200 Mahasiswa NTB Akan Dapat Beasiswa Di Institut Agama Islam Tazkia
200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah
Penandatanganan MoU
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, menandatangani kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa, di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM), Kamis (03/10) 2019 siang.
Penandatanganan MoU terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat itu, sebagai upaya pemberantasan kemiskinan di NTB. Sebanyak 200 Mahasiswa NTB yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.
“Insyaallah, Pemprov NTB akan menyeleksi 200 mahasiswa NTB untuk belajar di Tazkia Institut,” ujar Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul.
Bang Zul mengatakan, MoU ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa NTB yang ingin melanjutkan studinya.
Ia berharap kesempatan baik ini, harus dimanfaatkan terlebih oleh Pondok Pesantren yang ada di NTB, untuk bisa mengirimkan anak didiknya, kuliah di Institut Agama Islam Tazkia untuk belajar ekonomi syariah berbasis industri hala. Serta, belajar ekonomi syariah berbasiskan pengembangan teknologi dan industri.
“NTB ini banyak sekali pondok pesantrennya, banyak juga hafiz Qur’an. Ke depan, kami berharap, anak muda NTB tidak hanya Hafiz Qur’an, tapi harus ahli juga di bidang accounting,” ujarnya.
Gubernur meminta anak-anak muda NTB yang ingin melanjutkan kuliah di jenjang S1 maupun S2 ilmu accounting di Tazkia Institut untuk menyiapkan diri dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati menyampaikan, 200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah.
Dr. Murniati juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi ekonomi yang dimiliki oleh NTB.
“Barusan saja kita telah meninjau pembangunan KEK Mandalika, saya sangat terkagum-kagum dengan perkembangannya yang begitu pesat dimana kita telah mendeklarasikannya sebagai destinasi halal bagi dunia,” tutur Dr. Murniati.
Terakhirdiharapkan adanya pusat destinasi halal ini, menjadikan pembangunan di Mandalika dan juga pembangunan di NTB makin baik lagi dan kesejahteraannya berlimpah kepada masyarakatnya.
AYA/HmsNTB
Pasca Gempa Kunjungan Wisman Melonjak, Warga NTB Diajak Persiapkan Diri
“Ayo optimis kita songsong masa depan sambil terus menyiapkan diri untuk tak jadi penonton”
MATARAM.lombokjournal.com — Pasca dilanda Gempa Bumi tahun 2018, pariwisata di NTB mulai pulih. Angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke NTB makin meningat.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mdngungkpkan kebanggaannya, dalam akun media sosialnya, Kamis (3/10/2019).
Data yang dihimpun Imigrasi Bandara Internasional Lombok, terlihat peningkatan jumlah wisatawan asal Australia yang sangat mengesankan.
“Senang melihat laporan bahwa pariwisata kita, alhamdulillah sudah menggeliat on the right track.” ungkapnya.
Mengutip data imigrasi tersebut, Gubernur Zul menyampaikan, pada bulan Agustus – September 2019, angka kunjungan wistawan ke NTB sudah bisa lebih tinggi dibandingkan dengan angka kunjungan pada bulan Agustus – September 2018.
“Agustus September 2019 ini sdh lebih banyak dari Agustus September tahun 2018,” ungkapnya.
Angka kujungan wisatawan yang paling melonjak tajam dari Australia, yang mencapai 425 persen.
Dengan perbandingan angka kunjungan wisatawan Australia pada tahun 2018 (Januari – September) sebesar 2.633 orang, sedangkan pada tahun 2019 sebesar 13.814 orang.
“Wisatawan dari Australia bahkan melonjak sampai 425 persen!” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, persoalan memajukan industri pariwisata, tidak hanya semata menata atau mendandani destinasi wisata saja.
Namun persoalan yang lebih mendasar, yakni infrastruktur sebagai akses untuk menuju lokasi sangat penting untuk dibangun
Karena seindah apa pun destinasi yang kita miliki, kalau akses untuk menuju kesana susah, maka wisatawan enggan untuk mengunjunginya.
“Ini menjelaskan bahwa masalah memajukan pariwisata itu bukan semata persoalan mendandani pantai dan Gunung..tapi akses dan kemudahan menuju lokasi sangat penting! Untuk tak menyebutkannya paling penting,” jelasnya.
Salah satu contoh kongkretnya dengan adanya Direct Flight dari Perth, Australia ke Lombok, telah membuat lonjakan angka kunjungan dari Australia ke NTB.
Hanya dengan satu Direct Flight saja, sudah memiliki dampak yang sangat luar biasa terhadap industri pariwisata di NTB.
Ia membayangkan jika infrastruktur dan Direct Flight ke NTB terus ditingkatkan, maka akan begitu besar dampaknya terhadap peningkatan kunjungan Wisman ke NTB.
“Direct Flight dari Perth Australia ke Lombok membuat lonjakan pariwisata dari Australia ke Lombok jadi luar biasa! Bayangkan kalau ada Direct Flight dari Melbourne dan Sydney ke Lombok akan lebih ramai lagi daerah kita ini,” ujarnya.
Gubernur mengajak masyarakat NTB untuk tetap optimis, dan mempersiapkan diri dalam menyongsong kemajuan industri pariwasata.
Tentunya, dengan peningkatan SDM generasi muda yang ada di NTB, agar tidak jadi penonton di daerah sendiri.
“Ayo optimis kita songsong masa depan sambil terus menyiapkan diri untuk tak jadi penonton,” pintanya.
AYA/HmsNTB
Sekda Lepas Kontingen KLU, Ikuti MTQ XXVIII Provinsi NTB 2019
“Maka kita harus punya mental juara, karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”
Drs. H. Suardi, MH
TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.
Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.
Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.
“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.
Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.
Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.
Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.
Mental juara itu terlihat saat para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.
Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional
“Maka kita harus punya mental juara, karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata Suardi.
Ketua Kafilah yang juga Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.
Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.
Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.
“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.
Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.
sta/humaspro
“Maka kita harus punya mental juara, karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang”
TANJUNG.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH melepas 72 kontingen KLU untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019, di Aula Bupati Lombok Utara, Rabu (02/10) 2019.
Hadir mendampingi Sekda di antaranya Para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemda KLU.
Sebelum melepas para kafilah Sekda H. Suardi mewakili Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, mengajak seluruh kafilah bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga para kafilah dapat menghadiri acara pelepasan kontingen KLU untuk mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat.
“Visi kita dalam kehidupan ini adalah visi akhirat. Tentu kita ingin surga, maka semua kegiatan kita terutama MTQ ini bertujuan mengharapkan ridho dari Allah SWT,” pesan Sekda.
Menurut H. Suardi, menyongsong pelaksanaan MTQ XXVIII 2019, Pemda KLU telah melaksanakan seleksi di tingkat kabupaten dengan cukup selektif.
Para peserta yang berhasil menjadi jawara dari proses seleksi itulah yang menjadi kafilah untuk mewakili Lombok Utara di ajang MTQ tingkat Provinsi NTB 2019.
Ia berpesan, agar seluruh kontingen KLU mempunyai mental juara, lantaran ketika seseorang tidak punya mental tersebut sama saja dengan lemah sebelum berjuang.
Mental juara itu terlihat saat para kafilah tetap berlatih dengan giat, tidak merasa cepat puas, dan senantiasa mengitlkuti apa yang disampaikan guru.
Pemda KLU berharap, pada MTQ Provinsi NTB tahun 2019 semua cabang mata lomba bisa dijuarai oleh para kafilah dari KLU, dan sekaligus dapat mewakili NTB di tingkat Nasional
“Maka kita harus punya mental juara, karena ketika kita tidak mempunyai mental juara maka kita akan lemah sebelum berjuang. Bahasa laimnya mati sebelum berperang,” kata Suardi.
Ketua Kafilah yang juga Asisten Bidang Pemerintahan Setda KLU, Kawit Sasmita, SH melaporkan cabang mata lomba yang diikuti oleh KLU.
Secara rinci dilaporkannya, peserta yang mengikuti MTQ XXVIII tingkat Provinsi NTB 2019 berjumlah 52 orang dan pelatih 27 orang dengan jumlah total 79 orang.
Seluruh peserta berasal dari setiap kecamatan di KLU. Cabang mata lomba yang dikompetisikan sebanyak 8 cabang lomba, terdiri dari tilawah dengan peserta 10 orang, qiro’ah 8 orang, tahfiz qur’an 9 orang, tafsir 3 orang, fahmil qur’an 6 orang, syarhil qur’an 6 orang, khatil qur’an 8 orang, serta cabang makalah karya tulis qur’an 2 orang.
“Pendaftaran peserta melalui online sehingga hari ini peserta harus daftar ulang dengan membawa KTP dan KK. Pembukaannya hari Kamis malam Jumat,” urai mantan Kadiskominfo ini.
Pelepasan kafilah ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat berkompetisi sebagai bentuk motivasi kepada kafilah Kabupaten Lombok Utara oleh Sekda diikuti tamu undangan yang hadir.
sta/humaspro
Gubernur Dukung Suhaili Bangun Kereta Gantung
Investor yang sudah siap untuk membangun kereta gantung ini di antaranya, investor Cina, Bali dan Jakarta
MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah membuat Kereta Gantung dari arah Lombok Tengah menuju Gunung Rinjani.
Dengan adanya kereta gantung, nantinya para wisatawan yang akan menikmati keindahan alam pulau Lombok, sekaligus menikmati keindahan Rinjani, bisa melalui kereta gantung.
Rencananya wisatawan akan naik kereta gantung dari hutan rakyat Desa Aik Berik Batu Keliang Utara, langsung menuju Gunung Rinjani.
“Kita dukung apalagi itu ide baik pak Suhaili,” tegas gubernur pada Rabu (02/10) 2019.
Gubernur Zul meminta Investor yang kabarnya sudah ada agar mulai bekerja. Sebab kereta gantung dinilainya menajdi salah satu kebutuhan penting bagi NTB untuk memfasilitasi para wisatawan yang akan menikmati Rinjani.
Yang menguntungkan,, kereta gantung akan memudahkan wisman yang tua yang tak mampu mendaki bisa dengan gampang menikmati panorama Rinjani.
“Harus setuju kalau sudah investor tinggal dikerjakan aja. Kita butuh juga hal hal gitu (kereta gantung),” katanya.
Disinggung dengan dampaknya bagi para guide atau poter, gubernur mengaku semua pekerjaan punya dampak bermacam macam baik positif maupun negative. Namun jika itu baik maka tentu harus didukung.
Gubernur Zul justru melihat keberadaan kereta gantung bukan berarti akan menghilangkan pekerjaan mereka. Justru menurutnya para guide bisa akan tetap bekerja sebagai guide di atas kereta.
“Suruh aja guide itu nanti jadi guide kereta gantung,” pungkasnya.
Sebelumnya Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menegaskan, pembangunan kereta gantung dari kawasan BKU menuju gunung Rinjani bakal tetap dilakukan. Sebab, banyak investor yang sudah tertarik untuk melakukan pembangunan kreta gantung itu.
Suhaili menegaskan, rencana pembangunan kereta gantung tidak hanya didukung oleh pemerintah daerah saja. Namun pemerintah pusat dan TNGR juga sangat mendukung rencana pembangunan kereta gantung ini.
Sebab dengan keberadaan kereta gantung tersebut selain untuk melestarikan hutan, tapi peluang untuk wisata memancing. Atau menarik wisatawan yang tak mampu lagi mendaki bisa tertarik mengunnjungi Rinjani.
Dan lagi, wisatawan yang datang dengan kereta gantung akan menjaga kebersihan kawasan setempat.
“Kereta gantung ini akan dibangun sepanjang 9 kilometer,” kata Suhaeli.
Suhaeli menyebutkan, investor yang sudah siap untuk membangun kereta gantung ini dicantaranya, investor Cina, Bali dan Jakarta.
Bahkan, para investor rela mengeluarkan ratusan miliar untuk pembangunanya. Sehingga, dalam rangka pembangunan kereta gantung tersebut, saat ini sudah dalam tahap izin pembangunannya.
Saat ini BPJS Kesehatan juga sudah melaksanakan kompetisi hackathon untuk mendapatkan masukan inovasi dari publik
lombokjournal.com —
MATARAM ; Universitas Mataram dalam peringatan Dies Natalisnya ke-57, menggelar acara Orasi Ilmiah dengan tema Jaminan Kesehatan Nasional di Era Revolusi Industri 4.0, dengan mengundang pembicara Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, Rabu (02/10) 2019.
Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Mataram dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat yang juga sebagai Dewan Pertimbangan Universitas Mataram, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., dan dihadiri oleh Rektor Universitas Mataram, Senat Universitas dan Guru Besar, unsur pimpinan daerah, dan seluruh Dosen Universitas Mataram serta Direktur Rumah Sakit se-Pulau Lombok.
Rektor Universitas Mataram, Lalu Husni dalam sambutannya menjelaskan kegiatan ini merupakan peringatan perjalanan Universitas Mataram yang sampai saat ini telah melahirkan para ilmuwan akademisi yang berkualitas.
“Semoga ke depannya Universitas Mataram dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih dan melakukan perbaikan untuk menjadi lebih baik dalam hal peningkatan mutu akademisi sehingga terus menorehkan prestasi di kancah pendidikan baik nasional maupun internasional,” ujar Husni.
Dalam orasi ilmiahnya, Fachmi Idris memberikan gambaran perkembangan jaminan kesehatan nasional yang dilakukan BPJS Kesehatan di era revolusi industri 4.0 yaitu pengembangan ekosistem digital Jaminan Kesehatan Nasional, meliputi digitalisasi sistem pelayanan JKN, digitalisasi pengelolaan klaim, pengembangan metode dan saluran pembayaran, pengembangan aplikasi dan metode pendaftaran peserta, inovasi aplikasi Mobile JKN, dan banyak lagi.
Fachmi juga mengajak para mahasiswa untuk dapat Bersama-sama membuat inovasi baru yang applicable dan adaptive dalam bidang kesehatan. Saat ini BPJS Kesehatan juga sudah melaksanakan kompetisi hackathon untuk mendapatkan masukan inovasi dari publik.
Fachmi menekankan perlunya dukungan seluruh stakeholder agar program JKN-KIS terus berjalan.
Bentuk dukungan dari universitas dapat berupa pendaftaran kepesertaan mahasiswa dan civitas akademika ke dalam program JKN-KIS, melakukan edukasi kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, aktif memberikan masukan dan kajian untuk perbaikan program Jaminan Sosial, dan sebagainya.
Pada kesempatan yang sama, bentuk komitmen dukungan Universitas Mataram terhadap penyelenggaraan program JKN-KIS diwujudkan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Optimalisasi Pendaftaran Peserta dalam Program Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh Kepala Cabang Mataram, Sarman Palipadang dengan Rektor Universitas Mataram, Lalu Husni.
Tak hanya itu, penandatangan perjanjian kerja sama juga dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram dengan Klinik Pratama Universitas Mataram tentang Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama bagi Peserta Program Jaminan Kesehatan yang disaksikan oleh Gubernur NTB dan Direktur Utama BPJS Kesehatan.
“Dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama dan kerja sama pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal bagi peserta JKN-KIS, khususnya di Provinsi NTB,” tutup Sarman.
ay/yn/kamkesnews
Pejabat Pemprov NTB Pantau Langsung Nasib Warga NTB Di Papua
Pemprov NTB tetap melakukan koordinasi baik dengan pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten Bima terkait nasib warga NTB di Papua
MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Zulkifliemansyah memerintahkan staf ahli dan Dinas Sosial untuk memantau langsung warga NTB di di Wamena (Papua), menyusul kerusuhan yang terjadi disana yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga NTB.
“Kita sudah memerintahkan staf ahli dan dari Dinas sosial NTB untung mengecek langsung bagaiman kondisi Warga NTB yang ada di Papua,” ujar Gubernur, Rabu (02/10) 2019 usai menghadiri acara dies natalis di Universitas Mataram.
Dikatakannyan, kedatangan staf ahli dan pejabat lainnya ke Papua disebut sudah mewakili Pemprov NTB untuk melihat kondisi warganya.
Karena jika dirinya datang langsung untuk memantau masyarakat NTB disana, dikhawatirkan ada ketersinggungan dari pemerintah Papua.
“Kehadiran mereka disana sudah cukup mewakili kita di NTB, mereka disana kan memantau terus warga kita yang disana,” tegasnya
Keputusan ini juga berdasarkan dari koordinasi yang dilakukan dengan aparat keamanan. Selain itu, pemerintah pusat juga memastikan bahwa kirsuh yang terjadi di sana bisa ditangani.
Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Papua cukup sensitif. Sehingga, pimpinan daerah baik bupati hingga Gubernur tidak bisa melakukan tindakan sendiri tanpa harus melakukan koordinasi.
Karena hal ini dinilai akan mengganggu kondisitifas.
Terkait dengan kepulangan ratusan warga NTB di Papua, Pemda akan tetap berusaha untuk memulangkannya.
Namun Pemprov NTB masih menjaga agar tidak terjadi kegaduhan di daerah. Pemda tetap melakukan koordinasi baik dengan pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten Bima.
Sementara itu Wakil rektor III Unram, Prof Muhammad Natsir menjamin mahasiswa Papua di Mataram khususnya yang mengenyam pendidikan kuliah di Unram aman.
“Kami jamin kemanan mereka disini,” ungkapnya.
AYA
M16: NTB Butuh Gebrakan, Bukan Pencitraan
“Terlalu dini mengklaim hal tersebut lantaran sangat debatable, toh realita di lapangan tak sebombastis yang terpampang di headline koran”
MATARAM.lombokjournal.com — Kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi Djalillah, dinilai lemah dan dalam setahun kepemimpinannya belum memenuhi janji-janjinya .
Sorotan atas kepemimpinan Zul-Rohmi itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, Rabu (02/10) 2019.
“Sudah lebih dari setahun memimpin, masih banyak janji yang belum terpenuhi,” ujar Direktur M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, NTB,
Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, pria yang akrab disapa Didu, menyebut baru empat dari total 15 indikasi strategis dalam RPJMD yang dicapai pasangan Zul-Rohmi.
Didu mengatakan, tiga indikator strategis seperti penurunan angka kemiskinan, indeks kebermanfaatan infrastruktur, dan gini ratio tidak mencapai target.
Di tengah sorotan dan kritikan tajam, kata Didu, Zul-Rohmi justru mengambil jalan pintas dalam hal pencitraan yakni mamerkan klaim di sebuah harian lokal di NTB dengan judul “Ekonomi Bersinar, Kemiskinan Memudar”.
“Terlalu dini mengklaim hal tersebut lantaran sangat debatable, toh realita di lapangan tak sebombastis yang terpampang di headline koran,” tukasnya.
Menurut Didu, sudah sepantasnya Kepala Daerah mendapatkan kritik dan seharusnya bisa menerimanya dengan lapang dada.
Namun yang terjadi, kata Didu, kepala daerah justru tampak baper dan menggunakan cara-cara yang akan memancing perdebatan.
“Tidak usah jauh-jauh, bagaimana proses penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi gempa yang belum juga rampung, fokus itu dulu,” katanya .
Belum usai penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, kebijakan Zul-Rohmi soal beasiswa juga menjadi sorotan.
Didu mengaku setuju dengan program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pemberian beasiswa. Namun, menurut Didu harus dilakukan dengan baik agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari.
“Pemimpin itu yang dipegang omongan dan kebijakan, kalau omongannya sudah tidak konsisten, bagaimana kebijakannya,” imbuhnya
Persoalan beasiswa ke luar negeri, kata Didu, bukti nyata tidak konsistennya Zul. Awalnya, Zul mengklaim program beasiswa tidak berasal dari APBD dan menggunakan dana dari sponsor. Namun, kata Didu, Zul enggan membuka data-data terkait nama sponsor dan model kerja samanya.
“Transparasi ini penting, kami (M16) sudah berkali-kali mendorong Pemprov NTB membuka data sponsor tapi tidak dihiraukan,” kata Dir Mi6 yang juga mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode1996 s.d 2002.
Kekhawatiran Didu terbukti tatkala mulai terdengar ada yang tidak beres dengan program beasiswa. Bahkan, lanjut Didu, Ombudsman NTB sampai turun tangan dan melakukan investigasi yang mengungkapkan adanya persoalan pada program beasiswa.
Hal lain yang juga dalam sorotannya ialah arah pengembangan sektor pariwisata NTB.
Didu menyampaikan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok pada Januari-Agustus 2019 hanya sebanyak 80.232. Penumpang atau turun 27,94 persen dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebanyak 111.342 penumpang.
Memang, masih ada pintu masuk lain bagi turis asing seperti jalur laut. Meski begitu, penurunan kedatangan wisman yang menggunakan moda pesawat menjadi indikator belum benar-benar pulihnya sektor pariwisata NTB.
“Tahun lalu mungkin wajar ada penurunan wisman karena sedang ada musibah gempa, namun tahun ini kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun,” tukasnya .
Me
TAFE Australia Tawarkan Kerjasama Dengan NTB
“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB”
Gubernur Zul dan Daniel Sprague
MATARAM.lombokjournal.com — Daniel Sprague, Regional Manager, TAFE International Western Australia (TIWA) tertarik dengan program pengiriman para mahasiswa untuk menuntut ilmu di luar negeri yang digagas Pemprov NTB.
Ketertarikannya itu diungkapkan saat bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, di ruang kerjanya, Selasa (01/10) 2019.
TAFE merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Pemerintah Australia.
Lembaga ini bergerak di bidang pembinaan dan pelatihan bagi para pemuda, pelajar dan mahasiswa yang hendak mendapatkan pekerjaan atau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Daniel menawarkan kerjasama di bidang pendidikan bagi anak-anak NTB. Termasuk beasiswa pendidikan, short course dan sejumlah training.
Sehingga, anak-anak NTB, setelah mengikuti kegiatan dan kembali ke daerahnya dapat berkontribusi bagi masyarakat.
Gubernur Zul menjelaskan, pengiriman anak-anak NTB untuk belajar ke luar negeri dihajatkan agar memiliki kepercayaan diri dalam pergaulan internasional.
Termasuk memiliki wawasan dan jaringan yang luas serta menghilangkan rasa primordialisme di antara anak-anak NTB.
Bang Zul bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah telah mengirim 374 anak muda NTB untuk belajar ke berbagai negara.
Terbaru, dikirim 174 mahasiswa NTB ke Malaysia dan Polandia, baik yang mengambil program magister maupun program doktor. Program ini akan terus berlanjut selama periode kepemimpinan Zul-Rohmi.
Usai bertemu Bang Zul menjelaskan, akan membantu meningkatkan kapasitas anak-anak NTB melalui pelatihan. Sehingga mereka memiliki skill untuk menunjang ekonomi masyarakat.
Apalagai NTB merupakan salah satu destinasi wisata terbaik dunia.
“Kita berharap ada kerjasama kongkret antara TAFE dengan NTB,” harapnya.
AYA/HmNTB
BNNP NTB Musnahkan Barang Bukti Sabu-sabu 480,76 gram
BB yang berhasil diamankan dari tangan tersangka warga Lombok Timur , sebanyak lima bungkus dengan berat 493,20 gram
MATARAM.lombokjournal.com – Barang bukti Sabu 480, 76 gram sebelum dimusnahkan, BB yang berhasil diamankan dari tangan tersangka berinisial Ams alias Bagong, dimasukkan satu persatu satu kemudian baru di blender seperti jus.
Kemudian setelah diblender narkoba yang dibungkus dalam lima klip plastik tersebut dimusnahkan kemudian dicampur dengan oli.
Pemusnahan dilakukan oleh Kepala BNNP dan Kasi Pemberantasan, disaksikan langsung oleh pejabat dari Kejati,Pengadilan Negeri Mataram, Dinas Kesehatan, Pengacara dan tersangka.
Kepala BNNP NTB,Brigjen Pol Gde Sugianyar mengataka, barang bukti narkoba dengan jenis sabu yang dimusnakan merupakan BB tindak pidana yang berhasil diungkap tanggal 9 Agustus 2019 kemaren.
“BB diamankan dari dikantor cabang salah satu ekspedisi di jalan Anyelir Kota Mataram dengan tersangka AMS alias Bagong,” kata Gde, Selasa (01/10)) 2019 pagi.
Menurutnya, BB yang berhasil diamankan dari tangan tersangka warga Lombok Timur tersebut sebanyak lima bungkus dengan berat 493,20 gram.
“Setelah dikurangi bungkus dan disisihkan untuk barang bukti dan lab di BPOM RI Mataram sehingga barang bukti yang dimusnahkan seberat 480,76 gram,” terangnya.
Pengacara tersangka, Usep Syarif Hidayat, mengatakan, BB yang dimusnakan sudah sesuai hasil penangkapan setelah dikurangi dengan uji lab dan alat bukti dipersidangan.
“Nanti di persidangan akan melakukan upaya upaya agar tersangka dapat keringanan hukum,”ucapnya.
AYA
Situasi Papua Sudah Kondusif, 159 Warga NTB Menanti Proses Evakuasi
“Ini data tadi malam. Mudah-mudahan pagi ini sudah banyak yang diterbangkan ke Jayapura”
MATARAM.lombokjournal.com — 159 warga NTB yang kebanyakan sudah di Jayapura, kini tengah menanti proses evakuasi.
Mereka menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke NTB.
Sejauh ini, situasi di Papua terbilang sudah lebih kondusif. Warga NTB di Papua juga dalam keadaan aman, tidak ada korban jiwa.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, T. Wismaningsih, Drajadiah, S.Sos, menyampaikan kondisi terakhir warga NTB DI Papua, Selasa (01/10) 2019.
Menurut Wismaningsih, data sementara saat ini memperlihatkan adanya 159 orang warga NTB yang tersebar di sejumlah daerah di Papua.
Dari jumlah tersebut, sebagian telah keluar dari Papua. Sisanya, yang belum dievakuasi mencapai 159 orang.
Dari 159 orang tersebut, sebanyak 89 orang sudah berada di Yonif 751, Sentani, Jayapura, Papua. Mereka terdiri dari 6 warga Dompu, 3 warga Lombok, 7 warga Sumbawa, 1 warga Kota Bima dan 72 warga Kabupaten Bima.
Di luar Yonif, masih ada 70 orang yang tersebar di berbagai tempat di Papua. Terdiri dari, 55 orang di Jayawijaya, 1 orang di Puncak Jaya, 6 di Yolimo, 3 di Polikara dan 5 orang di Lami Jaya.
“Ini data tadi malam. Mudah-mudahan pagi ini sudah banyak yang diterbangkan ke Jayapura,” ujar Wismaningsih.
Wismaningsih menerangkan, total 159 orang yang terdata itu merupakan warga NTB yang mengungsi. Masih banyak lagi warga NTB lainnya yang tidak mengungsi.
Kebanyakan mereka tidak mengungsi karena bertugas. Misalnya, warga yang merupakan personel TNI atau pegawai pemerintahan.
“Ini juga merupakan kebijakan nasional, untuk keamanan daerah, agar nanti tidak terjadi kekosongan di Papua,” ujarnya.
Wismaningsih menerangkan, kondisi warga NTB di Papua cukup terjamin. Ia juga menegaskan tidak ada warga NTB yang meninggal dunia akibat kejadian ini.
“Warga masyarakat NTB, Alhamdulillah dalam kondisi baik. Mereka mendapat fasilitas dari Danrem setempat di Yonif 751 Jayapura, sehingga tidak tidur di tenda. Bahkan, Kabid dan Koord Tagana ikut tidur di lokasi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak pengungsi bahkan mendapatkan fasilitas permainan seperti odong-odong untuk membuat mereka lebih gembira di pengungsian. Ketersediaan logistik, menurutnya juga sudah sangat terjamin.
Semua perkembangan ini selalu dipantau oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
“Pak Gubernur dan Ibu Wagub komitmennya sangat bagus, beliau mempersilakan evakuasi mengunakan apa saja yang dimungkinkan. Pesawat komersial juga tidak masalah. Karena memang belum ada penerbangan dengan pesawat herkules,” imbuhnya.
Selain itu, Wismaningsih menambahkan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB juga terus dilakukan.
“Kabupaten Bima sudah datang Kadisnya. Untuk provinsi, kita mengutus hari Jumat kemarin. Dari Sumbawa, kadisnya juga sudah menanyakan,” katanya.