Launching e-Ticketing Paket Desa Wisata, Wagub Tegaskan Masyarakat Wajib Jaga Keindahan NTB

Mendes bahagia bisa mengunjungi NTB yang sangat indah, ia mengajak seluruh elemen terus memperlihatkan keindahan NTB agar dunia dapat mengenal NTB lebih jauh lagi

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil  Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan,  Desa Wisata adalah salah satu jalan untuk menurunkan kemiskinan di NTB, hal ini diungkapkan saat ia menghadiri launching e-Ticketing Paket Desa Wisata di Hotel Lombok Raya, kamis (25/07) 2019.

“Sering saya bertemu dengan orang yang suka berkeliling dunia, tidak sedikit yang mengatakan, tempat kita ini adalah surga, itu yang menyebabkan rang-orang yang pernah ke NTB ingin kembali,” kata Wagub.

Wakil Gubernur mengatakan,  seluruh masyarakat berkewajiban menjaga keindahan alam NTB ini agar terus lestari.

Dalam acara tersebut hadir juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo.,BSEE.MBA. Wakil Gubernur menyampaikan kepada Mendes PDTT, desa selain menjadi destinasi wisata, desa di NTB juga menjadi ujung tombak dari program Zero Waste yang menjadi program unggulan di NTB.

“Desa selain menjadi daerah pariwisata, kita juga menjadikan desa di NTB ini sebagai pendorong dari program tersebut dengan penerapan masing-masing desa memiliki Bank Sampah,” ungkapnya.

Mendes PDTT dalam sambutannya memuji Provinsi NTB yang memiliki Wakil Gubernur perempuan,

“Kita harus bangga punya wakil gubernur perempuan yang hebat di NTB ini,” pujinya.

Mendes mengungkapkan, kebahagiaannya bisa mengunjungi NTB yang sangat indah, ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk terus memperlihatkan keindahan NTB agar dunia dapat mengenal NTB lebih jauh lagi.

BACA JUGA ; Mengujungi Desa Wisata di NTB Melalui e-Ticketing

Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi

MATARAM.lombokjournal.com – – Tahun lalu, Nusa Tenggara Barat telah meresmikan 99 desa wisata. Pada desa wisata tersebut tersedia berbagai kuliner, kerajinan tangan maupun kesenian khas NTB.

Untuk mengunjungi desa wisata, kini dapat juga memesan tiket melalui aplikasi Goers.

Aplikasi Goers dikhususkan untuk paket pariwisata, pemesanan tiket event, film, tempat atraksi dan hiburan lainnya.

Aplikasi tersebut telah diluncurkan hari Kamis (25/07) 2019 malam, dalam acara peluncuran desa wisata dan e-ticketing di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi.

Direktur Operasi (COO) Goers, Niki Tsuraya Yaumi, mengatakan, sebagai proyek percontohan telah terdaftar dua desa wisata di Goers. Desa tersebut yakni Desa Sesaot Lombok Barat dan Desa Ende Lombok Tengah.

“Kami dan juga partisipasi bersama Kementerian Desa PDTT untuk mendukung program e-ticketing desa wisata. Kami sudah melakukan pilot projects beberapa desa wisata,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, pencatatan pengunjung dapat dilakukan di tempat dan semua laporan dapat diakses secara real time oleh pemerintah pusat.

Yaumi menjelaskan, jika telah mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung akan melakukan registrasi di lokasi, sehingga dapat mengetahui secara jelas jumlah kunjungan maupun total pembelian tiket yang diterima desa wisata tersebut.

“Sehingga dengan ini menjadi laporan komprehensif bagi Kepala Desa, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat di Kementerian,” ucapnya.

Pada aplikasi tersebut telah diinput 25 kota di Indonesia, yang tentunya memiliki destinasi wisata dan hiburan lainnya. Ke depan, semua desa wisata di NTB akan ditambahkan pada aplikasi tersebut.

BACA JUGA ;

Launching e-Ticketing Paket Desa Wisata, Wagub Tegaskan Mayarakat Wajib Jaga Keindahan NTB

Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi.

“Dahulu mekanisme melalui buku, kini secara digital dan bisa diakses secara real time. Sudah banyak desa wisata tercover internet. Jika belum akan dikoordinasikan dengan Kominfo,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pemerintah desa yang hadir dalam acara tersebut untuk mempergunakan dana desa sebaik mungkin untuk kemajuan desa.

Menurutnya, selama lima tahun ini dana desa telah mampu membangun infrastruktur secara masif yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

“Dan dalam empat tahun terakhir ini telah banyak sekali desa-desa yang berhasil mengelola dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa, saya berharap pemerintah desa tetap konsisten berinovasi untuk memajukan desanya,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Program Happy Hour, Mengingatkan Peserta JKN-KIS Membayar Iuran Tepat Waktu   

Kepatuhan membayar iuran sebagai peserta JKN-KIS merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan program

lombokjournal.com —

Mataram, Jamkesnews  ;  Masih rendahnya tingkat kolektabilitas iuran, khususnya peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri menjadi tantangan besar organisasi dalam mewujudkan misi ke 3 (tiga) BPJS Kesehatan, yaitu bersama menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan.

Untuk itu, BPJS Kesehatan Cabang Mataram terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong kolektabilitas iuran JKN-KIS tersebut.

Revenue Collection merupakan salah satu dari tiga pilar utama BPJS Kesehatan dalam menjaga kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Upaya yang dilakukan selain mengoptimalkan peran Kader JKN, BPJS Kesehatan Cabang Mataram juga membuat program yang diberi nama Happy Hour.

Happy Hour adalah program telekolekting kepada peserta PBPU menunggak  yang dilakukan oleh seluruh pegawai setiap hari, dengan tujuan mengingatkan peserta PBPU menunggak membayar iuran sehingga tercapai kolektabilitas iuran.

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Sri Wahyuni , menjelaskan program happy hour ini di lakukan setiap hari selama 1 jam oleh pegawai yang ditunjuk dari masing-masing bidang secara bergiliran.

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kolektabilitas iuran. Banyak peserta yang mengabaikan pembayaran iuran dengan berbagai macam alasan, untuk itu kami mengingatkan peserta PBPU menunggak untuk membayar iuran tepat waktu agar tidak terjadi pembengkakan tagihan iuran dan terhindar dari penonaktifan kepesertaan JKN-KIS,” Ujar Sri Wahyuni.

Kepatuhan membayar iuran sebagai peserta JKN-KIS merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan program.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali mendukung penuh program yang dilakukan oleh Bidang Penagihan dan Keuangan untuk mencapai kolektabilitas Iuran.

Menurutnya, dengan adanya program Happy Hour ini peserta JKN-KIS akan diinformasikan jumlah iuran tertunggak dan diingkatkan kembali batas waktu pembayaran agar tidak terjadi penghentian pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan karena penonaktifan kartu JKN-KIS.

“Saya berharap program ini dapat meningkatkan kolektabilitas iuran yang masih terbilang rendah sampai dengan saat ini dan juga dapat meningkatkan kesadaran peserta JKN-KIS untuk membayar iuran tepat waktu,” ujar Ali.

Ali juga menambahkan,  BPJS Kesehatan selalu berkomitmen dalam hal kolektabilitas iuran peserta karena hal tersebut menjadi bagian penting untuk keberlangsungan Program JKN-KIS.

ay/yn/JAMKESNEWS

 

 




Camat DI Jabar, Mendaftarkan Tenaga Honorer  Menjadi peserta JKN-KIS

Diharapkannya, Camat lainnya di seluruh Indonesia juga mendaftarkan staf honorernya menjadi peserta program JKN-KIS

lombokjournal.com –

MATARAM  ;  Ali Akbar (44), merupakan salah satu Camat di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) yang mengakui,  semua lapisan masyarakat penting memanfaatkan JKN-KIS untuk kebutuhan pelayanan kesehatannya.

Sebagai tokoh masyarakat, Ali meyakinkan bahwa kekhawatiran akan biaya pelayanan kesehatan yang sebelumnya dianggap mahal, sekarang dapat ditepis dengan mudah.

Mudah, karena masyarakat dapat menjadi peserta JKN-KIS dengan iuran yang terjangkau dan memperoleh manfaat besar bila seseorang menjdi peserta program laynan kesehatan tersebut.

Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah masuk tahun ke-6 sejak tahun 2014 itu, bagi Ali Akbar,  merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Karena itu, sebagai pimmpinan di Kecamatan Cibeber, Ali menunaikan tanggung jawabnya untuk mendaftarkan stafnya yang termasuk tenaga honorer untuk menjadi peserta JKN-KIS.

Sebab ia memahami tenaga honorer pun punnya hak untuk mendapat layanan kesehatan yang baik dan terjangkau.

“Kinerja honorer tidak ada bedanya dengan staf lain, jaminan kesehatan pun menjadi hak mereka untuk kami upayakan,” ujar Ali.

Ali berharap dengan terjaminnya para staf termasuk tenaga honorer dapat menjadi pendorong mereka untuk bekerja lebih semangat, karena apabila mereka sehat maka kinerjanya pun akan lebih baik lagi.

Ditemui usai mengikuti kegiatan sosialisasi Program JKN-KIS yang diadakan oleh BPJS Kesehatan Kabupaten Cianjur, Ali berbagi pendapatnya mengenai manfaat Program JKN-KIS, Jumat (26/07).

“Saya sangat menyambut baik program JKN-KIS karena mempermudah masyarakat, yang dulu ragu untuk berobat karena tidak mempunyai biaya sekarang lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan,” ujar Ali.

Sebagai salah satu tokoh masyarakat, Ali selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman tentang JKN-KIS kepada para stafnya di kantor serta masyarakat di wilayahnya bekerja.

Ditegaskannya, menjadi peserta JKN-KIS jangan ditunda. Di saat sehat kita mendaftar, tidak hanya mempersiapkan jaminan saat nanti diperlukan, tapi juga membantu peserta lain yang membutuhkan melalui premi yang kita bayarkan.

 

Upaya Ali tersebut membuahkan piagam penghargaan dari BPJS Kesehatan Kabupaten Cianjur sebagai kecamatan pertama di wilayah Kabupaten Cianjur yang mendaftarkan tenaga honorernya menjadi peserta JKN-KIS.

“Semoga dapat memotivasi kecamatan lainnyadi Jawa Barat  untuk segera mendaftar dan turut berperan aktif menyukseskan JKN-KIS ini,” harap Ali.

Bukan hanya di Cianjur, mudah-mudahan Camat lainnya di seluruh Indonesia juga mendaftarkan staf honorernya menjadi peserta program JKN-KIS.

kw/ne/JAMKESNEWS

 




16 Infrastruktur Kelistrikan di NTB-NTT Diresmikan Di Sumbawa

Kehadiran infrastruktur kelistrikan juga diharapkan dapat mendorong munculnya bisnis dan industri di Pulau Sumbawa

lombokjournal.com —

Sumbawa ;   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Zulkieflimansyah dan Plt Direktur Utama PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan, meresmikan infrastruktur kelistrikan di Sumbawa.

Peresmikan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/07) 2019, di komplek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 50 MW.

Proyek kelistrikan di NTB yang diresmikan adalah PLTMG Sumbawa 50 MW, PLTMG Bima 50 MW, GI 150 kV Empang 20 MVA, GI 70kV/150kV Dompu Extension 60 MVA,  GI 70 kV Bima Extension 30 MVA, dan GI 70 kV Bonto Extension.

SelaIn itu juga diresmikan Tol Listrik Sumbawa yaitu SUTT 70kV GI Taliwang – PLTU Sumbawa Barat, SUTT 150 kV PLTMG Sumbawa – GI Labuhan, SUTT 150 kV Labuhan – Empang, SUTT 150 kV Empang – Dompu.

Sementara proyek kelistrikan di NTT yang diresmikan adalah PLTMG Maumere 40 MW, PLTS Maumere Ropa Ende 2×1 MWp, dan PLTMH Sita-Borong 2×500 kW.

“Tentu hadirnya infrastruktur kelistrikan ini akan membuat kelistrikan di NTB dan NTT akan semakin andal,” tutur Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Pembangkit-pembangkit baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyediaan listrik.

Selain itu, dengan beroperasinya Tol Listrik Sumbawa sepanjang 461 kms membuat sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima menjadi interkoneksi.

Rasio elektrifikasi

Khusus di NTB, hingga bulan Juni 2019, rasio elektrifikasi telah mencapai 97,9 persen. Beroperasinya infrastruktur-infrastruktur kelistrikan baru ini dapat meningkatkan rasio elektrifikasi mencapai 99 persen di akhir tahun 2019.

Kehadiran infrastruktur kelistrikan juga diharapkan dapat mendorong munculnya bisnis dan industri di Pulau Sumbawa.

Sementara untuk di NTT hingga Juni 2019, rasio elektrifikasi telah mencapai 72 persen dan ditargetkan dapat mencapai 90 persen pada akhir tahun 2019.

“Kita harus sepakati akhir tahun 2019 untuk NTB mencapai 99 persen. PLN terus bekerja keras, tentu dibantu Pemerintah Daerah,” ucap Jonan.

Hadirnya proyek kelistrikan di Nusa Tenggara ini memberikan manfaat antara lain meningkatkan kapasitas penyediaan listrik di NTB dan NTT, khususnya Pulau Sumbawa, Bima, dan Flores.

Hadirnya PLTGU dan PLTMG dapat mengurangi pemakaian BBM untuk pembangkit. Keseluruhan pembangkit yang baru dioperasikan ini dapat melistriki kurang lebih 286.000 kepala keluarga pelanggan listrik 900 VA.

Beroperasinya keseluruhan pembangkit listrik di Nusa Tenggara ini berpotensi mengurangi biaya pokok pembangkitan kurang lebih Rp 18,02 Miliar perbulan dibandingkan jika menggunakan PLTD.

Plt Direktur Utama PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan optimis rasio elektrifikasi di NTB dan NTT akan mencapai target yang telah ditentukan.

“Kami terus bekerja dan optimis bisa mencapai target. Untuk NTB mencapai 99 persen dan NTT 90 persen untuk RE di tahun 2019,” ucap Djoko.

Sambungan Listrik Gratis

Pada kesempatan ini PLN melalui program PLN Peduli memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 1.000 rumah tangga tidak mampu.

Sementara Pemerintah Provinsi NTB juga memberikan hibah berupa sambungan listrik gratis kepada 950 rumah tangga tidak mampu. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan RE di NTB.

“Kami ingin seluruh masyarakat dapat terlistriki, saat ini kami bisa bantu untuk di NTB sendiri ada 1.000 rumah tangga tidak mampu. Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendorong peningkatan rasio elektrifikasi,” terang Djoko.

Salah satu penerima bantuan sambungan listrik dari PLN di Dusun Kanar, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Jatiman menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan oleh PLN.

“Saya sangat bersyukur sekarang bisa menikmati listrik sendiri, jadi tidak bergantung dengan tetangga lagi. Semoga PLN semakin maju,” ujar Jatiman.

AYA/HmsNTB




Komunitas Pegiat Film Lotim Ikuti Workshop Perfilman di Universitas Hamzanwadi

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR – ;  Ratusan peserta dari berbagai komunitas dan pegiat film lokal, Kamis (25/07) mengikuti kegiatan Workshop Perfilman, di Auditorium Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur.

Kegiatan tiga hari ini akan diisi pula dengan Lomba Karya Film Dokumenter, serta Nonton Bareng Film Dokumenter Pahlawan Nasional.

Hadir sebagai pemateri Ming Muslimin dan beberapa mentor yang memiliki pengalaman di bidang perfilman.

“Kegiatan ini akan berlansgung selama tiga hari, hari pertama para mentor akan menyampaikan teori dasar produksi film dokumenter,” kata Ming Muslimin.

Selanjutnya, tambah Ming, di hari kedua para peserta akan mulai mempraktekan teori, dan langsung turun lapangan untuk belajar produksi film.

“Hari berikutnya editing dan pemutaran hasil produksi para peserta. Hasil produksi ini akan dilombakan juga,” jelas Ming Muslimin.

Pelatihan produksi perfilman ini disambut antusias oleh para peserta.

Irul salah seorang peserta dari Ma’had darul Quran Wal Hadist, sangat senang dan antusias mengikuti penyampaian materi.

“Saya sangat senang mengikuti workshop ini, materinya sangat menarik dan tidak saya dapatkan di tempat lain, saya merasa beruntung bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Irul, di sela kegiatan.

Dijumpai terpisah, Kepala Taman Budaya NTB, Baiq Rahmayati M.Si menyampaikan penghargaannya kepada para peserta yang antusias mengikuti kegiatan workshop tersebut.

“Pemerintah akan terus mendorong kegiatan semacam ini. Rangkaian kegiatan workshop dan pemutaran film dokumenter ini kami harap memiliki dampak positif bagi perkembangan kreatifitas generasi muda serta menumbuhkan kesadaaran dan kecintaan terhadap jasa para pahlawan nasional,” kata Maya.

AYA (*)

 




Ikadin Kota Mataram Hadirkan Ulil dan Ahmadiyah dalam Dialog Terbuka

Diskusi atau dialog bukan membenturkan antar keyakinan tapi untuk memberikan keilmuan tentang paham-paham yang ada di Indonesia

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Dialog terbuka bertema khilafah vs nation state di Mataram, Kamis (25/07) 2019,  menghadirkan Cendikiawan Muslim Indonesia, Ulil Abshar Abdalla, pihak dari Ahmadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia, Nahdlatul Ulama dan berbagai kalangan lintas agama.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Kota Mataram menggelar dialog tersebut  bukan mempertentangkan suatu paham atau ideologi, tapi untuk mengetahui lebih dekat terhadap paham atau ideologi tersebut

Ketua Ikadin Kota Mataram, Irpan Suriadiata,mengatakan, dialog terbuka ini merupakan bentuk kontribusi Ikadin untuk memberikan keilmuan tentang paham-paham yang ada di Indonesia.

“Ikadin sebagai organisasi advokat ingin berikan kontribusi melalui kegiatan diskusi. Sampai saat ini di negara muslim dan non muslim berkembang dan tidak bergesekan,” ucapnya.

Hal senada diungkap Ketua DPD Ikadin NTB, Suryahadi. Dalam sambutannya dia menjelaskan diskusi bukan membenturkan antar keyakinan.

“Diskusi bukan untuk membenturkan, tapi untuk ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), H. Saleh Ahmadi Mbsy, menjabarkan tentang Ahmadiyah. Dia menjelaskan apa yang selama ini ditakuti masyarakat adalah keliru, karena Ahmadiyah menurutnya, turut membela Islam.

“Semua fitrah manusia siapapun dia sejatinya memerlukan kasih sayang. Ini prinsipnya khilafah yang kita tawarkan lahir dari pohon rindang ini. Khilafah yang kita nikmati tidak menjadi momok,” tuturnya.

Dia menawarkan khilafah Ahmadiyah yang menurutnya tanpa batas.

“Khilafah yang kami Ahmadiyah yakini, pertama mampu menembus peradaban umat manusia. Janji Allah untuk orang beriman dan melakukan amal saleh,” terangnya.

Dia menjelaskan khilafah pertama Ahmadiyah pada 1889 di Qadian, India, dengan khilafah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.

“Mirza konsen membela Islam saat Islam diserang dari berbagai penjuru. Aktif membela diri dari belenggu penjajah,” paparnya.

Me

 




Persiapan APGN 2019 Dimatangkan, Dukung Penerapan Program NTB Zero Waste

Yang harus diperhatikan, yaitu kebersihan jalur yang akan dilewati  para peserta, mulai dari bandara sampai ke hotel atau lokasi acara

MATARAM.lombokjournal.com —  Persiapan pelaksanaan agenda Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019 di Lombok terus dimatangkan.

Asdep Menko Maritim, Kadis Pariwisata NTB, Kepala Bappeda NTB, dan seluruh perwakilan OPD dan pihak terkait, hadir dalam  rapat persiapan APGN, Rabu (24/07) 2019 di ruang rapat Bappeda NTB.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, rapat ini merupakan tindaklanjut dari berbagai persiapan yang telah dilaksanakan oleh panitia APGN 2019.

Rapat dipimpin oleh Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi selaku Wakil Ketua Panitia APGN 2019.

Asdep Kemenko Maritim mengatakan, semua pihak diharapkan agar bersungguh-sungguh dalam penyiapan kegiatan. Dikataannya, agar dibuat matrik detil progress untuk setiap tahapan kegiatan, dari persiapan sampai dengan kepulangan peserta.

“Dalam matrik tersebut paling tidak berisi progress, PIC, PJ, target waktu, pembiayaan, komitmen dan solusi. Maksimal satu bulan sebelum kegiatan dimulai yaitu tanggal 31 Agustus 2019,” katanya.

Yang tak kalah penting,kata Asdep, yaitu agar diupayakan sImposium ini bersifat paperless dan mendukung program NTB Zero Waste.

Hal lain yang harus diperhatikan, yaitu kebersihan jalur yang akan dilewati oleh para peserta, mulai dari bandara sampai ke hotel atau lokasi acara.

“Informasinya, Menko Maritim akan hadir dan membuka Simposium APGN 2019 ini,” tambah Asdep.

Kesiapan pendukung agenda

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu M Faozal mengatakan, SDM pendukung agenda ini sudah siap mulai dari Poltekpar, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), ditambah dengan para relawan , LO, serta para penerjemah bahasa.

Akomodasi sudah disiapkan datanya dan dikoordinasikan ke hotel-hotel di sekitar Lombok Raya dan di wilayah Senggigi.

“Setiap hotel kami minta untuk berpartisipasi melalui branding di hotelnya masing-masing,” kata Faozal.

Terkait dengan sponsorship kegiatan APGN 2019, sudah dilakukan koordinasi dengan lima BUMN/BUMD di NTB dan akan dibantu publikasi berupa  banner dan lain lain. Branding mobil serta publikasi materi juga sudah disiapkan.

Masalah kebersihan menjadi salah satu poin penting dalam rapat persiapan tersebut.

Untuk mengatasi masalah sampah di daerah ini, terutama selama pelaksanaan acara APGN, akan dilibatkan seluruh pihak, termasuk TNI dan pemerintah kabupaten/kota  setempat serta pengelola jalan.

“Satu minggu sebelum kegiatan dimulai akan dilaksanakan pembersihan massal dengan melibatkan seluruh pihak,”katanya.

Berdasarkan koordinasi dengan Pemkot Mataram, kegiatan APGN akan dirangkaikan dengan kegiatan HUT Kota Mataram.

“Terkait dengan sarpras, sedang diselesaikan terutama terkait dengan fasilitas toilet. Kebersihannya akan dikomunikasikan dengan pengelola wilayah setempat.Minggu depan kita akan gelar TFG dan atau High Level Meeting,” tambah Faozal.

Kementerian Koordinator Maritim, akan diupayakan menghadirkan lima orang menteri serta akan diatur pembagian perannya masing- masing.

Akan diupayakan kehadiran pihak Kementerian Pariwisata atau deputi nya sebagai Observer pada UGG Council.

Najamuddin Amy mengatakan, dalam rapat tersebut hal-hal teknis lain juga ikut dibahas dengan cukup detil. Misalnya perlu diperjelas event organize (EO) pelaksana opening ceremony acara.

Begitu pula dengan agenda gala dinner untuk para peserta, geo fair dan UMKM Expo.

“Pada    H-2 minggu, agar disampaikan daftar nama peserta yang masuk. Terkait UGG Council, agar dibuatkan Surat ke Menpar terkait dengan biaya UGG Council, 1.000 suvenir dan 15 panel interpretasi,” katanya.

Direktur RSU Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di kabupaten/lota untuk mensukseskan agenda internasional ini.

“Namun mohon diperjelas terkait dengan dukungan pembiayaan untuk operasionalnya,” ujarnya.

Dari Disperindag NTB sudah dilakukan koordinasi secara intensif. Paper bag untuk para peserta APGN akan disiapkan oleh panitia.

OPD lain seperti Dinas Dikbud, Dinas LHK, Diskominfotik NTB serta mitra kerja lain seperti WWF Nusa Tenggara, dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memiliki komitmen dan kontribusi untuk mensukseskan agenda APGN 2019 di Lombok.

Misalnya, Diskominfotik NTB sedang melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan seluler Telkomsel terkait dengan blank spot, terutama di site field trip.

Diskominfotik bersama Humas Protokol NTB juga siap mengisi dan mengendalikan media center dengan tujuan informasi kegiatan ini mampu terpublikasi dengan maksimal.

AYA/HmsNTB




Paskibraka NTB Yang Akan Bertugas di Istana, Diminta Jadi Ambassador NTB

Paskibraka perwakilan NTB diminta menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi kepada Paskibraka NTB yang akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Melihat kalian berdua seperti melihat NTB itu cerah, harapan saya kalian bisa jadi ambassador untuk NTB,” demikian ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat melepas siswa siswi perwakilan Paskibraka Nasional Tahun 2019, di ruang kerjanya, Rabu (24/07) 2019).

Wagub juga berharap, paskibraka perwakilan NTB nantinya bisa menceritakan kepada teman-teman perwakilan lainnya dari seluruh provinsi, NTB sudah pulih dan merupakan daerah yang sangat kaya dan indah. Dan saat ini NTB sedang gencar kampanye Zero Waste.

“Mudah-mudahan adik-adik juga punya wawasan yang baik mengenai NTB, harus pede, mewakili NTB jangan merasa minder atau kurang, saya yakin kalian berdua mampu menunjukkan yang terbaik,” tambah Wagub.

Diakhir pesannya Hj Rohmi mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan sebab itu menjadi modal selama sebulan sampai tiba hari H.

Prestasi tersebut telah diraih oleh Siswa MAN 2 Kota Bima, Muhammad Adzan dan Shelly Melsyan. S, siswi SMAN 2 Sumbawa Besar. Keduanya lolos setelah melewati tahap seleksi disekolah, tingkat kabupaten/kota.

Terpilihnya dua perwakilan Provinsi NTB ini nantinya akan memulai karantina di ibu Kota pada esok hari sampai tanggal 28 Agustus mendatang.

AYA/HmsNTB

 




Raih Penghargaan Pembangunan Kehutanan, NTB Berhasil Sebagai Pembina Terbaik KPH

Penghargaan ini menjadi energi baru untuk memastikan kondisi lingkungan dan hutan di NTB, menuju NTB Asri dan Lestari

MATARAM.lombokjournal.com –  Provinsi NTB dinilai berhasil sebagai Pembina terbaik KPH dengan Mengintegrasikan Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) dalam RPJMD NTB.

Keberhasilan itu membuahkan penghargaan pembangunan di bidang Kehutanan bagi Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Penghargaan Pembangunan KPH dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melalui Sekretaris Jenderal, Dr. Ir. Bambang Hendroyono.

“Penghargaan diserahkan saat sesi pembukaan Rakornas, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se Indonesai di Yogyakarta, 24 – 25 Juli 2019,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda. Prov. NTB Najamuddin Amy, di Ruang Kerjanya, Rabu (24/07) 2019.

September 2018 lalu, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Yogyakarta, juga pernah menerima penghargaan tentang pembangunan KP.

“Saa itu penghargaan itu diserahkan langsung oleh Manteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” jelas Najamuddin.

Menurutnya, berbagai apresiasi dan penghargaan ini, menjadi energi baru untuk memastikan kondisi lingkungan dan hutan di NTB, menuju NTB Asri dan Lestari, tambah Najamuddin.

Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov NTB Ir. Madani Mukarrom, M. Si, yang saat itu hadir menerima penghargaan, mewakili Gubernur NTB, juga menyampaikan presentasi pada Rakornas tahun ini.

Dijelaskan, selain Provinsi NTB, beberapa provinsi juga menerima pengahargaan d I antaranya, Provinsi DIY sebagai Pembina Terbaik KPH dengan Mengintegrasikan KPH dalam RPJMD dan penyetor PNBP tertinggi KPH.

Sulawesi Selatan (dengan cepat menyelesaikan RPHJP semua KPH di Prov Sulsel). Provinsi Lampung, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Barat juga menerima penghargaan, karena telah melakukan rasionalisasi wilayah KPH.

Pada momen itu, juga diserahkan penghargaan kepada individu-individu KPH yang telah memberikan dedikasi pada KPH.

AYA/HmsNTB




Dua Jama’ah Calon Haji Menderita Jantung, Meninggal Dunia Di Mekkah dan Madinah

Jama’ah Haji yang meninggal juga akan menerima asuransi, masing- masing mrndapatkan uang sebesar Rp 18.000.000

MATARAM.lombokjournal.com – Sri Latifa Muslimah, Kepala Seksi Sistem Informasi Haji mengabarkan, Jamaah Haji Embarkasi Lombok, NTB yang meninggal dunia hingga saat ini sebanyak dua orang.

Dikatakan,  jam’ah haji NTB yang wafat ada dua orang, atas nama Rabiun Bin Daliman(58), dalam Kloter 6 berasal dari  Lombok Timur. Wafat di rumah sakit Al Anshor Madinah tanggal 18 juli pukul 10.45 waktu Arab Saudi,

Yang bersangkutan dirawat selama dua haril, dan Jama’ah tersebut sudah dimakamkan di Madinah,

“Kemudian satu orang lagi atas nama Sirojudin Bin Hasan  (79) tergabung dalam Kloter 2 Lombok Tengah, sudah dimakamkan di Mekkah dan pernah dirawat selama  5 hari di Rumah sakit King Faisal,” ujar Sri Latifa Rabu (24/07) 2019.

Dijelaskan Sri Latifa, kronologis jamaah Haji yang  meninggl dikarenakan kedua jama’ah menderita penyakit kardiofaskular ( jantung).

“Jama’ah yang meninggal itu sudah ada bawaan menderita jantung. Kemudian juga ada faktor kelelahan  dan faktor cuaca yng sangt ekstrim karena sampai saat ini suhu di Mekkah yang mencapai  40-45 derajad celcius.

Selain sudah dimakamkan di Mekkah, jama’ah Haji yang meninggal juga akan menerima asuransi, masing- masing mrndapatkan uang sebesar Rp 18.000.000

Lebih lanjut Sri Larifa Muslimah menjelaskan, saat ini kondisi kesehatan jamaah calon haji asal NTB dalAm keadaan sehat dan siap melaksanakan rangkaian ibadah haji berikutnya.

AYA.