IWAN Sempat Pasrah Terkendala Biaya, JKN-KIS Tangggung Biaya Cuci Darahnya Seumur Hidup

Peran program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan ini diakuinya juga sangat berpengaruh pada keuangan keluarganya

JAMKESNEWS ;   Banyak masyarakat yang telah merasakan manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Baik itu untuk pengobatan penyakit ringan sampai dengan pengobatan yang membutuhkan tindakan operasi, bahkan rehabilitasi medis.

Salah satu penerima manfaat dari Program JKN-KIS tersebut adalah Iwan Paryono.

Peserta JKN-KIS  yang atu ini ini dari segmen peserta bukan penerima upah ( PBPU ), tak pernah menyangka hadirnya Program JKN-KIS telah membantu keberlangsungan hidupnya selama ini.

Ia mengungkapkan pengalamannya saat terkena penyakit ginjal dan sebelum adanya Program JKN-KIS.

“Saya punya sakit batu ginjal dari tahun 1984. Saat itu saya masih ditanggung oleh perusahaan tempat saya bekerja. Pernah melakukan operasi terkait sakit ginjal sampai 5 kali,” kata Iwa mulai bertutur.

Pada tahun 2007, Iwan  sudah tidak bekerja lagi dan sejak saat itu berhenti berobat, karena tidak ada biaya.

“Sejak Program JKN-KIS ini ada pada tahun 2014, saya mendaftarkan diri sebagai peserta di hak kelas rawat kelas 2. Setelah beberapa kali saya periksa, saya divonis untuk tindakan HD seminggu satu kali,” tuturnya kepada Jamkesnews, Jumat (26/04).

Peran program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan ini diakuinya juga sangat berpengaruh pada keuangan keluarganya.

Iwan tidak tahu bagaimana jika tidak ada Program JKN-KIS yang membantu membiayai pengobatan penyakit Iwan sehingga dia tidak lagi resah memikirkan biaya berobat.

Bahkan ia sempat mengatakan, tanpa kehadiran Program JKN-KIS, rasanya ia ingin memasrahkan semuanya kepada Tuhan karena sedemikian susahnya mencari biaya untuk berobat.

Bayangkan, begitu terbantunya masyarakat dengan JKN-KIS. Apalagi seperti dari kalangan yang tidak mampu, yang setiap kali melakukan terapi cuci darah selama seminggu sekali membutuhkan biaya yang sangat menguras kantung.

“Saya merasa senang sekali mempunyai JKN-KIS karena pelayanan dari dokter keluarga sampai rumah sakit sudah baik, tidak membeda-bedakan pasien umum dan pasien JKN-KIS. Bagi saya, kalau tidak ada Program JKN-KIS ini, mungkin saya sudah berpasrah diri saja atas penyakit saya,” kata Iwan.

ma/as/jamkesnewws

Narasumber : Iwan Paryono




Perlu Anda Tahu, Ini Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Kesehatan memberikan perlindungan sosial sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan dan rawat inap

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS ;   Tenyata hingga kini ternyata masyarakat mash banyak yang belum memahami, dan belum bisa membedakan antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Masih banyak yang menganggap, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sudah bisa berobat di puskesmas saat sakit bukan  akibat kecelakaan kerja.

Tidak jarang menimbulkan perdebatan antara petugas rumah sakit atau puskesmas dengan peserta BPJS, khususnya BPJS Ketenagakerjaan.

Salah seorang pekerja program padat karya yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mempertanyakan masalah itu saat menghadiri dialog Hari Buruh Sedunia alias May Day 2019 yang dilaksanakan salah satu Serikat Pekerja, Minggu (28/04)  2019.

Ia mengaku sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Setiap bulan gajinya sudah dipotong sebesar Rp250 ribu untuk iuran BPSJ Ketenagakerjaan.

“Tapi, pas saya mau berobat di Puskesmas, kata petugasnya tidak bisa digunakan. Jadi saya ingin tanyakan, apa gunanya ini kartu BPJS Ketenagakerjaan?” tanyanya, sebutlah namanya Ahmad.

Pertanyaan serupa ternyata juga sering dilontarkan peserta BPJS Ketenagakerjaan lainnya.

PT Jamsostek

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan merupakan pengganti PT Jamsostek (Persero). Tugas BPJS Ketenagakerjaan, memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja Indonesia, baik pekerja formal maupun informal.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan kartu BPJS Kesehatan, keduanya bisa digunakan berobat di Rumah sakit atau puskesemas.

Tapi, Khusus untuk BPJS Ketenagakerjaan hanya bisa digunakan saat peserta sakit akibat kerja. Misalnya, kecelakaan kendaraan saat ingin atau pulang kerja, kecelakaan saat kerja, teriris alat kerja dan lain sebagaiya.

Kalau menggunakan BPJS Ketenagakerjaan, maka biaya pengobatan yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan unlimited atau tidak terbatas hingga peserta sembuh.

Sementara, penyakit yang timbul bukan akibat kecelakaan kerja, maka BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa menanggung biaya pengobatannya.

Penyakit bukan akibat kerja domain BPJS Kesehatan. Misalnya, flu, sakit gigi, sakit kepala biasa, maag, sakit perut dan lain sebagainya, tidak bisa menggungakan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Jadi itu dasar perbedaannya.

PT Asuransi Kesehatan (Askes)

BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Asuransi Kesehatan (Askes) (Persero). BPJS Kesehatan bertugas memberikan perlindungan kesehatan secara mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

BPJS Kesehatan memberikan perlindungan sosial sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan dan rawat inap.

Jadi, kalau BPJS Kesehatan itu hanya memiliki satu program, yakni khusus untuk memberi perlindungan kesehatan. Kalau meninggal dunia, tidak ada santunan seperti BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu, dan penyelenggaraan nya menggunakan mekanisme asuransi sosial.

BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya bernama Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja), yang dikelola oleh PT Jamsostek (Persero). Dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan sejak tanggal 1 Januari 2014.

Sementara, BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada 31 Desember 2013. BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014

BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan) yang dikelola oleh PT Askes Indonesia (Persero). Dikeluarkannya UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014.

Hangga Nugracha/JAMKESNEWS

 




Rencana Pemerintah Naikkan Iuran, BPJS Kesehatan Tak Sampaikan Usulan Soal Besaran Iuran

Rekomendasi besaran iuran merupakan wewenang Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang diputuskan oleh presiden

lombokjournal.com —

JAKARTA;   – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan angkat bicara soal rencana pemerintah bakal menaikkan iuran peserta jaminan kesehatan.

Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan tentu lembaganya menyambut baik mengenai rencana pemerintah tersebut.

“Tentunya kami menyambut baik rencana pemerintah untuk menaikkan iuran bagi kelompok penerima bantuan iuran yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah,” kata Kemal di kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (29/04) 2019.

Saat ditanya mengenai usulan kenaikan dari BPJS Kesehatan, Kemal mengatakan, lembaganya tak berwenang memberikan jawaban.

Menurut dia, BPJS Kesehatan tidak dalam posisi memberikan usulan mengenai besaran iuran. Rekomendasi besaran iuran merupakan wewenang Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang diputuskan oleh presiden.

Sebelumnya, pemerintah dikabarkan mulai berancang-ancang menaikkan iuran BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan jumlah penerimanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya sudah mulai mempertimbangkan peluang kenaikan iuran PBI dari yang saat ini sekitar Rp 23.000 per orang.

“Belum ditetapkan namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan. Juga jumlah penerimanya dinaikkan jadi di atas 100 juta orang,” ujar Sri Mulyani di Istana Bogor, Selasa, 23 April 2019.

Akan tetapi, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini memastikan rencana tersebut akan ditetapkan setelah hasil audit keuangan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sebelumnya, pemerintah sudah membayar iuran PBI ke BPJS Kesehatan untuk periode tiga bulan pertama pada 2019 senilai Rp 8,4 triliun. Pembayaran tersebut dimaksudkan untuk menjaga likuiditas BPJS Kesehatan.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan total iuran dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2018 mencapai Rp 81,80 triliun sedangkan beban manfaatnya Rp 94,05 triliun. Saat ini, jumlah peserta JKN Kartu Indonesia Sehat sebanyak 218,9 juta jiwa per Februari 2019.

Rr

Sumber; Tempo.co.

 




Pembayaran Iuran JKN-KIS, Bisa Melalui Mobile JKN

Ada dua jenis layanan pendaftaran autodebit bisa diakses di Mobile JKN, yaitu autodebit bank dan non-bank

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, mengatakan, peserta JKN-KIS tidak perlu repot lagi datang ke kantor Cabang BPJS Kesehatan maupun bank untuk mendaftarkan autodebit iurannya

BPJS Kesehatan terus berupaya membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan kolektibilitas iuran peserta JKN-KIS.

Salah satunya mengembangkan pembayaran iuran melalui metode autodebit bank (Bank Mandiri) dan non-bank (mobile cash).

Melalui mobile JKN, peserta makin mudah mendaftarkan autodebit dan melakukan pembayaran iuran JKN-KIS.

“Bahkan peserta yang tidak memiliki rekening bank atau misalnya di wilayahnya itu tidak terdapat titik layanan perbankan, maka peserta dapat tetap mendaftarkan autodebit iurannya melalui uang elektronik mobile cash,” kata Kemal.

Hal itu disampaikannya  pada acara peluncuran pembayaran iuran JKN melalui Autodebit Non-Bank di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Senin (29/04) 2019.

Kemal menjelaskan, ada dua jenis layanan pendaftaran autodebit bisa diakses di Mobile JKN, yaitu autodebit bank dan non-bank.

Konsep pembayaran iuran pun juga dikembangkan seperti model pengisian saldo rekening maupun uang elektronik, dimana dapat dilakukan melalui e-channel perbankan maupun ATM Bersama.

Sedangkan untuk top up uang elektronik mobile cash dapat dilakukan di channel PPOB seperti, PT Pos, Alfamart, hingga jejaring Apotek Sanafarma.

Bagi peserta yang tidak memiliki smartphone, peserta dapat melakukan registrasi melalui konsep USSD dengan menekan *141*999# melalui berbagai tipe ponsel. Bahkan peserta dapat melakukan registrasi di beberapa mitra payment point online banking (PPOB).

Dalam pengembangan metode pembayaran ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Finnet Indonesia.

PT Finnet adalah perusahaan penyedia infrastruktur teknologi informasi, aplikasi dan konten untuk melayani kebutuhan sistem informasi dan transaksi keuangan bagi industri perbankan dan jasa keuangan lainnya yang mengelola rata-rata 3,2 juta transaksi per hari dengan nilai transaksi lebih dari Rp 365 miliar per hari.

Kemal menambahkan, dengan menggunakan layanan autodebit ini, peserta akan memperoleh banyak manfaat.

Peserta dapat melakukan pembayaran iuran sesuai dengan kemampuan kapan dan dimanapun, terhindar dari potensi risiko denda pelayanan akibat keterlambatan pembayaran iuran, dan beberapa channel memberikan program promo yang menarik.

Sejak tahun 2018,BPJS Kesehatan telah mengembangkan pembayaran iuran melalui metode autodebit konvensional lewat perbankan, yang bekerja sama dengan 4 bank mitra yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA.

BPJS Kesehatan juga telah memberlakukan kewajiban bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri dan peserta bukan pekerja, untuk melakukan pembayaran dengan metode autodebit.

Pengembangan metode pembayaran ini selain untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembayaran iuran, juga menjawab perkembangan digitalisasi industri keuangan.

Rr

Sumber: BeritaSatu.com

 




Penerbangan Lombok, Perth Dan Jakarta, Dongkrak Kunjungan Wisata

Masih banyak anggapan dari orang jika kondisi di NTB masih belum stabil pasca terjadi bencana alam

MATARAM,lombokjournal.com  —  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan adanya penerbangan maskapai Air Asia, yang membuka Lombok-Perth Australia dan Lombok-Jakarta diharapkan mampu mendongkark tingkat kunjungan wisatawan.

“Mudah-mudahan lah Australia ini kita punya prospek bagus, potensi kunjungan perth Australia ke Lombok potensinya besar,” kata Ketua Kehormatan PHRI NTB I Gusti Lanang Patra, Senin (29/4).

Dikatakanya, melihat potensi yang bagus dari Australia, sehingga ini mampu mendorong tingkat kunjungan wisatawan.

Kendati selama ini, kondisi pariwisata NTB sendiri masih belum stabil, melihat dengan dibukanya penerbangan Jakarta dan Perth Australia tentunya pasarnya juga besar. Kendati ini tidak hanya berdampak pada pontensi tingkat kunjungan tetapi tingkat hunian hotel juga.

“Kalau sejauh ini respon pasar Australia ke sini sudah bagus, ditambah dengan Jakarta juga. kondisi keamanan stabil yang penting untuk pariwisata, terus tiket pesawat bisa turun dikit serta promosi gencar,” terangnya.

Dijelaskannya, upaya dari hotel sendiri inovasi dari pihak hotel untuk menarik  pengujung yakni terus berpromosi.

Selain itu pihak-pihak hotel juga teman terus gencar mengikuti semua pasar pasar wisata. Kendati masih banyak anggapan dari orang jika kondisi di NTB masih belum stabil pasca terjadi bencana alam, untuk itu industri pariwisata terus melakukan promosi.

“Sekarang ini dalam waktu dekat akan membukan pasar ke Dubai dari adanya travel Mart, serta pasar-pasar yang sebagai destinasi halal harus gencar, karena potensinya juga bagus,” tuturnya.

Menurutnya, halal turisme yang memang telah menjadi ikon dari pariwisata NTB, untuk itu perlu dikembangkan kembali.

Mengingat ada beberapa industri pariwisata mendukung dengan ikon tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu NTB juga terpilih sebagai salah satu destinasi wisata halal, kendati ini juga mampu menarik wisata sehingga kondisi destinasi wisata dapat kembali ramai lagi.

“Halal turisme ya pelan pelan lah intinya berusaha, tentunya nanti kita berharap ini bisa mendorong pariwisata. Kalau dibandingkan tahun lalu ya jelas tahun lalu, sejak gempa itu kita memang koleb semua,” katanya.

AYA




BI Proyeksi Kebutuhan Uang Kartal Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Sebesar Rp 2,87 Triliun

Memang secara umum di Ramadhan dan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat

MATARAM.lombokjournal.com —  Kebutuhan uang kartal di masyarakat memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, diproyeksikan meningkat, terutama untuk uang pecahan kecil, dibandingkan kondisi normal.

Bank Indonesia (BI) perwakilan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Achris Sarwani, mengatakan,  diperkirakan pada  2019 ini kebutuhan uang untuk Ramadhan dan Idul Fitri sebesar Rp 2,87 Triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,6 Triliun.

Mengingat kebutuhan masyarkat pada saat itu akan meningkat untuk penggunaan uang kartal. Hal ini telah dipersiapkan berbankan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kita memiliki cadangan stok uang apabila realisasi kebutuhan uang nantinya akan lebih dari perkiraan yang sebesar Rp 2,87 trilun,” ujar Achris Sarwani, Senin (29/04).

Dikatakanya, memang secara umum di Ramadhan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat.

Kendati dalam hal ini tentunya sebagian masyarakat lebih memilih dengan tunai dibandingkan non tunai, sama halnya dengan inflasi di mana nantinya kebutuhan akan pangan juga akan menigkat.

“Tentu mereka tidak mau lah memberikan uang pada Ramadhan dan Idul ke saudara dalam bentuk non tunai,  jadi lebih memilih menggunkan transaksi tunai, itu prevensi ya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Achris menjelaskan, nantinya dengan kebutuhan uang yang di pastikan sebanyak Rp 2,87 trilun tersebut akan disebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Di Lombok,  perbankan diperkirakan Rp 1,8 trilun kebutuhan casnya, kemudian Bima dan kabupaten Bima kira-kira Rp 415 milar kemudian di Sumbawa Rp 390 miliar.

“Jadi malah ini bukan dampak pada ekonomi di NTB tetapi ini adalah kebutuhan masyarkat yang naik, jadi kami harus memenuhi itu,” katanya.

Sementara itu Kas keliling bersama direncanakan pada minggu ke-2 dan ke-3 d Mei 2019. Bank peserta yang berencana akan mengikuti kegiatan kas keliling bersama di Lombok antara lain Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Shinhan, Bukopin, BTN, Bank NTB Syari, Bank Muamalat, BNI, BNI Syariah, dan BSM.

Sedangkan untuk Pulau Sumbawa yang meliputi Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima yakni Bank NTB Syariah Bima, Bank NTB Syariah Sumbawa dan BRI Syariah KCP Bima. Masyarakat tidak perlu khawatir dalam pelayanan penukaran uang ini, karena Bank Indonesia dan perbankan akan menyediakan tempat untuk melaksanakan pelayanan penukaran dengan sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan lokasi.

“Kita berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan uang, terutama uang pecahan kecil, sehingga kebutuhan uang diperkirakan akan meningkat,” jelasnya.

AYA




Adanya Direct flight Lombok- Australia, Kerjasama Sejumlah Bidang Perlu Diperkuat Dan Dikembangkan

Penandatanganan kerjasama antara Australia dengan Indonesia, Maret 2019 lalu, merupakan awal yang baik untuk melihat peluang kerjasama di NTB

MATARAM.lomvokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB dan Australia akan membuka peluang serta memperkuat kerjasama di sejumlah bidang. Hal itu dikemukakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat membuka Tourism Island Forum,  di Hotel Santika,  Senin (29/04) 2019.

“Kita sering bertemu dengan Helena ini. Kita minta kerjasama antara NTB dengan Australia itu diperkuat,” kata orang nomor satu di NTB itu.

Apalagi kata Gubernur, pada Bulan Juni 2019 yang akan datang, akan ada penerbangan langsung atau direct flight dari Australia ke Lombok. Sehingga, kerjasama antara NTB dan Australia perlu diperkuat dan dikembangkan.

Dengan direct flight itu lanjutnya,  para wisatawan dari Australia akan mudah menjangkau setiap pelosok daerah NTB.

Di hadapan Australian Consul-General, Bali, Dr. Helena Studdart,  Gubernur Doktor Zul menjelaskan ada tiga fokus program yang dapat dijadikan peluang kerjasama. Pertama, terkait pariwisata, yang saat ini menjadi salah satu program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak sekali orang Australia yang ini mengunjungi kita di Lombok,” jelasnya.

Selain pariwisata, bidang lain yang diperkuat untuk kerjasama adalah bisnis dan ekonomi. Doktor Zul menjelaskan, kerjasama dengan negara lain, tidak hanya menyangkut para wisatawan.

Namun juga menyangkut investasi dan bisnis serta ekonomi.

“Kerjasama itu tidak hanya menyangkut turis saja. Tetapi juga investasi, yang tertarik membangun banyak fasilitas, terutama menyangkut kesiapan NTB menyambut MotoGP, ” Jelas Doktor Zul.

Selanjutnya, pendidikan kata Doktor Zul merupakan salah satu program logis yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Australia.

“Kita mendapat kabar gembira bahwa Australia, terutama Australia Utara tertarik memberikan banyak beasiswa kepada anak-anak muda NTB,” Ungkap Gubernur lulusan Inggris tersebut.

Dr. Helena Studdart, Konsulat Jenderal Australia, Bali menjelaskan,  penandatanganan kerjasama antara Australia dengan Indonesia, Maret 2019 lalu merupakan awal yang baik untuk melihat peluang kerjasama di NTB. Terutama menyangkut bisnis dan ekonomi.

Bahkan bidang pendidikan sudah lama dikerjasamakan, khususnya pertukaran pelajar dan mahasiswa.

Peluang kerjasama tersebut akan terus diperkuat seiring dicanangkannya berbagai program oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat ini.

AYA

 




TPID NTB Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Tahun ini, TPID Provinsi NTB Dan Satgas Pangan  Akan  Meningkatkan Kinerja Dan Sinergi Dalam Pengendalian Harga

MATARAM.lombokjournal.com –  Jelang bulan Ramadhan, TPID NTB siap mengawal harga kebutuhan pokok di bulan suci umat Islam

Pernyataan itu disampaikan Kepala Perwakilan BI  Provinsi NTB, Achris Sarwani yang juga sebagai Wakil Ketua TPID Provinsi NTB, bersama Lasminingsih, SH, LLM, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa; Kombes. Pol. Syamsudin Baharuddin, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB; dan Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB .

Saat memberikan keterangan kepada para wartawan, pada tahun 2018 lalu pengendalian harga khususnya pada saat bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri di Provinsi NTB menunjukkan hasil yang cukup baik.

Inflasi bulan April 2018 0,37 persen (mtm), Mei 2018 1,3 7 persen (mtm) dan Juni 2018 0,76 persen (mtm).

Hal ini merupakan bukti kerja keras semua pihak yang berada di TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan,dalam menjalankan tugasnya dan bersinergi dalam menjaga serta mengawal gejolak harga komoditas pada periode tersebut.

Pada tahun ini ungkap Archris Sarwani, TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan Provinsi NTB tentu akan terus meningkatkan kinerja dan sinergi dalam pengendalian harga dan menjaga inflasi sesuai target yang ditetapkan.

Khususnya dalam waktu dekat terkait dengan momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, TPID NTB dan Satgas Pangan siap dalam mengawal harga kebutuhan pokok pada periode ini.

Sesuai siklusnya, diperkirakan inflasi akan menunjukkan peningkatan. Namun, kenaikan harga yang diperkirakan tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan.

Menjelang bulan Ramdhan, kemudian pada bulan Ramadhan, hingga Hari Raya Idul Fitri, TPID Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi sebagai berikut:

  1. Pemantauan harga secara harian di pasar tradisional dan modern.
  2. Sidak dan monitor pasar, produsen/distributor/pedagang bahan pokok. Dalam monitor tersebut dilakukan pemantauan terhadap stok dan harga barang kebutuhan pokok di Produsen/distributor/pedagang.

Sebagai informasi di Bulog Divre NTB stok beras medium saat ini sebesar 52.000 ton          dan beras premium 3.500 ton yang cukup untuk stok selama 12 bulan; gula pasir 525        ton yang cukup untuk stok 2 bulan;  minyak goreng 68.000 liter yang cukup untuk 4          bulan ke depan.

3. Himbauan kepada produsen/distributor/pedagang untuk menjaga pemenuhan                    kebutuhan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri                  dengan tetap memperhatikan kenaikan harga yang wajar dan tidak membebani                   masyarakat.

4. Pasar murah di beberapa lokasi strategis.

Sekda Provinsi NTB yang mewakili Ketua TPID Provinsi NTB bersama Anggota TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan menginformasikan kepada masyarakat ,  TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan yang berada di Provinsi maupun Kota/Kabupaten di Provinsi NTB akan terus hadir menjaga kecukupan stok dan kestabilan harga di pasar.

BACA JUGA ;  Bulan Ramadhan, Stok Bahan Pokok Aman Dan Harga Stabil

Masyarakat dihimbau untuk belanja dengan bijak dan tidak berlebihan untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

AYA




Bulan Ramadhan, Dipastikan Stok Bahan Pokok Aman Dan Harga Stabil

Jika ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

MATARAM.lombokjournal.com – Memasuki bulan Ramadhan pada awal Mei mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok kebutuhan bahan pokok aman dan harga masih stabil.

Bahkan stoknya dapat terpenuhi hingga 12 bulan ke depan.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan,  jika Stok beras saja saat ini mencapai  52 Ribu ton.

“Sudah ada stok 52 ribu ton beras dari Bulog Divre NTB, kalau sudah stoknya aman, harganya bagus , dan semua masih dibawah  harga Eceran tertinggi (HET), dipastikan tidak akan mengganggu kestabilan Harga Bahan pokok (Bapok)selama puasa,” ujar Selly.

Saat melakukan pemantauan di pasar, Selly mengatakan harga beras di pasar  Rp.9000 karena dari Bulog saat ini  patahannya bagus, karena Bulog menjualnya kepada pedagang RP.8.100.

Berarti pedagang harus menjual 9000-10000.

Kalau sudah stoknya aman otomatis harga juga di bawah HET.

Selain itu  sejumlah kebutuhan pokok di NTB,  minyak goreng, gula, daging, ayam, dan telur ayam sejauh ini masih cukup aman. Untuk harga terjadi turun naik, jika memang akan ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).

“Beberapa tempat kita akan adakan operasi pasar, apabila terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi nantinya,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan stok dan harga bapok di pasar relatif stabil, antara lain beras premium dijual dengan harga Rp 10.000 per kg – Rp 11.000 per kg, gula pasir Rp 12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 11.000 per liter, telur ayam Rp 1.500 per butir dan bawang putih Rp 39.000 per kg.

Harga ini masih kategori bawah, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras itu yang premium harganya berkisaran di Rp 9-10 ribu per kg.

Dikatakannya, harga beras masih berada di  kisaran Rp 10 ribu per kg, mengingat saat ini telah memasuki masa panen, bahkan diprediksi harganya akan kembali turun, sehingga untuk stoknya akan kembali bertambah, dan harganya masih tetap di bawah HET.

BACA JUGA  ;  TPID Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

Beberapa komoditas bahan pokok lainnya, seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging beku, sudah dipatok dengan HET di pasar tradisional maupun ritel modern di antaranya beras medium dan premium, minyak goreng kemasan, gula dan daging beku.

“Untuk daging ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih juga akan kita usahakan tercukupi meskipun saatvini untuk bawang putih harganya masih diatas rata-rata,” katanya.

AYA

 




Gubernur Zul Minta Aplikator Yang Produksi  Teknologi RTG, Pekerjakan Tenaga Lokal

STIP juga menyepakati akan membangun 35.000 unit RTG hingga Desember 2019

MATARAM.lombokjournal.com —  Salah satu langkah merubah pola kerja masyarakat NTB yang semula dari sektor pertanian ke industrI, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meluncurkan produksi Teknologi Rumah Tahan Gempa (RTG) di Science Techology and Industrial Park (STIP) NTB, Senin (29/4).

Gubernur Zul mendorong para aplikator, yang menggunakan lahan di STIP NTB, untuk menggunakan tenaga lokal.

“Mungkin butuh  waktu lama, tapi harus dimulai. Harus ada transfer teknologi dan management expertise dari aplikator ke tenaga kerja lokal di NTB,” ujar Gubernur.

Di STIP NTB saat ini ada 17 aplikator yang akan mengerjakan 11 jenis RTG. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perindustriaan Provinsi NTB Andi Pramania, investasi yang masuk ke STIP NTB untuk pembangunan RTG sekitar Rp. 37 miliar.

“Pemerintah provinsi sudah menyiapkan lahan dan sejumlah fasilitas secara gratis di STIP. Kalo bisa yang dipekerjakan buruhnya, tenaganya, engineers nya semua orang lokal. Mungkin banyak kekurangan. Tapi itu tugas bapak-bapak untuk mengajarkan mereka. Mohon kesabaran bapak-bapak,”  kata gubernur yang akrab disapa Doktor Zul.

Doktor Zul juga mengatakan, semua aplikator yang ada di STIP ini sedang membuat sejarah baru di NTB.

“Bapak ibu sedang buat sejarah. Anda sedang menulis sejarah baru NTB. Sehingga ada shifting of mind, shifting of paradigm. Orang yang biasa bekerja di agriculture sector, menjadi orang yang bekerja di services dan industries,” pesan Doktor Zul.

Serapan tenaga kerja, tambah Andi, sekitar 231 orang dan 150 orang yang sedang menunggu untuk bekerja.

Kemampuan produksi STIP sekitar 500 unit rumah per minggu atau sekitar 73 unit per hari. Andi juga mengatakan STIP juga menyepakati akan membangun 35.000 unit RTG hingga Desember 2019.

Pada akhir acara, gubernur berkesempatan meninjau pencetakan panel RTG.

Iwo/ Humas Prov NTB