Pentingnya Edukasi Cegah Penyebaran Rabies

Diharapkan, Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia 2019 dapat berkontribusi dalam mencapai Indonesia bebas rabies tahun 2030

MATARAM.lombokjournal.com . ;  Untuk mencegah dan menghindari penyakit rabies di wilayah NTB, DITekankan pentingnya edukasi yang baik

Wakil Gubernur  menyampaikan itu saat memberi sambutan acara Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia 2019 yang berlangsung di Mataram, Sabtu (28/09) 2019.

Provinsi NTB dipilih sebagai lokasi terselenggaranya acara Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia 2019 ini menjadi suatu kebanggaan bagi pemerintah Provinsi NTB. Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia tahun ini bertajuk “Vaksinasi Tuntas Rabies Bebas”.

“Kami dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat, karena kami juga dipercayakan sebagai tempat merayakan hari rabies sedunia, tentunya kami berterima kasih dan memiliki tanggungjawab moral yang lebih lagi agar NTB bebas dari rabies,” ujar Wagub.

Wagub menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan pada tahun 2022 mendatang, NTB akan bebas dari rabies. Untuk mencapai tujuan tersebut, harus ada sebuah kerjasama dari semua pihak.

“Butuh keberanian kita semua dan komitmen menempatkan nyawa manusia di atas segala-galanya,” tambahnya.

Tidak mungkin penyebaran rabies ini tuntas hanya dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan saja. Diperlukan juga kerjasama dengan pihak lain seperti Balai Karantina, Dinas Pendidikan dan lainnya. Dinas Pendidikan dapat memberikan edukasi kepada anak-anak sejak kecil,  yang sesuai dengan umur mereka.

“Mari kita bergandeng tangan semua memberi edukasi itu, mulai dari TK hingga perguruan tinggi” tambah Wagub.

Edukasi juga dapat diberikan melalui program Revitalisasi Posyandu, yang juga merupakan salah satu program yang sedang diperjuangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Wagub berharap dengan diselenggarakannya Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia ini membuat langkah Pemprov NTB  semakin kencang lagi untuk memproteksi diri dari rabies dan juga potensi bencana-bencana lainnya.

Ketua Penyelenggara Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia 2019, Dr. Arief Wicaksono mengatakan, vaksinasi menjadi kunci utama dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies.

Arief juga menyampaikan apresiasinya pada pada seluruh instansi yang terlibat.

“Kami selaku panitia pelaksana World Rabies Day menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang telah melaksakan tindakan pengendalian rabies di masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Arief berharap Peringatan Nasional Hari Rabies Sedunia 2019 dapat berkontribusi dalam mencapai Indonesia bebas rabies tahun 2030.

Acara itu juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan, salah satunya gerak anti rabies oleh anak-anak dari sejumlah Sekolah Dasar di Kota Mataram.

AYA/HmsNTB

 




Hadir Di Pertemuan Asosiasi Perdagangan dan Jasa China, Untuk Menarik Investor China Ke NTB

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB”

MaTARAM.lombokjoural.com  ;  Lalu Gita Ariadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTB hadir mewakili Gubernur NTB, dalam pertemuan tahunan asosiasi perdagangan dan  jasa China,  di Zangjiajie Hu Nan pada tanggal 27 – 29 September 2019.

Forum ini untuk memahami arah kebijakan ekonomi  China sekaligus untuk  menjajaki peluang investasi bagi daerah kita.

Hadir juga Firdaus dan Guan Yue, perwakilan GOBID di Indonesia. GOBID adalah sebuah platform China yang membantu pengusaha-pengusaha  dunia bekerjasama di bidang tender internasional, investasi, perdagangan dan informasi.

Saat pembukaanm,  hadir pembicara-pembicara utama dari pemerintah, kalangan akademisi, pengamat dan pelaku ekonomi dari berbagai bidang usaha di China.

Analisa Prospek perdagangan dan investasi, dampak konflik perdagangan Tiongkok – AS, prospek ekonomi digital, pengembangan e-commerce lintas batas,  inovasi tekhnologi, rintisan kerjasama ekonomi,  menjadi topik bahasan dalam forum pertemuan tahunan ini.

Beberapa negara dan daerah yang memiliki potensi dan peluang  investasi yang dinilai bagus, seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat diundang untuk memaparkan kebijakan,  rencana pembangunan serta kebijakan perizinan dan insentiF investasi yg disiapkan di masing-masing daerah.

Indonesia dinilai  punya kesempatan menjadi tempat relokasi investasi china.

Selama ini Bangladesh dan beberapa negara asia tenggara memang menjadi pilihan relokasi investasi China karena mereka menyiapkan free trade zone bagi pengusaha China dengan berbagai kemudahan dan insentifseperti perpajakan, tenaga kerja dan lain-lain.

Pada kesempatan one on one meeting dengan para calon mitra investor yang tertarik dengan potensi dan peluang investasi di NTB, Kadis DPMPTSP NTB  memaparkan kebijakan nasional untuk ciptakan iklim investasi yang sehat di indonesia termasuk di daerah-daerah.

Secara nasional sudah  ada UU No 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone ) seperti Free Trade Zone yg diinginkan investor China.

Presiden RI sangat pro investasi terbukti dengan dilahirkannya berbagai paket kebijakan ekonomi, kemudahan berusaha ( Peraturan Presiden nomor 91 tahun 2017 ), kemudahan  perizinan melalui system OSS ( Online Single Submission )  menurut PP 24 tahun 2018 serta kebijakan  terbaru ttg insentive investasi.

Pemprop NTB di bawah kepemimpinan Dr. Zulkieflimansyah  dan Dr. Hj. Siti Rahmi Djalilah  juga memiliki visi misi dan kebijakan yg ramah investasi.

Menyadari keterbatasan fiskal daerah,  selama ini Pemda NTB berjuang menarik masuknya invrstasi ke NTB.

Dalam perda 3 tahun 2015 tentang Penanaman Modal maupun Perda 8 tahun 2016 tentang insentif bidang pajak dan retribusi daerah di Kawasan Ekonomi Khusus, penyederhanaan perizinan dan lain-lain adalah bentuk regulasi dan policy menjadikan NTB yang ramah investasi.

“Saya berharap agar investor-investor China yang serius bisa tertarik dan segera berinvestasi di NTB,” kata Llau Gita Ariadi.

AYA/HmsNTB




Gubernur Perintahkan Percepat Evakuasi Ratusan Warga NTB di Wamena, Papua

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah  Provinsi NTB menerima informasi dari warga NTB yang terjebak di daerah Wamena, Papua yang tengah dilanda kerusuhan

Informasi ini pun telah disampaikan kepada Gubernur NTB, DR Zulkifliemansyah, yang langsung memerintahkan jajarannya mempercepat evakuasi 153 jiwa warga NTB di Wamena, Papua yang mengungsi akibat kerusuhan di daerah tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan itu, Jumat (27/09) 2019.

Gubernur Zul memerintahkan agar ditempuh upaya semaksimal mungkin segera  mengevakuasi warga NTB di daerah tersebut.

Pemprov NTB langsung sigap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Polda NTB untuk bisa segera memulangkan mereka yang terjebak.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah menegaskan, sejumlah upaya serius telah ditempuh untuk mempercepat evakuasi.

“Kami menaruh atensi terhadap kondisi mereka. Dan saat ini kami dengan berbagai pihak, saat ini sedang diupayakan jalan keluar yang aman untuk mereka,” jelasnya.

Informasi adanya warga NTB korban kerusuhan di Wamena ini telah berhasil terkonfirmasi melalui panggilan telepon dengan Mazhari, Guru Kontrak asal Soromandi Bima dan Suhardin, Guru Kontrak asal Rada, Bolo, Bima. Berdasarkan keterangan keduanya, diketahui adanya 153 jiwa warga NTB korban kerusuhan.

Dari jumlah tersebut, 40 orang sudah dievakuasi ke Sentani, Jayapura dengan Pesawat Komersial, dibantu oleh Rukun Keluarga Bima (RKB) Jayapura.

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri.

“Sisanya masih bertahan di rumah-rumah mereka, menjaga harta benda yang masih tersisa,” ujarnya.

Warga NTB yang tengah mengungsi di bandara, kini tengah berharap adanya bantuan komunikasi, fasilitasi dari Pemda Bima.

“Pemprov NTB kini mengupayakan agar mereka diprioritaskan untuk dievakuasi, Warga Bima di Sentani Jayapura standby menunggu mereka,” ujar Wismaningsih.

Ia menambahkan, saat ini Ketua RKB di Jayapura juga tengah membantu warga yang sudah dievakuasi. Pemprov NTB juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Sosial dan RKB di Jayapura terkait upaya evakuasi ini.

AYA/HmsNTB




Yadi Tak Pernah Dipersulit, Pelayanan Bagi Peserta JKN-KIS  Sangat Baik

“Baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Pelayanannya juga sudah baik, petugas di fasilitas kesehatan ramah dan baik, prosedurnya juga gampang jadi kami tidak menemui kesulitan ketika berobat”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Slamet Riyadi (32) merupakan seorang pekerja yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan swasta. Ia telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ditanggung perusahaan tempatnya bekerja.

“Setiap bulan gaji saya dipotong untuk bayar iuran JKN-KIS. Buat saya, itu tidak masalah karena untuk perlindungan kesehatan  pekerja dan keluarga. Saya malah merasa jadi aman dan nyaman dalam bekerja, juga berarti perusahaan memang perhatian kepada karyawannya,” kata Yadi, pekan lalu

Sebelum menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PPU, Yadi sekeluarga termasuk peserta PBI APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Namun ketika ia bekerja status kepesertaannya berubah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU).

Yadi mengaku selama ini ia bersyukur karena jarang sakit sehingga belum pernah mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Ia dan istriNYA memang belum pernah memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena alhamdulillah tidak pernah sakit yang membutuhkan perawatan dokter.

“Namun mbah saya sering memakai KIS ini. Mbah usianya sudah lanjut dan  terkena penyakit stroke yang mengharuskannya kontrol setiap bulan,” cerita Yadi.

Yadi mengatakan, selama mendampingi mbah berobat ia tidak pernah mendapatkan kesulitan. Mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai rumah sakit, Yadi mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pelayanan yang telah didapatkan.

Petugas medis baik di Puskesmas maupun rumah sakit bersikap ramah dan sigap. Dokter di rumah sakit pun melayani dengan baik. Waktu ia mendampingi mbah kontrol, dokter menjelaskan penyakitnya beserta terapi apa saja yang harus dilakukan.

“Mbah usianya sudah 87 tahun tetapi ia mempunyai semangat hidup yang tinggi sehingga sedikit banyak berpengaruh positif terhadap kesembuhannya,” ujar Yadi.

Mengakhiri perbincangan dengan tim Jamkesnews, Yadi mengatakan bahwa program JKN-KIS ini besar sekali manfaatnya terutama terhadap warga kurang mampu. Ia pun berharap program ini akan tetap terus ada.

“Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Pelayanannya juga sudah baik, petugas di fasilitas kesehatan ramah dan baik, prosedurnya juga gampang jadi kami tidak menemui kesulitan ketika berobat. Sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk terus  ikut bergotong royong menyukseskan program ini. Semoga program JKN-KIS tetap ada dan berjalan dengan baik,” ungkap Yadi.

ma/vo/jamkesnews




Bayar Iuran Peserta JKKN-KIS Secara Rutin,  Ada Saat Anda Peroleh Manfaat Besar

“Kalau sudah rawat inap seperti ini, gak lagi pusing cari biaya. Intinya jangan sampe menunda bayar iura”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Pengalaman pahit tengah dirasakan Faizah (52). Pasalnnya, ia divonis diabetes sejak pertengahan tahun ini.

Banyak gejala yang ia rasakan sebelum akhirnya dokter menjatuhkan vonis tersebut.

“Sekitar Juli kemarin dokter memberi tahu kalau saya terkena diabetes. Sedih sekali rasanya karena gak menyangka ada penyakit yang sedang menggerogoti tubuh saya. Memang beberapa gejala sempat saya rasakan tapi saya pikir itu hanya gejala biasa untuk penyakit yang ringan,” ujar Faizah.

Dalam perjalanannya, Faizah sering merasakan buang air kecil meskipun sedang tak banyak minum. Ia jadi mudah letih sekalipun tak banyak beraktivitas.

Hal lain yang juga dirasakan adalah luka yang tak kunjung sembuh dari penyakit kutu airnya.

Dalam dunia medis, pemulihan luka yang lama memang jadi kaitan salah satu faktor diabetes saat ini. Akibat gejala tersebut, Faizah lantas dilarikan ke rumah sakit.

Dalam hal ini ia mengaku tenang lantaran sudah punya jaminan kesehatan.

Faizah sendiri menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 2016 silam. Menurutnya, banyak kemudahan yang dirasakannya selama mengikuti program besutan BPJS Kesehatan.

Selama perawatan di rumah sakit, Faizah ditemani oleh seorang putranya. Dengan kondisi yang masih lemah, sang anak menjadi tumpuan dirinya dalam melakukan aktivitas kecil seperti makan hingga buang air.

“Sudah 4 hari ini ibu saya di sini (rumah sakit, red). Saya selalu berharap ada peningkatan kondisi sehingga ibu saya bisa lekas pulih. Dokter dan perawat di sini selalu memberi ibu saya motivasi. Saya senang dengan perhatian kecil seperti itu. Semoga ibu saya terdorong untuk bisa lekas pulih lebih cepat lagi,” ungkap sang anak dengan nama Mahrus Ali.

Selama berjuang melawan sakitnya, Faizah berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ia punya. Sehingga, tak ada keraguan (soal biaya) yang ia rasakan selama masa perawatan. Ia yakin dengan segala manfaat yang bakal ia terima. Faizah mengaku jika ia selalu rutin membayar iuran.

“Dari awal gejala dulu saya dibawa ke rumah sakit. Kebetulan kondisi saya begitu drop saat itu. Di sini pelayanan enak, saya nyaman dengan segala tindakan medis yang diberikan. Seperti yang dibilang anak saya tadi, petugas di sini sering memberi saya motivasi. Saya lega dengan jadi peserta JKN-KIS sejak lama. Kalau sudah rawat inap seperti ini, gak lagi pusing cari biaya. Intinya jangan sampe menunda bayar iuran,” terangnya.

Dengan segala hal yang sudah dirasakan, Faizah dan Mahrus mengapresiasi program JKN-KIS yang sedang berjalan.

Menurut mereka, kebaikan yang dihadirkan begitu besar sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan, terlebih lagi bagi orang-orang yang amat membutuhkan.

Tak lupa, rasa terima kasih juga mereka sampaikan kepada rumah sakit Graha Sehat. Bagi mereka, pelayanan yang diberikan begitu baik tanpa membedakan jenis pasien umum dengan pasien JKN-KIS.

“Terima kasih untuk program yang memberi kami keringanan dalam berobat. Semoga kebaikan yang kami terima juga dirasakan oleh banyak orang. Terima kasih juga untuk Graha Sehat. Semoga pelayanan seperti ini bisa terus dipertahankan,” tutur Ali.

Rr/JAMKESNEWS

 

 




Bayar Rutin Iuran JKN-KIS, Wendi Merasa Menjadi Pahlawan Bagi Sesama

“Bahagianya saya bisa menjadi pahlawan bagi sesama dengan rutin membayar iuran JKN-KIS. Di sinilah letak nyata prinsip gotong royong dari program JKN-KIS ini”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;     Masyarakat dari kalangan menengah ke bawah,  merasakan beban  sangat berat bila harus membayar biaya pelayanan kesehatan dengan uang sendiri.

Karena itu, memiliki jaminan kesehatan sangat diperlukan di zaman yang serba mahal seperti saat ini.

Tiap orang tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Dan, jika sudah sakit dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, biayanya tidaklah murah.

Seperti diakui Wendi Oktaviani, ia merasa sangat terlindungi karena telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Wendi, begitu sapaannya, mengungkapkan rasa bahagianya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Jujur saya sangat lega telah terdartar sebagai peserta JKN-KIS, karena saya merasa terlindungi. Saya dan keluarga tidak perlu merasa khawatir lagi jika suatu saat nanti kami jatuh sakit dan memerlukan pelayanan di fasilitas kesehatan, karena saya tahu program pemerintah ini menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan tanpa iur biaya satu rupiah pun apabila sudah sesuai dengan prosedur,” tuturnya sambil menunjukkan kartu JKN-KIS yang dimiliki.

Selain merasa bahagia, Wendi juga tidak pernah merasa rugi telah rutin membayar iuran JKN-KIS

“Saya rutin membayar iuran setiap bulan, karena walaupun  saya dan keluarga jarang menggunakannya berarti iuran saya digunakan oleh peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan,” katanya.

Mengingat manfaatnya yang sangat besar, Wendi pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga.

Wendi mengakku bangga telah menjadi peserta JKN-KIS. Ia  sangat mengapresiasi program mulia ini karena iuran setiap bulannya sangat terjangkau namun manfaatnya amat besar, dapat membiayai segala jenis penyakit.

“Saya mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri. Jangan menunggu sakit terlebih dahulu baru mendaftarkan diri, dan apabila kita tidak pernah memakainya jangan pernah merasa rugi, itu berarti kita dan keluarga dalam keadaan sehat,” katanya.

Dikatakannya, selain untuk menjaga diri, menjadi peserta JKN-KIS sama halnya seperti menjadi pahlawan.

Wendi mendaftar sebagai peserta JKN-KIS bukan semata untuk melindungi diri dan keluarga saja, namun baginya menjadi peserta JKN-KIS yang selalu sehat, sama seperti menjadi pahlawan bagi peserta lain yang sedang sakit.

“Bahagianya saya bisa menjadi pahlawan bagi sesama dengan rutin membayar iuran JKN-KIS. Di sinilah letak nyata prinsip gotong royong dari program JKN-KIS ini,” tuturnya saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya, pecan lalu.

Ia dengan penuh semangat memberikan apresiasi terhadap BPJS Kesehatan.

Wendi sangat mengapresiasi program pemerintah ini, dan ia beserta keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan, karena kesehatannya bersama keluarga telah dijamin oleh program JKN-KIS.

“Saya tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan jika suatu saat nanti saya dan keluarga membutuhkannya. Program ini begitu mulia dan pastinya sudah banyak nyawa tertolong berkat program JKN-KIS. Begitu besar manfaat dari program ini, semoga ke depannya, program JKN-KIS semakin dapat memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat dan semoga program ini tetap ada,” katannya.

ay/dh/jamkesnews




Berwisata Ke Lombok, Cicipi Kehangatan Produk Olahan Buah Pala

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah

MATARAM.lombokjournal.com — Siapa tak kenal buah pala. Buah yang masuk kategori rempah- rempah ini rupanya tidak hanya bisa dijadikan sebagai bumbu dapur.

Akan tetapi bisa juga dibuat menjadi berbagai produk makanan olahan dan minuman yang berkhasiat tinggi.

Jika anda berwisata di Lombok,  jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan merasakan sensasi beragam pangan dan minuman berbahan baku buah pala, yang menghangatkan dan menyehatkan.

Produk Camilan buah Pala sudah dipasarkan diberbagai pusat oleh-oleh di NTB. Beberapa diantaranya adalah manisan pala, serbat pala, teh pala dan bubuk pala.

“Disamping lezat, juga menyehatkan,” ujar perintis dan pengrajin produk camilan khas buah pala,  Sudiarti Yuliani warga Mantang Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat di kediamannya, baru-baru ini.

Sudiarti Yuliani mengolah buah pala menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Daging buah diolah menjadi manisan, kulit dan bunga diolah menjadi teh celup, sementara biji pala dijadikan sebagai bumbu dapur.

“Mulai dari kulit hingga biji semua kami olah. Tidak ada yang dibuang percuma,” katanya.

Ide mengolah buah pala ini muncul karena belum banyak orang mengetahui potensi buah pala itu sendiri.

“Padahal semua bagiannya bisa diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi,”terangnya.

Ibu tiga orang anak ini mengaku, masih banyak masyarakat di wilayahnya yakni Batukliang Lombok tengah yang tidak mengetahui manfaat buah pala. Sehingga ketika panen, hanya bijinya saja yang mereka olah.

“Selebihnya dibuang percuma, padahal buah pala ini punya banyak manfaat terutama untuk kesehatan,”kata Sudiarti.

Produk olahan pala yang menjadi andalannya adalah manisan pala. Dimana produk ini masih jarang ditemukan khususnya di NTB.

“Manisan pala ini masih jarang orang buat. Bisa dibilang masih langka dan tidak ada pesaing. Makanya saya kepikiran buat inovasi sendiri. Kalau orang bisa buat teh kelor, kenapa saya tidak bisa,” ujarnya bersemangat.

Proses pembuatan manisan pala ini menurut Sudiartini terbilang cukup rumit. Buah pala yang sudah dikupas kemudian ditumbuk, lalu diberikan taburan gula pasir diatasnya untuk kemudian dijemur ditengah terik matahari, selama satu minggu.

“Kalau kondisi cuaca sangat terik cuma 3 hari saja sudah kering,” tambahnya.

Untuk bahan baku, Sudiartini memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada yakni dari hasil hutan di batukliang Lombok tengah.

“Di sini produksi buah pala lumayan banyak jadi kita manfaatkan,” katanya.

Khusus untuk manisan pala, Sudiartini bisa mengolah 20 hingga 25 kilogram untuk satu kali produksi.

“Manisan pala ini tahan sampai 3 tahun. Ini obat, karena tanpa bahan pengawet,” terangnya.

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah. Begitu juga dengan olahan pala lainnya.

Dalam berproduksi, sudiarti mengaku bukan tanpa kendala.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah minimnya peralatan untuk pembuatan teh celup. Ia mengaku cukup kesulitan mencari bahan baku untuk kantung teh celupnya.

“Sejauh ini saya pakai peralatan manual saja,” terangnya.

Sudiarti berharap usaha olahan buah pala yang digelutinya dapat semakin dikenal masyarakat tidak hanya di NTB saja, akan tetapi hingga ke luar daerah bahkan mancanegara.

“Semoga bisa lebih dikenal lagi, karena manfaat buah pala ini sangat banyak sekali untuk kesehatan,” harapnya.

AYA




  Selalu Ajak Warga Sadari Pentingnya JKN-KIS

lombokjournal.com –

MATARAM   ;   Lisa Amalia (39) merasakan betul manfaat dari adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Selain mendapat manfaat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan, sejak 2018 lalu Lisa mendaftarkan diri sebagai seorang Kader JKN.

Selama hampir satu tahun lebih tersebut ia memiliki cukup banyak cerita yang disampaikan kepada Jamkesnews ketika ditemui sesaat setelah mengikuti kegiatan evaluasi Kader JKN-BPJS Kesehatan.

“Awalnya saya tidak tahu Kader JKN itu apa. Setelah melihat berita di Koran waktu tahun 2018 baru tahu kalau Kader JKN itu apa dan langsung mendaftar saat itu juga. Saya seneng jadi Kader JKN, selain bisa nambah teman, jadi Kader JKN juga bisa membantu keuangan keluarga saya,” ungkap Lisa, Kamis (26/09).

Lisa saat ini merupakan Kader JKN. Suami Lisa merupakan seorang pekerja  di sebuah toko, dan ia sangat mendukung aktivitas yang dilakukan oleh istrinya tersebut.

Bahkan tak jarang ia sendiri yang sering mengantarkan istrinya tersebut berkunjung berkeliling ke rumah-rumah peserta binaannya.

“Kalau jadi Kader JKN kita bisa bantu masyarakat dengan cara berbagi informasi seputar JKN-KIS. Mereka yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu. Seneng rasanya kalau ada peserta yang merasa terbantu adanya kita,” ucap Lisa.

Kader JKN merupakan salah satu mitra BPJS Kesehatan. Fungsi utama dari Kader JKN adalah sebagai pengingat dan pengumpul iuran peserta JKN-KIS.

Selain itu fungsi dari Kader JKN yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta dan masyarakat, membantu proses pendaftaran sebagai peserta, memberikan informasi seputar JKN-KIS serta menerima keluhan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan kepada peserta binaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Kepada Jamkesnews, Lisa berbagi tips saat akan melakukan kunjungan kepada peserta. Menurutnya dengan kunjungan yang dilakukan secara terus menerus serta dengan memperbanyak relasi, dapat membantu Lisa menjalankan tugasnya sebagai Kader JKN.

“Kalau kunjungan, kadang dijudesin, tapi kalau kita niatnya baik dan ingin silaturahmi, Insya Allah pasti ada jalan. Jangan langsung menyampaikan tentang iuran, tapi ingatkan akan pentingnya membayar iuran Program JKN-KIS tepat pada waktunya dan apa yang terjadi kalau kepesertaan JKN-KIS nonaktif. Nanti jadi kesulitan kalau berobat. Terus saya kasih tahu juga supaya jangan bayar iuran saat dibutuhkan saja, tapi bayar iurannya rutin setiap bulan karena iuran yang dibayarkan, membantu peserta lainnya yang membutuhkan,” jelas Lisa.

Selain berbagi pengalaman menjadi Kader JKN, Lisa juga berbagi cerita ketika menggunakan manfaat kartu JKN-KIS, yaitu ketika orang tuanya sakit lambung dan maag kronis.

Saat itu seluruh biaya pengobatan sakit yang diderita orang tua Lisa ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS karena penggunaannya sudah sesuai prosedur.

Menurutnya, Program JKN-KIS ini telah berjalan dengan baik dan banyak masyarakat sangat terbantu dengan JKN-KIS.

Karenanya Lisa berharap Program JKN-KIS dapat dikelola secara berkesinambungan.

BS/bm/jamkesnews

Narasumber : Lisa Amalia (39)




Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain”

MATARAM.lombokjournal.com  –  Mahasiswa dan berbagai elemen dipersilahkan menggelar demonstrasi penyampaian aspirasi, tapi tetap menjaga ketertiban dan keamanan daerah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan seruan itu menanggapi gelombang demonstrasi yang juga melanda sejumlah daerah di NTB, Kamis (26/09) 2019.

Di tenngah gelombang unjuk rasa, Gubernur Zul  mengaku telah berkomunikasi dan menghimpun masukan dari berbagai pihak.

Mulai dari pimpinan DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, para unsur pimpinan daerah, tokoh pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya.

Gubernur mendapatkan gambaran bahwa secara umum, aksi demonstrasi yang terjadi di NTB, berlangsung dalam suasana yang relatif terkendali. Kondisi daerah NTB, menurutnya juga masih sangat terjaga.

“Meskipun ada demo di sejumlah tempat, tapi kehidupan sosial-ekonomi kita masih tetap berlangsung, tidak ada gangguan yang berarti,” ujar gubernur .

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah, Gubernur Zul telah menghimpun poin-poin aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ke DPRD NTB.

Menurutnya, aspirasi mahasiswa dan elemen masyarakat di NTB ini telah diteruskan ke pemerintah untuk dijadikan pertimbangan dalam menyikapi keadaan nasional.

Sebagai sosok yang pernah memimpin Senat Mahasiswa Universitas Indonesia, gubernur mengapresiasi apa yang disampaikan mahasiswa sebagai inisiator demonstrasi ini.

Ia menegaskan, gerakan mahasiswa merupakan gerakan intelektual yang memiliki integritas dan idealisme yang teruji.

“Karena itu, kita berharap ciri khas ini tecermin dalam aksi di lapangan. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain,” tegasnya.

Kepada masyarakat NTB secara umum, Gubernur juga menyerukan agar tidak melakukan perbuatan yang bisa menciderai kerukunan dan kondusivitas daerah. Khususnya, dalam menyikapi merebaknya berbagai jenis informasi seputar aksi dan demonstrasi dalam beberapa hari belakangan.

“Kepada semua warga, ayo kita bijak dalam mencerna informasi. Apa pun informasi yang kita terima, jangan ditelan mentah-mentah. Jangan buru-buru disebarkan. Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarluaskan informasi yang justru mengakibatkan kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama jadi rusak,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini NTB sedang bangkit untuk menyongsong banyak pekerjaan besar. Menurutnya, situasi ini membutuhkan energi dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kalau ada energi yang lebih, mari kita pakai untuk berkontribusi pada terciptanya kebaikan bersama. Jangan dicurahkan untuk saling menyebarkan kebencian, apalagi permusuhan,” pesan gubernur.

AYA/Hms NTB




Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin

MATARAM.lombokjournal.com  — Aksi massa mahasiswa dari semua universitas di Matararam di depan Kantor DPRD NTB, Kamis (26/09), sempat ricuh.

Sekitar 10 ribu massa mahasiswa yang ikut aksi tersebut  menuntut dicabutnya RUU KPK yang telah disahkan DPR RI. Selain itu, mahasiswa juga menuntut dicabutnya RKUHP dan RUU Pertanahan yang dinilai bertentangan dengan aspirasi rakyat.

Kericuhan aksi mahasiswa itu dipicu setelah Ketua BEM Unram, Akhmad Amri bersama beberapa perwakilan dipersilahkan masuk untuk menyampaikan tuntutan. Mereka diterima pimpinan DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda serta Kapolda dan jajarannya.

Namun dari pertemuan itu ternyata antara wakil mahasiswa dan pimpinan dewan. Wakil mahasiswa  minta supaya ada perwakilan dari pihak DPRD NTB yang menemui massa dan menerima mereka depan kantor tersebut.

“Kenapa kantor Dewan di pagari kawat berduri, padahal kami ingin sampaikan aspirasi. Kami minta ketua dewan keluar temui massa untuk berdiskusi,” kata Akhmad Amri.

Namun perminntaan itu tidak serta merta dipenuhi. Sebab saat itu, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda mengaku tidak berani keluar sebelum ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian.

“Siapa yang akan menjamin keamanan jiwa saya. Untuk adik-adik ketahui, saat saya muda dulu, pernah menjadi tokoh aksi, tapi dalam menyambut aspirasi dilakukan dengan cara yang baik,” kata Isvie.

Isvie sempat memuji dan mengaku bangga atas sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa kekerasan, apalagi merusak fasilitas negara. Tapi, ada tidak jaminan keamanan dari Polda ketika dirinya menemui massa seperti permintaan wakil mahasiswa.

Di pihak lain, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan, aparat kepolisian selalu menjamin keamanan masyarakat termasuk para pendemo jika dilakukan dengan tertib.

“Kami jamin selalama cara menyampaikan aspirasi dilakukan dengan baik. Kami juga dibackup TNI,” ucapnya.

Ditegaskan Nana Sudjana, saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu kita sampaikan ke pemerintah pusat. Ini kan persoalan pusat, karena itu akan disampaikan ke pusat,” kata Kapolda.

Merasa tidak puasa atas jawaban itu, perwakilan mahasiswa keluar dari ruangan dan kembali melakukan orasi depan kantor DPRD NTB.

Bermula dari ketidaksepakan itu akhirnya berbuntut ricuh. Aparat kepolisian saling dorong, terjadi pelemparan batu sehingga apara melepaskan tembakan gas air mata.

BACA JUGA ; Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

Dalam pantauan media ini, sejak pagi ribuan massa mahasiswa sudah memadati jalan Udayana Mataram untuk menggelar aksi penolakan UU KPK, RKUHP dan RUU Pertanahan.

Massa mahasiswa yang merasa kepanasan dan tidak diizinkan masuk halaman gedung DPRD NTB, melakukan pendobrakan kekuatan aparat kepolisian yang berjaga, hingga terjadi dorong mendorong, dilempari batu. Akhirnya gas air mata pun di tembakkan.

AYA