Mi6 : Peluang Petahana Tumbang  di Pilbup Bima Cukup Besar

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan ada fenomena menarik dalam kancah perpolitikan di NTB, setidaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Fenomena perubahan lewat pendatang baru sangat kental terasa di NTB,” ujar pria yang akrab dikenal Didu di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Didu tak sekadar bicara. Merujuk data hasil pilkada tingkat Gubernur NTB 2018 hingga pemilihan legislatif (pileg) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, banyak petahana yang justru tumbang.

Didu meyakini fenomena ini akan terjadi pada pilkada serentak 2020, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Khusus untuk Pulau Sumbawa, Didu memprediksi persaingan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bima akan berlangsung sengit. Dan peluang Petahana untuk tumbang dalam Pilbup kota Bima cukup besar karena arus perubahan sedang menggema dan melanda disemua wilayah di NTB .

Petahana pecah kongsi

Di Kabupaten Bima, mantan Bupati, Drs H Syafruddin, MPd sudah menyatakan maju. Di sisi lain, ada kemungkinan Bupati dan Wakil Bupati Bima yang menjadi petahanan, akan pecah kongsi.

Didu menyebutkan, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (IDP) dan Wakil Bupat, Bima Dahlan M Noer diprediksi akan pecah kongsi dan saling bersaing pada pilbup 2020, meskipun dalam berbagai kesempatan, Dahlan masih menegaskan tetap bersama IDP.

“Menariknya, ada magnet yang mencoba menarik keluar Dahlan untuk berhadapan dengan IDP,” lanjut Didu.

IDP, menurut Didu, sudah nyaman dengan  Partai Golkar sebagai pemenang pileg di Kabupaten Bima pada 2019. Terlebih, sejumlah partai mulai membangun komunikasi langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima tersebut, di antaranya Partai Nasdem yang ingin melanjutkan koalisi nasional.

“Kemungkinan Dahlan tergeser sebagai pendamping IDP juga cukup besar. Apalagi Dahlan diperkirakan akan membawa kendaraan Gerindra,” kata Didu.

Didu berpandangan, kondisi ini akan membuat kontestasi Pilbup Bima semakin kompetitif. Dahlan sendiri dikenal sebagai figur yang sederhana dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Tak hanya Dahlan dan IDP, peluang besar juga dimiliki parpol lain jika ‘pede’ mengusung kadernya sendiri.

Didu mengambil contoh Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Adminurlah, yang sudah mendeklarasikan diri ikut bertarung. PAN dengan soliditas kadernya, menjadi modal untuk dapat mengusung kader sendiri.

PAN juga sudah membangun komunikasi dengan PKS untuk membuat poros baru.

“Belajar dari Pilkada sebelumnya, PKS  cenderung mengusung figur di luar petahana, bahkan mengorbit kader sendiri. Maka, PAN-PKS bisa saja berkoalisi. Kedua partai ini memiliki soliditas kader yang kuat dan bisa menjadi kekuatan baru di pilkada serentak 2020,” ucap Didu.

Nama lain yang berpotensi mengejutkan, kata Didu, ialah Mori Hanafi dengan Partai Gerindra. Mantan Calon Wakil Gubernur NTB tersebut tidak asing di masyarakat Bima. Apalagi Mori dapat membuktikan menang di kandang pada Pilkada Gubernur NTB lalu.

Didu menilai bukan tidak mungkin Mori menggandeng Muhammad Aminurlah, yang mewakili Bima bagian Timur.

“Ini akan menjadi kekuatan yang dapat menggoyang petahana. Apalagi popularitas dan elektabilitas Mori merata di wilayah Bima,” kata Didu.

Selain itu, Didu juga menaruh perhatian pada sosok muda yakni Raehan dari NasDem dan Hadi Santoso. Politisi dan pengusaha muda bisa mewakili representasi kelompok muda.

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka,” tambah Didu.

Didu menambahkan, peluang besar tak hanya dimiliki para calon dari jalur parpol, melainkan juga calon dari jalur independen. Didu memandang untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Kabupaten Bima, para kontestan sejatinya sudah harus mulai pergerakan sejak saat ini dengan membangun pondasi politik.

“Ini sangat penting untuk mulai bergerak mengingat waktu pelaksanaan pilkada sudah semakin dekat karena tahapan sendiri sudah mulai berjalan pada September nanti,” ungkap Didu.

Me




Gerindra Tunjuk Mori Hanafi Jadi Wakil Ketua DPRD NTB

“Surat penetapannya sudah keluar dan ditetapkan 26 Agustus lalu”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Partai Gerindra tercatat sebagai salah satu pemenang Pileg 2019 lalu di NTB. Partai ini kabarnya telah merampungkan komposisi perangkat alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD NTB.

Kabar yang beredar menyebut Mori Hanafi ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD NTB dan Nauvar Furqoni Farinduan sebagai Ketua Fraksi.

“Komposisi AKD di internal kami (Gerindra) memang sudah ditetapkan, Pak Mori sebagai Wakil Ketua dan saya jadi Ketua Fraksi,” Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB, Nauvar Furqoni Farinduan, Minggu (01/-9) 2019.

Politisi asal Lombok Barat ini menyebut penetapan Mori Hanafi sebagai Wakil Ketua sesuai penunjukan pengurus pusat Gerindra. Mori ditunjuk lantaran dianggap memiliki pengalaman pernah memimpin lembaga yang sama pada periode sebelumnya.

Lewat pengalaman Mori itu, diharapkan Partai Gerindra bisa tampil maksimal mengawal aspirasi rakyat. Terlebih selama menjadi Wakil Ketua, Mori dinilai memiliki kompetensi memadai.

Dengan tampilnya Mory menduduki salah satu tampuk kepemimpinan dewan diharapkan kontribusi Gerindra lebih signifikan. Selain itu, dinamika yang diperankan Gerindra lebih kondusif dan dinamis.

Kabar yang beredar menyebutkan, polemik di internal Gerindra sempat memanas terkait penetapan Mori sebagai Wakil Ketua.

Penyebabnya, Ketua Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat juga mengincar posisi yang sama.

Farin menegaskan, terkait kabar itu penetapan Mori justru atas usul Ridwan.

Ketua Gerindra NTB ini disebutnya menolak posisi Wakil Ketua lantaran ingin fokus mengemban tugas-tugas kepartaian.

“Memang seperti itu. Pak ketua (Ridwan) ingin fokus menjalankan tugas beliau sebagai ketua partai,” ucapnya.

Bahkan, jelasnya, penetapan Mori dan dirinya selaku Ketua Fraksi disebutnya tidak lepas dari peran Ridwan.

Atas usul yang bersangkutan di rapat internal Gerindra NTB, ia dan Mori disepakati diusulkan ke pusat menduduki jabatan saat ini.

Selaku Ketua Fraksi Gerindra, Farin menegaskan, dirinya Senin besok (02/09), akan dilantik.

Dengan dilantiknya anggota DPRD NTB priode 2019-2024 diharapkan sebagai tonggak dimulainya pengabdian seutuhnya bagi rakyat NTB.

Terpisah, Mori Hanafi membenarkan dirinya ditunjuk sebagai wakil ketua. Penunjukan itu sesuai keputusan pengurus pusat di Jakarta.

“Surat penetapannya sudah keluar dan ditetapkan 26 Agustus lalu,” ungkapnya.

Sebagai kader partai, tugas yang diberikan itu disebutnya sebagai amanat yang harus dijalankan kader. Karena itu, ia memastikan tugas tersebut akan dijalankan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat sejauh ini masih belum memberikan konfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon genggam, nomornya tidak aktif.

AYA




Gubernur Zulkieflimansyah; Mahasiswa Harus Berani Hadapi Tantangan Hidup

“Kalau kita sekedar jalan ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan saya itu seperti apa”

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   Gubernur NTB Zulkiflimansyah memotivasi puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta agar punya keberanian menghadapi tantangan hidup.

Motivasi tersebut disampaikan gubernur dalam kegiatan Leadership Talk yang difasilitasi Badan Penghubung Daerah (BPD) di Wisma NTB di Jakarta sabtu (31/08) 2019.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan, di antaranya mendorong puluhan Mahasiswa agar mampu melukis cerita hidup masing masing sesuai dengan latar belakang mereka.

Gubernur mengatakan setiap orang dihadapkan dengan dua pilihan yakni menulis cerita hidup sendiri atau menulis kisah cerita kehidupan orang lain.

Maka orang yang ingin hidup sukses itu tercermin dalam cerita hidup yang akan ia jalani. Cerita hidup itu, lanjut doktor Zul harus dilukiskan hingga akan menemukan ending cerita.

“Harus punya keberanian menulis cerita kehidupan sendiri. Kalau dalam ilmu managemen, kalau kita tidak punya kemampuan nulis cerita sendiri maka cerita kehidupan kita akan ditulis orang lain,” ungkap Gubernur.

“Itu yang pertama berani membuat cerita hidup,” tambah gubernur.

Kedua lanjutnya setiap orang harus menyusun Mental Picture (Gambaran hidup) berjenjang. Setiap orang harus memahami  Skenario kedepan lalu membuat langkah tertentu sehingga mengetahui andaikan apa yang diinginkan tidak tercapai.

“Kalau kita sekedar jalan ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan saya itu seperti apa. Ini masuk dalam potret skenario tadi,” terangnya.

Ketiga setiap orang harus mempunyai keahlian tersendiri. Ini didapatkan dengan menggali potensi diri yang berbeda dngan keahlian yang dimiliki orang lain.

“Pertajam potensi diri, kapasitas diri perlu diperkuat dengan kopetensi yang pas,” katanya.

Terakhir gubernur berpesan agar menikmati hidup dengan apa adanya. Setiap orang harus menyadari apa yang direncanakan tidak mesti tercapai. Meski berbagai usaha yang dilakukan namun apa yang didapatkan itu merupakan kehendak Sang Ilahi.

“Sadarilah setiap daun yang jatuh sudah ada yang ngatur sehingga apapun yang terjadi itulah kehendak yang diinginkan Yang Maha Kuasa kuasa. Jangan ada penyesalan,” terangnya.

Salah satu peserta Leadership Talk, Eriska Permatasari sangat mengaku kegiatan yang dihadiri gubernur NTB itu sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa, dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan tentang apa saja yang pernah kita lakukan dimasa lalu,” ungkap mahasiswi Universitas Indonesia.

Sementara itu Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bahtiar Rahman mengatakan, kegiatan yang rutin  dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih.

“Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan” katanya.

Bahtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan gubernur NTB itu tidak mungkin disampaikan semuanya pada kegiatan ini. Dan jika para mahasiswa ingin lebih mengenal sosok sang gubernur ntb lebih jauh, mahasiswa diminta untuk mengikuti media sosial gubernur ntb agar dapat mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan

AYA/HmsNTB




Tiba di Trawangan, Peserta APGN 2019 Mengaku Takjub dengan Lombok

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia

KLU.lombokjournall.com — Pesona Gili serta tabuhan Gendang Beleq menyambut kedatangan peserta United Geopark Global (UGG) Council and APGN AC Metting  di Villa Hotel Lombok, Gili Trawangan, Kabupaten LombokUtara, Jumat (30/08) 2019.

Penampilan para penabuh gendang ini memukau perhatian para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Iringan Gendang Beleq dilanjutkan dengan pengalungan bunga merupakan tradisi khas NTB  untuk menyambut para tamu undangan yang berkunjung di NTB khususnya di pulau Lombok.

Kesenian musik tradisional dengan iringan tarian bermain penuh khidmat. Para delegasi negara  yang berasal dari belahan dunia, sangat terpukau menyaksikan persembahan musik selamat datang itu.

Kesenian ini disuguhkan saat para delegasi negara peserta 6th APGN Symposium 2019, memasuki kawasan wisata Gili Terawangan, dari penyeberangan awal di Teluk Nare.

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan para tamu didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar serta beberapa dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan salah satu peserta yang berasal dari Mesir, hal seperti ini merupakan yang paling berkesan baginya. Penyambutan dengan keramahan, serta dimanjakan dengan indahnya destinasi wisata Gili Trawangan,yang merupakan salah satu pilihan lokasi tepat untuk event internasional sekelas APGN.

Status Gili Trawangan  — saat NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah –,dijadikan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam program unggulan 99 Desa Wisata, yang beberapa bulan lalu resmi dilaunching oleh Kemendes-PDT bersama Pemda NTB.

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia.

Kegiatan UGG Council and APGN AC Meeting ini adalah salah satu kegiatan awal dalam rangkaian Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 yang rencana akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 6 September 2019, NTB menjadi tuan rumah.

Sidang yang dihadiri oleh 20 perwakilan negara yang tergabung dalam GGN Unesco serta 41 observer baik dari dalam negeri maupun mancanegara ini, berlangsung khidmat dan lancar.

Itu terlihat dari bagaimana menariknya para ahli dibidang geologi ini adu argument, pandangan dan menggali teori-teori temuan-temuan yang mereka kuasai, yang ujungnya semua pandangan itu akan disatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama.

AYA/HmsNTB

 




Dengan KIS Digital,  Rusman Tidak Khawatir Kartu Ketinggalan

Selain KIS Digital, Rusman memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengubah beberapa data kepesertaan. Ia pun pernah menggunakan fitur ubah faskes yang terdekat dengan rumahnya

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Salah satu inovasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan adalah Mobile JKN.

Mobile JKN merupakan aplikasi mobile yang bisa dipasang di ponsel yang memiliki sistem operasi Android maupun iOS.

Beragam fitur yang ada sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Rusman, pria yang bekerja sebagai petugas keamanan salah satu komplek perumahan di Kota Mataram merupakan peserta JKN-KIS yang memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN.

Fitur yang menurutnya sangat membantu adalah KIS Digital.

“Awalnya sempat ragu kalau akan ditolak dengan hanya menunjukkan KIS Digital yang ada di aplikasi Mobile JKN saat berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Tapi ternyata di tempat pendaftaran saya coba menunjukan KIS Digital, saya langsung dilayani dengan baik dan ramah oleh petugasnya. Dengan adanya KIS Digital, saya dan keluarga tidak perlu lagi membawa kartu fisik yang lumayan merepotkan,” cerita Rusman.

Selain KIS Digital, Rusman memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengubah beberapa data kepesertaan. Ia pun pernah menggunakan fitur ubah faskes yang terdekat dengan rumahnya.

“Selain dapat merubah fasilitas kesehatan, ternyata ada beberapa data yang bisa dirubah juga, ini sangat membantu sekali daripada harus datang dan antri di Kantor BPJS Kesehatan,” ungkap Rusman saat ditemui tim Jamkesnews di rumahnya, Jumat (30/08) 2019.

Mobile JKN juga memiliki layanan rating fasilitas kesehatan layaknya aplikasi terkenal seperti Gojek maupun Traveloka.

Fitur ini sangat membantu bagi dirinya yang malu jika menyampaikan keluhan secara langsung ke fasilitas kesehatan.

Dengan adanya Mobile JKN, ia merasa mudah menyampaikan kritik dan saran agar pelayanan faskes menjadi semakin baik.

Ia mengakui, sangat mudah menggunakan aplikasi Mobile JKN. Dengan mendownload melalui Playstore lalu mengisi beberapa data yang diperlukan langsung dapat berubah secara otomatis.

Aplikasi Mobile JKN ia rasa juga tidak memberatkan kinerja ponselnya yang relatif jadul. Aplikasi ini pun aman karena menggunakan verifikasi baik nomor telepon maupun email.

Ia tidak perlu khawatir jika datanya diubah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ia berharap ke depannya Aplikasi Mobile JKN dapat lebih canggih lagi dengan menambahkan beberapa fitur seperti uang elektronik maupun cashback.

Ay/yn/Jmkesnews

narasumber; Rusman

 

 




PDI-P NTB Tolak APBD 2020, Rachmat Hidayat Sesalkan Sikap Gubernur

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa, jangan kita dianggap bodoh”

MATARAM.lombokjournal.com  —  PDI-P NTB menolak keras pembahasan Rancangan APBD Nusa Tenggara Barat tahun 2020 yang  amburadul.

Pembahasan tersebut terbilang sangat singkat dan dinilai tidak berkualitas. Karena ituu, Ketua DPD NTB Provinsi NTB, Rachmat Hidayat mengatakan banyak sekali masalah dalam APBD NTB 2020.

“Sikap PDI-P menolak RAPBD yang diajukan Pemerintah Daerah NTB. RAPBD yang amburadul, beberapa kali perubahan angka-angka, cara membahas tidak transparan, pejabat yang diajak tidak kredibel,” ujarnya di Kantor DPD PDIP NTB di Lingkar Selatan, Jumat, (30,08) 2019.

Rachmat mengatakan, kinerja APBD perubahan tersebut banyak pelanggaran-pelanggaran.

“Paling utama pembahasan mendadak dengan waktu singkat, kedua melanggar tata tertib,” ungkapnya.

Dia mengaku heran saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah membacakan RAPBD, justru di hari yang sama dilakukan pemandangan umum oleh fraksi.

Ini justru aneh karena pemandangan umum dilakukan super cepat yang diindikasikan tanpa dipelajari terlebih dahulu RAPBD tersebut.

“Yang dibacakan gubernur tidak sesuai dengan postur APBD, ini ada apa jangan kita dianggap bodoh,” sesal Rahmat.

Rachmat mengaku dirinya telah ditelepon  Gubernur NTB  untuk bertanya soal pembahasan APBD perubahan tersebut, namun jawaban Gubernur NTB  menurutnya sangat mengecewakan.

Kemudian Rahmat mmenceritakan percapakannya dengan Gubernu ul.

“Zul telpon, saya katakan  APBD-mu amburadul, dia jawab saya enggak tahu bang. Seorang gubernur menjawab tidak tahu ini jangan main-main. Itu akibat dari salah menetapkan orang yang tidak sesuai kompetensinya. Ini sangat berbahaya apalagi dibahas kucing-kucingan,” tandasnya.

Karena itu Rahmat mempertannyan soal slogan yang kerap digembar-gemborkan.

“Apanya yang gemilang. Tidak usah kita tagih janji 100 hari, satu tahunnya enggak ada,” cecarnya.

Rachmat mensinyalir ada politik adu domba yang dilakukan Gubernur NTB Zulkieflimansyah terhadap gubernur pendahulunya. Ada kebijakan pendahulunya yang dihilangkan.

“Diduga Ada politik adu domba yang menghilangkan kebijakan pendahulu. Dia lupa pendahulunya punya pengikut,” tegasnya.

Lebih jauh dia menantang agar APBD 2020 untuk dibedah bersama rakyat. Dia juga akan melaporkan masalah tersebut pada Menteri Dalam Negeri.

“Saya akan sampaikan Menteri Dalam Negeri karena tidak mengikuti aturan,” serunya.

Rachmat mengatakan mestinya yang diajukan perhatian lebih pada APBD adalah penanganan gempa Lombok, bukan semata soal pendidikan.

“Akibat gempa saja belum bisa selesai, kok macem-macem,” ucapnya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PDI-P, Ruslan Turmudzi, mengatakan PDI-P tidak bertanggungjawab pada APBD 2020. Dia mengatakan pembahasan APBD sangat bermasalah dan melanggar Peraturan Dalam Negeri.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil NTB juga menggelar aksi saat penetapan APBD 2020. Mereka mendesak tuntutan yang sama agar proses penetapan dihentikan karena APBD disinyalir sarat masalah.

Bahkan, Koalisi Masyarakat Sipil menilai jalan-jalan atau kunjungan kerja DPRD NTB ke luar negeri berbuntut singkatnya pembahasan APBD.

Pembahasan APBD yang terlalu singkat itu berbuntut panjang. Koalisi Masyarakat Sipiil menggugat Gubernur NTB, DPRD NTB hingga Mendagri ke pengadilan.

Me




Program Zul-Rohmi Selaras Dengan Slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’

Program yang sudah dikerjakan di masa Pemerintahan TGB tetap dilanjutkan,  dengan perbaikan dan cara yang berbeda

MATARAM.lombokjournal.com – Pjs Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Iswandi menegaskan, program Zul-Rohmi tetap selaras dengan slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’.

Penegasan Iswandi disampaikannya sebagai bantahan adanya anggapan dari salah seorang Anggota Dewan NTB menilai seakan ikhtiar TGB tenggelam lantaran program Zul-Rohmi.

Bahkan, program yang sempat dikatakan ‘dadakan dan tenggelam’ itu justru berbanding terbalik. Karena, program Zul-Rohmi kini semakin menguatkan hasil dari pekerjaan di pemerintahan sebelumnya.

“Jadi kalau ada kata tenggelamkan dan program dadakan saya rasa itu tidak benar adanya. Karena pemerintah terus berupaya melakukan hal yang terbaik bagi daerah,” ujar Iswandi,  Jum’at (30/08) 20119.

Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah kepemimpinan Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah terbilang cukup bagus.

Berbagai hal terus digalakkan Pemerintah Provinsi NTB. Terlebih program-program unggulan Zul-Rohmi terus berjalan. Upaya yang dilakukan tak lain mewujudkan sebuah perubahan NTB yang lebih baik.

Ikhtiar mewujudkan NTB Gemilang menjadi fokus. Terlebih diperkuat lagi dengan pola yang baik. Yaitu mengedepankan sikap transparan, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen.

Slogan ‘Lanjutkan Ikhtiar TGB’ (Mantan Gubernur NTB dua periode, TGH M Zainul Majdi) nampak semakin selaras dan diperkuat pada kepemimpinan Zul-Rohmi melalui program-program unggulannya.

Menurutnya, suatu pemerintahan dalam waktu yang berbeda memiliki tantangan dan prioritas yang berbeda pula. Namun semua bersifat kesinambungan dari pemerintahan sebelumnya.

Hal yang dikatakan pria yang dinobatkan sebagai Doktor Pertama Ilmu Pemerintahan di NTB itu bukan tanpa alasan. Ia memberikan salah satu contoh yakni mengenai pariwisata.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemprov NTB meraih berbagai penghargaan dalam bidang kepariwisataan dengan banyak promosi.

Kemudian di pemerintahan saat ini kembali didorong melalui program Zero Waste (NTB Bebas Sampah). Ini semua kata dia, dihajatkan untuk menjadikan daerah tercinta sebagai wisata yang bersih.

Sehingga, Zero Waste diharapkan menjadi life style masyarakat dalam mendukung pembangunan kepariwisataan yang juga senada dengan wisata halal yang diraih oleh TGB.

“Ini contoh kecil akan keterkaitan program pariwisata era sebelumnya dengan era sekarang. Mari semua dengan peran dan kontribusi masing-masing bertindak untuk kita saling menguatkan. Masa-masa kompetisi politik sudah lewat dan sekarang kita fokus bekerja,” ajak H Iswandi.

Ditegaskannya, program yang sudah dikerjakan di masa Pemerintahan TGB akan tetap dilanjutkan. Namun tentunya dengan perbaikan dan cara yang berbeda, namun tujuannya jelas yakni lebih memantapkannya.

“Program yang ada tetap melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya (TGB). Tentu dengan perbaikan program dan cara yang berbeda. Jadi tidak benar dan keliru kalau dikatakan program dadakan,” tegasnya.

“Untui itu sekali lagi, mari kita saling menguatkan, bergandengan tangan dan menyatukan langkah mewujudkan apa yang menjadi ikhtiar kita bersama untuk daerah yang kita cintai ini,” demikian H Iswandi menambahkan.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaedah. Ia menilai suatu kewajaran jika ada hal perbedaan dikepemimpinan sebelumnya dan saat ini.

Namun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana mewujudkan NTB yang gemilang tentunya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, sembari diperkuat dengan program unggulan pada kepemimpinan saat ini.

AYA




Peningkatan Kompetensi, Humas Pemda KLU Ikuti Workshop PPID Di Tangerang

Tuntutan era digitalisasi komunikasi dan informasi, mendorong badan publik meningkatkan kompetensi dalam pelayanan informasi bagi publik

lombokjournal.com

TANGERANG  ;   Mendorong pemerintahan yang dinamis dan akuntabel, di antaranya dapat ditempuh melalui inovasi penyajian informasi publik, penyediaan dan pengelolaan Daftar Informasi Publik, serta penyelesaian sengketa informasi sesuai mekanisme dan prosedur, serta mewujudkan keterbukaan informasi publik dan peningkatan layanan.

Pada era digitalisasi informasi, badan publik perlu didorong agar kinerjanya kian efektif dan efisien. Khususnya dalam mengukur dan mempercepat pelaksanaan informasi publik dan meningkatkan kinerja badan publik pada berbagai level pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

Demikian intisari Workshop Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) bertajuk Coaching Clinik: Inovasi Pelayanan Informasi Publik” yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia di Tangerang Banten (29/08) 2019.

Workshop diselenggarakan atas kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang dan stakehokders terkait, bagi puluhan PPID lembaga negara dan pemerintah daerah dengan  menghadirkan narasumber profesional pada bidangnya,

Seperti Titi Susanti (Biro Humas Kementerian Keuangan) dan John Fresly Hutahaean (Komisioner Komisi Informasi Pusat Periode 2013 – 2017).

Peningkatan kompetensi dan menjaga integritas

Menurut Titi Susanti, tuntutan era digitalisasi komunikasi dan informasi menginisiasi pihaknya mendorong badan publik meningkatkan kompetensi dalam pelayanan informasi bagi publik.

Apalagi transparansi memestikan badan publik menyajikan informasi secara berkala. Kendati keterbukaan informasi bukan berarti semua terbuka.

Melalui kegiatan tersebut, Humas Indonesia ingin mendorong seluruh kementerian, lembaga serta badan publik lain, baik di pusat maupun daerah, mengedepankan sikap akuntabitas.

Kata Titi Susanti, coaching clinic bagi para PPID menjadi bagian integral upaya pemerintah menjaga reputasi, kredibilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan badan publik lainnya.

“Bapak dan ibu sekalian diniscaya mampu menjaga integritas sekaligus jadi pejuang agar bisa mengurangi sebanyak mungkin berbagai informasi yang tidak baik, tidak tepat,” tuturnya lugas.

Dalam konteks itulah, lanjut Titi, lembaga publik yang transparan dan akuntabel, ibarat etalase di pusat perbelanjaan yang memudahkan setiap orang membeli kebutuhannya.

“Masyarakat dapat dengan mudah mencari dan memilih informasi yang terjamin keakuratannya dan memperoleh informasi yang  dibutuhkan,” imbuhnya.

Kenyataan itu, mendorong pentingnya peran PPID untuk saling bersinergi, berinovasi dan mengasah kreativitas, sehingga dapat mengisi ruang publik dengan informasi yang baik.

Komisi Informasi Pusat pada medio September 2019 rencananya melaksanakan monitoring dan evaluasi, presentasi dan visitasi untuk masing-masing badan publik secara random.

Hasilnya digunakan untuk indikator pelaksanaan yang berpedoman pada UU Nomor 14 tahun 2008 tentang KIP.

John Fresly Hutahaean sependapat dengan pokok pikiran yang disampaikan Titi Susanti. Menurutnya, pelaksanaan keterbukaan informasi publik mesti dimulai dari pejabat badan publik yang bersangkutan.

Ia menegaskan, tak semua informasi bersifat terbuka. Batasan secara yuridis antara informasi terbuka dengan tertutup diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 pasal 17.

Perihal penting yang mesti diatensi PPID, semisal terkait kategori informasi yang dikecualikan, lantaran mempunyai konsekuensi terhadap kesinambungan pemerintahan.

Dalam melaksanakan keterbukaan informasi, badan publik berpedoman pada prinsip universal dari kebebasan informasi. Informasi disediakan dengan cara sederhana, berbiaya murah, serta akurat.

Selain penyelesaian sengketa informasi, dan penyediaan mekanisme yang menjamin hak semua orang atas informasi.

Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan Anugerah Humas Indonesia 2019. Workshop diakhiri dengan sesi foto bersama narasumber dan peserta.

djn/humaspro




Dengan Energi Terbarukan, Pariwisata NTB Semakin Berkembang

Penyediaan energi terbarukan menjadi hal yang akan mendukung berkembangnya pariwisata

MATARAM.lomvokjournal.com  —  Sejumlah terobosan di sektor pariwisata, yang merupakan sektor prioritas bagi Provinsi NTB,  mulai membuahkan hasil yang menggembirakan.

Namun menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, kebijakan untuk memajukan pariwisata tidak melulu ditempuh dengan meningkatkan anggaran promosi pariwisata. Sebab, pariwisata adalah sebuah sistem yang saling berkaitan dan terus menerus berubah secara dinamis.

Selama hampir setahun menjabat, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bersama jajarannya terus berupaya mendorong semakin terkoneksinya NTB dengan daerah dan negara lain.

Upaya tersebut rupanya mulai menghasilkan dampak positif. Terutama terhadap sektor swasta.

“Direct flight langsung dari Perth ke Lombok misalnya sudah instant impactnya meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Lombok hampir 200 persen,” ujar Gubernur, Kamis (29/08) 2019.

Gubernur menambahkan, program zero waste yang kini dijalankan Pemprov NTB juga pada akhirnya akan memberikan dampak terhadap pariwisata.

“Zero waste, ujung-ujungnya ya pariwisata juga. Begitu juga membangun dermaga, jalan raya, rumah sakit, sekolah, beasiswa dan lain-lain punya impact serius pada kemajuan pariwisata kita,” ujarnya.

Pengembangan ketahanan energi juga menjadi salah satu elemen yang berkorelasi dengan sektor pariwisata NTB. Penyediaan energi terbarukan menjadi hal yang akan mendukung berkembangnya pariwisata.

Kaitan dengan hal itu, Gubernur NTB mengutarakan kegembiraannya melihat investasi di bidang energi terbarukan mulai masuk dan bergeliat. Bersama Menteri ESDM, pada Kamis (29/08/2019) pagi melihat Investasi Energi Terbarukan di Pringgabaya Lombok Timur bersama Bupati Lombok Timur.

“Karena progresnya yang bagus, Pak Menteri, PLN dan Investornya langsung hari ini memutuskan investasi lagi 15 Megawatt tambahan,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, investasi dan membangun energi terbarukan adalah hal yang menarik.

“Bukan hanya penting untuk kepentingan ketersediaan energi kita. Tapi juga untuk kepentingan pariwisata kita,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, upaya memajukan sektor pariwisata tak harus melulu dilihat dari anggaran pariwisata.

“Tapi juga dengan usaha-usaha dan investasi di bidang renewable energi seperti ini. Pariwisata masa depan adalah Green Tourism yang mensyaratkan infrastruktur-infrastruktur seperti solar panel ini,” tandas Gubernur.

 AYA/HmsNTB

 




Gubernur Inginkan SAKIP Makin Baik

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap pelaksanaan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) ini dapat berjalan semakin baik.

Sehingga kerja keras semua yang terlibat mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Hal itu dikatakan gubernur saat menghadiri Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Wilayah Provinsi NTB, bertempat di Hotel Golden Palace, Kamis (29/08) 2019.

Gubernur menyampaikan banyak terimakasih kepada Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan II, Dra. Nadimah, MBA sebagai penanggung jawab pada kegiatan evaluasi tersebut.

Para peserta yang hadir diminta menggalli ilmu sebanyak-banyaknya dari Dra. Nadimah.

“Semoga dengan kehadiran ibu Nadimah, yang memiliki latar belakang pendidikan Matematika ini, dapat menginspirasi Bapak dan Ibu dari berbagai Institusi ini,” ungkap Gubernur pada sambutannya.

Dra. Nadimah menyampaikan, evaluasi tersebut merupakan suatu kegiatan bersama dalam menyukseskan pelaksanaan perubahan dan penerapan sistem akuntabilitas Kinerja khususnya pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB