Presiden RI Joko Widodo Ke NTB Hari Jum’at

Seperti biasa Presiden selalu ingin mengkroscek proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berlangsung di Provinsi NTB pasca gempa

MATARAM.lombokjournal.com —  -Rencana kunjungan kerja Presiden RI ke NTB  pada Jum’at mendatang, pihak Pemerintah Provinsi melakukan persiapan-persiapan. .

” Hari Juma’t pak presiden akan take off dari Jakarta  jam 7, sampai di Bandara Lombok jam 9 langsung menuju ke beberapa titik di wilayah Mataram yakni di wilayah Gerimak, Pengempel. Kemudian memberikan proses penciran dana di gedung Hakka yang akan dihadiri sekitar 2000 ribu orang,”  jelas  Plt Karo Humas dan protocol, Najamudin Rabu ( 20/03).

Najam menyatakan, kunjungan presiden sampai dengan hari Jum’at, dan kemudian presiden akan langsung menuju ke Denpasar.

“Presiden hanya setengah hari saja di NTB,” ujarnya

Ia pun menyampaikan kesiapan dari Pemerintah Provinsi untuk menyambut kedatangan Presiden yakni  Pemprov sudah melakukan koordinasi Dengan Korem 162 wira bhakti.

“Pihak pemprov sudah melakukan kordinasi sejak tadi malam dan pada pukul 16.00 Wita  nanti akan diadakan rapat koordinasi tentang persiapan kedatangan presiden ke Lombok.” terangnya

Selain itu pihak Pemprov dan Korem juga menggelar Rakor Wilayah yang digelar untuk mempersiapkan kedatangan tamu VVIP seperti RI 1 dan RI 2.

Rakol Wil ini akan dipimpin oleh Sekda NTB yang bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur. Setelah itu juga akan diadakan rapat pengamanan yang akan dilakukan pukul 4 sore nanti sampai dengan jam 8 malam.

“Nanti kita akan melaksanakan rapat secara maraton dari sore sampai dengan selesai Isya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi NTB pada saat kedatangan presiden nanti dalam keadaan kondusif, aman dan kita akan memberikan pelayanan yg terbaik untuk kedatangan presiden diLombok,”jelas Najam.

Najam menambahkan jika kedatangan presiden ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan presiden sebelumnya.

Seperti biasa Presiden selalu ingin mengkroscek proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berlangsung di Provinsi NTB pasca gempa.

“Jadi saya pikir tujuan utama dari kehadiran beliau di NTB selain untuk meninjau lokasi tahap rekonstruksi, juga akan melakukan pencarian dana bantuan gempa dan juga ingin melihat secara langsung lokasi yang paling memungkinkan,” katanya.

AYA

 




Produk UMKM Di I-Shop Banyak Diminati

Hingga Januari 2019 kemarin, jumlah UMKM pelaku yang sudah memasarkan produknya pada aplikasi tersebut masih sangat minim, yaitu hanya 53 usaha

MATARAM.lombokjournal.com —  Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya di e-comers milik Dinas Perdagangan Provinis Nusa Tenggara  Barat (NTB) I- shop, masih sangat terbatas.

Meskin demikian keberadaan aplikasi tersebut sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dan juga luar negeri.

“I shop itu kan hanya sebagai portalnya untuk gerai promosi UMKM, seperti niatnya awalnya pemerintah hadir menjaga mereka,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani

Selly menjelskan pemerintah hadir untuk menjaga para pelaku usaha di NTB tidak tertipu oleh segelintir orang. Dengan adanya gerai yang menjadi portal online ini, setiap konsumen pada melihat berbagai produk-produk UMKM di I-Shop.

Selain itu mereka dapat membeli langsung ke pelaku usahanya, hal ini merupakan bentuk bantuan promosi yang dilakukan pemerintah.

“Buktinya sekarang sudah ada UMKM yang masuk seperti pak awidi itu lancar ekspornya dan faturahman. Mereka melihatnya dari I-shop,” terangnya.

Selly menyebutkan saat ini jumlah produk UMKM yang sudah masuk I-shop ada sekitar 600 jenis produk, dan paling didominasi oleh kerjain tangan.

Namun masih banyak UMKM belum dapat memasarkan produknya di I-Shop, kendati belum memenuhi standar,  mengingat selama ini dari sekian banyaknya UMKM minim kesadaran untuk memiliki standarisai dari produk mereka.

“UMKM-UMKM ini harus punya izin, label halal, PIRT dan pendukung lainnya yang memenuhi standarnya untuk bisa dipasarkan di I-shop,” katanya.

Untuk diketahui hingga Januari 2019 kemarin, jumlah UMKM pelaku yang sudah memasarkan produknya pada aplikasi tersebut masih sangat minim, yaitu hanya 53 usaha. Masih minimnya UMKM yang promosikan produknya melalui I-Shop dinilai karena belum memenuhi persyaratan.

Sementara itu, sosialisasi untuk saat ini belum dapat dilakukan. Kendati BP3ED Disdag provinsi NTB masih likuidasi, dimana pengembangan produk luar negeri, sehingga anggarannya belum dapat digelontorkan untuk pelatihan pada sejumlah UMKM.

“Sekarang masih direvisi anggaran karena BP3ED-nta di hapuskan kemarin jadi tidak ada pelatihan-pelatihan lagi,” tegasnya.

AYA.




HBK : Inovator Pertanian Di Lombok Harus Dapat Reward Dan Apresiasi

Dengan penghargaan dan apresiasi yang diberikan, diharapkan akan semakin banyak para petani yang mau berkreasi dan menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian

lombokjournal.com —

MATARAM — Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partrai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) mengatakan perlu ada apresiasi dan penghargaan untuk para inovator di sektor pertanian di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Inovator yang dimaksud HBK ialah para pemuda pedesaan dan kaum tani yang memiliki inovasi-inovasi dalam pengembangan pertanian di daerahnya.

HBK  mengungkapkan. di Narmada ia mendapat informasi ada petani yang sedang menguji coba menanam strawberry yang bibitnya diambil dari daerah Sembalun. Dan ternyata pohon strawbery tersebut bisa tumbuh dan berbuah sama seperti dengan yang ada di Sembalun.

” Ini adalah salah satu inovasi yang luar biasa, karena selama ini orang berpendapat bahwa strawbery hanya bisa tumbuh di Sembalun yang punya ketinggian tertentu,” katanya.

Menurut HBK, keinginan berinovasi yang awalnya hanya coba-coba saja dari petani tersebut, tentu dianggap hal yang biasa-bias saja bagi kebanyakan orang.

Namun, niat dan kemauan untuk bereksperimen dan menciptakan

inovasi seperti itulah yang sesungguhnya sangat dibutuhkan dalam pembangunan sektor pertanian Lombok ini.

Hal yang sama juga ditemukan HBK di Sembalun, Lombok Timur dimana masyarakat petani bisa memproduksi getah Ashitaba, tanaman asli Jepang yang hidup subur di Sembalun.

Juga bagaimana masyarakat di Sembalun, Lombok Timur serta beberapa daerah lainnya di Lombok Utara (KLU) yang berhasil memproduksi komoditi kopi khas Lombok.

“Pelopor-pelopor inovasi pertanian seperti ini yang harus kita dorong dan kembangkan, kemudian kita beri insentif berupa penghargaan dan apresiasi. Misalnya dengan menyekolahkan mereka atau mengirimkan mereka belajar ke daerah lain tentang sektor pertanian. Atau bahkan kita bawa dan kita sekolahkan ke luar negeri agar lebih maksimal dalam mengembangkan kemampuannya,” katanya, Rabu (20/03).

Ia mengatakan, dengan penghargaan dan apresiasi yang kita berikan, diharapkan akan semakin banyak para petani yang mau berkreasi dan menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian, dimulai dari hal-hal yang sederhana.

HBK yang juga adalah Caleg DPR-RI Nomor Urut-1 dari Partai Gerindra untuk Dapil NTB II/Pulau Lombok ini, yang sosoknya sangat mencuat dalam perhatian besarnya pada sektor pertanian secara umum di NTB.

Dalam setiap kunjungan lapangannya ke kantong-kantong pertanian di Pulau Lombok, HBK selalu menanamkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian ini.

Selain sebagai kekuatan utama dalam ketahanan pangan daerah, sektor pertanian juga sangat menjanjikan dilohat dari sisi ekonomi serta terciptanya peluang lapangan kerja.

HBK juga selalu mendorong agar para petani Pulau Lombok mulai melek teknologi agar lebih mudah bersaing di era global sekarang ini. Mulai dari masa produksi hingga pengolahan pasca produksi harus dibangun selaras dan memanfaatkan teknologi.

Bagi HBK, meski komoditi pertanian tanaman pangan di NTB seperti padi dan jagung sudah bisa dibilang surplus, namun komoditi lain yang potensial tetap harus dikembangkan lagi.

Sebab luas lahan potensial untuk komoditas itu belum maksimal dimanfaatkan. Karena itu pula, HBK juga terus mendorong Sembalun sebagai salah satu sentra produksi Bawang Putih Nasional ke depan.

“Seperti juga di Sembalun, kita ingin daerah lainnya di Pulau Lombok ini juga bisa menjadi pelopor untuk sentra pertanian, khususnya hortikultura. Pulau Lombok ini sangat kaya potensi hortikulturanya, dan akan sangat ironis kalau potensi yang ada ini kemudian tidak mampu mensejahterakan masyarakatnya,” paparnya.

Ia menegaskan, jika terpilih sebagai anggota DPR-RI nanti, penghargaan dan apresiasi untuk para inovator pertanian seperti ini juga akan terus didorong.

Me




Jalur Pendakian Rinjani Dibuka Bulan April

Semua jalur pendakian tidak  dapat sampai hingga ke Segeranak, mengingat kondisi jalur kesana setelah dilalukan survei masih sangat berbahaya untuk dilakukan pendakian

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, Gunung Rinjani sebagai asset wisata yang potensial  untuk menggaet wisatawan,  dalam waktu dekat jalur pendakian itu akan dibuka.

“Estimasi mulai dibuka kembali jalur pendakian di Gunung Rinjani pada April 2019, tetapi itu tergantung dari Dirjen, “ kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, Selasa  (19/3).

Ia mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan survei pada jalur pendakian yang aman dilewati.

Hal ini dilakukan dalam rangka melihat perkembangan keamanan jalur setelah pasca gempa pada Juli-Agustus 2018 lalu.

Semua team telah diturunkan untuk melakukan survei mulai dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dari bandung, kemudian BMKG dari TNI polri perwakilan tracking organizer (TO), guide, porter kemudian masyarakat untuk mengevaluasi.

“Hasil ini nanti baru dibahas oleh pusat dan dipetakan rencananya tanggal 28 Maret nanti. Kemudian hasil ini juga nanti akan kita laporkan ke pak Dirjen dan nanti ini yang buka pak Dirjen,” terangnya.

Diharapakanya, dari hasil diskusi yang diselenggarakan bisa ada kesepatakan antara pelaku pariwisata dan pemerintah, agar wisata TNGR dan lainnya harus berjalan, tetapi juga aman dan nyaman, sehingga tidak beresiko kecelakaan lagi.

“Itu yang kita harapkan, pertama pariwisata ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan terutama wisatawan asing,” ungkapnya.

Dijelasknya semua jalur pendakian tidak  dapat sampai hingga ke Segeranak. Mengingat kondisi jalur kesana masih sangat berbahaya untuk dilakukan pendakian, setelah dilalukan survei.

Namun pihaknya nantinya akan kembali mensurvei jalur-jalur pendakian yang memang dapat digunakan. Sementara ini jalur dari Aik Berik hanya dapat hingga puncak kondo saja.

“Kemudian untuk jalur sembalun itu juga tidak bisa sampai ke puncak rinjani karena retakan-retakan masih banyak dan sangat beresiko, mungkin perlu waktu menstabilkan,” jelasnya.

AYA

 




BNN NTB Ciduk Pengedar Sabu Jaringan Riau – Lombok

Pelaku menerima kiriman 5 (lima) bungkus plastik bening yang masing-masing plastik klip tersebut bersikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu

MATARAM.lombokjournal.com – Kasus narkotika jaringan Riau – Lombok berhasil diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Senin (18/03).

BNN mengamankan 430 Gram (bruto) narkotika jenis sabu dan 1 (satu) orang tersangka pria berinisial RD (umur 41 thn).

“Pria itu alamanya Dasan Puncang, Sari Barat,  Kelurahan Sandik Kecamatan. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, di Kantor J&T Express DP Taman Sari Jl. Raya Midang Belencong Gunung Sari Kab. Lombok Barat,” jelas Kepala BNN Provinsi, M Nurochman, Selasa (19/03)

Ia menjelaskan, kronologis kejadian penangkapan terjadi pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 sekira pukul 08.00 Wita.

Bidang Pemberantasan BNNP NTB menerima informasi dari masyarakat, akan adanya Narkotika Jenis sabu yang akan dikirim dari Riau menuju Mataram sejumlah 400 (empat ratus) gram.

Selanjutnya Bidang Pemberantasan BNNP NTB melakukan penyelidikan terhadap Alamat penerima dan menunggu pengambil barang.

Pada Hari Senin tanggal 18 Maret 2019, Pukul 13.27 Wita telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka RD oleh petugas BNNP NTB di TKP (Kantor J&T Express DP Taman Sari Jl. Raya Midang Belencong Gunung Sari Kab. Lombok Barat.

Saat itu RD mengambil barang paketan, dalam penguasaannya ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah Kotak yang dibungkus dengan dengan kertas kado motif bunga-bunga.

Kemudian setelah dibuka bungkusnya ditemukan didalamnya  bungkus karbon warna hitam yang kemudian di lakban menggunakan lakban warna hitam.

Setelah dibuka di dalamnya berisikan 5 (lima) bungkus plastik bening yang masing-masing plastik klip tersebut bersikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

Barang Bukti yang disita:

Narkotika

5 (lima) bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 430 gram

BB Non-Narkotika:

– 1 (satu) buah dompet warna Coklat yang berisi ktp dan sim;

– 2 (dua) unit Hand phone;

– 1 (satu) unit Motor Beat Putih Biru;

– Resi tanda terima barang.

Kini tersangka yang berhasil ditangkap telah diamankan BNN Provinsi NTB dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

AYA




Rencana Kontinjensi Dinilai Perlu untuk Pariwisata NTB di Daerah Rawan Bencana

Dengan rencana kontinjensi bencana yang dibuat maka risiko atau dampak bencana bisa diminimalisir dari sisi jumlah korban

lombokjournal.com —

MATARAM ;    Gempa bumi Minggu sore (17/3) yang menimbulkan dampak kerusakan cukup parah di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, dan longsor di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Lombok Utara, membuktikan bahwa daerah NTB memang rawan terjadi bencana alam.

Fakta tersebut tentu akan mendampak pada citra pariwisata NTB jika tidak dikelola dengan baik ke depan.

Selain upaya mitigasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminimalisir dampak bencana, rencana kontinjensi (contingency plan) dinilai sangat perlu dibuat terutama sebagai panduan teknis ketika bencana terjadi dan berdampak di suatu destinasi wisata.

“Rencana kontinjensi atau contingency plan ini harus mulai dibuat, untuk mendukung sektor pariwisata kita di NTB. Karena memang faktanya Indonesia berada di garis katulistiwa sekaligus dikelilingi cincin api atau ring of fire lempengan bumi, termasuk NTB ini,” kata Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30 Dapil NTB, H Irzani, Selasa ( 19/03)

Seperti diketahui longsor pasca gempa bumi Minggu sore (17/3) telah menelan tiga korban jiwa, di mana dua diantaranya adalah wisatawan WNA Malaysia yang tengah bersama rombongan berwisata di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara.

Irzani menyampaikan bela sungkawa untuk keluarga para korban, sekaligus mengapresiasi kinerja cepat tanggap dari Pemprov NTB bersama unsur terkait Korem 162/WB dan Polda NTB serta Kantor Pencarian dan Penyelamatan Mataram yang sudah bekerja maksimal dalam proses evakuasi dan penanganan para korban.

“Kami turut bela sungkawa untuk keluarga korban, dan kita juga apresiasi proses evakuasi yang cepat dan tepat,” katanya.

Ia menekankan, bencana alam terutama gempa bumi merupakan sebuah gejala alam yang sulit diprediksi kapan terjadinya dan bagaimana dampaknya.

Oleh karena itu, papar Irzani yang mulai  populer dengan sebutan  Batik Ijo, upaya mitigasi yang harus diperkuat dan terus disosialisasikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, dengan rencana kontinjensi bencana yang dibuat maka risiko atau dampak bencana bisa diminimalisir dari sisi jumlah korban.

Dengan rencana kontinjensi bencana itu pula, maka setiap destinasi wisata akan memiliki acuan teknis atau SOP dalam menangani dan mengelola situasi di saat bencana alam terjadi.

“Yang sederhana misalnya, ketika ada gempa bumi terjadi maka kemana wisatawan harus berkumpul di titik yang aman di sekitar destinasi. Begitu pun dengan bencana lainnya seperti banjir atau longsor, apa yang pertama harus dilakukan untuk meminimalisir korban. Ini yang harus mulai dipikirkan, terutama oleh Pemda dan stakholders kepariwisatan di Kabupaten dan Kota yang notabene sebagai tuan rumah pemilik destinasi,” ungkap Irzani

Batik Ijo  mencontohkan, saat ini belum banyak destinasi wisata di Lombok dan NTB secara umum yang memasang tanda jalur evakuasi atau menentukan sebuah lokasi aman ketika bencana alam terjadi.

Selain soal tanda dan petunjuk yang dipasang di destinasi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga harus terus dilakukan dalam hal manajemen kebencanaan. Begitu pun dengan pemandu wisata dan pelaku wisata lainnya.

“Bencana alam ini kan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Tapi yang paling penting adalah kesiapan kita dalam mengelola bencana, mitigasi ini sangat diperlukan. Apalagi daerah kita ini destinasi wisata yang mulai mendunia,” tukasnya.

Menurutnya, rencana kontinjensi bencana ini bisa dimasukan dalam Perda Pariwisata di Kabupaten dan Kota pemilik destinasi wisata.

Sehingga selain mengatur tentang aturan industri pariwisata, pengembangan destinasi, dan lain sebagainya, Perda juga mengatur tentang rencana kontinjensi di destinasi wisata yang ada.

Sebab, papar Irzani, setiap destinasi wisata memiliki pesona dan daya tarik tersendiri sekaligus menyimpan potensi terdampak bencana yang berbeda-beda pula.

“Misalnya kawasan pantai itu rawan gelombang pasang, dan di perbukitan rawan longsor. Ini kan pendekatannya berbeda-beda dalam hal mitigasi bencana, ini yang harus terus ditingkatkan ke depan,” katanya.

Irzani juga berempati untuk masyarakat di sejumlah Desa di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur yang rumahnya rusak akibat gempa bumi Minggu (17/03) sore lalu.

Ia berharap masyarakat diberi ketabahan menghadapi cobaan musibah ini, dan bersabar karena pemerintah pasti akan membantu.

Apalagi masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018 masih terus berjalan hingga saat ini dengan sejumlah percepatan yang dilakukan.

“Kita harap masyarakat (korban gempa) bersabar, dan juga mengikuti arahan dan petunjuk teknis dari BNPB dan Pemerintah terkait pembangunan rumah tahan gempa (RTG) dalam rehab rekons ini. Sebab, memang harus dibangun itu RTG, sehingga ketika gempa terjadi lagi rumah tidak kembali rusak,” imbuhnya.

Terakhir Irzani  mengutarakan dalam nenghadapi bencana dan musibah ini agar tetap kompak, bahu membahu bersama seluruh kab/kota terutama pemerintah kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur.

Juga Pemda NTB utk secara aktif menanganinya secara bersama sama dengan penuh kesabaran dan tidak saling menyalahkan.

“Apalagi terhasut dengan berita berita Hoax yang tdk bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Batik Ijo.

Me




Nofian : Lobar Harus Miliki BPPD dan Perbanyak Event Pariwisata

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana terbatas,  ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk Novian yakin banyak pihak swasta yang akan membantu, juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata

Lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  — Politisi muda NTB Lalu Nofian Hadi mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Barat

ebagai kabupaten yang lebih dulu berkembang pariwisatanya, sangat disayangkan jika tidak ada badan khusus yang melakukan promosi.

“Pariwisata Lombok bahkan NTB awalnya berkembang dari Lobar, tapi kondisi saat ini sudah banyak saingan,” katanya, Selasa ( 19/03)

Lobar terlena dengan nama besar Senggigi. Padahal di era digital, promosi pariwisata tak hanya cukup mengandalkan nama besar.

Perlu ada tim khusus dan upaya khusus untuk mengenalkan destinasi itu. Lombok Barat juga memiliki destinasi lainnya yang tak kalah dengan Senggigi.

Nofian menyebut kawasan Sekotong, Buwun Mas, Pantai Mekaki. Selain itu Lombok Barat juga memiliki wisata alam pegunungan, sawah, hutan, dan wisata budaya. Seluruh kekayaan itulah yang harus aktif dipromosikan.

“Dinas pariwisata memiliki keterbatasan, karena itulah penting ada BPPD,”katanya.

Menurut caleg DPRD NTB dari PKS, Dapil Lobar-KLU nomor urut 11 ini, promosi pariwisata Lombok Barat selama ini hanya menjelang event.

Misalnya ketika ada Mekaki Marathon, ramai publikasi hingga media nasional. Tapi setelah event berakhir tak ada lagi upaya promosi. Sementara di saat bersamaan, di daerah lain terus aktif berpromosi.

“Akhirnya para wisatawan banyak mendapat informasi dari internet  dan lupa dengan Mekaki,” kata Nofian.

Nofian yang selama ini bergaul dengan anak-anak muda pecinta travelling mengatakan, promosi pariwisata yang terbatas membuat destinasi baru Lobar kurang dikenal.

Kalau pun ada destinasi baru yang dikenal, lebih dikenalkan oleh para netizen dan pecinta travelling. Nofian mencontohkan Batu Idung, Bukit Buwun Mas. Tempat itu menjadi perbincangan para netizen setelah ramai di media sosial.

“Saya amati yang mempromosikan itu para anak muda. Nah semangat anak muda ini yang perlu ditiru oleh BPPD nantinya,” ungkap Nofian.

Selama ini Lobar juga terlalu banyak berharap pada promosi dari pusat dan provinsi. Begitu juga dengan event-event pariwisata masih sangat kurang. Potensi pariwisata bahari di Sekotong belum digarap maksimal.

“Saya membayangkan setiap tahun di Sekotong itu ada Festival Sekotong. Menggabungkan kekayaan budaya Sekotong dan potensi lautnya. Sepertinya festival bahari,” tukasnya.

Event yang digelar Lombok Barat selama ini diapresiasi Nofian seperti Mekaki Marathon, Festival Senggigi, dan Perang Topat. Tapi event itu saja tidak cukup. Bersamaan dengan promosi destinasi pariwisata diikuti juga dengan event.

Sehingga wisatawan bisa lebih lama di Lombok Barat, selain menikmati keindahan alam mereka juga bisa ikut event.

“Seperti usulan saya Festival Sekotong. Selain wisatawan menikmati keindahan gili-gili dan bawah laut, jika ada event tentu mereka bisa lebih lama. Dan ini artinya juga mendorong tumbuhnya homestay, yang digerakkannoleh masyarakat lokal,” katanya.

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana, menurut Nofian ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk dia yakin banyak pihak swasta yang akan membantu. Begitu juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata.

“YANg aktif selama ini kan anak-anak muda, jadi sekarang tinggal buatkan mereka wadah. Sudah saatnya promosi wisata lobar dilakukan terukur dan profesional” tambah Nofian

Sementara itu untuk KLU, Nofian meminta agar Dinas Pariwisata KLU mengaktifkan kembali BPPD KLU. Rekonstruksi pasca gempa sangat terbantu jika ada yang fokus mempromosikan pariwisata. Bahwa pariwisata KLU sudah aman.

“Dulu pernah ada BPPD KLU, tapi saya amati beberapa tahun belakangan ini kurang aktif,” katanya.

BPPD KLU, BPPD Lombok Barat ini kelak bisa berkolaborasi bersama. Misalnya sama-sama mempromosikan pantai Senggigi dan pantai Malaka. Tidak menutup kemungkinan juga membuat event bersama.

” Sehabis Festival Senggigi bisa dilanjutkan dengan Festival Malaka,” kata Nofian menyebut nama desa di KLU yang memiliki garis pantai terpanjang.

Me

 




Wagub dan BNPB Bahas Percepatan Penanganan Pasca Gempa Lombok-Sumbawa

Progress pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa cukup bagus meski masih ada sebagian yang belum menerima bantuan, tapi secara keseluruhan cukup bagus

JAKARTA.lombokjournal.com —  Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi Lombok-Sumbawa terus kembali dibahas.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan BNPB Pusat membahas Penyiapan Usulan Tambahan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Rusak pasca gempa bumi Lombok-Sembawa,Senin, (18/03) 2019 di Ruang Serbaguna Lt. 15 Gedung Graha BNPB Jakarta.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Pemprov NTB beserta seluruh pemkab se-Provinsi NTB atas kerja kerasnya dalam menangani proses rehab rekon pasca gempa yang terjadi di NTB beberapa waktu yang lalu,” papar Dody Ruswandi, Sekretaris Utama BNPB saat memimpin rapat.

Dana bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah masyarakat yang terdampak gempa sebagian besar sudah ditransfer ke rekening penerima bantuan.

Untuk membantu proses perbaikan rumah rusak akibat gempa, BNPB melalui Kementerian Keuangan RI akan kembali memberikan dana stimulan sebesar Rp 1,6 triliun.

“Dokumen usulan penambahan bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa yang akan disampaikan ke Kementerian Keuangan RI ini harus sudah ada paling lambat 20 Maret 2019, supaya proses pencairannya dapat segera dilakukan,” jelas Dody.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, progress pembanguan rumah rusak masyarakat akibat gempa terus mengalami kemajuan. jumlah masyarakat yang menerima bantuan dan rumahnya telah terbangun juga makin banyak.

Diungkapkannya, progress pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa cukup bagus meski masih ada sebagian yang belum menerima bantuan.  Tapi secara keseluruhan sudah cukup bagus.

“Kami sampaikan terimakasih atas bantuan dari semua pihak khususnya pemerintah pusat dalam membantu mempercepat pembangunan rumah masyarakat NTB yang rusak akibat gempa,” ucap Wagub.

Wagub minta supaya tambahan dana stimulan yang nantinya akan diberikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa dapat cepat dicairkan ke masyarakat, dan kemudian digunakan membangun atau memperbaiki rumahnya yang rusak.

“Dengan tambahan dana stimulan nanti supaya segera dapat dipergunakan untuk membangun rumah masyarakat terdampak gempa khususnya yang mengalami rusak berat,” pinta wagub.

Hadir dalam rapat ini adalah Bupati/Walikota atau pejabat yang mewakili se Provinsi NTB beserta para pejabat tinggi di lingkungan BNPB Jakarta.

AYA/hms NTB




Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Longsor Akibat Gempa, 3 Orang Meninggal

Sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi

LOMBOK UTARA,lombokjournal.com — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor di air terjun Tiu Kelep Senaru Lombok Utara, Senin (18/03).

Longsor yang diakibatkan oleh guncangan gempa pada Minggu (17/03 dengan bermagnitudo 5,8 dan 5,4 tersebut, menelan 3 korban jiwa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menerangkan 3 korban tersebut merupakan 2 WNA asal Malaysia dan 1 WNI.

“Korban terakhir yang berhasil dievakuasi tadi pagi pukul 08.30 wita atas nama Lim Sae wah (56) wanita asal Malaysia. Sedangkan Tomy (14) WNI asal Senaru dan Tai sieu kim (56) WNA asal Malaysia berhasil dievakuasi kemarin. Ketiga korban dievakuasi dalam keadaan meninggal oleh tim SAR gabungan,” kata Nyoman.

Puluhan wisatawan mancanegara dan lokal berhasil dievakuasi dengan selamat usai kejadian tersebut. Sebanyak 14 orang WNA yang berhasil selamat antara lain lain Pang kim foo (56), Tancing (62), wong slu win (56), Teoh zehmg yei (20),  Phua poh guax (57), koks shao (60), Lim sai bang ( 56 ), Phang ten fan (56), Lim ching kau (62), Phu poh goot, Sheu peak can, How geoklan (56), Che lee iye dan Pi saiba.

Sedangkan 7 WNI asal Lombok atas nama Upik (6), Riska Tanwir (19), Reza Alfian (20), Kania Patiwi (20), Burit Antariksa (17), Lalu Arga Dimas( 18) dan Sumawi  (30). Seluruhnya dibawa menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Nyoman menambahkan, cuaca yang kurang bersahabat merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat melaksanakan proses evakuasi.

Minggu sore di lokasi hujan lebat, sehingga evakuasi harus dihentikan sementara untuk menghindari longsoran susulan dengan menyisakan 1 korban yang belum terevakuasi.

Pagi tadi baru bisa dilanjutkan kembali, dan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Lim Sae wah setelah batu besar yang menimpanya diangkat dengan cara penarikan menggunakan tali kernmantel yang diikatkan di batu tersebut.

”Selanjutnya korban terakhir dibawa menuju Rumah Sakit Provinsi NTB,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya pukul 16.40 wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan dari Faisal dari TNGR Prov. NTB,  ada puluhan wisatawan tertimpa dan terjebak longsor di air terjun Tiu Kelep.

Usai terima laporan, sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi.

Dari berbagai unsur juga ikut terlibat antara lain dari TNI, Kepolisian dan instansi/potensi terkait lainnya serta masyarakat setempat.

AYA




Mensos RI Kunjungi Korban Gempa Di Lombok Timur

Pemerintah pusat memberikan bantuan tahap pertama senilai 740 juta dalam bentuk barang kebutuhan seperti makanan siap saji, selimut, kasur, terpal dan lainnya

Gubernur Zulkieflimansyah

LOTIM.lombokjournal.com —  Menteri sosial republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita beserta rombongan, hari Senin (18/03), mengnjngi lokasi terparah akibat gempa, di Kecamatan Montong Gading, Pringgejurang, Lombok Timur, NTB.

Kedatangan Mensos beserta rombongan, disambut hangat oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Di Kecamatan Montong gading, Menteri Sosial dan Gubernur NTB meninjau kondisi masyarakat Yyang terdampak gempa, dengan mendatangi tenda-tenda korban bencana gempa dan menyerap harapan serta keinginan mereka.

Dalam kesempatan itu, Menteri sosial menegaskan komitmennya untuk terus memastikan masyarakat NTB korban bencana gempa tidak kekurangan sesustu pun.

“Kami dari pemerintah pusat takkan meninggalkan saudara semua,” tegas Menteri.

Sejalan dengan itu, orang nomor satu di NTB memberikan apresiasi atas besarnya perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap nasib masyarakat di NTB.

“Kami atas nama daerah mengucapkan terima kasih kepada pak menteri atas responnya yang begitu cepat dalam memberikan perhatian kepada masyarakat NTB,” ujarnya.

Pemerintah pusat memberikan bantuan tahap pertama senilai 740 juta dalam bentuk barang kebutuhan seperti makanan siap saji, selimut, kasur, terpal dan lainnya.

Pernyataan dan perhatian dari mensos dan rombongan, disambut antusias oleh warga Montong Gading saat itu.

Hal ini terungkap Dalam wawancara dengan camat Montong Gading H. Suwardi, yang berharap bantuan akan segera cair.

“Harapan saya semoga bantuan tersebut bisa cepat dinikmati warga terutama yang merupakan kebutuhan pokok dan mendesak saat ini,” harapnya.

AYA