HBK hadiri Silaturahmi Tim Pemenangan Lalu Sudiwangse

HBK mengatakan dirinya mencalonkan sebagai caleg DPR RI No urut 1 dapil Lombok atas perintah langsung dari Prabowo Subianto

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH ;    Ratusan Massa Rakyat hadiri acara silaturahmi Haji Bambang Kristiono ( HBK )  dengan Tim Pemenangan Lalu Sudiwangse, Caleg DPRD Lombok Tengah dapil 4 ( Praya Barat – Praya Barat Daya ) No Urut 1.

Tampak pula Emak – Emak juga tampak antusias berbaur dengan pemilih lainnya. Hadir pula Ketua DPC Gerindra Loteng , Lalu Pathul Bahri dan puluhan tokoh masyarakat.

Sebelum acara dimulai, diadakan prosesi penyambutan kedatangan HBK yakni salah satu tokoh masyarakat desa Kateng, Lalu Galang menyematkan kain tenun khas Sasak sembari mengucapkan bahwa HBK diangkat menjadi bagian  Keluarga Besar Desa Kateng.

Acara dibuka oleh Lalu Sudiwangse memberikan sambutannya mengatakan,  sebagai kader Gerindra ditempa untuk tetap disiplin menenangkan Prabowo Sandi. Selain itu Lalu Sudiwangse juga memperkenalkan Haji Bambang Kristiono, SE sebagai Caleg DPR RI No urut 1 dapil NTB 2/ Lombok .

Sudiwangse juga menyemangati peserta yg hadir pada 17 April mencoblos Partai Gerindra atau Calon yang diusung Partai Gerindra.

“Sebagai konstituen, nantinya berhak menuntut calon wakil rakyat dari Gerindra yang terpilih untuk memenuhi janji janjnya. Insya Alloh, Gerindra akan memiliki satu wakilnya dari dapil 4,” ujar Lalu Sudiwangse disambut tepuk tangan massa pengunjung, Minggu Sore ( 10/02)

Sementara untuk  HBK, lanjut Sudiwangse minta agar tim pemenangan mencoblos no urut 1 pada kertas suara warna kuning.

“Kalau HBK terpilih, tidak mungkin dana aspirasinya disalurkan diluar dapil Lombok. HBK pasti menyalurkan untuk pemilih Gerindra dapil Lombok,” ucapnya .

Ketua DPC Gerindra Lombok Tengah, Pathul Bahri  dalam orasi awalnya memberikan yel-yel dengan mengatakan dalam intonasi tinggi-tinggi Prabowo yang disambut seruan ‘presiden’ secara serempak. Saat meneriakkan HBK, massa menyambut dengan kata DPR RI .

Pathul mengutarakan sebagai pelayan partai, diamanahkan oleh HBK agar masyarakat Loteng menentukan pilihan dengan benar .

“Memilih pemimpin itu hukumnya wajib, bagaimana nanti kalau pemimpin itu tidak ada, mudah mudahan tidak salah pilih. Saya sendiri mendoakan agar Sudiwangse, HBK dan Prabowo menang. Dan pada akhirnya nanti agar di ridhoi Alloh,” tutup Pathul Bahri .

Selanjutnya dalam orasinya HBK mendoakan agar Pathul Bahri menjadi Bupati Lombok Tengah di Pemilihan Bupati ( Pilbup ) tahun 2020 mendatang .

HBK kemudian memperkenalkan diri dan termasuk posisinya di Gerindra. HBK juga mengatakan dirinya mencalonkan sebagai caleg DPR RI No urut 1 dapil Lombok atas perintah langsung dari Prabowo Subianto.

HBK juga menerangkan latar belakang awal perkenalannya dengan Prabowo 25 tahun yang lalu yakni saat baru pulang dari tugas belajar di luar negeri.

“Setelah itu saya menjadi sekretaris Prabowo selama 4 tahun saat beliau menjadi Danjen Kopassus, ” ucap HBK sembari mengatakan kisah – kisah nya saat bersama Prabowo.

HBK juga minta doa dan restu nya agar menjadi legislator yang mewakili dapil Lombok. Jika itu terjadi, maka masyarakat pulau Lombok akan memiliki wakil rakyat yang punya akses langsung dengan presiden RI jika Prabowo ditakdirkan memenangkan Pilpres 2019.

“Supaya apa yg saya rebut nanti di gedung parlemen bisa saya salurkan di masyarakat Lombok , maka Lalu Sudiwangse menjadi jembatannya dan saya minta agar Pak Sudiwangse disukseskan selain Pak Prabowo,” lanjut HBK .

Terakhir HBK menegaskan, dirinya bukan orang luar karena sekarang telah memiliki rumah dan tinggal di Lombok sejak 6 bulan lalu.

Me




Wagub NTB; Keluarga Support Terbaik Perempuan dalam Karir

Wagub minta, perempun jangan pernah merasa kecil dan berbeda, jangan minta untuk diperlakukan lebih atau istimewa. Jika kita sudah melakukan itu semua, tidak akan ada yang menghambat kita untuk mencapai apa yang kita mau

MATARAM.lombokjournal.com —  Posisi perempuan tidak berada di bawah, melainkan sejajar dengan laki-laki, hanya saja memiliki porsi yang berbeda.

Keluarga merupakan support terbaik dalam karir, karena perempuan harus membangun kesepahaman dan komunikasi yang jelas di dalam keluarganya.

“Posisi karir kita itu memang penting untuk keluarga, bukan dari sisi materinya tetapi eksistensinya, manfaatnya, itu sangat penting,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat,  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, saat membuka Acara Seminar Hari Perempuan Internasional, di Hotel Lombok Astoria (08/03).

Dalam Seminar dengan tema Balance For Better ini, Ummi Rohmi menyampaikan, perempuan harus menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu dan profesional di dunia kerja.

Perempuan juga akan mendapatkan hasil yang baik ketika bekerja, karena perempuan adalah sosok yang sabar, melihat sesuatu secara komperhensif, lebih detail dan tidak melakukan sesuatu dengan setengah-setengah.

Seorang engineers sendiri memiliki cara berpikir yang sistematis, jadi untuk mencapai goals harus melalui tahap-tahap yang jelas dan hal tersebut memiliki manfaat yang besar.

“Jadi mohon, jangan pernah merasa kecil dan berbeda, jangan minta untuk diperlakukan lebih atau istimewa. Jika kita sudah melakukan itu semua, tidak akan ada yang menghambat kita untuk mencapai apa yang kita mau,” pintanya.

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi juga mengarahkan Society of Women Engineers untuk terus aktif dan berkarier, dalam arti sukses rumah tangga dan pekerjaan. Sehingga ketika semuanya seimbang, kita memiliki kepuasan lahir bathin.

“Perempuan harus mempersiapkan diri untuk bisa bersaing karena akan semakin banyak perempuan yang memiliki kompetensi, yang menempati posisi yang baik, yang sukses secara karier dan keluarganya,” ujarnya.

Kita juga harus bisa menyeimbangkan diri, tambah ummi rohmi.

“Keseimbangan itu letaknya pada prinsip. Kalau kita punya komitmen, kedisiplinan, kerja keras pasti kita akan bisa atur waktu,” pungkasnya.

Fera F. Salsabila, S.T., M.T selaku ketua Society of Women Engineers (SWE) menjelaskan,  SWE adalah organisasi terbesar di internasional yang memiliki jumlah anggota 37.000 engineers dari seluruh dunia.

Visi Society of Women NTB adalah menjadikan sumber kekuatan dan menguatkan wanita dalam bidang teknik dan teknologi. Misinya, mendorong wanita untuk saling mendukung dalam karier sebagai insinyur, memotivasi wanita untuk memaksimalkan potensi diri dalam bidang teknik dan teknologi, memperluas pengetahuan dan meningkatkan kapasitas wanita insinyur.

“Insinyur perempuan sangat penting dalam bidang teknik dan teknologi, seperti hasil penelitian yang di lakukan oleh The Guardian bahwa 51% populasi wanita di Inggris hanya 8% yang bekerja sebagai insinyur profesional di bidang teknik, ini juga terjadi di Indonesia,” tuturnya.

Fera berharap semoga setelah kegiatan ini diadakan, akan banyak insinyur perempuan yang bergabung dan bersama-sama berupaya meningkatkan jumlah insinyur perempuan khususnya di Provinsi NTB.

Agar dapat meningkatkan minat anak perempuan untuk terjun ke dunia keteknikan.

AYA

 




Gubernur Disambut Tari  Panjibrahme Masyarakat Hindu di Poto Tano

Gubernur menawarkan beasiswa Kuliah di UTS kepada 50 orang anak-anak Hindu hingga selesai

KSB.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ke Desa Kokarlian itu disambut meriah dan penuh kehangatan olrh umat Hindu di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.. Bahkan tarian khas tradisi umat Hindu, Panjibrahme menyambut kehadiran gubernur dan rombongan.

Dalam lawatannya ke KSB hari Jum’at (08/03), Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, didampingi Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. W. Musyafirin dan sejumlah kepala OPD Provinsi NTB, menyempatkan diri menyapa umat Hindu di Kecamatan Poto Tano.

Gubernur menegaskan,  NTB ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki perasaan sama. Yaitu perasaan cinta dan kasih sayang tanpa melihat warna kulit, warna rambut, suku, agama dan adat istiadat.

“Untuk hidup tenang perlu mensyaratkan cinta pada sesama,” ungkap Gubernur Zul .

Dijelaskannya, kita boleh punya keyakinan yang berbeda, punya agama dan suku yang berbeda. Namun rasa cinta itu menjadi modal sosial untuk menghilangkan politik identitas.

Sehingga, NTB benar-benar nyaman untuk semua masyarakat. Serta menghilangkan perselisihan akibat hal-hal yang tidak penting.

Sebagai bentuk kecintaannya kepada masyarakat Hindu, Gubernur kemudian menawarkan beasiswa Kuliah di UTS hingga selesai.

“Kalau ada 50 orang anak-anak Hindu yang ingin Kuliah di UTS, saya kasih beasiswa kuliah hingga selesai,” ungkapnya disambut tepuk tangan senang umat Hindu yang hadir.

Sebelumnya, Pergurus adat Umat Hindu Kokarlian, I Wayan Murta menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Gubernur NTB di desanya.

Ia mengaku bangga dengan rasa mengayomi Gubernur kepada semua masyarakat NTB tanpa mengenal suku dan agama.

“Sangat terima kasih, karena hari ini adalah hari bersejarah bagi kami. Ini pertama kali orang nomor satu di NTB ini bisa hadir di Desa kami,” kata I Wayan Murta

Selama ini katanya, umat Hindu desa tersebut sangat puas dengan bantuan pemerintah, terutama membantu pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa tahun lalu.

Ia juga melaporkan, umat Hindu di Desa Kokarlian berjumlah sekitar 300 KK. Mereka ini katanya hidup berdampingan dan damai dengan umat lain.

“Kami diperlukan sama, ” tutur Murta

AYA

 




HBK Kampanyekan Pertanian Lewat Pagelaran Wayang

Hasil pertaniannya telah menjadi penyangga bagi daerah-daerah lain khususnya untuk padi, bawang merah  jagung dan produk-produk holtikultura lainnya

lombokjournal.com —

MATARAM —  Gelaran nonton bareng Wayang Sasak Lalu Nasib bersama HBK, putaran ke III Minggu ini, Sabtu (9/3), jam 20.00 WITA di Lapangan Desa Saba, Janapria, Kab. Lombok Tengah.

Kali ini akan mengangkat Thema Kembali Nyawah selain kampanye Pemilu 2019 damai dan bermartabat.

Menurut Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono atau yang akrab disapa HBK, pentas wayang kulit Sasak Lalu Nasib lebih mengedepankan tentang pertanian yang memberikan pesan dan spirit untuk kaum muda di desa agar kembali ke sawah.

“Pulau Lombok yang sebagian besar lahannya subur, pertanian masih menjadi Soko Guru untuk kemandirian pangan rakyat sekaligus menjadikan P. Lombok sebagai Lumbung Pangan Nasional,” kata HBK, Jumat (08/03).

Saat ini NTB, lanjut HBK hasil pertaniannya telah menjadi penyangga bagi daerah-daerah lain khususnya untuk padi, bawang merah  jagung dan produk-produk holtikultura lainnya.

“Ini tentu berkat kerja keras aparatur daerah maupun petani NTB untuk mempertahankan stok produksi pangan dan aneka holtikultura lainnya,” tambah HBK.

Guna mengapresiasi dan menggelorakan semangat Anak Muda Kembali Ke Sawah, ungkap HBK melalui pertunjukan pentas Wayang Sasak Lalu Nasib tentang pentingnya anak muda kembali ke sawah,  akan disampaikan melalui lakon dan dialog wayang agar pesannya mudah dipahami oleh masyarakat desa.

“Selain media hiburan dan silaturahmi, pentas wayang kulit di desa Saba-Janapria ini juga akan menyisipkan thema tentang Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat. Masyarakat diajak untuk menggunakan hak pilihnya, anti Money Politik dan tidak Golput,” tukas HBK.

Dihubungi secara terpisah, Ki Dalang Lalu Nasib mengatakan, pentas Wayang Kulit di Desa Saba-Janapria akan ramai ditonton warga karena masyarakat di kawasan tersebut adalah para penggemar Wayang.

Sehingga pesan HBK tentang pertanian dan Pemilu damai dan bermartabat akan mudah dipahami secara utuh oleh warga desa tersebut.

“Saya sudah menyiapkan lakon Wayang yang lain dari pada yang sudah-sudah, agar pesan HBK tentang pertanian dan Pemilu 2019 mengena di hati penonton”, ungkap Lalu Nasib.

Me




Hari Raya Nyepi, Meningkatkan Okupansi Hotel di Lombok

Wisatawan mancanegara (wisman) dari Bali biasanya memilih Pantai Senggigi dan Gili Trawangan sebagai tujuannya selama Nyepi

MATARAM.lombokjournal.com — Masa liburan Nyepi, pada Kamis (07/03) meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi kamar hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Ernanda Dewobroto mengatakan periode liburan Nyepi memang kerap mendorong tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi kamar hotel di Lombok.

Kata Ernanda, banyak wisatawan maupun masyarakat Bali yang tidak merayakan Nyepi memilih pindah ke Lombok sementara waktu.

“Kalau pas hari Nyepi, lumayan (okupansi) tapi masih lebih rendah dari tahun lalu,” katanya.

Ernanda menyebutkan rata-rata okupansi kamar hotel di Mataram saat Nyepi mencapai 50 persen atau sedikit lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 60 persen.

“Lumayan masa rata-rata menginap yang berkisar dua hari sampai tiga hari,” kata Ernanda

Ernanda menyampaikan, rata-rata tamu yang menginap di hotel di Kota Mataram selama masa Nyepi merupakan masyarakat Bali yang tidak merayakan Nyepi. Sementara untuk wisatawan mancanegara (wisman) dari Bali biasanya memilih Pantai Senggigi dan Gili Trawangan sebagai tujuannya selama Nyepi.

“Kalau di Kota (Mataram) biasanya warga Bali yang tidak merayakan Nyepi, kalau turis asing dari Bali itu di Senggigi dan Gili Trawangan,” tutur Ernanda

Ernanda menambahkan, parade ogoh-ogoh yang digelar begitu meriah di Kota Mataram sehari sebelum Nyepi, menjadi daya tarik bagi wisatawan yang diharapkan bisa mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata Lombok pascagempa.

AYA




Jumpa Bang ZuI Di KSB, Mendekatkan Masyarakat Dengan Pemimpinnya

Harapan akan kedekatan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah, namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun di tingkat pusat.

KSB.lombokjourna.com — Program Jumpa Bang Zul & Umi Rohmi (Jangzulmi), merupakan implementasi dari visi dan misi NTB Bersih dan Melyani, dengan akselerasi transformasi birokrasi yang bersih dan melayani.

Program yang terus gencar dilakukan Pemprov. NTB ini, Jum’at (08/03), menyasar Bumi Pariri Lema Bariri, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), bertempat di Halaman Kantor Bupati KSB.

Jangzulmi merupakan ruang komunikasi publik yang terbuka untuk seluruh masyarakat di NTB. Karena sejatinya kegiatan tersebut dihajatkan untuk mensosialisasikan program NTB Gemilang.

Lebih dari itu,  juga membuka ruang untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat NTB, khususnya masyarakat KSB yang menjadi tuan rumah, pekan ini.

Diawali senam pagi, Gubernur NTB Doktor Zul, bersama Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, didampingi sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, seluruh OPD lingkup Pemkab. KSB dan masyarakat antusias mengikuti acara Jangzulmi.

Bang Zul mengatakan, dialog Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini, berawal dari usul masyarakat. Karena sistem pemilu langsung yang menyebabkan adanya revolusi peningkatan harapan masyarakat, yang ingin permasalahan-permasalahannya bisa didengar langsung oleh pemimpin pilihannya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, harapan akan frekuensi kedekatan dengan masyarakat bisa ditingkatkan dengan mekanisme sistem yang lebih baik kedepan.

“Kalau masyarakat punya masalah bisa selesai disini, kenapa harus di kantor,” ujarnya.

Ia berharap dengan program ini, masyarakat di NTB bisa lebih dengan kepala daerahnya, dan pimpinan-pimpinan organisasi perangkat daerah yang ada.

“Mudah mudahan masyarakat bisa lebih dekat dengan kepala daerahnya dan pimpinan-pimpinan OPD yang ada,” harapnya.

Di hadapan masyarakat yang hadir, gubernur menambahkan harapan akan kedekatan dengan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah, namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun di tingkat pusat.

“Pemimpin harus konsisten mengunjungi masyakat, baik pada saat proses pemilihan untuk tetap mengunjungi masyarakat meski telah terpilih,” ingatnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur mengungkapkan kekagumannya dengan potensi KSB. Ia mengatakan tidak ada kabupaten lain di NTB yang prospek ekonominya seperti KSB, dengan investasi yang besar di Kabupaten tersebut.

Dijelaskan Doktor Zul, tugas pemerintah menghadapi investasi besar, meng-upgrade SDM masyarakat, agar jadi tuan di rumahnya sendiri.

“Jangan sampai investasi banyak tapi berada di luar pagar,” tandasnya.

Kedepan masyarakat dan Pemkab KSB harus duduk bersama, membahas terkait kemajuan kemajuan pembangunan yang telah dan akan dilakukan di KSB. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati bersama- sama kemajuan yang ada.

Gubernur mengingatkan Pemkab, masyarakat dan investor harus punya mental win-win, agar mendatangkan kemanfatan bersama, antara perintah, investor dan masyarakat.

“Itulah sebabnya kenapa pemerintah melakukan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, tujuan untuk meningkatkan sumberdaya anak-anak muda NTB. agar jadi anak-anak handal banhkan menjadi investor besar di masa akan dating,”, pungkasnya.

Sebelumya, Bupati KSB dalam pengantarnya mengatakan, Kegiatan Jangzulmi adalah kesempatan terbaik bagi masyarajat untuk menyampaikan unek unek, apabila ada perlakuan yang masih kurang adil dari pemkab.

“Laporkan saja kepada beliau, gak apa,” pintanya.

Musyafirin mengatakan, apapun masalahnya jika kita kerjakan bersama akan terasa ringan. Terutama masalah penanganan rehab pasca gempa yang dapat diselesaikan dengan baik di KSB.

Dilaporkan bupati, saat ini KSB salah satu daerah di Indonesia berstatus bebas buang air besar sembarangan.

Dalam kesempatan itu, bupati berharap sinergi antar Provinsi dan kabupaten KSB terus ditingkatkan. Baik dalam pembangunan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi.

“Kebersamaan itu sebagai dorongan semangat dan tekat bersama menuju NTB Gemilang dimasa akan datang”, ujarnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat masyarakat KSB sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung gubernur.  Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respon cepat dari pemerintah.

Sebagian pertanyaan yang disampaikan dijawap langsung oleh gubernur dan kepala OPD terkait.

Mulai dari masalah infrastruktur, irigasi, masalah tambang, masalah rencana pembangunan Smelter oleh PT AMMAN di KSB, masalah ketenaga kerjaan dan pengiriman siswa ke luar negeri.

Dari semua permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, sebagian ada yang dalam tahap perencanaan untuk pengerjaan.

AYA




Gubernur Zul; Kemajuan KSB  Harus Diiringi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri dapat dimanfaatkan para pemuda KSB,  mendukung peningkatan SDM

KSB.lombokjournal.com —  Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah didampingi Bupati KSB,  Dr. H. W.  Musyafirin menyampaikan harapannya terhadap kemajuan KSB, mengingat potensi ekonomi di KSB yang dikenal Pariri Lema Bariri ini cukup besar.

Gubernur Zul menyampaikan itu usai sholat Jum’at di Masjid Besar Nurul Ikhsan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat,  Jum’at (08/03).

“Lima tahun lagi,  kita akan melihat KSB yang beda dengan saat ini. Tentunya akan mengalami kemajuan,” jelas Gubernur di hadapan ratusan masyarakat Jereweh.

Kemajuan KSB  lanjut Doktor Zul, tentu harus diiringi dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia. Ketika kemajuan itu datang,  maka bisa langsung terlibat dan tidak menjadi penonton.

“Sekarang kita sudah membuka pendaftaran untuk beasiswa ke luar negeri,” kata Doktor Zul.

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda KSB.  Hal ini akan mendukung peningkatan kapasitas SDM saat menghadapi kemajuan-kemajuan di KSB dan di NTB di masa depan.

Gebernur  menitip pesan kepada masyarakat Jereweh untuk menghadapi Pemilu 17 April 2019 mendatang dengan penuh kegembiraan.

“Jangan sampai beda pilihan, beda partai menyebabkan suami istri bercera,” Ungkapnya.

Pemilu yang akan datang ini harus disambut layaknya sebuah pesta. Yang namanya pesta jelas Gubernur harus dilaksanakan dengan penuh suka cita.

Satu sama lain saling merangkul dan tidak menebar kebencian. Sehingga,  pesta demokrasi tersebut benar benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak lupa juga,  Gubernur menyampaikan kegembiraannya bertemu dan bersilaturrahim dengan masyarakat Jereweh.

“Sekarang saya bisa hadir bersama pimpinan-pimpinan OPD, semoga banyak hal yang bisa diselesaikan,” kata Gubernur.

AYA




Peringati Hari Perempuan, KOHATI Mataram Gelar Dialog Melawan HIV-AIDS

KOHATI akan mengambil peran dalam pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com —

Korps HMIwati (KOHATI) Cabang Mataram menggelar Dialog Publik dengan tema “Hidup Sehat Bersama KOHATI dan Perempuan NTB Melawan HIV-AIDS”.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at (08/03) di Aula Sangkareang itu untuk memperingati Hari Perempuan Internasional,

.Acara tersebut diikuti oleh anggota HMI se-Cabang Mataram, perwakilan OKP (Organisasi Kemahasiswaan Kepemudaan) dan OSIS se-Kota Mataram.

Hadir pula beberapa alumni HMI seperti Didi Sumardi (ketua DPRD Kota Mataram), Andayani (Komisioner KPID NTB), dan lain-lain. Materi diskusi disampaikan oleh Niken Septarini (Ketua PKK NTB) dan dr Hermanto (Sekretaris KPAD NTB)

Permasalahan HIV AIDS menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, HIV/ AIDS telah dilaporkan keberadaannya oleh 433 (84,2%) dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

“Saya rasa tema diskusi yang diusung KOHATI pagi ini sangat tepat, mengingat semakin banyaknya pengidap HIV AIDS di dunia,, kata Andi Kurniawan ketua umum HMI Cabang Mataram.

Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa).

Dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

Provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757).

“Seorang ibu merupakan madrasah utama bagi setiap anak,” ungkap Nurul Huda ketua umum KOHATI dalam sambutannya.

Ia mengatakan, momentum ini merupakan bukti nyata KOHATI terlibat aktif dalam upaya mencerdaskan perempuan bangsa, yang hal itu merupakan spirit terbentuknya KOHATI. KOHATI akan mengambil peran dalam pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Mataram.

Selain dialog publik, ada beberapa agenda lain yang dilakukan KOHATI Cabang Mataram dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, diantaranya gerakan seribu nasiuntuk warga kurang mampu.

“Minggu pagi besok kita juga akan mengadakan kampanye tolak HIV AIDS di arena car free day Udayana,” ungkap Depanda ketua bidang eksternal KOHATI.

BACA JUGA ;

Penderita HIV Aids Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Didi Sumardi berharap agar masyarakat meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap sesama, sehingga akan terwujud sebuah bangsa yang sejahtera.

AYA




Penderita HIV Aids Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

HIV Aids ini juga banyak menyerang remaja di usia produktif di kisaran umur 20-24 Tahun

MATARAM.lombokjournal.com —  Kasus HIV Aids masih menjadi Ancaman di NTB. Dari tahun 2002 hingga Maret 2019 ini, jumlah pengidap HIV/AID sebanyak 1.648 Orang (kasus Komulatif).

Sekertaris Komisi penanggulangan Aids Daerah (KPAD) NTB, Dr.Suhermanto menyatakan,  hingga Maret ini jumlah Penderita penyakit HIV Aids menyebar di seluruh Kabupaten/Kota NTB.

“Mataram merupakan kota yang paling banyak, disusul Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Kota Bima,” ujarnya, Jumat (08/03).

Dikatakan Suhermanto, dari sekian banyak jumlah penderita HIV Aids ibu rumah tanggalah yang  paling banyak.

“Rata-rata ibu rumah tangga, mungkin karena suaminya sering gonta ganti pasangan  jika sedang di luar rumah atau daerah,” cetusnya

Selain itu, HIV Aids ini juga banyak menyerang remaja di usia produktif di kisaran umur 20-24 Tahun.

Dari jumlah 1.648 tersebut yang positif HIV sebanyak 743 orang dan Aids sebanyak 905 orang.

“Jika dirincikan, IRT/PRT sebanyak 325 orang, WPS 82 Orang, TKI/eks TKI 89 orang, tidak bekerja sebanyak 260 orang, wiraswasta 372 orang, PNS/Honor 69 orang TNI/Polri 30 orang, penyebabnya hubungan hetroseksual dan homoseksua,” tegasnya.

BACA JUGA ; Peringati Hari Prempuan, KOHATI Cabang Mataram Gelar Dialog Lawan HIV/AID

Ia tidak menampik jika kemungkinan Jumlah itu akan bertambah. Pihaknya akan terus melakukan pengecekan.

AYA




Perubahan Perda, Untuk Rampungkan Merger BPR NTB

Perda 10 tahun 2016 dirasa tidak dapat berjalan sesuai harapan, sehingga Pemprov merubahnya dengan Perda baru dengan harapan proses merger BPR dapat segera selesai

MATARAM.lombokjournal.com — Proses merger 8 PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB menjadi PT. Bank BPR NTB, yang dilakukan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) NTB sempat tertunda. Namun kini ditargetkan akhir 2020 mendatang telah selesai dan PT BPR bisa berjalan.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H Wirajaya Kusuma, mengatakan, pelaksaan merger BPR ini sudah dalam tahapan menyiapkan tim konsolidasi.

Tim ini yang akan mengkonsolidasikan proses merger BPR. Hal tersebut telah dicanangkan pada 2016 lalu, sesuai dengan Peraturan Daerah 10 tahun 2016 untuk proses penggabungan dan perubahan badan hukuman maksimal 1 tahun.

Namun hingga kini belum dapat terlaksana, sehingga dengan perubahan perda kali ini bisa selesai tahun ini.

“Kita harapkan ini dalam tahun ini tuntas semua. Dan tahun 2020 sudah beroperasi. Jadi dari aspek regulasi maupun IT dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Wirajaya,

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang cukup substantif akan diubah dalam Perda Merger BPR yang lama. Di antaranya, mengenai pengelolaan BPR. Ada persyaratan-persyaratan mengenai pengurus BPR, baik Direksi maupun Komisaris sesuai Permendagri.

Kemudian mengenai dividen juga akan disesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi. Ia mengatakan, tidak banyak yang diubah dalam revisi Perda Merger BPR tersebut.

“Saya harapkan kesiapan ini, sehingga seiring dengan nanti pembahasan aspek legalnya perda-nya. Dan ada beberapa item yang dilakukan perubahan,” terangnya.

Menurutnya dengan Perda 10 tahun 2016 lalu dirasa tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan. Sehingga kali ini Pemprov merubahnya dengan Perda baru yang harapannya proses merger BPR kali ini dapat segera selesai.

Meskipun untuk berubah PD BPR ke PT BPR membutuhkan proses yang panjang.

“Makanya ada konsolidasi itu, kalau dia di amat perda 10 tahun 2016 itu dia batas maksimal satu tahun, tapi itu kan sulit sekarang saja tidak bisa. Jadi itu perdanya mau dirubah, beberapa ikon yang mengaturnya,” ungkapnya.

Dikatakannya revisi perda Merger BPR merupakan salah satu item proses konsolidasi tersebut.

Secara paralel, proses konsolidasi itu sedang berjalan. Misalnya, pihaknya memastikan IT BPR se – NTB benar-benar siap jelang penggabungan menjadi PT.

‘’Sehingga pada saat digabung itu kita sudah siap. Proses konsolidasi ini sedang berjalan. Kalau mengenai perda, salah satu item yang kita persiapkan,” katanya.

Ia menambahkan Raperda tentang merger PD. BPR NTB belum dimasukkan ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD NTB.

Saat ini masih dilakukan pengkajian dengan tim ahli. Setelah naskah akademis Raperda merger BPR siap. Baru kemudian Pemprov akan menggelar pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tujuannya untuk meminta masukan, saran dan pendapat mengenai draf Raperda merger BPR tersebut.

“Begitu kita anggap siap dan konsultasi dengan Biro Hukum, kemudian dimasukkan nanti ke DPRD,” tegasnya.

AYA