Pj Gubernur NTB ASpresiasi Peran Notaris saat Masa Recovery Gempa Bumi dan Pandemi

Pj Gubernur NTB  Lalu Gita Ariadi, M.Si mengapresiasi peran Notaris, yang tumbuh berkembang bersama dinamika yang terjadi di Nusa Tenggara Barat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Para notaris yang tergabung dalam Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Wilayah (Pengwil) NTB diapresi perannya dalam mengawal dan turut menyukseskan berbagai rencana dan program strategis pemerintah. 

BACA JUGA : Selewengkan Demokrasi, Alumni Unram Desak Presiden Jokowi Mundur

Hal tersebut disampaikan Miq Gite, sapaan Pj Gubernur, saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) VII Pengwil NTB Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang diadakan di Mataram (03/02/24).

Acara yang bertajuk “Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Integritas serta Kita Teguhkan Solidaritas Anggota dalam Wadah Tunggal Ikatan Notaris Indonesia untuk Menjaga Marwah Jabatan Notaris” itu dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris Jendral (Sekjen) INI Pusat.

Miq Gite menjelaskan, khusus di NTB, berbagai geliat investasi terpaksa harus tertunda sejenak diakibatkan bencana Gempa Bumi pada tahun 2018 dan disusul Pandemi Covid-19 pada tahun 2019 lampau. 

Hal ini berdampak besar pada kegiatan investasi yang tentunya berimbas pula dengan kegiatan perekonomian masyarakat.

“Bagi daerah ini, tentu peran keberadaan profesi notaris tumbuh berkembang bersama dinamika yang terjadi di Nusa Tenggara Barat. Ke depan bahkan peran keberadaan rekan-rekan notaris tetap menjadi sesuatu yang penting. Saat negara dan daerah kita sedang melakukan upaya recovery, setelah kemarin terdampak Covid-19,” tuturnya.

BACA JUGA : AMAN Mataram Gelar Seminar/Dialog Perlindungan dan Hak-hak Masyarakat Adat

Diantaranya, Proyek Smelter PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat, Global Hub di Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah proyek strategis lainnnya di NTB yang sempat mengalami reschedule, akibat Gempa Bumi dan Pandemi. 

Miq Gite lantas menyebut proyek strategis ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang didalamnya terdapat irisan dengan tugas-tugas yang menjadi kompetensi rekan-rekan notaris.

Tak hanya itu, peran notaris termasuk pembuat akta tanah juga besar dalam mengawal proses yang terjadi sejak pembebasan tanah hingga saat ini. Seperti adanya silang sengketa, klaim-klaim sporadik di atas sporadik, sertifikat dan lain sebagainya di KEK Mandalika.

Diharpkan, berbagai upaya yang telah dilakukan Kepengurusan INI periode sebelumnya, dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi Kepengurusan INI yang baru. Terus bersinergi bersama pemerintah ke depannya. 

BACA JUGA : Pembangunan Masjid Nurul Madinah Desa Kuranji Dalang, Masyarakat Diajak Beramal Jariyah

“Ini adalah ungkapan apresiasi dan terima kasih kami. Berharap kepada anggota-anggota notaris di dalam mengikuti proses ini (konferwil), mari dalam suasana yang gembira, penuh persaudaraan,” pesan Miq Gite menutup sambutannya.*** 

 




Selewengkan Demokrasi Indonesia, Alumni Unram Desak Presiden Jokowi Mundur 

Demokrasi Indonesia terburuk di era Jokowi, Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat alumni Unram Kecam cawe-cawe Jokowi di Pilpres 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo tidak saja diprutes civitas academica  di kampus-kampus. Kini, para ikatan alumni juga melayangkan aksi serupa. 

Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat alumni Inibersitas Mataram (Unram) atau KPPJ-BA Unram, melayangkan pernyataan sikapnya terhadap cawe-cawe Presiden Jokowi t. 

BACA JUGA : Relawan GaMa Gelar Konser “Musik Jalanan untuk Demokrasi”

Protes pada Jokowi melalui pernyataan sikapnya, alumni Unram Dikomandoi sepuluh orang alumni Unram, yakni Sirra prayuna, Imron, Isdiyanto, Edy Irsam, Joko Suhartono, Didi Aulia Harahap, Muhammad Syafiq  Khan, Edi Irwan, Andi Kurniawan, dan Hermansah.

Mereka mengecam sikap pada Jokowi yang sudah menyelewangkan demokrasi  di Indonesia. 

Padahal, kontestasi Pemilu 2024  menjadi pesta demokrasi rakyat yang jurdil dan demokratis. 

Cawe-cawe Jokowi dalam perhelatan Pilpres sudah terlalu jauh. Jokowi sudah terlalu jauh menyelewengkan demokrasi dan bertentangan dengan semangat reformasi,” tegas Koordinator KPPJ-BA Unram, Sirra Prayuna dalam siaran tertulisnya, Sabtu (03/02/24). 

Menurut Sirra, cawe-cawe Presiden yang tidak pernah terlihat sejak memasuki era reformasi , atau sejak presiden dipilih secara langsung oleh rakyat sekarang ini nyata terjadi.

Fakta ketidaknetralan Jokowi, dengan cawe cawe tentunya telah merusak pemilu dan pelembagaan demokrasi di Indonesia.

BACA JUGA : AMAN Mataram Gelar Seminar/Dialog Perlindungan dan Hak-hak Masyarakat Adat

“Kami mencatat, campur tangan Jokowi dimulai dari kasus MK, kemudian pembagian bansos di depan istana dan bagi bagi kaos untuk salah satu paslon. Dan parahnya, Jokowi juga menggunakan fasilitas negara untuk menyolisasikan paslon,” ujar Sirra. 

Ia menegaskan, hanya di era Jokowi saja, Presiden terang-terangan melakukan cawe-cawe dalam pemilu. Perbuatan tercela ini, baru kali pertama terjadi sejak reformasi.

Sebab, keterlibatan dan keberpihakan presiden dan jajaran pemerintah yang berkuasa saat ini,  membuat etika politik terjerembab ke titik nadir. 

Sirra pun merasa prihatin atas kondisi Pemilu 2024 saat ini. Mengingat, hal ini akan menjadi yang terburuk dalam sejarah Indonesia. 

Sebab cawe-cawenya terlalu dalam hingga berupaya memenangkan partai dan atau pasangan calon tertentu.

“Sejatinya pemilu adalah jalan damai untuk pergantian rezim yang sudah berkuasa selama maksimal masa jabatannya,” kata Sirra.

Karena itu, Komite Penyelamat Pemilu Jurdil dan Bermartabat Alumni Unram pun mendesak kepada Presiden Jokowi untuk kembali ke jalan yang benar 

Jalan yang benar, lanjut Sirra, adalah bapak bangsa yang mengakomodir semua kepentingan elemen bangsa dan tetap netral dalam pemilu.  

Dengan begitu Presiden Jokowi akan dikenang sebagai sosok yang mengutamakan etika dalam kepemimpinannya hingga akhir masa jabatannya. 

BACA JUGA : Evaluasi BPKP, Jajaran Pemprov NTB Diminta Lakukan Perbaikan Signifikan

“Di saat akhir pemilu ini, kami tidak ingin melihat, mendengar dan mendapatkan laporan ketidaknetralan yang dipertontonkan oleh Presiden Jokowi. Tapi jika terus bersikap tidak netral dan tidak demokratis sebaiknya Presiden  mengundurkan diri saja,” tandas Sirra Prayuna.***

 




Pj Gubernur NTB Apresiasi Ponpes Al Ikhlas Taliwang 

Pj Gubernur NTB hadir pada peringatan milad kr 40 Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB),  yang sudah 40 Tahun Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KSB.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si hadir dan memberikan sambutan dalam Milad ke – 40 Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang Sumbawa Barat NTB Indonesia.

BACA JUGA : Pembangunan Masjid Nurul Madinah Desa Kuranji Dalang, Mengajak Masyarakat Beramal Jariyah

Pj Gubernur NTB tampak didampingi oleh Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos.,MM yang memang pernah berkiprah sebagai WR 3 di Universitas Cordova (Undova Indonesia). Undova adalah salah jenjang lembaga pendidikan tertinggi dibawah naungan Yayasan Wakaf Ponpes Al Ikhlas. 

Al Mukarrom KH Zulkifli Muhadli telah terbukti melaksanakan tujuan pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum. 

Karenanya, atas nama Pemprov NTB kami mengapresiasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah berkhidmat selama 40 tahun lamanya, ungkap Miq Gita.

Hal tersebut disampaikan Miq Gite, sapaan Pj Gubernur, saat memberikan sambutan pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB, Kamis (01/03/24). 

Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun. 

BACA JUGA : Hadih Bulan Ramadhan, PT Jamkrida NTB Segera Beralih ke Syariah

“Alhamdulillah, berkesempatan hadir pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB. Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Almukarrom Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun. Selama itu Ponpes Modern Al Ikhlas turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Karena itu, perlu untuk diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Barakallah!” jelas Miq Gite. 

Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Dr. K.H. Zulkifli Muhadli SH, MM, menjelaskan Rangkaian HUT ke 40 Ponpes ini akan berlangsung selama 1 tahun hingga 1 Februari 2025 memdatang. Selama itu, akan diisi oleh berbagai kegiatan seperti seminar, bedah buku, dan berbagai kegiatan lainnya. 

“Rangkaian HUT ke-40 Ponpes ini akan dilaksanakan selama 1 tahun penuh,” jelasnya. 

Hadir memberikan sambutan, Rektor Universitas Darussalam  Gontor – Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasi yang juga Ketua Badan Wakaf Ponpes Al Ikhlas. Dalam kesempatan tersebut, KH Hamid menjelaskan Ponpes ini dalam proses tumbuh kembangnya, berafiliasi ke Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo. 

Ponpes modern Al Ikhlas telah mampu menunjukkan berbagai kemajuan dan prestasi.

BACA JUGA : Relawan GaMa Mataram Gelar Konser “Misik untuk Demokrasi

Seorang alumni ponpes Al Ikhlas lulusan tahun 2002, Prof. Faris Al Fadhat kini wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogjakarta juga hadir memberikan testimoni dan inspirasi bagi santri yang masih menimba ilmu di Ponpes Al Ikhlas. ***

 




Pembangunan Masjid Nurul Madinah Desa Kuranji Dalang, Panitia Mengajak Beramal Jariyah

Sesuai dengan rancangan, masjid Nurul Madinah ditargetkan selesai dengan anggaran lebih dari satu milyar ditargetkan diselesaikan pembangunannya tahun 2024

LOBAR.LombokJournal.com ~ Setelah penantian hampir 5 tahun, warga BTN Royal Madinah Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) memulai pembangunan masjid Nurul Madinah sebagai sarana tempat ibadah bagi masyarakat, Rabu (31/01/2024). 

BACA JUGA : Hadiah Bulan Ramadhan, PT Jamkrida NTB akan Beralih ke Syariah  

Warga BTN Royal Madinah mengajak masyarakat untuk beramal jariyah membangun masjid Nurul Madinah
Lokasi pembangunan masjid Nurul Madinah

Terealisasinya pembangunan masjid itu setelah musyawarah antar warga yang dilaksanakan pada bulan November 2023. Keberadaan mushola yang tidak lagi dapat menampung jumlah jamaah yang makin membesar. 

Warga juga membutuhkan tempat yang cukup untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan seperti halnya penyelenggaraan pengajian dan pendidikan Al Qur’an bagi masyarakat.

Di dalam perencanaan, Masjid Nurul Madinah ini nantinya akan dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 460 meter persegi. Berada di tengah-tengah pemukiman warga, masjid Nurul Madinah ini akan menjadi sarana tempat ibadah bagi sekitar lebih dari 300 rumah tangga.

Sesuai dengan rancangan, masjid Nurul Madinah ditargetkan selesai dengan anggaran lebih dari satu milyar, yaitu Rp. 1.328.703.335,- (Satu milyar tiga ratus dua puluh delapan juta tujuh ratus tiga ribu tiga ratus tiga puluh lima rupiah). 

Masjid Nurul Madinah ditargetkan dapat diselesaikan pembangunannya pada tahun 2024. Hal itu menjadi harapan bersama masyarakat segera memiliki masjid, agar dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. 

BACA JUGA : Relawan GaMa Mataram Gelar Konser Musisi Jalanan “Musik untuk Demokrasi”

“Tentu saja lebih cepat lebih baik, dan harapannya masjid ini selesai dikerjakan di akhir tahun ini agar masyarakat dapat merasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah.” Ungkap Sekhan selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Madinah, Rabu (31/01/24).

Prosesi peletakan batu pertama akan diselenggarakan pada tanggal 7 Februari 2024 mendatang, sekaligus menandai dimulainya pembangunan masjid Nurul Madinah. 

“Nanti tanggal 7 februari insyaAllah akan ada prosesi peletakan batu pertama untuk mengawali pembangunan Masjid Nurul Madinah. Jika tidak berhalangan, nanti Ibu Hj. Sumiatun selaku plt. Bupati Kabupaten Lombok Barat yang akan mengawali proses pembangunan masjid ini,”  lanjut Sekhan.

Swadaya warga

Saat ini ketersediaan anggaran yang merupakan hasil swadaya iuran warga masyarakat masih sangat minim. Ketersediaan anggaran saat ini masih di bawah 10 persen dari total keseluruhan biaya yang dibutuhkan. 

Tentu saja panitia pembangunan masjid Nurul Madinah berharap kehadiran para donatur demi kelancaran pembangunan nantinya untuk dapat menitipkan sebagian hartanya untuk merealisasikan masjid Nurul Madinah.

“Saat ini modalnya jelas Bismillah, karena anggaran kita masih jauh dari target. Makanya kami mengajak masyarakat luas baik yang berada di NTB ini maupun di luar daerah untuk bersama-sama beramal demi terealisasikannya masjid Nurul Madinah. Kami menerima segala bentuk sumbangan baik berupa uang, material, dan juga doa dari segenap umat muslim agar masjid Nurul Madinah ini dapat diselesaikan sebagaimana yang direncanakan.” jelas Sekhan

Untuk mendukung kegiatan tersebut, panitia mengajak masyarakat muslim di NTB khususnya maupun dari luar daerah untuk beramal jariyah. 

BACA JUGA : Silaturtahmi Penglisir Puri Agung Blah Batu Gianyar ke Gedeng Gede Singasari, Puyung Loteng

Masyarakat yang ingin menyalurkan sumbangannya secara langsung dapat langsung berkunjung ke sekretariat panitia pembangunan masjid Nurul Madinah yang beralamat di Blok K16 BTN Royal Madinah, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Masyarakat juga dapat menyalurkan wakaf tunainya melalui rekening yang disediakan panitia. Bantuan tersebut dapat di salurkan ke Rekening Bank NTB Syariah dengan Nomor 504.02.11005.27-2 atas nama Masjid Nurul Madinah. 

Selanjutnya donatur diharapkan untuk dapat mengkonfirmasi dengan menyerahkan bukti transfer ke nomor 0853-3721-5118/ 0877-7359-3540. Nomor konfirmasi tersebut juga dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi berkenaan dengan proses pembangunan masjid Nurul Madinah.fik

 

 




AMAN Mataram Gelar Seminar/Dialog Perlindungan & Hak-hak Masyarakat Adat

Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD Aman) adakan seminar ‘Perlindungan hak-hak Masyarakat adat Nusantara 

MATARAM.LombokJournal.com ~ AMAN Mataram menyelenggarakan Seminar/Dialog perlindungan dan Hak-Hak Masyarakat Adat mengangkat tema ‘Perlindungan hak-hak Masyarakat adat Nusantara di Era Society 5.0″ di Hotel Pratama Mataram, Rabu (31/01/24) 

 Ketua PD Aman Mataram, L. M. Iswadi Athar dalam sambutannya menegaskan, tiap masyarakat adat harus tetap menjaga eksistensi adat di Kota Mataram.

BACA JUGA : Pelatihan Kader PD Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Mataram 

“Karena itu diperlukan perlindungan hak hak masyarakat adat nusantara Mataram, sehingga masyarakat adat mampu mempertahankan eksistensinya di Era Society 5.0,” kata Ketua Aman Mataram..

Walikota Mataram yang diwakili Asisten 1, Lalu Martawang saat menyampaikan sambutan seminar/dialog AMAN Mataramitu, menyinggung perubahan generasi.

Martawang mengatakan, dalam zaman yang dinamis dan penuh dengan perubahan generasi kita, anak anak muda masa kini, adalah saksi dari pergeseran besar dalam perkembangan teknologi dan cara kita hidup. 

“Kita telah melalui beberapa era sebelumnya, seperti Society 1.0 yang berfokus pada pertanian, seperti Society 2.0 yang ditandai oleh revolusi industri, society 3.0 dengan internet, dan society 4.0 yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan teknologi canggih,” urai Martawang.

Namun, apa yang membedakan spciety 5.0 adalah fokusnya pada kemanusiaan. 

“Ini adalah era dimana teknologi seperti kecerdasan buatan, internet of rhings, dan big data digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menyelesaikan masalah sosial,” katanya.

Menurutnya, masyarakat adat didefinisikan sebagai sekelompok penduduk yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur dalam suatu geografis tertentu, memiliki system nilai dan sosial budaya yang khas. Berdaulat atas tanah dn kekayaan alamnya serta mengatur dan mengurus keberlanjutan kehidupannya dengan hukum dan kelembagaan adat. 

BACA JUGA : Hadiah Bulan Ramadhan, PT Jamkrida NTB Segera Beralih ke Syariah

“Ada legih dari 70 juta Masyarakat adat di wilayah Indonesia atau sekitar 25 persen dari populasi penduduk Indonesia,” ungkap Lalu  Martawang.

Seminar/Dialog Perlindungan Hak-hak Masyarakat Tersebut yang dimoderatori Maheriandi,  dengan 3 orang narasumber berasal dari berbagai Instans dan tokoh Adat, Narasumber pertama L. Prima Wira Putra (Ketua PW AMAN NTB), kedua Pungka M. Sinaga (Kemenkumham NTB), dan Baiq Anggraini  (Bakesbangpol kota Mataram). 

Didalam dialog tersebut. Prima Wira Putra (PW Aman NTB) mengatakan, masyarakat adat itu bukan sekedar menggunakan pakaian adat, memainkan alat kesenian seperti Gendang Bleq, Peresean, dan seni lainnya.

Menurutnya, adat merupakan satu kesatuan yang harus dipegang teguh. Sehingga tidak memudarnya adat Sasak dengan adanya berbagai event nasional dan internasional yang selalu diselenggarakan, serta dengan memegang teguh adat dan kebudayaan sasak sehingga pariwisata di NTB semakin maju.

Sementara itu, Pungka M. Sinaga dari Kemenkumham NTB mengatakan pentingnya menjaga keutuhan adat. Karena suatu adat merupakan sebuah satu kesatuan suatu daerah. 

Dijelaskan, identitas dari adat ada 2 yaitu bahasa dan budaya. Agar tetap menjaga kebudayaan dan bahasa yang dimiliki masyarakat Sasak sebagai identitas dan ciri khas dalam bernegara,  hukum suatu negara mengikuti hukum adat daerah setempat,

Nara sumber lainnya, Baiq Anggraini dari Bakesbangpol Kota Mataram 3 mengatakan, setiap kegiatan  yang akan dilakukan/dilaksanakan oleh Aman Mataram akan selalu didukung, sehingga Aman Mataram makin maju dan berkembang seiring perkembangan kota Mataram.

Baiq Anggraini mengatakan, tiap kegiatan dan permasalahan masyarakat akan selalu didukung oleh Bakesbangpol Kota Mataram, agar Aman Mataram mampu menjaga Keutuhan NKRI dan Kebudayaan-kebudayaan dan adat yang dimiliki oleh masyarakat sasak.

BACA JUGA : Relawan GaMa Mataram Gelar Konser “Musik Jalanan untuk Demokrasi”

Acara dialog berlangsung, dengan sesi tanya jawab dengan peserta dari Komunitas Adat Nusantara di Mataram dan dari stakeholder yang peduli terhadap masyarakat adat Nusantara di Kota Mataram. (*)

 

 




Hadiah Bulan Ramadhan, PT Jamkrida NTB Segera Beralih ke Syariah

Pj Gubernur NTB berharap pada bulan Ramadhan sudah bisa meresmikan PT Jamkrida NTB dengan sistem syariah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sejak dibentuk tahun 2021 lalu, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Provinsi NTB telah mengajukan proses konversi dari usaha penjaminan kredit umum konvensional menjadi usaha penjaminan syariah

BACA JUGA : Jajaran Pemprov NTB Diminta Lakukan Perbaikan Signifikan

PT Jamkrida NTB akan segera diubah menjadi usaha penjaminan kredit syariah

Setelah melalui berbagai proses persyaratan dan tahapan, PT Jamkrida NTB akan segera diubah menjadi usaha penjaminan kredit syariah.

Penjabat (PJ) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengapresiasi usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Jamkrida NTB dalam mengajukan proses konversi yang cukup panjang. 

Diharapkan, Jamkrida NTB terus berkembang dan tumbuh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat NTB.

“Saya harap segera diakselerasi tahapan yang belum, sehingga pada bulan Ramadhan kita sudah bisa meresmikan PT Jamkrida NTB dengan sistem syariah,” harap Miq Gita sapaan akrab PJ Gubernur NTB saat menerima audiensi PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB di ruang tamu kantor Gubernur NTB, Rabu (31/01/24).

BACA JUGA : Relawan GaMa Mataram Gelar Konser Musisi Jalanan “Musik untuk Demokrasi”

Miq Gita menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB akan selalu mendukung terutama dengan pemenuhan modal PT Jamkrida NTB setelah diubah menjadi syariah.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Jamkrida NTB, Lalu Taufik Mulyajati menjelaskan, semua perizinan baik administrasi dan pemenuhan struktur seperti Dewan Pengawas Syariah serta tenaga ahli penjaminan syariah semua sudah dipenuhi, tinggal menunggu analisis dari OJK pusat kepada pemerintah Provinsi  NTB sebagai pemegang saham.

BACA jUGA : Koalisi Deklamator Mataram dan GaMa Mataram Gelar Acara Sastra “Hidup Tanpa Etika”

“Setelah itu, baru keluar izin syariah secara resmi. Insyaallah bulan ramadhan akan segera diresmikan,” katanya. man/her/ikp

 




Evaluasi BPKP, Jajaran Pemprov NTB Diminta Lakukan Perbaikan Signifikan

Pj Gubernur NTB minta jajajannya melakukan progres perbaikan signifikan, agar laporan padai tahun 2024 mengalami perubahan

MATARAM.LombokJourmal.com ~ Catatan penting hasil pengawasan dan evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait tata kelola pemerintahan, akan menjadi panduan perbaikan penyusunan perencanaan pembangunan di awal tahun ini. 

BACA JUGA : Relawan GaMa Mataram Gelar Konser “Musik Jalanan untuk Demokrasi”

Pj Gubernur NTB menerikan BPKP NTB

Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan itu saat menerima laporan rutin semester kedua tahun 2023 dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nusa Tenggara Barat dari  Kepala BPKP NTB di kantor Gubernur, Rabu (31/01/24). 

Laporan BPKP itu terdiri dari lima klaster, yakni tentang infrastruktur, pariwisata, kualitas hidup, kemandirian daerah dan fiskal. 

Atas laporan BPKP itu, Pj. Gubernur meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) melakukan progres perbaikan signifikan, agar laporan mendatang di tahun 2024 mengalami perubahan.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa catatan yang dibahas berdasarkan hasil pengawasan BPKP. Salah satunya pembangunan Smelter PT Amman Mineral di kabupaten Sumbawa Barat yang masih membahas mekanisme pembebasan lahan dan rencana pengelolaan Smelter tersebut yang telah rampung delapan puluh persen lebih. 

BACA JUGA : Aspek Keberlanjutan dan Kelestarian Lingkung, Penting Ditegaskan dalam Menjalin Kerja Sama

Pembahasan lintas pemangku kebijakan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang bisa segera dilakukan aksinya dalam tahun ini juga. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPKP, Sidi Purnomo menjelaskan,  pembangunan smelter termasuk dalam klaster infrastruktur yang masif dilakukan selain serahterima pekerjaan jalan (Keruak -Sunggung). 

Catatan BPKP adalah alokasi pajak kendaraan untuk infrastruktur yang belum maksimal serta perbaikan database jalan dan jembatan. 

Terkait data, lanjutnya, BPKP juga mencatat pentingnya perencanaan dan data bantuan sosial, penanggulangan kemiskinan ekstrem, stunting dan program prioritas lain yang membutuhkan peningkatan capaian. 

Adapun dalam kemandirian daerah, BPKP mendorong komitmen penggunaan produk lokal dan membatasi produk impor. 

Sedangkan kemandirian fiskal, BPKP masih mencatat ada potensi anggaran yang tidak efektif dan potensi pendapatan asli daerah yang belum maksimal digali. 

BACA JUGA : Koalisi Deklamator Mataram dan GaMa Mataram Gelara Acara Sastra “Hidup Tanpa Etika”

“Soal tata kelola saja dan peningkatan komitmen dalam manajemen resiko,” rincinya. jm/her

 




Relawan GaMa Mataram Gelar Konser “Musik Jalanan untuk Demokrasi”

Musisi jalanan diberi ruang dan kesempatan oleh relawan Ganjar-Mahfud menyampaikan suara rakyat yang kecewa atas demokrasi yang dikhianati

MATARAM.LombokJournal.com ~ Setelah berkolaborasi dengan para deklamator Kota Mataramdengan pembacaan dan deklamasi puisi bertajuk ‘Hidup Tanpa Etika’ hari Senin (29/01), hari berikutnyai relawan Ganjar-Mahfud (GaMa) Mataram giliran menggelar konser musisi jalanan bertajuk demokrasi.

BACA JUGA : Koalisi Deklamator dan GaMa Mataram Gelar Acara Sastra ‘Hidup Tanpa Etika’

GaMa Mataram selenggarakan konser musisi jalanan

Konser ‘Musik Jalanan untuk Demokrasi’ digelar relawan (GaMa) Mataram, diikuti 5 kelompok musisi jalanan dari beberapa tempat di Kota Mataram, NTB, berlangsung di De la SIRRA Resto di kawasan Rembiga Kota Mataram, Selasa (30/01/24) malam.

“Dikaitkan dengan kondisi hari ini, musisi jalanan itu menyuarakan suara rakyat yang kecewa,” kata Yodi Dekock, di tengah lantunan lagu ‘Orkes Sakit Hati’nya Slank yang dinyanyikan kelompok Ari Meekow

Yodi Dekock sudah malang melintang sebagai musisi angkatan tua, yang kini memilih menjadi relawan Ganjar-Mahfud yang militan, dan mengajak musisi jalanan untuk menyuarakan demokrasi yang selama ini dikhianati.

“Selama ini musisi jalanan kurang disentuh dalam menyuarakan demokrasi,” ujar Yodi.

5 (lima) kelompok musisi jalanan, yakni kelompok Moonchanche, Ali Meekow, Black Rose, Circle dan Hari &:Friend bermain bergantian di sebuah panggung kecil yang dihiasi backdrop bergambar Ganjar dan Mahfud sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029. 

BACA JUGA : Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Sosial Tunai Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Masyarakat di Lombok Timur Senilai Rp4,9 milyar

Dengan dipandu seorang MC, para musisi tampil bergantian membawakan lagu-lagu yang menyuarakan desakan kembalinya demokrasi. Lagu-lagu yang dibawakan umumnya bertema perjuangan maupun perlawanan atas pemasungan demokrasi melalui praktik Nepotisme dan pelanggaran konstitusi.

Lagu yang populer dari Iwan Fals dan lagu-lagu Slank banyak dinyanyikan, karena dinilai kritis dan lugas untuk menyuarakan perlawanan atas penyimpangan demokrasi. Kedua musisi tersebut juga tegas mengkritik kemerosotan moral.

Penonton yang datang dari berbagai kalangan sangat antusias merespon lagu-lagu yang disuarakan musisi jalanan. Mereka bahkan sangat bersemangat ikut bernyanyi saat kelompok Black Rose membawakan lagu Bento dan Bongkar.  

Bahkan sebelumnya, penonton ikut bernyanyi sambil berjoget saat Ari Meekow melantunan lagu ‘Orkes Sakit Hati’nya Slank. 

Menurut Yodi, hal itu merupakan bukti lagu bertema kritik dan perlawanan dari musisi jalanan 

bisa menjadi penggugah semangat dan sekaligus inspirasi penonton untuk bersatu dalam komitmen menegakkan demokrasi.

Kegiatan yang digelar relawan Ganjar-Mahfud Mataram ini memang diharapkan bisa membuka kesadaran masyarakat akan strategisnya memilih Pemimpin yang bisa membawa keadaan menjadi lebih baik. 

“3 is my number,” tegas Yodi.

Tegaknya hukum yang berkeadilan, pemerintahan yang mensejahterakan masyarakat adalah buah dari terpilihnya Pemimpin yang sesuai harapan masyarakat.

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB : Perlu Bijak Mengelola dan Menjaga Hutan

“Kami mengajak para musisi jalanan berjuang bagi terpilihnya Pemimpin yang bisa menakhodai penyelenggaraan pemerintahan menjadi lebih baik. Itu hanya bisa dilakukan pasangan Ganjar-Mahfud, ” kata Yogi.

Ditekankan Yodi, Konser musisi jalanan yang digelar GaMa Mataram hingga pukul 11 malam, merupakan upaya melibatkan dan memberi kesempatan mereka menyampaikan kritik dan aspirasinya lewat musik dan lagu.

Ruang yang dibuka GaMa Mataram itu merupakan upaya membangun ruang demokrasi dalam masyarakat. 

“Pemilu termasuk Pilpres harus berlangsung aman, jujur dan adil dan tanpa cawe-cawe penguasa. Itu baru demokrasi!” tegas Yodi. ***

 

 




Aspek Keberlanjutan dan Kelestarian Lingkungan, Penting Ditegaskan dalam Menjalin Kerja Sama  

Pj Gubernur NTB melakukan pertemuan daring yang membahas kerja sama dengan Intrinsic Exchange Group, dan menegaskan pentingnya kelestarian lingkungan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pertemuan virtual dilakukan Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Sc, dengan perwakilan dari Intrinsic Exchange Group, di Pendopo Timur, Senin (29/01/24), membahas potensi kerja sama di bidang aset alam di wilayah NTB dan tegaskan pentingnya aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. 

BACA JUGA : Silaturahmi Penglingsir Puri Agung Blah Batu Gianyar ke Gedeng Gede Singasari Puyung Loteng

Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam menggali peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat positif bagi pembangunan dan pemanfaatan aset alam di NTB.

Dalam pertemuan daring, Pj Gubernur Miq Gita menyambut baik kehadiran perwakilan Intrinsic Exchange Group dan menyatakan kesiapan NTB untuk menjajaki kerja sama yang saling menguntungkan. 

“Kami melihat peluang besar dalam pemanfaatan aset alam di NTB dan berharap dapat melakukan kerja sama untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki wilayah ini,” ungkap Pj Gubernur.

BACA JUGA : Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan Sosial Tunai Pemberdayaan Ekonomi Bagi Kelompok di Lombok Timur Senilai Rp4,9 Milyar

Perwakilan dari Intrinsic Exchange Group menjelaskan profil perusahaan dan berbagai proyek yang telah berhasil dilaksanakan di berbagai wilayah. 

Mereka juga menyoroti komitmen perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Pj Gubernur yang akrab disapa Miq Gite menegaskan, pentingnya aspek keberlanjutan dan perlindungan lingkungan dalam setiap kerjasama di bidang aset alam. 

“Kami mengutamakan pendekatan berkelanjutan dan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kerja sama ini harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Diskusi dalam pertemuan ini membahas potensi kerja sama di berbagai sektor. Dan Pj Gubernur Miq Gita menyatakan, Pemerintah Provinsi memastikan, setiap langkah kerja sama dilakukan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat NTB dan keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA : Koalisi Deklamator Mataram dan Gama Mataram Gelar Acara Sastra “Hidup Tanpa Etika”

Pertemuan ini diharapkan menjadi landasan awal yang baik untuk membangun hubungan kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara NTB dan Intrinsic Exchange Group. ***

 




Silaturahmi Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar ke Gedeng Gede Singasari Puyung, Loteng

Pj Gubernur NTB Miq Gite menerima simekrama atau silaturahmi dengan Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali-Anak Agung Ngurah Udanyadnya, Bali 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Kedatangan Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali – Anak Agung Ngurah Udanyadnya dan rombongan dari Bali dan Keluarga dari Karang Buleleng Cakranegara, diterima Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si di Gedeng Gede Singasari Puyung, Minggu (28/01/24) siang.

BACA JUGA : Koalisi Deklamator Mataram dan GaMa Mataram Gelar Acara Sastra Bertajuk “Hidup Ranpa Etika” 

Miq Gite (kiri)

Simekrama atau sillaturrahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain rombongan dari Bali dan keluarga Karang Buleleng Cakranegara, simekrama atau silaturrahmi diikuti juga perwakilan anak cucu Baiq Sriwulan (Almarhumah) dari Rempung Lombok Timur. 

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB : Perlu Bijak Mengelola dan Menjaga Hutan

“Dalam simekrame,  Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar bercerita banyak hal. Mulai dari kisah Sri Aji Kepakisan, cerita tentang kiprah dan keberadaan Dharma Putra Mahotama Ki Anglurah Jelantik, juga cerita tentang  topeng Gajah Mada yang tersimpan di Puri Agung Blah Batuh,” jelas Miq Gite, sapaan Gubernur. 

Miq Gite juga menjelaskan, Penglingsir Puri berjanji ingin silaturrahmi ke Rempung Lotim dan tak lupa mengundang peserta simekrame untuk berkunjung ke Puri Agung Blah Batuh Gianyar Bali.

BACA JUGA : Bunda Lale : Terus Sosialisasikan Kendaraan Listrik

Selain simekrame ke Puyung, sebelumnya Penglingsir Puri Agung Blah Batuh Gianyar, ke Lombok  untuk menghadiri Pujewali Pura Penataran Agung Gedong Blahbatuh Pelangan Sekotong Lombok Barat, hari Senin tanggal 29 Januari 2024. ***