Revitalisasi Posyandu Untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Fungsi Posyandu yang selama ini hanya bergerak pada pelayanan menimbang berat bayi, memeriksa ibu hamil, dan ibu menyusui akan direvitalisasikan menjadi posyandu keluarga

MATARAM.lombokjournal.com – Jumlah posyandu yang sangat banyak di NTB, belum berkolerasi optimal dengan peningkatan ketahanan keluarga dan  kesehatan hidup anggota keluarga.

Sehingga jumlah yang bannyak itu belum berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan atau kebahagiaan masyarakat.

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan itu saat Rakor Pokjanal Posyandu tingkat Provinsi NTB di Hotel Puri Indah, Mataram, Senin, (08/07) 2019.

NTB saat ini memiliki jumlah Posyandu yang sangat banyak. Yakni mencapai lebih dari 7.207 posyandu. Bahkan di tiap desa bisa ditemukan 3 sampai 4 posyandu.

Penyebabnya, kualifikasi dan mutu Posyandu lebih banyak (58 persen) masih dalam kriteria strata pratama dan madya (pasif/kurang aktif). Sedangkan yang aktif  (purna-mandiri) hanya 52,9 persen.

Karena itu, revitalisasi Posyandu merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan  Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan misi NTB Sehat Cerdas sesuai RPJMD NTB Tahun 2019-2023. Program ini dijadikan prioritas.

“Program revitalisasi Posyandu yang digiatkan Pemprov. NTB bekerjasana dengan PKK dan seluruh stakeholder lainnya, akan menyasar pada upaya merubah atau merevitalisasi Posyandu pasif menjadi aktif,” kata Wagub yang lebih akrab disapa Umi Rohmi.

Fungsi Posyandu yang selama ini hanya bergerak pada pelayanan menimbang berat bayi, memeriksa ibu hamil, dan ibu menyusui akan direvitalisasikan menjadi posyandu keluarga.

Posyandu Keluarga adalah terobosan dalam upaya menanggulangi masalah  kesehatan, dengan pendekatan keluarga  yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan, dengan cakupan 5 Program utama. Yakni KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare.

Kegiatan tersebut juga akan diintegrasikan dengan  program dari lintas sektor, yaitu  Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan).

Kata Umi Rohmi, lebih jauh dari itu OPD yang memiliki program yang sama di tingkat Desa juga akan disinergikan untuk mendorong terwujudnya inovasi pelayanan posyandu mandiri tersebut.

Satu Desa, Satu Posyandu Keluarga

Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM pada Rakor Pokjanal Posyandu tingkat Provinsi NTB itu menegaskan, Revitalisasi Posyandu  adalah peningkatan posyandu ke strata yang lebih baik.

Yakni peningkatan Status dari Posyandu Purnama & Mandiri menjadi Posyandu Keluarga. Satu posyandu keluarga untuk satu desa atau kelurahan.

Jadi semua posyandu yang tersebar di Provinsi NTB diarahkan menuju posyandu keluarga.

“Kami mengindentifikasi apa saja yang harus dilakukan dalam percepatan revitalisasi posyandu ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menambahkan Posyandu merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM).

Dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Tujuannya, memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehataan dasar, sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Terlebih angka gizi buruk (stunting) di NTB masih relatif tinggi. Tahun 2017 masih mencapai 150 ribu anak, atau sekitar 37,2 persen. Meski mengalami penyusutan hingga 32 persen.

Namun menurut dr. Eka, angka kasus sebanyak itu termasuk katagori buruk.

Sehingga upaya merevitalisasi posyandu-posyandu yang ada, perlu dipercepat guna memberi pembinaan dan pemantauan, ujarnya.

Dalam pandangannya, diperlukan Advokasi dan sosialisasi pemanfaatan dana desa untuk posyandu.

Menurutnya dukungan anggaran dari dana desa sangat efisien guna mendukung segala kebijakan pelayanan kesehatan posyandu di desa.

Hal itu diamini Kepala Dinas BPMPD NTB Dr. H. Ashari SH. MH. Ia berjanji akan memperkuat  intervensi dana desa demi terwujudnya program reviltalisasi posyandu.

AYA/Hms NTB




Aplikasi BSC, Pastikan Tata Kelola Pembangunan Lebih Obyektif dan Transparan

Masyarakat dapat ikut memantau pelaksanaan tiap program yang dilaksanakan, tiap capaian kinerja dan hambatan dalam pelaksanaanya

MATARAM.lombokjournal.com – Pemerintah Provinsi NTB mulai tahun ini menerapkan aplikasi Balance Score Card (BSC) sebagai tools untuk melakukan evaluasi dan monitoring.

Balanced score card  merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat.

Penerapan sistem manajemen itu guna memastikan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Sistem tersebut diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik.

Penerapan system itu tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga saat mensosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Visi NTB Gemilang

Pemeritah Provinsi NTB melalui Perda No.1 tahun 2019 tentang RPJMD-NTB 2019-2023 mengusung Visi NTB Gemilang.  Visi tersebut akan dicapai melalui 6 Misi. Yakni NTB Tangguh dan Mantap; NTB Bersih dan Melayani; NTB Sehat dan Cerdas; NTB Asri dan Lestari; NTB Sejahtera dan Mandiri; serta NTB Aman dan Berkah.

Visi-misi tersebut diwujudkan dan diimplementasikan pada 6 bidang program strategis prioritas dan 60 program unggulan. Dan seluruh Kepala Perangkat Daerah diminta secara bertahap dan terintegrasi, untuk segera mengeksekusi dan merealisasikannya.

Dengan BSC, maka semuanya akan menjadi lebih obyektif dan transparan.

“Pelaksanaan program-program pembangunan NTB Gemilang, dan apa pun bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perangkat Daerah, akan dapat berjalan secara lebih transparan, akuntable, terukur dan objektif,” ungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat rapat pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTB, di RRU Kantor Gubernur, Senin (08/07) 2019.

Dikatakan, masyarakat pun dapat ikut memantau setiap program yang dilaksanakan. Sekaligus setiap capaian kinerja dan hambatan dalam pelaksanaanya, dapat diketahui juga. Pada program/kegiatan apa atau bidang dan seksi mana yang belum mencapai target.

Apakah program eksekutif, legislatif atau justru karena ada persoalan kinerja pada SDM yang mengelolanya, terang Gubernur Doktor Zul sapaan akrabnya.

Diera yang serba digital ini, kata Gubernur sudah tidak ada lagi  program-program yang dapat dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Masyarakat juga ikut memantau, tandasnya.

Dengan BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau.

“Saya dan Bu Wagub serta Pak Sekda setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,” tegas Gubernur.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

Dengan alat ini, maka tugas kita menjadi lebih ringan dan ketika dilakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah,  dapat dilakukan secara obyektif.

“Bukan berdasarkan like and dislike, tetapi karena diukur dari kinerja secara obyektif,” tegas Doktor Zul.

Hal senada disampaikan Wagub, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd.

Seluruh Perangkat Daerah dimintanya untuk bersama-sama dapat merampungkan proses input data program/ kegiatan kedalam BSC pada akhir bulan Juli ini.

Sehingga pada tanggal 19 September 2019 dalam satu tahun pemerintahannya, sudah semuanya mantap. Dan sudah dapat diterapkan secara menyeluruh sebagai tools dalam pengawalan dan pengelolaan seluruh program mewujudkan NTB Gemilang, ujarnya.

“Tidak boleh ada lagi OPD yang belum tuntas, apalagi belum memahami atau belum menguasai ilmunya,” pinta Wagub yang lebih akrab disapa Umi Rohmi itu.

Karenanya, Wagub mengingatkan kepada para Kepala OPD agar tidak menyerahkan semua urusan  BSC kepada Staf dan Pejabat yang menangani program saja.

Tetapi semuanya harus terlibat dan mengerti cara kerja dan pemanfaatannya untuk mewujudkan kinerja yang optimal. Bappeda jugaRevitalisasi Posyandu, Untuk NTB Sehat Cerdas.

AYA/Hms NTB

 




Pelaksanaan Program Beasiswa NTB Dinilai Wujud Pemerintahan Yang Bijak dan Arif

Diharapkan kebijakan beasiswa NTB ini dijalankan dengan memperhatikan prinsip keberimbangan

MATARAM.lombokjournal.com — Dukungan dan apresiasi atas program beasiswa NTB sedang dilaksanakan Pemprov NTB terus mengalir.

Program ini dipandang sebagai cerminan kebijaksanaan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Penilaian itu disampaikan DPO Serikat Tani Nasional (STN-NTB), M. Gazali, baru-baru ini.

“Saya sangat apresiasi atas salah satu program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini, terkait pemberian beasiswa yang diperuntukan bagi masyarakat NTB yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2,” ujar Gazali.

Bagi Gazali, kebijakan Dr. H. Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB saat ini memperlihatkan keberhasilan dalam membentuk pemerintahan yang bijak dan arif.

Menurutnya, kualitas pemerintahan tidak hanya dilihat dari sisi seberapa banyak infrastruktur fisik yang telah dibangun. Selain fisik, pembangunan juga harus dikemas dalam bentuk pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, hal itu dibutuhkan sebagai salah satu penopang untuk percepatan pembangunan atau sebagai sarana dan prasarana untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Gazali menegaskan, suatu pemerintahan yang baik dapat dilihat dari bentuk kebijakannya. Terutama, bila kebijakannya tersebut sudah mencerminkan semangat UUD Negara Republik Indonesia 1945.

“Menurut saya, kebijakan Bapak Dr. Zulkieflimansyah saat ini selaku Gubernur NTB dalam memberikan beasiswa terhadap putra putri NTB adalah suatu kebijakan yang sudah sesuai dengan amanat konstitusi yang harus didukung oleh semua masyarakat NTB,” sebutnya.

Sesuai ketentuan, salah satu tanggungjawab pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah kabupaten/kota adalah menyelenggarakan sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, selaku warga NTB, Gazali berharap kebijakan beasiswa NTB ini dijalankan dengan memperhatikan prinsip keberimbangan.

“Penerima manfaat tersebut harus merata di semua wilayah kabupaten/kota. Karena bagaimanapun, tanpa terkecuali warga masyarakat NTB adalah rakyatnya Gubernur NTB dan generasi bangsa yang harus mendapatkan pelayanan yang sama,” pungkasnya.

AYA (*)




453 Orang Jamaah NTB Kloter Pertama, Hari Ini Diberangkatkan

Calon haji yang paling  muda usia  17 tahun dari Kota Mataram, yang paling tua  berusia 91 dari Lombok Tengah

Nasruddn

MATARAM.lombokjournal.com —  Jama’ah calon haji indonesisa pada tahun 2019 berjumlah 4.906 yang semunya  diterbangkn dengan 11 kali kelompok penerbngan (Kloter).

“Untuk Kloter pertama NTB berjumlah 453 orang beserta petugasnya yang hari ini diberangkatkan,” ujar Kepala Kementrian Agama NTB, Nasruddin saat melepas JCHI di Asrama Haji Sabtu (06/07) 2019.

Nasruddin mengatakan, jika jamaah calon haji yang berjumlah  4.906 itu temasuk petugas haji yang bertugas untuk mendampingi jama’ah di mekkah dan madinah .

“Yang disiapkan untuk cuaca tentunya jamaah kita diarahkan dengan cuaca yang beda dengan indonesia yang mana di Mekkah  sangat panas karena suhu disana lebih dari 40 derajad. Antisipasi  kepanasan dengan banyak minum kemudian membawa  obat-obatan dari tanah air dan tentunya  baayak istirahat.” tegasnya

Nasruddin juga mengingatkan  kepada jamaah haji gelombang pertama ini  merupakan yang sangat riskan karena masa tunggu untuk arrafahnya  itu agak panjang, sehingga kita harapkan agar tidak terlalu banyak aktifitas  yang tidak penting.

“Artinya menjaga diri  dan kondisi, supaya nanti  untuk wukufnya fit. Saat wukufnya jama’ah kloter pertama ini dan kedua yang tertentu masa tunggunya lama jadi jangan di forsir,” tegasnya .

Jama’ah calon haji yang lanjut Usian (lansia) hampir 60 persen rata rata lansia resiko tinggi, bahkan ada yang dilarikan  ke rumah sakit tapi sudah bisa diatasi  dan bisa berangkat.

Jamaah calon haji yang paling  muda usia  17 tahun dari Kota Mataram, yang paling tua  berusia 91 dari Lombok Tengah.

AYA




Ditetapkan Sebagai BPS BPIH, Gubernur Zul Minta Semua Pihak Besarkan Bank NTB Syariah

BPS-BPIH tidak hanya berfungsi sebagai penerimaan setoran awal, pembatalan dan setoran lunas jamaah haji, tetapi juga untuk fungsi penempatan, likuiditas, operasional, nilai manfaat dan mitra investasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Konversi bank NTB menjadi Bank Syariah merupakan proyek sekaligus tantangan besar yang tidak boleh gagal. Ia meminta semua pihak untuk bekerja sama membesarkan bank NTB.

Gubernur menyampaikan itu saat penyerahan SK Penetapan PT. BANK NTB SYARIAH sebagai BPS BPIH Penerima Setoran Awal, BPS BPIH Penem

Dr.Anggito Abimanyu, Gubernur Zul dan Dirut Bank NTB Syariah

patan, dan BPS BPIH Mitra Investasi, di hadapan para direksi dan pimpinan Bank NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (05/07) 2019.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menetapkan 31 Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH) untuk periode April 2018 hingga Maret 2021.

Salah satu bank yang ditetapkan sebagai BPS-BPIH adalah Bank NTB Syariah.

“Saya memohon bantuan dan bimbingan untuk bersama membesarkan Bank NTB, sebab ini sebagai cikal bakal alternatif yang baik,” ucap Gubernur Zul.

Gubernur berharap, amanah baru yang diemban bank NTB Syariah ini dapat dijalani dengan baik dan menjadi berkah untuk semua pihak.

“Mudah-mudahan ini jalannya sehingga pertemuan ini menjadi berkah untuk kita semua,” pungkas Gubernur.

Dirut Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo menyampaikan, sebagian besar penduduk di NTB adalah muslim dan banyak melakukan ibadah haji, juga umroh. Dengan latar belakang itu, penunjukan bank NTB Syariah sebagai penerima setoran haji diharapkan dapat membantu masyarakat.

“Mudah-mudahan kami senantiasa bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat NTB, paling tidak, kami juga dapat mengembangkan perbankan syariah di NTB,” ungkap Kukuh.

Dr.Anggito Abimanyu selaku Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia menyatakan, pihaknya bangga dan bersenang hati menetapkan Bank NTB Syariah sebagai Bank Penerima Setoran Haji. Penetapan itu melalui seleksi yang tidak ringan.

Lebih lanjut, Anggito menerangkan BPS-BPIH tidak hanya berfungsi sebagai penerimaan setoran awal, pembatalan dan setoran lunas jamaah haji, tetapi juga untuk fungsi penempatan, likuiditas, operasional, nilai manfaat dan mitra investasi.

AYA/Hms NTB

 




Hj. Niken Serahkan Hadiah Untuk Pemenang Lomba Foto dan Vlog Harganas

Pengakuan pemenang, untuk bahagia bersama keluarga ternyata modal yang paling utama yang dirasakannya selama ini adalah ilmu dan iman

Wawan Herman Husdiawan datanng bersama keluarga

MATARAM.lombokjournal.com — Para pemenang Lomba Foto dan Vlog momen-monen bahagia bersama keluarga yang merupakan salah satu kegiatan memperingati hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi NTB tahun 2019, telah  menerima hadiah.

Hadiah Lomba Foto dan Vlog itu berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp.5 juta untuk Juara I,  Rp.3 juta untuk juara II, dan Rp.2 juta untuk juara III. Total hadiah yang diterima seluruh pemenang Rp.20 juta.

Hadiah diserahkan langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB yang juga penggagas Lomba, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M.Sc di Pendopo Gubernur di Mataram, Jumat pagi (05/07) 2019.

Hj. Niken memang mengundang secara khusus dan memberi jamuan kepada para juara lomba Vlog dan foto dengan tema bahagia bersama keluarga  menuju NTB Gemilang tersebut, di rumah dinasnya.

Pemenang Lomba Foto masing-masing;

  • Juara 1 lomba foto berhasil diraih Agus Kurniawan;
  • Juara 2 diraih oleh Juliadin Kuswara, dan
  • Juara 3 diraih oleh Alfian Pebriadi.

Pemenang untuk kompetisi Vlog masing-masing;

  • juara 1 diraih oleh Wawan Herman Husdiawan;
  • Juara 2 diraih oleh Lalu Rendi Suteja, dan
  • Juara 3 diraih oleh Herman Jayadi.

Keenam pemenang dengan penuh kebahagiaan, diterima Hj.Niken di ruang tamu kehormatan. Diawali dengan pertanyaan seputar kisah keluarga bahagia  di balik hasil karya seni foto dan video pendek (Vlog) yang ditampilkan.

Sehingga berhasil memenangkan lomba yang disukai banyak netizen dan menginspirasi  banyak keluarga untuk bisa bahagia bersama keluarga.

Saking senangnya, Wawan Herman Husdiawan pemenang terbaik I Lomba Vlog, bahkan memboyong keluarga kecilnya yang bahagia, yakni istri dan 2 anaknya ikut hadir menerima hadiah.

Ia menceritakan kisah di balik video pendek adalah aktivitas rutin dalam kehidupan keseharian bersama keluarganya.

Untuk bahagia bersama keluarga ternyata modal yang paling utama yang dirasakannya selama ini adalah ilmu dan iman. Dengan ilmu dan iman itu, dapat membantunya merajut kasih sayang dan bahagia bersama keluarga.

Cerita berbeda diungkapkan, Alfian Pebriadi, juara 3 lomba Foto. Pemuda yang masih lajang ini, terinspirasi dari kehidupan seorang keluarga tetangganya, yang hidup sangat sederhana, tetapi selalu rukun dan bahagia.

Kehidupan keluarga itu kemudian diabadikannya kedalam sebuah foto dan berhasil menyisihkan ratusan foto lainnya. Ternyata untuk bahagia, tidak butuh mewah atau mahal, ujarnya.

Demikian juga pemenang lainnya, masing-masing menceritakan kisah di balik karya itu,  merupakan potret dan kisah nyata para keluarga yang mereka dapatkan dilingkungan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Mereka menyatakan sangat auntusias dan berterima kasih atas pelaksanaan lomba, yang baru pertama kali mereka tahu diadakan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Ini sungguh menginspirasi kami dan tidak sedikit yang telah meng-inbox kami, karena terinspirasi dan rindu akan keluarga bahagia, ungkap mereka.

Setelah menyimak cerita para pemenang, Hj. Niken tampak sangat senang. Istri Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah SE, M. Sc itu kemudian menyampaikan selamat kepada pemenang.

Ternyata untuk bahagia itu, tidak selalu harus mahal. Dengan cara sederhana, meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga, saling mengasihi dan memberi perhatian kepada keluarga, mampu mewujudkan bahagia, ungkapnya.

Karenanya, Hj. Niken menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang jumlahnya lebih dari 400 orang. Mereka telah ikut berpartisipasi pada lomba foto dan Vlog hari keluarga Nasional tingkat Provinsi Tahun 2019, dengan menampilkan karya-karya yang luar biasa.

Karya-karya para peserta itu, ungkap Hj. Niken sungguh menginspirasi dan menjadi momen yang sangat baik untuk terus dikembangkan dalam mendorong tumbuhnya  kreativitas keluarga-keluarga di NTB untuk selalu bahagia bersama keluarga demi terwujudnya NTB Gemilang.

Penghargaan dan terima kasih juga d




Soal Gempa 9 Magnittudo, Gubernur Zul; Bahkan Ada Prediksi Kiamat Tahun Depan

Gubernur Zul minta bantuan media agar  jangan sampai terjadi kepanikan

Agus Riyanto

MATARAM.lombokjourbal.com — Ahli geologi dari Brigham Young University Amerika, Profesor Ronald Haris mengungkap, bila lempeng di wilayah Lombok Selatan yang tertekan oleh lempeng Indo-Australia sepanjang 35 meter tidak bisa menahan tekanan,  akan menyebabkan gempa mega trust  dengan kekuatan minimal 9 Magnitudo dan maksimal 9,5 Magnitudo, dan menyebabkan tsunami setinggi 20 meter (LombokJournal, Kamis 04/06).

Prediksi itu berdasarkan hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika, yang  mengukur jejak tsunami pada masa lampau  bersama tim dan  BMKG  tahun 2012.

Gubernur Zulkieflimansyah langsung menanggapi prediksi itu dan disampaikan pada wartawan di Rumah Langko, Mataram, Kamis (04/06) malam.

Dikatakannya, potensi gempa bumi itu bukan  soal angkanya .

“Semua itu biasa saja, tetapi supaya kita mengantisipasi apa pun terjadi,  bukan berarti kita panik atau takut. Dan soal itu biasa,” tegasnya.

Prediksi dari para ahli hal tersebut merupakan hal biasa saja dan apalagi disampaikan  dalam seminar dan diskusi.

Bahkan gubernur yang akrab di  panggil Bang Zul mengaku pernah membaca bukan saja terkkait dengan potensi gempa, namun bahkan ada yang memprediksikan kiamat tahun depan.

“Pakar ini banyak modelnya juga, artinya kalau potensi bencana dimana-mana  besar. Dan kita di NTB cukup  beruntung, karena  sudah punya pengalaman. Kita tidak berharap ada gempa,  tapi misalnya  ada maka kita tidak sepanik daerah yang belum pernah mengalami hal yang serupa,” ungkap.

Maka dari itu ini lah juga yang menjadi pemicu, salah satu misi NTB yang pertama adalah (masyarakatnya) tangguh bencana dan mantap, supaya mitigasi bencana dan antisipasi  bencana menjadi periotas nomor satu. Saat ini NTB dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Gubernur Zul minta bantuan dari rekan rekan media agar  jangan sampai terjadi kepanikan.

Kemudian gubernur menceritakan, ia baru pulang dari Australia misalnya dari Darwin,  tidak satu pun kursi yang tersisa di pesawat itu saking orangnya senang datang ke Lombok, enggak satu pun yang tersisa.

“Karena itu alhamdulillah geliat yang mulai bagus nih jangan sampe sekarang kita senang hiruk pikuk gitu menghasilkan kegaduhan,” kata Gubernur Zul.

Jejak tsunami

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto yang ikut hadir dalam pertemuan dengan wartawan itu mengatakan, memang dari hasil penelitian dari pakar gempa bumi Prof Rown Haris dari Amerika menyampaikan hasil penelitian  dengan mengukur  jejak jejak tsunami pada masa lampau  bersama tim dan  BMKG .

Pada tahun 2012  melakukan penelitian dengan  menyisir  pantai di selatan Lombok, Bali hingga Banyuwangi. Ditemukan pada kedalaman 1 meter ada lapisan pasir, dan dengan di uji lab disimpulkan berumur 500 tahun.

Artinya pada 500 tahun lalu, pernah terjadi tsunami. Demikian juga di tempat itu di kedalaman tertentu dan diuji lab ditemukan, berumur 1000 tahun dan artinya pernah terjadi tsunami 1000 tahun lalu.

“Kajian kajian ini memberikan pelajaran kepada kita saat ini untuk selalu  wasada  tentang  potensi tsunami di  Lombok. Itu point  yang disampaikan dari profesor ,” ungkapnya.

Sehingga yang dimaksud adalah  Selatan Lombok,seoalah olah menjurus ke pada batas administrasi wilayah yang arahnya menjadi  Kuta.

“Ini yang harus diluruskan, yang dimaksud potensi gempa megatrush di Selatan  yang  menurut  kajian peneliti bisa mencapai  8 poin 5 itu di Selatan Lombok,”ujarnya.

Sedang yang di maksud Selatan Lombok itu bahkan bisa diurut dari barat pantai Sumatra, selatan Jawa dan sampai ke NTB,  itu pertemuan garis lempeng besar, lempeng Australia dan Asia, dan itu tempat pasti terjadi megatrush.

Lanjutnya, kekuatan bisa kita hitung, karena bisa dihitung ukur  volume , panjang , energi, kecepatan bergerak lempeng per tahun sehingga akumulasi energi ketika lempemg bertemu.

“Namun yang menjadi pertanyaan  tidak bisa ditentukan kapan dan tidak bisa diprediksikan, karena gempa tidak bisa dipredikasi kapan akan terjadi,  tetapi dimana dan berapa besar bisa diketahui dari awal,” jelas Agus Riyanto.

AYA




Percepatan implementasi Program Unggulan, Agar Masyarakat Segera Merasakan Manfaatnya

Sebagai pelaksana program, Diharapkan memiliki kemampuan menejerial dan skill sebagai implementor

MATARAM.lombokjournal.com — Melalui group WhatsUp, Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah memerintahkan seluruh Kepala OPD untuk mempercepat implementasi program  unggulan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, hingga ke pelosok-pelosok Desa.

Gubernur meminta Kepala DPMPD, Dr. Azhari agar merintis pemanfaatan aplikasi Balance Score Card (BSC) sebagai media evaluasi dan monitoring, sekaligus memastikan bahwa program-program yang diluncurkan pemerintah untuk rakyat di desa dapat berjalan Transparan, akuntable, terukur dan objektif.

“Pak Gde Diskominfotik, tolong tim kominfo berkoordinasi dengan Bappeda untuk bikin aplikasi ala NTB untuk desa-desa seluruh NTB ya,” kata Gubernur Kepada Plt. Kepala Diskominfotik NTB, Gde Aryadi.

“Pasti bisa!. Cari satu atau dua desa sebagai pilot project tahun ini”, tegas Gubernur.

Hal senada disampaikan Wagub, Umi Rohmi, agar dipilih desa-desa yang memang siap SDM- nya maupun kesiapan infrastruktur dan kriteria lainnya untuk jadi pilot project.

Misalnya desa miskin yang memiliki potensi posyandu, desa wisata, kampung unggas, memiliki infrastruktur IT  dan lain-lain.

“Banyak Kades yang hebat sekarang,” ujar Wagub.

Begitu juga kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H.Rusnan, SH.MH,  Gubernur dan Wakil Gubernur juga berharap BSC dapat mulai dimanfaatkan pada seluruh lembaga pendidikan SMA dan SMK di NTB.

Pada acara sosislisasi RPJMD tersebut, juga telah ditetapkan  4 faktor kunci Sumber daya yang menentukan keberhasilan tercapainya indikator dan target program unggulan menuju NTB Gemilang.

Yakni, Pertama, Kapasitas SDM sebagai pelaksana program. Diharapkan memiliki kemampuan menejerial dan skill sebagai implementor.

Peran BKD, Biro Organisasi dan BPSDM bersama kasubag-kasubag Umum kepegawaian di tiap-tiap OPD harus mampu menyiapkan SDM Profesional.

Kedua, kemanpuan Fiscal daerah, dalam bentuk penyediaan alokasi anggaran untuk biaya pelaksanaan program/kegiatan. Dalam hal ini peran BPKAD, Bappenda, Biro Ekonomi dan BUMD serta OPD yang memiliki sumber sumber pendapatan, diharapkan memiliki inovasi dan mampu menggarap potensi pendapatan dan keuangan untuk memperkuat fiscal daerah.

Ketiga, dukungan Teknologi,  baik mesin-mesin untuk pengolahan produk-produk unggulan daerah, maupun  TIK perannya sangat strategis dalam menentukan  keberhasilan RPJMD.

Dalam hal ini, Dinas Perindustrian, STIP dan Diskominfotik mempunyai peran pada seluruh perangkat daerah.

BACA JUGA ;  Program Unggulan NTB Gemilang Diminta Segera Dieksekusi Dan Direalisasikan

Keempat, Perencanaan Berkualitas, yakni penyusunan berbagai program/kegiatan yang berkontribusi langsung bagi pencapaian target RPJMD. Karena itu, untuk perencanaan yang baik di seluruh OPD, diharapkan untuk mengoptimalkan peran dan kapasitas para pejabat struktural perencanaan dan pejabat fungsional perencana  yang ada di semua OPD.—

AYA/Diskominfotik




Program Unggulan NTB Gemilang, Kepala OPD Diminta Segera Mengeksekusi

Untuk mencapai sukses itu, tahapan penting yang harus dilakukan adalah  mensosialisasikan secara masif ke seluruh masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Program-program unggulan NTB Gemilang yang mencakup 6 bidang program prioritas pada 6 misi Daerah dan 60 program unggulan telah ditetapkan dalam Perda No.1 tahun 2019 tentang RPJMD-NTB Tahun 2019-2023.

Program-program unggulan yang ditetapkan pada RPJMD tersebut, merupakan hasil diskusi panjang Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah bersama seluruh pemangku amanah di NTB, jauh sebelum beliau terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Kini setelah terpilih, telah ditetapkan menjadi kebijakan daerah, ungkap Penjabat Sekda NTB, Ir. H.Iswandi, M.Si pada acara Sosialisasi RPJMD, di Kantor Bappeda NTB di Mataram, Kamis (04/07) 2019.

Karena itu, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB diminta segera mengeksekusi dan merealisasikan

Dan Perangkat daerah sebagai implementor, diminta tidak mengulur-ulur waktu. Tapi bergegas segera mewujudkannya.

“Diskusi panjang itu sudah selesai, kini kita fokus untuk melaksanakannya agar mencapai sukses,” tegas Pak Is sapaan akrab Sekda NTB.

Untuk mencapai sukses itu, maka tahapan penting yang harus dilakukan, terang Sekda adalah mensosialisasikan secara masif kepada seluruh masyarakat.

Agar tumbuh pengertian dan kesepahaman semua pihak tentang teknis pelaksanaannya. Sehingga seluruh stakeholder dapat berperan untuk mengawal dan mensukseskannya.

Kepala OPD dimintanya fokus pada upaya pencapaian sasaran dan target-target RPJMD yang telah ditetapkan.

Dan untuk mengukurnya, telah dilengkapi pula dengan aplikasi Balance Score Card (BSC) sebagai alat evaluasi dan monitoring.

“Kepala OPD tinggal membangun kolaborasi dan kerja sama yang solid dengan stakeholder dan masyarakat, untuk merealisasikannya,” tegas Sekda.

Kata kuncinya, menurut Pak Is adalah pelibatan dan pemberdayaan atau pendayagunaan serta kerja kolektif bersama seluruh sumber daya yang ada.

Diawali secara aktif melakukan sosialisasi serta desiminasi program kepada seluruh stakeholder terkait, ujarnya.

BACA JUGA ; 

Percepatan implementasi Program Unggulan, Agar Masyarakat Segera Merasakan Manfaatnya

Sedangkan pelaksanaan sosialisasi dari program-program unggulan tersebut, Sekda mengarahkan agar OPD berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB.

AYA/Hms NTB




Sosialisasi NTB Zero Waste Melalui Khotbah, Pemprov NTB Mengapresiasi

Gubernur NTB melalui Karo Humas Najamuddin Amy mengatakan pemikiran TGF itu sangat luar biasa

MATARAM.lombokjournal.com — Masyarakat secara umum sangat mengapresiasi jika NTB Zero Waste disosialisasikan melalui khotbah jumat disetiap mesjid se-NTB.

“Terobosan Pimpinan Ponpes Almadani Mamben Lotim Tuan Guru Fauzan Zakaria (TGF) sangat luar biasa dan patut diberi ruang,” kata salah seorang warga yang ditemui  di Mataram, Kamis (04/06).

Menurut warga yang aktif di medsos ini, keterlibatan Ulama sangat penting  dalam mengedukasi ummat, apalagi pemakaian istilah asing “NTB Zero Waste” bisa dipaparkan secara sederhana.

“Sederhana saja kita berfikir, seperti kata NTB Zero Waste ini kalau tidak kita indonesiakan masyarakat dibawah tidak akan faham, NTB Zero Waste itu NTB bebas sampah, itulah fungsi kaum cerdik pandai terutama

Ulama mengedukasi ummat, masyarakat lebih percaya Ulama kok, tegasnya.

Sementara itu Gubernur NTB melalui Karo Humas Najamuddin Amy mengatakan pemikiran TGF itu sangat luar biasa.

“Kita sangat setuju dan mengapresiasi setinggi-tingginya konsep Tuan Guru itu, dalam waktu dekat kami atas nama Pemprov. NTB akan segera merealisasikan, apalagi ponpes juga menjadi rujukan kita dalam kebersihan dan bebas sampah,” ungkap pria ramah ini singkat.

Ia berharap terobosan seperti ini sangat penting untuk keberlangsungan program NTB Zero Waste dan secara umum untuk NTB Gemilang.

“Terobosan seperti ini penting sekali sebagai Spirit yang besar sehingga kami bisa bekerja dengan baik,” pungkasnya.

AYA/Hms NTB