Silaturrahmi Gubernur Dengan Tokoh Masyarakat

Berkat tokoh masyarakat, toko agama dan seluruh stakeholders, juga karena sering berkumpul bersama, sering berdialog,  alhamdulillah NTB Tetap sejuk, tambah gubernur

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah  mengadakan silaturahmi dengan para komponen masyarakat  pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah Tahun 2019,  di Pendopo Gubernur NTB, Mataram,  Senin (22/04) 2019 malam.

Silaturahmi ini dihadiri oleh para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita se-NTB dan para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKDP) Provinsi NTB.

Hadir pula sejumlah Rektor dan akademisi, para Ketua Partai Politik atau yang mewakili, para Pimpinan Pondok Pesantren, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara silaturahmi ini juga diisi dengan doa bersama, dan pembacaan puisi serta pesan damai.

Gubernur menyampaikan pandangannya tentang Pemilu serentak yang baru saja selesai dilakukan beberapa hari lalu.

Pilpres dan Pemilu Legislatif

Menurutnya, belum pernah dalam sejarah kita berbangsa melakukan pemilihan seperti pemilu kemarin. Baru pertama kali, berlangsung Pemilihan Presiden bersamaan dengan Pemilihan anggota Legislatif.

“Bahkan dari berbagai desa dan kecamatan memberi masukan. Banyak warga yang tidak kenal calon legislatif yang akan dipilih. Akhirnya memilih hanya karena fotonya begitu menarik,” jelas Gubernur

Mungkin ini juga akan menjadi kenangan kita.

“Dan saya kira 5 tahun yang akan datang belum tentu proses demokrasinya seperti sekarang,” lanjutnya

Gubernur menceritakan sebuah buku tentang “21 Pelajaran di Abad ke-21” yang bercerita tentang  revolusi teknologi dan bioteknologi.

“Karena sekarang dengan algoritma dan big data yang terintergrasi dengan bioteknologi, ke depannya akan membuat kehidupan manusia sangat berbeda. Mulai dari bidang kesehatan, teknologi informasi hingga kepemiluan,” terang Gubernur Zul

Gubernur juga menceritakan hubungannya yang sangat dekat secara emosional dengan seluruh paslon Capres-Cawapres peserta Pemilu.

“Saya sama Pak Jokowi itu kenal sejak beliau jadi Walikota Solo. Jadi kalau beliau sedang di Jakarta beliau numpang mobil saya. Kami juga sering duduk bersama dan ketemu di rumahnya berdialog tentang ekonomi dan sebagainya. Sedangkan Pak Ma’ruf Amin ini dulu, semasa jadi aktivis di kampus hingga Anggota DPR, sering meminta nasehat dari beliau,” ucap Gubernur

Begitupun dengan Prabowo, gubernur sangat dekat, Juga Sandiaga Uno yang sering  bersamanya, bahkan liburan bersama, satu teman main, satu teman pergaulan.

Gubernur menjelaskan, dirinya sangat berhati-hati dalam bersikap, dan memilih sebisa mungkin tidak sampai melukai salah satu paslon di Pemilu ini.

“Saya khawatir sekali melukai perasaan salah satunya, karena kadang-kadang mudah kita berbicara, menulis status, pidato dan lain sebagainya. Tapi kalau kata-kata kita tidak terkontrol luka batin itu susah disembuhkan,” jelas gubernur.

Gubernur menyinggung fenomena sosial media di masyarakat NTB.

“Ketika saya diundang POLRI khusus melihat sosial media masyarakat NTB, saya geleng-geleng kepala. NTB ini walaupun kecil provinsinya, pengguna media sosialnya luar biasa besar,” kata gubernur.

Berkat tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh stakeholders, juga karena sering berkumpul bersama, sering berdialog,  Alhamdulillah NTB Tetap sejuk, tambah gubernur.

Gubernur berpesan agar masyarakat tetap senantiasa bersatu walau berbeda pilihan.

“Pilihan boleh berbeda, tapi mudah-mudahan tidak membuat modal sosial kita terkuras habis. Kita boleh berbeda, namun dengan duduk bersama mudah-mudahan hati kita semakin dekat, kita bisa tersenyum, saling berjabat tangan dan bersilaturahmi sesungguhnya,” katanya.

AYA/Humas Prov NTB




Gubernur dan Wagub Tak Pernah Ucapkan Selamat Kepada Capres Tertentu

Masyarakat dihimbau menjaga ketenangan, ketenteraman, menghormati proses yang berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S. Sos., M. M menegaskan Gubernur dan Wagub tidak pernah menyampaikan ucapan selamat kepada calon presiden tertentu.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB  melalui Biro Humas dan Protokol mengecam berita bohong atau hoax tentang ucapan selama Gubernur Zul  yang beredar di media sosial beberapa hari ini.

Dalam berita Hoax melalui akun palsu FB Zulkieflimansyah itu, disebut gubernur memberikan ucapan selamat kepada salah satu Calon Presiden RI saat ini.

Gubernur dan Wagub jelasnya,  tetap menghormati proses yang sedang berjalan saat ini, sambil menunggu hasil rekap resmi KPU.

Sedangkan, akun yang berkembang  adalah akun palsu atau hoax yang tidak bisa dijadikan rujukan.

Karo Humas dan Protokol menjelaskan, akun resmi Pemprov NTB dan Gubernur adalah:

FACEBOOK ; 1. Bang Zul Zulkieflimansyah official. 2. Bang Zul Zulkieflimansyah. 3. Humas NTB Official

IG ; 1. zulkieflimansyah official. 2. humasntb official

Najamuddin menghimbau kepada masyarakat, menjaga ketenangan, ketenteraman, menghormati proses yang berlangsung.

Gubernur dan Wagub saat ini lanjutnya, terus menjalankan tugas, memberikan pelayanan kepada masyararakat sebaik-baiknya.

AYA/Humas NTB




Menunggu Hasil Akhir KPU

Pemilu merupakan  proses demokrasi jadi harus mengedepankan persaudaraan dan kesatuan

MATARAM.lombokjournal.com — Pelaksanaan Pilpres dan anggota DPR RI,DPD ,DPR Kab/kota Sudah dilaksanakan 17 April lalu, mengisahkan banyak cerita yakni adanya berita-berita hoax yang banyak terjadi.

Hal itulah yang mendorong Wakil Gubermur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalilah menghimbau kepada seluruh masyarakat Agar menunggu hasil akhir dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita melaksanakn pemilu yang luar biasa, ada lima pilihan baru pertama kali kayaknya di dunia, di Indonesia berlangsung dengan aman”Ujar Rohmi Senin (22/4).

Wagub menegaskan, jika lebih baik menunggu hasil dari KPU agar tidak terjadi respon yang berlebihan. Karena pemilu merupakan  proses demokrasi jadi harus mengedepankan persaudaraan dan kesatuan ,

“Jangan sampai demokrasi yang harusnya bisa membantu kita untuk mewujudkan negara yang maju sejahtera justru memporakporandkan persatuan itu ” katanya.

AYA




Gubernur Motivasi Perempuan NTB Pada Inspiratif Expo Hari Kartini

Gubernur puji keberanian perempuan di NTB jarang ditemui di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan memotivasi seluruh hadirin pada kegiatan Inspiratif Expo bertema ‘Kartini’ yang diselenggarakan di Car Free Day, Mataram, Minggu (21/04) 2019.

Motivasi itu disampaikan khususnya kepada para perempuan NTB agar memiliki kepercayaan diri menatap masa kini.

Mengawali sambutannya, Gubernur menceritakan tentang perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan di Indonesia.

Menurut gubernur, Hari Kartini identik dengan hari merayakan perempuan dan Ibu-Ibu di Indonesia. Sebelum era kartini, menjadi perempuan adalah suatu beban di masyarakat.

“Setelah itu, dengan keberaniannya Kartini menyatakan bahwa perempuan setara dengan laki-laki pada umumnya. Sehingga harus diberi kesempatan juga untuk pengembangan diri dan pembangunan Indonesia.” jelas Gubernur

Gubernur Zul juga menceritakan tentang” The Third Wave” yang  menjadikan nama Alfin Toffler menjulang sebagai futurolog atau futuris.

“Alfin Toffler memprediksikan dinamika perkembangan perempuan menjadi tiga gelombang. Perempuan ideal Pada gelombang pertama adalah perempuan yang pintar memasak dan mencuci Karena pada masa itu adalah era pertanian. Wanita lebih banyak di rumah,” terang Gubernur

Selanjutnya dikatakan, perempuan ideal pada gelombang kedua yakni era industri adalah perempuan yang bekerja di kantor.

Kemudian, Gubernur menjelaskan, pada gelombang ketiga, khususnya pada era digital masa kini, perempuan ideal sudah mulai tidak lagi harus bekerja di kantor.

“Pada gelombang ketiga, ibu-ibu tidak lagi harus bekerja dikantor, perempuan – perempuan mulai menghangatkan rumah kembali. Mereka bisa bekerja di rumah dan belanja di rumah,” kata gubernur.

“Hakikatnya apapun masanya wanita dikenal dengan 3B (Beauty, Brain, dan Behavior). Saya kira para perempuan di NTB tidak hanya memiliki 3b tersebut namun mereka juga punya Brave,” ujar Gubernur diiringi tepuk tangan hadirin.

Gubernur puji keberanian perempuan di NTB jarang ditemui di Indonesia.

“Keberanian perempuan di NTB jarang kita temukan di Indonesia. Perempuan NTB adalah perempuan yang hebat. InshaAllah kita akan ‘purpose’ ke rekor MURI, jangan-jangan yang paling banyak memiliki Kepala Dinas dari perempuan adalah Provinsi NTB,” tambahnya

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengapresiasi para panitia dan peserta yang akan mengikuti lomba.

Hj. Niken mengajak hadirin untuk merayakan hari Kartini dengan bersyukur.

“Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan hari Kartini, hari ini adalah kelahiran hari pahlawan kita. Menjadi penting menghargai jasa beliau,” kata Hj Niken.

Kartini saat ini bukan lagi memperjuangkan persamaan hak utk belajar dan lain-lain, yang diperjuangkan sekarang adalah agar perempuan bisa mendapatkan akses untuk meningkatkan pendidikannya, meningkatkan kualitasnya sebagai perempuan saat ini, harap Hj. Niken

Acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari fashion show hingga lomba masak. Turut hadir, Furkopimda Provinsi NTB, para Kepala OPD Provinsi NTB, dan persatuan Dharma Wanita Provinsi NTB

AFF/HMAS Provinsi NTB




355 Pelaku UMKM NTB Ikuti Pelatihan GO DigitaI

Dengan memanfaatkan teknologi UMKM akan lebih produktif, yang berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran

MATARAM.lombokjournal.com —  Pelatihan capacity building menuju go digital,  diikuti 355 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-NTB diikuti Senin (22/04) 2019.

Kegiatan yang digagas Bank Indonesia Perwakilan NTB itu berlangsung di Hotel Lombok Raya, selama dua hari ke depan.

Mereka yang mengikuti pelatihan ini rata-rata sudah memiliki usaha yang sebagian besarnya bergerak di bidang kuliner, fashion dan kerajinan atau craft.

Pelatihan ini dimaksudkan meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM untuk memasarkan dan melakukan pembayaran produk UMKM mereka melalui teknologi digital.

Apalagi pengguna aktif internet di Indonesia ini mencapai 60 persen dari jumlah penduduk. Termasuk di NTB yang pengguna internetnya mencapai 80 persen.

Pada kegiatan yang mengambil tema “Mempersiapkan dan Mempercepat Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Gigital” itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Dajalillah menegaskan sudah saatnya UMKM NTB Go Digital.

Sebab, dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, UMKM akan lebih produktif. Sehingga, akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“PR kita adalah meningkatkan produktifitas,” ungkap Wagub Ummi Rohmi itu.

NTB ini lanjut Ummi Rohmi memiliki kekayaan yang luar biasa. Baik dari segi kerajinan, fashion, kuliner,  maupun UMKM lainnya. Sehingga, harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, kekayaan di NTB ini tidak dimiliki daerah lain, yang setiap kabupaten memiliki produk UMKM yang berbeda, layaknya NTB.

“Sebaik apapun produk kita,  sebaik apapun UMKM kita, tidak akan berarti apa-apa kalau tidak memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Dengan dunia yang sudah berada di genggaman ini kata Wagub, maka harus dijadikan peluang untuk melakukan hal-hal produktif.

“Tidak ada artinya, produk kita indah kalau kita hanya ribut-ribut di dalam daerah kita saja.  Kita harus mamanfaatkan hp kita untuk mempromosikan UMKM kita untuk skala nasional dan internasional,” jelasnya.

Untuk  itu, Wagub berharap seluruh pelaku UMKM itu dapat melakukan perencanaan dengan baik guna meningkatkan produktifitas UMKM.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE.,  M. Si, menjelaskan tidak semua UMKM mengikuti perkembangan zaman. Sampai saat ini katanya, sekitar 36% UMKM di Indonesia masih offline atau tidak menggunakan informasi digital.

Bahkan,  baru sekitar 8 % UMKM yang menggunakan digital penuh, mulai dari memasarkan hingga pembayaran sudah memanfaatkan digital.

“Itu memerlukan waktu dan effort dan kerjasama semua. Banyak potensi yang bisa dipasarkan melalui internet,” Ungkap istri Gubernur NTB itu

AYA




Sa’adah Lega, Biaya Pengobatan Suami Dijamin  JKN-KIS

Sa’adah tak lagi pusing memikirkan biaya perawatan suaminya. Ia bersyukur pemerintah tanggap akan kondisi keluarganya. Sejak tahun kemarin, ia bersama keluarga telah terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS – Penyakit kerap datang di usia senja. Hal ini dirasakan Muhammad Sholeh (90), yang tengah terbaring lemah.

Sudah satu minggu ia menjalani perawatan di rumah sakit. Ditemani istrinya, Sa’adah (55), ia berjuang melawan sakitnya. Sholeh, sapaan akrabnya, mengidap komplikasi beberapa bulan belakangan ini.

“Sudah semingguan kami di rumah sakit. Suami saya terkena komplikasi. Dokter menganjurkan perawatan di rumah sakit karena kondisinya yang semakin lemah,” terang sang istri, Sa’adah.

Sa’adah menambahkan, gejala yang dirasakan sang suami begitu banyak. Sejak 2 bulan terakhir, Sholeh sering mengeluh pusing dan muntah-muntah.

Setelah dicek, tekanan darah sang suami begitu tinggi. Puncaknya, Sholeh sampai tak sadarkan diri. Tahu akan kondisi ini, Sa’adah bergegas membawanya ke rumah sakit.

“Suami saya sering merasakan pusing sebelumnya, kadang sampai muntah-muntah sampai tak sadarkan diri. Saya minta bantuan tetangga yang kebetulan perawat untuk lihat suami. Ternyata tekanan darahnya sedang tinggi. Tak pikir panjang saya bawa suami ke rumah sakit ini,” tambahnya.

Sa’adah mengungkapkan,  ia tak lagi pusing memikirkan biaya selama perawatan suaminya. Ia bersyukur pemerintah tanggap akan kondisi keluarganya. Sejak tahun kemarin, ia bersama keluarga telah terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini.

“Alhamdulillah, kami terbantu sekali dengan program JKN-KIS. Tahun lalu saya jadi peserta JKN-KIS dan sekarang benar-benar merasakan manfaatnya. Kebetulan kami menerima bantuan ini dari pemerintah, kami bersyukur sekali,” pungkasnya.

Soal pelayanan, Sa’adah mengaku puas dengan yang diberikan rumah sakit. Selama masa perawatan, Sholeh menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD.

Menurutnya, tak ada biaya sepeserpun yang diminta.

“Di rumah sakit ini, suami saya dirawat dengan baik. Petugas yang melayani sangat ramah, semua obat yang diperlukan juga disediakan. Yang terpenting semua itu tanpa tarikan biaya. Sekarang saya cuma bisa bersyukur dan berdo’a untuk kesembuhan suami,” ujarnya.

Sa’adah turut mengapresiasi Program JKN-KIS ini. Menurutnya, tak ada lagi kerisauan bila sedang jatuh sakit. Tentu hal ini bukan suatu keinginan, sebab hidup sehat selalu jadi prioritas utama.

Ia berharap program mulia ini terus hadir membantu orang-orang yang amat membutuhkan. Tak lupa, ia berterima kasih kepada pihak rumah sakit atas kebaikan yang diberikan kepada suaminya.

“Terima kasih untuk pemerintah yang mengenalkan kami dengan JKN-KIS. Kami senang dan merasa lega sudah menjadi bagian dari BPJS Kesehatan dengan menjadi peserta JKN-KIS. Terima kasih juga untuk pihak rumah sakit yang dengan sabar membantu saya dan suami,” tutupnya.

Jamkesnews




FITRIA,  Anak Pedagang Sayur Yang Tertolong JKN-KIS

Peserta JKN-KIS diingatkan untuk selalu membayar iuran setiap bulan secara rutin sebelum tanggal 10, karena dengan iuran tersebut dapat menolong masyarakat atau peserta JKN-KIS yang sedang terkena musibah sakit

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sangat dirasakan oleh Fitria (11).

Anak kecil bertubuh mungil dan berkulit cokelat manis yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar ini mengaku, bersyukur sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pasalnya pada awal Maret  tahun 2019 yang lalu  pernah berobat di Puskesmas dengan penyakit  yang dideritanya yaitu gangguan pada telinga.

Gejala awal yang dirasakan oleh Fitria lemas tidak bertenaga, dan yang pasti Fitria benar-benar kehilangan senyumnya berhari-hari. Keluarganya pun nampak sedih dan berharap agar Fitria  segera sembuh dan  dapat kembali menjadi penyejuk keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Satu-satunya hal yang melegakan adalah Fitria mendapatkan perawatan sangat baik oleh tenaga medis di salah satu Puskesmas.

“Saat ini kondisi Fitria berangsur pulih dan kian membaik. Keceriaan di raut muka Fitria pun sudah Nampak seperti anak kecil pada umumnya.” Ujar orang tua Fitria, Ayu.

Ayu sebagai orang tua dari Fitria pun berharap, program JKN-KIS ini bisa terus ada sehingga bisa menolong seluruh peserta dari berbagai kelompok usia dan kalangan yang memang membutuhkan pengobatan.

Fitria dan keluarga terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2019.

Selama menjadi peserta JKN-KIS ia selalu berusaha untuk tidak lalai dalam melakukan pembayaran iuran walaupun ia hanya mengandalkan uang dari berjualan sayur di pasar.

Kata Ayu Ini merupakan salah satu bentuk syukur dari Ayu karena adanya jaminan kesehatan dengan iuran terjangkau, ia dan keluarga bisa hidup dengan tenang. Biaya hidup keluarganya sehari-hari didapatkan hanya melalui berjualan sayur dipasar setiap pagi.

Menurutnya, sakit tidak pernah bilang kapan mau berkunjung, jadi kita harus siap untuk jaminan kesehatannya. Apalagi untuk keluarga saya yang penghasilannya per bulannya tidak tetap ini.

“Biaya berobat makin hari makin mahal, kalau tidak punya tabungan, yang sakit malah makin sakit. Jadi, dengan menjadi peserta JKN-KIS adalah salah satu bentuk tabungan kami ketika sewaktu-waktu sakit datang. Selain itu, dari iuran yang kami bayarkan juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan biaya berobat,” tutup Ayu sambil berlinang air mata mengingat buah hatinya yang pernah tertolong oleh Kartu JKN-KIS.

Berbekal dari pengalamannya tersebut, Ayu pun menghimbau kepada seluruh masayrakat yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga.

Dia juga berpesan kepada peserta JKN-KIS untuk selalu membayar iuran setiap bulan secara rutin sebelum tanggal 10, karena dengan iuran tersebut dapat menolong masyarakat atau peserta JKN-KIS yang sedang terkena musibah sakit seperti anaknya.

“Jangan ragu untuk segera mendaftar JKN-KIS dan bagi peserta JKN-KIS lainnya agar rutin membayar iuran tepat waktu karena iuran tersebut sangat banyak membantu peserta JKN-KIS lain yang sedang sakit. Saya kagum dengan slogan BPJS Kesehatan yang sempat saya baca di media sosial yaitu Dengan Gotong Royong Semua Tertolong. Dan ini memang betul karena saya juga sudah merasakan sendiri,” tutup Ayu sambil tersenyum.

Sama hal seperti ibunya, Fitria gadis yang berkulit manis ini pun tersenyum kepada team jamkesnews saat beranjak pulang.

Senyum yang mengartikan seribu terima kasihnya kepada peserta JKN-KIS yang telah membayar iuran tepat waktu sehingga ia dan peserta JKN-KIS yang membutuhkan pertolongan, dapat tertolong.

ay/PR/jamkesnews

 




Wagub Hj Rohmi Dianugerahi Sebagai ‘Bunda Genre NTB’


Generasi muda menentukan masa depan NTB dan Indonesia, mereka perlu dibekali pengetahuan yang mumpuni, terutama menghadapi Revolusi industri 4.0

MATARAM.lombokjournal.com – Penganugerahan Bunda GenRe (Generasi Berencana) kepada Wagub Dr. Hj.  Sitti Rohmi Djalillah, atau yang akrab disapa Umi RohmI, dilakukan pada Ajang Kreatif Produktif GenRe dan Penganugerahan Bunda dan Duta Genre Provinsi NTB tahun 2019, di Lombok Epicentrum Mall,  Sabtu (20/04) 2019 malam.

Bunda GenRe dikalungi selempang oleh Juara I Duta GenRe Putri 2018, Dina Uswatun Hasanah, yang didampingi Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs  Lalu Makripuddin.

Ummi Rohmi menyampaikan, Pemilihan Duta Genre tidak hanya menjadi event seremonial. Namun, memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, terutama dari segi pendidikan dan kesehatan. Ini sejalan dengan misi NTB yang sehat dan cerdas.

Wagub berharap, ke depan kegiatan ini bisa bekolaborasi dengan berbagai pihak. Sehingga keberadaan Duta GenRe ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk sosialisasi tiga hal.

“Yaitu tidak menikah di usia dini, terhindar dari seks bebas sebelum nikah dan menjauhi Narkoba,” ungkap wagub.

Wagub menjelaskan, generasi muda akan menentukan masa depan NTB dan Indonesia. Mereka perlu dibekali pengetahuan yang mumpuni.

Sehingga, mereka mampu menjawab dan memahami tentang masa depan, terutama menghadapi Revolusi industri 4.0.

“Generasi yang sehat dan cerdas merupakan kebutuhan,” ungkap Wagub pada acara yang bertema “Integritas dan Kreatifitas Generasi Gemilang NTB Menghadapi Revolusi Industri 4.0”,

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB menjelaskan, sebagian besar para pengantin yang menikah saat ini sudah berusia di atas dua puluh tahun. Ini kerja keras, dukungan,  pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi bersama masyarakat.

Menurutnya, pernikahan di usia matang  yaitu 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria akan memberikan banyak manfaat.

Yaitu, tidak ada lagi remaja usia sekolah dari drop out. Juga tidak ada lagi angka kematian ibu dan bayi. Sehingga akan berdampak baik tingkat pendidikan dan kesehatan di NTB.

Ketua Panitia, Abdur Gafur  melaporkan, tahun 2019 ini pemilihan duta genre tidak lagi dilakukan melalui jalur pendidikan dan jalur masyarakat. Namun, hanya dilakukan melalui satu jalur, yaitu jakur duta genre NTB.

“Tahun ini peserta yang daftar sebanyak 200 orang. Yang lolos audisi sebanyak 147 peserta. Yaitu 74 peserta dari Pulau Sumbawa dan 73 peserta dari pulau Lombok,” lapornya.

Selain itu katanya, para peserta yang mengikuti kegiatan itu telah dibekali dengan berbagai materi. Sehingga, generasi yang terpilih nantinya merupakan generasi berencana, jauh dari narkoba dan seks bebas.

Iwo/Hms NTB

 




Gubernur Zul Ingatkan, Fasilitator Harus Dengar Keluhan Masyarakat

Fasilitator harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali

MATARAM.lombokjournal.com —  Fasilitator yang hebat, harus punya kemampuan mendengar. Sukses tidaknya fasilitator, tergantung dari pandai-pandainya kita mendengar keluhan masyarakat yang rumahnya rusak berat

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyahmengingatkan itu saat menjadi Pimpinan Apel pada Apel Fasilitator Terpadu perbaikan rumah rusak ringan, sedang dan berat terdampak bencana gempa bumi di NTB, Sabtu (20/4).

Apel yang digelar di Lapangan Sangkareang Kota Mataram ini diikuti ratusan fasilitator sipil dan TNI/Polri.

Menurut Gubernur Zul, kita di NTB ini kadang-kadang kemampuan berbicara, kemampuan mengolah kata lebih tinggi dibanding kesadaran dan kerendahan hati untuk mendengar.

“Fasilitator harus punya Ability to listen. Dan mendengar bukan hanya sekedar kata-katanya, tetapi yang paling penting adalah mendengar apa yang tidak diungkapkan oleh masyarakat. Insyaa Allah jika kita menghadirkan empati, pekerjaan kita jadi lebih ringan,” pesan gubernur kepada para fasilitator.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, H. Mohammad Rum mengatakan, tujuan gelar Apel Fasilitator Terpadu karena ada pelimpahan komandan lapangan fasilitator rumah rusak berat.

Selama ini dalam manajemen Kementerian PUPR, per 1 April kemarin sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami mengundang kembali para fasilitator rusak berat yang direkrut dari umum, orang lokal di NTB. Yang rusak sedang dan ringan hanya melanjutkan saja. Karena memang yang rusak sedang dan ringan dalam kendali Pemprov,” jelas Rum, usai gelar apel.

Dikatakannya, sesuai arahan Gubernur NTB, fasilitator harus betul-betul mampu memfasilitasi keinginan hati dan perasaan masyarakat hingga nanti rumah mereka bisa terbangun kembali.

Setelah gelaran apel dilaksanakan penandatangan kontrak kerja fasilitator rumah rusak berat dengan pemerintah 7 kabupaten/kota di NTB.

“Ada 800 fasilitator yang dilimpahkan dari Kementerian PUPR. Yang datang apel hari ini akan menandatangani perpanjangan kontrak kerja,” tandas Kalak BPBD.

(Iwo/ Humas Provinsi NTB)




Kolaborasi PKK NTB Dan PAAR; Mendidik Anak Dengan Pola Asuh Penuh Kasih Sayang

Banyak masyarakat kita yang belum paham bagaimana mendidik anak dengan pola asuh yang baik dan penuh kasih sayang

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, MSc memimpin rapat Tim Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (19/04).

Tim PAAR merupakan sebuah ‘project’ yang merupakan kolaborasi dari beberapa lembaga yakni Lembaga Perlindungan Anak (LPA NTB), Himpunan Psikologi HIMPSI) NTB, GAGAS NTB, Kerajaan Dongeng, SOBAT NTB (Solusi Anak Bangsa), dan beberapa OPD lingkup Pemprov NTB terkait.

Rapat yang dibuka Hj. Niken ini fokus membahas kesenjangan pola asuh anak/remaja yang terjadi Nusa Tenggara Barat.  Menurutnya, banyak masyarakat belum paham bagaimana mendidik anak dengan pola asuh yang baik dan penuh kasih sayang.

“Saya pikir, kita bersama–sama dapat membuat banyak hal dan membuat program-program bersama yang melibatkan berbagai macam unsur. Mudah-mudahan semakin bagus dan konsisten,” katanya.

Gangguan Jiwa

Berdasarkan data yang diperoleh PAAR, Provinsi NTB memiliki masalah gangguan jiwa berat mencapai angka 2,1 permil dan gangguan jiwa mental emosional sebesar 12,8 persen.

Angka ini lebih tinggi dari angka nasional, dan menempati urutan ke-8 tertinggi di Indonesia. Misalnya di Kabupaten Dompu, sejak awal tahun 2019 hingga akhir bulan Maret 2019 telah terjadi 12 kasus bunuh diri, dan 5 di antaranya tidak terselamatkan.

Angka seiring dengan “trend” bunuh diri dunia yang melanda remaja usia 15 – 20 tahun.

Lebih lanjut, Hj. Niken menjelaskan banyaknya  kasus bunuh diri remaja di NTB adalah karena  tidak diasuh oleh orang tua langsung.

“Banyak remaja pada kasus ini tidak diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri, melainkan diasuh oleh nenek, kakek, paman atau keluarga lain. Dengan bermacam alasan dan latar belakang,” terang Niken.

Selain itu, remaja yang memiliki kecendrungan bunuh diri juga memiliki pengalaman sebagai “korban bully” di sekolah dan pengasuhan disfungsional, tambahnya

Niken  berharap, agar PAAR dan PKK bisa berkolaborasi dan fokus terhadap masalah pola asuh anak dan remaja. Ia optimis dan bersemangat untuk segera terjun ke lapangan dan memberikan kontribusi yang positif.

“PKK memiliki anggota sampai ke dusun-dusun. Sehingga PKK dapat menjadi mitra kerja agar setiap Desa memiliki layanan konseling. Hal ini dapat memperkuat PKK dalam menyelesaikan masalah baik yang terjadi pada anak maupun orang tua,” papar Niken

Setelah berdiskusi dan memperoleh berbagai macam masukan, rapat bersama Tim PAAR kali ini menghasilkan beberapa poin. Antara lain, akan dibentuknya sistem rujukan, edukasi, dan solusi.

Kemudian lembaga-lembaga yang tergabung dalam tim PAAR ini berharap dapat difasilitasi pemerintah, sistem yang kolektif agar semua lembaga dan OPD benar-benar bisa bekerja sama dan membagi peran dan tugasnya masing-masing.

Iwo/HMS NTB