dari 150 ribu wisatawan yang datang.  Sehingga dalam kurun dua tahun  sejak sekarang pembangunan hotel dan sarana amenitas juga terus dikebut di Lombok.

Dengan kesiapan masyarakat dan desa-desa wisata, papar Irzani, ribuan wisatawan dari berbagai negara yang datang bisa memiliki banyak pilihan berwisata, saat datang ke Lombok untuk menyaksikan MotoGP.

Bukan hanya menjual amenitas homestay dan keindahan desa, desa wisata juga mampu menjadi penggerak ekonomi di sektor UMKM misalnya kerajinan dan industri kreatif.

Irzani menambahkan, program 1000 pemuda NTB sekolah ke luar negeri, hendaknya juga mengakomodir pelajar dan mahasiswa yang berminat di bidang kepariwisataan.

“Program pendidikan ke luar negeri ini sudah sangat baik. Akan semakin bagus kalau kepariwisataan juga diakomodir dan didorong,” katanya.

Hal ini juga bisa dilakukan dengan mengakomodir pihak Ponpes yang ada di Lombok. Para santri dan santriwati yang berbakat dan punya minat kepariwisataan bisa ambil bagian.

Setelah menempuh pendidikan kepariwisataan di luar negeri, maka para lulusan ini bisa kembali ke Lombok dan menularkan ilmunya ke yang lain. Mereka juga bisa ditempatkan di desa wisata untuk mendampingi dan membina pengembangan desa wisata tersebut.

Merubah Mindset dan NTB Zero Waste

Irzani mengatakan, selain penyiapan infratruktur dan SDM pariwisata, NTB juga harus mulai merubah mindset masyarakat tentang sampah dan kebersihan.

“Dengan adanya MotoGP ini Lombok akan menjadi destinasi tingkat dunia sehingga standar-standar yang digunakan harus pula bisa menyesuaikan. Misalnya saja soal kebersihan, kita malu lah kalau sampah berserakan. Saya pikir program NTB Zero Waste sudah bagus tinggal bagaimana merubah mindset masyarakat kita,” katanya.

Menurutnya, merubah mindset dan pola pikir soal kebersihan juga bisa dilakukan dengan melibatkan Ponpes dan para santri/satriwati.

Karena itu, Irzani yang juga Sekretaris NW NTB ini mulai menginisiasi program Zero Waste di sejumlah lingkungan Ponpes.

Irzani bertekad menjadikan sektor pariwisata NTB dengan branding wisata halalnya sebagai sektor penguat ekonomi masyarakat.

Sebab baginya multiplier efect kepariwisataan sudah terbukti mampu membuka lapangan kerja dan pertumbuhan sektor UMKM selama ini.

Me