Dari ‘Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi’, Program Unggulan Luar Biasa, Responnya Belum Luar Biasa

Program yang luar biasa masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Cita-cita besar Gubernur Zulkieflimansyah atau Bang Zul dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Jalillah atau Umi Rohmi membawa NTB Gemilang agar berkiprah di kancah nasional dan global, rupanya  belum mendapat dukungan nyata dari bawah.

Pasalnya, etos kerja dan semangat wira usaha masyarakat, khususnya orientasi bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan Bang Zul – Umi Rohmi.

Masalah tersebut mengemuka dalam acara Jumpa Bung Zul-Umi Rohmi di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (12/07) 2019 pagi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan ratusan warga hadir menyampaikan urun rembug, serta kritik dan keluh kesahnya.

Terkait isu etos kerja dan jiwa wira usaha, pelaksanaan program-program unggulan yang dinilai luar biasa itu, belum mendapat respon luar biasa seperti diharapkan.

Dalam acara dialog bersama Bang Zul-Umi Rohmi itu, mengemuka masalah sampah dari komunitas Zero Waste, rendahnya etos kerja dan semangat wira usaha, Koperasi dan UMKM, permohonan bantuan modal, bantuan operasional untuk koperasi syariah dan lain-lain.

Program seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya.

Dan menariknya, warga yang hadir dalam Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga mengungkapkan keluhannya karena sulit mencari angkutan publik  di kota Mataram.

Wirausaha kaum muda rendah

Tokoh masyarakat dan mantan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Mujitahid yang hadir dalam acara Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang.

‘Program unggulan itu luar biasa,” kata Lalu Mujitahid.

Namun dalam perjalanannya, Miq Muji sapaannya menyayangkan, program-program itu belum membumi. Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih rendah.

Contoh kecil, para pedagang kuliner dan asongan dari Cakra-hingga terminal bertais, kalau kita data, para pedagang yang sangat laris itu, sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB.

“Bahkan hanya hitungan jari saja jumlahnya. Itupun hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung”, ungkapnya.

Selebihnya adalah nasi padang, lamongan, bakso dan lain-lain hampir semua pelaku usaha itu, bukan masyarakat lokal.

Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Dari dulu hingga kini, hanya persoalan itu yang membuat IPM kita di NTB masih tertinggal. Hanya berada pada urutan kelima dari bawah. Bahkan NTB berada di bawah IPM Provinsi NTT, ujarnya.

Karena itu perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global.

Miq Muji mengusulkan kepada Gubernur Zul, agar  koperasi dan UMKM, terus diperkuat sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Dalam dialog Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi juga muncul usulan perlunya dukungan dana bagi komunitas surving untuk membentuk koperasi, serta masalah transportasi public di Mataram.

Firman anggota komunitas surving dari Lakey Dompu mengatakan, pariwisata NTB merupakan surga bagi wisatawan mancanegara, khususnya para penggemar surving. Karena keindahan pantainya serta gelombang laut yang indah dan mendukung.

Ia mengibaratkan kedatangan wisatawan pada musim-musim tertentu, seperti ummat muslim NTB yang naik haji ke tanah suci. Maka wisatawan Eropa justru berwisata pantai di NTB, ujarnya.

Firman meminta kepada agar komunitas surving ini diberi dukungan modal untuk membentuk koperasi.

BACA JUGA ; Gubernur Zul Ingatkan, Tugas Pemerintah Menfasilitasi, Mendorong Dan Mengatur Regulasi

Berbeda dengan Firman, seorang Mahasiswa Unram justru mengeluhkan sulitnya transportasi publik di Kota Mataram.

Ia berharap soal transportasi publik ini menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur.

AYA/Hms NTB

 




Harga Cabai Merah Tak Bisa Ditebak, Kini Melesat Rp60 Ribu Per Kilo

Diperkirakan, Agustus- September harganya sudah mulai turun,  karena petani sudah mulai panen cabai

Hj. Putu Selly Andayani

MATARAM.lombokjournal.com –  Saniat, penjual cabai di Pasar Kebon Roek, Mataram, ,Jumat (12/07) 2019 mengatakan, hargai cabai merah memang tak bisa di tebak.

Sekitar seminggu lalu harganya Rp35 ribu per kilogram, kini Harga cabai merah melesat jadi Rp60 ribu per kilo.

Harga normal sebelumnya yakni Rp 35 ribu per kilogram.

“(Cabai) merah sekarang Rp 60.00 per kilo, biasanya Rp 35.000 per kilo. Jika yang (cabai) jumbo merah sekarang juga Rp 60.000 per kilo juga,” katanya.

Penjual cabai dan sayuran itu menambahkan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung selama satu minggu. Saniati yang berpengalaman menghadapi gejolak harga cabai itu mengungkapkan, harga cabai tidak pernah bisa ditebak karena banyak faktor yang bisa membuat harganya naik atau turun.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani menyatakan, memang benar harga cabai di asaran mencapai 60 ribu per kilonya.

Ia menjelaskann, salah satu factor yang membuat harga cabai melonjak di pasar, karena saat ini stok cabai sedang kurang karena petani sedang menanam.

“Harga cabai saat ini sudah mencapai 60 ribu, kemarin tim perdagangan sudah turun ke sentra cabai di Lombok Timur. Dan memang saat ini sedang musim tanam cabai. Nanti bulan Agustus/September panen 20 hektare,” jelas Putu Selly.

Selly menambahkan jika cabai merupakan  tanaman musiman, jadi harus menunggu panen dulu untuk mengisi stoknya.

“Saat ini kemarau panjang, saya juga sudah minta ke Jawa Timur dan Sulawesi,  disana juga langka. Justru lebih mahal  harga cabai di sana daripada di Lombok,” jegasnya.

Saat ini  Lombok timur mampu  produksi sampai 1 Ton dan itu yang diedarkan di NTB tidak diedarkan keluar.

Selly memprediksikan kenaikan ini tidak akan berlangsung lama, karena di bulan Agustus dan September  adalah musim panen,  jadi stok akan melimpah.

Prediksi kenaikan ini hanya di bulan ini saja, Agustus- September sudah mulai turun,  karena ini murni akibat cuaca, katanya.

AYA




Pimpinan BPJS Kesehatan Aktif Dengar Aspirasi Masyarakat, Guna Sempurnakan Proggram JKN-KIS

Kunjungan juga dilakukan ke FKTP di beberapa wilayah untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan baik

lombokjournalcom –

Sukses atau berhasilnya pencapaian penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) tentu juga ditentukan peran akktif masyarakat sebagai peserta.

Karena itu, jajaran direksi dan pimpinan senior BPJS Kesehatan secara rutin menyambangi sejumlah wilayah di Indonesia, mEnjaring aspirasi masyarakat untuk menyempurnakan penyelenggaraan program JKN-KIS.

Selain untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, kunjungan tersebut juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

Salah satu jajaran pimpinan BPJS Kesehatan yang berkunjung ke beberapa wilayah di Indonesia adalah Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya A Rusady.

Maya mengatakan, kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya.

Pihaknya ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya ke masyarakat tingkat kelurahan hingga ke RT.

“Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” kata Maya,  Jumat (12/07) 2019.

Dalam kunjungannya terkait peringatan  HUT BPJS Kesehatan yang ke-51, Maya mengatakan dalam pertemuan tersebut, pihaknya masih menemukan banyak warga yang kekurangan infromasi terkait dengan penggunaan kartu JKN-KIS.

Pihaknya juga turut melakukan kunjungan ke FKTP di beberapa wilayah untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan baik.

“Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data,” ujarnya.

Unsur pimpinan BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat.

Maya menambahkan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” ucap Maya.

Diingatkannya, makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS. Ia juga mengingatkan iuran dari peserta yang sehat akan sangat membantu peserta yang sakit.

“Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal,” katanya.

Kemal Setia Permana/TribuneJabar      

 




NTB Ramah Investasi, Mulai Kemudahan Ijin Hingga Fasilitasi Pasar Ekspor

Pengusaha nasional dan lokal hingga saat ini memang belum banyak mengetahui peluang-peluang, kebijakan dan insentif investasi di negara tujuan outward investment

Ir. Wisnu Wijaya Sudibyo, MM

MATARAM.lombokjournal.com – Para investor yang berkomitmen mengembangkan bisnis di NTB diberi kemudahan dan fasilitas investasi hingga pemasaran.

Lebih dari itu, juga penyediaan fasilitas Outward Investment Bagi para investor termasuk  pengusaha Lokal dan Pengrajin UMKM, untuk permodalan dan perluasan jaringan pemasaran memasuki pangsa pasar ekspor.

Kepala Dinas DPMPTS, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengungkapkan ruang investasi dan kemudahan disediakan bagi investor itu, Rabu (11/07) 2019.

Diungkapkannya, kini Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, menyediakan fasilitas green field investment, merger, akuisisi dan/atau perluasan fasilitas asing yang sudah ada.

Sehingga memudahkan para investor dan perusahaan lokal untuk memperluas jaringan usahanya hingga ke luar negeri.

NTB Ramah Investasi  itu merupakan program unggulan dalam RPJMD-NTB tahun 2019-2023 di bidang ekonomi yang diusung pasangan Gubernur, Dr.H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah.

Lalu Gita menjelaskan, penguasaha lokal  dan UMKM di NTB, selama ini sudah seringkali menerima pesanan hasil produk usahanya dari luar daerah NTB. Bahkan dari luar negeri pun seringkali meminta produk usaha UMKM dari NTB.

Namun karena kendala permodalan dan masih lemahnya pengetahuan mekanisme atau dokumen cara pengiriman produk keluar negeri, sehingga pengusaha lokal belum begitu banyak dapat memanfaatkan pasar ekspor tersebut.

Dijelaskanya, kehadiran Forum Fasilitasi Mint Outward Investment yang menghadirkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank lembaga Pembiyaaan Ekspor Indonesia, para pengusaha dan pelaku UMKM menemukan titik terang, ujarnya

Penyediaan Pembiayaan Ekspor

Direktur kerjasama penanaman Modal Luar Negeri BKPM RI Ir. Wisnu Wijaya Sudibyo, MM meyakinkan para Pengusaha Nasional dan pengusaha lokal maupun UMKM, agar tidak cemas.

Pemerintah melalui BKPM RI terus memperhatikan kemudahan pelaku usaha yang ingin mengekspor produk usahanya ke luar negeri.

Berbagai informasi yang diperlukan mengenai negara-negara yang menjadi tujuan expor, akan difasilitasinya.

“Kami juga telah menggandeng LPI dan lembaga pembiayaan ekspor Indonesia atau eximbank, untuk bekerja sama dalam penyediaan pembiayaan ekspor maupun juga pembiayaan investasi,” terangnya.

Dikatakannya, untuk menunjang kebijakan ekspor tersebut, pemerintah dapat mengeluarkan program National Interest Account (NIA). Sehingga memihak pada pengusaha lokal maupun nasional, jelasnya.

“Bila ada pelaku usaha di NTB yang sudah mampu memenuhi standar untuk expor atau ada permintaan pasaran luar negeri seperti di Malaysia, Singapura, Thailand atau Korea akan kami fasilitasi dengan mengusulkan produk usahanya ,” tambah Nanda Asyrian, Manajer Departemen Devisi Penugasan Khusus dan Pengembangan Bisnis LPEI.

Diakuinya, pengusaha nasional dan lokal hingga saat ini memang belum banyak mengetahui peluang-peluang, kebijakan dan insentif investasi di negara tujuan outward investment.

Kata Nanda, penyebabnya karena keterbatasan akses informasi dan jejaring kerja. Juga  kurangnya kesiapan (readiness) perusahaan nasional untuk memasuki pasar global.

Ini juga karena minimnya pengetahuan tentang ekspor impor hingga kendala kepabeanan yang sering dihadapi.

AYA/Hms NTB

 




Wagub Berharap, Laskar Sasak Jaga NTB Tetap Kondusif

MATARAM.lombojournal.com — Jajaran Laskar Sasak  diharapkan dapat berkiprah bersama membangun NTB.

Dalam pelaksanaan program-program untuk mewujudkan visi NTB Gemilang, daerah ini butuh kondusifitas, rasa aman, nyaman dan tidak ada keributan. Apalagi kalau ada investasi, bisa merangkul masyarakat lokal.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menerima jajaran pengurus Organisasi Laskar Sasak, di ruang kerjanya, Kamis (11/07) 2019.

Wagub Hj Rohmi juga berharap, keberadaan Laskar Sasak bisa mengedukasi masyarakat bagaimana agar investasi bisa menjadi tanggung jawab dan dijaga bersama.

“Jangan sering diprovokasi pikiran negatif tentang investasi, satu sisi kita harus jaga investasi itu sesuai aturan yang ada,” pesan Wagub.

Rr




Investor  Perlakukan Seperti Keluarga Sendiri  

Saat usaha mereka berkembang, ekspansi akan terjadi dan bagi warga NTB, ini akan mendatangkan banyak hal baik. Salah satunya, kesempatan kerja lebih banyak

lombokjournal.com — 

Sumbawa Besar ;   Pebisnis atau investor yang ingin membuka usaha di NTB merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat NTB. Dengan menjadi keluarga, semua pihak akan berupaya mencapai kebahagiaan bersama.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat mendampingi Rani Suryani, seorang pebisnis dari PT. Indofarm Sukses Makmur, Rabu (10/07)  2019.

Rani berkunjung ke sejumlah tempat di NTB untuk melihat langsung potensi sektor peternakan di daerah ini.

Beberapa lokasi yang didatangi antara lain Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa dan Science and Techno Park (STP) Sumbawa.

Di STP, Gubernur dan Rani juga menyimak presentasi Dr. Arief Budi Witarto, Direktur STP Sumbawa. Selain Rani, hadir pula Lam Man Yin, CEO LSO Indonesia yang bergerak di bidang tambak udang.

Kesediaan Gubernur mendampingi kunjungan dua pelaku usaha ini berbuah manis. Rani langsung mengutarakan ketertarikan dan rencananya untuk berbisnis di NTB.

Salah satunya adalah penggemukan sapi-sapi Australia di NTB. Sebagai uji coba, rencananya 1000 sapi akan diimpor dari Australia dan digemukkan di NTB.

BPT HMT Serading dan STIP Banyumulek dinilai akan cocok untuk menjadi tempat mengemukkan sapi-sapi ini.

“Kita lihat dulu ujicoba yang 1000 ekor itu,” ujar Rani.

Selain itu, Rani juga mengutarakan rencana mendirikan pabrik pakan ternak, khususnya ternak unggas (ayam).

“NTB memang luar biasa. Saya berpikir, kayaknya peternakan ayam itu yang paling cocok. Karena bahan utamanya jagung tersedia di sini,” ujar Rani.

Selain pakan unggas, Rani juga tak menampik kemungkinan akan berbisnis pakan sapi di NTB.

“Cuma saya harus mempelajari dulu lebih detail. Pakan sapi, pernah saya uji, sepertinya kalau kita mixed (mencampur) sendiri lebih murah. Kita harus ramuan kita sendiri,” ujar Rani.

Soal kapan rencana ini akan direalisasikan, Rani bahkan mengakui ada kemungkinan tahun ini rencana ini bisa dieksekusi.

“Kalau memang sudah fixed, why not? Pabrik pakan, khususnya ayam. Sesegera mungkin. Mudah-mudahan (tahun ini),” ujarnya.

NTB Bersahabat Bagi Investasi

Terkait rencana bisnis ini, Gubernur menerangkan, yang ia lakukan adalah memberikan keyakinan kepada para pelaku usaha, NTB adalah daerah yang bersahabat bagi investasi.

NTB adalah sebuah keluarga besar yang siap hidup bersama komunitas bisnis.

“Karena dalam ekonomi modern merekalah yang membuka kesempatan pekerjaan, menyelesaikan persoalan pengangguran, kemiskinan dan lain-lain,” ujarnya.

Dengan pola pikir yang demikian, pemerintah daerah, gubernur, camat, bupati kepala dinas dan lain-lain harus mendudukkan kembali tugas dan fungsi mereka.

“Bahwa kesediaan menjadi pejabat publik itu adalah kerendahan hati dan kerelaan untuk berkorban lebih banyak, kemudian melayani dan lain sebagainya,” ujarnya.

Prinsip tersebut bukan hanya diwujudkan lewat pernyataan. Gubernur NTB telah membuktikan sendiri. Ia pun tak sungkan menjadi semacam pemandu kunjungan bagi para investor yang datang ke NTB.

Upaya ini dilakukannya bukan semata formalitas. Melainkan, agar para pelaku usaha merasa diperlakukan sebagai bagian dari keluarga besar NTB.

“Kami ke sini itu bukan berarti beliau harus investasi di sini. Kita tunjukkan apa yang kita punya, kita hidangkan karpet merah buat siapa saja,” ujarnya.

Dengan memberikan kemudahan bernivestasi, para pelaku usaha akan cepat meraih keuntungan. Saat usaha mereka berkembang, ekspansi akan terjadi dan bagi warga NTB, ini akan mendatangkan banyak hal baik. Salah satunya, kesempatan kerja lebih banyak.

“Jadi kita perlakukan para pelaku usaha ini sebagai warga kita yang baru, keluarga kita yang baru, untuk kemudian sama-sama menikmati hidup bersama. Jadi nggak harus kehadiran beliau investasi diindikasikan oleh aktivitas bisnis saja. Kalau beliau nyaman, bukan hanya pakan ternak bukan hanya penggemukan, tapi juga yang lain-lain,” tegasnya.

Menurut Gubernur, tugas semua pihak adalah membuat para pelaku usaha merasakan kenyamanan di NTB.

“Dan kita bantu untuk betul-betul dengan sepenuh hati tanpa pamrih apa-apa. Apalagi mau menyusahkan. Kalau ada yang kurang-kurang kita yang tambahin. Ada infrastruktur yang kurang, kita yang bikin. Pemda itu begitu ke depan. Bukan duduk di kantor,” kata Gubernur Zul.

AYA/Hms NTB




Agustus 2019, Jamnas IMI Digelar Di Lombok Akan Dihadiri Ribuan Klub Motor

Berbagai kegiatan akan di gelar, mulai pameran otomotif dan bazar hingga eksplore wisata dan Adventure offroad

MATARAM.lombokjournal.com — Acara Jambore Nasional Ikatan Motor Indonesia (Jamnas IMI 2019) akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Acara yang melibatkan ratusan pengurus dan ribuan anggota klub motor Se Indonesia ini akan meramaikan Lombok, mulai tanggal 22 hingga 25 hingga Agustus 2019.

Berbagai macam kegiatan akan di gelar, mulai dari pameran otomotif dan bazar, Touring Merah Putih, Kejurnas Time Rally dan fun Rally wisata,Trail adventure, Malam puncak JAMNAS, Eksplore wisata Lombok,Kejuaraan Mini GP dan Adventure offroad.

Menurut Ketua Panitia JAMNAS IMI 2019 H. Faurani Sibawae,SE, HIngga saat ini persiapan terus dilakukan, mulai dari berkoordinasi dengan Panitia pusat dan Pemerintah Daerah.

“Hingga saat ini, kami terus melakukan persiapan terkait acara ini, mulai dari surat menyurat, koordinasi baik instansi pemerintah dan swasta untuk kesuksesan acara tersebut nanti,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut rencnanya akan berlangsung di beberapa tempat, yakni Eks Bandara Selaparang Kota Mataram dan Kawasan Wisata Mandalika.

AYA

 




Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram Cek Ulang Kesehatan Jamaah Calon Haji

Dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya

MATARAM.lombokjournal.com — Petugas Kantor Kesehatan Embarkasi Lombok mengintensifkan pemeriksaan ulang kondisi kesehatan tiap jamaah calon haji yang baru masuk Asrama Haji.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para jamaah, sebelum mereka diterbangkan Ke tanah suci Mekkah .

“Beginilah aktifitas pemeriksaan kesehatan Calon Jamaah Haji oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram, pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di Asrama Haji ini merupakan pemeriksaan tahap akhir untuk memastikan para calon jamaah haji layak atau tidak diterbangkan ke tanah suci ujar Kepala KKP Mataram, I Wayan Diantika, Rabu (10/07) 2019 di Asrama Haji.

Wayan menyatakan, jika tidak semua jamaah yang diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan. Hanya saja calon jamaah haji yang dari data buku kesehatan mereka memiliki riwayat penyakit dan masuk golongan resiko tinggi, yang menjadi sasaran dari pemeriksaan kesehatan ini.

Dijelaskan, hasil pemeriksaan pihaknya sejak awal pemberangkatan jamaah calon haji asal NTB hampir sebagian besar menderita penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, mulai dari hipertensi kolesterol hingga diabetes.

Cek ulang kesehatan

Untuk sementara dari keseluruhan jumlah jamaah yang telah menjalani pemeriksaan, ada 4 jamaah yang mereka rekomendasikan untuk ditunda dan dibatalkan keberangkatannya.

Dua orang yang dipastikan gagal berangkat pada musim haji tahun ini, satu karena hamil muda dan satu lagi karena mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Mutiara Sukma Provinsi NTB.

wayan Diantika mengatakan, untuk memastikan para Jamaah Calon Haji bisa maksimal dalam menjalankan ibadah, pihaknya juga telah membekali seluruh jamaah tentang kiat menghadapi kondisi cuaca panas, yang diperkirakan suhu di Arab Saudi mencapai 50 derajat celcius

BACA JUGA ; Menderita Gangguan Jiwa, Calon Jemaah Haji Asal Mataram Ditunda Keberangkatannya

Dalam menghadapi cuaca ekstrim tersebut, para jamaah diminta agar memperbanyak mengkonsumsi air putih serta selalu membawa alat semprotan air saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

AYA




TGB Harus Didukung Jadi Menteri, Karena Sudah Milik Indonesia

Banyak hal luar biasa yang sudah dilakukan untuk NTB. Dari mulai soal peningkatan SDM, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi, sampai sektor pertanian dan kelautan

MATARAM.lombokjournal.com — TGB (Tuan Guru Bajang) sapaan akrab mantan Gubernur NTB, HM Zainul Majdi, dinilai layak mengisi posisi menteri.

Penilaian itu disampaikan Lembaga Kajian Publik dan Politik, M16, menilai Gubernur NTB sudah saatnya TGB ini menjadi milik Indonesia.

“Saya nilai sudah saatnya TGB ini menjadi milik Indonesia. Bukan lagi milik NTB semata,” kata Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (10/07). 2019.

Didu sapaan akrab Bambang Mei Finarwanto mengatakan, TGB terbukti sanggup berselancar dalam kerasnya pertarungan politik Pilpres 2019.

Bahkan, Koorbid Keummatan DPP Partai Golkar itu menjadi salah satu komunikator Jokowi-Ma’ruf Amin yang handal. Publik yang tak percaya dan cenderung apatis pada Presiden bisa mendapat penjelasan yang tepat.

“Ketika ada isu soal agama, TGB mendinginkan situasi. Salah satu pernyataannya yang cukup baik adalah jangan sampai kontestasi politik merusak persaudaraan,” ucapnya.

Karena kata TGB, persaudaraan adalah aset tak terlihat milik Indonesia.

Didu menyebut, mengikuti pemberitaan aktivitas TGB mulai dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, bahkan hingga Pulau Sulawesi. Ajakan TGB untuk meletakkan politik secara wajar itu sudah tepat.

“Jangan lagi ada pembelahan di masyarakat. Ini kan pesta demokrasi lima tahunan, bagi yang kalah masih ada kesempatan lima tahun lagi. Jangan dibuat ruwet,” bebernya.

Lanjut Didu, Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan (PBNW) sanggup berjejaring dengan bagus ketika bertemu ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ataupun organisasi masyarakat lainnya.

Dengan lintas agama juga seolah tidak ada sekat. Pertemuannya dengan banyak ulama sepuh, mengisyaratkan TGB bisa diterima semuanya.

“Dan jangan lupa, TGB ini ketua ikatan alumni Al Azhar Indonesia. Ada puluhan ribu alumni di Indonesia,” imbuhnya.

Dari sisi kecakapan memimpin, diakui Didu, TGB sudah teruji. Selain pernah menjadi anggota DPR RI, ia dua periode memimpin NTB. Banyak hal luar biasa yang sudah dilakukan untuk NTB. Dari mulai soal peningkatan SDM, pengembangan pariwisata, pemberdayaan ekonomi, sampai sektor pertanian dan kelautan.

“Jadi wajar ketika saya ke Jawa kemudian ditanya, dari mana? Ketika saya jawab NTB, orang akan menjawab, oh TGB ya,” urainya.

Sebagai tokoh politik, TGB diakui oleh Didu memiliki visi pembangunan yang jelas. Ulama yang memahami tata kelola pemerintahan yang baik. Programnya bisa mengena sasaran.

“Sosok TGB yang saya kenal itu model politikus apa adanya. Tak terlalu mengumbar pencitraan, fokus pada kerja nyata,” terangnya.

Mantan ED Walhi NTB ini menyebut, TGB sebagai permata bagi NTB, namanya sanggup menarik perhatian seluruh Indonesia. Dan warga NTB secara tidak langsung bisa dikenal karena TGB.

“Semestinya kita warga NTB satu suara mendukung TGB masuk dalam pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin,” ujarnya.

Diakui Didu, politik memang selalu menghasilkan momentum tak terduga, kadang yang berkeringat justru kurang diperhatikan. Sebaliknya yang santai, justru dielu-elukan.

“Itulah pentingnya kita suarakan, ini kebanggaan bersama,” tegasnya.

Ada modal bagus yang harus dilanjutkan oleh TGB dalam merawat keberagaman di Indonesia yaitu konsep Wasathiyatul Islam atau islam di tengah. Mempererat kembali ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathoniah yang terbelah usai Pilpres.

“TGB memiliki kelebihan dalam merajut persaudaraan,” tandasnya.

Me




Menderita Gangguan Jiwa, Calon Jemaah Haji Asal Mataram Ditunda Keberangkatannya

Jamaah calon haji yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat tahun depan

MATARAM.lombokjournal.com —  Calon jamaah haji kloter asal Kota Mataram bernama Hasna, batal berangkat pada musim haji tahun ini, akibat mengalami gangguan jiwa.

Saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, Hasna dia dinyatakan mengalami gangguan jiwa dan dirujuk ke rumah sakit jiwa di Mataram.

“(Hasna) Mengalami gangguan jiwa, dan dirujuk ke RSJ. Keberangkatan ditunda tahun depan,” ujar Kepala Seksi Sistem Informasi Haji Kementerian Agama NTB, Sri Latifa Muslim, Rabu, 10 Juli 2019.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram, I Wayan Diantika mengatakan, jamaah haji yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan berangkat tahun depan.

“Apa yang dilakukan direhabilitasi kesehatan ini semata-mata untuk memperlancar ibadah semua jamaah. Jadi kalau ada yang kami tunda mohon dipahami, atau memang kalau ada yang dibatalkan tahun ini sudah ada jaminan dari Kementerian Agama tahun depan diprioritaskan. Tidak perlu membayar apapun lagi,” jelasnya.

Dia mengatakan kondisi cuaca yang panas di tanah suci dapat memicu jamaah mudah sakit, sehingga kesehatan jamaah menjadi prioritas.

BACA JUGA ; Kantor Kesehatan Pelabuhan Cek Ulang Kesehatan Jamaah Calon Haji

“Bahkan semua rekam medis dari Puskesmas, dari kabupaten kita buka untuk melakukan antisipasi lebih komprehensif,” tuturnya.

AYA