Satu Tahun Zul-Rohmi, Membangun Kebersamaan Untuk NTB Gemilang

Gubernur Zulkieflimansyah

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengikuti diskusi terbatas yang berlangsung di Harian Umum Suara NTB, Kamis (19/09) 2019.

Diskusi terbatas dalam rangka satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur membangun NTB Gemilang itu turut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan kembali beberapa poin yang telah dan sedang dilakukan selama satu tahun memimpin NTB. Ia juga menceritakan awal mula kepemimpinannya sebagai Gubernur.

Baginya, tugas pertama sebagai pasangan pemimpin daerah terpilih adalah untuk memastikan bahwa NTB dengan pemimpin baru agar tetap kondusif dan nyaman tanpa adanya dendam politik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu membangun NTB yang lebih baik kedepannya.

“NTB ini milik kita semua, NTB ini bukan milik satu golongan, NTB itu bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua,” kata Bang Zul sapaan akrabnya.

Bang Zul menilai dinamika politik yang ada di NTB adalah bukanlah hak yang baru. Dengan adanya pemimpin yang baru tentu tentu ada ide-ide segar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan tentu saja akan menjadi perbincangan publik.

“Misalnya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri dalam jumlah yang cukup besar, ini suatu lompatan, gagasan yang kalau ada keinginan dan kemauan pasti bisa kami wujudkan,” lanjutnya.

Industrialisasi juga dianggap sebagai sektor yang amat penting dalam pembangunan di NTB. Ide-ide besar diharapkan mampu memberi terobosan dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Industrialisasi menurut gubernur adalah adanya keseriusan dalam memberi nilai tambah dengan melakukan pengolahan bahan baku di daerah itu sendiri.

“Jadi industrialisasi itu adalah, cabe diolah disini, ikan diolah disini kemudian hasil pertanian kita olah disini, jagung tidak lagi kita ekspor kemudian jadi pabrik pakan ditempat lain, tapi semuanya harus diolah disini,” jelas Bang Zul.

Bang Zul melanjutkan, hadirnya industrialisasi harus pula diikuti dengan hadirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Ia berharap hadirnya beberapa kampus yang berorientasi pada dunia teknologi serta program beasiswa luar negeri mampu meningkatkan kualitas SDM di NTB kedepan.

“Beasiswa luar negeri ini akan jadi sumber pencerahan pada banyak anak-anak muda kita,” sambungnya.

ang Zul juga turut menyinggung bendungan Meninting yang telah dilakukan groundbreaking pada hari itu. Harapannya, salah satu bendungan tercanggih di Indonesia tersebut dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya Meninting ini kita tidak lagi akan mengalami masalah pengairan dan kekurangan air di musim kering,” harap Bang Zul.

Dari sektor pariwisata, Gubernur berharap event MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana. Gubernur optimis NTB yang mewakili Indonesia dapat menjadi tuan rumah pada event internasional yang penggemarnya termasuk paling banyak di dunia tersebut.

“Mandalika dan MotoGP ini projek besar yang bukan gaungnya hanya di tingkat Nusa Tenggara Barat, tapi nasional bahkan internasional,” tandasnya

Selain Mandalika dan MotoGP, Bang Zul juga membahas keseriusan pengelolaan pariwisata di Gili. Lebih lanjut gubernur mengatakan bahwa Gili-gili yang dimiliki NTB harus memiliki manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat. Keindahan pariwisata Gunung Rinjani dan Gunung Tambora pun turut disinggung gubernur.

“Gunung Rinjani ini pesonanya itu hampir tidak ada duanya di Indonesia, oleh karena itu Zero Waste dan lain sebagainya itu program yang in-line juga dengan ini,” ungkapnya.

Menurut Bang Zul, untuk memajukan pariwisata juga dibutuhkan mobilitas yang baik. Sehingga adanya direct flight dan long distance feri diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan mobilitas perekonomian di NTB.

“Hadirnya satu direct flight saja dari Perth itu sudah mendongkrak kedatangan wisatawan Australia itu 400% lebih banyak, peningkatannya very significant,” lanjutnya.

Selain direct flight, mobilitas barang dan jasa ke NTB relatif lebih banyak karena  adanya Long Distance Feri dari Surabaya langsung ke Mataram.

“Bahkan, jika tidak ada hambatan akan ada Long Distance Feri langsung dari Surabaya ke Badas. Kehadiran Long Distance Feri tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh truk-truk yang bermuatan besar,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Wakil Gubernur yang hadir seusai acara pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara mengungkapkan jika sistem irigasi tetes yang baru saja diterapkan di KLU mampu memberikan banyak keunggulan pada sektor industrialisasi pertanian.

“Jadi dengan metode drip irigation ini penghematan air itu luar biasa sampai 95%, karena memang selang-selang itu yang sebagai jalan air itu akan mengaliri air itu sampai ke akarnya jadi gak terbuang air itu ditanah, kemudian juga panen bisa jadi tiga kali setahun yang mulanya hanya sekali, kemudian juga produktifitas panennya naik 20%,” terang Hj. Rohmi.

Senada dengan Gubernur, Hj. Rohmi juga menyampaikan harapannya agar kelak teknologi dalam sektor industrialisasi dapat dipergunakan sebaiknya. Ia juga menekankan penting mengolah bahan baku sebelum di ekspor ke luar daerah.

Poin lain yang disampaikan Hj. Rohmi yaitu revitalisasi posyandu. Ia tidak henti-hentinya menekankan pentingnya revitalisasi posyandu diseluruh kabupaten/kota yang ada di NTB. Posyandu keluarga diharapkan mampu menjadi garda terdepan untuk melakukan tindakan prefentif dan promotif berbagai masalah, tidak hanya kesehatan namun masalah sosial dan lainnya.

“Fungsinya bukan hanya untuk kesehatan saja tapi juga isu sosial seperti misalnya pendewasaan usia perkawinan, stunting, begitu juga dengan narkoba, illegal logging,  pembakaran hutan, mitigasi bencana. Banyak hal yang menjadi PR kita yang kita ingin edukasi masyarakat itu dari bawah, dari dusun,” sambungnya.

Hj. Rohmi menjelaskan bahwa peranan kader posyandu menjadi sangat penting dalam menyukseskan program revitalisasi posyandu tersebut. Ia juga bersyukur dari 87 posyandu keluarga sekarang sudah meningkat signifikan menjadi kurang lebih 800 posyandu keluarga.

Targetnya, tahun 2023 posyandu keluarga sudah diterapkan diseluruh NTB.

Terakhir, Hj. Rohmi menyampaikan pentingnya keberhasilan program Zero Waste. Menurut Wagub, mengubah pola pikir masyarakat merupakan hal pertama yang harus dilakukan.

Ia kembali mengajak seluruh kabupaten/kota untuk berkomitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keberadaan bank sampah disetiap desa atau kelurahan diharapkan segera terealisasi.

“Karena dengan adanya bank sampah itulah yang bisa merealisasikan sampah itu jadi sumber daya. Sehingga masyarakat tidak pusing-pusing bagaimana caranya mengelolah sampah, cukup masyarakat pilah sampahnya itu saja,” harap Wagub.

Hj. Rohmi optimis dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, NTB Zero Waste 2023 dapat terealisasikan. Ia berharap seluruh program-program unggulan yang pemerintah provinsi sedang jalankan dapat berjalan lancar dan sukses. (*)

AYA/HmsNTB 




Setahun Zul-Rohmi, Bank Indonesia Ungkap Prestasi NTB Terkait Pengendalian Inflasi

Dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus

MATARAM.lombokjournal.com – Salah satu capaian mengagumkan yang diraih Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam setahun memimpin NTB, adalah keberhasilan mengendalikan inflasi.

Atas kinerja ini, pemerintahan di NTB pun diganjar penghargaan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, Kamis (19/09) 2019. menyampaikan, selama ini, pihaknya terus mendukung dan mengawal kebijakan Pemerintah Provinsi NTB.

‘’Pada saat kita menyusun naskah teknokratik RPJMD, di awal-awal pemerintahan gubernur saat ini, kami ada di situ. Artinya visi bapak (Gubernur), kami ikut terjemahkan di RPJMD yang disusun bersama,’’ katanya.

Atas kinerja semua pihak, NTB pun berhasil meraih penghargaan terbaik nasional dengan empat katagori. Yaitu TPID terbaik untuk Provinsi NTB, TPID terbaik untuk kota yaitu untuk Kota Mataram, TPID Kabupaten berprestasi yaitu Kabupaten Lombok Barat, dan satu penghargaan dari menteri perekonomian untuk Kabupaten Sumbawa.

‘’Ini prestasi luar biasa, provinsi lain tidak ada. Apresiasi kami, BI mencatat ini tidak dilakukan provinsi lain. Faktor kemarin (raih penghargaan) kami didatangi langsung dua provinsi dari Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara, total 80 orang, dua bupati, Sekda Provinsi, dan beberapa Sekda Kabupaten, belajar kenapa bisa begini,’’ ujar Achris.

Dalam pertemuan dengan rombongan dari dua provinsi tersebut, disepakati bahwa keterlibatan kepemimpinan di level atas bisa mengembangkan ekonomi daerah yang di dalamnya ada inflasi. Karena dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus. Tidak bisa memproduksi, maka mendatangkan. Juga, berkaitan dengan kelancaran distribusi.

‘’Kemudian baru harga bisa dijangkau oleh masyarakat, dan terakhir komunikasi, kemampuan Gubernur dan Wagub mengkomunikasikan ke seluruh masyarakat sebuah keniscayaan yang kita rasakan,’’ kata Achris.

AYA/HmsNB (*)

 




Setahun Zul-Rohmi, Sesepuh Masyarakat Sasak Yakin NTB Gemilang Terwujud

DIharap, semua pihak akan memberikan dukungan terhadap NTB Gemilang. Jika semua pihak mendukung, ia optimis, apa yang dicita-citakan lewat visi NTB Gemilang akan berakhir menggembirakan

MATARAM.lombokjournal.com  –  Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) telah genap setahun memimpin NTB, pada Kamis (19/09) 2019.

Terkait capaian setahun Zul-Rohmi ini, Sesepuh Masyarakat Sasak, Drs. H. L. Mudjitahid, alias Mamiq Mudji pun menegaskan dukungannya atas berlanjutnya program-program pembangunan di NTB. Khususnya, pengembangan komoditas dan industri berbahan baku jagung.

“Jadi programnya bapak (Gubernur) dan ibu (Wagub) itu saya dukung,” ujarnya di Mataram, Kamis (19/09/2019). Di usianya yang telah menginjak 81 tahun, Mamiq Mudji kini masih menjabat Ketua Masyarakat Agrobisnis Jagung NTB.

Beberapa waktu lalu, ia pernah menggelar seminar dengan Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN). Di seminar itu disampaikan oleh seorang profesor muda, ada temuan mikroba baru yang bisa menggemburkan tanah.

Sehingga nanti produksi padi maupun jagung bisa 14 ton, dan waktu panen bisa lebih pendek, dari 90 hari jadi 75 hari.

Untuk mengaplikasikan temuan ini di sejumlah lahan pertanian di NTB, Mamiq Mudji mengaku telah berkoordinasi dengan banyak pihak.

‘’Kami sudah ketemu Bupati Lombok Timur, siap 10 ribu hektar targetnya, Lombok Barat 4000 hektar dan KLU,’’ ujarnya.

Mamiq Mudji berharap, semua pihak akan memberikan dukungan terhadap NTB Gemilang. Jika semua pihak mendukung, ia optimis, apa yang dicita-citakan lewat visi NTB Gemilang akan berakhir menggembirakan.

‘’Saya meyakini, NTB Gemilang bisa sukses jika mendapatkan dukungan gerakan  pembangunan dari bawah,’’ katanya.

AYA/HmsNTB 




Masa Depan NTB, Ada Pada Anak-Anak Muda yang Kreatif

i Putu Gde Aryadi

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan masa depan Indonesia ada ditangan para pelajar dan generasi muda masa kini.

“Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian, anak-anak muda  NTB yang kreatif,” ujar Gubernur dalam sambutannya diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH  pada acara Creatormuda Academy yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-Nusa Tenggara Barat di hotel Aston Inn Mataram Kamis (19/09) 2019.

Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Doktor Zul itu, NTB sebagai rumah besar  bersama menyimpan potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, baik potensi agraris, maritim, tambang dan nilai-nilai seni budaya maupun sumberdaya investasi dan pariwisata yang banyak memikat tamu dan investor untuk hadir di NTB.

“Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas”, ujarnya.

Karena itu, Gubernur melalui Aryadi menitipkan pesan agar anak-anak muda NTB sejak dini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk mengisi hari-harinya dengan berbagai kreativitas sehingga kelak akan menjadi generasi yang mandiri dan memiliki masa depan yang baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute, google dan semua pihak yang telah membangun aplikasi mading sekolah.org. Media itu menurutnya sangat produktif  dalam  membangun karakter anak, terutama pengembangan bakat, minat dan kreativitasnya.

“Misalnya lomba vedio, artikel, lagu dan karya seni lainnya maupun produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan para pemenangnya, selain mendapatkan hadiah, juga akan menginspirasi siswa lainnya melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi”, ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bima di Era Bupati Zainul Arifin itu.

Karena itu, semua Sekolah dan guru-guru di NTB diharapkannya akan dapat memanfaatkan aplikasi madding sekolah ini, sebagai salah satu media mengembangkan karakter siswa. Sekaligus juga mereduksi penggunaan akun media sosial untuk kegiatan yang kurang produktif.

“Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatsup, yang selama ini lebih banyak hanya untuk chating atau menulis status yang kurang bermanfat. Ini perlu diarahkan pada kreatifitas untuk mengekplor  beragam potensi NTB dan juga beauty inner para siswa,” pesannya.

Saat ini, kata Aryadi  dari  total  5,6 juta jiwa penduduk NTB, pengguna internetnya mencapai 3 juta orang. Namun sayangnya hanya 15 persen dari pengguna internet itu yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber, kata Gede Aryadi, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, tegasnya.

Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai peluang menciptakan kreatifitas dan mengembangkan potensi  diri.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Provinsi NTB dibawah Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, telah menyiapkan 1000 beasiswa pendidikan S1, S2 dan S3 diluar negeri. Maka siapkan diri dan rebut peluang itu untuk masa depan yang gemilang, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan  Kepala UPT-PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat- Mataram, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd.

Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.

Menurutnya, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri, akhirnya bermasalah.

“Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Bukan saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan, tetapi seluruh elemen masyarakat”, tegasnya.

Ia mengajak semua pihak dan sekolah melalui instrument-instrumen yang ada pada berbagai kegiatan agar selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita.

“Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salah satu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa. Yakni di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB, kata Rasidin.

Sebelumnya,  Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdul Rohim Ghazali menjelaskan bahwa acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan di seluruh indonesia.

Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.

Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini. Untuk itu, kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam mading sekolah.id,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB 




Air Asia Perth-Lombok, Wisatawan Australia Meningkat Hingga 300 Persen

Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com –– Salah satu kerja nyata pemerintah provinsi di era kepemimpinan Gubernur Dr H Zulkiefkimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni dibukanya rute penerbangan langsung (Diret Flight ) dari Perth ke Lombok.

Penerbangan yang dibuka Bulan juli 2019 tersebut dirasa sangat membantu NTB bangkit pascagempa 2018 lalu.

“Optimisme mengenai akan ramainya rute penerbangan ini juga ditunjang dengan tarif penerbangan yang dinilai cukup terjangkau,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, usai mendarat dengan penerbangan perdana Air Asia Perth-Lombok di BIL, Lombok Tengah pada Juli lalu.

Dibukanya maskapai penerbangan Air Asia Perth-Lombok ini memang memberi dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama Australia. Peningkatan wisatawan Australia ke Lombok bahkan mencapai 300 persen saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati menuturkan, Semenjak dibuka dalam seminggu 4 kali penerbangan, progresnya sangat bagus dan stabil mencapai 80-95 persen.

Penerbangannya tidak pernah dibawah 100 pax dan bisa dikatakan selalu penuh.

“Kalau kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun (y to y) data Januari hingga Agustus masih belum bisa sama seperti tahun lalu. Hanya saja wisatawan Australia kita meningkat,” bebernya

Peningkatan untuk wisatawan Australia saat ini hingga 300 persen. Yakni dari hanya 2 ribu lebih wisatawan meningkat menjadi 9 ribu lebih wisatawan Australia. Hal ini tentu membuka peluang keinginan untuk menambah rute baru.

Terkait rute penerbangan, saat ini diakuinya memang sedang dalam proses usaha penambahan rute-rute baru.

Namun untuk penambahan frekuensi, yang ada saja dinilai masih stabil sehingga belum ada perencanaan ke arah tersebut. Sekarang ini, pihaknya lebih fokus pada pencarian rute baru.

“Itu masih proses, sementara kita konsen dan fokus lebih kepada penyediaan infrastruktur dulu agar siap mendukung jika keadaan sudah seperti tahun lalu,” sambungnya.

Terlebih dengan adanya program pemerintah terhadap lima destinasi wisata super. Salah satunya KEK Mandalika yang akan digelar perhelatan internasional MotoGP.

Sehingga perlu perlu diutamakan persiapan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pertama. Tentunya juga tidak lupa berkabolarasi dan bersinergi lintas fungsi.

“Sambil kita cari rute baru,” katanya.

Untuk persiapan Moto GP di Lombok ini sudah diprogram oleh pemerintah pusat yang  didukung  penuh oleh pemerintah daerah. Secara fungsi  sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur.

Salah satunya  yakni perpanjangan landasan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter.

Selain itu, harus ada perluasan gedung terminal hingga bisa menampung penumpang dari kapasitas  hingga 7 juta per tahun. Kapasitasnya ditingkat hingga 100 persen. Begitu juga dengan peningkatan infrastruktur daya dukung lainnya yang semua mengarah kepada percepatan pembangunan KEK Mandalika

“Tentunya dengan di dalamnya adalah gelaran Moto GP yang paling dekat eventnya,” kata Nugroho .

Sementara untuk penambahan rute baru diakuinya memang belum bisa direalisasikan dengan cepat. Ini dikarenakna ada kerangka waktu untuk menjadi platform ketentuan UU dan regulasi yang berlaku.

Di antaranya dari pihak Perhubungan kaitannya rotasi feed management masing-masing maskapai setiap enam bulan.

“Jadi bisa dikatakan seperti summer season dan winter season,” tandasnya

Selama 6 bulan sekali mereka buat perencanaan untuk tahun depan. Dalam perencanaan tersebut, mereka membutuhkan data dan menganalisa market. Mengingat kondisi Lion Air saat ini cukup banyak regulasi ketat, terutama aspek keselamatan.

“Jadi tidak bisa segera kita tambah rute baru,” katanya.

AYA




Di Satu Tahun Kepemimpinan Fashion Gubernur Jadi Sorotan

Seorang kepala daerah mestinya memperhatikan busana, karena menjadi fokus perhatian khalayak luas.

lomokjournal.com —

MATARAM    ;  Sorotan tidak hanya soal program, tapi juga penampilan atau fashion gubernur.

Ketua KNPI Lombok Timur, Taufik Hidayat, menyoroti busana Zulkieflimansyah yang sering digunakan dalam acara formal. Menurut Opik, sapaannya, penampilan busana gubernur sering kurang tepat dengan acara yang dihadiri.

BACA JUGA ; Satu Tahun Zul-Rohmi, Amanat APBD Perubahan Belum Dijalankan

Hal itu diktakannya dalam diskusi publik  yang diinisiasi M16 mengambil tema “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi.” Berbagai masukan terhadap kepemimpinan mereka disoroti dalam forum tersebut

BACA JUGA  ;  1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem

“Fashion gubernur saya kira perlu diberikan masukan agar memposisikan diri pada suasana tepat agar baik dan beretika. Jangan sampai suasana formal pakai celana jeans kaos oblong,” sentilnya.

Menurut Opik, jika gubernur menghadiri acara dengan jeans atau kaos oblong, justru terkesan tidak menghargai forum tersebut. Padahal, seorang kepala daerah mestinya memperhatikan busana, karena menjadi fokus perhatian khalayak luas.

BACA JUGA ; Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi

Selain busana, Opik juga mengkritisi anggaran yang digunakan gubernur untuk mengirim pelajar ke luar negeri. Anggaran yang datangnya dari Corporate Social Responsibility (CSR) harus lebih transparan.

“Beasiswa harus clear. Jangan sampai pukul rata semua salah, di satu sisi ada baiknya karena merangsang dunia pendidikan NTB. Yang jadi soal sumber dana CSR harus diperjelas dari mana saja CSR itu?” katanya.

BACA JUGA ;  Sektor Pariwisata Kinerja Gubernur Baik, Meski itu Program Nasional

Tidak hanya gubernur, Opik juga mengkritisi sikap DPRD NTB yang berkunjung ke luar negeri saat masyarakat NTB masih banyak yang tidur di Huntara akibat gempa tahun lalu.

Me




Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi

“Situasi memburuk saat kebijakan provinsi 2019 hampir 80 persen pengelolaan SDA kewenangan gubernur, tidak lagi kabupaten yang memiliki kewenangan perizinan”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi menjadi sorotan banyak pihak. Beragam masukan dan kritik dilontarkan dalam forum diskusi publik yang digelar Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram.

Kritikan terhadap Zul-Rohmi datang dari Aktivis ProDem, Wahidjan. Soal kemiskinan di sektor agraria. Menurutnya, masyarakat bergantung pada sektor agraria, namun justru kontras dengan lahan produktif di NTB yang kian menyempit.

BACA JUGA  ;  Sektor Pariwisata Kinerja Gubernur Baik, Meski itu Program Nasional

BACA JUGA ;  1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem

“NTB banyak menggantung diri di sektor agraria, (tapi) kemiskinan terjadi di sektor agraria. Tanah produktif semakin menyempit, maka dibutuhkan strategi dari pemangku kebijakan,” katanya.

BACA JUGA ;   Satu Tahun Zul-Rohmi, Amanat APBD Perubahan Belum Dijalankan

Wahidjan mengatakan, situasi semakin memperburuk saat 80 persen pengelolaan sumber daya alam dikelola pemerintah provinsi. Imbasnya, sektor agraria justru dikuasai kelompok tertentu, sehingga berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidup di sana.

“Situasi memburuk saat kebijakan provinsi 2019 hampir 80 persen pengelolaan SDA kewenangan gubernur, tidak lagi kabupaten yang memiliki kewenangan perizinan,” ujarnya.

BACA JUGA ; Di Satu Tahun Kepemimpinan, Fashion Gubernur Jadi Sorotan

Wahidjan berharap pada forum tersebut menjadi bahan masukan bagi Zul-Rohmi, terlebih lagi dengan hadirnya staf khusus gubernur, agar dapat memberikan catatan soal polemik agraria pada gubernur.

Me




Sektor  Pariwisata Kinerja Gubernur Baik, Tapi Itu Program Nasional

Pariwisata NTB yang minim fasilitas seperti lampu penerangan hingga MCK memperburuk citra pariwisata

Lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Telah satu tahun sudah Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi menahkodai NTB. Banyak program yang ditelurkan dalam menjalankan roda pemerintahan. Program-program tersebut tertuang dalam visi NTB Gemilang.

Merespon satu tahun Zul-Rohmi, Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, menggelar diskusi “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi.”

Inisiator kegiatan, Fihiruddin, dalam pembukaan diskusi turut mengapresiasi program Zul-Rohmi soal pariwisata.

BACA JUGA ;   Satu Tahun Zul-Rohmi, Amanat APBD Perubahan Belum Dijalankan

“Kinerja gubernur soal pariwisata NTB cukup baik di era Zul-Rohmi, meksipun itu program nasional. Meskipun itu program Jokowi,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan sindiran dari semangat Zul-Rohmi dalam membenahi pariwisata NTB. Banyak program di bidang pariwisata belum berjalan maksimal. Bahkan, destinasi wisata NTB juga tidak kunjung membaik.

Pariwisata NTB yang minim fasilitas seperti lampu penerangan hingga MCK memperburuk citra pariwisata. Di sisi lain sebentar lagi MotoGP digelar di NTB, tentu mata dunia terpusat di NTB.

BACA JUGA ;  1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem

BACA JUGA ; Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi

Ini menjadi hal buruk jika pariwisata NTB belum berbenah.

Diskusi berlanjut dengan hadirnya pemateri dari berbagai unsur, mulai dari politisi, staf khusus gubernur hingga pengamat.

BACA JUGA ; Di Satu Tahun Kepemimpinan, Fashion Gubernur Jadi Sorotan

Peserta antusias melontarkan banyak pertanyaan soal satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi. Pertanyaan beragam mulai dari soal pengiriman pelajar ke luar negeri, program NTB tanpa sampah atau zero waste dan lainnya.

Me




 1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem

“Soal beasiswa, janji politik kampanye tidak akan menggunakan APBD. Semestinya kalau CSR tidak mampu menutupi antusias masyarakat yang mau, ya minta…”

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Diskusi Publik bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi” semakin hangat. Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram, Kamis (19/09) 2019 malam, mengulas segala program Zul-Rohmi dalam setahun.

Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, Mori Hanafi, menyoroti pendapat pusat hingga daerah yang masuk NTB.

“Era Zul pendapatan dari pusat kurang, pendapatan dari daerah tidak ada. Saya enggak heran kalau ada utang enggak mudah diselesaikan dengan sederet keinginan,” katanya.

BACA JUGA ; Di Satu Tahun Kepemimpinan, Fashion Gubernur Jadi Sorotan

Mori bahkan membandingkan satu tahun era kepemimpinan TGB, di mana pada 2017 belanja NTB kurang, namun diselamatkan melalui deviden atau langkah lain yang dilakukan TGB. Namun kata Mori, langkah tersebut tidak lagi ditemukan pada era Zulkieflimansyah.

“Sudah APBD minim, Perda percepatan ditempatkan Rp750 miliar. Saya enggak yakin pemerintah mampu bayar,” kata mantan calon Wakil Gubernur NTB itu.

BACA JUGA ;   Satu Tahun Zul-Rohmi, Amanat APBD Perubahan Belum Dijalankan

BACA JUGA ; Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi

Mori juga menyoroti janji kampanye Zul-Rohmi terkait pengiriman pelajar sekolah di luar negeri menggunakan dana CSR. Namun belakangan justru ada dana APBD yang digunakan. Itu dinilai tidak konsisten sesuai janji.

“Soal beasiswa, janji politik kampanye tidak akan menggunakan APBD. Semestinya kalau CSR tidak mampu menutupi antusias masyarakat yang mau, ya minta…,” selorohnya.

BACA JUGA ;  Kinerja Gubernur soal Pariwisata Baik, Meski itu Program Nasional

Diskusi yang diinisiasi M16 tersebut terus berlanjut menghadirkan para tokoh. Bahkan, peserta antusias dengan melontarkan kritik dan saran untuk kepemimpinan Zul-Rohmi.

Me

 




Satu Tahun Zul-Rohmi, Dipertanyakan Amanat APBD Perubahan Yang Belum Dijalankan

“Ada aspirasi masyarakat dalam bentuk hibah dan bansos yang mana sudah clear Rp8,5 Miliar tidak dilaksanakan”

Ruslan Turmuzy

lombokjournal.com –

MATARAM  ;  Satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi menjadi momentum bagi masyarakat mengkritisi dan memberikan masukan pada kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tersebut.

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, menggelar forum diskusi terbuka bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi”.

Diskusi tersebut dihadiri banyak tokoh masyarakat, politisi, akademik hingga mahasiswa. Forum diskusi digelar di De-Lima Cafe, Kota Mataram, Kamis (19/09) 2019 malam.

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan berterimakasih atas kiriman paket koran yang memuat prestasi Zul-Rohmi dalam satu tahun kerja.

“Sebelum diskusi digelar, ada 200 eksemplar koran yang entah siapa pengirimnya. Saya ucapkan terimakasih. Mungkin itu juga menjadi second opinion dalam diskusi ini,” katanya.

Ruslan Turmuzy, pemateri pertama dalam diskusi Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP,  lagsung mengkritisi terkait realisasi APBD Prubahan 2019. Ia mengungkapkan, ada amanat APBD Perubahan 2018 yang harus dijalankan namun implementasinya justru bertolak belakang dengan apa yang dikerjakan Zul-Rohmi.

“APBD Perubahan 2018 yang harus dilakukan Zul-Rohmi karena APBD merupakan hasil Musrenbang, maka mulai kita berhitung kepemimpinan mereka dari APBD perubahan,” katanya.

Menurutnya,dalam perjalanan ada belum dijalankan, dalam amanat APBD Perubahan ada dua hal yang harus diselesaikan.

“Perda percepatan pembangunan jalan harus berakhir 2018. Dan hutang Pemerintah yang harus dibayar Rp58 miliar pada pihak ketiga,” ujarnya.

Dia juga mengkritisi soal hibah dan bansos pada masyarakat dengan nilai fantastis, namun belum direalisasikan.

BACA JUGA ;  Sektor Pariwisata Kinerja Gubernur Baik, Meski itu Program Nasional

“Ada aspirasi masyarakat dalam bentuk hibah dan bansos yang mana sudah clear Rp8,5 Miliar tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Ruslan Turmuzy lebih lanjut mengatakan, banyak perbedaan data statistik dari kinerja yang diungkapkan Pemprov NTB.

BACA JUGA ; Di Satu Tahun Kepemimpinan, Fashion Gubernur Jadi Sorotan

“Kalau kita bandingkan data statistik jauh sekali perbedaannya. Kita bicara dua sisi, kebijakan pemerintah Zul-Rohmi dan kebijakan gubernur. Karena program pemerintah yang dijalankan banyak bertentangan tidak konsisten dengan RPJMD Provinsi NTB,” ucapnya.

Tahapan di RPJMD katanya, yang pertama adalah penurunan kemiskinan, namun Zul-Rohmi justru prioritaskan program tanpa sampah atau zero waste, yang justru bermasalah.

BACA JUGA ;  1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem

BACA JUGA ; Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi

“Yang menjadi konsen adalah mengelola TPS regional bukan bank sampah. Ini jadi konsen kita. Bank sampah itu bukan tanggung jawab provinsi tapi kabupaten kota,” tegasnya.

Me