Hidup Sehat Tanpa Rokok Atasi Jantung Coroner

Sebagian besar kasus penderita jantung, disebabkan oleh asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun bukan perokok (perokok pasif)

MATARAM.lombokjournal.com — Berbagai aksi mengkampanyekan hidup bersih dan sehat tanpa asap rokok, mengisi peringatan hari ulang tahun ke 111 ikatan dokter indonesia (IDI) Provinsi NTB, diisi dengan

Diawali dengan fun walk, memungut sampah oleh para dokter, para medis dan mahasiswa kedokteran, kemudian senam jantung sehat, check up kesehatan, dan talk show “Pengaruh Rokok Terhadap Jantung dan Paru”, bersama Dr.Yusra (dokter spesialis jantung) dan Dr. Eva (dokter specialis paru-paru) sebagai narasumber.

Dokter Yusra mengatakan, saat ini  banyak ditemukan kasus-kasus pasien yang terserang jantung coroner. Menurutnya, jantung coroner terjadi karena penyempitan pembuluh darah ke jantung.

Pemicunya, kata dokter Yusra, selain karena hipertensi, kolestrol, gula darah, triglersida dan faktor lingkungan lainnya.

Juga  sebagian besar kasus penderita jantung, katanya disebabkan oleh asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun bukan perokok (perokok pasif), ujarnya.

Karena asap rokok juga akan terhirup oleh masyarakat disekitarnya, meski bukan perokok. Bahkan perokok pasif ini resikonya 13 kali, terkena penyakit jantung dibandingkan dengan tanpa asap rokok sama sekali.

Penjelasan senada diungkapkan Dr. Eva. Rokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru, karena didalamnya mengandung zat-zat berbahaya, seperti nikotin carcinogen,dan aerosol serta zat-zat berbahaya lainnya.

Penjelasan tersebut mengundang sejumlah pertanyaan dari masyarakat yang hadir. Diantaranya Haris dari gunung sari yang menanyakan efek dari rokok elektrik.

Ia mengaku pernah mencoba rokok elektrik, dan setelah di lakukan test terhadap asap yang menempel di kapas ternyata tampak lebih bersih dari rokok biasa.

Terhadap hal tersebut, dokter Yusra menjelaskan, rokok elektrik juga sama  resikonya. Karena rokok elektrik  tetap mengandung nikotin, carcinogen,dan aerosol.

Bakan zat-zat tersebut bisa menempel dijendela, kursi, baju dan lain-lain. Sehingga jika terhirup oleh keluarga atau anak-anak kita, dapat berpotensi menyebabkan penyakit kanker.

Wagub Umi Rohmi tidak luput juga bertanya tentang  resiko bagi masyarakat yang hidup dengan perokok.

Terhadap pertanyaan tersebut, Dokter Eva menjelaskan, saat merokok maka ada dua efek yang ditimbulkannya

. Yakni asap utama yang lebih besar akan beresiko bagi pecandu rokok terserang jantung/paru-paru. Dan asap sampingan yang akan berpengaruh pada lingkungannya atau orang-orang di sekitarnya.

Secara resiko, kata dokter Eva adalah sama-sama besar kemungkinan terkena penyakit kanker, jantung dan lainnya.

Pengunjung lainnya Ikhsan dan Inaq Ruri yang suaminya kecanduan rokok menanyakan solusi mengatasi rokok. Karena menurutnya  saat ini anak-anak saja sudah mulai merokok. Sementara pabrik rokok tidak mungkin kita tutup, ungkapnya.

Terhadap hal ini, para dokter dari IDI memberikan Tips, untuk menciptakan lingkungan yang bebas rokok, maka kita semua, terutama para orang tua harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak.

BACA JUGA ; Wagub; Masalah Kesehatan Dan Kebersihan ‘Pekerjaan Rumah’ Bersama

Berhentilah  merokok sekarang juga, sarannya.  Maka untuk  bisa berhenti merokok,  harus dimulai dari komitmen yang kuat untuk perduli pada diri sendiri dan lingkungan akan pentingnya menjaga lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

AYA/Hms NTB




Wagub; Masalah Kesehatan Dan Kebersihan ‘Pekerjaan Rumah’ Bersama

Dibutuhkan proses dan sinergitas dari semua pihak untuk membangun mindset yang benar tentang sampah

MATARAM.lombokjournal.com —  Mewujudkan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan masalah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan agar tetap asri dan lestari,  masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama untuk diatasi.

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu pada Hari Bakti Dokter Indonesia ke 111, dirangkai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, kerjasama Yayasan Jantung Indonesia NTB dan IDI NTB,  di arena Care free day pada Inspiratif Ekspo di Jalan Udayana Mataram, Minggu (21/07) 2019.

Wagub yang lebih akrab disapa Umi Rohmi itu menegaskan, kesehatan sangat erat kaitannya dengan budaya hidup bersih dan komitmen menciptakan lingkungan yang bersih.

Pemerintah Provinsi NTB bersama-sama seluruh pemerintah Kabupaten/kota sangat konsen menangani masalah sampah melalui gerakan program bebas sampah (Zero waste), ujarnya.

“Menjadi tugas kita bersama untuk membangun kesadaran semua elemen masyarakat tentang kebersihan. Sekaligus mengubah mindset tentang sampah,” tegas Umi Rohmi.

Wagub juga menyatakan dibutuhkan proses dan sinergitas dari semua pihak untuk membangun mindset yang benar tentang sampah.

Masyarakat kita harus terus diedukasi dan diberikan contoh serta desiminasi informasi bagaimana memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

Budaya memilah sampah, antara sampah plastik dan sampah organik yang dapat dijadikan pupuk, bila sudah berhasil dibudayakan,  maka ke depan sampah bukan lagi menjadi sumber penyakit, tetapi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Umi Rohmi, ke depan tidak hanya muncul istilah “buanglah sampah pada tempatnya saja. Tetapi juga jual-lah sampah pada tempatnya”.Wagub mengajak seluruh pihak untuk berjuang bersama.

“PKK, IDI dan NGO serta seluruh instansi lainnya, mari kita bergerak bersama, sehingga kita bisa yakin bahwa dalam 5 tahun ke depan, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) hanya tinggal 30 persen saja,,” ajaknya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, yang menyatakan hal sama,  kerja sama semua pihak untuk mewujudkan NTB Gemilang sangatlah diperlukan.

BACA JUGA ; Hidup Sehat Tanpa Roko, Atasi Jantung Coroner

PKK ke depan siap bekerja sama dengan IDI dalam mengimplementasikan berbagai program mewujudkan NTB sehat cerdas. Termasuk lingkungan yang asri-lestari melalui program Zero Waste, pungkasnya.

AYA/Hms NTB




SengKeta Lahan SMAN 1 ALAS BARAT Diselesaikan Gubernur

Menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk

SUMBAWA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnya mengakhiri sengketa lahan yang 15 are di SMAN 1 Alas Barat.

Sengketa lahan itu hampir 14 tahun dan dimenangkan oleh Drs.H. Nurdin Ending, MM. Tapi setelah melalui silaturrahmi dan komunikasi yang baik yang dilakukan Gubernur Zul, akhirnya di sekolah tersebut bisa diselesaikan.

Penyerahan lahan ke Pemerintah Provinsi NTB itu berlangsung hari Sabtu (20/07) 2019, melalui Penandatanganan dan Penyerahan Hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB, di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, tiba di sekolah tersebut disambut para guru dan siswa sekolah setempat. Tidak ketinggalan, puluhan masyarakat juga hadir menyaksikan kegiatan yang bersejarah tersebut.

“Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan kelapangan dada, setelah hampir 14 tahun berperkara,  kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini.

“Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemuliaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” tuturnya.

Orang mulia itu kata Gubernur bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya. Namun, orang mulia menurutnya adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki.

“Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada kita semua,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan.

“Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya.

Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur Zul.

Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB.

Nurdin mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu.  Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini beramafaat,” ungkapnya usai acara.

AYA/Hms NTB




Gubernur; Kepala Sekolah Diangkat Berdasarkan Prestasinya

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK diangkat berdasarkan prestasi, agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu  saat bersilaturrahim dengan Kepala Sekolah SMA/SMK se-kabupaten KSB, di SMA 1 Pototano, Sabtu (20/07) 2019.

Sehingga NTB Sehat dan Cerdas betul-betul terwujud dan memiliki dampak baik bagi indeks pembangunan manusia NTB.

Silaturrahim tersebut digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dan digelar usai Gubernur Zul menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur menjelaskan, apapun latar belakang suku, agama dan golongan, kalau kepala sekolah itu memiliki prestasi hebat, maka mereka itulah yang layak memimpin sekolah.

“Jadi jangan khawatir diganti,  kalau anda berprestasi, maka akan terbuka, apa pun organisasinya,” jelas Gubernur.

Dalam mengangkat Kepala Sekolah itu, tidak akan melihat faktor kedekatan atau politis. Namun, yang diperhatikan adalah prestasi serta masukan dari para guru dan pengawas.

Menurut gubernur, kalau pengangakatan Kepala Sekolah berdasarkan suka dan tidak suka, atau karena faktor tim sukses, maka pendidikan di NTB tidak akan mengalami perubahan. Justru yang ada katanya adalah kehancuran pendidikan.

“Kepala sekolah itu betul-betul harus digugu dan ditiru. Kita kembalikan kepala sekolah kita ini pada marwah yang mulia,” tegasnya.

Dijelaskan,  sudah saatnya pendidikan di NTB ini menjadi ruang laboratorium utama yang tidak lagi diintervensi oleh siapa pun.

“Kepala sekolah kita dulu luar biasa, tidak hanya menjadi orang tua sekolah itu, namun juga orang tua masyarakat dan kata-katanya di dengar,” ungkap orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi.

Pemerintah Kabupaten tetap memiliki penilaian dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami tidak ingin kebijakan provinsi dirasakan berbeda oleh bupati,” ungkapnya.

AYA/Hms NTB




Korban Kebakaran Seteluk Mendapat Bantuan Gubernur

Untuk tanggap darurat,  melalui Dinas Sosial NTB, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban, berupa terpal, matras, makanan lauk pauk, family kit dan paket kebersihan keluarga

Puing kebakaran

lombokjournal.com —

SUMBAWA BARAT  ;  Korban kebakaran di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat, mendapat bantuan Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah, Sabtu (20/07) 2019.

Kebakaran, Kamis (17/07) 2019 lalu, menyebabkan 8 unit rumah hangus terbakar, 1 warga meninggal dunia bernama Hasan Surya, 60 tahun, dari  Desa Seteluk Tengah. Berhasil diselamatkan adalah 3 unit rumah, yaitu milik M. Ali Mao, Sanafiah, dan Hasanudin.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.20 Wita itu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Hasil investigasi sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek.

Setelah menempuh perjalanan darat dari Kota Mataram, Gubernur Zul tiba di dusun tersebut sekitar pukul 10.45 Wita. Kedatangan Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu langsung disambut Bupati KSB, Dr. H. Musyafirin, ratusan masyarakat setempat dan para korban kebakaran.

Untuk tanggap darurat,  melalui Dinas Sosial NTB, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban, berupa terpal, matras, makanan lauk pauk, family kit dan paket kebersihan keluarga. Selain itu, juga diserahkan makan dan minuman siap saji.

Musibah kebakaran yang menimpa masyarakat itu dikatakan gubernur merupakan ujian untuk naik kelas. Ia mengajak para korban bersabar menghadapinya.

Gubernur Zul juga menyampaikan agar para korban mendata kebutuhan.

“Silahkan, kalau ada yang bapak/ibu butuhkan, segera sampaikan ke kami,  kami siap,” kata Gubernur Doktor Zul.

Bupati KSB melaporkan, saat ini Pemerintah KSB bersama jajaran pemerintahan provinsi telah melakukan penanganan darurat atas musibah tersebut. Termasuk biaya pembangunan kembali rumah yang terbakar.

“Rencana hari ini akan ada gotong royong pembangunan fondasi rumah,” jelasnya.

Selain membangun rumah, sesuai dengan kesepakatan bersama warga masyarakat dan korban, lingkungan terjadinya kebakaran itu akan ditata. Sebelumnya tidak ada gang, sekarang akan dibuka gang. Sehingga memudahkan akses masyarakat untuk keluar masuk lingkungan.

Anggaran untuk membangun kembali rumah tersebut sebasar 35 juta, bagi masing-masing rumah, sebanyak 8 unit.  Sedangkan yang rusak ringan akan dibantu sebesar 15 juta.

AYA/Hms NTB




Jambore Nasional IMI Bisa Jadi Gawe Besar Promosi Pariwisata

Event yang potensial seperti ini mesti mendapat support penuh dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten dan Kota di masing-masing destinasi

MATARAM.lombokjournal.com – Event Jambore Nasional (Jamnas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2019, pada 22-25 Agustus di Lombok, NTB, akan menjadi trigger yang baik untuk mempromosikan pariwisata Lombok.

Praktisi Pariwisata NTB, H Misbach Mulyadi mengatakan itu, Sabtu (20/7) di Mataram.

Menurutnya, event tersebut bakal memobilisasi banyak pengunjung yang menjadi bagian dari peserta Jamnas IMI. Jumlah mereka bisa sampai 3 ribu orang lebih.

“Ini sangat luar biasa. Pariwisata memang butuh mobilisasi. Bayangkan mereka anggota IMI se-Indonesia akan berada tiga hari lebih di Lombok, mereka bisa jalan-jalan melihat destinasi dan berbelanja,” kata H. Misbach,.

Dikatakan, event yang potensial seperti ini mesti mendapat support penuh dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten dan Kota di masing-masing destinasi.

Sebab, rute Touring Merah Putih yang akan dilalui para peserta Jamnas IMI ini meliputi sejumlah destinasi baik di Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, hingga Kuta Mandalika di Lombok Tengah yang menjadi lokasi puncak kegiatan.

Menurut Misbach, Pemda bisa mendukung dengan kegiatan-kegiatan atraksi seni budaya di venue kegiatan, atau juga bisa menyambut para peserta dengan jamuan makan bersama.

“Mestinya pemerintah bisa menjamu mereka, sebagai bentuk apresiasi bahwa mereka sudah mau berjambore di Lombok. Misalnya dengan pagelaran atraksi dalam acara gathering, atau jamuan makan. Ini semua Pemda harus ambil peran,” katanya.

Di Kuta Mandalika sendiri, papar Misbach, Pemda Lombok Tengah bisa menjamu makan bersama dengan konsep begibung.

Hal ini akan turut mempromosikan budaya lokal, sekaligus memberi pengalaman baru bagi para peserta Jamnas IMI yang kebanyakan dari luar NTB.

“Jamuan makan dengan konsep begibung misalnya. Ini bisa dilakukan Pemda Lombok Tengah,” katanya.

Sementara di kawasan Senggigi,  Pemkab Lombok Barat juga harus jeli menyambut para peserta Jamnas IMI. Misalnya, menghidupkan pasar seni Senggigi dengan berbagai atraksi seni budaya yang bisa dinikmati.

“Teman-teman (pelaku wisata) di Senggigi juga pasti mendukung, karena saat ini kan Senggigi cukup sepi ya,” katanya.

Ia berharap, kegiatan Jamnas IMI 2019 di Lombok bisa terlaksana dengan baik, dan menjadi angin segar bagi geliat pariwisata di Lombok dan NTB secara umum.

“Event-event seperti ini memang harus terus dilakukan di Lombok. Kita berharap Jamnas IMI ini sukses dan membawa dampak baik bagi sektor pariwisata kita di NTB,” pungkasnya.

AYA (*)




Wagub Minta Peran Pemuda Dalam Wirausaha Dimaksimalkan

Dipertanyakan,  Bagaimana eksekusi dari program kewirausahaan dinas terkait ke depan

 MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd menggelar Rapat Koordinasi Terkait Kewirausahaan Pemuda bertempat di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (19/7/2019).

Ia meminta agar potensi-potensi pemuda NTB  dimaksimalkan dalam bidang kewirausahaan. Ia  menekankan pentingnya peran perusahaan daerah dalam menyukseskan program wirausaha tersebut.

“Banyak hal-hal yang kita perlu lakukan dari segi inovasi, sinergikan semua potensi, sehingga semua terlibat sesuai porsi masing-masing,” jelas Hj. Rohmi.

Koordinasi antar dinas, terutama Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan diharapkan berjalan optimal, sehingga program-program Kewirausahaan pemuda di NTB dapat berhasil.

“Bagaimana eksekusi dari program kewirausahaan kita ke depan, tugas kita untuk membuka pasar-pasar dan jalan bagi para pemuda,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB,  Hj. Husnanidiaty Nurdin menyampaikan beberapa poin-poin yang menjadi tujuan utama kewirausahaan pemuda.

Pertama, mengembangkan minat dan motivasi pemuda untuk terjun ke dunia usaha. Kedua, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tata kelola usaha, produksi, pasar dan jejaring. Terakhir, mengembangkan kemampuan wirausaha pemuda.

“Kewirausahaan ini sudah masuk dalam RPJM dan Renstra kami, kami harap kerjasama, sinergi dan bantuan dari dinas terkait dalam menyukseskan program ini,” harap Husnanidiaty.

Rakor diikuti oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Kepala Dinas Perdagangan NTB dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB.

AYA/Hms NTB




PBNW Gelar Pertemuan Dengan PBNU, Bicarakan Persatuan Bangsa

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam

TGB Atsani dan KH Agil Siradj

 lombokjournal.com —

 Jakarta  ;  Pasca terpilih, terpilih sebagai Ketua Umum PBNW periode 2019-2024 pada Muktamar ke-14 Nahdlatul Wathan, di Mataram akhir Juni lalu, Tuan Guru Bajang Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, menggelar road show pada Ormas-ormas Islam untuk kembali menyatukan persaudaraan pasca Pemilu 2019.

TGB Atsani Senin (15/07) 2019  mengunjungi Ketua Umum PBNU, Agil Siradj dan Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini di Jakarta.

Para tokoh Ormas Islam ini,  membicarakan sinergitas dalam aspek kehidupan beragama dan berbangsa, serta membangun SDM yang unggul dan memperkuat dakwah Islam Ahsulussunnah wa Jamaah.

“NU dan NW itu saudara yang menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia, karena pendiri kedua ormas Islam ini satu perguruan, yakni sama-sama alumni Madrasah Assaulatiyyah Makkah almukarromah. Untuk itu mari kita rawat persaudaraan ini demi agama dan keutuhan NKRI,” tutur TGB Atsani dalam siaran pers yang disampaikan ke media, Jumat (19/07)

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam.

Tidak hanya itu, menurut TGB Atsani,  KH Agil Siradj juga mengapresiasi pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai upaya rekonsiliasi bangsa pasca pemilu.

“Keduanya (Jokowi-Prabowo) adalah putra terbaik yang dimiliki bangsa ini, jadi sewajarnya rakyat Indonesia menyambut baik pertemuan  beliau itu. Kepada rakyat Indonesia sudahilah pertentangan politik, saatnya kita maju bersama  membangun bangsa tercinta ini,” imbaunya

Me




Wagub: Ibu Berperan Kunci Dalam Ketahanan Keluarga

Ibu-ibu sangat besar perannya untuk mensukseskan program-program pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Peran perempuan dalam pembangunan cukup besar, apalagi pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal pembangunan berkelanjutan, hanya bisa berhasil jika penanganannya dari hulu, dari sumber dan dari akarnya. Salah satu kunci keberhasilannya adalah ketahanan keluarga.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd mengatakan itu saat  menjadi pembicara pada seminar Peran Organisasi Wanita Dalam Pemberdayaan Perempuan Serta Peran Perempuan Dalam Revitalisasi Posyandu, di Hotel Fave Mataram, Jum’at (19/07) 2019.

Dikatakannya, tentang ketahanan keluarga, yang memiliki peran besar dalam hal tersebut adalah seorang ibu.

“Jika peran seorang ibu lemah, betapa anak-anak kita bergantung dari cara ia menerima pendidikan dan arahan dari seorang ibu, begitu pun kesehatan dan pendidikannya,” ungkap Wagub.

Menurutnya, BKOW (Badan Koordinasi Wanita) harus bersinergi dengan GOW (Geraka Organisasi Wanita), supaya saling memperkuat.

Itu salah satu fungsi pertemuan hari ini dan besok, katanya..

Dalam merencanakan pembangunan harus memperhatikan kearifan lokal yang ada di NTB, akuntabilitas, dan berwawasan lingkungan.

Wagub sebagai Ketua BKOW NTB menyampaikan, seminar ini adalah untuk memperkuat peran ibu-ibu, baik dari sisi edukasi/pendidikan dan dari sisi-sisi lainnya.

Pendidikan tidak hanya berasal dari sisi formal, tetapi juga non formal.

Sebelumnya di tempat yang sama, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, dukungan penuh terhadap kegiatan ini, perempuan hars bisa berkontribusi untuk semua kebaikan.

“Ibu-ibu disini sangat besar perannya untuk mensukseskan program yang dibuat oleh pemerintah, saya selaku Ketua TP. PKK menyadari tidak semua desa atau wilayah PKK nya sudah bagus,” ucap Hj Niken.

Hj Niken berharap, semua bersama bergandengan tangan, harus peduli kepada sesama perempuan.

Perempuan harus peduli terhadap sesama, banyak kasus yang terjadi yang merugikan perempuan karena ketidakpedulian terhadap sesama.

“Kalau kita peduli Insyallah semua masalah bisa diselesaikan bersama dan bersama menuju NTB Gemilang”, tutup Hj Niken.

Usai memberikan arahan dalam seminar tersebut, Wagub membuka sesi tanya jawab, yang direspon antusias ibu-ibu mengenai program pemerintah terkait visi dan misi NTB Gemilang.

AYA/Hms NTB




Pesan TGB, Jaga Persaudaraan dan Cegah Fitnah

Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri

TGB HM Zainul Majdi

lombokjournal.com —

SOLO  ;    Persaudaraan dan menghindari fitnah perlu dijaga oleh umat Islam Indonesia. Modal utama kehidupan adalah takwa kepada Allah, dan modal ini harus dijaga dengan baik.

Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia, TGB HM Zainul Majdi mengatakan itu dalam Kkhutbah Jum’at di Masjid Tegalsari, Solo-Jawa Tengah (19/07) 2019.

Hidup selalu ada pasang surut. Namun nikmat Allah tidak ada yang bisa menghitungnya.

Ukuran sesuatu itu dikatakan penting atau tidak tergantung bagaimana Al Quran membahasnya. Bila dibahas tegas maka nikmat itu maha penting.

“Dan ingatlah perintah ini berlaku untuk kita semua, ketika dalam keadaan bermusuhan kemudian Allah mendekatkan hati kalian. Kalian semua bersaudara dengan nikmat Allah,” katanya.

Dalam ayat tersebut, pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan). Itu nikmat dari Allah.

“Karena Allah hati kita tertaut satu sama lain. Dalam Firman Allah, kalaupun kamu punya harta sebanyak bumi ini, lalu kamu bayar untuk hati mereka, maka tidak akan bisa. Maka Allah yang mendekatkan satu sama lain,” lanjutnya.

Islam sendiri membahas peradaban, kemauan pasar, dan memperkuat persaudaraam Muhajirin dan Ansor. Kemudian akhirnya membuat piagam persaudaraan Madinah berkomitmen menjaga kota Madinah apapun agamanya.

“Dalam Islam dilarang melemahkan persaudaraan, apalagi merusak,” tegasnya.

Dalam Surah An Nur, ada sepuluh ayat menceritakan berita bohong. Kalau berita bohong serta fitnah dilontarkan akan melemahkan dan merusak persaudaraan.

Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

“Jangankan melakukan itu (memakan bangkai), membayangkan saja sulit,” ucapnya.

Di Indonesia sebagai umat Islam paling besar di dunia, di tengah masyarakat banyak masih tersebar, ghibah, umpatan, serta hujatan. Tak sadar, akibat itu semua membuat persahabatan menjadi renggang.

“Karena fitnah berupa ucapan yang merusak,” tandasnya.

Me/Tim TGB